Anda di halaman 1dari 37

LBM 2

MENGAPA SAYA BELUM HAMIL?


STEP 1
STEP 2

1. Apa Hubungan belum mempunyai keturunan dengan perokok berat,
alkohol, dan kebiasaan berendam di pemandian air panas?
2. Hubungannya dengan BMI ?
3. Apa hubungan riwayat suami pernah menderita Urethritis Gonorrhoea 3
thn yll?
4. Apa hubungan IgG untuk toksoplasma,rubella dan CMV positif dg
masalah dan utk IgM toksoplasma positif ?
5. Apa hubungan pekerjaan suami dan istri dengan keluhan ?
6. Apa hubungan usia dengan infertilitas?
7. Apa hubungan pemekaian pil KB 1 thn yll dg keluhan?
8. Apa definisi dan klasifikasi dari infertilitas?
9. Sebutkan faktor-faktor yang menyebabkan infertilitas pada pria dan
wanita !
10. Apa saja pemeriksaan penunjang yang dilakukan untuk kasus ini?
11. Apa Terapi untuk pasien tersebut?




STEP 3

1. Apa Hubungan belum mempunyai keturunan dengan perokok berat,
alkohol, dan kebiasaan berendam di pemandian air panas?

Rokok : nikotinkualitas sperma
Rokok : mengandung gas dan partikel(tar,nikotin ) ..-->mjd radikal
bebaselektron tdk berpasanganrusak tipe molekulerganggu produksi
sperma.. sbenernya radikal bbs bs dihilangkan scr fisiologis namun jk
berlebihan akan ganggu sprti kwalitas sperma..
Gangguan pembentukan DNAsperma tjd kerusakan

Efek luas...organ repro..rokokRBhilangnya unsur elektron
selspermatogenesis rangkaian sel yg bs timbulkan RBadanya
gangg.keseimbangan stres oksidatif.
Sel sertolimembran selRB berikatan dg lipid di sellisis
Terpapar asap atrofi testis
Berendam air panas: suhu normal 34-35 derajat,,sperma bisa diproduksi
pada suhu 0,5-1 drajat lbh rendah dari tubuh.
Alkohol gangguan hipotalamus
Efek jangka pendek dan pjg...pendek : bbrp jam stlah minum
dehidrasi,lelahmalas coitus
Pjg : rusak ssp hasrat seks hilang
Dihati :enzim yg diproduksi utk menghasilkan tstosterontdk diproduksitdk
tjd spermatogenesis
Bisa jd radikal bbs depresi vit.c dan ZnZn salah satu zat yg terkandung dlm
ekor sperma utk motilitasnnt motilitasnya berkurang
2 efek..sspganggu testosteron..
Wanita:gangg.FSH dan LH
Darah :aromatisasi..dipapar oksigen trs..minuman keras dibiarkan buka
teresterifikasirasanya kecut sm dg alkohol dan progesteron akan mjd estron
dll

2. Hubungannya dengan BMI ?
BMI diukur saat Pf..
f.non organik..BMI 29-30 :obesitas
cew: disfungsi ovulasi..-->lemakanovulasisiklus haid tdk normal..
bs hamil tp bs keguguran ..ketidakseimbangan hormonpolikistik

lemakestrogen tinggi progesteron rndhsaat ovulsi tjd kegagalan
nidasi dan keguguran

cow: tdk seimbang antara testosteron dan estrogen
lemakpanas,,cow nyimpen di perut nyalur ke genital bwh ..
efek jangka panjang ..rentan penyakit kardiovasculardisfungsi
ereksi.DM jg nyebabib kualitas dan kwantitas sperma

rokokdisfungsi ereksi

apakah smua org gemuk bs infertilitas smua?kl tdk yg nyebabin
perbedaan apa?
Infertilitas byk faktorsaling pengaruhiobesitas tp dg faktor yg lain
tdkinfertilitas lnh kcl dibanding dg yg obes dg byk faktor lain akan
memperbanyak untuk tjd infertilitas

Tegantung dari kesuburan msg2.

3. Apa hubungan riwayat suami pernah menderita Urethritis Gonorrhoea 3
thn yll?
Bisa karena infeksinyamengendap di tubatdk tjd pertemuan antara ovum
dan sperma di tuba..
Lendir serviks saat ovulasi mdh ditembus oleh sperma tp saat ada GO
menyulitkan jalan sperma menembus ovum krn lendir serviks kental..
Kemungkina penyebabnya di cowoknya ..GO menyumbat Vas deferens 25
persen menderita uret. Dan cl..Clepididimitisperadanganrusak DNA pd
sperma
4. Apa hubungan IgG untuk toksoplasma,rubella dan CMV positif dg
masalah dan utk IgM toksoplasma positif ?
Interpretasinya..
IgG : tanda jk reaksi dia sdh bs kebal
IgM : tanda ia sdg terinfeksi
Rubella : IgG positif lakukan px.IgM
Positif :ada infeksi primer
IgM negatif lakukan px.ulang
IgG mrupakan imunitas pd penderita..
Toksoplasma
IgG positif IgM negatif tdk ada imunitas penderita lakukan evaluasi trs sampe
akhir kehamilan
Jk IgG negatif IgM positifada infeksi baru lakukan px.2-3x 1 minggu kemudian

TORCH : patogen ini bs nembus plasenta
IgG dan IgM positif: saat ini dia sdg terinfeksi dan pernah

IgG antibodi
IgM antigen
Plasenta barier yg dpt msk IgG nya jk Ig M positif blm tentu bs..
kehamilan awal : keguguran
Akhir: RM
5. Apa hubungan pekerjaan suami dan istri dengan keluhan ?

Pengaruh stres dan kesuburan termasuk faktor yg buat wanita sulit hamil..
Kortisol : bs terganggu
Sist.kekebalan akan mnurun ..
Strespelepasan energi berlebih.-->khamilan dlm posisi stres akan
menyulitkan shg timbul mslh dlm skenario
Streswanita akan krg suburkaitkan dg hormon
Kortisol hormon yg dihalslkan kolesterolstreskortisol btuh byk kortisol
dr kolesterol adrenal,,prod diubah mjd dihidroprogesteron untuk diubah jd
kortisol.

Sama2 sibuk jd frekuensi coitus brp x ?dianjurkan 2-3x perminggu
Stresh.estrogen ningkatsinyal tdk usah prod.progestganggu ovu
6. Apa hubungan usia dengan infertilitas?
Istri : 29 th
Suami : 34th
Usia istri tdk pengaruh krn <30th
Wanita pd usia tua akan btuh wkt lama utk hamil
34: tdk begitu berpengaruh..>60th pengaruh infertilitas
25-34 : ksburan 90%
35-40: 67 %
41-45: 15%
7. Apa hubungan pemakaian pil KB 1 thn yll dg keluhan?
POK : kembali subur lama tp tdk tll berpengaruh pd infertilitas..
3-4 bln baru bs kembali kesuburan..
Bs melembabkan shg pngaruhi Cl

Pil : pengembalian cepet..
Gemukprolaktin ningkatestr berkurangunovulator
Pil KB sperma mskantibodi
Lendir serviks jg bs jd kental
8. Apa definisi dan klasifikasi dari infertilitas?
Definisi :
Ketidakmampuan istri untuk menjadi hamil dan melahirkan anak hidup atau
kemampuan suami untuk menghamili istri..
Pasangan suami-istri yg sdh menikah slama 1 th dan sdh melakukan hub. Tanpa
menggunakan alat KB tetapi blm memliki anak

Klasifikasi :
Primer : belum pnh hamil meski berhub.tanpa pelindung jangka wkt
12 bln

Sekunder: pnh hamil tp keguguran
Pnh hamil,berhub tnp KB stelah 1 th tdk hamil
Subfertil :kesukaran hamil disebabkan oleh fekunditas mnurun
Fertilitas : ktk mampuan lengkap dlm hamil maupun menghamili
Kehamilan terbuang :bs hamil tp tdk bs melahirkan sampai hidup

9. Sebutkan faktor-faktor yang menyebabkan infertilitas pada pria dan
wanita !
Wanita : hormonal: gangg.di glandula pituitari,adrenal,ovariumkegagalan
ovuendometrium utk berfroliferasi dan sekresi
Sumbatan: dituba falopi kelainan kongenital,infeksi
f.lokal : kongenital.fibrouterus,erosi serviks yg pengaruhi PH

laki2 : gangg.sprmatogenesis,ejakulasi,coitus
spermatogenesis :<20jt
obstruksi :sumbatan di duktusperadangan
coitus: psikologis dan kebiasaan

pretestikuler: keadaan di luar testis yg pngaruhi
kelainan aksis HP-hipofisiskelainan hormonpengaruhi sprmatgenesis
varikokel :plexux pampiniformis dilatasimenghalangi arteri yg ke testis
hormon :adaa klainan hormon androgen yg disintesis kolesterol..

