Anda di halaman 1dari 57

BAGIAN4

145
POLA GASTROINTESTINAL
DAN TRAKTUS URINARIUS
BAB 25
146
Foto polos abdomen
Peter Corr
Inlerrelasi folo oIos abdomen sering suIil diIakukan, namun sama seerli membaca folo
loraks, endekalan sislemalik daal bermanfaal. Iengelahuan yang baik mengenai analomi
radiograh sangal dierIukan.
Anatomi radiografi (gambar 25.1)
Abdomen membenlang dari diafragma hingga
eIvis. Hanya Iambung dan koIon yang daIam
keadaan normal mengandung udara di dalam
Iumennya. Usus haIus biasanya lidak me-
ngandung udara di daIamnya. alas udara-
cairan normaI lerdaal di daIam Iambung,
duodenum dan koIon, namun lidak Iazim
dilemukan di daIam usus haIus. Hali, kandung
empedu dan limpa merupakan organ padat
inlraeriloneum yang lerIelak berlurul-lurul
di daerah subkoslaIis kanan dan kiri. Di daIam
relroeriloneum, lerdaal gin|aI dan fasia
erirenaIis, keIen|ar adrenaI, keIen|ar gelah
bening, ankreas, aorla, vena cava inferior
dan muskulus psoas.
Interpretasi foto abdomen
Dengan enggunaan uIlrasonograh dan CT scan, emeriksaan abdomen men|adi |auh Iebih
mudah. WaIauun demikian, folo oIos abdomen masih meruakan emeriksaan encilraan
yang sangal berguna lerulama ada asien-asien yang dalang dengan akul abdomen.
Penilaian kualitas: nama asien yang sebenarnya, a|anan yang baik, lana rolasi dan
enanda analomis (L alau R) ada folo. Iolo leIenlang (AI) lermasuk folo abdomen yang
rulin diIakukan. Iolo legak alau dekubilus abdomen dierIukan unluk mendeleksi balas
cairan (ui! |ctc|). Unluk mendeleksi udara bebas inlraeriloneum daal digunakan folo
legak loraks alau folo dekubilus kiri abdomen.
Penilaian gambaran gas usus: normaInya, Iambung dan usus besar mengandung gas.
Salu-salunya gambaran balas cairan yang normaI lerdaal di daIam Iambung dan kadang-
kadang di dalam duodenum proksimal.
Tentukan posisi lambung di kuadran kiri atas dan kolon yang membingkai tepi-tepi
abdomen pada foto telentang. Iada folo legak, koIon diIekalkan ada eksura healik
dan sIenik oIeh Iigamenlum healokoIikum dan frenikokoIikum yang bersifal konslan.

Gambar 25.1.
Foto telentang
(AP) abdomen
normal.
BAB25. FOTOPOLOSABDOMEN
147
iIa lerdaal gas di daIam usus haIus alau dicurigai lerdaal diIalasi usus haIus, dian|urkan
meIakukan folo legak alau dekubilus abdomen unluk memerIihalkan balas cairan.
}e|unum mengaIami diIalasi biIa diamelernya >3,5 cm, usus haIus erlengahan mengaIami
diIalasi biIa diamelernya >3 cm dan iIeum diIalasi biIa diamelernya >2,5 cm. Iada |e|unum
yang lerdiIalasi lerdaal Iika sirkuIaris (valvulae coniventes) alau Iialan yang menyiIang
diameter jejunum secara transversal.
iIa koIon lamak diIalasi, hauslra harus dilemukan unluk memaslikan bahva koIon
lersebul mengaIami diIalasi. Hauslra lamak saIing mengunci (inicr!igiiasi) dan lidak
menyiIang diameler koIon, berbeda dengan Iika sirkuIaris (valvulae coniventes) di |e|unum.
KoIon mengaIami diIalasi biIa diameler koIon lransversum >3,5 cm alau diameler sekum
ada dasarnya >8 cm.
ayangan soas dieriksa secara biIaleraI: seharusnya simelris dengan lei IaleraI yang
sedikit konkaf.
Ieriksa bayangan gin|aI, seharusnya memiIiki an|ang normaI 1012 cm alau an|ang
IongiludinaI sean|ang 3,5 verlebra.
Ieriksa bayangan hali dan Iima. Tei inferior hali berbalas legas, khususnya di bagian
lateral.
Cari adanya engumuIan alau cairan bebas inlraeriloneum. Garis Iemak (fat line)
roeriloneaI bergeser ke arah IaleraI oIeh cairan bebas.
Cari adanya balu radiooak dan kaIsihkasi di daerah kandung emedu, gin|aI dan ureler.
Hali-hali dengan phlebolith vena eIvis yang daal menyeruai balu. Pn|c|c|iin berbenluk
ovaI, haIus dan lerdaal bayangan Iusen keciI di daIamnya. alu lamak adal dengan lei
lidak leralur. KaIsihkasi ankreas berbenluk lilik-lilik dan menyiIang Iinea mediana ada
aksis obIik. KaIsihkasi vaskuIar sering dilemukan di aorla ada asien usia Ian|ul, enderila
diabeles dan enderila aorlilis yang disebabkan oIeh enyakil Takayashu.
CariIah adanya massa |aringan Iunak dan gas ekslraIuminaI.
BAB 26
148
Akut abdomen
Peter Corr
Iolo leIenlang abdomen (AI) dan folo loraks legak meruakan emeriksaan encilraan lerbaik
unluk akul abdomen. Iolo legak abdomen digunakan unluk mendeleksi balas cairan (ui! |ctc|),
vaIauun emeriksaan lersebul daal diganlikan dengan folo dekubilus biIa asien suIil unluk
berdiri. Foto polos berguna untuk mendeteksi:
Udara bebas inlraeriloneum
Gas retroperitoneum dan intramural
Obslruksi usus haIus dan usus besar
Batu radioopak
Massa |aringan Iunak dan cairan bebas
Gambaran udara bebas intraperitoneum (gambar 26.1a &26.1b)
Iolo loraks legak dan folo dekubilus kiri abdomen sangal sensilif unluk mendeleksi udara
bebas inlraeriloneum daIam voIume keciI (<5 mI). Ienyebab lersering gambaran ini adaIah
erforasi usus akibal Iuka alau lrauma lembus, dan infark dinding usus.
Iada folo loraks legak, udara berbenluk buIan sabil lamak di bavah hemidiafragma.
Udara subdiafragmalik harus dibedakan dengan neumoloraks subuImonaI. iIa lidak
yakin aakah lerdaal udara bebas inlraeriloneum alau lidak, folo dekubilus kiri ada
abdomen bagian alas akan menun|ukkan udara bebas daIam benluk buIan sabil dengan
Gambar 26.1a.
Foto telentang
abdomen
menunjukkan udara
bebas
intraperitoneum.
Perhatikan
ligamentum
falciforme di kuadran
atas kanan, dan
gambaran kedua sisi
dinding usus di
bagian tengah.
BAB26. AKUTABDOMEN
149
Gambar 26.1b.
Foto ini menegaskan
adanya udara bebas
subdiafragma pada
foto toraks tegak.
densilas rendah di sebeIah IaleraI dari lei IaleraI Iobus kanan hali. Iada folo leIenlang
abdomen, udara bebas suIil dideleksi. Ada dua landa yang daal membanlu: landa RigIer,
yailu adanya gas di dinding usus sisi manaun, dan landa garis Iigamenlum faIsiform healis
yang lerbenluk di kuadran kanan alas oIeh udara bebas.
Gambaran gas intramural (gambar 26.2)
Gas di daIam dinding usus lamak sebagai bayangan Iusen Iinear di daIam dinding usus. Ini
biasanya disebabkan oIeh infark dinding usus. Iada bayi-bayi remalur, gas inlramuraI
Gambar 26.2.
Pandangan setempat
kolon pada bayi
prematur
menunjukkan udara
intramural yang
disebabkan oleh
necrotizing
enterocolitis.
150
MENGENALI POLAFOTO-FOTODIAGNOSTIK: BAGIAN4. POLAGASTROINTESTINALDANTRAKTUSURINARIUS
Gambar 26.3.
Gas bebas perirenal
dan renal pada
penderita diabetes
yang mengalami
|nleks| E. oo|| aoa
ginjalnya.
dapat terlihat pada keadaan nccrciizing cnicrccc|iiis (NIC). Iada bayi-bayi ini |uga sering
terdapat gas di dalam vena porta.
Gas di luar usus (Gambar 26.3)
Gas daal dideleksi di dinding kandung emedu ada koIesislilis emhsemalosa dan di
daIam Iumen kandung emedu biIa lerdaal hsluIa dengan usus alau biIa lerdaal
anaslomosis dengan ercabangan biIier.
Gas berada di daIam arenkim gin|aI disebabkan oIeh ieIonefrilis emhsemalosa. HaI ini
biasanya akibal infeksi gin|aI beral oIeh |. cc|i ada enderila diabeles.
Gambaran obstruksi usus
Diagnosis obslruksi usus dibual secara kIinis dan dilegakkan dengan folo oIos. Iolo
leIenlang, legak, dan dekubilus abdomen biasanya dierIukan. Ienyebab lersering obslruksi
usus haIus adaIah adhesi akibal embedahan sebeIumnya alau erilonilis, diikuli oIeh
luberkuIosis usus haIus, aendisilis dan lumor. NormaInya usus haIus lidak lervisuaIisasi
dan lidak lerIihal adanya balas cairan. Iada obslruksi usus, ler|adi diIalasi usus yang
disebabkan oIeh cairan dan gas ada |e|unum lamak Iika sirkuIaris, sedangkan ada iIeum
lidak memerIihalkan gambaran lerlenlu (gambar 26.4a). Iada folo legak alau dekubilus,
dilemukan balas cairan yang muIlieI. Kadang-kadang usus yang mengaIami obslruksi
hanya mengandung cairan lana diserlai gas sehingga diagnosis daal keIiru. Iada kasus-
kasus yang demikian, berikan ada asien sebanyak 50 mI agen konlras Iarul-air yang leIah
diencerkan secara oraI. Tindakan ini akan membual bayangan oak ada usus yang
mengaIami diIalasi dan diagnosis obslruksi usus daal dilegakkan (gambar 26.4b).
Ienyebab obslruksi usus besar lersering adaIah karsinoma koIon, diikuli oIeh slriklur
inamalorik dan voIvuIus sigmoid. KoIon daal diidenlihkasi karena hauslra lidak menyiIang
Iumen. Iain haInya dengan Iika sirkuIaris ada |e|unum. Dera|al obslruksi biasanya daal
dideleksi ada folo dekubilus alau barium enema konlras lunggaI. Iada voIvuIus sigmoid,
dilemukan diIalasi yang berIebihan ada koIon sigmoid dengan IiIilan (voIvuIus) ada
sambungan reklosigmoid. Iada obslruksi, barium enema memerIihalkan gambaran
burung emangsa (|ir! cj prcq). (Gambar 26.5a & 26.5b.)
BAB26. AKUTABDOMEN
151
Gambar 26.4b.
Pemeriksaan usus
halus memastikan
letak obstruksi
adhesif (tanda
panah).
Gambar 26.4a.
Gambaran obstruksi
usus halus akibat
adhesi. Perhatikan
dilatasi jejunum
dengan gambaran
valvulae conniventes
di bagian tengah.
ra|s|lkas| aoa
kandung kemih
disebabkan oleh
skistosomiasis.
152
MENGENALI POLAFOTO-FOTODIAGNOSTIK: BAGIAN4. POLAGASTROINTESTINALDANTRAKTUSURINARIUS
Gambar 26.5a.
Pasien dengan
volvulus sigmoid.
Perhatikan dilatasi
kolon yang
berlebihan.
Gambar 26.5b.
Bariumenema
kontras tunggal
memastikan adanya
volvulus di dalam
kolon sigmoid.
Ileus paralitik
IIeus araIilik adaIah diIalasi usus generaIisala dengan balas cairan yang muIlieI. IIeus
araIilik dilemukan ada ascaembedahan abdomen, lrauma, infeksi, keadaan melaboIik
dan enggunaan obal-obal lerlenlu. Ke|adian ini lerulama dilemukan ada anak-anak yang
menderila gaslroenlerilis beral.
Kolesistitis
Inamasi akul kandung emedu biasanya disebabkan oIeh balu yang menyumbal duklus
sislikus. Iada folo oIos, balu radiooak daal lerdeleksi ada kurang Iebih 20% asien
(gambar 26.6). Gambaran uIlrasonograh biasanya bersifal diagnoslik: dislensi kandung
emedu dengan diameler >4 cm, enebaIan dinding kandung emedu >4 mm, cairan di
sekilar kandung emedu dan bayangan ekoik dari balu. KoIesislilis non-kaIkuIus dilemukan
ada asien yang diraval daIam asuhan yang kelal, ICU, enderila Iuka bakar, asien dengan
nulrisi arenleraI, namun ada HIDA scan duklus sislikusnya lela lerbuka.
BAB26. AKUTABDOMEN
153
Gambar 26.7.
Pasien dengan
pankreatitis kronik
memperlihatkan
pankreas yang
rerka|s|lkas| oerar.
Gambar 26.6.
Pasien dengan nyeri
kuadran kanan atas.
Pandangan setempat
memperlihatkan batu
empedu yang
multipel.
Pankreatitis
Iada ankrealilis akul, dilemukan iIeus IokaI alau generaIisala. iIa lerdaal abses alau
egmon, akan lerdeleksi sualu massa yang lerIokaIisir. Iada ankrealilis kronik, kaIsihkasi
selemal dilemukan di sean|ang sislem duklus ankreas (gambar 26.7). KomIikasi
ankrealilis akul anlara Iain embenlukan abses, erdarahan, nekrosis ankreas, em-
benlukan seudokisla dan obslruksi biIier.
Pengumpulan di abses dan abdomen
Abses lamak sebagai massa |aringan Iunak yang daal mengandung gas. Abses daal
dikeIirukan dengan gambaran koIon ada folo oIos. UIlrasonograh dan CT scan biasanya
daal menegakkan diagnosis. Cairan inlraeriloneum dan abses berkumuI di bagian yang
aIing rendah di rongga eriloneum: ruang subfrenik (gambar 26.8), ruang subhealik
(anlara Iobus kanan hali dan gin|aI) dan di daIam eIvis di ekskavasio reklovesikaIis alau
kanlong DougIas (ekskavasio rekloulerina).
154
MENGENALI POLAFOTO-FOTODIAGNOSTIK: BAGIAN4. POLAGASTROINTESTINALDANTRAKTUSURINARIUS
Gambar 26.8.
Pasien dengan
abses subfrenik
menunjukkan elevasi
hemidiafragma
kanan dengan
atelektasis lobus
kanan bawah.
Abses hati amebik
Abses hali amebik sering di-
lemukan di berbagai lemal di
dunia. Pasien datang dengan
keluhan nyeri pada kuadran
kanan atas dan nyeri tekan di
seIa inlerkosla ada kosla-kosla
kanan bagian bavah. Iencilraan
enling daIam diagnosis. Hemi-
diafragma kanan mengalami
elevasi dan terdapat atelektasis
Iinear basaI di Iobus kanan
bavah karena embesaran hali.
Diagnosis dilegakkan dengan
emeriksaan uIlrasonograh hali
yang akan mendeleksi Iesi hio-
ekoik di daIam hali (gambar
26.9).
Apendisitis
Aendisilis meruakan diagnosis yang semakin sering dilegakkan di berbagai negara
berkembang. Ge|aIa dan landa kIasik aendisilis lidak seIaIu ada lerulama ada anak-anak
dan usia lua. Diagnosis daal dibingungkan dengan enyebab ginekoIogis ada vanila
muda. Iencilraan semakin bereran enling daIam diagnosis. Iolo oIos daal mem-
erIihalkan iIeus IokaI di kuadran kanan bavah dengan diIalasi Iengkung usus dan balas
cairan, alau sualu massa |aringan Iunak yang menun|ukkan sualu massa inamasi. Aendi-
koIil yang lerkaIsihkasi sangal |arang lerdeleksi. UIlrasonograh biasanya akan memaslikan
diagnosis. Aendiks yang membengkak dengan Iumen yang lerdislensi daal lerdeleksi.
Iada asien yang aendiksnya leIah mengaIami erforasi, biasanya lerdaal aendiks
lerbungkus oIeh Iengkung usus yang membenluk sualu massa inamalorik.
Gambar 26.9.
u|rrasonogral |oous
kanan hati
memperlihatkan abses
soliter yang hipoekoik.
BAB26. AKUTABDOMEN
155
POKOK-POKOK PEMBELAJ ARAN: AKUT ABDOMEN
Biladicurigai perforasi, fototelentangabdomendanfototorakstegakataudekubituskiri abdomenmerupakanpemeriksaanyangpaling
sensitif untukmendeteksi udarabebas.
Gasintramural biasanyamenunjukkaninfarkdindingusus.
Gasdi dalamjaringanperirenal danginjal ditemukanpadainfeksi ginjal akut padapenderitadiabetes.
Biladicurigai obstruksi usushalus, fototelentangabdomenlebihsensitif dibandingkanfototegak. Hati-hati padadilatasi lengkungusus
yangterisi cairantanpaadanyabatascairan; berikanagenkontraslarut air padapasienuntukmemastikandiagnosis.
Peryeoao yar ser|r: ad|es|, perya||l usus |rlaralor||.
Biladicurigai obstruksi ususbesar, fototelentangdandekubitusabdomensangat sensitif. Bilaletakobstruksinyatidakyakin, lakukan
bariumenemadengankontrastunggal yangdiencerkan1:6untukmenunjukkanletakobstruksi. Penyebabyangsering: karsinoma,
perya||l |rlaralor||, vo|vu|us. Pada vo|vu|us, lerdapal d||alas| usus yar oer|eo||ar.

