Anda di halaman 1dari 57

TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG

IMUNISASI TETANUS TOKSOID DI FORUM
KESEHATAN DESA PURWOSUMAN
SIDOHARJO SRAGEN
TAHUN 2012


KARYA TULIS ILMIAH
Dianjukan untuk memenuhi salah satu syarat Tugas Akhir
Pendidikan Diploma III Kebidanan






Disusun Oleh :

SRI LESTARI
B09 110




PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KUSUMA HUSADA
SURAKARTA
2012



ii

HALAMAN PERSETUJUAN

Karya Tulis Ilmiah

TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG
IMUNISASI TETANUS TOKSOID DI FORUM
KESEHATAN DESA PURWOSUMAN
SIDOHARJO SRAGEN
TAHUN 2012




Diajukan Oleh:
SRI LESTARI
B09 110

Telah diperiksa dan disetujui
Pada tanggal 03 Juli 2012




Pembimbing



(ANIS NURHIDAYATI, S.ST,M.Kes.)
NIK. 200685025



iii

HALAMAN PENGESAHAN

TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG
IMUNISASI TETANUS TOKSOID DI FORUM
KESEHATAN DESA PURWOSUMAN
SIDOHARJO SRAGEN
TAHUN 2012

Karya Tulis Ilmiah
Disusun oleh :
SRI LESTARI
B09 110

Telah dipertahankan di depan dewan Penguji
Ujian Akhir Program DIII Kebidanan
Pada Tanggal 11 Juli 2012

PENGUJI I PENGUJI II


(ERNAWATI, S.ST) (ANIS NURHIDAYATI, S.ST, M.Kes)
NIK. 200886033 NIK. 200685025

Tugas Akhir ini telah diterima sebagai salah satu persyaratan
Untuk memperoleh gelar Ahli Madya Kebidanan
Mengetahui,
Ka. Prodi D III Kebidanan


(DHENY ROHMATIKA, S.SiT)


iv

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadiran Allah SWT yang telah
melimpahkkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
Karya Tulis Ilmiah yang berjudul : “Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang
Imunisasi Tetanus Toksoid di Forum Kesehatan Desa Purwosuman Sidoharjo
Sragen”. Karya Tulis Ilmiah ini disusun dengan maksud untuk memenuhi tugas
akhir sebagai salah satu syarat kelulusan STIKes Kusuma Husada Surakarta.
Penulis menyadari bahwa tanpa bantuan dan pengarahan dari berbagai
pihak, Karya Tulis Ilmiah ini tidak dapat diselesaikan dengan baik. Oleh karena
itu penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Ibu Dra.Agnes Sri Harti, M .Si , selaku Ketua STIKes Kusuma Husada
Surakarta.
2. Ibu Dheny Rohmatika, S. SiT, selaku Ka. Prodi D III Kebidanan STIKes
Kusuma Husada Surakarta.
3. Ibu Anis Nurhidayati, S. ST., M. Kes, selaku Dosen Pembimbing yang
telah meluangkan waktu untuk memberikan petunjuk dan bimbingan
kepada penulis.
4. Bapak Sukar Widiasmoro, SH., selaku kepala Desa Purwosuman yang
telah bersedia memberikan ijin pada penulis dalam pengadaan penelitian.
5. Bapak Ir. Wito Suwarno, selaku kepala Desa Bentak yang telah bersedia
memberikan ijin pada penulis dalam pengadaan uji validitas.


v

6. Ibu Diana Tunjung Sari, Amd. Keb, selaku Bidan Desa Purwosuman yang
telah membantu penulis dalam penelitian.
7. Ibu Tonik Setyawati, Amd. Keb, selaku Bidan Desa Bentak yang telah
bersedia mambantu penulis dalam melakukan uji validitas.
8. Ibu-ibu kader yang telah membantu penulis dalam melakukan penelitian
dan uji validitas.
9. Ibu-ibu hamil yang telah bersedia menjadi responden penelitian dan uji
validitas.
10. Seluruh dosen dan staff Prodi D III Kebidanan STIKes Kusuma Husada
Surakarta atas segala bantuan yang telah diberikan.
11. Semua pihak yang telah membantu dan memberikan dukungan dalam
menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan ini masih banyak kekurangan,
oleh karena itu penulis membuka saran demi kemajuan peneliti selanjutnya.
Semoga Karya Tulis Ilmiah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.


Surakarta, Juli 2012

Penulis,








vi

Prodi D III Kebidanan STIKES Kusuma Husada Surakarta
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2012
Sri Lestari
B09 110

TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG
IMUNISASI TETANUS TOKSOID DI FORUM
KESEHATAN DESA PURWOSUMAN
SIDOHARJO SRAGEN

Xiii + 44 halaman + 19 lampiran + 7 tabel + 2 gambar

ABSTRAK

Latar Belakang : Berdasarkan laporan Analisis Uji Coba di Indonesia pada tahun
2005-2006 yang disusun oleh WHO (World Health Organization) yang bekerja
sama dengan DepKes RI, tetanus masih merupakan penyebab utama kematian dan
kesakitan maternal dan neonatal. Di Indonesia sekitar 9,8% (18.032 bayi) dari 184
ribu kelahiran bayi menghadapi kematian karena cakupan imunisasi Tetanus
Toksoid yang rendah. Di FKD Purwosuman, cakupan imunisasi TT tahun 2011
sebesar 78,51% dan dari 40 ibu hamil yang sudah melakukan imunisasi TT2
sebanyak 21 ibu hamil. Imunisasi Tetanus Toksoid ibu hamil bermanfaat
melindungi bayi baru lahir dari tetanus neonatorum, dan melindungi ibu terhadap
kemungkinan tetanus apabila terluka. Sosialisasi imunisasi TT perlu dilakukan
agar setiap ibu hamil mengetahui, memahami manfaat dan jarak waktu pemberian
imunisasi TT.
Tujuan : Mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil tentang Imunisasi Tetanus
Toksoid di Forum Kesehatan Desa Purwosuman Sidoharjo Sragen pada katagori
baik, cukup, dan kurang.
Metode Penelitian : Jenis penelitian adalah deskriptif Kuantitatif, lokasi
penelitian di FKD Purwosuman Sidoharjo Sragen pada tanggal 20 April 2012.
Jumlah sampel sebanyak 40 ibu hamil, dengan teknik pengambilan sampel
menggunakan Non Random Sampling dengan metode total sampling. Instrumen
penelitian yang digunakan adalah kuesioner tertutup, sedangkan untuk analisis
data menggunakan analisis univariat.
Hasil Penelitian : Jumlah responden pada katagori baik sebanyak 10 responden
(25%), katagori cukup sebanyak 24 responden (60 %), dan katagori kurang
sebanyak 6 responden (15%).
Kesimpulan : Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi Tetanus Toksoid
yang paling banyak pada katagori cukup yaitu sebanyak 24 responden (60%).

Kata Kunci : Pengetahuan, Ibu Hamil, Imunisasi Tetanus Toksoid
Kepustakaan : 27 literatur (Tahun 2002 s/d 2011)





vii

MOTTO
™ Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan stress adalah kemampuan
memilih pikiran yang tepat. Anda akan menjadi lebih damai bila yang
Anda pikirkan adalah jalan keluar masalah
™ Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran
yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang
mendahulukan istirahat sebelum lelah.
™ Jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui mengapa didirikan.
Jangan pernah mengabaikan tuntunan kebaikan tanpa mengetahui
keburukan yang kemudian anda dapat.
™ Manusia tidak merancang untuk gagal, mereka gagal untuk merancang.
™ Kuolah kata, kubaca makna, kuikat dalam alinea, kubingkai dalam bab
sejumlah lima, jadilah mahakarya, gelar sarjana kuterima, orangtua,
saudara, calon suami dan calon mertua pun bahagia.

