Anda di halaman 1dari 16

1 | T E K N O L O G I P R O D U K S I B E N I H ( H P T ) 2 0 1 4

1. PENDAHULUAN
1.1 . Latar Belakang
Hama merupakan semua binatang atau organisme yang aktifitasnya
menimbulkan kerusakan pada tanaman dan menimbulkan kerugian secara
ekonomis. Salah satu jenis hama yang menyerang tanaman adalah hama jenis
serangga (Insekta). Jenis hama serangga tidak hanya dijumpai di ladang
ataupun di sawah, akan tetapi hama serangga dapat pula di jumpai pada bahan-
bahan simpanan di gudang.
Hama gudang hidup dalam ruang lingkup yang terbatas, yakni hidup
dalam bahan-bahan simpanan di gudang. Umumnya hama gudang yang sering
dijumpai adalah dari ordo Coleoptera (bangsa kumbang), seperti Tribolium sp.,
Sitophilus oryzae, Callocobruchus chinensis, Sitophilus zaemays, Necrobia
rufipes dan lain-lain
Penanganan akan hama gudang sangatlah perlu dilakukan untuk
mengurangi kerusaka kualitas dan penurunan kuantitas produk pertanian dalam
penyimpanannya. Oleh karena itu perlu dilakukan identifikasi terhadap sifat,
karakteristik serta morfologi dari hama gudang tersebut. Supaya nantinya dapat
dilakukan penanganan yang tepat.

1.2 Tujuan
- megetahui pengertian hama gudang
- mengetahui hama beras dan hama kacang ijo meliputi morfologi, daur
hidup dan pengendaliannya
1.3 Manfaat
Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh hama pada penyimpanan
beras dengan berbagai varietas dan penyimpanan kacang ijo.






2 | T E K N O L O G I P R O D U K S I B E N I H ( H P T ) 2 0 1 4

2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Definisi Hama Gudang (3 Ing + Terjemah)
Storage pests, namely disruptive or destructive pests in storage
warehouse
(Hama Gudang, yaitu hama yang mengganggu atau merusak di dalam
gudang penyimpanan)(Anonymous a,2014)
Warehouse pest is an organism which can cause shrinkage of the
qualitative and quantitative food stored. Depreciation qualitative
damage that occurs due to changes in the biological, physical, chemical,
and biochemical and quantitative depreciation is the amount of weight
lost due to postharvest handling of materials that are not professional
and biological disturbance.
(Hama gudang merupakan organisme yang dapat menyebabkan
penyusutan kualitatif dan kuantitatif dari bahan pangan yang disimpan.
Penyusutan kualitatif yaitu kerusakan yang terjadi karena perubahan
biologi, fisik, kimia, dan biokimia serta penyusutan kuantitatif adalah
kehilangan jumlah bobot bahan akibat penanganan pascapanen yang
tidak professional dan gangguan biologi.)(anonymous b,2014)
Pests warehouse is destructive agricultural pests while in storage or
during storage
(Hama gudang adalah hama yang merusak produk pertanian saat
berada di gudang atau pada masa penyimpanan)(Anonymous c,2014)

2.2 . Sitophilus oryzae (meliputi, morfologi, daur hidup, dan pengendaliannya +
Gambar literatur)
Menurut Amin (2010), Sitophilus oryzae memiliki morfologi, daur
hidup, dan pengendaliannya ialah :
Morfologi
Imago berwarna coklat terang sampai coklat gelap dengan empat
bercak kuning yang berukuran relatif besar pada elitranya sungutnya
menyiku terdiri dari delapan ruas dan kepala berbentuk moncong,
ukuran tubuh dipengaruhi oleh kondisi makanannya, pada biji yang
3 | T E K N O L O G I P R O D U K S I B E N I H ( H P T ) 2 0 1 4

berukuran besar ukuran hama ini juga besar dan sebaliknya.
Moncongnya memiliki panjang 1 mm hampis seper tiga panjang
tubuhnya. Kepala dengan moncongnya memiliki panjang yang sama
dengan protoraks atau elitra. Protoraksnya sangat kuat dan elitranya
memiliki kolom cekungan. larva gendut, tidak bertungkai dan berwarna
putih kekuning - kuningan. Larva tidak berkaki dan bertahan di dalam
buah. Pupa bertipe bebas dengan bentuk ukuran sudah mirip dewasa
dan dengan panjang tubuh 3 - 5 mm.

