Anda di halaman 1dari 37

Pendahuluan

American Optometric Association (AOA) mendefinisikan Computer Vision Syndrome
(CVS) sebagai masalah mata majemuk yang berkaitandengan pekerjaan jarak dekat yang
dialami seseorang selagi atau berhubungan dengan penggunaan komputer.
1,
!ejala"gejala
yang timbul kemudian dibagi menjadi empat kategori, yaitu gejala astenopia (mata lelah,
mata tegang, mata terasa sakit, mata kering, dan nyeri kepala), gejala yang berkaitan dengan
permukaan okuler (mata berair, mata teriritasi, dan akibat penggunaan lensa kontak), gejala
#isual (penglihatan kabur, penglihatan ganda, presbiopia, dan kesulitan dalam memfokuskan
penglihatan), dan gejala ekstraokuler (nyeri bahu, nyeri leher, dan nyeri punggung).
$
Computer Vision Syndrome dipengaruhi oleh faktor indi#idual, faktor lingkungan, dan faktor
komputer. %aktor"faktor indi#idual yang berperan dalam terjadinya CVS antara lain& usia,
jenis kelamin, penggunaan lensa kontak, penggunaan ka'amata, lama bekerja dengan
komputer, lama bekerja di depan komputer, dan lama istirahat setelah penggunaan komputer.
%aktor" faktor yang berasal dari komputer di antaranya& jarak penglihatan, posisi bagian atas
monitor terhadap ketinggian hori(ontal mata, polaritas monitor, dan jenis komputer.
Pembahasan
Diagnosis klinis
Anamnesis
Anamnesis dilakukan dengan menanyakan &
- )dentitas pasien yaitu
*ama & *y.A, usia & + thn, pekerjaan & ,enga-ai keuangan, pekerjaan sebelumnya("),
alamat& ,asar .ebo, tempat tanggal lahir & /andung 0 agustus 11+2, suku bangsa &
Sunda, pendidikan terakhir & S"1, agama & 3risten, dll.
- 3eluhan utama yang berupa kedua mata berair
- 3apan mulai timbulnya keluhan sejak 1 minggu yang lalu
- .i-ayat penyakit sekarang yaitu *ona A + 4ahun, menyusun keuangan dari jam +
pagi sampai jam 0 sore, ia bekerja diruangan ber"AC, kadang"kadang tanpa istirahat.
3arena kurang istirahat dan selalu berhadapan dengan komputer serta posisi pasien
yang duduk statis"kepala menunduk, repetitif, penerangan yang kurang, merasa beban
kerja meningkat, sehingga perlu lembur, maka kedua mata nona A berair yang sudah
dialaminya selama 1 minggu. 3eluhan tersebut hanya berair tidak ada gatal, merah,
sekret, tidak ada rasa berpasir, buram, dan mata terasa pegal. 3eluhan memberat sejak
$ hari belakangan ini, *n A sudah menggunakan obat tetes mata tetapi tidak
membaik.
- .i-ayat penyakit sebelumnya, seperti & 5ulu sudah pernah menggunakan ka'amata
karena menderita miopia yang tinggi. 6uga pernah menderita Ambliopia dan tidak ada
ri-ayat alergi.
- .i-ayat penyakit keluarga& 3eluarga ada yang menggunakan ka'amata karena
miopia.
- .i-ayat Sosial& tinggal bersama ibu dan adik di lingkungan perumahan, tidak padat
penduduk, 'ahaya matahari 'ukup, tidak mengkonsumsi alkohol maupun merokok,
dan suka memba'a buku.
5iagnosis CVS sebenarnya dapat dilakukan hanya berdasarkan anamnesis dari gejala"
gejala yang dikeluhkan dan ri-ayat penggunaan komputer sebelumnya. Seseorang
didiagnosis CVS bila berdasarkan anamnesis, orang tersebut mengeluhkan adanya minimal
tiga gejala dari empat gejala utama CVS & mata lelah dan tegang, mata kering teriritasi,
penglihatan kabur, dan nyeri kepala. 7mpat gejala utama tersebut didapatkan dari pre#alensi
pada penelitian"penelitian sebelumya, di mana gejala"gejala tersebut mempunyai pre#alensi
tinggi di antara gejala lainnya.
Pemeriksaan fisik
Tanda-tanda vital
,emeriksaan seluruh tubuh se'ara baik dan legartis& 4ekanan darah, nadi, suhu,
pernapasan jantung, paru"paru, dan sebagainya.
0
,ada pemeriksaan tanda"tanda #ital dapat
dilakukan pemeriksaan nadi, dan perlu dinilai frekuensi, ekualitas, irama serta kualitas nadi.
,enghitungan frekuensi nadi yang baik adalah saat keadaan tidur. ,erlu ditekankan juga
bah-a penghitungan nadi harus disertai penghitungan frekuensi denyut jantung, untuk
menyingkirkan kemungkinan terdapatnya pulsus defisit. 5alam keadaan normal, irama nadi
adalah teratur. 5isritmia sinus adalah jenis ketidakteraturan nadi yang sering dijumpai.
3ualitas nadi yang normal disebut 'ukup, pada kelainan dapat dijumpai pulus seler dimana
nadi yang teraba sangat kuat dan turun dengan 'epat. Sedangkan ekualitas nadi menilai
bah-a nadi teraba sama pada keempat ekstremitas.
0
,emeriksaan tekanan darah idealnya
dilakukan pada keempat ekstremitas.
/erdasarkan kasus & 45 &1189:8. *adi & +8 kali9menit, *apas& 1+ kali9menit, Suhu $;,:
o
C.
3esadaran & 'ompos mentis, 3eadaan umum & tidak tampak sakit, !angguan jalan (").
Antropometri
4inggi badan & 1;8 'm, /erat badan & 2; kg, )ndeks massa 4ubuh & 1,1 kg9m