Referensi
IieId S. The Abdomen. In: Diagnoslic RadioIogy: a icxi|cck cj nc!ica| inaging, 1997. Ids Grainger
RG, AIIison D}. IubIisher: ChurchiII Livingslone, Idinburgh.
1.
BAB 27
156
Pemeriksaan kontras pada gastrointestinal
Peter Corr
Mediakontras
Bariumsulfat
Media konlras oraI yang aIing sering digunakan daIam emeriksaan lraklus gaslroinleslinaI
adaIah barium suIfal. arium suIfal meruakan bubuk inerl yang dibenluk uIang men|adi
sualu susensi dengan air. arium aman digunakan unluk berbagai emeriksaan kecuaIi:
bila ada kecurigaan perforasi usus
bila ada kemungkinan aspirasi barium ke dalam paru
pada keadaan obstruksi usus total
Media kontras larut air non-ionik
Agen-agen ini khususnya bermanfaal daIam mendeleksi erforasi usus dan biIa lerdaal
obslruksi lolaI ada esofagus alau usus. Agen konlras non-ionik bersifal iso-osmoIar merua-
kan agen yang dian|urkan unluk emeriksaan ada neonalus dan bayi yang sakil beral.
Penelanan barium (gambar 27.1)
IeneIanan barium diindikasikan ada asien dengan disfagia alau dicurigai mengaIami
reuks esofagus. iIa dicurigai adanya obslruksi lolaI esofagus yang disebabkan oIeh kanker

Gambar 27.1.
Penelanan barium
yang normal.
BAB27. PEMERIKSAANKONTRASPADAGASTROINTESTINAL
157
esofagus, aIing baik muIa-muIa menggunakan 510 mI agen konlras Iarul air non-ionik
unluk mendeleksi Ielak obslruksi sehingga mencegah asirasi konlras ke daIam aru.
IeneIanan barium daal diIakukan dengan unil bucky legak konvensionaI lana meng-
gunakan uoroskoi biIa Anda mengikuli aluran di alas. IengambiIan gambar esofagus
selidaknya harus daIam dua bidang, yailu AI dan obIik. Iada gambar harus seIaIu diserlakan
esofagus servikaIis, sambungan esofagogaslrik dan Iambung.
Barium meal (gambar 27.2)
Bariun nca| diIakukan ada asien dengan disesia, nyeri eisgaslrium alau massa
eigaslrik. Agen anlierislaIlik seerli hiosin 1020 mg IV harus diberikan beberaa menil
sebeIum emeriksaan, seIain emberian granuIa yang menghasiIkan gas karbon dioksida
unluk mendislensikan Iambung (garam buah ervescent |uga akan berguna!). Secangkir enuh
(250 mI) susensi barium berdensilas linggi diberikan secara oraI ada asien. Iasien
berular berIavanan dengan arah |arum |am agar barium meIaisi Iambung. Iolo Iambung
diambiI sekelika lerIokaIisasi seIama berIangsungnys emeriksaan uoroskoi. Gambaran
yang sangal enling adaIah: fundus, subfundus, anlrum, duodenum, dan korus gasler.
Gambar 27.2.
Bariummeal normal.
Pemeriksaan usus halus seluruhnya (small bowel follow through) (gambar 27.3)
Teknik ini digunakan unluk mendaalkan gambaran usus haIus muIai dari sambungan
duodeno|e|unaI samai kalu iIeosekaI. Iolo oIos harus seIaIu diIakukan lerIebih dahuIu
Gambar 27.3.
Pemeriksaan barium
meal followthrough
yang normal pada
usus halus.
158
MENGENALI POLAFOTO-FOTODIAGNOSTIK: BAGIAN4. POLAGASTROINTESTINALDANTRAKTUSURINARIUS
unluk menyingkirkan obslruksi usus. Kemudian berikan koklaiI yang mengandung 500 mI
susensi barium yang diencerkan dengan 50 mI medium konlras Iarul-air (konlras nalrium
diazlriole) unluk diminum oIeh asien. aringkan asien daIam osisi IaleraI kanan dan
ambiI folo ada 30, 60, dan 90 menil sesudah meminum konlras, saal konlras seharusnya
leIah mencaai iIeum lerminaIis. VisuaIisasi adekual dieroIeh menggunakan leknik dengan
kv linggi (100120 kv).
Barium enema (gambar 27.4)
Iemeriksaan barium enema, yang menggunakan >100 kv, digunakan unluk meniIai adanya
slriklur, massa, dan oIi ada koIon. HaI yang aIing enling adaIah ersiaan koIon.
Laksalif yang efeklif harus diberikan 24 |am sebeIum emeriksaan unluk membersihkan
kolon. Barium enema dapat menggunakan kontras tunggal atau ganda. Untuk mendeteksi
kemungkinan adanya obslruksi usus besar, emeriksaan dengan konlras lunggaI cuku
adekual. Iemeriksaan dengan konlras lunggaI menggunakan barium suIfal yang diencerkan
(300 mI samai 1800 mI air). Iemeriksaan dengan konlras ganda membuluhkan 200 mI
barium berdensilas linggi dan emasukan udara. Iemeriksaan dengan konlras ganda di-
gunakan unluk meIihal ermukaan mukosa koIon, unluk mendeleksi oIis alau koIilis.
Gambar 27.4.
Bariumenema
normal.
Gambarantraktusgastrointestinal
ESOFAGUS
Isofagus membenlang dari faring samai Iambung ada sambungan esofagogaslrik. Iada
daerah servikaI C3, lerdaal enekanan ada sisi anlerior Iumen oIeh Ieksus vena keciI
yang lidak boIeh dikacaukan dengan sualu Iesi. Iada esofagus lorakaIis, lerdaal enekanan
haIus yang disebabkan oIeh aorla dan arleri uImonaIis. Iada sambungan esofagogaslrik,
lerdaal shngler hsioIogis.
BAB27. PEMERIKSAANKONTRASPADAGASTROINTESTINAL
159
Gambar 27.5.
Penelanan barium
pada seorang pasien
dengan striktur
peptikumbenigna
pada esofagus
bagian bawah.
PDL/ E$DF/Su$
Pola ulkus
IenebaIan Iialan dan uIserasi difus sering dilemukan ada infeksi moniIiaI (kandida).
Keadaan ini lerulama sering ler|adi ada asien yang mengaIami imunosuresi (AIDS,
asien yang mendaalkan lerai sleroid alau obal-obalan siloloksik) dan anak-anak yang
malnutrisi. Ulkus longitudinal yang diskret dengan tepi edema sering terlihat pada infeksi
heres simIeks. UIkus dengan Iubang yang daIam dilemukan ada infeksi HIV dan
silomegaIovirus ada enderila AIDS. UIkus silomegaIovirus daal sangal besar dan
menembus dinding esofagus.
Pola refluks esofagitis (gambar 27.5)
Isofagilis elik disebabkan oIeh reuks isi Iambung ke esofagus, daal alau lidak diserlai
dengan sIiding hialus hernia. Sering kaIi lerdaal uIkus mukosa yang haIus, dan biIa beral,
daal menyebabkan enyemilan/slriklur haIus ada esofagus dislaI. Pola penyempitan
esofagus:
web esofagus: berua veb (seIaul) haIus di dinding anlerior esofagus servikaIis. Keadaan
ini lerIihal ada asien dengan anemia dehsiensi besi.
karsinoma: berua slriklur yang lidak rala, biasanya dengan enon|oIan roksimaI, aIing
sering ada seerliga lengah esofagus lorakaIis (gambar 27.6a & 27.6b).
struktur benigna: ler|adi sesudah reuks esofagilis -biasanya berua slriklur haIus ada
seerliga bavah esofagus lorakaIis (gambar 27.5).
striktur korosif: lerulama disebabkan oIeh konsumsi soda.
kompresi ekstrinsik: disebabkan oIeh nodus Iimfalikus mediaslinum, lumor mediaslinum
dan aneurisma.

