Anda di halaman 1dari 30

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Zakat merupakan sejumlah harta tertentu yang diwajibkan Allah
diserahkan kepada orang-orang yang berhak. Sebagaimana Firman Allah
SWT

ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu
membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka.
Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan
Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.(Q.S. At-Taubah: 103)
Agar zakat yang dikeluarkan oleh seseorang dapat mencapai sasaran
penerima yang berhak, maka diperlukan lembaga yang khusus menangani
zakat. Di Indonesia, pengelolaan zakat diatur berdasarkan Undang-
UndangNomor 38 tahun 1999 tentang pengelolaan zakat, Keputusan Menteri
Agama no. 581 tahun 1999 dan keputusan Deriktur Jendral Bimbingan
Masyarakat Islam dan Urusan Haji no. D/29 tahun 2000 tentang pedoman
teknis pengelolaan zakat.
Tujuan pengelolaan zakat, antara lain, meningkatkan pelayanan bagi
masyarakat dalam menunaikan zakat, meningkatkan fungsi dan peranan
pranata keagamaan dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat
dan keadilan sosial, serta Meningkatkan hasil guna dan daya guna zakat.
Lembaga zakat merupakan organisasi yang mendapat tanggungjawab
(amanah) dari para muzaki untuk menyalurkan zakat yang telah mereka
bayarkan kepada masyarakat yang membutuhkan secara efektif dan efisien.
Penyaluran secara efektif adalah penyaluran zakat yang sampai pada
sasaran masyarakat dan mencapai tujuan. Sementara itu, penyaluran zakat
yang efisien adalah terdistribusikannya zakat dengan baik.
Sebagai lembaga pemegang amanah, lembaga zakat berkewajiban
untuk mencatat setiap setoran zakat dari muzaki baik kuantitas maupun jenis
zakat, kemudian melaporkan pengelolaan zakat tersebut kepada masyarakat.
Untuk melaksanakan fungsi ini diperlukan akuntansi. Jadi secara sederhana
akuntansi zakat berfungsi untuk melakukan pencatatan dan pelaporan atas
penerimaan dan pengalokasian zakat. Akuntansi zakat terkait dengan tiga hal
pokok, yaitu penyediaan informasi, pengendalian manajemen, dan
akuntabilitas. Akuntansi zakat merupakan alat informasi antara lembaga
pengelola zakat sebagai manajemen dengan pihak-pihak yang
berkepentingan dengan informasi tersebut.
Bagi manajemen, informasi akuntansi zakat digunakan dalam proses
pengendalian manajemen mulai dari perencanaan, pembuatan program,
alokasi anggaran, evaluasi kinerja, dan pelaporan kinerja. Informasi
akuntansi bermanfaat untuk pengambilan keputusan, terutama untuk
membantu manajer dalam melakukan alokasi zakat. Selain itu, informasi
akuntansi dapat digunakan untuk membantu dalam pemilihan program yang
efektif dan tepat sasaran. Pemilihan program yang tepat sasaran, efektif, dan
ekonomis akan sangat membantu dalam proses alokasi dana zakat, infak,
sedekah, hibah, dan wakaf yang diterima.
Badan Amil Zakat Daerah Kabupaten Demak merupakan lembaga yang
mendapakan tanggung jawab (amanah) dari para muzaki untuk menyalurkan
zakat yang telah mereka bayarkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Setoran setiap bulan yang terkumpul di Badan Amil Zakat Daerah Kabupaten
Demakmencapai ratusan juta rupiah lebih. Dana yang terhimpun sebegitu
banyaknya harus ada pencatatan akuntansi yang benar supaya dapat
dipertanggungjawabkan berdasarkan undang-undang yang ada, dan sesuai
dengan kebutuhan informasi akuntansi saat ini. Demak sebagai kota religius
secara kuantitas dana yang telah dihimpun setiap bulannya mencapai kurang
lebih 1 milyar. dana yang terhimpun begitu banyaknya harus ada pelaporan
keaungan yang benar sebagai bentuk transparansi dan tanggung jawab
kepada muzaki dan para pihak yang membutuhkan informasi laporan
keuangan tersebut.
Berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik untuk meneliti tentang
"Penerapan Akuntansi Zakat pada Badan Amil Zakat Daerah Kabupaten
Demak.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan penjelasan latar belakang masalah diatas, maka dalam
penelitian ini dirumuskan masalah Bagaimana Penerapan Pernyataan
Standar Akuntansi Keuangan(PSAK) Nomor 109 pada Badan Amil Zakat
Daerah Kabupaten Demak?
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan akuntansi zakat pada
Badan Amil Zakat Daerah Kabupaten Demak?

