Anda di halaman 1dari 3

PENDAHULUAN

Pada tahun 2007, angka pelahiran caesar sebanyak 31,8 persen-angka terti
nggi yang pernah dilaporkan untuk Amerika Serikat (Hamilton dkk, 2009). Berdasar
kan American College of Obstetricians and Gynecologist (2003), sekitar 60 persen
pelahiran caesar primer diakibatkan oleh diagnosis distosia. Roy (2003) telah
mengusulkan bahwa terjadinya hal ini karena perubahan lingkungan yang berkembang
lebih cepat daripada seleksi alam menurut Darwin, contohnya dari pengaruh diet
modern yang banyak menggunakan zat pengawet bisa menjadi faktor pencetus distosi
a. Bukti yang mendukung penelitian dari Barau dan rekan (2006), yang menganalisi
s indeks massa tubuh (BMI) wanita sebelum hamil dan risiko kelahiran sesar pada
wanita tersebut. Mereka mendapati dari 16.592 kelahiran tunggal terdapat hubunga
n linier antara BMI dan kelahiran sesar. Ini telah juga ditunjukkan oleh penelit
ian lain (Leung, 2008; Nuthalapaty,2004; Romawi, 2008; Treacy, 2006; Wilkes, 200
3).1
Beberapa peneliti telah mendokumentasikan penurunan yang signifikan pada
tingkat kelahiran sesar tanpa meningkatkan morbiditas dan mortalitas ibu dan ba
yi (DeMott, 1990;
DeMuylder, 1990; Porreco, 1990; Pridijian, 1991; Sanchez-Ramos, 1990). Terdapat
beberapa
program yang bertujuan untuk mengurangi jumlah kelahiran sesar yang umumnya difo
kuskan pada pendidikan dokter, terutama dalam pelaksanaan persalinan percobaan s
ebagai cara membatasi kelahiran sesar untuk distosia. Hal ini hanya dilakukan pa
da wanita yang memenuhi kriteria ketat yang ditetapkan.1
PARTUS PERCOBAAN
Definisi
Persalinan percobaan atau trial of labor berasal dari dua kata yaitu tri
al yang berarti telah mencoba, dan labor yang berarti persalinan. Oleh itu, pers
alinan percobaan di sini bermaksud melakukan suatu persalinan normal di mana ada
keraguan apakah kepala janin akan melewati pintu atas panggul.2 Hal ini terjadi
pada wanita yang panggulnya relatif sempit yaitu panggul dengan ukuran konjugat
a vera antara 8,5 10 cm. Semua situasi dalam persalinan percobaan harus dipantau
dan dinilai secara hati-hati untuk menghindari gawat janin atau ibu.
Setelah pada wanita dengan panggul sempit dilakukan pemeriksaan teliti d
an diadakan penilaian tentang bentuk dan ukuran-ukuran panggul dalam semua bidan
g dan hubungan antara kepala janin dan panggul, dan setelah dicapai kesimpulan b
ahwa persalinan dapat berlangsung pervaginam dengan selamat, barulah diambil kep
utusan untuk menyelenggarakan persalinan percobaan. Dengan demikian, persalinan
ini merupakan suatu tes terhadap daya akomodasi, termasuk moulage kepala janin;
dan kedua faktor ini tidak dapat diketahui sebelum persalinan berlangsung selama
beberapa waktu.
Syarat Persalinan Percobaan
Persalinan percobaan adalah percobaan persalinan yang dilakukan untuk me
mbuktikan apakah persalinan dapat berlangsung per vaginam atau harus dilakukan m
elalui seksio sesarea dengan memperhatikan penurunan kepala janin dan terjadinya
moulage kepala janin terhadap panggul ibu. Persalinan percobaan hanya dilakukan
dengan memperhatikan beberapa hal yang penting yaitu persalinan hanya dilakukan
di rumah sakit dengan fasilitas operasi, dilakukan setelah persalinan dimulai,
dilakukan hanya pada letak kepala dan tidak boleh dilakukan pada kehamilan lewat
waktu.3 Alasan untuk ketentuan terakhir ini adalah kepala janin bertambah besar
dan lebih sukar untuk mengadakan moulage. Selain itu, janin pada kehamilan lebi
h tua memiliki disfungsi plasenta yang mungkin kurang mampu untuk untuk mengatas
i kesukaran yang dapat timbul pada persalinan percobaan.