PERSEMBAHAN
Dengan segala rendah hati, Karya Tulis
Ilmiah ini penulis persembahkan :
ƒ Allah SWT yang telah memberikan
Rahmat dan Hidayah-Nya, sehingga
terwujud Karya kecil ini.
ƒ Ayah dan Bunda tercinta, tanpamu aku
bukanlah apa-apa, “i love u”.
ƒ Adik dan semua kerabatku yang selalu
menyayangi dan selalu mendukungku.
ƒ Ibu Anis Nurhidayati, terima kasih telah
memberikan bimbingan selama ini.
ƒ Ibu Leni Kurniawati, terima kasih telah
membuat bebanku berkurang atas “acc”
askebnya.
ƒ Someone...yang selalu setia menemani
disetiap waktu, membantu aku, km’lah
spirit disetiap langkahku, terima kasih
Aris’ku sayang.
ƒ Semua sahabatku, “Sisca, Badriyah,
Intan, Aiu, Ari, Ipeh, Mutik, Vika,
Novita, Pitsa”, terima kasih telah
menggenggam tangan dan menyentuh
hatiku.
ƒ Semua dosen STIKes Kusuma Husada,
terima kasih atas semua bimbingannya.
ƒ Almamaterku tercinta.




viii

CURICULUM VITAE






Nama : SRI LESTARI
Tempat/Tanggal Lahir : Sragen, 29 Juni 1991
Agama : Islam
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Pengan RT 28, Purwosuman, Sidoharjo, Sragen

Riwayat Pendidikan :
1. SD N 1 Purwosuman, Sidoharjo, Sragen LULUS TAHUN 2003
2. SMP N 1 Purwosuman, Sidoharjo, Sragen LULUS TAHUN 2006
3. SMA N 3 Sragen LULUS TAHUN 2009
4. Prodi D III Kebidanan STIKES Kusuma Husada Angkatan 2009-2010








ix

DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i
HALAMAN PERSETUJUAN ....................................................................... ii
HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................... iii
KATA PENGANTAR ................................................................................... iv
ABSTRAK ...................................................................................................... vi
MOTTO DAN PERSEMBAHAN ................................................................ vii
CURICULUM VITAE .................................................................................. viii
DAFTAR ISI.................................................................................................... ix
DAFTAR TABEL........................................................................................... xi
DAFTAR GAMBAR...................................................................................... xii
DAFTAR LAMPIRAN................................................................................. xiii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ...................................................................... 1
B. Perumusan Masalah .............................................................. 4
C. Tujuan Penelitian ................................................................... 4
D. Manfaat Penelitian ................................................................. 5
E. Keaslian Penelitian ................................................................ 6
F. Sistematika Penelitian ............................................................ 7
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Teori dari masalah yang diteliti ........................................... 9
B. Kerangka Teori ..................................................................... 22


x

C. Kerangka Konsep Penelitian ................................................ 23
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Jenis Penelitian .................................................................... 24
B. Lokasi Penelitian ................................................................. 24
C. Populasi dan Sampel ........................................................... 25
D. Alat/ Instrumen Penelitian .................................................. 26
E. Teknik Pengumpulan Data ................................................. 29
F. Variabel Penelitian .............................................................. 30
G. Definisi Operasional ............................................................ 31
H. Metode Pengolahan dan Analisis Data ................................ 31
I. Etika Penelitian..................................................................... 33
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum .................................................................... 35
B. Hasil Penelitian ....................................................................... 35
C. Pembahasan ............................................................................. 39
D. Keterbatasan ............................................................................ 41
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan ............................................................................... 43
B. Saran ......................................................................................... 44
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN




xi

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1. Kisi – kisi Kuesioner ..................................................................... 30
Tabel 3.2. Definisi Operasional ..................................................................... 33
Tabel 4.1 Distribusi frekuensi responden berdasarkan umur ........................ 36
Tabel 4.2 Distribusi frekuensi responden berdasarkan pendidikan ............. 36
Tabel 4.3 Distribusi frekuensi responden berdasarkan pekerjaan ................. 37
Tabel 4.4 Mean dan Standar Deviasi ............................................................. 37
Tabel 4.5 Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi Tetanus
Toksoid di FKD Purwosuman Sidoharjo Sragen ........................ 38















xii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Kerangka Teori.................................................................... 22
Gambar 2.2 Kerangka Konsep Penelitian................................................ 23





















xiii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Jadwal Penyusunan Karya Tulis Ilmiah
Lampiran 2. Surat Permohonan Izin Pengambilan Data Awal
Lampiran 3. Surat Balasan dari Kelurahan
Lampiran 4. Butir Pertanyaan Pengambilan Data Awal
Lampiran 5. Surat Permohonan Ijin Uji Validitas
Lampiran 6. Surat Balasan Permohonan Ijin Uji Validitas
Lampiran 7. Surat Ijin Penggunaan Lahan
Lampiran 8. Surat Balasan Penggunaan Lahan
Lampiran 9. Surat Permohonan Responden
Lampiran 10. Surat Persetujuan Responden
Lampiran 11. Kuesioner Penelitian
Lampiran 12. Kunci Jawaban Kuesioner
Lampiran 13. Tabulasi Hasil Uji Coba Instrumen
Lampiran 14. Hasil Uji Validitas
Lampiran 15. Hasil Uji Reliabilitas
Lampiran 16. Tabulasi Hasil Penelitian
Lampiran 17. Mean dan Standar Deviasi
Lampiran 18. Hasil Hitungan Mean dan Standar Deviasi
Lampiran 19. Tabel Nilai r Product Moment
Lampiran 20. Lembar Konsultasi

1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Setiap satu jam, dua ibu melahirkan meninggal dunia. Tingkat
kematian ibu saat melahirkan di Indonesia masih tinggi (SDKI, 2011).
Angka Kematian Ibu di Indonesia sebesar 125/100.000 kelahiran hidup
sedangkan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia tercatat 26/1000
kelahiran hidup (Depkes RI, 2011).
Menurut BKKBN (2011), penyebab langsung kematian ibu di
Indonesia adalah pendarahan, hipertensi saat kehamilan dan infeksi.
Penyebab tidak langsung kematian ibu di Indonesia adalah usia yang
terlalu muda, usia terlalu tua saat melahirkan, terlalu sering
melahirkan, serta terlalu banyak anak yang dilahirkan.
Penyebab kematian neonatal antara lain karena BBLR (Berat Bayi
Lahir Rendah) 29%, asfiksia 27%, masalah pemberian minum 10%,
tetanus 10%, gangguan hematologi 6%, infeksi 5% dan lain-lain 13%
(Depkes RI, 2011).
Berdasarkan laporan Analisis Uji Coba di Indonesia pada tahun 2005-
2006 yang disusun oleh WHO (World Health Organization) yang
bekerja sama dengan Departemen Kesehatan Republik Indonesia,
tetanus masih merupakan penyebab utama kematian dan kesakitan
maternal dan neonatal. Kematian akibat tetanus di negara berkembang
2



135 kali lebih tinggi dibanding negara maju. Di Indonesia sekitar 9,8%
(18.032 bayi) dari 184 ribu kelahiran bayi menghadapi kematian
karena cakupan imunisasi Tetanus Toksoid yang rendah
(Depkes RI-WHO, 2006).
Imunisasi Tetanus Toksoid (TT) adalah suntikan vaksin tetanus untuk
meningkatkan kekebalan sebagai upaya pencegahan terhadap infeksi
tetanus (Idanati, 2005). Manfaat imunisasi Tetanus Toksoid ibu hamil
yaitu melindungi bayi baru lahir dari tetanus neonatorum yang dapat
mengakibatkan kematian, dan melindungi ibu terhadap kemungkinan
tetanus apabila terluka (BKKBN, 2005).
Cakupan imunisasi TT di Indonesia tahun 2010 sebesar 70,02%
(Depkes RI, 2011), di Jawa Tengah tahun 2003 sebesar 74,59%
(Dinkes Jateng, 2005), di Sragen tahun 2007 sebesar 52,63%
(Dinkes Sragen, 2009), dan di Desa Purwosuman tahun 2011 sebesar
78,51% (FKD Purwosuman, 2012).
Umumnya vaksin Tetanus Toksoid diberikan pada pasangan calon
pengantin yang akan menikah, namun banyak pasangan yang menolak
karena adanya faktor kekurangan pengetahuan terhadap vaksin TT
(Hartono, 2005).
Pada saat pemeriksaan kehamilan, ibu hamil diberikan suntikan
Tetanus Toksoid. Pemberian vaksin TT melalui suntikan diperlukan
untuk melindungi ibu hamil saat bersama bayinya terhadap tetanus
neonatorum. Sosialisasi imunisasi TT perlu dilakukan mengingat
3



masih ada sebagian masyarakat yang beranggapan bahwa perempuan
yang akan menikah mendapat imunisasi TT, maka setelah menikah dia
akan terlambat hamil, sehingga ibu hamil menjadi tidak subur lagi
setelah melahirkan. Setiap ibu hamil harus mengetahui, memahami
manfaat dan jarak waktu pemberian TT (Achsin, 2003).
Berdasarkan studi pendahuluan yang peneliti lakukan di Forum
Kesehatan Desa (FKD) Purwosuman Kecamatan Sidoharjo Kabupaten
Sragen pada bulan Februari 2012, didapatkan informasi bahwa di FKD
tersebut mengadakan Gerakan Sayang Ibu (GSI) setiap bulan. GSI
merupakan perkumpulan khusus ibu hamil yang kegiatannya meliputi
pemeriksaan ibu hamil dan penyuluhan tentang kehamilan oleh Bidan
desa dan kader. Berdasarkan data yang diperoleh di FKD
Purwosuman, rata-rata kunjungan ibu hamil yang hadir pada saat GSI
yaitu 40 ibu hamil. Selama dua bulan terakhir ini, ibu hamil yang
sudah melakukan imunisasi TT2 sebanyak 21 ibu hamil.
Hasil wawancara yang penulis lakukan di FKD Purwosuman terhadap
10 orang ibu hamil, terdapat 6 orang ibu hamil (60%) yang
pengetahuannya kurang tentang imunisasi TT dan 4 orang ibu hamil
(40%) yang pengetahuannya cukup tentang imunisasi TT.