testikuler : kromosom
posttestikuler :sumbatan di epididimis
pengaruhi jalan sperma yg kluar di uretra..
kelainan penis dan urettra: epispadia,hipospadia
UDT : testis tdk turun: pengaruhi sperma
Faktor lingkungan: suhu,pernah di rongten

10. Apa saja pemeriksaan penunjang yang dilakukan untuk kasus ini?

Analisa sperma
Tes imunologi
USG
laparoskopi
11. Apa Terapi DAN EDUKASI untuk pasien tersebut BEDAKAN UTK PRIA DAN
WANITA?
Tergantung penyebabnya

PERBEDAAN STERILITAS
BATASAN INFERTILITAS
MEKANISME TJDNYA INFERTILITAS

STEP 4
STEP 3








1. Apa Hubungan belum mempunyai keturunan dengan perokok berat,
alkohol, dan kebiasaan berendam di pemandian air panas?
Faktor infertilitas non organik













Stress oksidatif merupakan kondisi dimana terjadi peningkatan ROS yang akan
menyebabkan kerusakan sel, jaringan atau organ. Pada kondisi stres oksidatif,
radikal bebas akan menyebabkan terjadinya peroksidasi lipid membran sel
dan merusak organisasi membran sel. Membran sel ini sangat penting bagi
fungsi reseptor dan fungsi enzim, sehingga terjadinya peroksidasi lipid
membran sel oleh radikal bebas dapat mengakibatkan hilangnya fungsi seluler
secara total .Stress oksidatif menyebabkan infertilitas melalui efek negatifnya ke
spermatozoa seperti peningkatan hilangnya motilitas, peningkatan kerusakan
membran, penurunan morfologi, viabilitas, dan kemampuan spermatozoa.


Hambat melalui hipofisis
anterior ( LH)
Rokok
Radikal bebas meningkat
( contoh NO) ,
antioksidan turun
Kerusakan
DNA
Apoptosis
sel sperma
Aglutinasi
sperma
Asthenozoospermia
dan toxic trhdp sperma
Penurunan libido
Gx pembelahan spermatogonia
spermatosit
Diturunkan
Stress
oxidatif
Komponen logam
( kadmium dan nikel)
Nikotin
Enzim adenil siklase
Hambat membran sel leydig
hambat testosteron


Stimulasi korteks adrenal katekolamin
Kualitas pergerakan spermatozoa disebut baik bila 50% atau lebih spermatozoa menunjukkan
pergerakan yang sebagian besar adalah gerak yang cukup baik atau sangat baik (grade II/III). Gradasi
menurut W.H.O. untuk pergerakan spermatozoa adalah sebagai berikut :
0 = spermatozoa tidak menunjukkan pergerakan,
1 = spermatozoa bergerak ke depan dengan lambat,
2 = spermatozoa bergerak ke depan dengan cepat,
3 = spermatozoa bergerak ke depan sangat cepat.

Alkhohol :
Konsumsi Alkohol
Alkohol
Sejumlah penelitian lain juga telah menunjukkan bahwa penyalahgunaan alkohol
pada pria dapat menyebabkan gangguan produksi testosteron dan penyusutan
testis (atrofi testis) (Adler 1992). Atrofi testis terutama disebabkan hilangnya sel-
sel sperma dan penurunan diameter tubulus seminiferus (Van Thiel et al., 1974).
Mekanisme yang terlibat dalam hal ini kompleks dan kemungkinan melibatkan
perubahan fungsi hipotalamus dan efek toksik alkohol langsung pada sel Leydig .
Produk metabolisme alkohol yaitu asetaldehida memiliki sifat toksik ke sel Leydig
daripada alkohol itu sendiri .
alkohol menurunkan kadar LH bahkan dengan hipofisis yang sudah terisolasi
tersebut, setidaknya sebagian bertindak langsung ke hipofisis. Atrofi testis mungkin
disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu salah satunya adalah efek alkohol pada LH
dan FSH yang merangsang pertumbuhan testis.
Alkohol menyebabkan kegagalan sintesis retinal di dalam testis.
Kegagalan sintesis retinal ini akan menyebabkan gangguan spermatogenesis,
karena retinal merupakan senyawa yang esensial untuk berlangsungnya
spermatogenesis. Pada akhirnya hal tersebut akan menyebabkan penurunan
jumlah lapisan sel spermatogenik .Alkohol menyebabkan kegagalan hipotalamus
dan hipofisis untuk mensekresikan Gonadotrophine Releasing Hormon (GnRH),
FSH, dan LH selanjutnya akan diikuti oleh kegagalan sel Leydig untuk mensintesis
testosteron dan sel Sertoli tidak mampu melakukan fungsinya sebagai nurse cell .


Hubungan dengan mandi air panas
Meskipun pria menghasilkan jutaan sperma sehari, tetapi sel sperma memerlukan
waktu sekitar 75 hari untuk tumbuh, sehingga kondisi sperma dapat mempangaruhi
kesuburan Anda. Faktor eksternal seperti suhu dapat mempengaruhi kesehatan
sperma.
1. Suhu testis terlalu panas
Testis manusia tidak dapat berfungsi dengan baik jika suhu testis lebih panas atau
sama dengan suhu tubuh Anda. Itulah mengapa anatomi pria dirancang dengan
menciptakan jarak antara testis dengan tubuh inti, yaitu agar suhunya berbeda.
Jika suhu testis dinaikkan hingga 98 derajat, produksi sperma berhenti. Ketika
testis terganggu, sperma dapat mengalami dampak negatif selama berbulan-
bulan, kata Hal Danzer, MD, seorang spesialis kesuburan di Los Angeles.
2. Mandi air panas
Ada kebenaran dalam mitos tentang mandi di kolam air panas dapat menghambat
kehamilan. Air panas tidak baik untuk testis, dan menurut sebuah penelitian yang
diterbitkan pada tahun 2007, bahkan berendam di bak air panas selama 30 menit
saja dapat menurunkan produksi sperma.
Paparan air panas pada testis dapat berdampak terhadap sperma pria untuk waktu
yang sangat lama. Karena sperma memerlukan waktu yang lama untuk tumbuh
dewasa. Eksposur terhadap air panas ini biasanya akan memakan waktu
setidaknya tiga sampai sembilan bulan untuk dapat berfungsi normal kembali,
kata Paul Shin, MD, seorang urolog di Washington, DC.
Kesimpulan : walaupun merokok, alkohol dan obesitas ( kaitannya dengan perbedaan
suhu) bisa menurunkan kualitas sperma. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa
faktor-faktor non organik tersebut tidak begitu berpengaruh terhadap infertilitas.

2. Hubungannya dengan BMI ?



la














Peningkatan
suhu
BMI > 25 Kg/m
2

PCOS
Gx hormon
OBESITAS
Wanita Pria
dari lemak tubuh proses
aromatisasi androgen
Ovarium
Estrogen meningkat
Gangguan ovulasi dan
gangguan haid
Pengaruh tidak
langsung
Testosteron turun
dalam darah
Penurunan libido
Gangguan spermatogenesis
Disfungsi ereksi
Contoh: ateroskelrosis
pada arteri dorsalis penis
Gangguan
vasodilatasi
leptin
Umpan balik negatif
hipothalamus ( GnRH)
Gangguan
ovulasi
3. Apa hubungan riwayat suami pernah menderita Urethritis Gonorrhoea 3
thn yll?















