Anda di halaman 1dari 8

Stroke

Stroke adalah suatu kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke suatu bagian
otak tiba-tiba terganggu. Dalam jaringan otak, kurangnya aliran darah
menyebabkan serangkaian reaksi biokimia, yang dapat merusakkan atau
mematikan sel-sel saraf di otak. Kematian jaringan otak dapat menyebabkan
hilangnya fungsi yang dikendalikan oleh jaringan itu. Strok adalah penyebab
kematian yang ketiga di Amerika Serikat dan banyak negara industri di Eropa
(Jauh, !""#$. %ila dapat diselamatkan, kadang-kadang penderita mengalami
kelumpuhan pada anggota badannya, hilangnya sebagian ingatan atau
kemampuan biaranya. %eberapa tahun belakangan ini makin populer istilah
serangan otak. &stilah ini berpadanan dengan istilah yang sudah dikenal luas,
'serangan jantung'. strok terjadi karena abang pembuluh darah terhambat oleh
emboli. Emboli bisa berupa kolesterol atau udara.
Stroke adalah defiit neurologist akut yang disebabkan oleh gangguan aliran
darah yang timbul seara mendadak dengan tanda dan gejala sesuai dengan
daerah fokal otak yang terkena (()*, +,-,$.
Klasifikasi stroke
%erdasarkan proses patologi dan gejala klinisnya stroke dapat diklasifikasikan menjadi .
1. stroke hemoragik
/erjadi perdarahan erebral dan mungkin juga perdarahan subarahnoid yeng
disebabkan peahnya pembuluh darah otak. 0mumnya terjadi pada saat melakukan
aktifitas, namun juga dapat terjadi pada saat istirahat. Kesadaran umumnya menurun
dan penyebab yang paling banyak adalah akibat hipertensi yang tidak terkontrol.
2. stroke non hemoragik
Dapat berupa iskemia, emboli, spasme ataupun thrombus pembuluh darah otak.
0mumnya terjadi setelah beristirahat ukup lama atau angun tidur. /idak terjadi
perdarahan, kesadaran umumnya baik dan terjadi proses edema otak oleh karena hipoksia
jaringan otak.
Stroke non hemoragik dapat juga diklasifikasikan berdasarkan perjalanan penyakitnya,
yaitu .
+. /&A1S (/rans &shemi Attak$
2aitu gangguan neurologist sesaat, beberapa menit atau beberapa jam saja dan
gejala akan hilang sempurna dalam 3aktu kurang dari !4 jam.
+. 5ind (5e6ersible &shemi 7eurologis Defit$
8angguan neurologist setempat yang akan hilang seara sempurna dalam 3aktu +
minggu dan maksimal 9 minggu..
+. stroke in :olution
Stroke yang terjadi masih terus berkembang dimana gangguan yang munul semakin
berat dan bertambah buruk. ;roses ini biasanya berjalan dalam beberapa jam atau
beberapa hari.
+. Stroke Komplit
8angguan neurologist yang timbul bersifat menetap atau permanent.
Etiologi
Ada beberapa fator risiko stroke yang sering teridentifikasi, yaitu <
+. Hipertensi, dapat disebabkan oleh aterosklerosis atau sebaliknya. ;roses ini
dapat menimbulkan peahnya pembuluh darah atau timbulnya thrombus sehingga
dapat mengganggu aliran darah erebral.
2. Aneurisma pembuluh darah cerebral
Adanya kelainan pembuluh darah yakni berupa penebalan pada satu tempat yang diikuti
oleh penipisan di tempat lain. ;ada daerah penipisan dengan maneu6er tertentu dapat
menimbulkan perdarahan.
3. Kelainan jantung / penyakit jantung
;aling banyak dijumpai pada pasien post =>&, atrial fibrilasi dan endokarditis.
Kerusakan kerja jantung akan menurunkan kardiak output dan menurunkan aliran darah
ke otak. Ddisamping itu dapat terjadi proses embolisasi yang bersumber pada kelainan
jantung dan pembuluh darah.
4. Diabetes mellitus (D$
;enderita D= berpotensi mengalami stroke karena ! alasan, yeitu terjadinya peningkatan
6iskositas darah sehingga memperlambat aliran darah khususnya serebral dan adanya
kelainan miro6askuler sehingga berdampak juga terhadap kelainan yang terjadi pada
pembuluh darah serebral.
!. "sia lanjut
;ada usia lanjut terjadi proses kalsifikasi pembuluh darah, termasuk pembuluh darah
otak.
#. $olocitemia
;ada poliitemia 6iskositas darah meningkat dan aliran darah menjadi lambat sehingga
perfusi otak menurun.
%. $eningkatan kolesterol (lipid total&
Kolesterol tubuh yang tinggi dapat menyebabkan aterosklerosis dan terbentuknya
embolus dari lemak.
'. (besitas
;ada obesitas dapat terjadi hipertensi dan peningkatan kadar kolesterol sehingga dapat
mengakibatkan gangguan pada pembuluh darah, salah satunya pembuluh drah otak.