160
MENGENALI POLAFOTO-FOTODIAGNOSTIK: BAGIAN4. POLAGASTROINTESTINALDANTRAKTUSURINARIUS
Gambar 27.6a.
Foto lateral
penelanan barium
pada seorang pasien
dengan karsinoma
esofagus ekstensif
yang disertai
obstruksi proksimal.
Gambar 27.6b.
Penelanan barium
pada seorang pasien
oengan lsru|a
esofagus-trakea
yang disebabkan
oleh karsinoma
esofagus.
BAB27. PEMERIKSAANKONTRASPADAGASTROINTESTINAL
161
Karsinoma esofagus (gambar 27.6a &27.6b)
Sebagian besar karsinoma sering dilemukan di seerliga lengah esofagus lorakaIis, yang
diikuli ada seerliga bavah dan kemudian seerliga alas. KomIikasi sering ler|adi dan
harus dicari. KomIikasi daal berua: obslruksi lolaI, erforasi dan embenlukan hsluIa ke
daIam ercabangan lrakeobronkiaI (gambar 27.6b). IeneIanan barium akan memaslikan
diagnosis karsinoma esofagus. arium biasanya diberikan salu sendok enuh (15 mI) lerIebih
dahuIu keada asien unluk dileIan. HaI ini unluk mencegah asirasi barium ke daIam aru
ada keadaan obslruksi beral. iasanya dera|al obslruksi diaslikan dengan menggunakan
uoroskoi. iIa uoroskoi lidak lersedia, Iakukan engambiIan folo IA legak dan IaleraI
loraks sesudah eneIanan barium.
Varises esofagus (gambar 27.7)
Saal ini, diagnosis varises esofagus dilegakkan dengan endoskoi. Namun, eneIanan barium
dengan osisi asien lengkura ada me|a uoroskoi, daal memerIihalkan muIlieI
defek engisian (||ing !cjccis) mukosa seriginosa verlikaI yang disebabkan oIeh varises.
Varises harus dicari daIam keadaan esofagus yang kosong dan lidak lerdislensi karena
varises dapat dengan mudah terkompresi dan tidak terdeteksi jika esofagus terdistensi oleh
udara alau boIus barium.
Gambar 27.7.
Penelanan barium
pada seorang pasien
dengan varises
esofagus.
Web esofagus (gambar 27.8)
Web (seIaul) meruakan enyebab disfagia ada esofagus servikaIis. Web ini limbuI di
dinding anlerior esofagus. Iasien sering kaIi mengaIami anemia dehsiensi besi. Web ini harus
dibedakan dengan Ieksus vena submukosa yang keciI ada dinding anlerior.
162
MENGENALI POLAFOTO-FOTODIAGNOSTIK: BAGIAN4. POLAGASTROINTESTINALDANTRAKTUSURINARIUS
Gambar 27.8.
Web esofagus pada
tepi anterior
esofagus servikalis
setinggi C5.
Hernia hiatus (gambar 27.9)
Hernia hialus meruakan hernia Iambung meIaIui hialus esofagus (s|i!ing), yang sering
dilemukan. Iada beberaa asien keadaan ini mungkin diserlai dengan reuks esofagus.
Hernia hialus aIing baik diIihal dengan menemalkan asien ada osisi obIik lengkura
dan meminta pasien untuk melakukan inspirasi dalam setelah menelan sesendok penuh
Gambar 27.9.
Bariummeal pada
sliding hiatus
hernia.
BAB27. PEMERIKSAANKONTRASPADAGASTROINTESTINAL
163
barium. S|i!ing niaius ncrnia dapat dipersulit dengan ulkus dan perdarahan. Rolling hernia
alau hernia araesofagus adaIah ler|adinya herniasi dinding Iambung di sekilar shngler yang
masuk ke daIam loraks, namun sambungan esofagogaslrik lela berada daIam osisi ana-
tomis yang normal. Hernia penting untuk dideteksi karena dapat terjadi inkarserasi pada
rolling hernia, namun ada s|i!ing ncrnia yang Iebih sering, |arang ler|adi inkarserasi.
LAMBUNG
Mukosa dan Iumen Iambung lerIihal |eIas dengan |ariun nca|. Dengan memular asien ada
me|a uoroskoi, akan didaalkan efek konlras ganda ada mukosa dari barium dan gas
karbon dioksida. Dislensi Iumen Iambung yang maksimum harus dicaai dengan meng-
gunakan labIel alau bubuk gas karbon dioksida sesudah asien meneIan barium.
PDL/ LE$l V/$$/ L/V3uhS
Massa lambung tunggal (gambar 27.10, 27.11, 27.12)
Sualu massa daal berasaI dari Iaisan olol Iambung, submukosa, mukosa alau di daIam
Iumen Iambung alau daal disebabkan oIeh sualu massa ekslrinsik alau massa yang
Gambar 27.10.
Bariummeal pada
seorang pasien
dengan linitis plastika
lambung.
Gambar 27.11.
Bariummeal pada
seorang pasien
dengan karsinoma
lambung yang
memperlihatkan
penyempitan
konsentrik korpus
dan antrumlambung.
164
MENGENALI POLAFOTO-FOTODIAGNOSTIK: BAGIAN4. POLAGASTROINTESTINALDANTRAKTUSURINARIUS
menginvasi Iambung. Massa dikenaIi sebagai defek engisian ada eneIanan barium alau
sebagai densilas |aringan Iunak. Massa soliter di dalam lambung sering disebabkan oleh:
IoIi: adenomalosa alau karsinoma (rimer alau sekunder)
Leiomioma alau Ieiomiosarkoma (gambar 27.12)
Bezoar
Tumor ekstrinsik: adenokarsinoma pankreas
Massa lambung multipel
polips
varises fundus (gambar 27.14)
kanker Iambung
limfoma
sarkoma Kaosi (gambar 27.13)
metastasis
Kanker Iambung sladium avaI mungkin suIil unluk dideleksi biIa berbenluk seerli Iak.
Iada selia massa, harus dilenlukan Iuas kanker, lerulama menenlukan aakah sambungan
esofagogaslrik dan duodenum ars suerior lerkena alau lidak unluk menghindari gaslrek-
lomi. Iada lumor anlrum, harus dilenlukan aakah lerdaal obslruksi ada inlu keIuar
Iambung. Massa muIlieI sering dilemukan ada Iimfoma, melaslasis dan sarkoma Kaosi
(gambar 27.13).
Varises fundus lerIihal sesudah lrombosis vena IienaIis dan lamak sebagai defek
engisian seringinosa ada fundus (gambar 27.14). Varises berubah ukurannya dengan er-
ubahan osisi dari leIenlang men|adi legak dan berkurang ukurannya dengan dislensi
Iambung oIeh gas. Varises harus dibedakan dengan sualu massa karena biosi yang lidak
hali-hali ada varises fundus akan berakibal falaI.

Gambar 27.12.
Pasien dengan
leiomioma lambung
pada bariummeal.
BAB27. PEMERIKSAANKONTRASPADAGASTROINTESTINAL
165
Penebalan lipatan lambung
Rugae alau Iialan Iambung lerulama menon|oI di sean|ang kurvalura mayor dan korus
Iambung. Rugae yang berdiameler Iebih dari 1 cm diangga membesar alau menebaI.
Penyebab penebalan rugae antara lain:
inamasi: gaslrilis, sindrom ZoIIinger IIIison
lumor: Iimfoma, adenokarsinoma
enyakil Menelrier
Gambaran linitis plastika (bald stomach) (gambar 27.10)
Lambung lamak berkonlraksi dengan ermukaan mukosa dalar yang lidak khas. Keadaan
ini disebul sebagai Iinilis Iaslika alau Iambung boloI air. Ienyebab yang enling unluk
keadaan ini adaIah: adenokarsinoma, Iimfoma, melaslasis dari ayudara, eneIanan asam
balerai (gambar 27.15), luberkuIosis, enyakil Chron, dan gaslroenlerilis eosinohIik.

Gambar 27.13.
Bariummeal pada
seorang as|en /l0$
dengan sarkoma
Kaposi lambung.
Perhatikan massa
polipoid di korpus
lambung.
Gambar 27.14.
Pasien dengan
varises lambung di
korpus dan fundus
pada bariummeal.
166
MENGENALI POLAFOTO-FOTODIAGNOSTIK: BAGIAN4. POLAGASTROINTESTINALDANTRAKTUSURINARIUS
Gambar 27.15.
Bariummeal pada
pasien yang menelan
asambaterai
menunjukkan
obstruksi pintu keluar
lambung akibat
lambung kecil tanpa
rugae.
Ienyebab ulama Iinilis Iaslika di Afrika adaIah kanker Iambung rimer dan eneIanan
asam balerai. Iada adenokarsinoma, biosi Iambung yang osilif sangal suIil dieroIeh
karena kanker menyebar ke submukosa daIam, namun mukosa yang berada di alasnya sering
kaIi normaI. Umumnya lerdaal gambaran Iambung yang bolak (|a|! sicnacn) dengan
obslruksi inlu keIuar Iambung akibal slenosis anlrum dan embengkakan Iialan mukosa
di daIam usus haIus (gambar 27.15).
Ulkus
UIkus Iambung sering ler|adi di kurvalura minor dan anlrum. UIkus lamak sebagai
kumuIan barium di Iuar balas Iumen Iambung (gambar 27.16). UIkus |inak alau ganas lidak
daal dibedakan hanya dengan menggunakan emeriksaan |ariun nca|. WaIauun demikian,
uIkus ada kurvalura mayor seIaIu |inak. UIkus duodenum lamak sebagai deformilas
duodenum ars suerior yang lidak leralur. agian erlama duodenum biasanya berbenluk
lrianguIar, namun seleIah uIserasi, duodenum ars suerior men|adi berubah benluk (gambar
27.17). Iemeriksaan |ariun nca| tidak mungkin menentukan apakah suatu ulkus aktif atau
lidak aklif lana lerIebih dahuIu meniIai landa-landa kIinis aklivilas uIkus ada asien.
Gambar 27.16.
Ulkus penetrasi yang
besar pada kurvatura
minor lambung.
BAB27. PEMERIKSAANKONTRASPADAGASTROINTESTINAL
167
Gambar 27.17.
Ulkus duodenum
yang penetratif pada
bariummeal.
KomIikasi uIkus adaIah erdarahan dan erforasi. Iemeriksaan barium lidak memiIiki
eran daIam diagnosis erdarahan gaslroinleslinaI, diagnosis biasanya dibual dengan
endoskoi dan barium hanya akan memengaruhi hasiI emeriksaan endoskoik.
POLAUSUSHALUS
Hanya ada liga gambaran enyakil usus haIus: slriklur alau enyemilan, enebaIan Iialan
mukosa, noduI muIlieI alau massa.
Pola striktur usus halus
Striktur dapat tunggal atau multipel. Penyebab striktur usus halus adalah:
enyebab yang aIing sering adaIah adhesi hbrosa akibal embedahan abdomen sebeIum-
nya atau peritonitis
inamasi: luberkuIosis dan enyakil Chron
neoIasma: adenokarsinoma, Iimfoma
striktur radiasi terutama sesudah iradiasi kanker pelvis
Unluk mendeleksi dera|al dan Iuasnya slriklur, emeriksaan barium follow through merupakan
emeriksaan yang lerbaik. Ierlama-lama, folo leIenlang abdomen biasanya diIakukan
sebagai konlroI karena folo ini daal memerIihalkan diIalasi usus haIus dan memberikan
elun|uk mengenai Ielak slriklur. Ienyebab slriklur sering kaIi suIil dibedakan, namun
slriklur akibal enyakil T dan Crohn cenderung ler|adi Iebih sering di daerah iIeosekum.
Ileum terminalis
Slriklur di iIeum lerminaIis sering ler|adi ada dua kondisi inamasi yang lidak daal
dibedakan secara radioIogis: enyakil Chron dan luberkuIosis. TuberkuIosis biasanya
menyebabkan slriklur sekum dan |uga iIeum lerminaIis yang men|adi keciI dan berbenluk
kerucul serla iIeum lerminaIis selinggi kalu iIeosekaI men|adi Iurus dan verlikaI (gambar
27.18 & 27.19).
Penebalan lipatan usus halus
IenebaIan Iialan lerIihal aIing baik dengan emeriksaan barium follow through. Ada banyak
enyebab ler|adinya enebaIan Iialan usus haIus, anlara Iain:
iskemia: akul akibal infark mesenlerik
iskemia: kronik akibal vaskuIilis alau cedera radiasi