,
/entuk tubuh & Atletikus.
Visus ( Tajam penglihatan)
Dewasa. 4es tajam penglihatan (VA) menilai kekuatan resolusi mata. 4es standar
adalah dengan menggunakan kartu Snellen, yang terdiri dari baris"baris huruf yang
ukurannya semakin ke'il. 4iap baris diberi nomor dengan jarak dalam meter dan lebar tiap
huruf membentuk sudut 1 menit dengan mata. 4ajam penglihatan di'atat sebagai jarak ba'ak
(mis ; meter) pada nomor baris, dari huruf terke'il yang dilihat. 6ika jark ba'a ini adalah
garis ;8 meter maka tajam penglihatan adalah ;9;8. ,englihatan diperiksa dengan ka'amata
bila pasien menggunakan ka'amata, namun tes pinhole akan mengoreksi kelainan refraksi
sedang.
2
/erdasarkan kasus #isus kedua matanya adalah ;91 tanpa koreksi.
apang Pandang
<apang pandang memetakan perluasan perifer dunia #isual. 4iap lapang pandang
dapat direpresentasikan sebagai satu seri kontur atau isopter mendemonstrasikan kemampuan
untuk melihat satu target dengan ukuran dan ke'erahan tertentu. <apang pandang tidak rata=
daerah pusat mata dapat mendeteksi objek yang jauh lebih ke'il dibandingkan di perifer. >al
ini menghasilkan ?bukit penglihatan@ dimana objek yang dilihat dengan detil terbaik berada
pada pun'ak bukit (di fo#ea). 5i sisi temporal lapang pandang terletak bintik buta. )ni
berhubungan dengan papil saraf optik di mana tidak terdapat fotoreeptor. <apang pandang
dapat diperiksa dengan berbaga 'ara.
2
Tes !onfrontasi
Satu mata pasien ditutup dan pemeriksa duduk di seberangnya, menutup mata pada
sisi yang sama. Satu objekm biasanya kepala jarum berukuran besar, kemudian digerakan
dalam lapang pandang mulai dari perifer menuju ke pusat. ,asien diminta mengatakan kapan
ia pertama kali melihat objek tersebut. 4ip kuadran diperiksa dan lokasi bintik buta
ditentukan. Selanjutnya lapang pandang paien dibandingkan dengan lapang pandang
pemeriksa. 5engan latihan dapat juga diidentifikasi skotoma sentral (skotoma adalah daerah
fokal dalam lapang pandangan dengan sensiti#itas yang berkurang, dikelilingi oleh area yang
lebih sensitif).
2
4es lapang pandang kasar dapat dilakukan sebagai berikut &
- Aintalah pasien untuk menutup satu matanya. 5uduklah di depan pasien dan
angkatkedua tangan anda di depan mata yang tidak ditutup dengan telapak tangan
menghadap pasien, satu tangan pada masing"masing sisi. 4anyakan apakah kedua
telapak tangan terlihat sama. Blangi tes dengan mata satunya. 4es ini dapat berguna
mendeteksi hemanopia bitemporal (pasien mungkin juga tidak dapat melihat huruf
temporal pada kartu Snellen ketika dilakukan pemeriksaan tajam penglihatan).
- Aintalah pasien untuk menghitung jumlah jari yang diperlihatkan pada tiap kuadran
lapang pandang
4es yang digunakan untuk mengidentifikasi defek lapang pandang neurologis adalah
dengan menggunakan objek be-arna merah. <apang pandang merah menrupakan yang
paling sensitif terhadap lesi saraf optik. Bntuk melakukan tes konfrontasi digunakan jarum
dengan kepala be-arna merah dapat dipegang di tiap kuadran atau setengah lapang pandang
dan pasien diminta untuk membandingkan kualitas -arna merah di tiap lokasi. ,ada defek
lapang pandang hemianopik, -arna merah akan tampak lebih buram di lapang pandang yang
kena.
Perimeter
Aesin ini memungkinkan pemetaan lapang pandang yang lebih akurat. Aesin ini mengukur &
- <apang pandang kinetik dimana pasien menunjukkan saat ia pertama kali melihat
'ahaya dengan ukuran dan tingkat ke'erahan tertentu yang digerakkan dari perifer.
>al ini seperti menggerakan kepala jarum pada tes konfrontasi
- <apang pandang statik dimana pasien menunjukkan saat ia pertama kali melihat
'ahaya stasioner pada tingkat ke'erahan yang bertambah.
2
4eknik"teknik ini terutama berguna pada kondisi okular kronis dan neurologis untuk
memonitor perubahan lapang pandang (mis & glaukoma)
Tekanan intraokuler
4ekanan intraokular diukur dengan tonometer !oldmann. Satu silinder plastik jernih
diletakkan pada kornea yang sudah dianestesi. Cin'in pendataran, dilihat melalui silinder,
dibuat terlihat dengan adanya fluoresein pada film air mata. ,risma yang diletakkan se'ara
hori(ontal dalam silinder, memisahkan 'in'in kontak menjadi setengah lingkaran. 4ekanan
yang diberikan ke silinder dapat di#ariasikan untuk mengubah tingkat pendataran kornea dan
kemudian ukuran 'in'in. 4ekanan disesuaikan sehingga kedua setengah lingkaran saling
bertautan. )ni merupakan titik akhir dari tes, dan tekanan yang diberikan dikon#ersi ke dalam
satuan tekanan okular (mm>g) yang dapat dilihat di tonometer.
Ahli optometri menggunakan tiupan udara dengan intensitas yang berbeda"beda untuk
menghasilkan pendataran kornea dan bukannya menggunakan prisma tonometer !olmann.
/erbagai tonometer lain juga dapat digunakan termasuk alat elektronik genggam ke'il.
2
"#$P%!$"
&rbita dan etak 'ata.
,erhatikan alis mata, yang tumbuh dengan sangat lambat. >ilangnya sepertiga lateral
alis mata kadang dijumpai pada miksedema, suatu keadaaan yang disebabkan kekurangan
hormon tiroid. ,erhatikan letak bola mata di dalam orbita. 3adang"kadang anda perlu
mengukur letak mata.
/ola mata dibatasi oleh tulang"tulang orbita. )a dirangkul oleh otot"otot ekstraokuler
pada sisi"sisinya, ner#us optikus dan bantalan lemak di bagia posteriori, dan konjungti#a di
bagian anterior. 3elainan salah satu strktur ini dapat mengubah posisi bola mata di dalam
orbita. ,osisi ini dapat diukur. <etakkan sebuah penggaris pada ujung lateral sudut orbita dan
lihatlah dari sisi di seberang pinggir depan kornea. ,asien menderita eksoftalmus jika jarak
dari sudut tersebut ke pinggir anterior kornea melebihi 1; mm. 6arang"jarang, pada auskultasi
bola mata dapat terdengar bising kontinu yang khas yang disebabkan fistula sterior#enosa,
sampai sejauh arteri karotis. Bntuk mendengarkan bising bola mata ini, mintalah pasien
menutup kelopak mata, kemudian dengan hati"hati dan ringan letakkan stetoskop pada mata.
2
!elopak 'ata
5isini kita harus melihat permukaan kelopak mata atas. <etakkan kapas lidi kira"kira
sepertiga ba-ah kelopak mata atas. 4arik bulu mata keba-ah dan keluar dan balikkanlah
kelopak mata pada lidi tersebut untuk memperlihatkan konjungti#a palpebra. <ihat apakah
pada palpebra ada ptosis, ektropion (e#ersi) atau entropion (in#ersi) kelopak mata, hordeolum
(infeksi kelenjar sebasea di akar bulu mata), khala(ion (kista), perdarahan daerah
subkonjungti#a (#askulitis), Stare, <id lag (keterlambatan kelopak mata). Sudut yang
terbentuk di bagian medial dan lateral oleh pertemuan kelopak mata atas dan ba-ah disebut
kanthus. <ipatan kulit tambahan yang menutupi sudut ini disebut lipatan epikanthus.
6arak kedua mata dapat berbeda"beda pada penyakit kongenital. 6arak antara kedua
kanthus interna tidak boleh lebih dari 08mm, antara kedua pupil tidak lebih dari :2mm dan
antara kedua kanthus eksterna tidak lebih dari 12mm. /ila batas"batas ini dilampaui, terjadi
hipertelorisme okuler.
,erhatikan posisi kelopak mata. )ni ditentukan oleh $ kumpulan otot & muskulus
orbikularis okuli yang dipersarafi *. V)), muskulus le#ator yang dipersarafi *. ))), dan otot
polos muller yang dipersarafi saraf"saraf simpatis dan parasimpatis. /iasanya kelopak mata
atas mele-ati kornea pada ketinggian yang tepat menyentuh iris.
Aparatus lakrimalis terdiri dari glandula lakrimalis pada dinding luar atas orbita
anterior dan punkta atas dan ba-ah yang mengalirkan 'airan dari margo palpebra medial atas
dan ba-ah. 3eadaan aparatus lakrimalis dapat diperiksan dengan tes S'hirmer. ,akailah
sepotong kertas penyaring dengan lebar 2mm dan panjang 'm. <ipatlah kertas ini beberapa
mm dan letakkanlah di dalam sakus konjungti#a pada kelopak mata ba-ah. Setelah 2 menit,
kelenjar lakrimalis normal akan menghasilkan air mata yang 'ukup untuk membasahi
potongan kertas penyaring sepanjang 12 mm atau lebih.
"ris( $klera dan !ornea
,eriksalah sklera untuk meliat peradangan dan perubahan -arna (ikterus).
3ornea dapat diperiksa dengan langsung atau dengan bantuan oftalmoskop. )a tidak
mengandung pembuluh darah sama sekali dan mempunyai banyak persarafan. 7pitel kornea
yang halus mudah rusak yang menimbulkan akibat"akibat yang serius. Bntuk membantu
diagnosis gangguan pada epitel kornea, pakailah kertas penyaring yang diimpregnasi dengan
fluoresein. Bjung kertas dengan hati"hati diletakkan pada konjungti#a kelopak mata ba-ah.
%luoresein akan berdifusi dengan 'epat di permukaan bola mata dan akan menimbulkan
-arna yang terang pada setiap kerusakan epitel.
>umor akueus pada kamera okuli anterior biasanya jernih. )ris normal harus bulat dan
simetris. ,erubahan fungsional pada ukuran pupil terjadi melalui pengaruh saraf simpatis dan
parasimpatis yang terdapat pada *. ))).
.eaksi pupil, diperiksan dengan beberapa 'ara. ,ertama, sinarilah dengan 'epat dan
langsung ke dalah salah satu mata dan perhatikanlah kontraksi normal. ,eganglah senter anda
12 'm dari orbita dan di bagian lateralnya, kemudian gerakan dengan 'epat di depan mata.
/iasanya terjadi reaksi berlebihan dalam -aktu singkat. 3emudian, sinarilah salah satu mata
dan perhatikan reaksi pada mata lainnya, refleks konsensual. 3edua tindakan ini
membuktikan keutuhan busur dari reseptor ke efektor baik pada mata yang diperiksa maupun
mata kontralateral. 3ontraksi terjadi juga apabila mata berakomodasi untuk meligat dekat.
Aintalah pasien untuk memusatkan penglihatannya pada benda yang jauh, kemudian dengan
'epat memusatkan penglihatannya pada jari anda yang terleta 8"$8 'm di depan matanya.
,erhatikan kontraksi pupil.
2
Pemeriksaan dengan slitlamp
,emeriksaan dengan slitlamp untuk menge#aluasi tear meniscus dan pemulasan
kornea. ,emeriksaan ini dilakukan untuk mendiagnosis adanya mata kering yang dikeluhkan
oleh penderita. 3eadaan mata kering ditunjukkan dengan keadaan meniskus air mata yang
terputus di tepian palpebra inferior. ,emulasan bisa dilakukan dengan pemulasan .ose
/engal 1C yang akan memulas semua sel epitel yang tidak tertutup oleh lapisan musin yang
mengering dari kornea dan konjungti#a.
Tes $)himer
4es S'hirmer, merupakan indikator tidak langsung untuk menilai produksi air mata.
4es ini dilakukan dengan mengeringkan lapisan air mata dan memasukkan strip S'hirmer ke
dalam cul de sac konjungti#a inferior pada batas sepertiga tengah dan temporal dari palpebra
inferior. /agian basah yang terpapar diukur lima menit setelah dimasukkan. ,anjang
bagian basah kurang dari 18 mm tanpa anestesi dianggap abnormal.
;
Diagnosis kerja
5efinisi 'omputer #isus syndrome
Ameri'an Optometri' Asso'iation mendefinisikan CVS sebagai masalah mata majemuk yang
berkaitan dengan pekerjaan jarak dekat yang dialami seseorang selagi atau berhubungan
dengan penggunaan komputer.
1,
/anyak literatur dan hasil penelitian yang melaporkan
bah-a

etiologi CVS belum dapat ditentukan se'ara pasti karena sebenarnya

sindrom ini
terjadi akibat multifaktor yang berhubungan. 5engan gejala CVS adalah sakit kepala , kabur
penglihatan , nyeri leher, kemerahan di mata, kelelahan , ketegangan mata , mata kering,
iritasi mata, penglihatan ganda, polyopia, dan kesulitan memusatkan mata. !ejala ini dapat
diperburuk oleh kondisi pen'ahayaan yang tidak tepat (yaitu silau atau o#erhead pen'ahayaan
terang) atau udara bergerak mele-ati mata (misalnya biaya o#erhead #entilasi, udara
langsung dari penggemar). 4anda dan gejala CVS di antaranya adalah ketegangan mata,
kemerahan, iritasi atau kekeringan, perasaan terbakar di mata, penglihatan kabur atau
penglihatan ganda hingga sakit kepala dan leher serta bahu terasa nyeri.
Diagnosis banding
Aiopia
Adalah suatu keadaan mata yang mempunyai kekuatan pembiasaan sinar yang berlebihan
sehingga sinar sejajar yang datang dibiaskan didepan retina (bintik kuning). ,ada miopia, titik
fokus sistem optik media penglihatan terletak didepan makula lutea. >al ini dapat disebabkan
& sistem optik (pembiasan) terlalu kuat, miopia refraktif atau bola mata yang teralalu panjang,
miopia aksial atau sumbu. ,asien dengan miopia akan menyatakan melihat lebih jelas bila
dekat malahan terlalu dekat, sedangkan melihat jauh kabur atau pasien adalah rabun jauh.
,asien miopia mempunyai pungtum remptum (titik terjauh yang masih dilihat jelas) yang
dekat sehingga mata selalu dalam atau berkedudukan kon#ergensi yang akan menimbulkan
keluhan astenopia kon#ergensi. /ila kedudukan mata ini menetap, maka penderita akan
terlihat juling kedalam atau estropia. 5erajat miopia pasien dapat ringan (1"$ dioptri), sedang
($"; dioptri), atau berat (lebih dari 18 dioptri). ,ada mata dengan miopia tinggi akan terdapat
kelainan pada fundus okuli seperti degenerasi makula, degenerasi retina bagian perifer,
dengan miopik kresen pada papil saraf optik.
,engobatan pasien dengan miopia adalah dengan memberikan ka'amata sferis negatif terke'il
yang memberikan ketajaman penglihatan maksimal. /ila pasien dikoreksi dengan "$.8
memberikan tajam penglihatan ;9;, dan demikian juga bila diberi "$.2, maka sebaiknya
diberikan lensa koreksi "$.8 agar untuk memberikan istirahat mata dengan baik sesudah
dikoreksi. ,ada mata ini diberi ka'amata sferis "$.88 karena mata meihat jelas tanpa
akomodasi. ,ada miopia tinggi sebaiknya koreksi dengan sedikit kurang atau under
'orre'tion. <ensa kontak dapat dipergunakan pada penderita miopia. ,ada saat ini miopia
dapat dikoreksi dengan tindakan bedah refraksi pada kornea atau lensa. ,enyulit dapat timbul
pada pasien dengan miopia adalah terjadinya ablasi retina dan juling. 6uling biasanya estropia
atau juling kedalam akibat mata berkon#ergensi terus"menerus. /ila terdapat juling keluar
mungkin fungsi satu mata telah berkurang atau terdapat ambliopia.
Pajanan *ang dialami
Brutan
kegiatan
/ahaya potensial
,otensial g. kes
.isiko kes.
3erja
%isik 3imia /iologi ,sikologi 7rgonomi
/erangkat D
pulang kerja
,anas,
bising, hujan,
getaran
,olusi,
debu, asap
Serangga,
bakteri,
#irus,
jamur
Stress
karena
ma'et
,osisi
statis
g. mata
g. kulit
g. telinga
g. pernapasan
g.
muskuloskeletal
3e'elakaan
lalu lintas
Saat bekerja Suhu, radiasi,
pen'ahayaan
debu Serangga,
bakteri,
#irus,
jamur
Stress
krn
tuntutan
pekerjaan
dan tdk
ada
istirahat
,osisi
statis"
kepala
menunduk
dan
repetitif,
g. mata
kulit kering
g. pernapasan
pegal,
ba'kpain,
kesemutan
4ertimpa,
3esetrum,
6atuh,
4erpeleset
+ubungan pajanan dengan pen*akit
,aktor individual
-sia
Studi oleh 5as et al menyatakan bah-a pekerja pengguna komputer yang berusia
lebih dari 08 tahun mengeluhkan rasa ketidak nyamanan menggunakan komputer yang
berkaitan dengan kesehatan, dengan tingkat tertinggi dibandingkan dengan kelompok usia
lain.
+
>al tersebut bisa dijelaskan sebagai suatu akibat proses penuaan *ang menimbulkan
penurunan fungsi tubuh, dalam hal ini adalah fungsi penglihatan. ,ertambahan usia akan
menyebabkan kepadatan sel pada kornea menurun dan perubahan morfologi dari sel endotel
kornea, yang berakibat kornea menjadi lebih rentan terhadap stress atau jejas. 5iameter pupil
menge'il menyebabkan jumlah sinar yang masuk untuk diteruskan ke retina berkurang.
:
>al
tersebut menyebabkan orang dengan usia lebih lanjut sulit melihat di tempat redup dan
membutuhkan penerangan hingga tiga kali lipat daripada orang de-asa.
:,+
<ensa menebal dan
menjadi kekuningan akibat peningkatan deposisi dari serat kortikal.
:,+,1