Siklus Hidup
Serangga S.oryzae mengalami metamorfosis sempurna
(holometabola) dengan stadia yang terdiri dari telur, larva, pupa, dan
imago. Siklus hidup S.oryzae diawali dengan terlebih dahulu membuat
lubang dalam butiran biji beras dengan rostumnya. Lubang tersebut
digunakan untuk meletakkan telurnya yang kemudian ditutup dengan
cairan pekat saliva gelatinous. Stadium telur berlangsung sekitar 6 hari.
Telur berwarna putih bening, berbentuk oval, lunak, dan bentuk
ujungnya agak bulat dengan ukuran 0.7 mm x 0.3. Seekor betina
S.oryzae dapat bertelur sampai 25 butir dengan rata-rata 4 butir telur
perharinya. Setelah telur menetas menjadi larva, siklus hidupnya masih
berada didalam beras dengan merusak dan memakan isi biji beras
sehingga meninggalkan kulitnya saja. Larva berwarna putih dan
panjang tubuh berkisar 4-5 mm serta mengalami 3-4 instar (ganti kulit).
Larva mempunyai tipe mulut menggigit dan tidak mempunyai kaki.
Selain itu, larva dapat mengkonsumsi 25% bagian biji dan merupakan
tahap stadia penyebab kerusakan terbesar selama penyimpanan biji-
bijian. Stadia larva 3-4 minggu.Dalam kondisi yang ekstrim, larva dapat
bertahan dalam kondisisuspended animationatau diapus. Aktivitas
biologi dikurangi, dan toleransi terhadap suhu dingin ditingkatkan.
Tahap larva instar akhir, biasanya akan membentuk kokon dengan
mengeluarkan ekskresi cairan kedinding endosperm agar dindingnya
licin dan membentuk tekstur yang kuat . Stadia ini disebut pupa. Stadia
4 | T E K N O L O G I P R O D U K S I B E N I H ( H P T ) 2 0 1 4

pupa berkisar antara 5-8 hari. Pupa dapat berubah warna tergantung
pada umur pupa, dari coklat kemerah-merahan menjadi kehitaman dan
bagian kepala berwarna hitam. Panjang pupa biasanya 2.5 mm dan
masa pupa berlangsung enam hari. Setelah stadia pupa berakhir, pupa
akan menjadi kumbang muda. Namun, kumbang muda ini tidak
langsung keluar, dan berada 2-5 hari, sebelum membuat lubang keluar
yang relatif besar dengan moncongnya. Imago (serangga dewasa) dapat
hidup cukup lama, tanpa makan selama 36 hari, dengan makan umurnya
mencapai 3-5 bulan bahkan 1 tahun (Sitepuet al., 2004). Untuk
mengadakan perkawinan imago betina bergerak di sekitar bahan
makanan dengan membebaskan seks feromon untuk menarik perhatian
imago jantan. Imago jantan memiliki moncong yang pendek, dengan
gerakan lebih lambat daripada betina. Waktu yang diperlukan dari telur
sampai dewasa pada kondisi yang optimum adalah 35 hari pada kondisi
optimum dan 110 hari pada kondisi sub optimum.

Teknik Pengandalian
Pengendalian serangga hama sitophilus oryzae dapat dilakukan
dengan menggunakan Musuh alami hama ini antara lain
Anisopteromalus calandrae How (parasit larva), semut merah dan semut
hitam yang berperan sebagai predator dari larva dan telur hama. Selain
itu, penjemuran produk simpanan pada terik matahari merupakan salah
satu cara pengendalian yang baik, karena dengan adanya penjemuran ini
hama Sitophilus oryzae dapat terbunuh, dengan pengaturan tempat
penyimpanan yang baik yang di tunjang dengan fasilitas penyimpanan
lainnya , dan dengan melakukan fumigasi terhadap produk yang
disimpan