168
MENGENALI POLAFOTO-FOTODIAGNOSTIK: BAGIAN4. POLAGASTROINTESTINALDANTRAKTUSURINARIUS
Gambar 27.18.
Bariumenema pada
pasien dengan
tuberkulosis ileosekal
memperlihatkan
ulkus yang dalam
pada ileumterminalis
dan sekumdengan
penyempitan
sirkumferensial.
Gambar 27.19.
Bariumenema pada
penderita
tuberkulosis kolon
memperlihatkan
ulkus aftosa multipel
di seluruh kolon.
edema: hipoproteinemia
inamasi: T, Crohn
venosa: udd Chiari, sirosis
obslruksi Iimfalik
inhIlrasi: Iimfoma, karsinoma, melaslasis, enlerilis eosinohIik.
Ienyebabnya daal dibagi men|adi dua keIomok: enebaIan Iialan fokal dan difus.
Ienyebab fokaI anlara Iain iskemia, inamasi, dan lumor sedangkan enyebab difus
anlara Iain edema, obslruksi Iimfalik dan roses inhIlralif.

BAB27. PEMERIKSAANKONTRASPADAGASTROINTESTINAL
169
Pola usus halus nodular
IoIa ini biasanya menggambarkan sualu roses inhIlralif baik berua inamasi mauun
neoIaslik. HierIasia Iimfoid noduIar adaIah sualu hierIasia bercak Ieyer (Pcqcrs
patches) di iIeum, namun daal |uga meruakan varian normaI. NoduI muIlieI dilemukan
ada Iimfoma usus haIus, melaslasis dan enlerilis eosinohIik.
KOLON
Pemeriksaan |ariun cncna tetap merupakan metode pencitraan kolon yang paling mudah.
Pemeriksaan ini harus disesuaikan dengan pemeriksaan pada pasien dan patologi yang
dicurigai. Iada asien yang berusia muda, mungkin ler|adi eIaisan mukosa koIon dengan
baik ada emeriksaan konlras ganda, sedangkan ada asien berusia lua yang dicurigai
mengaIami obslruksi usus besar, emeriksaan konlras lunggaI yang Iebih lerbalas daal
menenlukan Ielak obslruksi.
Pola striktur kolon
Slriklur koIon meruakan gambaran yang enling unluk diidenlihkasi ada barium enema.
Gambaran ini menun|ukkan enyemilan fokaI koIon dengan diIalasi koIon yang normaI di
sebeIah roksimaI. iIa lerdaal embenlukan bahu (sncu|!cring) ada salu alau kedua
u|ung slriklur (lesi apple core), harus dicurigai kemungkinan karsinoma (gambar 27.20).
MeniIai adanya deslruksi mukosa sangal lidak akural sehingga kIinisi Iebih baik mengangga
semua slriklur bersifal ganas samai lerbukli yang Iain. Lesi inamalorik cenderung Iebih
an|ang dariada slriklur maIigna dan mungkin lerdaal hsluIa ada enyakil diverlikuIar.
Iada enyakil diverlikuIar enling unluk dierhalikan slriklur inamalorik dan keganasan
daal muncuI bersamaan. Penyebab yang sering menyebabkan striktur kolon adalah:
neoIasma: adenokarsinoma, Iimfoma
inamasi: enyakil diverlikuIar, koIilis uIseralif, Crohn, amebiasis
luberkuIosis
radiasi
iskemia
enekanan oIeh lumor alau massa inamasi di Iuar koIon
Pola massa kolon
Massa fokaI alau oIi lamak sebagai defek engisian ada enema konlras lunggaI alau
sebagai densilas |aringan Iunak ada emeriksaan konlras ganda (gambar 27.21). Diameler
oIi Iebih dari 2 cm harus diangkal karena berisiko ganas. iIa lerdaal oIi muIlieI

Gambar 27.20.
Bariumenema
seorang pasien
dengan karsinoma
kolon transversum
memperlihatkan
penyempitan
sirkumferensial
berbentuk apple
corepada kolon
transversumakibat
karsinoma.
170
MENGENALI POLAFOTO-FOTODIAGNOSTIK: BAGIAN4. POLAGASTROINTESTINALDANTRAKTUSURINARIUS
Gambar 27.21.
Bariumenema pada
pasien dengan
perdarahan rektum
menunjukkan suatu
polips ulserasi di
dalamkolon sigmoid.
daIam koIon, kemungkinan disebabkan oIeh oIiosis coIi (gambar 27.22). Ini meruakan
kondisi dominan aulosomaI, yang akan menyebabkan karsinoma muIlifokaI ada dekade
ke-4. Ienaisan (screening) anggola keIuarga yang Iain lerhada adanya oIis meruakan
haI yang enling. IoIi inamalorik adaIah oIi yang dilemukan sesudah koIilis baik yang
Gambar 27.22.
Bariumenema pada
seorang pasien
dengan poliposis coli
multipel. Perhatikan
polip kecil yang
multipel di seluruh
kolon.
BAB27. PEMERIKSAANKONTRASPADAGASTROINTESTINAL
171
disebabkan oIeh amebiasis alau koIilis uIseralif, dan gambaran oIi cenderung hIiform.
Penyebab polip:
oIi: adenoma, hamarloma
karsinoma
limfoma
asca-inamasi akibal koIilis
Karsinoma kolon (gambar 27.23a &27.23b)
Diagnosis ini daal dibual dengan |ariun cncna konlras ganda dengan sensilivilas 76%.
Pasien dengan kanker kolon asendens atau sekum datang dengan kehilangan darah yang

Gambar 27.23a.
Pasien yang datang
dengan obstruksi
usus besar.
Perhatikan adanya
dilatasi usus besar.
Gambar 27.23b.
Pemeriksaan barium
enema
memperlihatkan
obstruksi total kolon
sigmoid akibat
karsinoma.
172
MENGENALI POLAFOTO-FOTODIAGNOSTIK: BAGIAN4. POLAGASTROINTESTINALDANTRAKTUSURINARIUS
kronik dan anemia sedangkan pasien dengan kanker kolon sigmoid dan kolon desendens
dalang dengan ge|aIa obslruksi. HaI-haI enling yang erIu diingal adaIah bahva ada 15%
pasien akan mengalami tumor yang kedua sehingga Anda harus dapat menampilkan kolon
secara keseIuruhan dengan |eIas lerulama sekum dan koIon sigmoid, lemal sebagian besar
kanker limbuI. Kanker lamak sebagai massa alau oIi alau enyemilan sirkumferensiaI
fokaI (Iesi apple core). IoIi lamak sebagai defek engisian daIam genangan barium alau
sebagai densilas massa |aringan Iunak biIa diseIubungi oIeh barium. IoIi harus dibedakan
dengan residu feses: feses biasanya cenderung memiIiki lei la|am yang lidak leralur,
sedangkan lei oIi leralur. Selia oIi yang dasarnya berdiameler Iebih dari 2 cm harus
dicurigai kemungkinan ganas dan dilakukan pengangkatan dengan endoskopi.
Pola thumb printing kolon (gambar 27.24)
Tnun| priniing meruakan observasi yang enling ada folo oIos dan barium enema. Tnun|
printing biasanya menggambarkan mukosa koIon yang edema alau iskemik. Thumb printing
ditemukan pada:
Amebiasis
Kolitis iskemik
Ienyakil Crohn
Kolitis ulseratif

Gambar 27.24.
Bariumenema pada
pasien dengan kolitis
amebik. Perhatikan
gambaran thumb
printingpada kolon.
Pola kolitis (gambar 27.24)
KoIilis meruakan inamasi ada mukosa koIon. Iada |ariun cncna, koIilis lamak sebagai
uIkus yang lerisah alau uIkus yang difus. KoIilis yang aIing enling di berbagai negara
berkembang adaIah disenlri amebik. KoIilis amebik sering kaIi lidak daal dibedakan dengan
koIilis uIseralif. Iada kasus-kasus beral, daal dilemukan inun| priniing ada koIon, mega-
koIon dan erforasi koIon yang diserlai dengan embenlukan abses inlraeriloneum. KoIilis
Crohn dan koIilis luberkuIosa lamak serua dengan uIkus asimelris daIam yang diskrel,
sering kaIi diserlai dengan embenlukan hsluIa dan slriklur.
BAB27. PEMERIKSAANKONTRASPADAGASTROINTESTINAL
173
Megakolon
MegakoIon ler|adi biIa diameler koIon lransversum meIebihi 5,5 cm. Ienyebabnya adaIah:
obslruksi koIon, seudo obslruksi koIon, koIilis beral, koIilis iskemik dan amebiasis. iIa
terdapat inun| priniing dan asien merasa sakil, keadaan ilu disebul sebagai megakoIon
loksik. Iada koIilis beral, haI ini daal men|adi landa erforasi koIon. Iolo leIenlang abdomen
secara seriaI dibuluhkan unluk mendeleksi gas di daIam dinding usus alau gas bebas
intraperitoneum untuk menunjukkan perforasi.
Penyakit divertikular (gambar 27.25)
DiverlikuIum meruakan kanlong Iuar mukosa dan submukosa meIaIui hierlroh olol oIos
ada dinding koIon. WaIauun diangga |arang ler|adi di negara berkembang, lerdaal
eningkalan insidensi akibal erubahan diel dari karbohidral lidak dimurnikan men|adi
karbohidral murni. Iasien daal asimlomalik, namun biIa diverlikuIum lerinfeksi, daal
membenluk abses dan alau hsluIa ada koIon sigmoid. DiverlikuIum asendens daal men|adi
enyebab erdarahan aklif usus besar. IoIanya mudah dikenaIi, namun hali-hali dengan
polip yang dapat dikelirukan dengan divertikulum. Polip mempunyai densitas jaringan
lunak yang meningkat.
Gambar 27.25.
Bariumenema pada
pasien dengan
divertikular ekstensif
pada kolon sigmoid
dan desendens.
174
MENGENALI POLAFOTO-FOTODIAGNOSTIK: BAGIAN4. POLAGASTROINTESTINALDANTRAKTUSURINARIUS
POKOK-POKOK PEMBELAJ ARAN: PEMERIKSAAN KONTRAS PADA GASTROINTESTINAL
Striktur esofagusyangseringterjadi disebabkanolehkarsinomaesofagusdanesofagitispeptik.
Korp|||as| |ars|rora esolaus arlara |a|r: lslu|a esolaus lra|ea, perloras| derar red|asl|r|l|s, asp|ras| dar ooslru|s| lola|.
PenyebabpentingesofagitispadapenderitaAIDSadalahesofagitismonilial, herpessimpleks, CMVdaninfeksi HIV.
Penyebabmassalambungsoliter adalah: polip-adenoma, karsinoma, leiomiomaatausarkoma, bezoar, dantumor ekstrinsik(pankreas)
yangmenginvasi dinding.
Penyebabmassalambungmultipel adalah: polip, varisesfundus, adenokarsinoma, limfoma, sarkomaKaposi danmetastasis.
Penyebabpenebalanlipatangastrik: gastritis, sindromZollinger Ellison, limfoma, penyakit Menetrier.
Penyebablinitisplastikabald stomach, adero|ars|rora, ||rlora, relaslas|s, pere|arar asar baterai.
Peryeoao slr||lur usus |a|us: ad|es| lorosa, |rlaras| T8, Cro|r, luror-adero|ars|rora, ||rlora, |erusa|ar |s|er||/rad|as|.
Peryeoao slr||lur |o|or ada|a|: luror adero|ars|rora, ||rlora, relaslas|s, |rlaras| d|verl||u|ar, areo|as|s Cro|r, T8, |o||l|s
ulseratif, iskemia/radiasi, kompresi ekstrinsikolehtumor.
Peryeoao po||p |o|or: aderora, |ararlora, |ars|rora, ||rlora, pasca |rlaras|.
Penyebabthumb printing |o|or: areo|as|s, |o||l|s |s|er||, |o||l|s u|seral|l.

