Anda di halaman 1dari 49

Sistem Hepatobilier

• Terdiri dari :
▫ Hepar
▫ Duktus hepatikus kanan & kiri.
▫ Duktus choledochus.
▫ Duktus biliaris.
▫ Kandung empedu.
▫ Duktus cystikus.
Hepar
• Lokasi : regio hipokondrium kanan , meluas
sampai regio epigastrium kanan.
• Terdiri dari 4 lobus :
▫ Lobus Dextra
▫ Lobus Sinistra
▫ Lobus Quadratus
▫ Lobus Caudatus
• Mempunyai 3 permukaan :
▫ Superior :
 Melekat pada diafragma & dinding ant
abdomen.
 Perlekatan melalui :
 Lig. Falciforme / lig triangular.
 Lig Teres.
 Lig falciforme yang memisahkan lobus kanan
& kiri hepar.
• Inferior & posterior:
▫ Di kanan terdiri dari :
 Fossa gall-bladder di depan
 Fossa vena cava inferior di belakang.
 Ke-2 fossa dipisahkan oleh:prosesus
kaudatus.
▫ Di kiri terdiri dari :
 Fossa vena umbilikalis didepan
 Fossa duktus venosus dibelakang
 Ke-2 fossa dipisahkan oleh :fossa sagitalis kiri.

• Penghubungnya adalah :porta (fissura
transversus ).
▫ Didepannya lobus kuadratus.
▫ Dibelakangnya lobus kaudatus.

Pembuluh darah
• Yang mengalirkan ke hati adalah :
1. Arteri Hepatika
2. Vena Porta (70%)
3. Vena Hepatika
• Arteri hepatika :
▫ Membawa darah teroksigenasi ke hati.
• Vena porta :
▫ Membawa darah venosa yang kaya hasil pencernaan
yang telah diabsorbsi dari saluran pencernaan.
• Vena hepatika :
▫ Mengembalikan darah dari hati ke vena cava inferior

Persarafan Pbl limfe
• SSO yang melewati
pleksus coeliacus.

• Trunkus vagus anterior
yg percabangkan ramus
hepatis yang berjalan
langsung ke hati.
• Hampir 1/3 cairan limfe
tubuh dari hepar.
• Pembuluh limfe
tinggalkan hati, masuk ke
kelenjar limfe porta
hepatis.
• Pembuluh eferen menuju
Nnll coeliaca.
• Dan sebagian menuju
NNll mediatinalis
posterior.
Aparatus biliaris ekstrahepatik
EMPEDU
SEL HATI
KANTUNG
EMPEDU
USUS





HALUS
Duktus hepatikus
• Keluar dari hati pada porta hepatis.

• Bersatu membentuk duktus hepatikus komunis.
▫ Panjang 4 cm.
▫ Jalan pada pinggir omentum minus.
▫ Pinggir kanan bersatu dengan duktus cystikus dari
kandung empedu membentuk duktus koledokus.


Duktus koledokus
• Panjang 8 cm dan diameter 6-10 mm.

• Bersatu dengan duktus pankreatikus major.

• Bermuara pada ampula vateri ( dinding duodenum).

• Ampula vateri bermuara pada papila duodeni major.

• Bagian distal duktus koledokus & ampula dikelilingi
serabut otot sirkuler spinchter odi.

Kandung Empedu
• Bentuk buah pear,pada permukaan visceral hepar.
• Tdd :
1. Fundus.
1. Bagian inferior hati
2. Setinggi cartlage costa XI kanan.
2. Korpus.
1. Bersentuhan dengan permukaan visceral hati
2. Berjalan ke atas, belakang, kiri.
3. Kolum.
1. Dilanjutkan sebagai duktus cysticus.
2. Berjalan dalam omentum minus.
3. Bersatu dengan sisi kanan duktus hepatikus komunis membentuk
duktus koledokus
Duktus cysticus
• Panjang 3,5-4 cm dan diameter 2-3 mm
• Menghubungkan kolum vesica felea dgn duktus
hepatikus komunis & membentuk duktus
koledokus.
• Bentuk huruf “s”
• Berjalan pada pinggir kanan omentum minus.
• Muara : valvula spiralis.
BATAS KANDUNG EMPEDU
• ANTERIOR
▫ Dinding anterior abdomen & permukaan visceral
hati.