<ensa juga mengalami
perubahan indeks refraksi yang menurunkan

sensiti#itas dan kemampuan diskriminasi
terhadap -arna biru"hijau.
+,1
,enebalan lensa mengurangi kemampuan otot siliaris untuk
mengubah

kur#atura lensa ketika akomodasi sehingga kemampuan akomodasi lensa

juga
akan berkurang menimbulkan suatu keadaan yang disebut presbiopia.

,resbiopia umumnya
terjadi sejak usia 08 tahun tetapi pekerjaan dengan

menggunakan komputer dapat
menyebabkan presbiopia mun'ul pada usia

lebih muda karena terjadi perubahan kemampuan
akomodasi yang

berusaha menyesuaikan kebutuhan melihat monitor dalam jarak dekat.
:

.enis kelamin
/anyak penelitian yang menyebutkan bah-a kejadian CVS pada perempuan lebih
banyak dari pada laki"laki -alaupun tidak berbeda se'ara bermakna.
18
Se'ara fisiologis,
lapisan tear film pada perempuan 'enderung lebih 'epat menipis seiring dengan
meningkatnya usia. ,enipisian tear film menyebabkan mata terasa kering, yang juga
merupakan salah satu gejala CVS. ,erbedaan fisiologis lainnya adalah penurunan sekresi air
mata, perbedaan ukuran atau massa tubuh, dan fungsi hormon. Selain itu, perempuan
memiliki tingkat stress yang lebih tinggi yang tidak berkaitan dengan pekerjaan, yaitu
mengurus anak dan pekerjaan rumah. ,erempuan juga lebih sering mendatangi pelayanan
kesehatan jika merasakan suatu ketidaknyamanan pada tubuhnya.
18"10
Penggunaan ka)amata
3a'amata digunakan untuk mengoreksi kelainan refraksi. 3oreksi yang buruk
merupakan salah satu risiko terjadinya mata lelah pada pengguna Video Display Unit (V5B).
Studi terhadap pengguna V5B di )talia melaporkan bah-a $+C dari pengguna V5B
mempunyai kelainan miopia. Cole et al. menyatakan bah-a ;,2C pengguna Video Display
Terminal (V54) dengan ka'amata mengeluhkan nyeri kepala di daerah frontal yang frekuen
yang merupakan salah satu akibat dari kelelahan mata akibat V54. Sebuah penelitian pernah
dilakukan oleh 7dema et al. 4entang kejadian astenopia pada pengguna V54 yang
menggunakan ka'amata. >asil yang diperoleh ialah terdapat perbedaan yang signifikan
antara pengguna V54 yang memakai ka'amata dengan kejadian astenopia
dibandingkan dengan pengguna V54 yang tidak memakai ka'amata.
11
Penggunaan lensa kontak
<ensa kontak menyebabkan ketidakstabilan lapisan permukaan mata karena lensa
kontak membagi lapisan tersebut menjadi dua bagian, bagian pre-lens yang kehilangan
lapisan musin dan bagian post-lens yang kehilangan lapisan lemak. >al ini berakibat pada
peningkatan penguapan lapisan air mata yang diikuti dengan suatu kompensasi berupa
peningkatan osmolaritas dari lapisan air mata yang pada akhirnya menimbulkan jejas pada
permukaan mata.
18
/eberapa studi terdahulu mendapatkan bah-a kejadian CVS lebih tinggi
dan lebih berat pada pekerja pengguna komputer yang menggunakan lensa kontak
dibandingkan dengan pekerja pengguna komputer yang tidak menggunakan lensa
kontak.18,0 >al tersebut bisa terjadi karena penggunaan lensa kontak berkaitan dengan
peningkatan risiko terkena infeksi bakteri, kerusakan epitel konjungti#a, reaksi inflamasi,
penurunan break-up time, selain itu juga menyebabkan mata kering dan teriritasi.
;
,ekerja
pengguna komputer juga menjadi lebih sensitif terhadap perubahan suhu ruangan dan
kelembaban udara yang lebih rendah. >asil penelitian yang lain yaitu keluhan adanya
gangguan penglihatan pada pekerja pengguna komputer dengan lensa kontak dan bekerja di
depan komputer selama lebih dari sama dengan empat jam sehari lebih tinggi se'ara
signifikan.
ama bekerja dengan komputer
,enelitian oleh /handeri et al. melaporkan bah-a angka kejadian CVS lebih tinggi
pada pengguna V54 yang bekerja dengan komputer selama kurang dari lima tahun.
1
>asil
tersebut berbeda dengan hasil penelitian lain oleh Eang yang melaporkan bah-a kejadian
CVS lebih banyak pada pekerja pengguna komputer yang telah bekerja selama lebih
dari 18 tahun.
ama bekerja di depan komputer
,eningkatan jam kerja di depan komputer tanpa diselingi oleh akti#itas lain dapat
menurunkan kemampuan akomodasi sehingga akan memperberat gejala CVS pada pekerja
komputer. 5engan penelitiannya mengenai hubungan antara penggunaan V54 terhadap
keadaan fisik dan mental pada pega-ai administrasi di 6epang melaporkan bah-a terdapat
perbedaan signifikan pada kejadian mata tegang terhadap bukan pengguna V54, pengguna
V54 yang bekerja kurang dari lima jam sehari, dan pengguna V54 yang bekerja lebih dari
sama dengan lima jam sehari. <amanya bekerja di depan komputer merupakan faktor risiko
kejadian mata tegang, jika bekerja kurang dari lima jam sehari memiliki odds ratio $,1
sedangkan jika bekerja lebih dari lima jam sehari nilai oddsratio menjadi lebih tinggi yaitu
2,0.11 Studi oleh 7dema et al. mendapatkan bah-a 2$,12C responden menggunakan
komputer se'ara terus"menerus selama empat jam menyebabkan mereka lebih berisiko
mengalami stress akibat penggunaan komputer.1 Studi sebelumnya oleh San'he(".oman et
al. melaporkan bah-a bekerja se'ara terus"menerus selama empat jam di depan komputer
tanpa diselingi istirahat berasosiasi se'ara signifikan dengan kejadian astenopia.
ama istirahat setelah penggunaan komputer
National nstitute of Occupational Safety and !ealt" (*)OS>) mengemukakan bah-a
istirahat sejenak tapi sering dapat menurunkan tingkat ketidaknyamanan pekerja pengguna
komputer dan meningkatkan produkti#itas kerja jika dibandingkan dengan istirahat 12 menit
pada pagi hari dan istirahat pada jam makan siang. Ada banyak pendapat yang menyatakan
tentang lamanya istirahat setelah penggunaan komputer. Studi sebelumnya mengemukakan
istirahat bisa dilakukan selama 18"12 menit setelah bekerja se'ara terus"menerus di depan
komputer selama 1" jam.$,$0 ,endapat lain mengemukakan bah-a istirahat bisa dilakukan
selama $"2 menit setelah satu jam menatap monitor komputer se'ara terus"menerus.
,rekuensi berkedip
%rekuensi berkedip para pekerja komputer turun se'ara bermakna pada saat bekerja di
depan komputer dibandingkan dengan sebelum atau sesudah bekerja. %rekuensi tersebut
berkurang akibat adanya keharusan untuk berkonsentrasi pada tugas atau kisaran gerak mata
yang relatif terbatas. %aktor lingkungan juga berperan yaitu akibat kondisi penerangan
lingkungan kerja dengan tingkat iluminasi tinggi, suhu dan kelembaban udara ruangan kerja
yang rendah.: %aktor komputer seperti ukuran huruf yang lebih ke'il dan tingkat kontras
yang lebih rendah ternyata juga berpengaruh terhadap penurunan frekuensi berkedip. Studi
terdahulu melaporkan bah-a refleks mengedip pada pekerja V54 berkurang ;;C atau
sekitar $,; kali9menit dibanding saat tidak menggunakan V54. 4subota et al. juga pernah
meneliti pekerja yang menggunakan V54 rata"rata lebih dari tiga jam sehari dan kemudian
mendapatkan adanya penurunan refleks mengedip pada pekerja pengguna V54. .ata"rata
mengedip pada kondisi santai yaitu F1 kali9 menit, saat memba'a buku menjadi 18F;
kali9menit, dan saat bekerja menggunakan V54 frekuensi berkedip berkurang lagi menjadi
:F: kali9menit. S'hlote et al. mendapatkan rata"rata frekuensi berkedip adalah 1;,+
kali9menit saat melakukan per'akapan dan se'ara signifikan menurun saat menggunakan
V54 yaitu ;,; kali9menit dan terus menurun pada pengukuran setelah $8
menit menggunakan V54 yaitu 2,1 kali9menit.
;
,aktor /iologik
" ,ajanan biologi adalah bahan biologi yang ada si sekitar manusia, dalam bentuk
mikroorganisme(#irus, bakteri, jamur, parasit), tumbuhan(debu organi'), dan
binatang. ,ajanan biologi di tempat kerja sering tidak dapat dihindari. >arus dapat
dibedakan & penyakit akibat pajanan biologi di tempat kerja atau yang biasa terjadi
di masyarakat luas.
" ,enggolongan pajanan biologi &
 ,ajanan biologi akibbat kerja
 ,ajanan yang dialami akibat bekerja langsung dengan bahan biologi atau
merupakan hasil langsung dari proses kerja yang dilakukan pekerja.
 ,ajanan biologi lingkungan kerja
 ,ajanan yang dialami akibat ter'emarnya lingkungan kerja, dan
merupakan akibat tidak langsung akibat proses kerja, seperti higine dan
pemeliharaan tempat kerja yang kurang baik.
 ,ajanan biologis alamiah9bukan akibat kerja
 ,ajanan biologi yang se'ara alamiah berada di -ilayah lingkungan tempat
kerja, yang banyak menyebabkan gangguan kesehatan pada masyarakat di
tempat tersebut, seperti malaria, demam berdarah.
" ,enyakit akibat pajanan biologi &
 ,enyakit <egionaire
• 4erjangkit melalui pernapasan dalam(menghirup) udara ber"aerosol yang
ter'emar. 4idak menular dari orang ke orang.
• 3uman ini dapat ditemukan di danau sungai tapi juga dapat pada alat"alat
maupun tempat"tempat tertentu, seperti & system buatan manusia seperti
menara pendingin pada AC, humidifiers, system sirkulasi air hangat, kamar
mansi system semprot, kran air, alat pembangkit uap, air man'ur hias,
peraltan pengobatan saluran pernafasan.
• !ejala & demam ,ontiak(gejala seperti flu), infeksi yang lebih serius
termasuk pneumonia.
 ,enyakit di sektor pertanian & Antraks
• ,A3(,enyakit Akibat 3erja) pertama menurut )<O.
• 4ransmisi & udara, makanan dan kontak.
• ,enyebab & /a'illus anthra'is.
 A#ian flu
• Aenyebabkan pneumonia berat dan progresif.
• 4ransmisinya melalui udara dari unggas ke manusia.
,aktor !imia
" Gang terpenting untuk men'egah ,A3(,enyakit Akibat 3erja) karena bahan
kimia diperlukan suatu 'riteria yang dikatakan wajib ada pada bahan kimia
tersebut. >al yang terpenting tersebut adalah AS5S(Aaterial Safety 5ata Sheet).
" 5ari AS5S tersebut maka akan langsung diketahui semua informasi mengenai
bahan kimia tersebut.
" AS5S adalah suatu <embar 5ata 3eselamatan /ahan(<53/) memberikan
informasi yang penting yang dapat digunakan perusahaan untuk mengoptimalkan
penggunaan bahan kimia dan meningkatkan standar kesehatan dan keselamatan
tempat kerja.
" AS5S meliputi & nama bahan kimia, informasi tentang komposisi bahan, sifat"
sifat fisik dan kimia-i, kestabilan dan daya reaktif, identifikasi bahaya, tindakan
,$3, tindakan pemadam kebakaran, tindakan penyelamatan ke'elakaan, metode
penanganan dan penyimpanan yang tepat, penga-asan dan perlindungan diri yang
diperlukan, informasi tentang toksikologi(kera'unan), informasi tentang
ekologi(lingkungan), pertimbangan pembuangan, informasi tentang angkutan,
informasi tentang peraturan, informasi tambahan.