Buku Ajar Ilmu Kandungan
Buku Keluarga Berencana dan Kontrasepsi
4. Apa hubungan IgG untuk toksoplasma,rubella dan CMV positif dg masalah
dan utk IgM toksoplasma positif ?
Dalam pemeriksaan TORCH, kode IgG berarti kekebalan tubuh. Sedangkan lgM berarti
adanya virus atau gejala infeksi dalam tubuh. Keduanya menggambarkan titer atau
jumlah substansi yang dibutuhkan untuk menimbulkan reaksi dengan, atau berhubungan
dengan, jumlah substansi lain, dalam darah Anda, dan respon tubuh terhadap virus.
IgM dan IgG Toxoplasma ?
o IgM adalah antibodi yang pertama kali meningkat di darah bila terjadi infeksi
Toxoplasma.
o IgG adalah antibodi yang muncul setelah IgM dan biasanya akan menetap
seumur hidup pada orang yang terinfeksi atau pernah terinfeksi.
Bila IgG (+) dan IgM (+)
o Kemungkinan mengalami infeksi primer baru atau mungkin juga infeksi lampau
tapi IgM nya masih terdeteksi (persisten=lambat hilang).
Riwayat suami
menderita GO 3
tahun lalu
Istri terkena GO
Penyumbatan vas deferens
Komplikasi
Infeksi
chlamydia
- Merusak sperma
- Fragmentasi DNA
- Kapasitasi reaksi
akrosom terganggu
-
Penjalaran
uretrha
posterior
Epididimitis
prostatitis
PID
Kelainan atau sumbatan pada
tuba fallopy
Jaringan parut
pada urethra
Gangguan daya
pancar sperma
infertilitas
o Oleh sebab itu perlu dilakukan tes IgG affinity (kekuatan ikatan antara antibodi
IgG dengan organisme penyebab infeksi) langsung pada serum yang sama untuk
memperkirakan kapan infeksinya terjadi, apakah sebelum atau sesudah hamil.
Secara umum akibat toxoplasma jarang sekali, dan hanya terjadi pada infeksi akut
toxoplasma.
Pada pria, infeksi akut toxoplasma dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah
bening. Bila berlangsung terus-menerus dapat menyebabkan kemandulan. Infeksi akut
toxoplasma menyebabkan peradangan pada saluran sperma. Radang yang berlebihan
dapat menyebabkan terjadinya penyempitan bahkan tertutupnya saluran sperma.
Akibatnya pria tersebut menjadi mandul, karena sperma yang diproduksi tidak dapat
dialirkan untuk membuahi sel telur.
Pada wanita, infeksi toxoplasma yang berlangsung terus-menerus dapat menginfeksi
saluran telur wanita. Bila saluran ini menyempit atau tertutup, sel telur yang telah
dihasilkan oleh indung telur (ovarium) tidak dapat sampai ke rahim untuk dibuahi oleh
sperma.
Yang paling berbahaya adalah akibat toxoplasma terhadap Janin/fetus. Kista
toxoplasma dapat berada di otak janin yang menyebabkan cacat dan berbagai macam
gangguan syaraf seperti gangguan syaraf mata (buta, dll). Akibat lainnya adalah janin
dengan ukuran kepala yang besar dan berisi cairan (hidrocephalus). Namun perlu
diingat, penyebab hidrocephalus (ukuran kepala yang besar dan berisi cairan) ada
banyak sekali, salah satunya adalah toxoplasma.
Referensi : drh. Neno Waluyo S.

TORCH (toxoplasmosis, other infections, rubella, cytomegalovirus (CMV)
- ToRCH merupakan kelompok penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dan
parasit Toxoplasma gondii, Rubella, Cyto Megalo Virus (CMV), Virus Herpes Simplek
(HSV1 - HSV2).
- ToRCH menyebabkan kelainan dan berbagai keluhan yang bisa menyerang anak-
anak, orang tua, dan ibu hamil. ToRCH menyerang semua jaringan organ tubuh
yang termasuk system saraf pusat dan perifer yang mengendalikan fungsi gerak,
penglihatan, pendengaran, system kardiovaskuler serta metabolisme tubuh.


- Pada waktu pertama kali terinfeksi (infeksi primer), tubuh manusia akan membentuk
senyawa protein IgM (Immunoglobulin M) sebagai reaksi terhadap masuknya mahluk
asing ke dalam tubuh. Senyawa protein ini dalam waktu relatif singkat langsung
terbentuk begitu tubuh terkena infeksi.
- Antibodi IgM akan muncul di minggu pertama terjadinya infeksi, mencapai puncak
pada satu bulan, kemudian mengalami penurunan. Pada beberapa individu, IgM
dapat tetap terdeteksi beberapa tahun setelah infeksi primer. Namun, secara
perlahan-lahan, IgM ini akan menghilang dalam waktu 1-24 bulan kemudian dan bisa
timbul lagi bila yang bersangkutan terinfeksi kembali.
- Kira-kira 4 minggu setelah terjadinya infeksi primer akan terbentuk pula IgG
(Immunoglobulin G) yang merupakan suatu zat penangkis atau kekebalan tubuh. IgG
ini juga merupakan protein dengan berat molekul besar. Adanya IgG menunjukkan
bahwa dalam tubuh telah terbentuk kekebalan. Jadi, bila titer/angkanya positif berarti
tubuh telah membentuk kekebalan terhadap mahluk penyebab infeksi. Secara
teoretis IgG ini akan menetap di dalam tubuh. Hanya, kadarnya dapat naik atau turun
sesuai kondisi kesehatan seseorang. Namun, pada kebanyakan kasus, IgG terus
naik dan IgM menetap.

- IgG dan IgM yang positif menunjukkan adanya infeksi primer. Hal ini perlu
pengobatan dan evaluasi, baik pada ibu maupun bayinya.

- Bila IgM positif sedangkan IgG negatif berarti menunjukkan adanya infeksi baru. Jika
pada pemeriksaan ulang hasil IgM kemudian menjadi negatif, berarti IgM yang
terdeteksi semula tidak spesifik.

- Antibodi IgG yang muncul beberapa minggu setelah respons IgM akan mencapai
maksimum 6 bulan kemudian. Angka yang tinggi dapat bertahan selama beberapa
tahun, tetapi akhirnya terjadi penurunan sedikit demi sedikit, menghasilkan kadar
yang rendah dan stabil yang mungkin bertahan seumur hidup. Jadi, ibu yang pernah
terinfeksi toksoplasmosis di masa lalu, titer IgG-nya tidak pernah nol ataupun
negatif.
Dugaan terhadap infeksi TORCH biasanya memang dibuktikan melalui pemeriksaan
darah dengan pengukuran titer IgG, IgM, atau sekaligus keduanya. Kalau IgM dapat
terdeteksi sekitar seminggu setelah infeksi akut dan menetap selama beberapa
minggu atau bulan, IgG bisa saja tidak muncul sampai beberapa minggu kemudian
setelah angka IgM meningkat.
- Bila diduga terinfeksi tetapi nyatanya IgM negatif, maka pemeriksaan laboratorium
harus diulang 4 minggu dari tanggal pertama kali dilakukan pemeriksaan
laboratorium. Ini penting dilakukan untuk memastikan adanya infeksi ataupun tidak.
- Bila pada pemeriksaan ulang IgM tetap negatif, namun titer IgG memperlihatkan
kenaikan sebanyak 4 kali, kemungkinan yang bersangkutan memang sedang
terinfeksi. Adapun bila terjadi perubahan titer dari IgM negatif menjadi positif,
kemungkinan yang bersangkutan tengah terinfeksi kembali.

Infeksi TORCH dan Kehamilan

Setiap pasangan yang baru menikah pasti biasanya ingin segera hamil, lalu cepat
mendapatkan keturunan. Namun saat ini, sering dengan berubahnya gaya hidup
pasangan muda masalah infertilitas menjadi isu yang paling hangat. Salah satu sebab
infertilitas yang saat ini ramai dibicarakan adalah infeksi TORCH (Toxoplasma, Rubella,
Others ec Chlamydia, Mycoplasma, Hepatitis, Cytomegalovirus, Herpes simples virus).
Prevalensi infeksi ini menunjukkan angka yang cukup tinggi, yakni berkisar antara 5,5
sampai 84 %.

Untuk diketahui, bila infeksi ini terjadi pada awal kehamilan maka dapat menyebabkan
abortus, lahir mati, prematur, atau kelainan kongenital pada bayi berupa hydrocephalus,
mikropthalmia, mikrocephalus dan endopthalmia. Sementara jika terjadi pada akhri
kehamilan dapat menyebabkan janin beresiko mengalami retardasi mental,
retinokoroidits dan lesi pada organ tubuh. Meski begitu perlu diketahui juga bahwa
penyebab kecacatan janin bukan melulu diakibatkan karena infeksi TORCH saja. Faktor
lain seperti kelainan kromosom seperti Trisomi 21 (Down's Syndrome),thallasemia,
tuberculosis merupakan penyebab kecacatan yang serius. Sama seriusnya dengan
defisiensi asam folat dan nutrien lain. Karenanya pentin untuk memperhatikan asupan
nutrisi yang cukup mengandung mineral maupun asam folat bagi ibu, baik sebelum
hamil maupun selama hamil.