4



Berdasarkan latar belakang diatas, setiap ibu hamil harus mengetahui,
memahami manfaat dan jarak waktu pemberian imunisasi TT,
sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Tingkat
pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi Tetanus Toksoid di Forum
Kesehatan Desa Purwosuman Sidoharjo Sragen”.

B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut perumusan masalah dalam
penelitian ini adalah “Bagaimana tingkat pengetahuan ibu hamil
tentang imunisasi Tetanus Toksoid di Forum Kesehatan Desa
Purwosuman Sidoharjo Sragen?”.

C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu
hamil tentang Imunisasi Tetanus Toksoid di Forum Kesehatan
Desa Purwosuman Sidoharjo Sragen.
2. Tujuan Khusus
a. Mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi
Tetanus Toksoid di Forum Kesehatan Desa Purwosuman
Sidoharjo Sragen pada kategori baik.
5



b. Mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi
Tetanus Toksoid di Forum Kesehatan Desa Purwosuman
Sidoharjo Sragen pada kategori cukup.
c. Mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi
Tetanus Toksoid di Forum Kesehatan Desa Purwosuman
Sidoharjo Sragen pada kategori kurang.

D. Manfaat Penelitian
1. Bagi ilmu pengetahuan
Dapat dijadikan bahan pustaka untuk menambah wawasan
pengetahuan tentang imunisasi Tetanus Toksoid.
2. Bagi diri sendiri
Dapat menambah pengetahuan dan mengaplikasikan ilmu
pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah, serta menambah
pengalaman dalam melaksanakan penelitian tentang imunisasi
Tetanus Toksoid.
3. Bagi Institusi
a. Pendidikan
Sebagai bahan bacaan dan menambah wawasan bagi
mahasiswa kesehatan khususnya mahasiswa Kebidanan dalam
hal pengembangan dan pemahaman ilmu pengetahuan tentang
Kebidanan, khususnya imunisasi Tetanus Toksoid.

6



b. Forum Kesehatan Desa
Memberi masukan atau informasi untuk meningkatkan kualitas
pelayanan kesehatan Ibu dan Anak khususnya dalam
pemberian KIE tentang imunisasi Tetanus Toksoid.

E. Keaslian Penelitian
Berdasarkan penelusuran perpustakaan yang telah penulis telusuri di
dapatkan beberapa hasil penelitian yang mirip dengan penelitian
penulis, yaitu :
1. Neni Hendriani (2002), Karakteristik Ibu Hamil yang mendapat
Imunisasi Tetanus Toksoid di Puskesmas Ngaglik Sleman
Yogyakarta, penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional
dengan metode deskriptif dengan mengambil sampel 90 orang ibu
hamil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat
pengetahuan ibu hamil mengenai manfaat imunisasi sebanyak
24,6% dapat digolongkan baik, 54,2% dapat di golongkan cukup,
dan 21,2 % dapat digolongkan kurang.
2. Alifah Goniyah (2008), Faktor-faktor yang berhubungan dengan
rendahnya cakupan Imunisasi Tetanus Toksoid pada wanita usia
subur di Puskesmas Bonorowo. Metode Penelitian
ini menggunakan rancangan Case control. Jumlah responden 38
orang. Hasil penelitian menunjukkan faktor pengetahuan
mempunyai koefisien regresi sebesar 0,410 yang berarti bahwa
7



faktor pengetahuan mempunyai hubungan bermakna dengan
cakupan imunisasi TT (r tabel 0,279).
3. Diah Windiasari (2011), Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang
Imunisasi Tetanus Toksoid di Bidan Praktek Swasta Djamini
Damun Surabaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif,
populasi dalam penelitian ini 166 orang dengan besar sampel 70
orang. Cara pengambilan sampel pada penelitian ini adalah
probability sampling dengan teknik simple random sampling. Hasil
penelitian ini adalah 20 % ibu hamil memiliki pengetahuan baik,
24,3 % ibu hamil memiliki pengetahuan cukup, dan 55,7% ibu
hamil memiliki pengetahuan kurang.
Perbedaan dengan penelitian yang penulis lakukan yaitu jenis
penelitian ini dengan metode deskriptif kuantitatif. Cara pengambilan
sampel dengan cara total sampling yaitu sebanyak 40 ibu hamil.
Lokasi penelitian ini dilakukan di FKD Purwosuman, dan waktu
penelitian ini dilakukan pada tanggal 20 April 2012.

F. Sistematika Penelitian
Penulisan laporan penelitian ini adalah sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini berisi tentang Latar Belakang, Perumusan Masalah,
Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian, Keaslian Penelitian,
dan Sistematika Penelitian.
8



BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini berisi tentang Teori dari masalah yang diteliti, yaitu
Pengetahuan yang meliputi definisi, tingkat, pengukuran,
dan faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan, teori
tentang kehamilan yang meliputi definisi, pembagian usia,
lingkup asuhan dan pemeriksaan kehamilan, Imunisasi
Tetanus Toksoid yang meliputi definisi, manfaat, waktu
pemberian, cara pemberian dan dosis, efek samping, dan
tempat pelayanan, Tetanus Neonatorum, Kerangka Teori,
dan Kerangka Konsep Penelitian.
BAB III METODE PENELITIAN
Bab ini berisi tentang Jenis Penelitian, Lokasi dan Waktu
Penelitian, Populasi, Sampel, dan Teknik Pengambilan
Sampel, Instrumen Penelitian, Teknik Pengumpulan Data,
Variabel Penelitian, Definisi Operasional, Metode
Pengolahan dan Analisis Data, dan Etika Penelitian.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Bab ini berisi tentang Gambaran Umum, Hasil Penelitian,
Pembahasan, dan Keterbatasan.
BAB V PENUTUP
Bab ini berisi Kesimpulan hasil penelitian dan Saran.
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
9

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Teori
1. Pengetahuan
a. Definisi Pengetahuan
Menurut Notoatmodjo (2010), pengetahuan merupakan hasil
“tahu” pengindraan manusia terhadap suatu obyek tertentu. Proses
pengindraan terjadi melalui panca indra manusia, yakni indra
pengelihatan, pendengaran, penciuman, perasa dan peraba melalui
kulit. Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat
penting untuk terbentuknya tindakan seseorang (over behavior).
b. Tingkat pengetahuan
Menurut Notoatmodjo (2007), tingkat pengetahuan yang
dicakup dalam domain kognitif mempunyai enam tingkatan
sebagai berikut :
1) Tahu (Know)
Kemampuan untuk mengingat suatu materi yang telah
dipelajari, dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan
yang diterima. Cara kerja untuk mengukur bahwa orang tahu
tentang apa yang dipelajari antara lain : menyebutkan,
menguraikan, mengidentifikasikan dan mengatakan.
2) Memahami (Comprehension)
10



Kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang objek
yang diketahui dan dapat menginterpretasikan materi tersebut
secara benar.
3) Aplikasi (Aplication)
Kemampuan untuk menggunakan materi yang telah
dipelajari pada situasi atau kondisi yang sebenarnya. Aplikasi
disini dapat diartikan sebagai pengguna hukum-hukum, rumus,
metode, prinsip-prinsip dan sebagainya.
4) Analisis (Analysis)
Kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu objek
dalam suatu komponen-komponen, tetapi masih dalam struktur
organisasi dan masih ada kaitannya satu sama lain.
5) Sintesis (Sinthesis)
Kemampuan untuk menghubungkan bagian-bagian dalam
bentuk keseluruhan yang baru, dengan kata lain sintesis adalah
suatu kemampuan untuk menyusun formulasi baru dari
formulasi yang ada.
6) Evaluasi (Evaluation)
Kemampuan untuk melakukan penelitian terhadap suatu
materi atau objek tersebut berdasarkan suatu cerita yang sudah
ditentukan sendiri atau menggunakan kriteria yang sudah ada.