,aktor lingkungan kerja
$umber pen)aha*aan ruangan
,en'ahayaan ruangan pada lingkungan kerja V54 pada umumnya menggunakan
pen'ahayaan yang terlalu terang sehingga dapat menyilaukan mata dan menurunkan
kemampuan mata untuk memfokuskan penglihatan pada monitor.
1
$uhu udara ruangan
Suhu udara ruangan yang tinggi dapat menurunkan frekuensi
berkedip.
12

!elembaban udara ruangan
3elembaban udara ruangan yang rendah dapat menurunkan
frekuensi berkedip.
12
0adiasi elektromagnetik
• .adiasi sinar ultra#iolet, sumber & sinar BV , las.5an dapat ,enimbulkan
penyakit kulit yakni iritasi kulit dan mata. 4erdapat upaya pen'egahan yakni
dengan menggunakan ka'amata kobal saat las.
• .adiasi sinar infra merah, Sumber & peleburan baja, peleburan gelas, dan bara
logam. 4entunya dapat meningkatkan bebabn panas tubuh. 5an juga
mempunyai efek terhadap mata yaitu katarak.
• .adiasi gelombang mikro, dapat mengakibatkan penyakit & konjun'ti#itis,
gangguan sistem saraf, dab gangguan reproduksi.
• .adiasi pengion dan partikel berenergi tinggi, efek radiasi berupa & efek
stokastik dan non"stokastik. Aemiliki efek akut & eritem, depresi sum"sum
tulang, penurunan fertilitas sementara9permanen. 7fek kronis & kemandulan,
kanker, 'a'at 'ongenital dan juga katarak.
,aktor komputer
Posisi bagian atas monitor terhadap ketinggian hori1ontal mata
,osisi bagian atas monitor yang lebih tinggi daripada ketinggian hori(ontal mata
menyebabkan sudut penglihatan yang lebih besar yang kemudian dapat menurunkan
frekuensi berkedip sehingga mengurangi produksi air mata.
1
,roduksi air mata yang
berkurang akan menimbulkan keluhan mata kering. ,sihogios et al. mengemukakan bah-a
posisi bagian atas monitor yang sejajar terhadap ketinggian hori(ontal mata merupakan posisi
terbaik untuk meminimalisasi timbulnya keluhan.
Polaritas monitor
Ada dua ma'am polaritas monitor yaitu polaritas positif dan polaritas negatif.
,olaritas positif menga'u pada latar belakang monitor yang ber-arna gelap dan karakter
(huruf atau gambar) yang ber-arna putih. ,olaritas negatif menga'u pada latar belakang
monitor yang ber-arna putih dan karakter yang ber-arna gelap. ,olaritas monitor yang dapat
memperparah gejala CVS adalah polaritas positif, yang se'ara #isual berbeda dengan
dokumen tertulis. ,ekerja yang bekerja melihat monitor dan dokumen tertulis se'ara
bergantian membutuhkan penyesuaian antara layar monitor yang berlatar belakang gelap
dengan dokumen tertulis yang kebanyakan berlatar belakang putih. ,enyesuaian yang
dilakukan oleh mata se'ara berangsur"angsur akan menurunkan fungsi penglihatan. Alasan
lain polaritas positif dapat memperparah gejala CVS adalah karena latar belakang gelap
'enderung reflektif, di mana 'ahaya terang akan menghasilkan "ot spots atau bayangan pada
layar monitor, selain itu 'ahaya yang terang akan mengaburkan layar monitor sehingga akan
mengurangi tingkat kontras antara latar belakang layar dengan karakter.
1
$udut penglihatan
)(Huierdo menyatakan bah-a sudut penglihatan merupakan faktor terpenting terhadap
kejadian CVS karena besarnya sudut penglihatan dapat mempengaruhi mun'ulnya gejala
CVS. Sudut penglihatan ke arah ba-ah sebesar 188"88 merupakan sudut penglihatan yang
ideal dan akan memberikan penglihatan jarak dekat yang optimum. 3ualitas penglihatan yang
optimum akan menurun seiring dengan meningkatnya sudut penglihatan. Sudut penglihatan
yang lebih besar dari suatu penglihatan ideal juga dapat menurunkan frekuensi berkedip
sehingga mengurangi produksi air mata yang berfungsi untuk melubrikasi dan membersihkan
lapisan permukaan mata.
1
,enelitian sebelumnya oleh Chiemeke et al. melaporkan bah-a
gejala"gejala gangguan penglihatan lebih banyak dikeluhkan oleh pekerja komputer dengan
sudut penglihatan ke arah atas sebesar $8º"28º sedangkan pekerja komputer dengan sudut
penglihatan ke arah atas kurang dari 12I tidak banyak mengeluhkan adanya gangguan
penglihatan.
.arak penglihatan
,ekerjaan dengan komputer merupakan pekerjaan melihat dalam jarak dekat. ,roses
melihat jarak dekat memerlukan suatu mekanisme akomodasi sehingga mata dapat
memfokuskan objek penglihatan ke retina dan terbentuk bayangan yang jatuh tepat di retina.
Aekanisme tersebut menyebabkan objek yang terlihat menjadi jelas. Aata memiliki restin#
point of accommodation (.,A) yaitu suatu suatu titik di mana mata akan fokus tanpa suatu
stimulus #isual atau ketika dalam keadaan gelap. *ilai .,A masing"masing indi#idu
ber#ariasi antara 8"$: in'i (28,+ 'm" 1$,1+ 'm). Ada pula istilah lain yang disebut dengan
la# yang merupakan selisih antara .,A seseorang dengan jarak penglihatan orang tersebut.
3ebiasaan memfokuskan objek penglihatan pada jarak yang lebih pendek dari .,A yang
seharusnya, seperti pada pekerja komputer, dapat memi'u stress pada mata dan semakin besar
la# maka semakin besar pula stressor pada mata.
1
,enelitian oleh Chiemeke et al.
melaporkan bah-a keluhan adanya gangguan penglihatan lebih banyak pada pekerja dengan
jarak penglihatan kurang dari 18 in'i (2,0 'm). 6arak penglihatan yang direkomendasikan
adalah 28":8 'm dan studi lain menyatakan bah-a semakin jauh monitor diletakkan (18"
188'm) maka dapat meminimalisasi timbulnya keluhan penglihatan.
:
.enis komputer
3omputer pada a-alnya menggunakan monitor jenis cat"ode ray tube (C.4) yang
lebih banyak dikenal dengan sebutan komputer tabung atau layar 'embung. Aonitor
komputer C.4 terdiri atas titik"titik ke'il (pi$el) yang membuat mata menjadi sulit untuk
fokus. Adanya efek "alo dari pantulan 'ahaya di antara titik"titik tersebut menyebabkan
gambar yang terbentuk menjadi tidak jelas. 4itik" titik tersebut juga harus dilakukan
rec"ar#e yang menimbulkan suatu flicker. %licker tersebut membuat otot"otot mata harus
berulang kali mengatur dan memfokuskan penglihatan. /eberapa hal tersebut dapat
menimbulkan kelelahan pada mata dan karena efek yang tidak menyenangkan itu, komputer
tabung saat ini lebih jarang digunakan. Solusi yang dapat dilakukan untuk menanggulangi
masalah tersebut adalah pemasangan penapis anti#lare pada monitor komputer tabung,
seperti pada penelitian oleh >anum melaporkan bah-a komputer tabung dengan penapis
anti#lare dapat mengurangi kelelahan mata pada pekerja pengguna komputer.
1;
,enapis
anti#lare dapat mengurangi pantulan 'ahaya (yang berasal dari 'ahaya luar terpantul oleh
ke'embungan monitor komputer) dan meminimalisasi pan'aran radiasi. ,engguna komputer
sekarang lebih banyak yang menggunakan komputer flat panel monitor (%,A) atau komputer
layar datar. 3omputer jenis ini sudah tidak ada flicker pada monitor sehingga dapat
meminimalisasi kelelahan mata, tidak ada lagi efek "alo oleh karena itu dapat mengurangi
pantulan 'ahaya, sudah didesain sedemikian rupa sehingga tidak meman'arkan radiasi, dan
oleh karena bentuknya yang datar maka pantulan 'ahaya dari luar lebih sedikit. 3omputer
layar datar
juga lebih praktis karena tidak memerlukan penapis anti#lare.
1;
%rgonomik
" )lmu yang mempelajari kemampuan dan karakteristik manusia yang
mempengaruhi ran'angan peralatan, system kerja dan pekerjaan yang bertujuan
untuk meningkatkan efisiensi, keselamatan dan kesejahteraan tenaga kerja.
5efinisi lain & )lmu seni dan penerapan teknologi untuk meyerasikan atau
menyeimbangkan antara segala fasilitas yang digunakan baik dalam berakti#itas
maupun istirahat dengan kemampuan dan keterbatasan manusia baik fisik maupun
mental sehingga kualitas "idup se'ara keseluruhan menjadi lebih baik.
$
" Bnsur"unsur ergonomik yakni &
1) Anatomi
o Antropometri (dimensi tubuh manusia) dan biomekanik(aplikasi tenaga).
) %isiologis
o %isiologis kerja & pengeluaran energi.
o %isiologis lingkungan & efek lingkungan fisik.
$) ,sikologis
o ,sikologi ketrampilan proses informasi dan pembuatan keputusan
o ,sikologi kerja & training, usaha dan perbedaan indi#idu.
" Aanfaat data antropometrik & merupakan data statistik mengenai ukuran manusia,
massa dan bentuknya, yang dapat digunakan di tempat kerja, membuat tempat
duduk serta untuk keperluan desain peralatan.
" 3riteria antropometrik &
 6arak ruangan
o .uang untuk kepala, ruang kaki, ruang siku termasuk kemudahan melalui
rintangan
 6angkauan
o 4ermasuk lokasi 'ontrol atau penyimpanan material, serta pelabgai situasi
menjangkau melalui rintangan.
 ,ostur9sikap tubuh
o 4ermasuk lokasi display dan 'ontrol ditempat ketinggian.
 kekuatan
" dikatakan pada kasus di atas, stager yang dipakai pastinya juga memenuhi standar
ergonomik suatu alat, namun sayangnya stager mungkin tidak di 'ek se'ara
berkala(rapuh termakan usia). 5itambah pula unsafe a'tion yang dilakukan oleh
pekerja tersebut yang tidak memakai tali pengaman untuk menghinfari
ke'ekalakaan yang terjadi tiba"tiba. <ebih kearah unsafe a'tion yang dilakukan
oleh pekerja tersebut.
.umlah pajanan *ang dialami
Patofisiologi
3eluhan mata kering bisa terjadi karena peningkatan penguapan airmata dan
berkurangnya sekresi air mata. 3edua hal tersebut diakibatkan oleh kebutuhan untuk dapat
memusatkan penglihatan pada monitor.,emusatan penglihatan dilakukan dengan 'ara mata
menatap lurus dan fisura interpalpebra terbuka lebar. >al tersebut menyebabkan
meningkatnya pajanan udara terhadap mata dan mengurangi frekuensi berkedip. 3eadaan ini
diperberat oleh beberapa faktor. %aktor"faktor itu antara lain penggunaan air conditioner
(AC) atau alat pemanas sentral yang akan mengalirkan udara kering dengan aliran 'epat,
pen'ahayaan ruangan dengan tingkat iluminasi tinggi sehingga terjadi kontras yang
berlebihan antara monitor dengan lingkungan kerja akan mengganggu fungsi akomodasi dan
berakibat pada ketidaknyamanan terhadap mata, dan monitor komputer yang diposisikan
lebih tinggi dari ketinggian hori(ontal mata menyebabkan area permukaan mata yang
terpajan oleh lingkungan menjadi lebih luas. 3eluhan mata tegang dan mata lelah terutama
disebabkan oleh akti#itas akomodasi dan kon#ergensi mata yang berlebihan ketika bekerja
di depan komputer.
Akti#itas yang berlebihan itu terjadi karena mata membutuhkan penyesuaian
terhadap jarak antara mata dengan monitor serta karakter huruf dan gambar pada komputer.
/erbagai faktor yang memperberat keluhan ini antara lain astigmatisma, hipermetropia,
miopia, 'ahaya berlebihan, kesulitan koordinasi mata, dan lain"lain.