1. Manfaat penelitian
Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Bagi penulis, penelitian ini diharapkan dapat memperluas wawasan
danpengetahuan tentang zakat dan infaq/sedekah, akuntansi zakat
daninfak/sedekah dan penerapannya, khususnya pada Organisasi
PengelolaZakat.
b. Bagi Badan Amil Zakat Daerah Kabupaten Demak dan Organisasi
Pengelola Zakat lainnya, Memberikan gambaran penerapan
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 109.
c. Menberikan kontribusi kepada masyarakat atau penulis lain untuk
dapat digunaka sebagai bahan acuan dalam penelitian selanjutnya.











BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

1. Pengertian Akuntansi
Akuntansi (accountancy) berasal dari akar kata to account yang berarti
menghitung. Pengertian akuntansi secara umum, akan ditinjau pengertian
akuntansi dari beberapa sumber yang menjadi dasar pendefinisian akuntansi
secara umum. Adapun sumber yang digunakan sebagai dasar pendefinisian
akuntansi meliputi:
a. Kamus Besar Bahasa Indonesia
Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, akuntansi adalah seni
pencatatan dan pengikhtisaran transaksi keuangan dan penafsiran
akibat suatu transaksi terhadap suatu kesatuan ekonomi.
b. Buku A Statement of Basic Accounting Theory (ASOBAT)
ASOBAT mendefinisikan akuntansi sebagai proses mengidentifikasi,
mengukur, dan menyampaikan informasi ekonomi sebagai bahan
informasi dalam hal mempertimbangkan berbagai alternatif dalam
mengambil kesimpulan oleh pemakainya.
c. American Intititute of Certifiied Public Accounting (AICPA)
AICPA mendefinisikan akuntansi sebagai seni pencatatan,
penggolongan, dan pengiktisaran dengan cara tertentu dan dalam
ukuran moneter, transaksi, dan kejadian yang umumnya bersifat
keuangan dan termasuk menafsirkan hasilnya.
d. Accounting Principle Board (APB)
Dalam APB, pada statement no. 4 mendefinisikan akuntansi sebagai
suatu kegiatan jasa yang berfungsi memberikan informasi kuantitatif,
umumnya dalam ukuran uang, mengenai suatu badan ekonomi yanG
dimaksudkan untuk digunakan dalam pengambilan keputusan
ekonomi sebagai dasar pemilihan di antara beberapa alternatif.