11



c. Pengukuran Pengetahuan
Menurut Notoatmodjo (2007), pengukuran pengetahuan dapat
dilakukan dengan wawancara atau angket yang menanyakan tentang isi
materi yang akan diukur dari subjek penelitian atau responden.
Menurut Riwidikdo (2009), kedalamam pengetahuan yang ingin kita
ketahui atau kita ukur dapat kita sesuaikan dengan kategori dibawah
ini :
1) Tingkat pengetahuan baik bila nilai responden yang diperoleh (x)
> Mean + 1 SD
2) Tingkat pengetahuan cukup bila nilai Mean – 1 SD ≤ x ≤ Mean + 1
SD
3) Tingkat pengetahuan kurang bila nilai responden yang diperoleh
(x) < Mean – 1 SD
d. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan
Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan menurut
(Notoatmodjo, 2007), antara lain :
1) Pendidikan
Pendidikan mempengaruhi proses belajar, makin tinggi pendidikan
seeorang makin mudah orang tersebut untuk menerima informasi.
Namun perlu ditekankan bahwa seorang yang berpendidikan
rendah tidak berarti mutlak berpengetahuan rendah pula.


12



2) Informasi / Media Massa
Informasi yang diperoleh baik dari pendidikan formal maupun non
formal dapat memberikan pengaruh jangka pendek (immediate
impact) sehingga menghasilkan perubahan atau peningkatan
pengetahuan.
3) Sosial budaya dan ekonomi
Kebiasaan dan tradisi yang dilakukan orang-orang tanpa melalui
penalaran apakah yang dilakukan baik atau buruk. Status ekonomi
seseorang juga akan menentukan tersedianya suatu fasilitas yang
diperlukan untuk kegiatan tertentu.
4) Lingkungan
Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar individu,
baik lingkungan fisik, biologis, maupun sosial yang berpengaruh
terhadap proses masuknya pengetahuan ke dalam individu.
5) Pengalaman
Pengalaman sebagai sumber pengetahuan adalah suatu cara untuk
memperoleh kebenaran pengetahuan dengan cara mengulang
kembali pengetahuan yang diperoleh dalam memecahkan masalah
yang dihadapi masa lalu.
6) Usia
Usia mempengaruhi terhadap daya tangkap dan pola pikir
seseorang. Semakin bertambah usia akan semakin berkembang
pula daya tangkap dan pola pikirnya.
13



2. Kehamilan
a. Definisi
Menurut Kushartanti (2004), kehamilan adalah dikandungnya
janin hasil pembuahan sel telur oleh sel sperma. Masa
kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Menurut
Prawirohardjo (2007), lamanya kehamilan mulai dari ovulasi
sampai partus adalah kira-kira 280 hari (40 minggu), dan tidak
lebih dari 300 hari (43 minggu).
Ibu hamil adalah ibu yang mengandung mulai trimester I sampai
trimester III (Dinkes Jateng, 2005).
b. Pembagian usia kehamilan
Menurut Prawirohardjo (2007), ditinjau dari tuanya kehamilan,
kehamilan dibagi menjadi tiga bagian, yaitu :
1) Kehamilan triwulan pertama (0-12 minggu), yang mana alat-
alat mulai dibentuk.
2) Kehamilan triwulan kedua (12-28 minggu), yang mana alat-alat
telah dibentuk namun belum sempurna dan viabilitas janin
masih disangsikan.
3) Kehamilan triwulan ketiga (28-40 minggu), yang mana janin
yang dilahirkan dapat viable (dapat hidup).
c. Lingkup Asuhan Kehamilan
Menurut Kusmiyati, dkk (2009), dalam memberikan asuhan
kepada ibu hamil, bidan harus memberikan pelayanan secara
14



komprehensif atau menyeluruh. Adapun lingkup asuhan kebidanan
pada ibu hamil meliputi :
1) Mengumpulkan data riwayat kesehatan dan kehamilan serta
menganalisa setiap kunjungan/pemeriksaan ibu hamil.
2) Melaksanakan pemeriksaan fisik secara sistematis dan lengkap.
3) Melakukan pemeriksaan abdomen termasuk tinggi fundus uteri
(TFU)/posisi/presentasi dan penurunan janin.
4) Melakukan penilaian pelvic, ukuran, dan struktur panggul.
5) Menilai keadaan janin selama kehamilan termasuk denyut
jantung janin dengan fetoskop dan gerakan janin dengan
palpasi.
6) Menghitung usia kehamilan dah hari perkiraan lahir.
7) Mengkaji status nutrisi dan hubungannya dengan pertumbuhan
janin.
8) Mengkaji kenaikan Berat Badan ibu dan hubungannya dengan
komplikasi.
9) Memberi penyuluhan tanda-tanda bahaya dan bagaimana
menghubungi Bidan.
10) Melakukan penatalaksanaan kehamilan dengan anemia ringan,
hiperemesis gravidarum tingkat I, abortus iminen, dan
preeklamsi ringan.
11) Menjelaskan dan mendemonstrasikan cara mengurangi
ketidaknyamanan kehamilan.
15



12) Memberi imunisasi Tetanus Toksoid.
13) Mengidentifikasi penyimpangan kehamilan normal dan
penanganannya termasuk rujukan tepat.
14) Memberikan bimbingan dan persiapan persalinan, kelahiran,
dan menjadi orangtua.
15) Bimbingan dan penyuluhan tentang perilaku kesehatan selama
hamil seperti nutrisi, latihan, keamanan, dan merokok.
16) Penggunaan secara aman jamu atau obat-obatan tradisional
yang tersedia.
d. Pemeriksaan kehamilan
Menurut Prawirohardjo (2007), pemeriksaan kehamilan merupakan
salah satu tahapan penting menuju kehamilan yang sehat.
Pemeriksaan kehamilan dapat dilakukan melalui dokter kandungan
atau bidan dengan minimal pemeriksaan 4 kali selama kehamilan
yaitu:
1) Trimester pertama minimal satu kali kunjungan.
2) Trimester kedua minimal satu kali kunjungan.
3) Trimester ketiga minimal dua kali kunjungan.
Menurut Depkes RI (2009), pelayanan antenatal adalah pelayanan
kesehatan oleh tenaga kesehatan untuk ibu selama masa
kehamilannya, dilaksanakan sesuai dengan Standar
Pelayanan

16



Kebidanan (SPK), yang dalam penerapannya meliputi 7T dan
meningkat menjadi 10T yaitu :
1) Timbang berat badan dan ukur tinggi badan.
2) Ukur tekanan darah.
3) Nilai status gizi (ukur lingkar lengan atas).
4) Ukur tinggi fuundus uteri.
5) Tentukan presentasi janin dan denyut jantung janin (DJJ).
6) Skrining status imunisasi Tetanus dan berikan imunisasi TT
bila diperlukan.
7) Pemberian tablet zat besi.
8) Tes laboratorium (rutin dan khusus).
9) Tata laksana kasus.
10) Temu wicara.