Referensi
Chaman S, NakieIny R. Ai!s ic |a!ic|cgica| Oi[crcniia| Oiagncsis. 1995, Saunders, London. 1.
BAB 28
175
Abdomen Pediatrik
Laurence Hadley & Peter Corr
Abdomenneonatus
Iencilraan ada bayi baru Iahir yang sakil membuluhkan engambiIan folo dengan meng-
gunakan unil sinar-X yang daal diindahkan semenlara neonalus berada di daIam inkubalor.
Sering kaIi hanya membuluhkan folo loraks dan abdomen leIenlang unluk menegakkan
sualu diagnosis. iIa dibuluhkan emeriksaan Iebih Ian|ul, sangal enling unluk men|aga
bayi agar lela hangal seIama men|aIani rosedur dan mengembaIikan bayi ke daIam
inkubalor segera sesudah rosedur seIesai diIakukan.
Atresia esofagus (gambar 28.1)
Ibu biasanya mencerilakan adanya rivayal kesuIilan mengisa se|ak Iahir dan seIang naso-
gaslrik lidak daal masuk Iebih dari 11-12 cm. ayi dalang dengan Iudah yang berbusa di
bibirnya karena lidak daal lerleIan. Sangal lidak dierboIehkan memberikan konlras oraI
apapun pada keadaan ini karena kontras akan segera teraspirasi ke dalam paru. Adanya
udara di daIam esofagus bagian alas yang lerdislensi, samai balas alresia dan seIang
nasogaslrik yang berhenli di lemal ini, memiIiki niIai diagnoslik. iasanya lidak lerdaal
udara di daIam Iambung ada alresia esofagus murni, namun ada 85% bayi diserlai dengan
hsluIa lrakeo esofageaI, sehingga udara daal masuk ke daIam Iambung selia kaIi bernaas.
AnomaIi ada verlebra dan kosla sering |uga dilemukan.
Gambar 28.1.
Anak yang menderita
atresia esofagus
memperlihatkan
dilatasi esofagus
proksimal yang terisi
oleh udara dengan
selang nasogastrik
menggulung di
dalamnya.
176
MENGENALI POLAFOTO-FOTODIAGNOSTIK: BAGIAN4. POLAGASTROINTESTINALDANTRAKTUSURINARIUS
Obstruksi usus neonatus (gambar 28.2a &28.2b)
ayi baru Iahir yang munlah dengan evarnaan emedu meruakan landa obslruksi usus.
Iolo loraks dan abdomen leIenlang akan memerIihalkan Ielak obslruksi. Obslruksi usus
bagian alas dilandai dengan beberaa balas cairan ada folo abdomen. Iada obslruksi duo-
denum, biasanya hanya lerdaal dua balas cairan yang disebul landa geIembung ganda
(!cu||c |u|||c sign). Obslruksi duodenum disebabkan oIeh voIvuIus usus lengah (ni!gui)
samai lerbukli sebaIiknya dan kondisi yang membahayakan |iva ini sangalIah enling
unluk dikenaIi. VoIvuIus usus lengah disebabkan oIeh usus haIus yang lerunlir sendiri.
Agen konlras Iarul air non-ionik seerli ioheksoI akan mengidenlihkasikan voIvuIus. Obser-
vasi yang sangal enling diIakukan adaIah aakah duodenum memiIiki benluk C normaI
dengan sambungan duodeno|e|unaI di sebeIah kiri Iinea mediana yang dilemukan ada
Gambar 28.2a.
Bariummeal pada
bayi dengan
malrotasi duodenum.
Perhatikan bentuk
Cyang terbalik
pada duodenum.
Gambar 28.2b.
Bariummeal pada
bayi yang muntah
berwarna empedu
memperlihatkan
volvulus usus tengah
dengan gambaran
cork screwpada
duodenum.
BAB28. ABDOMENPEDIATRIK
177
bayi-bayi normaI alau aakah sambungan duodeno|e|unaI-nya di sebeIah kanan luIang
beIakang seerli yang lerIihal ada maIrolasi usus lengah. Iada voIvuIus midgul, sering kaIi
lamak gambaran aIal embuka boloI (cork screw) ada usus lengah. Alresia |e|unum dan
iIeum akan memerIihalkan dislensi Iengkung usus lana ciri yang khas dengan balas cairan
yang muIlieI. Secara radioIogis, usus haIus dan usus besar ada neonalus lidak mungkin
dibedakan.
Malformasi anorektal
Diagnosis maIformasi anoreklaI dilegakkan dengan memeriksa erineum anak. Iengobalan
berganlung ada dera|al maIformasi. Iada bayi eremuan, dera|al maIformasi daal
dilenlukan dengan inseksi visuaI, lelai ada bayi Iaki-Iaki, lidak mungkin unluk me-
nenlukan aakah abnormaIilasnya berada di alas alau di bavah muskuIus Ievalor. ayi harus
diletakkan dalam posisi genu pectroral dan dibiarkan daIam osisi ini seIama beberaa menil.
HaI ini akan membual gas berada di usus bagian dislaI dan menggambarkan maIformasi.
IengambiIan folo IaleraI abdomen daal mengidenlihkasikan maIformasi rendah di bavah
garis ubokoksigeaI.
Necrotising enterocolitis (NEC)
Kondisi yang dilemukan ada bayi remalur yang sakil ini, menyebabkan iskemia dan infark
dinding usus. Bayangan lusen linear ditemukan pada dinding usus dengan gas di dalam
cabang vena orla hear. Diagnosis dilegakkan dengan memerhalikan secara cermal
bayangan Iusen bergaris-garis (streaky) di dinding usus selia hari ada folo abdomen le-
lentang.
Akutabdomenpadabayi
Iolo abdomen enling unluk diagnosis obslruksi usus ada anak-anak, vaIauun harus
|uga diingal bahva gaslroenlerilis, hiokaIemia daal menyebabkan balas cairan muIlieI
yang disebabkan oIeh iIeus araIilik.
Intususepsi (gambar 28.3a &28.3b)
Nyeri akul abdomen ada bayi disebabkan oIeh banyak haI. Ienling sekaIi unluk menenlukan
aakah lerdaal obslruksi usus alau lidak. Inlususesi sering dilemukan ada bayi yang
dalang dengan eisode nyeri koIik abdomen dan diare yang diserlai darah. Diagnosis ini
harus diikirkan ada folo abdomen leIenlang yang memerIihalkan diIalasi usus, dan ada
beberaa asien lamak massa |aringan Iunak akibal inlususesi. Diagnosis biasanya Iebih
mudah dilegakkan dengan uIlrasonograh, ada emeriksaan ini, dilemukan massa berbenluk
donal alau largel. Inema udara digunakan unluk mendeleksi inlususesi dan daal
juga digunakan untuk mengurangi intususepsi pada saat yang sama. Prosedur ini hanya
diIakukan biIa anak lersedasi dengan baik dan benar-benar leresusilasi, serla rivayalnya
kurang dari 48 |am.
Obstruksi akibat bolus cacing (gambar 28.4a &28.4b)
oIus cacing askaris sering men|adi enyebab obslruksi usus haIus ada asien-asien di
banyak negara berkembang. Anak dalang dengan nyeri koIik abdomen yang beral dan
munlah. Iolo abdomen sering kaIi menun|ukkan sualu massa badan cacing dengan diIalasi
usus dan balas cairan di bagian roksimaI dari obslruksi. Cacing |uga naik ke duklus
koIedokus dan menyebabkan koIangilis dan abses hear. iasanya diagnosis dilegakkan
dengan uIlrasonograh, ada emeriksaan ini, badan cacing lerIihal sebagai massa ekogenik
178
MENGENALI POLAFOTO-FOTODIAGNOSTIK: BAGIAN4. POLAGASTROINTESTINALDANTRAKTUSURINARIUS
Gambar 28.3b.
u|rrasonogral
menunjukkan suatu
massa berlapis-lapis
dengan banyak lapisan
di fossa iliaka kanan,
yang merupakan
gambaran khas
intususepsi.
Gambar 28.3a.
Foto abdomen
seorang anak
dengan intususepsi
yang memperlihatkan
dilatasi usus halus
non-ses|lk.
BAB28. ABDOMENPEDIATRIK
179
Gambar 28.4a.
Foto polos seorang
anak yang datang
dengan kolik,
memperlihatkan
suatu bolus cacing
dan batas cairan
yang multipel akibat
obstruksi usus. Hal
ini ditegakkan pada
bariummeal (28.4b).
POKOK-POKOK PEMBELAJ ARAN
Muntahberwarnaempedupadaneonatusmerupakantandaobstruksi usus.
Va|rolas| usus lera| d|d|aros|s o||a le|sura 0J (duoderojejura|) ler|ela| d| seoe|a| |arar verleora dar l|da| leroerlu| |er|ur
duodenumyangberbentukC.
Volvulususustengahdidiagnosisbilaterdapat malrotasi dangambarancork screw pada duoderur.
Atresiaesofagusdidiagnosisbilaterdapat dilatasi esofagusproksimal denganselangnasogastrikberadapadatempat atresia.
Janganpernahmemberikanmediumkontrasoral padabayi denganatresiaesofagus.
Batascairanseringditemukanpadagastroenteritis.
Infestasi askarisseringmenjadi penyebabobstruksi usus. Diagnosisditegakandenganmendeteksi boluscacingpadafotopolos.
lrlususeps| dapal d|d|aros|s rerura|ar lolo po|os dar u|lrasororal serla d||orlrras| rerura|ar erera udara yar jua
dapat digunakanuntukmengurangi intususepsi.
Meminimalkanradiasi padaanakselamaprosedur adalahpraktikyangbaik.
Meminimalkandosisradiasi selamaprosedur biasanyamerupakanpraktikyangbaik.