Sedangkan pengertian akuntansi secara umum adalah suatu proses
pencatatan, pengklasifikasian, pemrosesan, peringkasan, penganalisaan,
dan pelaporan kejadian (transaksi) yang bersifat keuangan. Dalam
pengertian lain, akuntansi didefinisikan sebagai suatu aktivitas jasa untuk
memberikan informasi kuantitatif terutama yang bersifat financial kepada
pihak-pihak yang membutuhkan informasi tersebut untuk pembuatan
keputusan.
2. Siklus Akuntansi
Siklus akuntansi merupakan serangkaian kegiatan akuntansi yang
dilakukan secara sitematis, dimualai dari pencatatan akuntansi sampai
dengan penutupan pembukuan. Sistem Akuntansi Organisasi Pengelola
Zakat disusun dalam rangka menjamin bahwa siklus akuntansi bias berjalan
dengan baik tanpa ada gangguan dan masalah, sebab apabila ada masalah
pada suatu bagian saja dari siklus akuntansi tersebut bias berakibat laporan
yang dihasilkan kurang berkualitas, terjadi salah saji, dan sebagainya. Siklus
akuntansi pada dasarnya sama untuk semua jenis organisasi, baik
perusahaan bisnis, pemerintahan, maupun organisasi sosial nonprofit seperti:
Lembaga Pengelola Zakat.
Proses akuntansi yang paling akhir adalah pembuatan laporan
keuangan. Laporan keuangan tersebut diperlukan Proses akuntansi yang
paling akhir adalah pembuatan laporan keuangan.Laporan keuangan
tersebut diperlukan oleh pihak-pihak yang berkepentingan terhadap
organisasi yang bersangkutan.Pihak-pihak yang membutuhkan laporan
akuntansi yaitu pihak intern organisasi dan pihak ekstern organisasi. Laporan
akuntansi digunakan sebagai informasi yang bermanfaat untuk dasar
pengambilan keputusan ekonomi yang akan dilakukan, sesuai dengan
kepentingan masing-masing pihak tersebut.
3. Pengertian Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)
Nomor 109
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) merupakan
pedoman dalam melakukan praktek akuntansi dimana uraian materi di
dalamnya mencakup hampir semua aspek yang berkaitan dengan akuntansi,
yang dalam penyusunannya melibatkan sekumpulan orang dengan
kemampuan dalam bidang akuntansi yang tergabung dalam suatu lembaga
yang dinamakan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) berisi tata cara
penyusunan laporan keuangan yang selalu mengacu pada teori yang
berlaku, atau dengan kata lain didasarkan pada kondisi yang berlangsung.
Sebagai suatu pedoman, Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)
merupakan suatu kemutlakan bagi setiap perusahaan dalam membuat
laporan keuangan.Namun paling tidak dapat memastikan bahwa penempatan
unsur-unsur atau elemen data ekonomi harus ditempatkan pada posisi yang
tepat agar semua data ekonomi dapat tersaji dengan baik, sehingga dapat
memudahkan bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam
menginterprestasikan dan mengevaluasi suatu laporan keuangan guna
mengambil keputusan ekonomi yang baik bagi tiap-tiap pihak.
Lembaga zakat merupakan organisasi yang mendapat tanggung
jawab (amanah) dari para muzaki untuk menyalurakan zakat yang telah
mereka bayarkan kepada masyarakat yang membutuhkan secara efektif dan
efisien.Penyaluran secara efektif adalah penyaluran zakat yang sampai pada
sasaran masyarakat dan mencapai tujuan.Sementara itu, penyaluran zakat
yang efisien adalah terdistribusikannya zakat dengan baik.
Sebagai lembaga pemegang amanah, lembaga zakat wajib mencatat
setiap setoran zakat dari muzaki baik kuantitas maupun jenis zakat,
sebagaimana yang tercantumdalam Undang-Undang Nomor 38 Tahun 1999
Pasal 21. Setiap pengelola zakat yang karena kelalaiannya tidak mencatat
atau mencatat dengan tidak benar harta zakat, infaq, shadaqah, wasiat,
hibah, waris dan kafarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8, Pasal 12,
Pasal 13 dalam Undang- undang ini diancam dengan hukuman kurungan
selama- lamanya tiga bulan dan atau denda sebanyak - banyaknya
Rp.3.000.000,00 (tiga juta rupiah.)
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 109 tentang Akuntansi
Zakat yang dikeluarka oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) merupakan
pedoman yang mengatur tentang pengakuan, pengukuran, dan pelaporan
keuangan.Standar akuntansi zakat mengatur tentang bagaimana suatu
traksaksi diakui atau dicatat, kapan harus diakui, bagaimana mengukurnya,
serta bagaimana mengungkapkannya dalam laporan keuangan.Apa saja
jenis laporan keuangan yang harus disajikan, apa saja elemen atau isi
laporan keuangan, bagaimana format pelaporannya, dan kebijakan akuntansi
merupakan hal-hal yang diatur dalam standar akuntansi zakat.
Tujuan utama standar akuntansi adalah agar laporan keuangan bias
lebih mudah dipahami bagi para pengguna laporan, agar tidak terjadi kesalah
pahaman antara pihak penyaji laporan dengan pembaca laporan, serta agar
terdapat konsistensi dalam pelaporan keuangan menjadi sehingga pelaporan
keuangan dapat memiliki daya banding (compability).Dengan adanya standar
akuntansi, maka pelaporan keuangan menjadi lebih berkualitas.Selain itu
dapat dilakukan perbandingan kinerja antar kurun waktu dengan organisasi
sejenis lainnya. Standar akuntansi zakat juga menjadi dasar auditor dalam
proses audit, karena pada dasarnya audit adalah memeriksa laporan
keuangan yang dibuat manajemen Organisasi Pengeloa Zakat (OPZ) apakah
sudah disajikan sesuai dengan standar akuntansi zakat yang telah
ditetapkan.
Berikut ini adalah istilah-istilah yang digunakan dalam PSAK No.109:
a. Amil adalah entitas pengelola zakat yang pembentukannya dan atau
pengukuhannya diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan
yang dimaksudkan untuk mengumpulkan dan menyalurkan zakat,
infak/sedekah.
b. Dana Amil adalah bagian amil atas dana zakat dan infak/sedekah
serta dala lain yang oleh pemberi diperuntukan bagi amil. Dana amil
digunakan untuk pengelolaan amil.
c. Dana infak/sedekah adalah bagian nonamil atas penerimaan
infak/sedekah.
d. Dana zakat adalah bagian non amil atas penerimaan zakat.
e. Infak/sedekah adalah harta yang diberikan secara sukarela oleh
pemiliknya, baik yang peruntukannya dibatasi (ditentukan) maupun
tidak dibatasi.
f. Mustahik adalah orang atau entitas yang berhak menerima zakat.
Mustahik terdiri dari:
1) Fakir.
2) Miskin.
3) Riqab.
4) Orang yang terlilit utang (ghorim).
5) Muallaf.
6) Fisabilillah.
7) orang dalam perjalanan (ibnu sabil), dan
8) amil.
g. Muzakki adalah individu muslim yang secara syariah wajib membayar
(menunaikan) zakat.
h. Nisab adalah batas minimum harta yang wajib dikeluarkan zakat
i. Zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan oleh muzakki sesuai
dengan ketentuan syariah untuk diberikan kepada yang berhak
menerimanya (mustahik).