3. Imunisasi Tetanus Toksoid (TT)
a. Definisi
Imunisasi adalah suatu cara untuk menimbulkan/ meningkatkan
kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga
bila kelak ia terpapar dengan penyakit tersebut tidak akan sakit
atau sakit ringan (Depkes RI, 2005).
Imunisasi TT adalah suntikan vaksin tetanus untuk meningkatkan
kekebalan sebagai upaya pencegahan terhadap infeksi tetanus
(Idanati, 2005).
17



Vaksin Tetanus yaitu toksin kuman tetanus yang telah dilemahkan
dan kemudian dimurnikan (Setiawan, 2006). Kemasan vaksin
dalam vial. 1 vial vaksin TT berisi 10 dosis dan setiap 1 box vaksin
terdiri dari 10 vial. Vaksin TT adalah vaksin yang berbentuk cairan
(Depkes RI, 2005).
b. Manfaat Imunisasi TT
Manfaat imunisasi TT ibu hamil (BKKBN, 2005), yaitu :
1) Melindungi bayinya yang baru lahir dari tetanus neonatorum
2) Melindungi ibu terhadap kemungkinan tetanus apabila terluka.
Kedua manfaat tersebut adalah cara untuk mencapai salah satu
tujuan dari program imunisasi secara nasional yaitu eliminasi
tetanus maternal dan tetanus neonatorum (Depkes, 2004).
Pada saat pemeriksaan kehamilan, ibu hamil diberikan suntikan
TT. Pemberian vaksin TT melalui suntikan, diperlukan untuk
melindungi ibu hamil saat bersama bayinya terhadap tetanus
neonatorum. Sosialisasi imunisasi TT perlu dilakukan mengingat
masih ada sebagian masyarakat yang beranggapan bahwa
perempuan yang akan menikah mendapat imunisasi TT maka
setelah menikah dia akan terlambat hamil. Sehingga ibu hamil
menjadi tidak subur lagi setelah melahirkan. Setiap ibu hamil harus
mengetahui, memahami manfaat dan jarak waktu pemberian TT
(Achsin, 2003).

18



Menurut Depkes RI (2005), manfaat imunisasi TT yaitu :
1) Mencegah tetanus pada bayi baru lahir (diberikan pada wanita
usia subur atau ibu hamil).
2) Mencegah tetanus pada ibu bayi.
3) Dapat digunakan oleh siapa saja yang terluka seperti terkena
benda berkarat, jatuh di jalan raya.
c. Waktu pemberian imunisasi TT
Menurut Widian (2008), bila ibu belum pernah mendapatkan TT
atau meragukan, perlu diberikan sejak kunjungan antenatal yang
pertama sebanyak 2 kali dengan jarak minimal 1 bulan.
Menurut Gazali (2007), pemberian imunisasi TT pada ibu hamil
tidak membahayakan walaupun diberikan pada kehamilan muda.
Imunisasi TT diberikan pada ibu hamil dengan jumlah pemberian
sebanyak 2 kali pada trimester ke II, interval waktu 4-6 minggu.
Sehingga diharapkan dapat memberikan kekebalan selama 3 tahun.
Menurut Depkes RI (2005), jadwal pemberian imunisasi TT pada
WUS (wanita usia subur) sebagai berikut :
1) TT1, diberikan dengan dosis 0,5 cc.
2) TT2, jarak pemberian 4 minggu setelah TT 1, dapat
memberikan perlindungan selama 3 tahun, dosis pemberian
0,5cc.
3) TT3, jarak pemberian 6 bulan setelah TT 2, masa perlindungan
5 tahun, dosis pemberian 0,5 cc.
19



4) TT4, jarak pemberian 1 tahun setelah TT 3, masa perlindungan
10 tahun, dosis pemberian 0,5 cc.
5) TT5, jarak pemberian 1 tahun setelah TT 4, masa perlindungan
25 tahun, dosis pemberian 0,5 cc.
d. Cara pemberian dan dosis imunisasi TT
Menurut BKKBN (2005), imunisasi TT untuk ibu hamil diberikan
2 kali, dengan dosis 0,5 cc di injeksikan intramuskuler / subkutan
dalam. Cara pemberian imunisasi TT yaitu :
1) Sebelum digunakan, vaksin harus dikocok terlebih dahulu agar
suspensi menjadi homogen.
2) Untuk mencegah tetanus/tetanus neonatal terdiri dari 2 dosis
primer yang disuntikkan secara intramuskular atau subkutan
dalam, dengan dosis pemberian 0,5 ml.
3) Di unit pelayanan statis, vaksin TT yang telah dibuka hanya
boleh digunakan selama 4 minggu dengan ketentuan :
a) Vaksin belum kadaluarsa.
b) Vaksin disimpan dalam suhu +2º - +8ºC.
c) Tidak pernah terendam air.
d) Sterilitasnya terjaga.
e) VVM (Vaccine Vial Monitor) masih dalam kondisi A atau
B.
f) Di posyandu, vaksin yang sudah terbuka tidak boleh
digunakan lagi untuk hari berikutnya.
20



e. Efek Samping imunisasi TT
Efek samping jarang terjadi dan bersifat ringan, gejalanya seperti
lemas dan kemerahan pada lokasi suntikan yang bersifat sementara
dan kadang-kadang gejala demam (Depkes RI, 2005).
f. Tempat pelayanan untuk mendapatkan imunisasi TT
Menurut Depkes RI (2004), tempat pelayanan untuk mendapatkan
imunisasi TT antara lain :
1) Puskesmas.
2) Puskesmas pembantu.
3) Rumah sakit.
4) Rumah bersalin.
5) Polindes.
6) Posyandu.
7) Rumah sakit swasta.
8) Dokter praktik.
9) Bidan praktik.

4. Tetanus Neonatorum
Tetanus adalah salah satu penyakit yang paling beresiko menyebabkan
kematian bayi baru lahir. Tetanus yang menyerang bayi usia di bawah
satu bulan, dikenal dengan istilah tetanus neonatorum yang disebabkan
oleh basil Clostridium Tetani. Penyakit ini menular dan menyebabkan
21



resiko kematian sangat tinggi. Bisa dikatakan, seratus persen bayi yang
lahir terkena tetanus akan mengalami kematian (DinKes Jateng, 2008).
Tetanus menyerang bayi baru lahir karena dilahirkan di tempat yang
tidak steril, terutama jika tali pusat terinfeksi. Gambaran klinis tetanus
neonatorum adalah masa inkubasi biasanya 3 sampai 10 hari. Gejala
permulaan ialah kesulitan minum karena terjadinya trismus, mulut
mencucu seperti mulut ikan (karpermond), kemudian dapat terjadi
spasme otot yang luas dan kejang umum, leher menjadi kaku dan dapat
terjadi opistotonus, dinding abdomen kaku, mengeras, dan jika terdapat
kejang otot pernafasan dapat terjadi sianosis (Yulianto, 2007).
Pencegahan yang paling baik ialah pemotongan dan perawatan tali
pusat yang steril, dan pemberian imunisasi TT pada ibu hamil pada
triwulan terakhir dapat memberi proteksi pada bayi
(Prawirohardjo, 2007).






22



B. Kerangka Teori

















Gambar 2.1 kerangka Teori
Sumber : Modifikasi dari Notoatmodjo (2007).



Tingkat
pengetahuan :
1. Tahu
2. Memahami
3. Aplikasi
4. Analisis
5. Sintesis
6. Evaluasi

Faktor yang
mempengaruhi
pengetahuan :
1. Pendidikan
2. Informasi
3. Sosial budaya
dan ekonomi
4. Lingkungan
5. Pengalaman
6. Usia
Teori imunisasi
TT :
1. Pengertian
2. Manfaat
3. Jadwal
4. Cara
pemberian dan
dosis
5. Efek samping
6. Tempat
pelayanan
Pengetahuan kehamilan Imunisasi
Tetanus Toksoid
Teori
kehamilan:
1. Definisi
2. Pembagian
usia
kehamilan
3. Lingkup
asuhan
kehamilan
4. Pemeriksaan
kehamilan
23



C. Kerangka Konsep












Gambar 2.2 Kerangka Konsep

Keterangan :
: Faktor yang diteliti
: Faktor yang tidak diteliti



Cukup
Baik
Kurang
Tingkat pengetahuan ibu
hamil tentang imunisasi
Tetanus Toksoid
Faktor yang
mempengaruhi
pengetahuan :
1. Pendidikan
2. Informasi
3. Sosial budaya
dan ekonomi
4. Lingkungan
5. Pengalaman
6. Usia


24

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis Penelitian
Ditinjau dari segi tujuan penelitian yang hendak dicapai, penelitian ini
menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif. Menurut Notoatmodjo
(2010), deskritif adalah penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama
untuk membuat gambaran atau diskripsi suatu keadaan secara objektif.
Menurut Arikunto (2010), penelitian kuantitatif, dituntut menggunakan
angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut,
serta penampilan dari hasilnya. Pada penelitian ini menggambarkan
Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Imunisasi Tetanus Toksoid.
B. Lokasi dan Waktu Penelitian
1. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian adalah tempat yang digunakan untuk
pengambilan data selama kasus berlangsung (Budiarto, 2004).
Penelitian ini dilaksanakan di Forum Kesehatan Desa (FKD)
Purwosuman.
2. Waktu Penelitian
Waktu penelitian adalah jangka waktu yang dibutuhkan penulis
untuk memperoleh data studi kasus yang dilaksanakan
(Budiarto, 2004). Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 20 April
2012.
25



C. Populasi, Sampel dan teknik Pengambilan Sampel
1. Populasi Penelitian
Menurut Sugiyono (2011), populasi adalah wilayah generalisasi
yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan
karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan
kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dari penelitian ini adalah
semua ibu hamil di FKD Purwosuman Sidoharjo Sragen, dengan
jumlah populasi 40 orang.
2. Sampel Penelitian
Sampel adalah sebagian yang diambil dari keseluruhan obyek yang
diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi (Notoatmodjo, 2010).
Menurut Arikunto (2010), apabila subjeknya kurang dari 100, lebih
baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian
populasi. Sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah
semua populasi di FKD Purwosuman Sidoharjo Sragen yang
berjumlah 40 orang.
3. Teknik Pengambilan Sampel
Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan
cara Non Random Sampling dengan metode total sampling. Menurut
Arikunto (2010), total sampling adalah semua populasi dijadikan
sampel atau bisa juga disebut penelitian populasi.