• Posterior
▫ Kolon transversum & bagian I & II duodenum.
Fungsi Hepar
• Fungsi hati sebagai metabolisme karbohidrat
• Fungsi hati sebagai metabolisme lemak
• Fungsi hati sebagai metabolisme protein
• Fungsi hati sehubungan dengan pembekuan
darah
• Fungsi hati sebagai detoksikasi
• Fungsi hati sebagai metabolisme vitamin
• Fungsi hati sebagai fagositosis dan imunitas
• Fungsi hemodinamik
Metabolisme Karbohidrat
• Hati mengubah pentosa dan heksosa yang diserap dari
usus halus menjadi glikogen, mekanisme ini disebut
glikogenesis.
• Glikogen lalu ditimbun di dalam hati kemudian hati
akan memecahkan glikogen menjadi glukosa. Proses
pemecahan glikogen menjadi glukosa disebut
glikogenelisis. Karena proses-proses ini, hati
merupakan sumber utama glukosa dalam tubuh
• Selanjutnya hati mengubah glukosa melalui heksosa
monophosphat shunt dan terbentuklah pentosa.
• Pembentukan pentosa mempunyai beberapa tujuan:
Menghasilkan energi, biosintesis dari nukleotida,
nucleic acid dan ATP, dan membentuk/ biosintesis
senyawa 3 karbon (3C)yaitu piruvic acid (asam piruvat
diperlukan dalam siklus krebs).
Metabolisme Lemak
• Hati tidak hanya membentuk/ mensintesis lemak
tapi sekaligus mengadakan katabolisis asam lemak
Asam lemak dipecah menjadi beberapa komponen :
▫ Senyawa 4 karbon – KETON BODIES
▫ Senyawa 2 karbon – ACTIVE ACETATE (dipecah
menjadi asam lemak dan gliserol)
▫ Pembentukan cholesterol
▫ Pembentukan dan pemecahapln fosfolipid
• Hati merupakan pembentukan utama, sintesis,
esterifikasi dan ekskresi kholesterol. Dimana serum
Cholesterol menjadi standar pemeriksaan
metabolisme lipid
Metabolisme Protein
• Hati mensintesis banyak macam protein dari
asam amino dengan proses deaminasi.
• Dengan proses transaminasi, hati memproduksi
asam amino dari bahan-bahan non nitrogen.
• Hati merupakan satu-satunya organ yg
membentuk plasma albumin dan ∂ - globulin
dan organ utama bagi produksi urea.
• ∂ - globulin selain dibentuk di dalam hati, juga
dibentuk di limpa dan sumsum tulang β –
globulin hanya dibentuk di dalam hati.

Pembekuan Darah
• Hati merupakan organ penting bagi sintesis
protein-protein yang berkaitan dengan koagulasi
darah, misalnya: membentuk fibrinogen,
protrombin, faktor V, VII, IX, X.
Metabolisme Vitamin
• Semua vitamin disimpan di dalam hati
khususnya vitamin A, D, E, K

Detoksikasi
• Hati adalah pusat detoksikasi tubuh, Proses
detoksikasi terjadi pada proses oksidasi, reduksi,
metilasi, esterifikasi dan konjugasi terhadap
berbagai macam bahan seperti zat racun, obat
over dosis.

Fagositosis dan Imunitas
• Sel kupfer merupakan saringan penting bakteri,
pigmen dan berbagai bahan melalui proses
fagositosis. Selain itu sel kupfer juga ikut
memproduksi ∂ - globulin sebagai imun livers
mechanism.

Hemodinamik
• Hati menerima ± 25% dari cardiac output.
• Darah yang mengalir di dalam a.hepatica ± 25%
dan di dalam v.porta 75% dari seluruh aliran
darah ke hati.
• Hepar merupakan organ penting untuk
mempertahankan aliran darah.

Enzim Hepar
• Fosfatase Alkali
• Serum Glutamic Pyruvic Transaminase
• Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase
• Gamma Glutamil Transferase

Fosfatase Alkali
• Fosfatase alkali (alkaline phosphatase, ALP) merupakan
enzim yang diproduksi terutama oleh epitel hati dan
osteoblast (sel-sel pembentuk tulang baru)
• Fosfatasealkali disekresi melalui saluran empedu.
Meningkat dalam serum apabila ada hambatan pada
saluran empedu (kolestasis).
• Tes ALP terutama digunakan untuk mengetahui apakah
terdapat penyakit hati (hepatobiliar) atau tulang.
• Pada orang dewasa sebagian besar dari kadar ALP
berasal dari hati, sedangkan padaanak-anak sebagian
besar berasal dari tulang.
Serum Glutamic Pyruvic Transaminase
• SGPT atau juga dinamakan ALT (alanin
aminotransferase) merupakan enzim
yang banyak ditemukan pada sel hati serta
efektif untuk mendiagnosis
destruksi hepatoseluler.
Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase
• SGOT atau juga dinamakan AST (Aspartat
aminotransferase) merupakan enzim yang
dijumpai dalam otot jantung dan hati,
sementara dalam konsentrasi sedang dijumpai
pada otot rangka, ginjal dan pankreas.
• Konsentrasi rendah dijumpai dalam darah,
kecuali jika terjadi cedera seluler, kemudian
dalam jumlah banyak dilepaskan ke dalam
sirkulasi.
Gamma Glutamil Transferase
• Gamma-glutamil transferase (gamma-glutamyl
transferase, GGT) adalah enzim yang ditemukan
terutama di hati dan ginjal, sementara dalam jumlah
yang rendah ditemukan dalam limpa, kelenjar prostat
dan otot jantung.
• Gamma-GT merupakan uji yang sensitif
untuk mendeteksi beragam jenis penyakit parenkim hati.
Kebanyakan dari penyakit hepatoseluler dan
hepatobiliar meningkatkan GGT dalam serum. Kadarnya
dalam serum akan meningkat lebih awal dan tetap akan
meningkat selama kerusakan sel tetap berlangsung.
• Tes gamma-GT dipandang lebih sensitif daripada tes
fosfatasealkalis (alkaline phosphatase, ALP).
Fungsi kandung empedu
1. Sebagai reservoir empedu.
2. Memekatkan empedu.
3. Mengalirkan empedu ke duodenum
▫ Akibat makanan berlemak.
▫ Stimulus dari hormon CCK
▫ Menghasilkan garam empedu untuk
emulsifikasi lemak usus halus + absorbsi lemak.
Metabolisme Bilirubin
• Produksi
• Transportasi
• Konjugasi
• Ekskresi
Produksi
• Sebagian besar bilirubin terbentuk scbagai
akibat degradasi hemoglobin pada sistem
retikulocndotelial (RES). Satu gram hemoglobin
dapat menghasilkan 35 mg bilirubin indirek.
Bilirubin indirek yaitu bilirubin yang bersifat
tidak larut dalam air tetapi larut dalam Iemak.