4. Akun-akun dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
(PSAK) 109
Menurut Komponen-komponen laporan keuangan yang lengkap dari
amil terdiri dari:
a. Neraca (laporan posisi keuangan)
b. Laporan Perubahan Dana
c. Laporan Perubahan aset Kelolaan
d. Laporan Arus Kas, dan
e. Catatan atas Laporan Keuangan.
Setiap laporan keuangan menyediakan informasi yang berbeda dan
informasi dalam suatu laporan keuangan biasanya melengkapi informasi
laporan keuangan lainnya.
1) Neraca (laporan posisi Keuangan)
Neraca adalah suatu laporan keuangan yang menggambarkan posisi
keuangan atau kekayaan suatu perusahaan atau organisasi pada saat
tertentu. Tujuan Laporan posisi keuangan untuk menyediakan informasi
mengenai aktiva, kewajiban, dan saldo dana serta informasi mengenai
hubungan di antara unsur-ursur tersebut pada waktu tertentu. Informasi
dalam Pelaporan Posisi Keuangan yang digunakan bersama
pengungkapan informasi dalam laporan keuangan lainnya dapat
membantu pengguna laporan keuangan OPZ untuk menilai:
a. kemampuan OPZ untuk memberikan jasa secara berkelanjutan.
b. likuiditas, fleksibilitas keuangan, kemampuan untuk memenuhi
kewajiban, dan kebutuhan pendanaan eksternal apabila ada.
Laporan Posisi Keuangan mencakup stuktur OPZ secara keseluruhan dan
harus menyajikan total aktiva, kewajiban, dan saldo dana. Unsur-unsur dari
laporan keuangan neraca (laporan posisi keuangan) sebagai berikut:
1) Aset. Aset disusun berdasarkan urutan likuiditasnya.Dalam
penyajiannya di neraca, aset dikelompokkan ke dalam asset lancar
dan aset tidak lancar.
2) Kewajiban. Kewajiban disusun berdasarkan tanggal jatuh
tempo.Dalam penyajiannya di neraca, kewajiban dikelompokkan ke
dalam kewajiban jangka pendek dan kewajiban jangka panjang.
3) Saldo Dana SaldoDana atau aktiva bersih adalah sisa aktiva setelah
dikurangi kewajiban. Dalam laporan neraca per jenis dana, saldo dana
terdiri dari saldo dana yang bersangkutan dan saldo dana termanfaat.