Apa penyebab infeksi TORCH ? Faktor pendukung terjadinya infeksi TORCH antara lain
karena kerap berdekatan dengan hewan peliharan seperti kucing , atau burung dara
yang tidak dikontrol oleh dokter hewan. TORCH dapat juga hadir akibat kebiasaan
makan makanan mentah atau tak dimasak kurang baik. Khusus ibu yang pernah
mengalami keguguran berulang atau pernah melahirkan dengan cacat congenital,
sebaliknya melakukan skrining laboratorium untuk Immunoglobulin G (IgG) dan
Immunoglobulin M (IgM). IgG adalah zar antibody berada di serum darah dan kelenjar
getah bening bertugas melawan serangan antibody yang keluar pertama kali
membentuk benteng pertahanan / daya tahan tubuh. Dengan bukti yang dihasilkan dari
skrining kedua antibody ini dokter akan terbantu untuk menentukan terapi yang tepat.

Bila hasil atau nilai IgG tinggi maka dapat dipastikan ibu hamil telah memiliki imunitas
terhadap infeksi TORCH. Sebaliknya, yang perlu diwaspadai bila kadar IgM tinggi. Ini
menandakannya ada infeksi akut. Terapi yang akan diberikan biasanya adalah terapi
preparat spiramycin (anti parasit ) dan imunomodulator serta antiviral.

5. Apa hubungan pekerjaan suami dan istri dengan keluhan ?









Buku Keluarga Berencana dan Kontrasepsi , dr Hanafi Hartanto
6. Apa hubungan usia dengan infertilitas?

Umur
Kemampuan reproduksi wanita menurun drastis setelah umur 35 tahun. Hal ini
dikarenakan cadangan sel telur yang makin sedikit. Fase reproduksi wanita adalah masa
sistem reproduksi wanita berjalan optimal sehingga wanita berkemampuan untuk hamil.
Fase ini dimulai setelah fase pubertas sampai sebelum fase menopause.
stres
s
hyperprolaktinemia
Penekanan hormon
gonadotropin
Produksi FSH dan
LH turun
Terganggu
oogenesis dan
spermatogenesis
Hormon epinefrin
meningkat
gangguan vasodilatasi
pembuluh darah
Vasokonstriksi arteri
dorsalis penis
Disfungsi
ereksi
Peningkatan
kortisol
Fase pubertas wanita adalah fase di saat wanita mulai dapat bereproduksi, yang
ditandai dengan haid untuk pertama kalinya (disebut menarche) dan munculnya tanda-
tanda kelamin sekunder, yaitu membesarnya payudara, tumbuhnya rambut di sekitar alat
kelamin, dan timbunan lemak di pinggul. Fase pubertas wanita terjadi pada umur 11-13
tahun. Adapun fase menopause adalah fase di saat haid berhenti. Fase menopause terjadi
pada umur 45-55 tahun.
Pada fase reproduksi, wanita memiliki 400 sel telur. Semenjak wanita mengalami
menarche sampai menopause, wanita mengalami menstruasi secara periodik yaitu
pelepasan satu sel telur. Jadi, wanita dapat mengalami menstruasi sampai sekitar 400 kali.
Pada umur 35 tahun simpanan sel telur menipis dan mulai terjadi perubahan
keseimbangan hormon sehingga kesempatan wanita untuk bisa hamil menurun drastis.
Kualitas sel telur yang dihasilkan pun menurun sehingga tingkat keguguran meningkat.
Sampai pada akhirnya kira-kira umur 45 tahun sel telur habis sehingga wanita tidak
menstruasi lagi alias tidak dapat hamil lagi. Pemeriksaan cadangan sel telur dapat
dilakukan dengan pemeriksaan darah atau USG saat menstruasi hari ke-2 atau ke-3.

Dalam penelitian populasi, kemungkinan konsepsi menurun dengan
bertambahnya usia. Presentasi harapan wanita nonsteril akan hamil dalam 12 bulan
hubungan seksual yang tidak dilindungi adalah, Umur 20
th
24
th
86% ; Umur 35
th

39
th
52%.
Pada laki-laki, konsepsi lebih besar kemungkinannya untuk terjadi jika
suamiberusia kurang dari 25
th
dibandingkan jika suami berusia 25tah atau lebih, dengan
penurunan jelas keberhasilan konsepsi jika usia suami labih dari 35
th
. Tetapi konsepsi
diketahui dapat juga terjadi pada usia yang lanjut saat laki-laki memiliki fungsi erektil
dan kualitas semen yang minimal.

Buku Seri Skema Diagnosis dan Penatalaksanaan Infertilitas.

7. Apa hubungan pemakaian pil KB 1 thn yll dg keluhan?
Akseptor pil oral memiliki risiko lebih rendah untuk mendapatkan PID dibanding
dengan akseptor IUD atau yang sama sekali tidak memakai kontrasepsi apapun.
Berkurangnya darah haid dan aktivitas myometrium serta lendir serviks lebih sulit
ditembus, dapat merupakan suatu efek yang melindungi terhadap beberapa macam PID
pada akseptor pil oral. Amenore dan infertilitas temporer terjadi pada pemakaian pil oral,
sering dihubungkan dengan syndrom suppresi yang berlebihan ( post pil
amenore), tampaknya bukan merupakan ancaman serius terhadap fertilitas akseptor.
Post pil amenore umumnya terjadi pada wanita yang sudah mempunyai haid irreguler
sebelum mulai memakai pil oral. Kondisisementara ini umumya dapat diobati dengan
metode induksi ovulasi seperti clomiphenesitrat.
Hubungan antara pil oral dengan infeksi chlamydia belum jelas benar. Pada saaat ini
telah diaku bahwa risiko infeksi serviks oleh chlamydia bertambahbesar pada pemakaian
pil oral, sedangkan risiko infeksi yang ascenden belum diketahui.
Wanita yang berhenti dari kontrasepsi oral memiliki interval untuk kelahiran yang
lebih panjang dibandingkan wanita yang menggunakan metoda lain. Perbedaan ini
menghilang 30 sampai 42 bulan setelah menghentikan pil.
Buku Seri Skema Diagnosis dan Penatalaksanaan Infertilitas.

8. Apa definisi dan klasifikasi dari infertilitas?
Ketidakmampuan istri untuk menjadi hamil dan melahirkan anak hidup atau
ketidakmampuan suami untuk menghamili istrinya.
Sumber : Keluarga Berencana dan Kontrasepsi; dr. Hanafi Hartanto
Infertilitas (pasangan mandul) adalah pasangan suami istri yang telah menikah selama
satu tahun dan sudah melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan alat kontrasepsi,
tetapi belum memiliki anak. (Sarwono, 2000).
Infertilitas adalah pasangan yang telah kawin dan hidup harmonis serta berusaha selama
satu tahun tetapi belum hamil. (Manuaba, 1998).
Infertilitas adalah ketidakmampuan untuk hamil dalam waktu satu tahun. Infertilitas
primer bila pasutri tidak pernah hamil dan infertilitas sekunder bila istri pernah hamil.
(Siswandi, 2006).
KLASIFIKASI
a. Fertilitas primer istri belum pernah hamil walaupun bersenggama (2-3 kali
seminggu) dan dihadapkan kepada kemungkinan kehamilan selama 12 bulan tanpa
proteksi.
b. Fertilitas sekunder istri pernah hamil, akan tetapi kemuadian tidak terjadi kehamilan
lagi walaupun bersenggama (2-3 kali seminggu) dan dihadapkan kepada kemungkinan
kehamilan selama 12 bulan tanpa proteksi.

Ilmu kandungan, Hanifa Winkjosastro, 2007
Buku Acuan Nasional Pelayanan KB, 2007

Sterilitas
a. Definisi : Ketidakmampuan untuk hamil lagi secara permanen
b. Apakah sterilitas hanya pada kontrasepsi mantap?
Tindakan medis : misalanya Adanya atonia uteri, Pengambilan ovarium
Alamiah : bias dari ovarium atau uterus yang tidak terbentuk, dari testis yang
tidak turun

9. Sebutkan faktor-faktor yang menyebabkan infertilitas pada pria dan wanita
!
FAKTOR DAMPAK
Usia wanita Semakin tua usia (diatas 40 tahun), semakin lama
waktu untuk konsepsi.

Usia laki-laki Frekuensi koitus berkurang dengan meningkatnya
usia.

Frekuensi koitus Ada korelasi positif antara frekuensi koitus dengan
angka kehamilan.

Masa koitus Koitus pada masa ovulasi (hari 10-15
memaksimalkan kemungkinan ovulasi, karena ovum
hanya hidup kira-kira 12-24 jam.