,enggunaan AC juga
berkontribusi terhadap kejadian mata tegang karena AC yang digunakan di ruangan berdebu
dapat mengalirkan partikel debu ke mata sehingga keluhan mata tegang menjadi lebih parah.
*yeri kepala pada pekerja pengguna komputer dipi'u oleh
berbagai ma'am stress, seperti ke'emasan dan depresi. %aktor lain yang berpengaruh yaitu
kondisi mata (astigmatisma dan hipermetropia) dan kondisi lingkungan kerja yang tidak
layak ( silau, kurang pen'ahayaan, dan penyusunan letak komputer yang tidak layak). *yeri
pada leher dan punggung bisa diakibatkan oleh postur tubuh yang kurang tepat ketika bekerja
di depan komputer. ,ostur tubuh tersebut bisa berasal dari usaha untuk menyesuaikan
monitor yang lebih tinggi atau lebih rendah dari ketinggian hori(ontal mata, selain itu juga
sebagai usaha untuk menyesuaikan penglihatan akibat kelainan refraksi atau keadaan
presbiopia.
,ekerjaan yang dilakukan dengan komputer merupakan pekerjaan yang membutuhkan
kemampuan kedua mata untuk dapat memfokuskan penglihatan pada jarak dekat. ,englihatan
jarak dekat memerlukan kon#ergensi kedua mata yang dikoordinasi oleh otak agar mata dapat
mempertahankan peletakan kedua bayangan pada tempat setara di kedua retina. 3emampuan
kon#ergensi dapat menurun akibat bekerja se'ara terus"menerus di depan komputer sehingga
kedua mata akan tak searah dan tertuju ke titik yang berbeda. Otak yang bekerja menekan
atau menghilangkan bayangan pada satu mata semakin lama akan mengalami kelelahan
sehingga terjadi penglihatan ganda.

,englihatan kabur terjadi bila mata tidak dapat
memfokuskan objek penglihatan se'ara tepat di retina sehingga tidak terbentuk bayangan
yang jelas. ,englihatan kabur disebabkan oleh kelainan refraksi seperti hipermetropia,
miopia, dan astigmatisma, selain itu bisa disebabkan oleh ka'amata koreksi yang tidak tepat
kekuatan dan setelannya.
Suatu keadaan yang disebut dengan presbiopia juga berkaitan dengan timbulnya
keluhan penglihatan kabur. %aktor lingkungan kerja dapat berpengaruh pula terhadap
timbulnya keluhan ini, yaitu layar monitor yang kotor, sudut penglihatan yang kurang baik,
adanya refleksi 'ahaya yang menyilaukan atau monitor komputer yang berkualitas buruk atau
rusak.