2) Laporan Perubahan Dana
Laporan Perubahan Dana perannya sama dengan Laporan
PerubahanEkuitas. Sebutan Laporan Perubahan Dana karena laporan ini
menyajikan berbagai penerimaan dan penyaluran untuk dana zakat dan dana
infak/sedekah, serta berbagai penerimaan dan penggunaan dana amil dan
dana non halal. Khususnya untuk penyaluran dana zakat, disajikan secara
terpisah untuk masingmasing mustahiq sesuai ketentuan syariah. Didalam
laporan perubahan dana terdapat penerimaan dana, penggunaan dana.
a) Penerimaan Dana.
Penerimaan dana adalah penambahan sumber daya organisasi
yang berasal dari pihak eksternal dan internal, baik
berbentukkas maupun non kas.
b) Penggunaan Dana
Penggunaan dana adalah pengurangan sumber daya
organisasi baik berupa kas maupun non kas dalam rangka
penyaluran, pembayaran beban, atau pembayaran hutang.
Format Laporan Perubahan Dana



3) Laporan Perubahan Aset Kelolaan
Laporan Perubahan Aset Kelolaan adalah laporan yang menggambarkan
perubahan dana saldo atas kuantitas dan nilai asset kelolaan, baik aset
lancar kelolaan maupun tidak lancar untuk masing-masing jenis dana selama
suatu periode.
Format Laporan Perubahan Aset Kelolaan

4) Laporan arus kas
Laporan arus kas harus melaporkan arus kas selama periode tertentu
dan diklasifikasi menurut aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.
a) Arus kas dari aktivitas operasi Yaitu menggambarkan arus kas masuk
dan arus kas keluar dari aktivitas utama organisasi, merupakan
indikator yang menentukan apakah dari operasinya organisasi dapat
menghasilkan arus kas yang cukup untuk memelihara kemampuan
operasi organisasi tanpa harus mengandalkan pada sumber
pendanaan dari luar.
b) Arus kas dari aktivitas investasi Yaitu mencerminkan arus kas masuk
dan arus kas keluar sehubungan dengan sumber daya organisasi
yang bertujuan untuk menghasilkan pendapatan dan arus kas masa
depan.
c) Arus kas dari aktivitas pendanaan Yaitu menggambarkan arus kas
masuk dan arus kas keluar yang merupakan sumber pendanaan
jangka panjang.








Format Laporan Arus Kas

5) Catatan atas Laporan Keuangan.
Catatan atas Laporan Keuangan merupakan catatan yang menjelaskan
mengenai gambaran umum organisasi, ikhtisar kebijakan akuntansi, serta
penjelasan pos-pos laporan keuangan dan informasi penting lainnya.
Amil menyajikan catatan atas laporan keuangan sesuai dengan PSAK 109:
Penyajian Laporan Keuangan Syariah dan PSAK yang relevan.