5 | T E K N O L O G I P R O D U K S I B E N I H ( H P T ) 2 0 1 4


2.3 Callosobruchus maculatus meliputi, morfologi, daur hidup, dan
pengendaliannya +Gambar literatur)
Menurut Pracaya (1991), Callosobruchus maculatus memiliki morfologi, daur
hidup dan pengendalian sebagai berikut :
morfologi
Hama ini merupakan hama gudang yang menyerang hasil panen dalam
gudang. Tarsi tampaknya 4-4-4, tapi sesungguhnya 5-5-5. Tubuh oval, bagian
belakang lebar, warna hitam atau coklat dengan bintik-bintik. Dari atas kepala
tersembunyi elytra pendek tidak sampai ujung abdomen. Serangga ini
merupakan family dengan jumlah yang relatif sedikit. sepanjang hidupnya
larva berada dalam biji-bijian, dewasa sebagian ditemukan dibunga-bunga.
Siklus hidup
Siklus hidupnya sekitar 25 hari dengan keperidian sekitar 62 butir telur,
inangnya adalah biji-bijian, kacang hijau, kedelai, kacang tunggak dan
kacang hijau
Pengendalian
Dengan cara menyimpan biji kacang hijau dengan cara menutup wadah
tertutup rapat atau dengan wadah yang kedap udara da menyemprotkan
insektisida Nuvantop 500 EC berkonsentrasi rendah







6 | T E K N O L O G I P R O D U K S I B E N I H ( H P T ) 2 0 1 4

3. . METODOLOGI
3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum Teknologi Produksi Benih Aspek HPT dilakukan dan
dilaksanakan pada hari senin jam 11.00 tanggal 21 April 2014 hingga 12
Mei 2014 di Laboratorium Virologi Fakultas Pertanian Unversitas
Brawijaya, Malang
3.2 . Alat dan Bahan
- Alat
1. Gelas Aqua : untuk wadah beras atau kacang hijau yang
di beri hama
2. kain kasa : untuk menutup wadah palstik
3. karet gelang : untuk mempererat wadah
4. Spidol : untuk menamai bahan pengamatan
- Bahan
1. Sitophilus oryzae : Sebagai hama untuk penelitian
2. beras IR64 : Sebagai hama untuk penelitian
3. beras jatah : Sebagai hama untuk penelitian
4. beras pandan wangi : Sebagai hama untuk penelitian
5. Kacang Hijau : Sebagai hama untuk penelitian
6. Callosobruchus maculates : Sebagai hama untuk penelitian












7 | T E K N O L O G I P R O D U K S I B E N I H ( H P T ) 2 0 1 4

3.3 Cara Kerja (Diagram alir)


















3.4 Analisa Perlakuan
Terlebih dahulu menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan pada saat
pratikum.Hitung 2000 butir beras dan kacang hijau.kemudian isi setiap gelas
plastic dengan 3 jens beras yang berbeda dan 2 gelas plastic untuk kacang hijau.
lalu, masukkan 20 hama Sitophilus oryzae ke masing masing gelas plastic yang
berisi butir beras dan beri label pada gelas plastic tersebut, lalu tutup dengan
kassa dan ikat dengan karet. Adapun tujuannya agar kutu tersebut tidak
terbang.Lalu Masukkan 20 hamaCallosobruchus maculatuske dalam masing-
masing gelas plastic yang berisi kacang kacang hijau, kemudian beri label serta
ditutup kassa dan didikat karet agar kutu tidak terbang. Kemudian dilakukannya
pengamatan setiap minggunya.Dan melakukan dokumentasi tiap minggunya.


Ambil 2000 butir beras dan kacang hiaju untuk tiap jenis
beras, lalu timbang berat awal
Sediakan 5 gelas plastik isi masing-masing dengan 3 jenis
beras berbeda, dan 2 untuk tempat kacang hijau
Masukkan 20 Sitophilus oryzae ke dalam masing-masing fial
plastic.Berilah label untuk masing-masing jenis beras dan
kacang hiaju
Tutup gelas plastik dengan kain kasa dan ikat dengan
karet gelang.
Pengamatan dilakukan setiap 1 minggu sekali sampai dengan
4 kali pengamatan
Setiap pengamatan amati jumlah dan bobot beras dan kacang
hijau utuh, jumlah telur hama, jumlah hama
Dokumentasi pratikum
8 | T E K N O L O G I P R O D U K S I B E N I H ( H P T ) 2 0 1 4

4. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil (Berupa tabel dan grafik)

Data Kacang Hijau
Parameter Ulangan1 Ulangan2

23-4-
2014
30-4-
2014
8-5-
2014
14-5-
2014
23-4-
2014
30-4-
2014
8-5-
2014
14-5-
2014
KacangUtuh 2000 1870 1830 1830 2000 1817 1788 1770
KacangRusak - 130 40 - - 183 29 18
Hama Mati - 14 1 - - 7 9 7
Hama Hidup 15 1 0 - - 8 3 5
Telur - - - - - - - -

Data Beras
MINGGU KE 1 (23 APRIL 2014)
IR 64 PANDAN WANGI JATAH
KUTU 20 20 20
BERAT 32 35 36



MINGGU KE 2 (30 APRIL 2014)
IR 64 PANDAN WANGI JATAH
KUTU 59 8 45
BERAT 37,85 46,2 32.3

MINGGU KE 3 (8 MEI 2014)
IR 64 PANDAN WANGI JATAH
KUTU 43 8 38
BERAT 31,9 35,4 27,6

MINGGU KE 4 (14 MEI 2014)
IR 64 PANDAN WANGI JATAH
KUTU 42 8 33
BERAT 26,3 22,6 13,51
9 | T E K N O L O G I P R O D U K S I B E N I H ( H P T ) 2 0 1 4


Grafik Berat Beras


Grafik Kutu Beras
0
5
10
15
20
25
30
35
40
45
50
23-Apr-14 30-Apr-14 8-Mei-14 14-May-14
IR 64
Pandan wangi
Jatah
0
10
20
30
40
50
60
70
23-Apr-14 30-Apr-14 8-Mei-14 14-Mei-14
IR 64
Pandan Wangi
Jatah
10 | T E K N O L O G I P R O D U K S I B E N I H ( H P T ) 2 0 1 4


Grafik Jumlah Kacang Hijau Utuh


Grafik Hama Hidup
4.2 . Pembahasan Praktikum (dibandingkan dengan literatur)
Berdasarkan hasil pengamatan mengenai hama gudang didapati hasil
bahwa perubahan berat beras pada semua jenis beras menunjukkan hasil yang
fluktuatif. Namun pada beras jenis pandan wangi menunjukkan hasil
penurunan yang signifikan jika di bandingkan dengan berat awal beras.
Sedangkan pada beras jenis yang lain sama-sama mengalami penurunan berat
1650
1700
1750
1800
1850
1900
1950
2000
2050
23-Apr-14 30-Apr-14 8-Mei-14 14-Mei-14
Ulangan 1
Ulangan 2
0
2
4
6
8
10
12
14
16
23-Apr-14 30-Apr-14 8-Mei-14 14-Mei-14
Ulangan 1
Ulangan 2
11 | T E K N O L O G I P R O D U K S I B E N I H ( H P T ) 2 0 1 4