Lubrikan Lubrikan seperti K-Y jelly mengandung spermisidal
dan bila digunakan untuk lubrikasi dapat
menghambat konsepsi.

Merokok/ alcohol Jika berlebihan dapat meperburuk kualitas sperma.
Penggunaan marijuana dapat mengurangi jumlah
dan motilitas sperma.

Pembedahan Pembedahan organ reproduksi atau pada panggul
wanita atau laki2 dapat menimbulkan masalah
fertilitas karena terjadinya perbahan anatomi atau
kerusakan pada syaraf terutama pada laki-laki.

Infeksi saluran genitalia yang
ditularkan secara seksual
(infeksi traktus genitalia)
Gonorea dan klamidia adalah PMS utama yang
mengakibatkan penyekit radang panggul dan
gangguan fertilitas
Penyekit yang ditularkan
tidak melalui hubungan
seksual
Penyakit seperti tuberculosis genitalia
(yangdisebabkan oleh virus), infeksi postpartum dan
posabortus juga dapat menurunkan fertilitas

Obat-obatan (missal, anti
hipertensi dan transquilizers)
Obat-obatan tertentu dpat mengakibatkan impotensi.
Ada pula obat-obatan ynag mengganggu fungsi
spermatogenesis dan ovarium (misalnya, obat anti
kanker)
Radiasi Gangguan fungsi gonad dapat terjadi karena radiasi
Buku Acuan Nasional Pelayanan KB, 2007

Sumber lain :
a. Umur istritidaklah berpengaruh, setidak-tidaknya sampai umur 30-an akhir, dan
wanita berusia lebih tua mungkin memerlukan waktu lebih lama untuk menjadi hamil
b. Umur suamiumur suami mempunyai efek yang bermakna pada frekuensi senggama
yang berhubungan langsung dengan kesempatan menjadi hamil, tetapi sebaliknya
umur suami tampaknya hanya berpengaruh sedikit sekali pada kemampuan
reproduksi, kecuali pada umur lanjut (>60 tahun)
c. Frekuensi senggama
Frekuensi senggama yang rendah merupakan sebab yang umum dari infertilitas

Frekuensi senggama % kehamilan dalam waktu 6
bulan
< 1 per minggu
1 per minggu
2 per minggu
3 per minggu
17
32
46
51
d. Waktu/saat senggama
Senggama pra-ovulasi merupakan kunci utama untuk memperbesar kemungkinan
timbulnya kehamilan
e. Alkohol, merokok, obat-obatan (barbiturat, narkotika, sitostatika, dll)
f. Malnutrisi berat
g. Efek dari sirkumsisi wanita
Sumber : Keluarga Berencana dan Kontrasepsi; dr. Hanafi Hartanto

10. Apa saja pemeriksaan penunjang yang dilakukan untuk kasus ini?
a. Tahap wawancara (anamnesis)
Tahap awal merupakan wawancara untuk pengumpulan data-data pasien tentang
jatidiri, riwayat kesehatan, riwayat perkawinan terdahulu dan sekarang, riwayat
infertilitas, riwayat hubungan seksual, dan riwayat reproduksi.
b. Tahap pemeriksaan fisik
Pemeriksaan fisik baik suami maupun istri meliputi :
- Keadaan fisik secara umum, seperti tinggi, berat, sebaran rambut, dll.
- Keadaan alat-alat reproduksi, seperti testis, vagina, klitoris, rahim, dll.
A. Pemeriksaan sperma
Untuk menilai sperma maka dilakukan pemeriksaan atas jumlah
spermatozoa, bentuk dan pergerakannya. Sebaiknya sperma yang
diperiksa, ditampung setelah pasangan tidak melakukan coitus
sekurang2nya selama 3 hari dan sperma tersebut hendaknya diperiksa
pada 1 jam setelah keluar.
Ejakulat yang normal sifatnya sbb:
Volume 2-5 cc
Jumlah spermatozoa 100-120 juta per cc
Pergerakan 60% dari spermatozoa masih bergerak selama 4 jam
setelah dikeluarkan
Bentuk abnormal 25%
Pria yang infertile spermatozoanya 60 juta per cc atau lebih
Subfertil 20-60 juta per cc
Steril 20 juta per cc atau kurang
Untuk pennilaian lebih lanjut perlu diperiksa 17 ketosteroid,
gonadotrofin dalam urin, dan biopsy dari testis.
B. Pemeriksaan ovulasi
Terjadinya ovulasi dapat kita ketahui dengan berbagai pemeriksaan:
1. Pencatatan suhu basal kalau siklus ovulatoar, maka suhu basal
bersifat bifasis. Sesudah ovulasi terjadi kenaikan suhu basal
disebabkan pengaruh progesterone

2. Dengan pemeriksaan vaginal smear; pembentukan progesterone
menimbulkan perubahan-perubahan sitologi pada sel-sel superfisial.
3. Pemeriksaan lendir serviks adanya progesterone menimbulkan
perubahan sifat lender serviks ialah lendir tersebut menjadi kental,
juga gambaran fern (daun pakis) yang terlihat pada lendir yang telah
dikeringkan hilang.
4. Pemeriksaan endometrium kuretase pada hari pertama haid haid
atau pada fase premenstrual menghasilkan endometrium dalam
stadium sekresi dengan gambaran histoogi yang khas
5. Pemeriksaan hormone seperti estrogen, ICSH, pregnadiol
6. Pemeriksaan lendir serviks
Keadaan dan sifat lendir serviks sangat mempengaruhi keadaan
spermatozoa:
a. Kentalnya lendir serviks
Lendir serviks yang cair lebih mudah dilalui spermatozoa. Pada
stadium proliferasi lendir serviks agak cair karena pengaruh
estrogen, sebaliknya pada stadium sekresi lendir serviks lebih
kentak karena pengaruh progesteron
b. pH lendir serviks
Lendir serviks bersifat alkalis dengan pH 9 pada suasana yang
alkalis spermatozoa dapat hidup lebih lama. Suasana menjadi
asam pada cervisitis
c. enzim proteolitik
tripsin, kemotripsin mempengaruhi viskositas lendir serviks
d. dalam lendir serviks juga ditemukan Ig yang dapat menimbulkan
aglutinasi dari spermatozoa.
e. berbagai kuman2 dalam lendir serviks dapat membunuh
spermatozoa
biasanya baik tidaknya lendir serviks diperiksa dengan:
SIMS HUHNER TEST
Pemeriksaan lendir serviks dilakukan post coitum sekitar waktu
ovulasi
Dianggap baik jika terdapat 5 spermatozoa yang motil per high
powerfield
Sims huhner test yang baik menandakan:
- teknik koitus baik
- lendir serviks normal
- estrogen ovarial cukup
- sperma cukup baik
KURZROCK MILLER TEST
Dilakukan pada pertengahan siklus kalau hasil sims huhner test
kurang baik
Satu tetes lendir serviks diletakkan berdampingan dengan tetes
sperma pada obyek glass; dilihat apakah ada penetrasi
spermatozoa. Kalau tidak ada invasi spermatozoa, lendir serviks
kurang baik.
f. Pemeriksaan tuba
Untuk mengetahui keadaan tuba dapat dilakuakan:
- Pesturbasi (insuflasi) rubin test (utuh tidaknya tuba)
- Histerosalpingografi bentuk cavum uteri, bentuk liang
tuba, sumbatan nampak jelas
- Kuldoskopi keadaan tuba dan ovarium
- Laparoskopi dapat diketahui genitalia interna dan sekitarnya
g. Pemeriksaan endometrium
Pada stadium premenstrual atau pada hari pertama haid
dilakukan mikrokuretase.
Endometrium yang normal harus memperlihatkan hambaran
histologik yang khas untuk stadium sekresi. Kalau tidak ditemukan
stadium sekresi maka:
- Endometrium tidak bereaksi dengan progesterone
- Produksi progesterone kurang
Sumber : Ginekologi, FK UNPAD
c. Tahap pemeriksaan laboratorium
Pria
Analisis sperma untuk mengetahui mutu air mani dan spermatozoanya,
meliputi jumlah sperma/ml, bentuk, gerakan, jumlah dan persentase yang hidup
serta pencairan air mani.
Wanita
Pemantauan ovulasi, untuk menentukan apakah ovarium menghasilkan sel
telur yang matang. Pemantauan ovulasi ini dapat dilakukan dengan beberapa
cara :
Riwayat siklus haid: siklus haid yang teratur dan normal, nyeri per-
tengahan siklus, perdarahan atau peningkatan luah atau cairan va-gina
(vaginal discharge), mastalgia prahaid menandakan ovulasi telah terjadi.
Uji pakis: pemeriksaan pada hari ke-23-28 siklus haid, istri diminta datang
untuk pengambilan getah serviks dari kanal endoserviks ke-mudian
dikeringkan pada gelas objek dan diperiksa pengaruh estro-gen. Jika tidak
terdapat pola daun pakis dan kristal getah serviks berarti ovulasi telah
terjadi.
Suhu Basal Badan (SBB): SBB diperiksa setiap bangun pagi hari se-belum
melakukan aktivitas apapun. Nilainya ditandai pada kertas grafik. Jika
wanita berovulasi, grafik akan memperlihatkan pola bifasik dengan tukik
pada pertengahan siklus.
Sitologi vagina atau sitologi endoserviks: memantau perubahan pada sel-
sel yang tereksfoliasi selama fase luteal (pengaruh progesteron).
Biopsi endometrium (mikrokuretase): dapat dilakukan secara poliklinis
dengan pembiusan ringan atau tanpa pembiusan. Dengan memakai kuret
kecil. Dilakukan pada 5-7 hari sebelum hari haid berikutnya.
Laparoskopi diagnostik : melihat secara langsung adanya bintik ovu-lasi
atau korpus luteum sebagai hasil ovulasi.
Peneraan hormon: menentukan kadar hormon dalam darah, urin mau-pun
liur (saliva). Kadar normal dalam satu siklus :