BAB III
PENELITIAN

A. Analisis Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 109
Akuntansi merupakan ilmu yang sangat dibutuhkan oleh semua
organisasi, baik organisasi bisnis maupun yang bersifat nirlaba.Dengan
diterapkannya akuntansi yang baik, maka organisasi dapat dikatakan telah
melaksanakan akuntabilitas dan transparansi yang baik. Karena dengan
akuntansi,organisasi dapat mengetahui kinerja keuangannnya dengan
disusun laporan keuangan. Terlebih lagi jika laporan keuangan yang telah
dibuat itu dipublikasikan secara luas.
Standar akuntansi zakat merupakan pedoman yang mengatur tentang
Kewajiban melaksanakan akuntabilitas dan transparansi bagi Organisasi
Pengelola Zakat (OPZ) juga dituntut oleh peraturan perundang-undangan.
Hal ini tercantum dalam Undang-Undang Nomor 38 Tahun 1999 tentang
Pengelolaan Zakat, keputusan Menteri Agama Nomor 581 Tahun 1999
tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 1999, serta
keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan Urusan Haji
Nomor D/291 Tahun 2000 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Zakat.
Bahkan agar sebuah Organisasi Pengelola Zakat dapat dikukuhkan oleh
pemerintah, salah satu syaratnya adalah harus memiliki pembukuan yang
baik.
Islam pun telah mengatur masalah ini.Hal ini tercermin dalam Q.S. Al-
Baqarah ayat 282. Dalam surat Al-Baqarah tersebut adanya perintah dari
Allah kepada kita untuk menjaga keadilan dan kebeneran di dalam
melakukan setiap transaksi. Lebih dalam perintah ini menekankan pada
kepentingan pertanggungjawaban (accountability) agar pihak yang terlibat
dalam transaksi itu tidak dirugikan, tidak menimbulkan konflik, dan adil.Untuk
mewujudkan sasaran ini maka suatu transaksi diperlukan saksi.
Tugas pokok Organisasi Pengelola Zakat yaitu mengumpulkan,
mendistribusikan dan mendayagunakan yang sesuai dengan ketentuan
agama, maka peranan akuntansi sangat berkaitan dengan proses
pengumpulan pendistribusian dan pendayagunaan serta pembuatan laporan
keuangan oleh lembaga amil zakat dengan tujuan untuk mempertanggung
jawabkan kinerjanya kepada masyarakat umum, khususnya pada para
muzaki yang telah menyalurkan dananya dan percaya pada lembaga amil
zakat.
Adapun jenis laporan keuangan Organisasi Pengelola Zakat menurut
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 109, sebagai
berikut:
a. Laporan Neraca/Posisi Keuangan.
b. Lapora Perubahan Dana.
c. Laporan perubahan aset kelolaan
d. Laporan Arus Kas.
e. Catatan atas Laporan keuangan
Tujuan Laporan Neraca/Posisi Keuangan adalah untuk menyediakan
informasi mengenai aktiva, kewajiban, dan saldo dana serta informasi
mengenai hubungan di antara unsur-unsur tersebut pada waktu tertentu.
Informasi dalam Laporan Posisi Keuangan yang digunakan bersama
pengungkapan informasi dalam laporan keuangan lainnya. Laporan Posisi
Keuangan mencakup struktur Organisai Pengelola Zakat secara keseluruhan
dan harus menyajikan total aset, kewajiban dan saldo dana.
Tujuan utama Laporan Perubahan dana adalah menyediakan informasi
mengenai:
a. Pengaruh transaksi dan peristiwa lain yang mengubah jumlah
dan sifat saldo dana.
b. Hubungan antar transaksi dan peristiwa lain.
c. Bagaimana penggunaan sumber daya dalam pelaksanaan
berbagai program atau jasa.
Informasi dalam pelaporan perubahan dana dapat membantu para
pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasii kinerja Organisasi
Pengelola Zakat dalam suatu periode, menilai upaya, kemampuan,
kesinambungan Organisasi Pengelola Zakat dalam memberikan jasa dan
menilai pelaksanaan tanggung jawab serta kinerja manajemen Organisai
Pengelola Zakat.
Tujuan utama Laporan Arus Kas adalah menyediakan dasar untuk
para pengguna laporan keuangan dalam menilai kemampuan Organisasi
Pengelola Zakat dalam menghasilkan kas dan setara kas, dan Kebutuhan
Organisasi Pengelola Zakat untuk menggunakan arus kas tersebut.Laporan
Arus Kas mencakaup struktur Organisasi Pengelola Zakat secara
keseluruhan dan menyajikan informasi mengenai penerimaan dan
pengeluaran kas dalam suatu periode.
Tujuan Catatan atas Laporan Keuangan adalah untuk menyediakan
informasi bagi para pengguna laporan mengenai gambaran umum organisasi
Pengelola Zakat, ikhtisar kebijakan akuntansi yang digunakan dalam
penyusunan laporan keuangan, penjelasan atas pos-pos yang dianggap
penting yang terdapat dalam setiap komponen laporan keuangan, rasio-rasio
keuangan, dan pengungkapan hal-hal penting lainnya yang berguna untuk
pengambilan keputusan.
Laporan keuangan yang dibuat oleh Organisasi Pengelola Zakat harus
menyesuaikan dengan standar yang ada yaitu Pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan (PSAK) Nomor 109 yang mengatur pengakuan, pengukuran,
penyajian dan pengungkapan transaksi zakat, infak/sedekah. Sebuah
organisasi pengelola zakat harus membuat laporan keuangan yang baik dan
benar, sesuai dengan prinsip akuntansi syariah yaitu:
1) Prinsip pertanggung jawaban atau akuntabilitas.
2) Prinsip keadilan.
3) Prinsip kebenaran.
B. Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor
109
Penerapan Akuntansi Zakat pada lembaga amil zakat diseluruh
Indonesia ini akan mendorong Badan Amil Zakat Daerah Kabupaten Demak
untuk berusaha lebih baik dalam mencatat laporan keuangannya, karena dari
laporan keuangan tersebut para muzaki dapat memperoleh informasi dan
yang terpenting adalah mereka percaya bahwa dana yang disalurkan pada
Badan Amil Zakat Daerah Kabupaten Demak tidak disalahgunakan. Oleh
karena itu laporan keuangan yang digunakan adalah akuntansi zakat yang
sesuai dengan PSAK No. 109, yaitu akuntansi zakat bertujuan untuk
mengatur pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan transaksi
zakat, infak/sedekah. Bentuk laporan keuangan yang disajikan oleh Badan
Amil Zakat Daerah Kabupaten Demak yaitu laporan yang sederhana, yang
menyajikan saldo dana, penggunaan dana, dan daftar muzaki. Sehingga
banyak sumber-sumber dana yang tidak diketahui, hal ini dapat
menyebabkan terjadinya penyelewengan dana.



