Anda di halaman 1dari 2

3. PENENTUAN KADAR CuSO4.

5H
2
O SECARA IODOMETRI
A. Tujuan
Menetapkan kadar CuSO
4
.5H
2
O dengan larutan standar Natrium Thiosulfat (Na
2
S
2
O
3
)
B. Dasar Teori
Untuk menetapkan kadar CuSO
4
.5H
2
O dapat dilakukan dengan titrasi iodometri, menggunakan
larutan standar Na
2
S
2
O
3.
Prinsip dari penentuan kadar CuSO
4
.5H
2
O, dengan larutan H
2
SO
4
dan KI maka akan, membebaskan I
2

yang ekivalen dengan Cu
2+
yang ada didalam bahan. I
2
yang dibebaskan dititrasi dengan larutan
standar Na
2
S
2
O
3
dengan menggunakan amylum sebagai indikator.
C. Reaksi
Prinsip reaksi adalah reaksi oksidasi reduksi ( reaksi redoks )
2 CuSO
4
+ KI -> 2 K
2
SO
4
+ 2 Cul + I
2

I
2
+ 2 Na
2
S
2
O
3
-> 2 Nal + Na
2
S
4
O
6
















4. PENENTUAN KADAR FeSO
4
dan NaNO
2
SECARA PERMANGANOMETRI
A. Tujuan
Menentukan kadar FeSO
4
dan NaNO
2
dengan larutan standar Kalium Permanganat (KMnO
4
)
B. Dasar Teori
Untuk menetapkan kadar FeSO
4
dan NaNO
2
dapat dilakukan dengan titrasi Permanganometri
menggunakan larutan standar Kalium Permanganat (KMnO
4
).
Prinsip dari penetapan kadar FeSO
4
dan NaNO
2
dengan penambahan larutan H
2
SO
4
dan pemanasan
suhu 60
o
-70
o
C maka Ferro akan dioksidasi oleh larutan KMnO
4
menjadi Ferri dan Nitrit dioksidasi
menjadi Nitrat, dalam titrasi permanganometri selama titrasi tidak menggunakan indikator karena
larutan KMnO
4
berfungsi sebagai autoindikator, kelebihan 1 tetes KMnO
4
telah memberikan
perubahan warna yang jelas menjadi merah muda.
C. Reaksi
Prinsip reaksi adalah reaksi oksidasi reduksi ( reaksi redoks )
2 KMnO
4
+ 10 FeSO
4
+ 8 H
2
SO
4
-> K
2
SO
4
+ 2 MnSO
4
+ 5

Fe
2
(SO
4
)
3
+ 8 H
2
O
2 KMnO
4
+ 5 NaNO
2
+ 3 H
2
SO
4
-> K
2
SO
4
+ 2 MnSO
4
+ 5 NaNO
3
+ 3 H
2
O