beras dari berat beras awal namun tidak begitu signifikan. Jika di lihat dari
jumlah kutu beras yang tetap hidup, jumlah kutu pada IR 64 yang terbanyak
jika di bandingkan jenis beras yang lainnya. Pada beras jenis pandan wangi
antara jumlah beras dan jumlah kutu sama-sama mengalami penurunan yang
signifikan atau berbanding lurus, berbeda dengan beras jenis IR 64 yang
berbanding terbalik yakni saat berat beras mengalami penurunan namun jumlah
kutu beras yang terdapat di dalam toples meningkat di banding dengan jenis
beras lainnya. Hal ini dapat di mungkinkan pada beras jenis pandan wangi
memiliki sifat yang tahan terhadap kutu beras jika dilihat dari jumlah kutu yang
masih hidup mengalami penurunan yang drastis namun juka di sukai oleh hama
kutu beras karena berat dari jenis pandan wangi mengalami penurunan sangat
drastis jika di hitung selisih berat awal beras dengan berat akhir beras. Pada
beras jenis jatah atau RASKIN jika di lihat dari berat beras mengalami
penurunan dari berat awal yang konstan begitu pula juga halnya dengan jumlah
hama yang terus menurun perlahan meskipun tidak drastis seperti jenis pandan
wangi. Sehingga kualitas beras serta sifat atau genetis beras pun menjadi
pertimbangan untuk menekan jumlah hama gudang seperti kutu beras. Hal ini
sesuai dengan Andrewartha dan Birch (1954). Kualitas makanan sangat
berpengaruh terhadap perkembangbiakan seranggahama. Pada kondisi
makanan yang berkondisi baik dengan jumlah yang cukup dan cocok bagi
sistem pencernaan serangga hama akan menunjang perkembanganpopulasi,
sebaliknya makanan yang berlimpah dengan gizi jelek dan tidak cocok akan
menekan perkembangan populasi serangga.
Pada pengamatan untuk kacang hijau di gunakkan dua sampel dengan
perlakuan yang sama yakni di masukkan hama Callosobruchus maculatus
sebanyak 15 kutu ke dalam gelas mineral yang telah terisi kacang hijau
sebanyak 2000 butir pada masing-masing gelas. Dari pengamatan tersebut
menunjukkan hasil bahwa pada ke dua ulangan tersebut jumlah kacang hijau
yang utuh sama-sama mengalami penurunan sedangkan pada jumlah hama
yang masih hidup pada ulangan 1 menunjukkan hasil yang sangat drastis jika di
bandingkan dengan pada ulangan 2. Pada ulangan 1 dapat terjadi demikian
dapat di karenakan pada saat penyimpanan di letakkan pada ruangan dengan
12 | T E K N O L O G I P R O D U K S I B E N I H ( H P T ) 2 0 1 4

intensitas cahaya yang banyak dan juga suhu ruangan yang kurang sesuai
dengan perkembangan hama. Pada ulangan 2 mengalami penurunan pula dari
hal jumlah hama yang hidup namun tidak signifikan. Hal ini dapati
dimungkinkan kareana kondisi biji kacang hijau berasal dari varietas yang
unggul sehingga dapat menekan pertumbuhan dan perkembangan dari hama
Callosobruchus maculates.Sehinggga sesuai pernyataan (Kartasapoetra, 1991)
penurunan jumlah kutu dikarenakan factor makanan dan kualitas makanan ,
factor kelembaban, suhu serta intensitas cahaya dan factor kadar air.
4.3 Pembahasan Soal
1. Dari grafik pengamatan saudara, apakah ada penambahan populasi
Sitophilus oryzae pada ketiga jenis beras? mengapa demikian? Apakah
variable tersebut sudah menunjukkan bahwa varietas tertentu yang disukai
oleh Sitophilus oryzae?
Jawab : Ada hanya pada jenis beras IR 64 dan beras jatah, karena dapat di
sebabkan kualitas beras pada IR 64 lebih baik dan dapat di sebabkan kondisi
lingkungan yang sesuai dengan perkembangan hama saat penyimpanan
berlangsung. Kutu beras merasa cocok untuk di jadikan makanan serta pada
kedua jenis tersebut karena dimungkinkan tidak memiliki sifat yang tahan
terhadap hama gudang serta kualitasnya yang cukup bagus
2. Dari ketiga jenis beras, manakah yang memiliki kualitas bagus, sehingga
disukai oleh Sitophilus oryzae? Apakah kualitas pada beras mempengaruhi
preferensi Sitophilus oryzae? Jelaskan Alasannya? Bagaimana kualitas
(kondisi) ketiga jenis beras setelah akhir pengamatan?
Jawab : Pada beras jenis IR 64 paling di sukai karena kualitasnya yang masih
lebih bagus jika dibandingkan dengan beras jatah dan juga pada grafik
perkembangan kutu beras meningkat pada beras jenis ini. Karena semua
makhluk hidup tidak terkecuali hama mencari dan menyukai makanan untuk
hidupnya yang lebih berkualitas sehingga hama juga dapat menjadikan beras
dengan kualitas baik untuk menjadikannya inang utama
3. Berdasarkan hasil pengamatan Callosobruchus maculatus bagaimana
hubungannya jumlah populasi hama terhadap penurunan kualitas benih
kacang hijau? Jelaskan pula faktor apa saja yang mempengaruhinya!
13 | T E K N O L O G I P R O D U K S I B E N I H ( H P T ) 2 0 1 4