). $erokok
;ada perokok akan timbul pla?ue pada pembuluh darah oleh nikotin sehingga terjadi
aterosklerosis.
1*. kurang akti+itas ,isik
Kurang akti6itas fisik dapat juga mengurangi kelenturan fisik termasuk kelenturan
pembuluh darah (embuluh darah menjadi kaku$, salah satunya pembuluh darah otak.
Jenis
Strok dibagi menjadi dua jenis yaitu strok iskemik maupun strok hemorragik. ;ada strok
iskemik, aliran darah ke otak terhenti karena aterosklerosis (penumpukan kolesterol pada
dinding pembuluh darah$ atau bekuan darah yang telah menyumbat suatu pembuluh
darah ke otak. )ampir sebagian besar pasien atau sebesar -9@ mengalami strok jenis ini.
Stroke hemorragik
;ada strok hemorragik, pembuluh darah peah sehingga menghambat aliran darah yang
normal dan darah merembes ke dalam suatu daerah di otak dan merusaknya. )ampir A"
persen kasus strok hemorrhagik terjadi pada penderita hipertensi
Stroke iskemik
;ada strok iskemik, penyumbatan bisa terjadi di sepanjang jalur pembuluh darah arteri
yang menuju ke otak. Darah ke otak disuplai oleh dua arteria karotis interna dan dua
arteri 6ertebralis. Arteri-arteri ini merupakan abang dari lengkung aorta jantung (arus
aorta$.
-ransient ischemic attack (/&A$ didefinisikan sebagai episode singkat disfungsi
neurologis yang disebabkan gangguan setempat pada otak atau iskemi retina yang terjadi
dalam 3aktu kurang dari !4 jam, tanpa adanya infark, serta meningkatkan risiko
terjadinya stroke di masa depan.
Reversible Ischemic Neurologic Deficit (RIND)
Defisit neurologis lebih dari !4 jam namun kurang dari A! jam.
Patofisiologi
Suatu ateroma (endapan lemak$ bisa terbentuk di dalam pembuluh darah arteri karotis
sehingga menyebabkan berkurangnya aliran darah. Keadaan ini sangat serius karena
setiap pembuluh darah arteri karotis dalam keadaan normal memberikan darah ke
sebagian besar otak. Endapan lemak juga bisa terlepas dari dinding arteri dan mengalir di
dalam darah, kemudian menyumbat arteri yang lebih keil.
;embuluh darah arteri karotis dan arteri 6ertebralis beserta perabangannya bisa juga
tersumbat karena adanya bekuan darah yang berasal dari tempat lain, misalnya dari
jantung atau satu katupnya. Strok semaam ini disebut emboli serebral (emboli B
sumbatan, serebral B pembuluh darah otak$ yang paling sering terjadi pada penderita
yang baru menjalani pembedahan jantung dan penderita kelainan katup jantung atau
gangguan irama jantung (terutama fibrilasi atrium$.
Emboli lemak jarang menyebabkan strok. Emboli lemak terbentuk jika lemak dari
sumsum tulang yang peah dilepaskan ke dalam aliran darah dan akhirnya bergabung di
dalam sebuah arteri.
Strok juga bisa terjadi bila suatu peradangan atau infeksi menyebabkan penyempitan
pembuluh darah yang menuju ke otak. *bat-obatan (misalnya kokain dan amfetamin$
juga bisa mempersempit pembuluh darah di otak dan menyebabkan strok.
/ekanan darah rendah yang tiba-tiba bisa menyebabkan berkurangnya aliran darah ke
otak, yang biasanya menyebabkan seseorang pingsan. Strok bisa terjadi jika tekanan
darah rendahnya sangat berat dan menahun. )al ini terjadi jika seseorang mengalami
kehilangan darah yang banyak karena edera atau pembedahan, serangan jantung atau
gangguan irama jantung.
Patofisiologi
1. .troke non hemoragik
&skemia disebabkan oleh adanya penyumbatan aliran darah otak oleh thrombus atau
embolus. /rombus umumnya terjadi karena berkembangnya aterosklerosis pada
dinding pembuluh darah, sehingga arteri menjadi tersumbat, aliran darah ke area
thrombus menjadi berkurang, menyebabkan iskemia kemudian menjadi kompleks
iskemia akhirnya terjadi infark pada jaringan otak. Emboli disebabkan oleh embolus
yang berjalan menuju arteri serebral melalui arteri karotis. /erjadinya blok pada arteri
tersebut menyebabkan iskemia yang tiba-tiba berkembang epat dan terjadi gangguan
neurologist fokal. ;erdarahan otak dapat ddisebabkan oleh peahnya dinding
pembuluh darah oleh emboli.