Pemilihan kasus-kasus untuk persalinan percobaan harus dilakukan dengan
cermat. Semua kondisi ibu yang merupakan indikasi untuk seksio sesarea elektif m
erupakan kontraindikasi untuk persalinan percobaan. Adapun indikasi seksio sesar
ea elektif adalah disporposi janin-panggul, gawat janin, plasenta previa, riwaya
t seksio sesarea sebelumnya, kelainan letak janin, incoordinate uterine action,
pre eklampsia dan hipertensi.4
Prosedur Persalinan Percobaan
Pada penanganan khusus persalinan percobaan perlu diperhatikan hal-hal s
eperti keadaan ibu dan janin, kualitas dan turunnya kepala janin dalam rongga pa
nggul, pecahnya ketuban, dan kemajuan pembukaan serviks. Pada suatu persalinan p
ercobaan perlu dilakukan pengawasan yang seksama terhadap keadaan ibu dan janin.

Pada persalinan yang agak lama perlu dijaga adanya bahaya dehidrasi dan
asidosis pada ibu. Ibu harus dipastikan sudah mendapat istirahat yang cukup sert
a tidak banyak menderita. Pemberian makanan juga jangan secara oral tetapi diber
ikan lewat jalur infus intravena karena adanya kemungkinan persalinan harus diak
hiri dengan seksio sesarea. Pengawasan terhadap janin pula dilakukan dengan meng
awasi keadaan denyut jantung janin secara terus menerus.5
Kualitas dan turunnya kepala janin dalam rongga panggul harus sentiasa d
iawasi karena kesempitan panggul tidak jarang mengakibatkan kelainan his dan gan
gguan pembukaan serviks. His yang kuat, kemajuan dalam turunnya kepala dalam ron
gga panggul harus terus diawasi. Kesempitan panggul tidak jarang mengakibatkan k
elainan his dan gangguan pembukaan serviks. His yang kuat, kemajuan dalam turunn
ya kepala dalam rongga panggul dan kemajuan dalam mendatar serta membukanya serv
iks merupakan hal-hal yang menguntungkan. Kemajuan dalam turunnya kepala dapat d
inilai dengan pemeriksaan dalam dan pemeriksaan roentgenologik. Pemeriksaan roen
tgenologik memberi gambaran yang jelas tentang hal ini dan dapat memperlihatkan
moulage kepala janin tetapi sudah hanya dilakukan apabila hanya benar-benar perl
u karena pemeriksaan ini bisa membahayakan janin. Pemeriksaan dalam dilakukan un
tuk menilai turunnya kepala janin, mengetahui kondisi serviks, untuk mengetahui
apakah ketuban sudah pecah dan untuk mengetahui apakah ada prolapsus fonikuli at
au prolapsus lengan. Pemeriksaan ini dibatasi dan hanya dilakukan apabila dihara
pkan akan memberi bahan penting untuk penilaian keadaan karena pemeriksaan ini b
erisiko menyebabkan infeksi pada jalan lahir.
Kepala janin umumnya tidak dapat masuk ke dalam rongga panggul dengan se
mpurna jika ketuban belum pecah. Pada disproporsi sefalopelvik ketuban sering pe
cah pada permulaan persalinan. Jika ketuban tidak pecah, dilakukan pemecahan ket
uban secara aktif pada saat his berjalan secara teratur dan sudah ada pembukaan
serviks separoh atau lebih. Tujuan melakukan ini adalah untuk mendapatkan kepast
ian apakah dengan his yang teratur dan bertambah kuat akan terjadi penurunan kep
ala yang berarti. Setelah ketuban pecah, baik secara spontan atau buatan, perlu
dinilai apakah ada prolapsus funikuli.5
Masalah yang timbul pada suatu persalinan percobaan adalah berapa lama p
ersalinan percobaan itu harus berlangsung sebelum dinyatakan berhasil atau gagal
. Apabila adanya his yang sempurna maka indikator untuk menilai berhasil atau ti
daknya suatu persalinan percobaan adalah dengan menilai kemajuan pembukaan servi
ks, penurunan kepala janin dan tanda-tanda klinis dari ibu dan janin.