BAB 29
180
Pencitraan traktus urinarius
Malai Muttarak, Peter Corr & Wilfred C. G. Peh
Pendahuluan
Melode encilraan ulama unluk emeriksaan lraklus urinarius adaIah folo ronlgen, urograh
inlravena (intravenous urography, IVU), niciuraiing (cr tci!ing) cystography (MCU) dan uIlra-
sonograh (USG) ada gin|aI dan kandung kemih.
Anatomi
Iemahaman mengenai analomi normaI dan varian analomi normaI gin|aI dan sislem koIek-
livus enling unluk menginlerrelasikan encilraan (gambar 29.1). Gin|aI lerIelak di relroeri-
loneum dengan hiIum lerIelak selinggi verlebra L1. Iada orang devasa, kedua gin|aI memiIiki
an|ang 1012 cm diukur dari salu kulub ke kulub Iain. Ian|ang gin|aI kurang Iebih 5,5 cm
ada neonalus, dan berlambah besar mencaai ukuran devasa ada usia 8 lahun. Iarenkim
gin|aI orang devasa memiIiki kelebaIan selidaknya 2 cm. Iosisi dan orienlasi gin|aI enling
unluk diahami. Kulub alas lerdeviasi ke arah mediaI, dan kulub bavah lerdeviasi ke arah
IaleraI ada sudul 30 dera|al dari aksis verlikaI. Lokasi anlerior gin|aI yang berhubungan
dengan muskuIus soas menyebabkan kulub alas lerIelak Iebih ke arah oslerior. Selia
Gambar 29.1.
0|agram rrakrus
urinarius
normal.
BAB29. PENCITRAANTRAKTUSURINARIUS
181
hiIum gin|aI lerdiri dari vena renaIis, arleri renaIis, eIvis renaIis dan ureler roksimaI. Ureler
lurun di sean|ang garis yang menghubungkan u|ung rosesus lranversus verlebra IumbaI,
dan masuk ke daIam kandung kemih ada ersambungan urelerovesikaI. Kandung kemih
merupakan organ pelvis ektraperitoneal yang terletak di anterior uterus pada perempuan
dan di anlerior reklum ada Iaki-Iaki. Urelra Iaki-Iaki dari roksimaI ke dislaI lerbagi men|adi
ars roslalika, ars membranasea, dan ars songiosa. Urelra eremuan memiIiki slruklur
yang |auh Iebih endek. ImbrioIogi lraklus urinarius yang komIeks menyebabkan ler-
daalnya se|umIah varian analomis normaI yang harus dibedakan dengan kondisi aloIogis.
OIeh karena ilu, engenaIan lerhada varian ini enling (labeI I).
Tabel I. Varian dan anomali perkembangan traktus urinarius
Anomali dalamjumlah
- Agenesisginjal (ginjal tunggal)
- Supernumerary kidney(ginjal yangberlebih)
Anomali dalamukuran
- Hipoplasia
- Hiperplasia
Anomali fusi
- Ginjal tapal kuda(horseshoe kidney)
- Ektopiasilangdenganfusi (cross ectopy with fusion)
Anomali dalamposisi
- Ginjal ektopik(ginjal di sakral ataupelvis)
- Ektopiasilangtanpafusi (cross ectopy without fusion)
Anomali lainnya
- Lobulasi fetus
- KolumnaBertinyangbesar
- Obstruksi ureteropelvik
- Duplikasi pelvisrenalisdanureter
- Ureter retrokaval
- Ureterokel
- Arteri renalisaberan
FotoKUB
Pemeriksaan pencitraan pada traktus urinarius harus dimulai dengan foto konvensional
ada gin|aI, ureler dan kandung kemih, yang sering disebul folo KU. Iolo KU enling
diIakukan sebeIum agen konlras inlravena diin|eksikan sehingga lidak mengaburkan slruklur
yang mengaIami kaIsihkasi.
Teknik
Teknik yang cermal daIam mengambiI folo KU meruakan haI yang enling. Iasien
berbaring dengan osisi leIenlang. Iolo harus segera diIakukan seleIah asien berkemih dan
ada akhir eksirasi enuh. alas alas folo harus meIiuli daerah surarenaIis, semenlara
balas bavah harus meIiuli ramus ubis (gambar 29.2). Unluk visuaIisasi bayangan gin|aI
yang baik, dibuluhkan faklor a|anan sebesar 7080 Kv ada orang devasa.
182
MENGENALI POLAFOTO-FOTODIAGNOSTIK: BAGIAN4. POLAGASTROINTESTINALDANTRAKTUSURINARIUS

Gambar 29.2.
Foto KUB normal.
KUB normal
ayangan gin|aI seharusnya lerIihal kecuaIi biIa dikaburkan oIeh gas usus yang menuluinya.
Ukuran, benluk dan osisi gin|aI harus dierhalikan. Ureler lidak lerIihal, namun daal
lerIihal di sean|ang ureler biIa lerdaal kaIkuIus radiooak (gambar 29.3). Adanya skoIiosis
verlebra alau obIilerasi bayangan soas normaI daal menun|ukkan kemungkinan inamasi
di ginjal atau di sekitar ginjal.
NormaInya, gin|aI berukuran sean|ang 34 korus verlebra IumbaI (an|ang 1214 cm,
Iebar 57 cm)

Gambar 29.3.
Kalkulus staghorn
pada kutub bawah
ginjal kiri.
BAB29. PENCITRAANTRAKTUSURINARIUS
183
Ierbedaan anlara ukuran gin|aI kanan dan kiri seharusnya lidak Iebih dari 1 cm
Gin|aI kanan biasanya lerIelak 1-2 cm Iebih kaudaI dibandingkan dengan gin|aI kiri
Aksis ginjal seharusnya sejajar dengan aksis muskulus psoas.
Urografi intravena(IVU)
WaIauun IVU leIah diganlikan dengan spira| ccnpuic! icncgrapnq dan uIlrasonograh (USG)
unluk indikasi-indikasi lerlenlu, lelai IVU masih meruakan emeriksaan encilraan yang
enling dan daal memberikan gambaran umum seIuruh lraklus urinarius. Iersiaan asien
dan leknik meIakukan IVU meruakan haI yang enling.
Persiapan pasien
Salu hari sebeIum emeriksaan: minyak kaslor (castor oil) ada |am 6 sore
Iuasa 612 |am sebeIum emeriksaan
Iada hari emeriksaan: salu suosiloria duIcoIax ada |am 6 agi.
Anak-anak lidak membuluhkan ersiaan vaIauun ada anak-anak yang berusia di bavah
2 lahun, seleguk minuman dingin eferfesen sebeIum IVU akan mendislensikan Iambung
dan memerbaiki visuaIisasi gin|aI.
Teknik IVU
1. KU: Unluk mendeleksi gin|aI radio-oak dan alau kaIkuIus di ureler.
2. In|eksi 300350 mg yodium (I)/mI agen konlras
- Dosis unluk orang devasa biasanya 50 mI
- Dosis unluk anak 1,5 mI/kg (300 mg I/mI)
3. Iolo konus 1 menil kedua gin|aI unluk memerIihalkan fase nefrogram dari bayangan
oak konlras. Gonad diIindungi dengan eIindung berIais limah.
4. Iolo konus 5 menil kedua gin|aI unluk memerIihalkan sislem eIvikaIises. Dislensi
sislem koIeklivus bagian alas daal dicaai dengan meIakukan komresi mid-abdomen
menggunakan embaIul komresor (gambar 29.4).
5. Iolo eIeasan keseIuruhan 15 menil, unluk memerIihalkan ureler dan kandung
kemih. HaI ini dieroIeh sesudah eIeasan embaIul komresor. SeIuruh an|ang ureler
mungkin lidak lerIihal ada salu folo karena erislaIsis (gambar 29.5).
6. Iolo konus 30 menil unluk meIihal bayangan oak kandung kemih.

Gambar 29.4.
Nefrogramkonus 5
menit yang normal.
184
MENGENALI POLAFOTO-FOTODIAGNOSTIK: BAGIAN4. POLAGASTROINTESTINALDANTRAKTUSURINARIUS

7. Iolo keseIuruhan ascaberkemih unluk memerIihalkan gin|aI, ureler dan kandung
kemih yang leIah kosong alau kosong sebagian.
Indikasi
1. Susek anomaIi kongenilaI
2. Infeksi lraklus urinarius ersislen
3. KoIik gin|aI
4. Hemaluria
5. Trauma gin|aI
6. Tumor gin|aI, ureler alau eIvis
Kontraindikasi
1. GagaI gin|aI. Kondisi ini meruakan konlraindikasi reIalif karena ekskresi konlras meIaIui
gin|aI men|adi Iambal.
2. Hiersensilivilas alau aIergi lerhada agen konlras.
POLA FOTO GINJ AL
Ginjal kecil halus unilateral (gambar 29.6)
Gin|aI ini memiIiki benluk dan bayangan yang sama seerli gin|aI normaI. WaIauun
demikian, an|ang gin|aI ini Iebih endek 2 cm dibandingkan dengan gin|aI konlraIaleraI
yang normaI (labeI II). Iada slenosis arleri renaIis, sislem koIeklivus normaI, sedangkan ada
alroh asca-obslruksi, lamak adanya diIalasi sislem koIeklivus.
Gambar 29.5.
Gambaran normal
KUB 15 menit
pascapelepasan
yang memperlihatkan
ureter.
BAB29. PENCITRAANTRAKTUSURINARIUS
185
Tabel II. Penyebab ginjal kecil halus unilateral
Infarkginjal
Nefritisradiasi
Hipoplasiakongenital
Alrol pasca-ooslru|s|
Alrol pasca-|rlaras|
Ginjal kecil iregular unilateral (gambar 29.7)
Iembenlukan |aringan arul fokaI ada gin|aI yang keciI disebabkan oIeh nefroali reuks
dan infeksi gin|aI rekurens (labeI III). Kulub alas gin|aI biasanya lerkena. TuberkuIosis sering
Gambar 29.6.
Ginjal kecil halus
unilateral pada
seorang pasien
dengan stenosis
arteri renalis.
Gambar 29.7.
Ginjal kanan kecil
iregular dengan
ka|s|lkas| loka|
akibat tuberkulosis
ginjal.
186
MENGENALI POLAFOTO-FOTODIAGNOSTIK: BAGIAN4. POLAGASTROINTESTINALDANTRAKTUSURINARIUS

men|adi enyebab infeksi gin|aI di banyak negara berkembang. Iada luberkuIosis, kaIsihkasi
fokal dapat terlihat di foto KUB.
Tabel III. Ginjal kecil iregular unilateral
Nelropal| relu|s
Infarklobaris
Ginjal kecil bilateral (gambar 29.8)
Gin|aI keciI haIus biIaleraI biasanya disebabkan oIeh alroh asca-obslruksi, gIomeruIonefrilis
kronik, nekrosis aiIer kronik dan arlerioskIerosis kronik karena enuaan (labeI IV). Gin|aI
ireguIar keciI biIaleraI disebabkan oIeh nefroali reuks biIaleraI alau infeksi gin|aI kronik.
Gambar 29.8.
Ginjal kecil bilateral
pada seorang pasien
dengan
glomerulonefritis
kronik.
Tabel IV. Ginjal kecil bilateral
Arteriosklerosiskronik
Infeksi ginjal kronik
Glomerulonefritiskronik
Nekrosispapilariskronik
Alrol pasca-ooslru|s|
Nefropati herediter
Ginjal besar halus bilateral (gambar 29.9)
Ienyebab lersering adaIah hidronefrosis biIaleraI. GIomeruIonefrilis akul, nekrosis lubuIar
akul, dan gIomeruIonefrilis fokaI akibal AIDS |uga meruakan enyebab yang enling
(labeI V).
Tabel V. Ginjal besar halus bilateral
Hidronefrosisbilateral
Glomerulonefritisakut
Nekrosistubular akut
Nekrosiskortikal akut
Perya||l |rja| |rl|lral|l
- leukemia
- limfoma
- amiloidosis
- mielomamultipel
BAB29. PENCITRAANTRAKTUSURINARIUS
187
Gambar 29.9.
Hidronefrosis
bilateral yang
disebabkan oleh
obstruksi saluran
keluar kandung
kemih akibat
pembesaran prostat.
Perhatikan
penekanan oleh
prostat yang
menonjol pada
kandung kemih.
Gambar 29.10.
Pembesaran ginjal
kanan dengan
nefrogrampersisten
yang disebabkan
oleh obstruksi komplit
pada ureter kanan
oleh kalkulus.
Ginjal besar halus unilateral (gambar 29.10)
Ienyebab lersering adaIah hidronefrosis uniIaleraI yang ler|adi diIalasi eIvis dan kaIiks
gin|aI. IieIonefrilis akul bermanifeslasi sebagai embengkakan gin|aI yang membesar dengan
bayangan yang kurang oak (labeI VI). AnomaIi kongenilaI daal menyeruai gin|aI besar
haIus, dan kondisi yang erIu dierlimbangkan adaIah gin|aI duIeks inkomIil dan alau
ektopia silang dengan fusi.
Tabel VI. Ginjal besar halus unilateral
Hidronefrosis
Trombosisvenarenalis
Pielonefritisakut
l|perlrol |orpersalor||
Duplikasi sistempelvikalises
188
MENGENALI POLAFOTO-FOTODIAGNOSTIK: BAGIAN4. POLAGASTROINTESTINALDANTRAKTUSURINARIUS