26



D. Instrumen Penelitian
Alat yang dipergunakan dalam pengumpulan data penelitian ini adalah
kuesioner. Menurut Notoatmodjo (2010), kuesioner adalah daftar
pertanyaan yang sudah tersusun dengan baik, matang, dimana responden
tinggal memberikan jawaban atau dengan memberikan tanda – tanda
tertentu.
Untuk mengetahui pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi Tetanus
Toksoid, kuesioner yang digunakan adalah kuesioner tertutup dengan
jawaban benar dan salah. Untuk menghindari ketidakseriusan responden
yang sering kali terjadi dalam pengisian kuesioner, maka pernyataan
dibuat 2 kategori, yaitu pernyataan positif dan pernyataan negatif. Jawaban
benar dengan pernyataan positif (favorable) dan jawaban salah jika
pernyataan negatif (unfavorable) mendapat nilai 1. Jawaban yang salah
dengan pernyataan positif (favorable) dan benar jika pernyataan negatif
(unfavorable) mendapatkan nilai 0. Pengisian kuesioner tersebut dengan
memberi tanda centang (√) pada jawaban yang dianggap benar.
Kuesioner penelitian ini terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan
reliabilitas untuk mendapatkan hasil yang berkualitas. Untuk itu, maka
kuesioner tersebut harus dilakukan uji coba di lapangan. Responden yang
digunakan untuk uji coba sebaiknya memiliki ciri-ciri responden dari
tempat dimana penelitian tersebut harus dilaksanakan
(Notoatmodjo, 2010).
27



Uji coba instrumen penelitian ini dilakukan di Forum Kesehatan Desa
Bentak Sidoharjo Sragen dengan jumlah responden 30 orang. Menurut
Mahfoed (2007), alasan jumlah responden 30 adalah karena kaidah umum
penelitian agar diperoleh distribusi nilai hasil penelitian mendekati kurva
normal.
1. Uji Validitas
Menurut Riwidikdo (2009), validitas didefinisikan sebagai ukuran
seberapa cermat suatu test melakukan fungsi ukurnya. Jadi validitas
adalah ukuran yang menunjukkan sejauh mana instrumen pengukur
mampu mengukur apa yang ingin diukur. Uji validitas dengan
menggunakan tehnik korelasi pearson product moment dengan rumus
sebagai berikut:
r =
N. _X. ¥ -_X. _¥
¸{N_X
2
- (_X)
2
] {N_¥
2
- (_¥)
2
]

Keterangan :
r : Koefisien korelasi
N : Jumlah sampel
X : Skor pertanyaan
Y : Skor total
Instrumen dikatakan valid atau sahih jika nilai r
hitung
> r
tabel
karena
menyatakan adanya korelasi antara skor item dengan jumlah skor total
(Riwidikdo, 2009).
Berdasarkan hasil uji coba instrumen kepada 30 responden yang
dilakukan pada ibu hamil di Forum Kesehatan Desa Bentak Sidoharjo
28



Sragen, didapatkan 27 item yang valid dan 8 item yang tidak valid
yaitu item nomor 1, 4, 8, 31, 32, 33, 34, dan 35. Untuk item yang tidak
valid tidak digunakan dalam penelitian ini. Data hasil uji validitas
dapat dilihat di lampiran 14.
2. Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah suatu instrumen cukup dapat digunakan sebagai
alat pengumpul data (Arikunto, 2010).
Menurut Riwidikdo (2009), reliabilitas instrumen dapat dilakukan
secara eksternal maupun internal. Secara eksternal pengujian dapat
dilakukan dengan test-retest (stability), equivalent, dan gabungan
keduanya. Secara internal reliabilitas instrumen dapat diuji dengan
menganalisis konsistensi butir-butir yang ada pada instrumen dengan
teknik tertentu.
Untuk menguji reliabilitas instrumen, peneliti menggunakan Alpha
Chronbach dengan bantuan program komputer SPSS for Windows.
Rumus Alpha Chronbach adalah sebagai berikut:
r
ì
=
k
k - 1
_1 -
_s
ì
2
s
t
2
_
Keterangan:
r
ì
= Reliabilitas Instrumen
k = Banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal
_s
ì
= Jumlah varian butir
s
t

= Varian total

29



Menurut Riwidikdo (2009), kuesioner atau angket dikatakan reliabel
jika memiliki nilai alpha minimal 0,7.
Berdasarkan hasil perhitungan reliabilitas, diperoleh nilai Alpha
sebesar 0,76 sehingga instrumen dinyatakan reliabel. Data hasil uji
reliabilitas dapat dilihat di lampiran 15.
3. Kisi-kisi kuesioner
Tabel. 3.1 Kisi – kisi kuesioner
No Variabel
penelitian
Indikator Nomor
pertanyaan
favorable
Nomor
pertanyaan
unfavorable
Jumlah
1. Tingkat
pengetahuan
ibu hamil
tentang
imunisasi
Tetanus
Toksoid
Definisi
imunisasi TT

Manfaat
imunisasi TT

Waktu
pemberian
imunisasi TT

Cara
pemberian
imunisasi TT

Efek samping
imunisasi TT

Tempat
pelayanan
imunisasi TT
1*, 2, 18


6, 7


4*, 5, 9, 10,
11, 17, 19


12, 34*



13, 14


15, 32*

35*


3, 20, 23


8*, 21,
22, 24,
25


-


33*


16
2


5


10



1



2


2

2. Tingkat
pengetahuan
ibu hamil
tentang
Tetanus
Neonatorum
Tetanus
Neonatorum
26, 27, 28 29, 30,
31*
5
Total item yang valid 27
Keterangan : * = item yang tidak valid
30



E. Teknik Pengumpulan Data
Cara pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan lembar
pertanyaan persetujuan dan membagikan kuesioner atau angket pada ibu
hamil di Forum Kesehatan Desa Purwosuman Sidoharjo Sragen, kemudian
menjelaskan tentang cara pengisiannya. Responden disuruh mengisi
kuesioner sampai selesai dan kuesioner diambil pada saat itu juga oleh
peneliti. Data yang diperoleh terdiri dari:
1. Data Primer
Menurut Riwidikdo (2009), data primer diperoleh secara langsung dari
obyek penelitian oleh peneliti, sehingga diperoleh jawaban atas
pertanyaan yang disediakan melalui pengisian kuesioner oleh
responden. Peneliti mendapatkan data primer dari hasil pengisian
kuesioner oleh responden tentang imunisasi Tetanus Toksoid di FKD
Purwosuman Sidoharjo Sragen.
2. Data Sekunder
Data sekunder didapat tidak secara langsung dari obyek penelitian.
Peneliti mendapatkan data yang sudah jadi yang dikumpulkan oleh
pihak lain dengan berbagai cara atau metode baik secara komersial
maupun non komersial (Riwidikdo, 2009). Peneliti mendapatkan data
sekunder dari Bidan Desa Purwosuman tentang jumlah ibu hamil dan
cakupan imunisasi Tetanus Toksoid di FKD Purwosuman Sidoharjo
Sragen.

31



F. Variabel Penelitian
Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang
ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi
tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2011).
Variabel dalam penelitian ini menggunakan variabel tunggal yaitu tingkat
pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi Tetanus Toksoid.

