Anda di halaman 1dari 23

BAHAN BERBAHAYA DAN

BERACUN (B3)
Dr.rer.nat. NURUL HIDAYAT. A
Jurusan KIMIA FMIPA UGM
Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)
(UU No.32 tahun 2009, PP RI No.74 tahun 2001)
Adalah zat, energi, dan/atau komponen lain
yang karena sifat, konsentrasi, dan/atau
jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak
langsung, dapat mencemarkan dan/atau
merusak lingkungan hidup, dan/atau
membahayakan lingkungan hidup, kesehatan,
serta kelangsungan hidup manusia dan
makhluk hidup lain.
KLASIFIKASI B3
Mudah meledak (explosive)

Mudah menyala (flammable)
Sangat mudah menyala
Sangat mudah sekali menyala


Pengoksidasi (oxidizing)

Berbahaya (harmful)
KLASIFIKASI B3
Korosif (corrosive)
Bersifat iritasi (irritant)
Beracun (toxic)
Karsinogenik
Berbahaya bagi lingkungan
Mutagenik
Teratogenik
Mudah meledak (explosive)
Bahan yang pada suhu dan tekanan standar
(25
o
C, 1atm) dapat meledak atau melalui reaksi
kimia dan/atau fisika dapat menghasilkan gas
dengan suhu dan tekanan tinggi yang dengan
cepat dapat merusak lingkungan sekitarnya

Mudah meledak (explosive)
Pengujiannya menggunakan DTA (differential
thermal analysis) atau DSC (Differential
Scanning Calorymetry) dng 2,4-dinitrotoluena
atau dibenzoil-peroksida sebagai standar
Jika nilai temperatur pemanasan sampel bahan
lebih besar dari standar, maka bahan tsb
dikategorikan sebagai mudah meledak
Pengoksidasi (oxidizing)
Oxidizing Material : Bahan berbahaya
yang dapat menyebabkan atau
berperanan pada pembakaran bahan lain
dengan memberikan oksigen atau zat
oksidator yg lain
Contoh : Asam nitrat, klorat, perklorat,
peroksida, permanganat, nitrit, nitrat
Pisahkan dari bahan lain
seperti pelarut organik

Pengoksidasi (oxidizing)
Pengujian bahan padat dgn metode uji
pembakaran menggunakan ammonium
persulfat sebagai standar
Untuk bahan cair, larutan asam nitrat
sebagai standar
Sampel dinyatakan B3 pengoksidasi jika
waktu pembakaran sampel sama atau
lebih singkat dari waktu pembakaran
standar
Sangat mudah sekali menyala
(extremely flammable)
B3 baik berupa padatan maupun cairan
yang memiliki titik nyala dibawah 0
o
C dan
titik didih lebih rendah atau sama dengan
35
o
C
Sangat mudah menyala
(highly flammable)
B3 baik berupa padatan maupun cairan
yang memiliki titik nyala 0-21
o
C
Mudah Menyala (flammable)
Bahan yang berupa cairan yang mengandung
alkohol kurang dari 24% volume dan/atau
pada titik nyala<60
o
C akan menyala apabila
terjadi kontak dengan api, percikan api atau
sumber nyala lain pada tekanan udara 760
mmHg.
Mudah Menyala (flammable)
Padatan selain cairan pada suhu dan tekanan
standar (25
o
C,1atm) dapat mudah
menyebabkan kebakaran karena gesekan,
adsorpsi uap air, atau perubahan kimia
secara spontan dan apabila terbakar dapat
menyebabkan kebakaran secara terus-
menerus dalam 10 detik.
Selain itu, apabila dalam titik nyala kurang
dari 40
o
C

Beracun (Toxic)
Mengandung racun yang berbahaya bagi manusia dan
lingkungan
Dapat menyebabkan kematian dan sakit yang serius,
apabila masuk ke dalam tubuh melalui pernafasan,
kulit atau mulut.

LD-50
Perhitungan dosis (gram pencemar per kilogram
berat badan) yang dapat menyebabkan
kematian 50 % populasi mahluk hidup
yang dijadikan percobaan.

Apabila LD
50
> 15 gram per kilogram BB, maka
bukan B3
Tingkatan racun B3 dikelompokkan
sbb :
Urutan Kelompok LD
50
(mg/kg)
1
2
3
4
5
6
Amat sangat beracun
Sangat beracun
Beracun
Agak beracun
Relatif tidak beracun
Praktis tidak beracun
< 1
1-50
51-500
501-5.000
5001-15.000
> 15.000
Berbahaya (harmful)
Bahan baik padatan maupun cairan atau gas yang
jika terjadi kontak atau melalui pernafasan atau oral
dapat menyebabkan bahaya terhadap kesehatan
sampai tingkat tertentu
Bersifat korosif
- Menyebabkan proses pengkaratan pada
lempeng baja (SAE 1020) dengan laju korosi
lebih besar dari 6,35 mm/tahun dengan
temperatur pengujian 55
o
C.
- Cairan korosif mempunyai pH 2 atau 12,5.

Bersifat korosif
-Sebagian besar asam dan basa yang umum
di laboratorium adalah korosif.
- Dapat berupa asam anorganik dan basa
seperti Asam sulfat, nitrat, perklorat, klorida,
natrium hidroksida dan ammonium hidroksida
- Menyebabkan iritasi (terbakar) pada kulit
Bersifat iritasi (irritant)
Bahan baik padatan maupun cairan yang jika terjadi
kontak secara langsung, dan apabila kontak tsb
terus menerus dengan kulit atau selaput lendir dapat
menyebabkan peradangan
Berbahaya bagi lingkungan
Bahaya yang ditimbulkan oleh suatu bahan seperti
merusak lapisan ozon (mis : CFC/Freon), persisten
di lingkungan (mis : PCBs) atau bahan yang dapat
merusak lingkungan
Karsinogenik
Karsinogenik adalah sifat bahan penyebab
sel kanker, yakni sel luar yang dapat
merusak jaringan tubuh
Teratogenik : sifat bahan yang dapat
mempengaruhi pembentukan dan
pertumbuhan embrio
Mutagenik : sifat bahan yang menyebakan
perubahan kromosom yang berarti dapat
merubah genetika
Contoh Teratogenik
Karbondisulfida, Amphetamin, Hallucinogen,
Mariyuana, Antihistamin
Contoh mutagenik
Benzopirena, Etilen dioksida
KLASIFIKASI B3
a. B3 yang dapat dipergunakan
b. B3 yang dilarang dipergunakan
c. B3 yang terbatas dipergunakan