2. .troke hemoragik
;embuluh darah otak yang peah menyebabkan darah mengalir ke substansi atau
ruangan subarahnoid yang menimbulkan perubahan komponen intraranial yang
seharusnya konstan. Adanya perubahan komponen intraranial yang tidak dapat
dikompensasi tubuh akan menimbulkan peningkatan /&K yang bila berlanjut akan
menyebabkan herniasi otak sehingga timbul kematian. Di samping itu, darah yang
mengalir ke substansi otak atau ruang subarahnoid dapat menyebabkan edema,
spasme pembuluh darah otak dan penekanan pada daerah tersebut menimbulkan
aliran darah berkurang atau tidak ada sehingga terjadi nekrosis jaringan otak.
Tanda dan gejala
/anda dan gejala yang munul sangat tergantung pada daerah dan luasnya daerah otak
yang terkena.
+. ;engaruh terhadap status mental
/idak sadar . 9"@ C 4"@
Konfuse . 4#@ dari pasien biasanya sadar
+. Daerah arteri serebri media, arteri karotis interna akan menimbulkan.
)emiplegia kontralateral yang disertai hemianesthesia (9"@--"@$
Afasia bila mengenai hemisfer dominant (9#@-#"@$
Apraksia bila mengenai hemisfer non dominant(9"@$
+. Daerah arteri serebri anterior akan menimbulkan gejala.
hemiplegia dan hemianesthesia kontralateral terutama tungkai (9"@-
-"@$
inkontinensia urin, afasia, atau apraksia tergantung hemisfer mana yang
terkena
+. Daerah arteri serebri posterior
7yeri spontan pada kepala
Afasia bila mengenai hemisfer dominant (9#-#"@$
+. Daerah 6ertebra basiler akan menimbulkan.
Sering fatal karena mengenai pusat-pusat 6ital di batang otak
)emiplegia alternans atau tetraplegia
Kelumpuhan pseudobulbar (kelumpuhan otot mata, kesulitan menelan,
emosi labil$
Apabila dilihat bagian hemisfer mana yang terkena, gejala dapat berupa.
+. .troke hemis,er kanan
)emiparese sebelah kiri tubuh
;enilaian buruk
=empunyai kerentanan terhadap sisi kontralateral sebagai kemungkinan
terjatuh ke sisi yang berla3anan
+. stroke hemis,er kiri
mengalami hemiparese kanan
perilaku lambat dan sangat berhati-hati
kelainan bidang pandang sebelah kanan
disfagia global
afasia
mudah frustasi
Pemeriksaan diagnostik
;emeriksaan penunjang disgnostik yang dapat dilakukan adalah .
+. laboratorium. mengarah pada pemeriksaan darah lengkap, elektrolit, kolesterol,
dan bila perlu analisa gas darah, gula darah dsb.
!. >/ san kepala untuk mengetahui lokasi dan luasnya perdarahan atau infark
9. =5& untuk mengetahui adanya edema, infark, hematom dan bergesernya struktur
otak
4. angiografi untuk mengetahui penyebab dan gambaran yang jelas mengenai
pembuluh darah yang terganggu
Penatalaksanaan medis
Seara umum, penatalaksanaan pada pasien stroke adalah.
+. ;osisi kepala dan badan atas !"-9" derajat, posisi miring jika muntah dan boleh
dimulai mobilisasi bertahap jika hemodinamika stabil
!. %ebaskan jalan nafas dan pertahankan 6entilasi yang adekuat, bila perlu diberikan
ogsigen sesuai kebutuhan
9. /anda-tanda 6ital diusahakan stabil
4. %ed rest
#. Koreksi adanya hiperglikemia atau hipoglikemia
D. ;ertahankan keseimbangan airan dan elektrolit
A. Kandung kemih yang penuh dikosongkan, bila perlu lakukan kateterisasi
-. ;emberian airan intra6ena berupa kristaloid atau koloid dan hindari penggunaan
glukosa murni atau airan hipotonik
,. )indari kenaikan suhu, batuk, konstipasi, atau sution berlebih yang dapat
meningkatkan /&K
+". 7utrisi per oral hanya diberikan jika fungsi menelan baik. Jika kesadaran
menurun atau ada gangguan menelan sebaiknya dipasang 78/
++. ;enatalaksanaan spesifik berupa.
Stroke non hemoragik. asetosal, neuroprotektor, trombolisis, antikoagulan,
obat hemoragik
Stroke hemoragik. mengobati penyebabnya, neuroprotektor, tindakan
pembedahan, menurunkan /&K yang tinggi
Diagnosis
Diagnosis stroke adalah seara klinis beserta pemeriksaan penunjang. ;emeriksaan
penunjang yang dapat dilakukan antara lain >/ san kepala, =5&. 0ntuk menilai
kesadaran penderita stroke dapat digunakan Skala Koma 8lasgo3. 0ntuk membedakan
jenis stroke dapat digunakan berbagai sistem skor, seperti Skor Strok Siriraj, Algoritma
Stroke 8ajah =ada, atau Algoritma Junaedi.
Pencegahan
Dengan mengatur pola makan yang sehat dan menghindari makanan yang mengandung
kolesterol jahat (EDE$ serta olaraga seara teratur