G. Definisi Operasional
Menurut Notoatmodjo (2010), definisi operasional merupakan definisi
yang membatasi ruang lingkup atau pengertian variabel-variabel yang
diamati atau diteliti.
Tabel. 3.2 Definisi Operasional
No Variabel

Definisi Operasional

Skala Kategori
1 Tingkat
pengetahuan
ibu hamil
tentang
imunisasi
Tetanus
Toksoid
Kemampuan
responden untuk
menjawab pengertian
serta berbagai
pengetahuan tentang
imunisasi Tetanus
Toksoid
Ordinal a. Baik, bila nilai
(x) > Mean + 1
SD.
b. Cukup, bila nilai
Mean – 1 SD ≤
x ≤ Mean + 1
SD.
c. Kurang, bila
nilai (x) < Mean
– 1 SD.
(Riwidikdo,
2009)



32



H. Metode Pengolahan dan Analisis Data
1. Metode Pengolahan Data
Menurut Hidayat (2007), langkah-langkah yang akan dilakukan dalam
pengolahan data yaitu :
a) Editing
Editing adalah upaya untuk memeriksa kembali kebenaran data
yang diperoleh atau dikumpulkan. Pada penelitian ini melakukan
editing dengan cara memeriksa kelengkapan, kesalahan pengisian
dan konsistensi dari setiap jawaban dan pertanyaan.
b) Coding
Coding merupakan kegiatan pemberian kode numerik pada data
yang terdiri atas beberapa kategori. Untuk memudahkan dalam
proses pembacaan yaitu : Kode 0 jawaban salah, kode 1 jawaban
benar.
c) Entry
Data entry adalah kegiatan memasukan data yang telah
dikumpulkan ke dalam master tabel atau data base komputer.
d) Cleansing
Data yang telah di entry diperiksa kelengkapan dan kebenarannya.
2. Analisis Data
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan
menggunakan analisis univariat. Analisis univariat adalah
menganalisis terhadap tiap variabel dari hasil tiap penelitian untuk
33



menghasilkan distribusi frekuensi dan prosentase dari tiap variabel
(Notoatmodjo, 2010).
Selanjutnya untuk mengetahui hasil tingkat pengetahuan ibu hamil
menurut Riwidikdo (2009), ditunjukan dengan prosentase dengan
keterangan sebagai berikut :
a. Tingkat pengetahuan baik bila nilai responden yang diperoleh (x)
> Mean + 1 SD.
b. Tingkat pengetahuan cukup bila nilai Mean – 1 SD ≤ x ≤ Mean + 1
SD.
c. Tingkat pengetahuan kurang bila nilai responden yang diperoleh
(x) < Mean – 1 SD.

I. Etika Penelitian
1. Informent Consent (Lembar Persetujuan)
Informent consent diberikan sebelum melakukan penelitian.
Informent consent ini berupa lembar persetujuan untuk menjadi
responden. Pemberian informent consent ini bertujuan agar subyek
mengerti maksud dan tujuan penelitian dan mengetahui dampaknya.
Jika subyek bersedia, maka mereka harus menandatangani lembar
persetujuan dan jika responden tidak bersedia, maka peneliti harus
menghormati keputusan tersebut (Hidayat, 2007). Pada penelitian ini
semua responden akan diberi lembar persetujuan.

34



2. Anonimity (Kerahasiaan nama/ identitas)
Anonimity, berarti tidak perlu mencantumkan nama pada lembar
pengumpulan data (kuisioner). Peneliti hanya menuliskan kode pada
lembar pengumpulan data tersebut (Hidayat, 2007). Peneliti tidak akan
mencantumkan nama subyek pada lembar pengumpulan data dalam
penelitian ini.
3. Confidentiality (Kerahasiaan hasil)
Sub bab ini menjelaskan masalah-masalah responden yang harus
dirahasiakan dalam penelitian. Kerahasiaan informasi yang telah
dikumpulkan dijamin kerahasiaan oleh peneliti,hanya kelompok data
tertentu yang akan dilaporkan dalam hasil penelitian (Hidayat, 2007).
Penelitian ini kerahasiaan hasil/informasi yang telah dikumpulkan dari
setiap subyek akan di jamin oleh peneliti.

35

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum
Lokasi penelitian ini adalah di Forum Kesehatan Desa (FKD)
Purwosuman, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen. Desa
Purwosuman terletak di bagian selatan Kecamatan Sidoharjo. Batas
wilayah Desa Purwosuman yaitu, batas Barat Desa Bentak, batas Timur
Desa Duyungan, batas Utara Desa Patihan, dan batas Selatan Desa
Gebang.
FKD Purwosuman adalah satu-satunya Forum Kesehatan Desa di
Desa Purwosuman yang dikelola oleh 2 Bidan Desa. Sarana dan Prasarana
ruang di FKD ini memiliki 1 ruang periksa, 1 ruang bersalin, 1 ruang nifas,
dan 1 ruang tunggu.
Pelayanan yang diberikan di FKD Purwosuman meliputi
pemeriksaan ibu hamil (ANC), pelayanan persalinan, pelayanan imunisasi,
pelayanan Keluarga Berencana (KB), pemeriksaan bayi dan balita sakit,
dan pengobatan umum.

B. Hasil Penelitian
1. Karakteristik responden
Responden dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil di
Desa Purwosuman Kecamatan Sidoharjo Kabupaten Sragen, yang
36



berjumlah 40 orang. Pengambilan data dilakukan dengan membagikan
kuesioner yang diberikan kepada 40 responden dengan pilihan jawaban
benar dan salah sebanyak 27 butir soal.
a. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Umur
Tabel 4.1 Distribusi frekuensi responden berdasarkan umur

No Umur (tahun) Frekuensi Prosentasi (%)
1 < 20 8 20
2 20-35 27 67,5
3 > 35 5 12,5
Total 40 100
Sumber : Data Primer
Berdasarkan tabel 4.1, dari 40 responden menunjukkan
bahwa terdapat kelompok umur <20 tahun sebanyak 8 responden
(20%), kelompok umur 20-35 tahun sebanyak 27 responden
(67,5%) dan kelompok umur >35 tahun sebanyak 5 responden
(12,5 %). Jadi umur responden yang paling banyak pada kelompok
umur 20-35 tahun yaitu sebanyak 27 responden (67,5%).
b. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pendidikan
Tabel 4.2 Distribusi frekuensi responden berdasarkan pendidikan

No Pendidikan Frekuensi Prosentase (%)
1 SD 3 7,5
2 SMP 11 27,5
3 SMA 18 45
4 Perguruan Tinggi 8 20
Total 40 100
Sumber : Data Primer
Berdasarkan tabel 4.2, dari 40 responden menunjukkan
bahwa terdapat pendidikan SD sebanyak 3 responden (7,5%),
pendidikan SMP sebanyak 11 responden (27,5%), pendidikan
37



SMA sebanyak 18 responden (45%) dan pendidikan Perguruan
Tinggi sebanyak 8 responden (20%). Jadi pendidikan responden
yang paling banyak pada pendidikan SMA yaitu sebanyak 18
responden (45%).
c. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pekerjaan
Tabel 4.3 Distribusi frekuensi responden berdasarkan pekerjaan
No Pekerjaan Frekuensi Prosentase (%)
1 Bekerja
a. PNS
b. Swasta
c. Tani

7
10
7

17,5
25
17,5
2 Tidak bekerja (IRT) 16 40
Total 40 100
Sumber : Data Primer
Berdasarkan tabel 4.3, dari 40 responden menunjukkan
bahwa terdapat kelompok bekerja (PNS, Swasta, dan Tani)
sebanyak 24 responden (60%) dan kelompok tidak bekerja (IRT)
sebanyak 16 responden (40%). Jadi responden yang paling banyak
bekerja yaitu sebanyak 24 responden (60%).
2. Hasil Penelitian
Berdasarkan analisis data, didapatkan nilai Mean 19,05 dan
Standar Deviasi 3,53 yang disajikan dalam tabel 4.4 berikut :
Tabel 4. 4 Mean dan Standar Deviasi