/erdasarkan keterangan pasien, pasien telah bekerja selama 2 tahun. 5alam sehari
pasien bekerja selama + jam didepan komputer, kadang pasien tidak beristirahat, dan posisi
pasien dalam keadaan duduk statis, repetitif, dan menunduk. ,asien juga merasa beban
pekerjaan meningkat sehingga harus lembur tanpa menistirahatkan matanya sehingga kedua
matanya berair.
,aktor individu *ang berperan
4idak terdapat faktor indi#idu pada pasien berupa alergi,9atopi, ri-ayat penyakit
dalam keluarga, dan kebersihan pasien baik.
,aktor lain diluar pekerjaan
4erdapat faktor lain diluar pekerjaan pasien yaitu hobi memba'a buku dengan
penerangan baik.
Diagnosis PA! atau #on PA!
/erdasarkan diagnosis klinis dan bukti yang didapatkan dari referensi, maka dapat
ditegakkan diagnosis okupasi *n A adalah ,enyakit akibat kerja yaitu 'omputer #isus
syndrome.
Penalaksanaan
Perawatan 'ata
Solusi ke komputer"masalah yang berhubungan dengan #isi ber#ariasi. *amun, CVS
biasanya dapat diatasi dengan memperoleh pera-atan mata se'ara teratur dan membuat
perubahan dalam 'ara kita melihat layar komputer.
 Periksa kesehatan mata se)ara teratur. 6ika memang merupakan penderita mata
minus atau plus,memastikan ka'amata atau kontak lensa yang kita gunakan benar"benar
nyaman dipakai. meminta resep sesuai dengan kondisi kesehatan mata, sehingga saat kita
menggunakan komputer kita bisa merasa nyaman berada di depan layar.
 Perawatan 'ata. 5alam beberapa kasus, indi#idu yang tidak memerlukan
penggunaan ka'amata untuk kegiatan sehari"hari lainnya dapat mengambil manfaat dari
ka'amata diresepkan khusus untuk penggunaan komputer. Selain itu, orang yang sudah
memakai ka'amata mungkin menemukan resep mereka saat ini tidak memberikan #isi
optimal untuk menampilkan komputer.
 3a'amata atau lensa kontak yang diresepkan untuk penggunaan umum mungkin tidak
memadai untuk kerja komputer. <ensa diresepkan untuk memenuhi tuntutan #isual yang
unik melihat komputer mungkin diperlukan. 5esain lensa khusus, kekuatan lensa atau
tints lensa atau pelapis dapat membantu untuk memaksimalkan kemampuan #isual dan
kenyamanan.
 /eberapa pengguna komputer mengalami masalah dengan fokus mata atau koordinasi
mata yang tidak dapat 'ukup dikoreksi dengan ka'amata atau lensa kontak. Sebuah
program terapi #isi mungkin diperlukan untuk mengobati masalah"masalah tertentu. Visi
terapi, juga disebut pelatihan #isual, merupakan program terstruktur kegiatan #isual yang
diresepkan untuk meningkatkan kemampuan #isual. )ni melatih mata dan otak untuk
bekerja bersama lebih efektif. <atihan ini membantu memulihkan mata kekurangan dalam
gerakan mata, mata fokus dan mata bekerja sama dan memperkuat sambungan mata"otak.
,engobatan mungkin termasuk kantor"berbasis serta prosedur rumah pelatihan.
$istem 'anagemen !esehatan dan !eselamatan !erja($'!
2
)
Sistem Aanagemen 3esehatan dan 3eselamatan 3erja harus diperhatikan terlebih
bagi pmrakarsa supaya proses produksi, peningkatan kualitas dan kendali biaya dapat terus
dioptimalkan. %ungsi managemen mengarah di aspek kualitas, produksi,
kecelakaan&keru#ian dan biaya. 4erdapat 0 program 3
$
di tempat kerja , yaitu &
1) 3omitmen manajemen dan keterlibatan pekerja
) Analisis risiko di tempat kerja
$) ,en'egahan dan pengendalian bahaya
• Aenetapkan prosedur kerja berdasarkan analisis, pekerja memahami dan
melaksanakannya
• Aturan dan prosedur kerja dipatuhi
• ,emeliharaan sebagai usaha pre#entif
• ,eren'anaan untuk keadaan darurat
• ,en'atatan dan pelaporan ke'elakaan
• ,emeriksaan kondisi lingkungan kerja
• ,emeriksaan tempat kerja se'ara berkala.
0) ,elatihan buat pekerja, penyelia dan manager.
SA3$ memiliki peran yang 'ukup penting dalam proses kerja dalam suatu
perusahaan(pemrakarsa). Apabila SA3$ yang diberlakukan tidak 'ukup baik maka akibatnya
dapat dilihat dari banyaknya pekerja yang mengalami ke'elakaan kerja dan juga proses
produksi mengalami kemunduran. 4ujuan khusus dari SA3$ adalah mence#a" atau
men#uran#i kecelakaan ker'a, kebakaran, peledakaan dan (A)* men#amankan mesin
instalasi, pesa+at. Alat, ba"an dan "asil produksi* menciptakan lin#kun#an ker'a yan#
aman, nyaman, se"at dan penyesuian antara peker'aan den#an manusia atau antara
manusia den#an peker'aan.
5alam SA3$ memiliki tahapan"tahapan yang penting untuk diperhatikan yaitu &
,enerapan, ,engukuran dan e#aluasi dan 4injauan ulang dan peningkatan. 4ahapan"tahapan
tersebut akan memba-a ke dalam suatu sistem yang benar"benar dibutuhkan untuk men'apai
optimalisasi kerja. 4ahap"tahap tersebut &
 ,enerapan
 6aminan kemampuan
• S5A, sumber daya, dana
• )ntegrasi SA3$ perusahaan
• 4anggung ja-ab dan tanggung gugat
• 3onsultasi, moti#asi dan kesadaran
• ,elatihan dan kompetensi
 3egiatan pendukung
• 3omunikasi= pelaporan=pendokumentasian
• ,engendalian dokumen
• ,en'atatan dan manajemen informasi
 )dentifikasi bahaya9 penilaian dan pengendalian risiko
• ,eran'angan dan rekayasa= administratif
• 3ontrak =pembelian
• ,rosedur keadaan darurat=insiden
• ,emulihan keadaan darurat
 ,engukuran dan e#aluasi
 )nspeksi dan pengujian
• ,ersonil & keahlian dan pengalaman
• Catatan dipelihara= dan tersedia
• ,eralatan= metode untuk menjamin standar 3$
• ,erbaikan segera ketidaksesuaian
• ,enyelidikan permasalahan insiden
• 4emuan di analisis dan ditinjau ulang
 Audit SA3$
 ,erbaikan dan pen'egahan
 4injauan ulang dan peningkatan
 7#aluasi terhadap penerapan 3$
 4ujuan, sasaran= kinerja 3$
 4emuan audit
 7fekti#itas penerapan
• ,erubahan peraturan
• 4untutan pihak terkait=pasar
• ,erubahan produk= kegiatan
• ,erubahan struktur organisasi
• ,erkembangan iptek
• ,engalaman insiden
• ,elaporan
• Bmpan balik dari tenaga kerja
Peraturan !esehatan dan !eselamatan !erja (!2)
3$ berlandaskan trhadapa undang"undang yang berlaku. ,emerintah menerapkan
undang"undang 3$ karena memang penting dalam proses produksi dalam suatu perusahaan.
<andasan undang"undang mengenai tenaga kerja, yaitu &
i. BB *o 10 tahun 11;1 tentang 3etentuan ,okok 4enaga 3erja.
ii. BB *o 1 tahun 11:8 tentang 3eselamatan 3erja.
iii. BB 3esehatan *o $ tahun 111 fasal $ tentang 3esehatan.
i#. BB *o $ tahun 111 tentang 6aminan Sosial 4enaga 3erja.
#. ,ermenaker *o 829men 111;, setiap perusahaan yang mempekerjakan J 188orang
dan atau yang mengandung potensi bahaya -ajib menerapkan sistem manajamen 3$
(bab))) fasal $)
#i. ,, *o $ tahun 111; tentang 4enaga 3esehatan
#ii. BB *o 1$ tahun 88$ tentang perundang"undangan4enaga 3erja.
Semua peraturan dan sistem mengenai tenaga kerja dengan upaya meningkatkan
3esehatan dan 3eselamatan 3erja sudah di tetapkan se'ara resmi oleh peraturan perundang"
undangan , sehingga dapat dikatakan 3esehatan dan 3eselamata 3erja sanga -ajib
diberlakukan bagi semua orang yang terkait di dalamnnya.
Pen)egahan komputer visual sindrom
>ampir 18C karya-an yang sehari"harinya terlalu lama bekerja dengan komputer
mengalami gangguan penglihatan yang mengakibatkan mata lelah, mata berkedut, mata
tegang, dan bahkan penurunan produkti#itas kerja. /erikut 18 'ara mengurangi risiko
gangguan penglihatan akibat bekerja dengan komputer terlalu lama setiap hari&
1. 'engatur posisi tubuh. Aturlah jarak mata dengan layar monitor sejauh 28";8 'm
dengan posisi tengah layar berada kira"kira 18"12 derajat di ba-ah mata. 6ika Anda
mengetik dari sumber buku atau kopian halaman, taruhlah di samping layar monitor
dengan penjepit kertas khusus sehingga pergerakan pandangan mata lebih nyaman.
. 'en*esuaikan penerangan. Aata tegang seringkali disebabkan karena pen'ahayaan
ruangan yang berlebihan. ,enerangan ruangan yang disarankan untuk menggunakan
komputera adalah separuh dari umumnya penerangan di kantor. 6ika memungkinkan,
pilih lampu yang full spectrum dengan pen'ahayaan lebih alami sehingga nyaman
bagi mata.
$. 'engganti 'onitor 30T dengan 3D. C.4 atau monitor komputer berbentuk
tabung menghasilkan gambar berkedip sehingga menjadi faktor utama penyebab mata
tegang dan lelah. !anti monitor C.4 dengan monitor <C5 berukuran minimal 11
in'hi dan beresolusi besar agar lebih nyaman bagi mata.
0. 'engatur tampilan la*ar komputer. ,ri#"tness disarankan diatur hampir sama
terangnya dengan kondisi penerangan ruangan. ,astikan ukurang font memungkinkan
teks terba'a dengan mudah dengan setelan 'ontrast seimbang. 3urangi le-el color
temperature komputerhingga mata benar"benar merasa nyaman.
2. !edip lebih sering. Aelihat layar monitor saat asik bekerja seringkali membuat Anda
lupa untuk berkedip, sehingga tanpa disadari mata kering dan iritasi. 3edipan mata
berfungsi menjaga kelembaban mata. 6adi, berkediplah lebih sering.
;. 'elakukan latihan mata 45-45-45. Setiap 8 menit sekali berpalinglah dari monitor
komputer dan pandanglah objek lain berjarak 8 kaki (sekitar ; meter) selama 8
detik. atihan ini dapat membuat otot fokus pada mata lebih santai dan
menghindarkan risiko kejang otot mata.
:. "stirahat 678 menit. Aenurut National nstitute of Occupational Safety and
!ealt" (*)OS>), pengguna komputer disarankan beristirahat se'ara berkala sebanyak
0 kali dengan durasi masing"masing 2 menit. Saat istirahat, berdirilah, goyangkan
seluruh badan dan lakukan peregangan mulai dari kaki, punggung, lengan hingga
leher.
+. 'enggunakan ka)amata khusus komputer. Anda bisa memesannya di optik. 6ika
Anda memakai 'onta't lens yang ra-an menyebabkan mata kering dan tidak nyaman
atau memakai ka'amata dengan lensa bifo'al atau lensa progressif yang tidak optimal
bagi jarak mata dan layar monitor.
1. 'enggunakan tetes mata. Cairan khusus pada obat tetes mata akan membuat mata
lebih lembab, segar dan bebas dari mata merah akibat iritasi. Sediakan obat tetes mata
di dekat monitor dan gunakan sesuai petunjuk penggunaan.
18. 'emeriksa mata ke dokter se)ara berkala. ,engguna komputer sebaiknya ke
dokter mata minimal 1 tahun sekali. 6elaskan ke dokter berapa intensitas Anda
memakai komputer di kantor maupun di rumah.
1:
Pen)egahan se)ara umum
,endidikan dan pelatihan
3egiatan komunikasi, informasi dan edukasi termasuk penyampaian instruksi dan
pelatihan, perlu dilakukan se'ara berkesinambungan. ,endidikan dan latihan merupakan
komponen penting dalam perlindungan kesehatan pekerja.
4ujuan utama pendidikan dan latihan ini adalah agar pekerja&
1. Aengerti, paling tidak pada tingkat dasar, bahaya kesehatan yang terdapat di
lingkungan kerjanya
. 4erbiasa dengan prosedur kerja dan melakukan pekerjaan sesuai prosedur untuk
mengurangi tingkat pajanan
$. Aenggunakan alat pelindung diri dengan benar dan memelihara agar tetap
berfungi baik
0. Aempunyai kebiasaan sehat dan selamat serta hygiene perorangan yang baik
2. Aengenal gejala dini gangguan kesehatan akibat pajanan bahaya tertentu
;. Aelakukan pertolongan pertama apabila terjadi gangguan keehatan sesegera
mungkin.
,roteksi berdasarkan faktor pajanan
1) ,ajanan fisik
a. /ising
• Bpaya pen'ehagannya adalah dengan program konser#asi pendengaran(hearing
'onser#ation program) dan penggunaan sumbat telinga(earplug), penutup
telinga(ear muff), helm pelindung telinga(ear protektif helmet).
2
b. Vibrasi
• Bsahakan menghindari alat"alat yang memiliki efek #ibrasi yang besar atau
apabila tidak dapat dihindari dapat juga mengurang -aktu pajanan terhadap alat
tersebut atau memakai alat pelindung seperti sarung tangan yang tebal.
'. ,en'ahayaan
• Aenghindari tempat"tempat yang memiliki pen'ahayaan yang kurang lalu
apabila kurang pen'ahayaannya perlu ditingkatkan lebih lagi.
d. Suhu panas dan dingin
• Aenghindari tempat"tempat sumber pajanan ataupun dapat memakai alat
pelindung diri yaitu pakaian yang tebal atau pakaian khusus.
e. .adiasi elektromagnetik
• Aenghindari daerah pajanan.
) ,ajanan biologik
,en'egahan yang dapat dilakukan adalah &
• ,enerapan >igine perorangan
• Cara kerja yang aman
• ,emakaian alat pelindung diri yang sesuai
• ,roteksi yang spesifik(imunisasi dan profilaksis)
• ,enyuluhan dan edukasi mengenai bahaya potensial di tempat kerja dengan
gangguan kesehatan yang mungkin timbul.
• ,enyuluhan dan edukasi higine perorangan dengan penyediaan fasilitasnya
(mis & 'u'i tangan , mandi)
• ,elatihan 'ara kerja yang aman beserta pemakaian alat pelindung diri yang
sesuai, dengan standard pre'aution.
• Sur#eilans medi' terhadap penyakit yang mungkin timbul
• ,enanggulangan di tempat kerja & pengendalian #e'tor dll.
$) ,ajanan kimia
• ,erhatikan AS5S"nya
• Aemakai alat pelindung diri menurut aturan.
• 3urangi besarnya pajanan.
0) 7rgonomi'
• Aenelaah aturan ergonomi' sesuai dengan unsur yang sesuai
• Aemakai alat"alat sesuai dengan aturan
• >indari unsafe a'tion
2) ,sikologis
a. ,en'egahan primer
• ,en'eggahan primer bertujuan mengurangi insidensi gangguan psikiatrik dalam
suatu populasi dan untuk kelompok merka yang tidak termasuk kelompok
berisiko.
• 5iusahakan dengan mengurangi atau meniadakan pengaruh buruk lingkungan
kerja dan memperkuat kemampuan indi#idu untuk menghadapi dan
menanggulangi kesulitan yang dihadapinya.
• 5ilakukan dengan kampanye promosi dan edukasi kesehatan ji-a dan pesan
disampaikan kepada setiap orang yang termasuk kelompok berisiko atau tidak
b. ,en'egahan sekunder
• ,en'egahan sekunder bertujuan untuk memper'epat proses penyembuhan
gangguan psikatrik yang dialami pekerja serta mengurangi 9 memperpendek
durasi penyakit.
• ,en'egahan sekunder ditujukan kepada kelompok yang di'urigai terkena risiko
atau gangguan stress akibat kerja.
'. ,en'egahan tersier
• 5ifokuskan pada kelompok orang yang telah megalami gangguan stress akibat
kerja dan diupayakan untuk dipulihkan kesehatannya.
• 5alam pen'egahan ini diupayakan konseling, pengobatan klinis dan rehabilitsi
mental.
• Setelah pulih dari gangguan stress akibat kerja, pekerja tersebut diupayakan
kembali ke tempat kerja semula dengan super#isi dari super#isornya. !radasi
beban kerja ditingkatkan mulai dari kerja ringan, sedang, sampai kembali
bekerja seperti semula.
6elas bah-a ke'elakaan kerja menelan biaya yang luar biasa tinggi. 5ari segi biaya
saja dapat dipahami, bah-a terjadinya ke'elakaan kerja harus di'egah. ,ernyataan ini
berbeda dari pendapat umum jaman dahulu yang menyatakan bah-a ke'elakaan adalah nasib.
3e'elakaan kerja seolah"olah takdir yang harus diterima. 4idakK 3e'elakaan dapat di'egah,
asal ada kemauan yang 'ukup untuk men'egahnya dan pen'egahan dilakukan atas dasar
pengetahuan yang memadai tentang sebab"sebab terjadinya ke'elakaan dan penguasaan
teknik"teknologi upaya pre#entif terhadap ke'elakaan.
,en'egahan ke'elakaan berdasarkan pengetahuan tentang penyebab ke'elakaan.
Sebab"sebab ke'elakaan pada suatu perusahaan diketahui dengan mengadakan analisis setiap
ke'elakaan yang terjadi. Aetoda analisis penyebab ke'elakaan harus betul"betul diketahui
dan diterapkan sebagaimana mestinya. Selain analisis mengenai penyebab terjadinya suatu
peristi-a ke'elakaan, untuk pen'egahan ke'elakaan kerja sangat penting artinya
dilakukannya identifikasi bahaya yang terdapat dan mungkin menimbulkan insiden
ke'elakaan di perusahaan serta mengakses besarnya risiko bahaya.
,eningkatan 3esehatan
!i(i 3erja
)stilah gi(i kerja berarti nutrisi yang diperlukan oleh tenaga kerja untuk memenuhi
kebutuhan sesuai dengan jenis pekerjaan. 5engan gi(i kerja diharapkan di-ujudkan
kesehatan dan kesejahteraan faktor manusia dalam proses produki (juga distribusi) dan juga
dipelihara kemampuan bekerja dan produkti#itas kerjanya pada tingkat yang optimal bahkan
bila mungkin lebih ditingkatkan. Lat makanan yang di'erna dan masuk ke dalam tubuh
menghasilkan energy untuk menggerakkan akti#itas orang yang bersangkutan,
mempertahankan proses kehidupan itu sendiri, dan sangat perlu untuk menunjang
pertumbuhan serta perbaikan kerusakan pada sel dan jaringan. 3arbohidrat merupakan bahan
bakar utama, oleh karena senya-a tersebut dapat dibakar oleh tubuh sebagai sumber tenaga
untuk bekerja. ,rotein mempunyai peranan dalam pertumbuhan dan juga reparasi sel atau pun
jaringan yang rusak. <emak penting untuk penyimpanan energy. Vitamin dan mineral berlaku
sebagai pengatur akti#itas internal tubuh dengan jalan melan'arkan proses oksidasi,
memelihara fungsi normal otot dan saraf serta bagian tubuh lainnya, mempertahankan
#italitas jaringan dan menunjang kelangsungan fungsi"fungsi tertentu organ tubuh.
Bntuk mengetahui keadaan konsumsi makanan oleh tenaga kerja perlu diadakan pemeriksaan
makanan, baik mengenai jenis makanan yang dimakan oleh tenaga kerja, kuantitas dan
kualitasnya, dan pemeriksaan laboratorium.
3ondisi gi(i yang tidak kondusif terhadap kesehatan dan produkri#itas tenaga kerja
dalam masyarakat di mana pun adalah kombinasi kekurangan atau tidak memadainya protein,
kalori, dan #itamin. .endahnya konsumsi protein dan kalori dalam makanan sehari"hari
menjadi sebab rendahnya perodukti#itas dan buruknya keadaan kesehatan serta menjadi
penyebab timbulnya penyakit. 5emikian pula kekurangan #itamin= kekurangan #itamin /
dari aneka jenisnya sangat perlu bagi pekerjaan yang dilakukan pada malam hari atau
pekerjaan yang pada lingkungan kerjanya terjadi perubahan pen'ahayaan khususnya gelap
dan terang.
,emenuhan kebutuhan akan (at makan menentukan status gi(i seseorang termasuk
tenaga kerja. Bnsur terpenting bagi penilaian status gi(i adalah tinggi badan dan berat badan
yang menentukan besarnya )A4 ( )A4M //94/