Massa ginjal (gambar 29.11)
Massa gin|aI daal dibagi men|adi massa gin|aI uniIaleraI dan biIaleraI (labeI VII dan VIII).
KaIsihkasi fokaI lerdaal ada 15% asien dengan hiernefroma. TuberkuIosis daal
menimbuIkan sualu massa inamalorik. Ienyebab kongenilaI massa gin|aI fokaI adaIah
obslruksi ada bagian alas gin|aI duIeks.
Gambar 29.11.
Hipernefroma yang
mengenai kutub atas
ginjal kiri.
Tabel VII. Massa ginjal unilateral
Tumor padat ginjal benignadanmaligna
Kistasimpleks
Vassa |rlaralor|| (aoses)
Hidronefrosisfokal
Tabel VIII. Massa ginjal bilateral
Penyakit ginjal polikistik
Penyakit ginjal kistikyangdidapat
Limfoma
Metastasis
PDL/ PELvlr/Ll$E$
Hidronefrosis
Hidronefrosis berarli diIalasi yang nyala sekaIi ada eIvis dan kaIiks gin|aI. IieIogram
negalif sering lerdeleksi ada embesaran gin|aI. USG lambahan, biIa ada, sangal bermanfaal
unluk memerIihalkan diIalasi sislem eIvikaIises, dan unluk meIihal aakah obslruksi
lerIelak di roksimaI alau dislaI. Ienyebab obslruksi roksimaI meIiuli obslruksi ada
sambungan eIviureler, kaIkuIus, luberkuIosis dan lumor. Obslruksi dislaI daal disebabkan
oIeh skislosomiasis, kaIkuIus, dan lumor seerli karsinoma serviks uleri dan kandung kemih.
BAB29. PENCITRAANTRAKTUSURINARIUS
189
Clubbing (gambar 29.13)
Clubbing dilemukan ada hidronefrosis yang biasanya menyeIuruh dan menyeruai leIinga
nickcq ncusc. C|u||ing IokaI dilemukan ada nefroali reuks alau ieIonefrilis kronik.
Iada keadaan ini dilemukan |aringan arul korleks fokaI yang biasanya lerIelak di kulub
atas.
Gambar 29.12.
Ulserasi pelvikalises
tuberkulosa.
Gambar 29.13.
Kaliks ginjal kanan
yang mengalami
clubbing akibat
infeksi dan batu
pelvikalises.
Pergeseran (gambar 29.14)
Sistem pelvikalises dapat tergeser oleh suatu lesi massa di dalam pelvis ginjal atau oleh
massa di sekitar sistem pelvikalises.
Ulkus (gambar 29.12)
UIkus dilemukan ada luberkuIosis dini dan nekrosis aiIaris.
190
MENGENALI POLAFOTO-FOTODIAGNOSTIK: BAGIAN4. POLAGASTROINTESTINALDANTRAKTUSURINARIUS

Gambar 29.14.
Pergeseran sistem
pelvikalises ke kanan
akibat kista besar di
kutub bawah ginjal.
Defek pengisian (gambar 29.15)
Iada diagnosis banding adanya defek engisian eIvikaIises, Iesi-Iesi yang erIu dier-
limbangkan anlara Iain karsinoma, balu dan bekuan darah. alu radio-oak biasanya lamak
ada folo KU konlroI avaI. eberaa enekanan dari Iuar, seerli yang disebabkan oIeh
embuIuh darah, daal menun|ukkan gambaran defek engisian.
Gambaran Pola ureter (gambar 29.16 &29.17)
Obslruksi ureler daal disebabkan oIeh enyebab inlraIuminaI, muraI, dan ekslramuraI.
Ienyebab inlraIuminaI yang aIing sering adaIah balu dan enyebab yang |arang adaIah
bekuan darah dan aiIa yang lerIeas. Ienyebab muraI anlara Iain luberkuIosis, skislomiasis
dan ureterokel.
Gambar 29.15.
0elek eng|s|an o|
pelvis dan ureter
akibat karsinoma sel
transisional.
BAB29. PENCITRAANTRAKTUSURINARIUS
191
Ienyebab ekslramuraI biasanya disebabkan oIeh lumor eIvis seerli karsinoma serviks
uleri. Iada obslruksi akul, lerIihal densilas nefrogram yang adal dan bayangan oak konlras
yang Iambal ada sislem koIeklivus. Dera|al obslruksi aIing baik dievaIuasi ada hIm-
lunda yang diambiI ada inlervaI 60 alau 120 menil. Dera|al obslruksi daal memberikan
elun|uk enyebab obslruksi. Iergeseran ureler daal ler|adi |ika dilemukan massa relro-
peritoneum dan aneurisma.
Gambar 29.16.
Penyempitan
multifokal yang
ekstensif pada ureter
dengan gambaran
kail ikanpada
ureter bagian distal
akibat tuberkulosis.
Gambar 29.17.
0||aras| urerer kanan
yang disebabkan
oleh ureterokel ureter
distal.
192
MENGENALI POLAFOTO-FOTODIAGNOSTIK: BAGIAN4. POLAGASTROINTESTINALDANTRAKTUSURINARIUS

PDL/ r/h0uhS rEVll
Iada kandung kemih yang normaI, daal lerIihal enekanan ulerus ada verleks kandung
kemih. Kandung kemih yang kecil atau mengkerut dapat terlihat pada kandung kemih
neurogenik (gambar 29.18), sislilis luberkuIosa dan skislosomiasis. Iembesaran roslal daal
menimbuIkan kenaikan dasar kandung kemih, diverlikuIum kandung kemih suerior,
lrabekuIasi akibal enebaIan olol dinding kandung kemih, diIalasi ureler akibal lekanan
baIik, dan residu ascaberkemih yang banyak. Defek engisian ada kandung kemih daal
disebabkan oIeh balu, bekuan darah, lumor dan oIi inamalorik (gambar 29.19).
Gambar 29.18.
Kandung kemih
neurogenik yang
mengalami
trabekulasi triangular
dan berukuran kecil.
Gambar 29.19a.
ra|s|lkas| o|no|ng
kandung kemih dan
ureter distal kiri
akibat skistosomiasis
kronik.
Gambar 29.19b.
Sistogram
pascaberkemih
memperlihatkan
granuloma
submukosa multipel
yang disebabkan
oleh Schistosoma
haematobium
(bilharziasis).
BAB29. PENCITRAANTRAKTUSURINARIUS
193
Ultrasonografi ginjal
Teknik
Transduser 3,5 MHz biasanya digunakan unluk memindai gin|aI orang devasa. Hali bereran
sebagai |endeIa akuslik unluk meniIai gin|aI kanan dan Iima unluk meniIai gin|aI kiri. Gin|aI
diindai daIam semua bidang. Iasien harus dieriksa daIam osisi leIenlang alau dekubi-
tus.
Indikasi
1. Massa gin|aI
2. Hemaluria
3. Nyeri inggang
4. Kenaikan ureum darah
5. Gin|aI yang lidak berfungsi alau berfungsi buruk ada emeriksaan IVU
6. Unluk memandu biosi dan leknik inlervensi.
Anatomi normal (gambar 29.20)
Gin|aI normaI dengan mudah dikenaIi sebagai sualu organ dengan konlur Iuar yang haIus
dan dikeIiIingi oIeh Iemak reeklif. Ikogenisilas korleks gin|aI normaI biasanya kurang dari
ekogenisilas hali dan Iima. MeduIa gin|aI lerdiri dari iramid lrianguIar hioekoik. Iiramid
ini diisahkan oIeh berkas arenkim yang membenlang ke sinus gin|aI. erkas arenkim
yang lerIelak di anlara meduIa ini, disebul koIumna erlin, daal menon|oI sehingga
menyeruai sebuah lumor. Sinus gin|aI lerdiri dari |aringan hbrosa, Iemak, embuIuh Iimfe,
dan embuIuh darah gin|aI. Sinus gin|aI lamak sebagai slruklur yang hierekoik di lengah
gin|aI. Ureler normaI lidak lamak ada uIlrasonograh. Kandung kemih lerIihal sebagai
slruklur berbenluk ovaI berisi cairan ada bidang IongiludinaI dan berbenluk ersegi emal
ada bidang lransversaI (gambar 29.21). Unluk eniIaian kandung kemih yang akural,
kandung kemih harus terdistensi secara adekuat dan pasien mungkin harus minum cairan
lambahan.
Gambar 29.20.
u|rrasonogral
longitudinal ginjal
kanan.
194
MENGENALI POLAFOTO-FOTODIAGNOSTIK: BAGIAN4. POLAGASTROINTESTINALDANTRAKTUSURINARIUS

Gambar 29.21a
& 29.21b.
u|rrasonogral
longitudinal dan
transversal kandung
kemih yang penuh dari
seorang pria berusia 65
tahun dan 20 tahun.
Prostat tampak
membesar pada
pandangan longitudinal
dan normal pada
pandangan transversal.
POLA ULTRASONOGRAFI
Hidronefrosis (gambar 29.22)
Obslruksi saIuran kemih menyebabkan diIalasi sislem koIeklivus yang daal men|adi
generaIisala alau IokaIisala berganlung ada Ielak obslruksi. Sinus gin|aI yang hierekoik
bergeser di sekilar eIvis gin|aI yang lerdiIalasi. Iada obslruksi beral, daal dilemukan
penipisan korteks.
Gambar 29.22.
Hidronefrosis dan
hidroureter yang
nyata pada ginjal
kanan.
Kesalahan yang sering dilakukan
1. Kandung kemih yang sangal lerdislensi daal menimbuIkan diIalasi sislem eIvikaIises
yang normaI. Harus diaslikan bahva kandung kemih benar-benar daIam keadaan
kosong sebeIum membual diagnosis hidronefrosis.
BAB29. PENCITRAANTRAKTUSURINARIUS
195
Gambar 29.24.
u|rrasonogral
longitudinal ginjal
menunjukkan massa
tidak homogen di
daerah kutub
pertengahan yang
dipastikan
merupakan
angiomiolipoma
ginjal.
Gambar 29.23.
u|rrasonogral
longitudinal
memperlihatkan batu
ekogenik di kutub
bawah ginjal yang
menyebabkan
bayangan akustik di
sebelah posterior
dari gelombang
suara yang
dipantulkan.
2. IeIvis ekslrarenaI yang menon|oI, kisla araeIvis, aneurisma arleri renaIis, reuks dan
megakaliks kongenital dapat menyerupai hidronefrosis.
Batu ginjal (gambar 29.23)
alu lamak sebagai fokus hierekogenik dengan bayangan akuslik (accusiic sna!cu).
Pionefrosis
Cairan hidronefrolik, baik yang mengaIami infeksi alau diganlikan dengan us, dikenaI
sebagai ionefrosis. IeIvis gin|aI yang berisi us lamak sebagai cairan dengan berbagai
dera|al emanluIan di daIam sislem eIvikaIises yang lerdiIalasi. Debris mungkin meIaisi
bagian aIing rendah dan lamak sebagai balas cairan-cairan.
Massa ginjal (gambar 29.24)
UIlrasonograh meruakan emeriksaan iIihan unluk evaIuasi massa gin|aI yang lerdeleksi
dengan IVU. UIlrasonograh sangal sensilif unluk membedakan Iesi kislik dengan Iesi adal,
dan lingkal akurasi yang leIah diIaorkan sebesar 97%.
196
MENGENALI POLAFOTO-FOTODIAGNOSTIK: BAGIAN4. POLAGASTROINTESTINALDANTRAKTUSURINARIUS