Jenis
hormon
Satuan Fase siklus haid
Praovulasi Ovulasi Pasca ovulasi
FSH
LH
PRL
E2
P
mUI/ml
mUI/ml
ng/ml
pg/ml
ng/ml
5-20
5-15
-
25-75
<5
15-45
30-40
5-25
200-600
5-8
5-12
5-15
-
100-300
10-30
Histeroskopi: dapat memperlihatkan lukisan endometrium yang bening
kekuningan, yang sesuai dengan fase luteal.
Ultrasonografi: dapat memantau perkembangan folikel dan menentukan
saat ovulasi. Pemeriksaan dilakukan secara serial.
Penilaian rahim dan saluran telur dapat dilakukan dengan beberapa cara :
Biopsi endometrium: selain untuk penilaian ovulasi, juga dapat untuk
pemeriksaan histologik lain, misalnya biakan terhadap tuberkulosis,
menilai adanya hiperplasia endometrium. Terkadang dijumpai adanya
hiperplasia fokal meskipun siklus berovulasi berdasarkan peneraan
homon P plasma pada pertengahan fase luteal. Oleh karena itu perlu
dilakukan pemeriksan rasio P/E2 dan PRL/E2 bersamaan dengan biopsi
endometrium.
Uji insuflasi/pertubasi: CO2 ditiupkan melalui kanal serviks dan dibuat
rekaman kymograf terhadap tekanan uterus, perubahan tekanan ber-arti
tuba Falloppii paten. Gas ini juga dapat didengar dengan stesto-skop atau
dilihat dengan sinar X.
Hidrotubasi: prinsipnya sama dengan pertubasi hanya yang diguna-kan
adalah cairan yang mengandung antibiotika Kanamycin 1 gram,
deksametason 5 mg dan antipasmodik cair.
Histerosalpingogram: dilakukan pada paro-pertama siklus haid, larutan
radioopak disuntikkan melalui kanal serviks ke dalam rahim dan saluran
telur. Perjalanan larutan tersebut dipantau di layar dengan penguat
bayangan.
Histeroskopi : melihat secara langsung keadaan permukaan endome-
trium.
Laparoskopi : melihat secara langsung dan menguji patensinya de-ngan
menyuntikkan larutan biru metilen atau indigokarmin, dan de-ngan
melihat pelimpahannya ke dalam rongga peritoneal. Laparoskopi juga
dapat memperlihatkan perlekatan pelvis, endometriosis, dan patologi
ovarium tetapi tidak dapat menggambarkan keadaan rongga uterus.
Ultrasonografi atau endosonografi: menilai bentuk, ukuran, serta patologi
uterus maupun tebal endometrium.
Analisis infeksi TORSH-KM (toksoplasma, rubella, sitomegalus, herpes sim-
pleks, klamidia, mikoplasma).
Uji pasca-sanggama (UPS) untuk melihat apakah air mani sudah memancar
dengan baik ke puncak vagina selama sanggama. UPS dilakukan 2-3 hari
sebelum perkiraan ovulasi. Pasien diminta datang 2-8 jam setelah sangga-ma
normal. Getah serviks diisap dari kanal endoserviks dan diperiksa de-ngan
mikroskop, jika terdapat 20 spermatozoa per lapang pandang besar (LPB=
x400) maka kemungkinan hamil cukup besar, antara 1-20 spermatozoa per
LPB sudah memuaskan.

IV. Pemeriksaan Lanjutan
Pemeriksaan endoskopi adalah pemeriksaan dengan menggunakan alat
teleskop (teropong) yang dimasukkan ke dalam rongga tubuh melalui saluran
alami (kanal serviks: pada histeroskopi; kanal servik-rongga rahim, mulut
saluran telur: pada tuboskopi/Falloposkopi), suatu pembedahan kecil (di
daerah pusar atau umbilikus: pada laparoskopi; di puncak cekungan vagina
belakang atau forniks posterior: pada hidrolaparoskopi). Ada 4 (empat) macam
endoskopi dalam bidang ginekologi:
o Histeroskopi atau teropong rongga rahim
o Laparoskopi atau teropong rongga perut
o Tuboskopi/Falloposkopi atau teropong rongga salutan telur
o Hidrolaparoskopi atau teropong rongga panggul disertai penggenangan
cairan


Histeroskopi digunakan untuk:
o melihat keadaan saluran mulut rahim, rongga rahim, mulut dalam saluran
telur, besarnya rongga rahim, warna atau kejernihan selaput rahim,
o untuk membedakan polip endometrium dan leiomiom submukosum;
o untuk memastikan perlekatan dalam rahim dan kelainan bawaan dalam
rahim; untuk me-ngenali kelainan-kelainan pada histerogram;
o untuk penatalaksanaan operasi pada sekat rahim yang menyebabkan
keguguran berulang. Laparoskopi digunakan untuk melihat berbagai
kelainan di dalam rongga panggul (pelvis) atau rongga perut (abdomen)
misalnya kista (tumor) indung telur (ova-rium), tumor rahim (miom uterus),
perlekatan di rongga panggul akibat infeksi atau endometriosis, bintil-bintil
(lesi) endometriosis yang tidak terlihat dengan alat ultrasonografi,
pembengkakan saluran telur (hidrosalpinks), dan juga bebe-rapa kelainan
bawaan rahim seperti rahim dua-tanduk (uterus bikornis) atau tiadanya
indung telur (agenesis ovarii).

Tuboskopi atau Falloposkopi digunakan untuk melihat bagian dalam saluran
telur, baik permukaannya maupun rongganya, misalnya adakah perlekatan
akibat infeksi, penyempitan bawaan, dan hilangnya bulu getar (silia) selaput
lendir (mu-kosa) saluran telur.
Hidrolaparoskopi merupakan suatu teknik mutakhir untuk melihat suatu
gangguan fungsi dan anatomik ujung saluran telur atau cekungan di belakang
rahim (kavum Douglas), misalnya perlekatan ujung saluran telur (fimbria),
endometriosis, miom uterus subserum di bagian belakang rahim atau kista
ovarium.
Pemeriksaan endoskopi tidak dilakukan begitu saja pada semua wanita,
melainkan harus dengan dasar yang jelas, misalnya pada wanita infertil yang
telah melaku-kan pemeriksaan infertilitas dasar sebelumnya tetapi belum
diketahui penyebab infertilnya, dan pada wanita yang diduga adanya
endometriosis, miom, tumor atau kanker rahim.