Jawab : semakin banyak jumlah populasi hama maka semakin menurun pula
kualtas benih kacang hijau tersebut. Namun, semakin bertambahnya minggu
makan hama tersebut juga semakin berkurang. Factor yang mempengaruhinya
ialah kecocokan makanan, kualitas makanan keadaan lingkungan (suhu dan
kelembaban, serta intensitas cahaya) dan kadar air. Dimana jika makanan yang
dimakan tidak cocok maka dan tidak berkualitasmaka akan mempengaruhi
pertumbuhan hama sehingga ketika bertambahnya hari maka hama tersebut
akan mati karena pertumbuhanya terhambat. Begitu pula dengan suhu,
kelembaban dan kadar air, jika suhu dan kelembaban tidak mendukung
pertumbuhannya maka hama tersebut juga akan mati. Dan pada kadar air, jika
kadar air tersebut tinggi maka akan timbulnya serangan hama tersebut.





















14 | T E K N O L O G I P R O D U K S I B E N I H ( H P T ) 2 0 1 4

5. PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Hama gudang merupakan hama yang merusak produk pertanian saat
berada di gudang atau pada masa penyimpanan dan merupakan hama pasca
panen. Adanya hama gudang tersebut dapat menurunkan produksi dari hasil
tanaman tersebut. Hasil pengamatan praktikum beras jenis IR 64 lah yang
paling di sukai oleh hama kutu beras. Sedangkan untuk kacang hijau
semuanya mengalami penurunan jumlah biji sehat dan juga jumlah hama yang
hidup dapat di sebabkan kondisi penyimpanan yang kurang sesuai dengan
perkembangan hama.
5.2 . Saran (Asisten dan Praktikum)
Untuk asisten, pengamatannya jangan terlalu pagi ya, banyak yang
gak dating terus kepagian banget.
Untuk pratikum, tolong pratikum selanjutnya lebih baik lagi, mungkin
dari alat sudah ada didalam lab saja. Dan hama yang ada diletakkan dilab saja
, tidak usah dibawah pulang biar tidak lupa membawa tiap minggunya.
















15 | T E K N O L O G I P R O D U K S I B E N I H ( H P T ) 2 0 1 4

DAFTAR PUSTAKA
Amin,2010. http://thegloryofunited.blogspot.com/2010/11/hama-gudang.html
Diakses tanggal 25 mei 2014
Andrewartha,H.G., and L.C.Birch. 1954. The distribution and abundance of
animals. The University of Chicago Press.Chicago.
Anonymous a,2014. http://klinik-tanamanku.blogspot.com/2009/10/apa-itu-
hama.html diakses 25 Mei 2014
Anonymous b,2014.http://kuliahitukeren.blogspot.com/2011/12/identifikasi-
serangga-hama-gudang.html diakses 25 Mei 2014
Anonymous c,2014.http://kickfahmi.blogspot.com/2013/10/hubungan-antara-
kualitas-pakan-terhadap.html diakses 25 Mei 2014
Bullangpoti,Vasakorn.2004.Effects of Mangosteens Peels and Rambutanss
Seeds on Toxicity,Esterase and Glutathione-S-transferase in Rice Weevil
(Sitophilus oryzae L.).Kasetsart J(Nat.Sci) 38:84-89
Kalshoven,L.E.1981. The pest of crops in Indonesia. Rivised and translated by
P.A.Vander Laan with assistance of G.L.H.Rothsid.PT.Ikhtiar Baru- Van
Hoeven. Jakarta.
Kartasapoetra, A.G., 1991. Hama Hasil Tanaman Dalam Gudang, Rineka Cipta.
Jakarta
Kushartono,Bambang.1999.Pengendalian Jasad Penganggu Bahan Pakan Ternak
Selama Penyimpanan.Lokakarya Fungsional Non Peneliti.Balai Penelitian
Ternak : Ciawi
Pracaya. 1991. Hama dan Penyakin Tanaman. Penebar Swadaya: Jakarta.









16 | T E K N O L O G I P R O D U K S I B E N I H ( H P T ) 2 0 1 4

LAMPIRAN
- DOKUMENTASI
-
Menimbang beras

Kutu beras Menghitung kutu beras