Cara menilai kemajuan pembukaan serviks adalah dengan menilai apakah ada
gangguan pembukaan, misalnya fasa laten atau fase aktif yang memanjang, dan ada
nya secondary arrest. Kemajuan penurunan kepala janin juga turut dinilai dengan
menilai apakah bagian terendah janin sudah turun (dalam hal ini, yang dimaksudka
n adalah bagian belakang kepala) dan menilai apakah adanya tanda-tanda klinis ga
wat janin atau ibu seperti potensi untuk terjadinya ruptura uteri imminens. Jika
ada salah satu gangguan di atas, persalinan per vaginam adalah tidak mungkin da
n harus diselesaikan secara seksio sesarea. Sebaliknya jika kemajuan pembukaan d
an penurunan kepala berjalan lancar maka persalian per vaginam bisa dilaksanakan
sesuai dengan persyaratan yang ada.5
Kapan Dikatakan Persalinan Percobaan yang Berhasil?
Persalinan percobaan hanya bisa dikatakan berhasil apabila tercapai pers
alinan dengan ibu dan bayi yang sehat, dan bayi lahir per vaginam secara spontan
tanpa dibantu dengan ekstraksi (forseps atau vakum). Persalinan percobaan akan
dihentikan dan dinyatakan gagal jika terjadi beberapa hambatan dalam kemajuan pe
rsalinan seperti pembukaan serviks kurang lancar, penurunan kepala terhambat dan
moulage kepala janin terjadi saat kepala janin masih tinggi di dalam panggul ib
u. Selain itu, persalinan percobaan juga dinyatakan gagal jika terjadi trauma ma
ternal dan janin yang besar dan berbahaya dan juga pada pemantauan janin intraut
erin terjadi asfiksia. Persalinan percobaan juga dihentikan apabila keadaan ibu
dan bayi menjadi kurang baik dan adanya lingkaran retraksi yang patologik.
Lingkaran retraksi patologik bermaksud suatu kekejangan melintar dari se
bagian otot uterus yang dapat terjadi pada kala I,II maupun III. Hal ini ditanda
i dengan adanya kekejangan otot setempat pada segmen bawah dan segmen atas rahim
yang dapat diraba dengan palpasi dari luar. Segmen atas rahim yang terletak di
atas lingkaran menjadi tebal dan mengeras serta dinding rahim di bawah lingkaran
menjadi teregang dan tipis. Hal ini sering terjadi pada kala II dan lingkaran i
ni makin lama makin tinggi dan akhirnya keadaan umum pasien menjadi semakin buru
k.3,5
Selain itu, persalinan percobaan akan dihentikan apabila setelah pembuka
an lengkap dan ketuban pecah, walaupun dengan his yang cukup baik dan adanya pim
pinan persalinan yang cukup baik, bagian kepala dengan diameter terbesar tetap t
idak bisa melewati pintu atas panggul dalam satu jam. Persalinan percobaan juga
dianggap gagal jika dilakukan ekstraksi forseps dan vakum. Dalam keadaan gagal p
ada persalinan percobaan akan dilakukan seksio sesarea. Jika seksio sesarea dila
kukan pada saat pembukaan sudah lengkap dan atas indikasi sebab- sebab yang mene
tap yaitu persalinan percobaan lengkap dan gagal, pada persalinan berikutnya tid
ak akan dilakukan persalinan percobaan lagi. Tetapi apabila seksio sesarea dilak
ukan pada saat pembukaan belum lengkap atas indikasi ibu atau anak yang kurang b
aik (partus percobaan belum lengkap dan gagal), persalinan percobaan yang dipers
ingkat dapat dicoba lagi pada persalinan berikutnya.3
Dalam hal ini pimpinan persalinan berikutnya mengikuti protokol yang ber
laku bagi persalinan pada bekas seksio sesarea.
Dalam istilah bahasa Inggris, ada 2 macam persalinan percobaan yaitu:
1. Trial of labor Serupa dengan persalinan percobaan yang diterangkan di at
as
2. Test of labor Merupakan fase terakhir dari trial of labor. Dimulai pada
saat pembukaan sudah lengkap dan berakhir satu jam sesudahnya. Jika dalam 1 jam
setelah pembukaan lengkap dan kepala turun sampai Hodge III, test of labor dikat
akan berhasil. Tetapi apabila upaya persalinan buatan per vaginam gagal, berlaku
ketentuan seperti pada partus percobaan. Test of labor jarang dilakukan lagi ka
rena sering kali pada panggul sempit pembukaan tidak sampai lengkap dan resiko k
ematian janin terlalu tinggi.
5