Anda di halaman 1dari 20

Realitanya, Indonesia sebagai Negara dengan populasi

muslim terbesar didunia masih mengalami problem


dalam menentukan halal dan haram pengobatan. Lebih
kurang 10 ribu obat yang beredar saat ini hampir
semuanya belum mendapat sertifikat halal dari MUI.
Rasulullah SAW bersabda : sesungguhnya yang Halal
itu jelas dan yang Haram itu jelas, diantara keduanya
ada perkara-perkara yang syubhat yang tidak diketahui
kebanyakan manusia. Siapa yang menjaga dirinya dari
perkara syubhat, sesungguhnya dia memelihara dirinya
dan kehormatan dirinya. Siapa yang terjatuh dalam
perkara syubhat kemungkinan ia terjatuh kedalam yang
haram..... (HR Bukhari Muslim)

Konsep-konsep pengobatan dalam
Islam
1. Keyakinan,
Meyakini bahwa sakit yang dialaminya tersebut
berasal dari Allah SWT, dan Allah juga yang akan
menyembuhkannya. Seperti dalam firman-Nya:
Dan apabila aku sakit, dialah yang menyembuhkan
aku.. (Asy-Syuaraa [36]:80)
juga dalam hadits yang berbunyi, Lii Kulli Daa In
dawaun. Artinya: Setiap penyakit pasti ada obatnya.

2. Menggunakan obat yang halal,
Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan
obatnya, dan menjadikan setiap penyakit pasti ada
obatnya.Maka berobatlah kalian, tapi jangan dengan
yang haram. (Riwayat Abu Dawud)
3. Tidak membawa mudharat yang akan mencacatkan
tubuh,
Di anjurkan untuk tidak melakukan pengobatan yang
kiranya pengobatan tersebut membawa kemudharatan
yang justru menimbulkan masalah baru bagi seseorang.

4. Tidak berbau takhayul, bidah, dan khurafat
Ketiga hal di atas selain harus dihindari juga bisa
mengakibatkan pelakunya jatuh dalam jurang kekafiran.
5. Mencari yang lebih baik
Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit, melainkan
akan menurunkan pula obat untuk penyakit tersebut
(HR. Bukhari)
Ciri barang-barang yang halal

1. Bebas dari segala najis
2. Tidak mendatangkan mudharat bagi akal dan badan
3. Bukan Produk yang berasal dari barang yang haram
4. Disembelih sesuai syariat Islam
5. Diperoleh dari sumber yang baik


Beberapa pengobatan yang sunnah
a. Madu dan berbekam
Obat itu ada pada tiga hal: minum madu, goresan bekam,
dan kay dengan api, namun aku melarang kay. (HR. Al-
Bukhari)
Kay adalah besi dibakar, lalu ditempelkan pada urat yang
sakit.

Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang
bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat
yang menyembuhkan bagi manusia. (An-Nahl: 69)

b. Al-Habbatus sauda` (jintan hitam)
Al-Habbatus Sauda` (jintan hitam) adalah obat untuk segala
penyakit, kecuali kematian. (HR. Ath-Thabarani) .
Dikatakan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu bahwa
sanadnya hasan, dan hadits ini punya banyak
syawahid/pendukung)




c. Kurma ajwah
Pada kurma ajwah Aliyah yang dimakan pada awal
pagi (sebelum makan yang lain) adalah obat bagi semua
sihir atau racun. (HR. Ahmad)

d. Ruqyah
Yaitu membacakan surat atau ayat-ayat Al-Quran atau
doa-doa yang tidak mengandung kesyirikan, kepada
orang yang sakit. Bisa dilakukan sendiri maupun oleh
orang lain.


Allah Subhanahu wa Taala berfirman:




Dan Kami turunkan dari Al-Qur`an suatu yang menjadi
penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
(Al-Isra`: 82)


Pengobatan Yang Haram
1. Mengandung benda yg najis (haram)
Misalnya, obat beralkohol, kapsul dari gelatin babi, anti
penuaan dari plasenta bayi, meminum urine, dll
2. Mengandung unsur syirik
Misalnya, berobat dengan menggunakan metode sihir
seperti ajian-ajian, mantra, jimat, berobat kepada
dukun.
Sesungguhnya Allah SWT tidak akan menjadikan
kesembuhan dengan sesuatu yang ia haramkan atasmu.
(HR Bukhari Muslim)

"Sesungguhnya Allah tidak menjadikan kesembuhanmu
pada yang haram.
(HR. Ibnu Hibban dari Ummu Salamah)
Bahan haram dalam obat

Unsur Babi (Porcine)
Alkohol (Etanol)
Plasenta dan air kemih
Gelatin
Kolagen


Keadaan Darurat
Daruratnya berobat, yaitu ketergantungan sembuhnya
suatu penyakit pada memakan sesuatu dari barang-
barang yang diharamkan itu. Dalam hal ini para ulama
fiqih berbeda pendapat. Di antara mereka ada yang
berpendapat, berobat itu tidak dianggap sebagai darurat
yang sangat memaksa seperti halnya makan. Pendapat
ini didasarkan pada sebuah hadis Nabi yang
mengatakan:
"Sesungguhnya Allah tidak menjadikan kesembuhanmu
dengan sesuatu yang Ia haramkan atas kamu." (Riwayat
Bukhari)

Perkenan (rukhsah) dalam menggunakan obat yang
haram itu harus dipenuhinya syarat-syarat sebagai
berikut:
Terdapat bahaya yang mengancam kehidupan
manusia jika tidak berobat.
Tidak ada obat lain yang halal sebagai ganti Obat
yang haram itu.
Adanya suatu pernyataan dari seorang dokter muslim
yang dapat dipercaya, baik pemeriksaannya maupun
agamanya (i'tikad baiknya).


"Dan apabila aku sakit, Dia-lah yang menyembuhkan
aku." (QS. Al-Syu'ara : 80).
Keputusan Fatwa MUI no:2/munas/VI/MUI/2000
ditetapkan bahwa:

1. Yang dimaksud dengan:
a.Penggunaan obat-obatan adalah mengkonsumsinya
sebagai pengobatan,dan bukan menggunakan obat
pada bagian luar tubuh.
b. Penggunaan air seni adalah meminumnya sebagai
obat.
c. Penggunaan kosmetika adalah memakai alat
kosmetika pada bagian luar tubuh dengan tujuan
perawatan tubuh dan kulit, agar tetap atau menjadi
lebih baik.
d. Al-Istihalah adalah perubahan suatu benda menjadi
benda lain yang berbeda dalam semua sifat-sifatnya dan
menimbulkan akibat hukum dari benda najis atau
mutanajis menjadi benda suci dan dari benda yang
diharamkan menjadi benda yang dibolehkan (mubah)
2. Penggunaan obat-obatan yang mengandung atau berasal
dari bagian organ tubuh manusia, hukumnya adalah
haram.Kecuali dalam keadaan darurat dan diduga kuat
dapt menyembuhkan menerut keterangan dokter ahli
terpercaya.
3. Penggunaan air seni manusia hukumnya adalah haram.
Kecuali dalam keadaan darurat dan diduga kuat dapt
menyembuhkan menerut keterangan dokter ahli
terpercaya.
4. Penggunaan kosmetika yang mengandung atau
berasal dari bagian organ manusia hukumnya adalah
haram. Kecuali setelah masuk kedalam proses
istihalah.
5. Menghimbau kepada semua pihak agar sedapat
mungkin tidak memproduksi dan menggunakan obat-
obatan atau kosmetika yang mengandung unsur
bagian organ manusia atau berobat dengan air seni
manusia.
Terima Kasih