Anda di halaman 1dari 1

merangas tanah leluhur

wajah kuyu,
lesu berjalan menyusur batu,
di punggung bukit jiwa menangis,
meratap pohon dibakar ganja.

air terjun berjuntai pelangi,


di hati runyam,
berlari tikus memotong pematang,
tertinggal bulir padi di air busuk.

nun di utara sana,


sederet gunung tersenyum masam,
tak kuasa menahan gerenyit cacing usus,
hijaupun musnah, berganti tanah merangas.

di lembah sawah basah


seekor ikan tertangkap kail
meronta percuma
alam berganti, kuasa siapa.

mas wigrantoro roes setiyadi


rempoa, 26 november 2007