Variabel Mean Standar Deviasi

Pengetahuan ibu hamil tentang
imunisasi Tetanus Toksoid


19,05

3,53

38



Berdasarkan nilai Mean dan Standar Deviasi diatas, maka
pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi TT di FKD Purwosuman
Sidoharjo Sragen dapat dikatagorikan menjadi 3 tingkat, yaitu :
a. Baik : (x) > Mean + 1 SD
(x) > 19,05 + 1 x 3,53
(x) > 22,58
Jadi, pengetahuan baik bila nilai responden > 22,58.
b. Cukup : Mean – 1 SD ≤ x ≤ Mean + 1 SD
19,05 – 1 x 3,53 ≤ x ≤ 19,05 + 1 x 3,53
15,52 ≤ x ≤ 22,58
Jadi, pengetahuan cukup bila nilai 15,52 ≤ x ≤ 22,58.
c. Kurang : (x) < Mean – 1 SD
(x) < 19,05 – 1 x 3,53
(x) < 15,52
Jadi, pengetahuan kurang bila nilai responden < 15,52.
Berdasarkan data yang diperoleh, maka tingkat
pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi TT di FKD Purwosuman
Sidoharjo Sragen dapat dilihat pada tabel 4.5 dibawah ini :
Tabel 4.5 Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi
Tetanus Toksoid di FKD Purwosuman sidoharjo Sragen

No Pengetahuan Frekuensi Prosentase (%)
1 Baik 10 25
2 Cukup 24 60
3 Kurang 6 15
Total 40 100
Sumber : Data Primer

39



Berdasarkan tabel 4.5 diatas, tingkat pengetahuan ibu hamil
tentang imunisasi Tetanus Toksoid di FKD Purwosuman Sidoharjo
Sragen, pada katagori baik sebanyak 10 responden (25%), katagori
cukup sebanyak 24 responden (60 %), dan katagori kurang
sebanyak 6 responden (15%). Jadi tingkat pengetahuan ibu hamil
tentang imunisasi Tetanus Toksoid di FKD Purwosuman Sidoharjo
Sragen yang paling banyak pada katagori cukup.

C. Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian terhadap 40 responden menunjukkan
bahwa tingkat pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi Tetanus Toksoid
di FKD Purwosuman Sidoharjo Sragen, pada katagori baik yaitu sebanyak
10 responden (25%), katagori cukup sebanyak 24 responden (60 %) dan
katagori kurang sebanyak 6 responden (15%). Jadi tingkat pengetahuan
ibu hamil tentang imunisasi Tetanus Toksoid di FKD Purwosuman
Sidoharjo Sragen yang paling banyak pada katagori cukup.
Menurut Notoatmodjo (2010), pengetahuan merupakan hasil
“tahu” pengindraan manusia terhadap suatu obyek tertentu. Proses
pengindraan terjadi melalui panca indra manusia, yakni indra
pengelihatan, pendengaran, penciuman, perasa dan peraba melalui kulit.
Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk
terbentuknya tindakan seseorang (over behavior).
40



Menurut Notoatmodjo (2007), faktor-faktor yang mempengaruhi
pengetahuan antara lain : pendidikan, informasi/media massa, sosial
budaya dan ekonomi, lingkungan, pengalaman, dan usia.
Berdasarkan hasil penelitian, pendidikan responden yang paling
banyak pada pendidikan SMA yaitu sebanyak 18 responden (45%),
sebagian besar responden bekerja (PNS, Swasta, dan Tani) yaitu sebanyak
24 responden (60%) dan sebagian besar responden berumur 20-35 tahun
yaitu sebanyak 27 responden (67,5%).
Pendidikan mempengaruhi proses belajar, makin tinggi pendidikan
seeorang makin mudah orang tersebut untuk menerima informasi. Namun
perlu ditekankan bahwa seorang yang berpendidikan rendah tidak berarti
mutlak berpengetahuan rendah pula. Lingkungan adalah segala sesuatu
yang ada di sekitar individu, baik lingkungan fisik, biologis, maupun
sosial yang berpengaruh terhadap proses masuknya pengetahuan ke dalam
individu. Usia mempengaruhi daya tangkap dan pola pikir seseorang.
Semakin bertambah usia akan semakin berkembang pula daya tangkap dan
pola pikirnya (Notoatmodjo, 2007).
Imunisasi Tetanus Toksoid (TT) adalah suntikan vaksin tetanus
untuk meningkatkan kekebalan sebagai upaya pencegahan terhadap infeksi
tetanus (Idanati, 2005). Manfaat imunisasi Tetanus Toksoid ibu hamil
yaitu melindungi bayi baru lahir dari tetanus neonatorum yang dapat
mengakibatkan kematian, dan melindungi ibu terhadap kemungkinan
tetanus apabila terluka (BKKBN, 2005).
41



Umumnya vaksin Tetanus Toksoid diberikan pada pasangan calon
pengantin yang akan menikah, namun banyak pasangan yang menolak
karena adanya faktor kekurangan pengetahuan terhadap vaksin TT
(Hartono, 2005). Pemberian imunisasi TT pada ibu hamil tidak
membahayakan walaupun diberikan pada kehamilan muda. Imunisasi TT
diberikan pada ibu hamil dengan jumlah pemberian sebanyak 2 kali pada
trimester ke II, interval waktu 4-6 minggu. Sehingga diharapkan dapat
memberikan kekebalan selama 3 tahun (Gazali, 2007).
Sosialisasi imunisasi TT perlu dilakukan mengingat masih ada
sebagian masyarakat yang beranggapan bahwa perempuan yang akan
menikah mendapat imunisasi TT, maka setelah menikah dia akan
terlambat hamil, sehingga ibu hamil menjadi tidak subur lagi setelah
melahirkan. Setiap ibu hamil harus mengetahui, memahami manfaat dan
jarak waktu pemberian TT (Achsin, 2003).
Jadi berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Tingkat
Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Imunisasi Tetanus Toksoid di FKD
Purwosuman Sidoharjo Sragen paling banyak pada katagori cukup yaitu
sebanyak 24 responden (60%). Kemungkinan hal tersebut dipengaruhi
oleh faktor pendidikan responden yang sebagian besar SMA, sebagian
besar responden bekerja, dan usia responden sebagian besar 20-35 tahun.



42



D. Kelemahan dan Keterbatasan
Dalam penelitian ini ada kelemahan dan keterbatasan, yaitu :
1. Kelemahan
a. Jumlah responden yang datang hanya sebagian, sehingga peneliti
harus mengunjungi sebagian ibu hamil yang tidak datang (door to
door).
b. Responden ada yang kurang paham tentang pernyataan yang dibuat
peneliti.
2. Keterbatasan
a. Variabel Penelitian ini variabel tunggal, sehingga hasil penelitian
terbatas pada tingkat pengetahuan saja.
b. Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner tertutup sehingga
responden hanya bisa menjawab benar atau salah, dan jawaban
responden belum bisa mengukur pengetahuan secara mendalam.



43

BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian tentang tingkat pengetahuan ibu hamil
tentang imunisasi Tetanus Toksoid di Forum Kesehatan Desa Purwosuman
Sidoharjo Sragen, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi Tetanus Toksoid di
Forum Kesehatan Desa Purwosuman Sidoharjo Sragen, dalam katagori
baik sebanyak 10 responden (25%).
2. Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi Tetanus Toksoid di
Forum Kesehatan Desa Purwosuman Sidoharjo Sragen, dalam katagori
cukup sebanyak 24 responden (60%).
3. Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi Tetanus Toksoid di
Forum Kesehatan Desa Purwosuman Sidoharjo Sragen, dalam katagori
kurang sebanyak 6 responden (15%).
4. Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi Tetanus Toksoid di
Forum Kesehatan Desa Purwosuman Sidoharjo Sragen, yang paling
banyak dalam katagori cukup, yaitu sebanyak 24 responden (60%).




44



B. Saran
Berdasarkan simpulan diatas, maka perlu adanya upaya untuk
meningkatkan pelayanan yang lebih baik. Oleh karena itu peneliti
menyampaikan saran sebagai berikut :
1. Bagi Responden
Diharapkan dengan adanya penelitian ini, ibu hamil dapat lebih
disiplin dalam melakukan ANC dan lebih aktif untuk mengikuti
penyuluhan tentang kesehatan khususnya tentang imunisasi Tetanus
Toksoid, serta dapat lebih meningkatkan pengetahuan tentang
kesehatan khususnya tentang imunisasi Tetanus Toksoid melalui
media elektronik maupun media cetak.
2. Bagi FKD
Petugas Kesehatan (Bidan) dan kader diharapkan dapat
meningkatkan pemberian penyuluhan dalam bidang kesehatan
khususnya tentang imunisasi Tetanus Toksoid, dan meningkatkan
cakupan imunisasi Tetanus Toksoid.
3. Bagi Peneliti Selanjutnya
Diharapkan melakukan penelitian lebih lanjut dengan
pengembangan variabel penelitian dan jumlah populasi yang lebih
banyak sehingga akan diperoleh hasil yang lebih baik.