dengan satuan kg per m

). Apabila
)A4N1+,2 maka status gi(i kurang, )A4 normal 1+,2"0,1 dan status gi(i lebih bila nilai
)A4J2. Selain itu dengan memakai rumus tersebut, // ideal dan normal.
Semakin meningkat kegiatan tubuh, semakin meningkat oula metabolisme yang
berlangsung. Aetabolisme basal adalah kuantitas energy yang diperlukan oleh tubuh dalam
keadaan itirahat sambil tiduran dalam kondisi tenang (fisik dan mental) yang dimulai sejak
1"12 jam setelah selasai makan. 3ebutuhan energy minimum ini dipergunakan untuk
pemeliharaan kelangsungan proses kehidupan pada alat"alat #ital seperti jantung, paru,
lambung, usus, kelenjar"kelenjar, hati, ginjal, serta juga untuk pera-atan dalam rangka
perbaikan sel atau jaringan yang mengalami kerusakan.
%aktor mental"psikologis sangat mempengaruhi tonus otot"otot yang berakibat kepada
tingkat kegiatan proses metabolism di dalam tubuh. ,engaruh yang terjadi setelah bekerjanya
otot menetap untuk sementara -aktu sesudah berakhirnya otot bekerja. 3etentuan yang
bersifat umum tersebut berlaku pula bagi otot system gastrointestinal yang fungsinya
men'erna dan meresap makanan.
3ebutuhan kalori orang de-asa termasuk tenaga kerja ditentukan oleh&
1. Aetabolism basal
. ,engaruh makanan atas kegiatan tubuh (kira"kira 18C dari metabolism basal)
$. Akti#itas otot.
Akti#itas otot atau bekerjanya otot dengan atau tanpa kesadaran, mempunyai peranan
sangat penting dalam menentukan kebutuhan kalori di atas kebutuhan metabolism basal.
3alori yang dibutuhkan ini berasal dari bahan makanan terutama yang mengandung
karbohidrat.
6umlah kalori yang diperlukan yang harus digunakan dalam tubuh, menurut kegiatan
daoat ditentukan se'ara tidak langung denga mengukur pemakaian O

oleh tubuh untuk
melakukan akti#ita tersebut. 5ari penelitian, ditemukan bah-a pemakaian 1 liter O

