Anda di halaman 1dari 2

Latar belakang:

Gagal ginjal kronis merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan
irreversibel dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme
dan keseimbangan cairan dan elektrolit sehingga terjadi uremia. (Smeltzer C,
Suzanne, 2002 hal 1448).
Dari data yang sampai saat ini dapat dikumpulkan oleh Indonesian Renal
Registry (IRR) pada tahun 2007-2008 didapatkan urutan etiologi terbanyak sebagai
berikut glomerulonefritis (25%), diabetes melitus (23%), hipertensi (20%) dan ginjal
polikistik (10%).
Walaubagaimanapun, penyebab utama GGK adalah diabetes dan tekanan
darah yang tinggi. Diabetes terjadi apabila kadar gula darah melebihi paras normal,
menyebabkan kerusakan organ-organ vital tubuh seperti jantung dan ginjal, serta
pembuluh darah, syaraf dan mata. Tekanan darah yang tinggi atau hipertensi, terjadi
apabila tekanan darah pada pembuluh darah meningkat dan jika tidak dikawal,
hipertensi bisa menjadi punca utama kepada serangan jantung, strok dan gagal ginjal
kronik. Gagal ginjal kronik juga bisa menyebabkan hipertensi.
Di Amerika Serikat, data tahun 1995-1999 menyatakan insidensi penyakit
ginjal kronik diperkirakan 100 kasus per juta penduduk per tahun, dan angka ini
meningkat sekitar 8% setiap tahunnya.
Prevalensi penyakit ginjal kronik atau disebut juga Chronic Kidney Disease
(CKD) meningkat setiap tahunnya. Dalam kurun waktu 1999 hingga 2004, terdapat
16,8 % dari populasi penduduk usia di atas 20 tahun mengalami Penyakit Ginjal
Kronik. Persentase ini meningkat bila dibandingkan data 6 tahun sebelumnya, yaitu
14,5%.
Di masa depan penderita Penyakit Ginjal Kronik digambarkan akan meningkat
jumlah penderitanya. Hal ini disebabkan prediksi akan terjadi suatu peningkatan luar
biasa dari diabetes mellitus dan hipertensi di dunia ini karena meningkatnya
kemakmuran akan disertai dengan bertambahnya umur manusia, obesitas dan
penyakit degenerative.

Anda mungkin juga menyukai