Anda di halaman 1dari 1

Lombok di Senja Hujan"

di cakranegara mendung menggayuti hati si perawan,


beban embun tak kuasa tertahan di benak gundah
kapan aku terjatuh membasahi sabana dahaga
menelusuri loorong-lorong sejarah
hampiri warna-warni religi
basahi jiwa nan mencari.

di ampenan kuda cidomo berak di jalan seenaknya


menguap bau gas disukai sais
ada masa depan di balik tahi penyebar tetanus
sejurus keluar Ampenan,
papan merah bertulis menyala
daerah wajib kondom
ingatkan turis yang rapi berbaris
mencari kehangatan sesat
di tengah rintik belaian jemari perawan.

di senggigi kupu terpajang di jendela kaca


aneka warna hiasan belaka
nun di laut sana remaja ceria
berdayung pelukan mesra
si kecil teriak
kutunggu hasratmu.

lombok di senja hujan


menikmat nyanyi putri ayu
mencari gerah di hati gemuruh
mendapati dingin di samping bara
nasi dan ikan meluncur tak terasa
air menggenangi piring-piring dermawan
tawa terlepas tak hirau duka pelukis malam.

Senggigi,  9 Desember 2007