menghasilkan rata"rata 0,+2 kilokalori untuk konsumsi makan berimbang. 3alori yang
dibutuhkan untuk melakukan suatu kegiatan tidak lain daripada banyaknya kalori yang harus
dikerahkan oleh tubuh per satuan -aktu untuk menjamin berlangsungnya kegiatan yang
dimaksudkan.
5alam hubungan pekerjaan, bahan makanan yang dibutuhkan oleh tenaga kerja
adalah bahan makanan yang memenuhi kebutuhan gi(i masyarakt pada umumnya ditambah
dengan tambahan kebutuhan kalori demikian merupakan kalori kerja yaitu energy yang
benar"benar diperlukan guna meraih hasil kerja sebagaimana diharapkan dari seorang tenaga
kerja. 3ebutuhan kalori orang tandar adalah tenaga kerja dengan akti#itas ringan atau
pekerjaan ringan.
,ada upaya menerapkan gi(i kerja beberapa hal khusus perlu mendapat perhatian&
1. ,engaruh frekuensi makan dan komposisi makanan&
a. ,engalaman dari pelaksanaan gi(i kerja di perusahaan menunjukkan bah-a
pemberian kesempatan untuk makan pada saat"saat istirahat kerja membantu
meperbaiki produkti#itas dan dapat mengurangi timbulnya kelelahan kerja, bila
pengaturan -aktu istirahat demikian mungkin dilakukan. *amun tidak ada
pembuktian bah-a makin sering peluang untuk istirahat dan makan diberikan,
makin meningkat kapasitas tenaga kerja untuk bekerja
b. Aakan pagi mempunyai pengaruh penting kepada produkti#itas kerja. Sebaiknya
dianjurkan agar tenaga kerja melakukannya. Aakan pagi merupakan salah satu
aspek dari kebiasaan atau 'ara hidup sehat
'. Aakanan yang diberikan dalam pekerjaan harus berifat ringan, makanan yang
berat atau susah di'erna bahkan berakibat menurunkan produkti#itas kerja, oleh
karena alat pen'ernaan memikul pembebanan berat dari makanan.
d. 6ika nilai gi(i makanan dipenuhi untuk kebutuhan kalori termasuk kalori kerja,
makan tidak perlu ditambah frekuensi makan, ke'uali makanan selingan pada
-aktu istirahat kerja
e. 4idak diperlukan tambahan protein dari makanan untuk kegiatan otot yang lebih
besar, asalkan kebutuhan sehari"hari akan protein telah dipenuhi.
f. 5emikian juga #itamin atau mineral tidak perlu diberikan ekstra, asal kuantitas
yang dibutuhkan telah dipenuhi dari makanan
. Bntuk pekerjaan pada tempat kerja yang bersuhu tinggi, harus diperhatikan se'ara
khusus kebutuhan akan air dan garam sebagai pengganti 'airan untuk penguapan
keringat. 5alam lingkungan kerja panas dan pada pekerjaan berat, diperlukan
sekurang"kurangnya ,+ liter air minum bagi seorang tenaga kerja, sedangkan untuk
kerja ringan dianjurkan sekitar 1,1 liter. 3adar garam tidak boleh terlalu tinggi,
melainkan sekitar 8,C. /iasanya pada pekerja yang bekerja pada suhu panas
diberikan tablet garam. *amun biasanya pekerja tersebut sudah menyesuaikan diri
dengan memilih makanan yang asin sebagai mekanisme alami untuk memenuhi
kebutuhan mengganti garam yang hilang melalui keringat. 4enaga kerja tidak
dibenarkan minum minuman yang mengandung al'ohol.
$. Lat makanan dalam berbagai hal dapat mengurangi pengaruh (at bera'un seperti
halnya #itamin C terhadap ra'un logam berat, larutan kimia organis, seperti deri#ate
aniline, fenol, sianida, dan lain"lain. Aakanan ekstra hanya merupakan upaya
meningkatkan kesegaran jasmani dan daya kerja.
!una menerapkan gi(i kerja sangat penting peran kantin, ruang9kamar makan, dapur
beserta peralatan dan perlengkapan serta juga perusahaan 'atering sebagai penyelenggara
penyiapan dan penghidangan makanan bagi tenaga kerja.
,enilaian kesehatan
Sur#eilans medis terdiri dari tiga hal penting yaitu pemeriksaan kesehatan pra"kerja
(pre"employment atau pre"placement medical e$amination), sebelum subjek pemeriksaan
ditempatkan atau bekerja, pemeriksaan kesehatan berkala (periodic medical e$amination)
yang terkait dengan bahaya kesehatan, dan pemeriksaan kesehatan khusus (specific medical
e$amination) yang terkait dengan kembali bekerja (returnin# to +ork) setelah terdapat
gangguan kesehatan yang bermakna dan penyakit yang berat.
1
4ujuan pemeriksaan kesehatan pra"kerja
1. Aenetapkan kemampuan untuk melakukan pekerjaan sesuai dengan penempatan
pekerja
. Aengidentifikasi kondisi kesehatan yang mungkin diperbuuk oleh pajanan bahaya
kesehata, kerentanan 'alon pekerja terhada bahaya kesehatan tertentu yang
memerlukan eksklusi pada indi#idu dengan pajanan tertentu
$. Aenetapkan data dasar (baseline data) e#aluasi sebelum pekerjaannya. 5ata dasar
ini berguna sebagai pertimbangan kelak adanya gangguan kesehatan dan adanya
kaitan dengan pajanan bahaya kesehatan di tempat kerja.
1
4ujuan pemeriksaan berkala
1. Aendeteksi sedini mungkin setiap gangguan kesehatan yang mungkin terjadi dan
disebabkan oleh pajanan bahaya kesehatan di tempat kerja, dan kondisi kerja
. Aendeteksi perubahan status kesehatan (penyakit yang tidak berhubungan dengan
pekerjaan) yang bermakna dapat menyebabkan gangguan kesehatan apabila
melanjutkan pekerjaan, atau menyebabkan peningkatan kerentanan terhadap
pajanan bahaya kesehatan di tempat kerja atau kondisi kerja.
.i-ayat kesehatan dan ri-ayat pekerjaan se'ara lengkap diperlukan untuk dapat
dilakukan pemeriksaan kesehatan yang sesuai terutama bila diketahui adanya pajanan yang
berulang dan kemungkinan gangguan kesehatan.
,emeriksaan medis berkala dilakukan kelompok pekerja agar dapat memberi efek
pen'egahan penyakit primer, atau bila gagal, akan memberi efek pen'egahan penyakit
sekunder.
Ada dua jenis pemeriksaan kesehatan berkala, yaitu&
1. ,emeriksaan berkala umum yang dilakukan terhadap seluruh pekerja sebagai bagian
program pemerliharaan kesehatan karya-an, atau bila di'urigai terjadinya suatu
kemungkinan gangguan kesehatan akibat berbagai kondisi kerja yang memadai.
. ,emeriksaan kesehatan yang dihubungkan dengan an'aman gangguan kesehatan di
lingkungan kerja tertentu yang berisiko tinggi, dilaksanakan se'ara berkala untuk
memantau pekerja tertentu yang bekerja dalam kondisi spesifik.
$
4ujuan pemeriksaan khusus
,ada dasarnya pemeriksaan khusus sama dengan pemeriksaan kesehatan prakerja.
5alam hal ini hasil pemeriksaan kesehatan khusus ditempatkan sebagai data dasar
menggantikan data dasar hasil pemeriksaan kesehatan pekerja. 6enis pemeriksaan yang
dilakukan pada pemeriksaan kesehatan khusus tergantung pada ri-ayat penyakit dan status
kesehatan saat terakhir atau saat pemulihan.
1
,emeriksaan kesehatan setelah sembuh dari sakit berguna untuk memastikan bah-a
seorang pekerja telah sembuh benar dari sakitnya dan dapat megerjakan pekerjaannya dengan
aman tanpa membahayakan dirinya sendiri ataupun orang lain disekitarnya. Obat"obatan
yang masih diminum perlu juga diperiksa karena dapat berpengaruh terhadap kinerjanya.
$
Penutup
!esimpulan 9
>ipotesa diterima, dimana *n A + tahun dengan keluhan mata berair terkena CVS,
karena bekerja didepan komputer kadang tidak beristirahat.
Daftar Pustaka
1. Ameri'an Optometri' Assos'iation. Computer #ision syndrome O)nternetP. 811
Oupdated 88;& 'ited 811 6ul 2P.
. Affandi 7S. Sindrom penglihatan komputer.Aaj 3edokt )ndon. 882=22($) & 1:"$88
$. /lehm C, Vishnu S, 3hattak A, Aitra S, Gee .E. Computer #ision syndrome& a
re#ie-. 6 Sur# Ophthal. 882= 28($) & 2$";
0. Aunro 6%, %ord A6. ,engantar pemeriksaan klinis. 7disi ;. 6akarta& 7!C,88$.h.21"
:
2. 6ames /, Che- C, /ron A. <e'ture *otes on Ophtalmology. 7d 1th. 6akarta &
,enerbit 7rlangga.882.h.1+"0
;. .oestija-ati *. Sindrom dry eye pada pengguna #ideo display terminal (V54).
Cermin5unia3edokteran.88:=120(1)
:. 4he aging eye. O)nternetP. 811 Oupdated 88:& 'ited 811 %eb 8P. A#ailable from &
http&99---.lighthouse.org9eye"health9the"basi's"of"theeye9the"aging"eye9
+. <ata >, Ealia <. Ageing& physiologi'al aspe'ts. 63 S'ien'e. 88:= 1($)&111"112
1. Amod .C. 4he ageing eye. CA7. 88:= 2(18)& 0+0"0++
18. .osenfield A. Computer #ision syndrome& a re#ie- of o'ular 'auses and potential
treatments. 6 Ophthalmi' ,hysiol Opt. 811
11. )(Huierdo *6. Computer #ision syndrome O)nternetP. 811Oupdated 818& 'ited 811 6ul 2P.
A#ailable from&http&99emedi'ine.meds'ape.'om9arti'le911+2+" o#er#ie-
1. Eolkoff ,, Sko# ,, %ran'k C, ,etersen <*. 7ye irritation and en#ironmental fa'tors
in the offi'e en#ironmentQ hypotheses, 'auses and a physiologi'al model. S'and 6
Eork 7n#iron >ealth 88$=1(;)&011R0$8
1$. /handeri 56, Choudhary S, 5oshi V!. A 'ommunity"based study of asthenopia in
'omputer users. )ndian 6 Ophthalmol. 88+= 2;(1) & 21"22
10. 5as /, !hosh 4. Assessment of ergonomi'al and o''upational health related problems
among V54 -orkers of Eest /engal, )ndia. Asian 6ournal of AedS'ien'es.818=1&;"$1
12. Cabrera S.!, <im"/on"Siong .. A sur#ey of eye"related 'omplaints among 'all"
'enter agents in Aetro Aanila. ,hilipp 6 Ophthalmol. 818=$2()& ;2";1
1;. >anum, )%. 7fekti#itas penggunaan screen pada monitor komputer untuk mengurangi
kelelahan mata pekerja call centre di ,4 )ndosat *S. tahun 88+ OtesisP. Aedan &
Bni#ersitas Sumatera Btara= 88+.
1:. <oh 3G, .eddy SC. Bnderstanding and pre#enting 'omputer #ision syndrome.
Aalaysian %amily ,hysi'ian. 88+= $($).