Gambar 29.25.
u|rrasonogral
longitudinal ginjal
memperlihatkan kista
simpleks di kutub
bawah.
Kista ginjal simpleks (gambar 29.25)
Kisla gin|aI simIeks sering dilemukan ada asien berusia lua. Gambaran kisla gin|aI ada
uIlrasonograh serua dengan gambaran kisla di bagian lubuh yang Iain. Kisla memiIiki
gambaran khas berbalas legas, memunyai balas yang haIus/rala, berbenluk buIal alau ovaI,
anekoik dan menghasilkan penguatan akustik. Kista dapat tunggal atau multipel.
Penyakit polikistik (gambar 29.26)
Ienyakil oIikislik ada orang devasa dilurunkan secara dominan aulosomaI. Terdaal
kisla muIlieI daIam berbagai ukuran yang menyebar di seIuruh arenkim gin|aI. IVU
menun|ukkan embesaran gin|aI, defek radioIusen yang buIal ada nefrogram dan dislorsi
sislem koIeklivus yang lidak leralur. Iada uIlrasonograh, gin|aI membesar dengan kisla yang
multipel.
Gambar 29.26.
u|rrasonogral
longitudinal ginjal
menunjukkan kista
multipel yang
menggantikan
parenkimpada
pasien dewasa
dengan penyakit
polikistik.
Abses ginjal
Iada uIlrasonograh, abses lamak sebagai massa fokaI dengan berbagai gema inlernaI. Abses
muIa-muIa lamak sebagai daerah yang sedikil hioekoik. Iada akhirnya, abses dengan |eIas
men|adi hioekoik samai anekoik, dengan berbagai bayangan akuslik.
Angiomiolipoma ginjal
AngiomioIioma (AML) meruakan lumor |inak yang lerdiri dari se|umIah Iemak, olol dan
embuIuh darah. AML daal lerIihal ada folo KU biIa cuku besar dan mengandung
Iemak daIam |umIah yang signihkan. Iada uIlrasonograh, AML lamak sebagai massa
hierekoik berbalas legas.
BAB29. PENCITRAANTRAKTUSURINARIUS
197
Tumor ganas ginjal (gambar 29.24)
Hipernefroma atau adenokarsinoma ginjal merupakan tumor ganas yang paling sering
ler|adi ada gin|aI orang devasa. Gambaran lumor yang khas ada uIlrasonograh berganlung
ada keadalannya. Ikogenisilas lumor daal bervariasi dari hierekoik samai anekoik,
biIa dibandingkan dengan arenkim gin|aI.
Limfoma
KelerIibalan gin|aI sebagian besar ler|adi ada Iimfoma non-Hodgkin. Tumor biasanya
lamak sebagai massa hioekoik yang soIiler alau muIlieI dengan lransmisi suara yang
buruk.
Peningkatan ekogenisitas parenkim ginjal (gambar 29.27)
Iarenkim gin|aI yang hierekoik disebabkan oIeh roses gin|aI kronik seerli gIomeruIonefrilis
kronik dan enyakil gin|aI sladium akhir oIeh sebab aaun. Gin|aI biasanya men|adi keciI
dan mungkin hampir tidak terlihat.
Gambar 29.27.
Ginjal yang ekogenik
pada pasien dengan
nekrosis tubular akut.
Perhatikan hilangnya
perbedaan antara
korteks dengan
lemak yang ekogenik
di sekitar sistem
pelvikalises.
Ultrasonografi kandungkemih
Teknik
Iasien diindai daIam osisi leIenlang menggunakan lransduser 3,5 MHz. Iada emeriksaan,
kandung kemih dalam keadaan penuh.
Indikasi
1. Ienenluan voIume residu urin
2. Deleksi lumor kandung kemih dan massa inlravesika
3. Deleksi Iesi dinding kandung kemih
POLA ULTRASONOGRAFI
Pola normal
Kandung kemih lerIelak di sebeIah oslerior simhsis ubis biIa kosong dan naik ke daIam
rongga eIvis biIa enuh. Ukuran dan benluknya bervariasi berganlung ada banyaknya
urin daIam kandung kemih. Kandung kemih lamak buIal hingga mendekali ersegi emal
ada emindaian lransversaI, dan berbenluk buIal hingga ovaI ada emindaian Iongilu-
dinaI. Laisan mukosanya haIus dan leregang biIa kandung kemih lerisi enuh (gambar
29.21).
198
MENGENALI POLAFOTO-FOTODIAGNOSTIK: BAGIAN4. POLAGASTROINTESTINALDANTRAKTUSURINARIUS

Gambar 29.28.
u|rrasonogral
transversal kandung
kemih
memperlihatkan
karsinoma
transisional yang
menginvasi dinding
kandung kemih
sebelah kanan.
Tumor kandung kemih
SembiIan uIuh Iima ersen lumor kandung kemih berasaI dari uroleIiaI. Karsinoma seI
transisional (ransiiicna| cc|| carcincna, TCC) meruakan |enis lumor ganas kandung kemih
yang aIing sering dqumai. Hemaluria lana nyeri meruakan ge|aIa yang aIing sering
muncuI. Tumor lamak sebagai massa homogen alau lidak homogen yang haIus alau lidak
leralur (gambar 29.28). Massa meIekal ada dinding. Invasi meIaIui olol dinding kandung
kemih daal lerIihal biIa dinding kandung kemih lerulus dengan balas legas dan bersifal
ekogenik. WaIauun demikian, enenluan sladium lumor kandung kemih Iebih akural
diIakukan dengan CT alau encilraan resonansi magnelik (MRI). Gambaran uIlrasonograh
TCC lidak sesihk dan harus dibedakan dari aiIoma |inak, bekuan darah yang meIekal,
balu yang meIekal, karsinoma roslal yang invasif, sislilis dan enebaIan dinding yang
disebabkan oIeh obslruksi kronik saIuran keIuar kandung kemih.
Divertikulum
DiverlikuIum kandung kemih meruakan enon|oIan dinding kandung kemih yang
menyeruai kanlung. DiverlikuIum ini berisi urin dan sebagian besar disebabkan oIeh
obslruksi saIuran keIuar kandung kemih yang berIangsung Iama.
Sistitis
Sislilis Iebih sering ler|adi ada asien vanila dibandingkan dengan ria. Sislilis akul
biasanya disebabkan oIeh organisme gram negalif seerli I. coIi, Iroleus dan kIebsieIa.
Sebagian besar kasus lidak menun|ukkan abnormaIilas ada uIlrasonograh. WaIauun
demikian, ada sislilis yang beral, dinding kandung kemih men|adi lebaI, baik secara fokaI
mauun difus, dan daal menyeruai lumor. Gambaran uIlrasonograh sislilis lamak serua
baik yang disebabkan oIeh infeksi, iradiasi mauun efek lerai sikIofosfamid.
Scnisicscna nacnaic|iun menyebabkan sislilis dan urelerilis. Keadaan lersebul dilandai
dengan granuIoma, uIserasi mukosa suerhsiaI dan embenlukan massa oIioid. Seiring
er|aIanan enyakil yang kronik, kandung kemih mengaIami hbrosis dengan enurunan
kaasilas. Dengan demikian, ler|adi eningkalan risiko ler|adinya karsinoma kandung
kemih.
Micturatingcystography(MCU)
MCU diIakukan dengan mengisi kandung kemih dengan agen konlras meIaIui kaleler urelra.
iIa memungkinkan, uoroskoi harus lersedia unluk meIakukan emeriksaan ini. iasanya
digunakan konlras 250 mI unluk asien devasa, alau hingga asien merasa ingin buang air
keciI. IiIm-ermukaan seIaIu dian|urkan unluk mendeleksi kaIsihkasi alau balu. Sesudah
engisian kandung kemih hingga mencaai kaasilasnya, diIakukan folo kelika lerIokaIisasi
BAB29. PENCITRAANTRAKTUSURINARIUS
199
Gambar 29.29a.
Micturating
cystourethrogram
pada pria dewasa
muda menunjukkan
uretrogram
desendens yang
normal.
Gambar 29.29b.
Uretrogram
asendens normal
pada pasien yang
sama.
daIam royeksi anlerooslerior dan IaleraI seIama berIangsungnya emeriksaan uoroskoi
(gambar 29.29). MCU bermanfaal unluk mendeleksi reuks vesikourelerik dan rulura
kandung kemih. Unluk mendeleksi reuks, asien harus buang air keciI seIama uoroskoi
karena reuks daal bersifal inlermilen (gambar 29.30). iIa dicurigai lrauma kandung
kemih, uoroskoi harus diIakukan dan folo kelika lerIokaIisasi harus segera dieroIeh
sesudah emberian 50 mI konlras agar daal mendeleksi ekslravasasi secara dini (gambar
29.31).
Gambar 29.30a.
MCUG pada bayi
laki-laki menunjukkan
katup uretra pada
uretra proksimal
menyebabkan
dilatasi proksimal.
200
MENGENALI POLAFOTO-FOTODIAGNOSTIK: BAGIAN4. POLAGASTROINTESTINALDANTRAKTUSURINARIUS

Gambar 29.30b.
Teroaar reluks
berat, yang naik ke
ureter kanan menuju
pelvis ginjal kanan.
Gambar 29.31.
Sistogram
menunjukkan ruptur
ekstraperitoneal
kandung kemih
dengan ekstravasasi
kontras pada dasar
kandung kemih.
Sistogramnormal
sebagai
perbandingan.
BAB29. PENCITRAANTRAKTUSURINARIUS
201
Gambaran sistogram
Gambaran normal: perhatikan penekanan uterus pada verteks kandung kemih.
Kandung kemih kecillamak ada kandung kemih neurogenik, sislilis luberkuIosa,
skistosomiasis.
Kandung kemih besar dengan tepi tidak teratur kandung kemih neurogenik.
Pembesaran prostat menyebabkan kenaikan dasar kandung kemih dengan balas suerior
yang cembung, diverlikuIum kandung kemih, lrabekuIasi (disebabkan oIeh enebaIan
olol kandung kemih), diIalasi ureler akibal lekanan baIik, residu ascaberkemih daIam
|umIah banyak.
Defek pengisian disebabkan oIeh balu, bekuan darah, lumor, oIi inamasi.
Uretrografi
Urelra daal divisuaIisasikan oIeh MCU alau urelrograh asenden. Indikasi ulama adaIah
lrauma dan slriklur yang disebabkan oIeh urelrilis gonokokus. Urelrilis menyebabkan
slriklur ada urelra buIbaris sedangkan slriklur lraumalik dilemukan ada urelra mem-
branosa (gambar 29.32). Iada bayi, kalu kongenilaI daal diIihal seIama emeriksaan MCU,
lerulama ada royeksi IaleraI (gambar 29.30).

Gambar 29.32.
Uretrogramasenden
menunjukkan striktur
genokokal pada
uretra bulbaris
proksimal.
POKOK-POKOK PEMBELAJ ARAN: URORADIOLOGI
FotoKUBkontrol sebelumIVUatausistogramuntukmendeteksi baturadioopakharusselaludilakukan.
Anomali kongenital padaginjal danureter seringdijumpai.
Ukuranginjal orangdewasamemiliki panjang12-14cm.
Ginjal dianggapkecil padaorangdewasabilapanjangnyakurangdari 9cm.
Peroedaar jara| |or|lud|ra| |eo|| dar| 2 cr arlara |edua |rja| ada|a| s|r|l|ar.
Penyakit renovaskular harusselaludipertimbangkanbilasatuginjal lebihkecil 2cmdaripadaginjal lainnyadankonturnyahalus.
0|rja| |ec|| derar lep| |reu|ar o|asarya d|seoao|ar o|e| relropal| relu|s alau luoer|u|os|s.
Ginjal kecil bilateral disebabkanolehpenyakit ginjal kronisseperti glomerulonefritiskronik, nekrosispapilar ataupenyakit arteriosklero-
tikkronik.
Peryeoao lerser|r lerjad|rya |rja| oesar ur||alera| ada|a| ||drorelros|s alau p|e|orelr|l|s a|ul. u|lrasororal a|ar rerasl||ar
hidronefrosis.
Peryeoao 'rassa |rja| yar ser|r ada|a| ||sla |rja|, ||perrelrora, aoses |rja| alau rassa |rlaralor||.
Obstruksi ureter seringdisebabkanolehbatu, tuberkulosis, tumor pelvisterutamakarsinomaserviks.
Kandungkemihyangkecil karenamengkerut tampakpadalesi neurogenik, tuberkulosisdanskistosomiasis.
0ele| per|s|ar |ardur |er|| d|seoao|ar o|e| oalu, oe|uar dara|, luror alau po||p |rlaras|.
Penyebabterseringstriktur uretraadalahuretritisgonokokusdantraumapelvis.

Anda mungkin juga menyukai