d. Apa Terapi DAN EDUKASI untuk pasien tersebut BEDAKAN UTK PRIA
DAN WANITA?
Terapi Sederhana pada Infertilitas
Terapi infertilitas sering tidak berhasil, hanya 25 50% dari semua pasangan
suami-isteri yang mendapat pengobatan berhasil melahirkan bayi hidup. Keberhasilan
terapi umumnya tergantung dari penyebab infertilias.
Pada umumnya, bila infertilitas di sebabkan oleh infeksi yang di derita
sebelumnya. Baik kerusakan tuba fallopii maupun sumbatan epididymas atau vas
deferens, maka prognosa adalah jelek.
Terapi operatif pada kedua keadaan tersebut. Meskipun di lakukan oleh ahli
bedah yang sudah berpengalaman dan pada penderita penderita yang telah di seleksi
dengan ketat, hanya berhasil mendatangkan kehamilan pada tidak lebih 20 30%
kasus. Sedangkan kemungkinan timbulnya kehamilan ektopik setelah tubopiasti
adalah 6 15%.
Beberapa kasus mungkin mudah di obati. Pasangan suami isteri dengan
infertilitas yang tidak di ketahui penyebabnya. Mungkin hanya merupakan keadaan
subfertil saja dan sering dapat menjadi hamil dengan pertolongan sederhana seperti
perencanaan waktu sanggama yang bersamaan dengan saat ovulasi.
Infertilitas yang di sebabkan oleh infeksi asimptomatis. Umumnya gonorrhea
atau infeksi Chlamydia atau mycoplasma dapat di obati dengan antibiotika.
Bila jumlah spermatozoa rendah dan tidak dapat diobati dengan
medikamentosa atau bila ada persoalan dengan ejakulasi, salah satu cara pengobatan
adalah dengan inseminasi artefisial dengan semen suami (AIH).
Pada kelainan kelainan ovulasi, dapat di berikan terapi medikamentosa,
misalnya dengan clomiphene sitrat per oral di mulai pada hari ke-5 haid dan di minum
selama 5 hari. Clomiphene sitrat merangsang ovulasi dengan jalan meniadakan efek
suppresif-ovulasi dari estrogen selama bagian pertama dari siklus haid.
Bila dengan dosis 50 mg per hari ovulasi belum timbul, dapat di berikan dosis
lebih tinggi sampai 250 mg perhari selama 10 hari pada siklus siklus berikutnya.
Pada 70 80% akan timbul ovulasi, dan angka kehamilan bervariasi antara 30 50%.
Clomiphene sitrat hanya menyebabkan sedikit efek samping yang serius, pada
dosis rendah mungkin terjadi pembesaran ovarium dan rasa tidak enak di perut, pada
dosis lebih tinggi mungkin juga timbul gangguan penglihatan atau rasa panas di wajah
(hot flushes). Resiko timbulnya kehamilan multiple tampaknya rendah.
Hanya sayang bahwa harga clomiphene sitrat relatif mahal.Bromberpane
kadang kadang di gunakan untuk merangsangtimbulnya ovulasi pada wanita dengan
kadar prolaktin yang tinggi. Dosis 7,5 mg per hari akan menurunkan kadar prolaktin
dan ovulasi umumnya timbul setelah 30 90 hari pengobatan dengan angka
kehamilan bervariasi antara 50 90%. Harga bromocriptine juga mahal.
Terapi sederhana pada infertilitas relatif sangat terbatas. Pengobatan
infertilitas umumnya lebih rumit dan mahal, misalnya salah satu cara terbaru, in vitio
fertilization dan embryo transfer, merupakan satu contoh betapa kompleksnya
pengobatan infertilitas ini.

Konseling Perihal Fertilitas dan Infertilitas
Pasangan suami isteri yang mengalami keterlambatan dalam konsepsi atau
yang memakai kontrasepsi tetapi merencanakan untuk mempunyai anak di waktu
yang akan dating. Harus mengetahui keadaan keadaan apa saja yang dapat
mengurangi atau menambah fertilitas mereka, antara lain :
1. Partner seks yang banyak
Partner seks yang banyak meninggikan resiko terkena PHS, termasuk infeksi
pelvis dengan akibat kerusakan tuba fallopii yang irreversbel dan kehamilan
ektopik; di samping itu juga memperbesar resiko terjadinya neoplasma intra-
ephitelial seviks (CIN) dan kondisi kondisi lain yang memerlukan terapi dari
jaringan serviks. Terapi tersebut dapat menimbulkan luka perut atau merusak sel
mucus serviks dan mengurangi kemungkinan menjadi hamil.
Pada beberapa wanita dengan partner seks yang banyak, dapat timbul antibodi
terhadap spermatozoa.
Pemakaikan kondom secara teratur, kecuali bila ingin hamil. Dapat mengurangi
PHS, CIN dan pembentukan antibodi terhadap spermatozoa.
2. Kesadaran akan fertilitas = Fertility awareness
Selama masa kehidupan reproduksi seorang wanita, perubahan perubahan
hormonal yang siklis di isyaratkan dalam beberapa cara yang dapat di ukur.
Dengan mencatat perubahan perubahan lendir serviks, suhu badan basal,
mittelschmerz, seorang wanita akan sadar perihal status fertilitasnya.
3. Teknik sanggama
Beberapa peneliti berpendapat bila uterus dalam posisi antefleksi, maka agar
dapat terjadi kehamilan, posisi sanggama yang terbaik adalah wanita berbaring
terlentang dengan kedua pinggul di tunjang dan di tinggikan dengan bantuan
bantal.
Dan di perkirakan bahwa tetap dalam posisi terlentang selama 20 menit atau lebih
setelah sanggama selesai, akan memberi lebih banyak kesempatan kepada
spermatozoa untuk berhubungan dengan serviks.
4. Lubrikans
Beberapa lubrikans seperti K-Y jelly mempunyai sifat spermisid; dan tanpa di
ketahui oleh pasangan suami-isteri di gunakan sebagai lubrikans sedangkan
sebenarnya mereka menginginkan terjadinya kehamilan.
5. Pembilasan Vagina (Douching)
Meskipun merupakan metode kontrasepsi yang sama sekali tidak bias di andalkan
pembilasan vagina pada pasangan suami-isteri yang keadaan fertilitasnya sudah
rendah, dapat membunuh spermatozoa yang sangat di perlukan.
6. Medikamentosa
Beberapa medikamentosa dapat mempengaruhi fertilitas pria dengan
menyebabkan impotensi, ejakulasi retrograde atau gangguan sementara
spermatogenesis.
Narkotik, trankuiliser (phenothiazines), monoamine-oxidase inhibitors,
guanethedine dan metildopa dapat menimbulkan impotensi; sedangkan obat anti
malaria, nitrofurantoin, cimetidine, beberapa antihipertensi dan methotrexate
dapat mempengaruhi produksi spermatozoa.
Diethylstilbestrol (DES) dapat mengurangi fertilitas pria maupun wanita. Angka
kejadian untuk karsinoma testis, abnormalitas spermatozoa dan testis yang tidak
turun (cryptorchidismus) dapat lebih tinggi pada pria yang mempunyai hubungan
dengan DES.
7. Iradiasi
Epitel germinal testis (yang menutupi terbulus seminifors) dapat terganggu
(sementara dan/atau irreversible, oleh iradiasi, dan dapat terjadi kelainan
kelainan kromosom. Di samping itu, iradiasidapat mempertinggi resiko
karsinoma testis.
Pada wanita, iradiasi dapat menyebabkan kegagalan dari ovarium.
8. Kerja Fisik / Jasmani
Beberapa atlet wanita (pelari jarak jauh atau penari professional) dapat
mengalami amenore yang irreversibel.
Pria yang sering mandi / berendam dalam air hangat / panas dapat menyebabkan
peninggian suhu skrotum sehingga terjadi penurunan produksi spermatozoa.
9. Pakaian ketat
Pakaian ketat yang di pakai oleh pria mempunyai efek yang sama dengan mandi /
berendam air hangat / panas dan menyebabkan peninggian suhu skrotum dengan
akibat terjadi penurunan produksi spermatozoa.
10. Pekerjaan
Beberapa jenis pekerjaan seperti supir truk jarak jauh, dapat menyebabkan
oligospermia oleh karena hubungan / keterbukaan terhadap panas.
11. Nutrisi / Gizi
Status gizi yang jelek dapat memberikan efek umum yang buruk terhadap
fertilitas. Meskipun tampaknya gangguan terhadap konsepsi belum timbul selama
belum terjadi kelaparan yang sebenarnya.
Sebaliknya, obesitas dapat mengurangi frekuensi ovulasi dan mengurangi
frekuensi sanggama, sehingga mempengaruhi fertilitas dan kemungkinan
konsepsi.
12. Merokok / Alkohol
Merokok / tembakau dan alkohol dapat menyebabkan kualitas spermatozoa yang
jelek pada beberapa kasus.
Marijuana juga menyebabkan berkurangnya motilitas dan jumlah spermatozoa.
Pada wanita hamil, merokok dan alkohol dapat memberikan efek negative
terhadap janin yang sedang tumbuh.
13. Polusi
Pb, asap beracun dan kontak dengan pestisida disangka mempunyai hubungan
dan/atau sebagai penyebab dari infertilitas.
14. Pembedahan / Operasi
Berbagai macam tindakan pembedahan dan beberapa pengobatan medik dapat
memberikan dampak pada fertilitas. Bila pengobtan terssebut memang di
perlukan, bisa akan penderita perihal dampaknya terhadap fertilitas.