Transportasi
• Bilirubin indirek kemudian diikat oleh albumin. Sel
parenkim hepar mempunyai cara yang selektif dan efektif
mengambil bilirubin dari plasma.
• Bilirubin ditransfer melalui membran sel ke dalam
hepatosit sedangkan albumin tidak.
• Pengambilan oleh sel hati memerlukan protein sitoplasma
atau protein penerima, yang diberi simbol sebagai protein
Y dan Z.
• Di dalam sel bilirubin akan terikat terutama pada
ligandin (- protein Y, glutation S-transferase B) dan
sebagian kecil pada glutation S-transferase lain dan protein
Z.
• Sebagian besar bilirubin yang masuk hepatosit dikonjugasi
dan diekskresi ke dalam empedu.
Konjugasi
• Konjugasi molekul bilirubin dengan asam
glukuronat berlangsung dalam retikulum endo-
plasma sel hati. Langkah ini bergantung pada
adanya glukuronil transferase, yaitu enzim yang
mengkatalisis reaksi.
• Konjugasi molekul bilirubin sangat mengubah sifat-
sifat bilirubin. Bilirubin terkonjugasi tidak larut
dalam lemak, tetapi larut dalan air dan dapat
diekskresi dalam kemih. Sebaliknya bilirubin tak
terkonjugasi larut lemak, tidak larut air, dan tidak
dapat diekskresi dalam kemih.
• Agar dapat diekskresi dalam empedu, bilirubin
harus dikonjugasi.
Ekskresi
• Sesudah konjugasi bilirubin ini menjadi bilirubin direk
yang larut dalam air dan diekskresi dengan cepat ke sistem
empedu kemudian ke usus.
• Bakteri usus mereduksi bilirubin terkonyugasi menjadi
serangkaian senyawa yang dinamakan sterkobilin atau
urobilinogen. Zat-zat ini menyebabkan feses berwarna
coklat.
• Dalam usus bilirubin direk ini tidak diabsorpsi; sebagian
kecil bilirubin direk dihidrolisis menjadi bilirubin indirek
dan dircabsorpsi. Siklus ini disebut siklus enterohepatis.
• Sekitar 10% sampai 20% urobilinogen mengalami siklus
enterohepatik, sedangkan sejumlah kecil diekskresi dalam
kemih.

Keterangan
• 80-85% terbentuk dari pemecahan eritrosit tua dalam sistem monosit-makrofag (rata-rata
masa hidup eritrosit adalah 120 hari). 15-20% terbentuk dari pemecahan eritrosit immatur
dalam sumsum tulang.
• Hemoglobin dipecah menjadi globin dan heme. Globin akan digunakan lagi untuk sintesis
protein baru, sedangkan heme dipecah (melepaskan Fe dan CO).
• Pigmen heme oleh heme oksigenase diubah menjadi biliverdin.
• Biliverdin mengalami reduksi oleh enzim reduktase menjadi bilirubin tak terkonjugasi.
• BTT berikatan dengan albumin dan ditranspor melalui darah ke hati.
• Di dalam hati, metabolisme bilirubin berlangsung dalam 3 langkah :
▫ Pengambilan BTT oleh sel hati dengan bantuan 2 protein hati (protein ligandin), yang
diberi simbol sebagai protein Y dan Z
▫ Konjugasi BTT dengan asam glukoronat, yang dikatalisis oleh enzim glukoronil
transferase, dalam retikulum endoplasma
▫ Transpor bilirubin terkonjugasi ke dalam saluran empedu melalui suatu proses aktif
• BT dibawa ke usus melalui aliran empedu.
• Dalam kolon, bakteri usus mereduksi BT menjadi urobilinogen dan sterkobilinogen.
• Sterkobilinogen diekskresikan dalam feses, sedangkan urobilinogen direabsorpsi kembali
oleh mukosa usus. Urobilinogen masuk ke dalam sirkulasi darah, sebagian besar
dikembalikan ke hati (siklus enterohepatik), sebagian kecil mencapai ginjal dan diekskresi
bersama urine.