Bentuk laporan keuangan Badan Amil Zakat Daerah Kabupaten Demak
menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 109
1. Laporan Neraca





a. Akuntansi Aset
1) Dasar Pencatatan Aset
Aset disusun berdasarkan urutan likuiditasnya. Dalam penyajiannya dineraca,
aset dikelompokkan ke dalam aktiva lancar dan aktiva tidak lancar. Saldo
normal dari aset adalah debet.
2) Kas dan Setara Kas
Pencatatan kas masuk pada akun kas dan setara kas dilakukan pada saat
terjadinya penerimaan.Pencatatan kas keluar dilakukan pada saat terjadi
pengeluaran.Sedangkan pencatatan saldo kas dan setara kas disesuaikan
dengan fisik kas dan setara kas pertanggal laporan. Satu rekening bank,
meskipun dikhusukan untuk dana tertentu, tidak menutup kemungkinan
menerima dana lainnya. Oleh karena itu, pencatatan satu rekening bank bias
dilakukan pada beberapa dana sekaligus. Kewajiban disusun berdasarkan
tanggal jatuh tempo. Dalam penyajiannya, dikelompokkan ke dalam
kewajiban jangka pendek dan kewajiban janka panjang. Saldo normal
kewajiban adalah kredit.
3) Dasar Pencatatan Saldo Dana
Saldo dana bersaldo normal kredit. Akun ini akan bertambah dengan adanya
transaksi yang mengkreditnya dan berkurang dengan adanya transaksi yang
mendebet. Dalam pelaporan keuangan yang dilakukan Badan Amil Zakat
Daerah Kabupaten Demak tidak mengklasifikasikan antara Dana zakat, Dana
infak/sedekah, Dana Non halal dan Dana Amil.


2. Laporan Perubahan Dana

Laporan perubahan dana adalah laporan yang menyajikan penerimaan dan
penyaluran/penggunaan dana pada suatu periode tertentu. Laporan
perubahan dana menyajikan setiap jenis dana yang memiliki karakteristik
tertentu sehingga harus disajikan sebagai suatu dana tersendiri. Laporan
perubahan dana mencakup penerimaan, penyaluran/penggunaan, surplus
defisit, saldo awal dan saldo akhir masing-masing dana serta jumlah saldo
akhir keseluruhan.