A. Wanita
Pengetahuan tentang siklus menstruasi, gejala lendir serviks puncak dan waktu yang
tepat untuk coital
Pemberian terapi obat, seperti;
1. Stimulant ovulasi, baik untuk gangguan yang disebabkan oleh supresi hipotalamus,
peningkatan kadar prolaktin, pemberian tsh .
2. Terapi penggantian hormon
3. Glukokortikoid jika terdapat hiperplasi adrenal
4. Penggunaan antibiotika yang sesuai untuk pencegahan dan penatalaksanaan infeksi
dini yang adekuat
GIFT ( gamete intrafallopian transfer )
Laparatomi dan bedah mikro untuk memperbaiki tuba yang rusak secara luas
Bedah plastic misalnya penyatuan uterus bikonuate,
Pengangkatan tumor atau fibroid
Eliminasi vaginitis atau servisitis dengan antibiotika atau kemoterapi

B. Pria
Penekanan produksi sperma untuk mengurangi jumlah antibodi autoimun, diharapkan
kualitas sperma meningkat
Agen antimikroba
Testosterone Enantat dan Testosteron Spionat untuk stimulasi kejantanan
HCG secara i.m memperbaiki hipoganadisme
FSH dan HCG untuk menyelesaikan spermatogenesis
Bromokriptin, digunakan untuk mengobati tumor hipofisis atau hipotalamus
Klomifen dapat diberikan untuk mengatasi subfertilitas idiopatik
Perbaikan varikokel menghasilkan perbaikan kualitas sperma
Perubahan gaya hidup yang sederhana dan yang terkoreksi. Seperti, perbaikan nutrisi,
tidak membiasakan penggunaan celana yang panas dan ketat
Perhatikan penggunaan lubrikans saat coital, jangan yang mengandung spermatisida

PENANGANAN BERDASARKAN ETIOLOGI
1. Varikokel. Tindakan yang saat ini dianggap paling tepat adalah dengan operasi berupa
pengikatan pembuluh darah yang melebar (varikokel) tersebut. Sebagian besar
penelitian menunjukkan manfaat tindakan ini walaupun metodologi penelitiannya
belum sempurna karena tanpa pembanding. Suatu penelitian dengan pembanding
menunjukkan keberhasilan tindakan pada 66 persen penderita berupa peningkatan
jumlah sperma dan kehamilan, dibandingkan dengan hanya 10 persen pada kelompok
yang tidak dioperasi.
2. Infertilitas yang tidak diketahui penyebabnya merupakan masalah bermakna karena
meliputi 20 persen penderita. Penanggulangannya berupa pemberian beberapa macam
obat, yang dari pengalaman berhasil menaikkan jumlah dan kualitas sperma. Namun
sebagian besar penelitian yang dilakukan dengan menggunakan pembanding, tidak
menunjukkan perbaikan bermakna. Usaha menemukan penyebab di tingkat
kromosom dan keberhasilan manipulasi genetik tampaknya menjadi titik harapan di
masa datang.
3. Adanya penyumbatan di saluran sperma hanya dapat dipastikan dengan operasi. Bila
sumbatan tidak begitu parah, dengan bantuan mikroskop dapat diusahakan
koreksinya. Pada operasi yang sama, dapat juga dipastikan ada atau tidaknya produksi
sperma di buah zakar.
4. Sesuai dengan kelainan yang ditemukan, maka penyebab lain bisa diatasi dengan
koreksi hormonal dan penghentian obat-obatan yang diduga menyebabkan gangguan
sperma.
5. Namun, usaha-usaha di atas ada kalanya belum berhasil untuk meningkatkan kualitas
dan kuantitas sperma, sehingga diperlukan teknik reproduksi bantuan. Termasuk
dalam hal ini adalah inseminasi bantuan dan inseminasi in-vitro (IVF/bayi tabung),
yang sangat membantu mengatasi masalah infertilitas pria.
INSEMINASI BUATAN
Inseminasi buatan demi kelahiran seorang anak, cara ini di luar kebiasaan, karena
biasanya melalui hubungan seksual langsung antara laki-laki dengan perempuan, terjadi
melalui dua jalan yang mendasar:
1- Jalan inseminasi dalam, hal ini dengan menyuntikkan sperma laki-laki di tempat yang
sesuai dalam tubuh wanita.
2- Jalan inseminasi luar, di antara sperma laki-laki dengan telur wanita dalam tabung uji
dalam laboratorium medis kemudian telur yang sudah dibuahi tersebut ditanam dalam
rahim seorang wanita.

Jalan Inseminasi Dalam:
Cara pertama, benih jantan diambil dari laki-laki beristri lalu disuntikkan pada
tempat yang sesuai di dalam saluran rahim atau dalam rahim istrinya sehingga
benih itu bertemu secara alami dengan sel telur yang dipancarkan oleh indung
telur istrinya, maka terjadilah pembuahan yang selanjutnya adalah bersemayam di
dinding rahim dengan izin Allah- seperti yang terjadi dalam persetubuhan. Cara
ini digunakan jika suami mempunyai keterbatasan karena suatu sebab sehingga
dia tidak berhasil menyampaikan spermanya ke sasarannya pada saat terjadi
persetubuhan.
Cara kedua, benih jantan di ambil dari seorang laki-laki lalu ia disuntikkan di
tempat yang sesuai pada istri orang lain sehingga terjadi pembuahan dari dalam
dan selanjutnya menempel di dinding rahim sebagaimana dalam cara yang
pertama. Cara ini digunakan manakala suami mandul tidak mempunyai bibit
dalam spermanya sehingga benih jantan diambil dari orang lain.



Jalan Inseminasi Luar:
Cara ketiga, benih jantan diambil dari suami demikian juga sel telur dari istrinya,
lalu keduanya diletakkan dalam tabung uji medis dengan syarat-syarat fisika
tertentu sehingga benih jantan milik suami membuahi sel telur milik istri dalam
wadah uji, setelah pembuahan ini mulai terbagi dan meningkat jumlahnya, dalam
waktu yang sesuai dipindahkan dari tabung uji ke rahim istri itu sendiri, pemilik
sel telur agar ia menempel pada dinding rahimnya, maka ia tumbuh dan terbentuk
seperti janin lainnya, di akhir masa kehamilan istri melahirkan anak laki-laki atau
anak perempuan. Ini yang dikenal dengan bayi tabung yang dibuktikan oleh
penemuan ilmiyah yang dimudahkan oleh Allah, sampai hari telah ada beberapa
anak yang lahir melalui cara ini, laki-laki, perempuan dan kembar, beritanya
diekspos oleh koran-koran internasional dan media-media informasi lainnya. Cara
ini digunakan manakala istri mandul akibat tersumbatnya saluran di antara rahim
dengan indung telurnya.
Cara keempat, inseminasi luar dalam tabung uji antara benih jantan yang diambil
dari suami dan sel telur yang diambil dari seorang wanita yang bukan istrinya,
mereka menyebutnya dengan relawan, kemudian kedua benih yang telah bertemu
ini di masukkan ke dalam rahim istrinya. Cara digunakan manakala indung telur
istri tidak berfungsi atau rusak sama sekali namun rahimnya sehat dan mungkin
menerima pertemuan kedua benih padanya.
Cara kelima, inseminasi luar dalam tabung uji di antara benih jantan dari seorang
laki-laki dan sel telur dari seorang wanita yang bukan istrinya, mereka
menamakannya dengan dua orang relawan kemudian kedua benih yang telah
bertemu ini dimasukkan ke dalam rahim wanita lain yang bersuami. Mereka
menggunakan cara ini manakala wanita yang bersuami di mana kedua benih itu di
masukkan kepadanya mandul karena indung telurnya rusak namun rahimnya
sehat, suaminya mandul dan keduanya menginginkan seorang anak.
Cara keenam, inseminasi dilakukan di luar dalam tabung uji di antara benih suami
istri kemudian dimasukkan kepada seorang wanita yang menjadi relawan untuk
mengandungnya. Mereka menggunakan cara ini manakala istri tidak mampu
untuk hamil karena suatu sebab pada rahimnya, namun sel telurnya sehat dan
aktif, atau dia memang tidak berminat untuk hamil, maka ada seorang wanita yang
sukarela menggantikannya.Inilah cara-cara inseminasi buatan yang diwujudkan
oleh ilmu demi mengatasi sebab-sebab terhambatnya kehamilan