3. Laporan Arus kas

Laporan arus kas harus melaporkan kas selama periode tertentu dan
diklasifikasikan menurut aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
a. Aktivitas operasi adalah aktivitas penghasil utama sumber dana dan
aktivitas lain yang bukan merupakan aktivitas investasi dan aktivitas
pendanaan.
1) Jumlah arus kas yang berasal dari aktivitas operasi merupakan
indikator yang menentukan apakah organisasi dapat
menghasilkan arus kas yang cukup untuk membiayai program-
progranya tanpa mengandalkan pada sumber dana dari luar
aktivitas operasi.
2) Arus kas dari aktivitas operasi terutama diperoleh dari aktivitas
penghasilan utama sumber dana organisasi. Oleh karena itu,
arus kas tersebut pada umumnya berasal dari traksaksi dan
peristiwa lain yang mempengaruhi saldo dana.
b. Aktivitas investasi adalahaktivitas perolehan dan pelepasan aktivitas
jangka panjang serta investasi lain yang tidak setara kas.
c. Aktivitas pendanaan adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan
dalam jumlah serta komposisi saldo dana dan pinjaman.
4. Laporan Perubahan Aset kelolaan
Laporan perubahan aset kelolaan adalah laporan yang menggambarkan
perubahan dan saldo atas kuantitas dan nilai asset kelolaan, baik aset lancer
kelolaan maupun tidak lancar untung masingmasing jenis dana selam suatu
periode.



5. Catatan atas laporan keuangan
Catatan atas laporan keuangan harus disajikan secara sistematis. Setiap pos
dalam laporan posisi keuangan, laporan sumber dan penggunan dana, dan
laporan arus kas harus berkaitan dengan informasi yang ada dalam catatan
atas laporan keuangan.
Unsur-unsur catatan atas laporan keuangan, adalah:
a. Gambaran umum organisasi
b. Ikhtisar kebujakan akuntansi.













BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Badan Amil Zakat Daerah Kabupaten Demak merupakan lembaga
yang mendapat tanggungjawab (amanah) dari para muzaki untuk
menyalurkan zakat yang telah mereka bayarkan kepada masyarakat yang
membutuhkan.Sebagai lembaga pemegang amanah, lembaga zakat
berkewajiban untuk mencatat setiap setoran zakat dari muzaki.Kemudian
melaporkan pengelolaan zakat tersebut kepada masyarakat secara
transparan dan akuntabel.Dalam penulisan laporan keuangannya Badan Amil
Zakat Daerah Kabupaten Demakbelum menerapakan Pernyataan Standar
Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 109, akibatnya laporan yang disajikan
tidak memberikan inforamsi yang cukup bagi para pengguna laporan
keuangan.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan diatas, penulis memberikan
saran-saran bagi peningkatan sistem pengelolaan dana zakat, infak/sedekah
di Badan Amil Zakat Daerah Kabupaten Demak, yaitu:
1) dalam proses membuat laporan keuangan Badan Amil Zakat
sebaiknya menggunakan standar akuntansi zakat yang telah
ditentukan oleh lembaga pemerintah yaitu Pernyataan Standar
Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 109. Pernyataan tersebut
bertujuan untuk menerapkan prinsip akuntabilitas dan
transparansilaporan keuangan. Hal itu bertujuan juga agar laporan
keuangan dapat lebih mudah dibuat dengan lebih akurat dan tepat
waktu,sehinggasemua transaksi akan mudah ditelusuri.
2) Menyediakan situs tersendiri untuk memudahkan para pencari
informasi tentang lembaga Badan Amil Zakat Daerah Kabupaten
Demak.

C. Penutup
Sudah sepatutnya kita sebagai hamba yang diciptakan Allah Swt,
selalu sujud dan mengucapkan syukur atas limpahan rahmat dan karunia-
Nya, sehingga diberikan terang hati dan juga terang pikiran untuk dapat
menyelesaikan skripsi ini, walaupun jujur penulis akui, karya ini masih dalam
keterbatasan pemikiran, keilmuan, dan kesempurnaan. Oleh karena itu saran
dan kritik yang bersifat membangun sangat diharapkan penulis demi
kesempurnaan penulisan berikutnya. Semoga penelitian ini bisa bermanfaat
khususnya bagi penulis dan umumnya bagi pembaca.Amin.