Anda di halaman 1dari 52

LAMPIRAN 1

DESAIN JEMBATAN PRATEGANG 40 m DARI BINA MARGA

.

.

.

.

LAMPIRAN 2 PERINCIAN PERHITUNGAN PEMBEBANAN PADA JEMBATAN .

80 m Kuat tekan beton plat : = 33.2. 12 h0 = 2. s = 1.5 Lebar Efektif Lantai Lebar efektif plat (Be) diambil nilai terkecil dari : L/4 = 10 m.2 MPa Modulus elastisitas plat: = 27.08 MPa Modulus elastisitas balok prategang : .4.2 MPa Kuat tekan beton plat : = 33.2 Menghitung Pembebanan pada Balok Prategang 4.80 m.40 m Diambil lebar efektif plat lantai Be = 1.1 Penentuan Lebar Efektif Lantai Gambar 4.

2.55 m Penampang Balok Prategang Berikut adalah perhitungan penampang balok pada tengah bentang yaitu struktur Igirdernya. b2 h6 h5 h4 h3 H h2 h1 b1 .= 31.2 = 0.8488 = 1.90 MPa Nilai perbandingan modulus elastisitas plat dan balok Lebar pengganti beton plat lantai jembatan : 4.

21000 1.10 0.900 1.027000 0.25 0.700 0.048600 0.031500 1.Gambar 4.150 0.110228 0.0000093750 0.800 0.450 0.0000375000 0.0000976563 0.38750 0.162450 0.7 Momen inersia balok prategang Statis Momen Momen Inersia Lebar b (m) Luas Tampang Tinggi A (m²) h (m) Jarak Terhadap Alas y (m) A y A y² 1.383 0.2 = 0.575 0.0803830000 = 1.10 0.0015750000 0.05750 0.021544 0.129851 Io ( ) 0.600 0.004725 2.6 Sketsa Penampang I Girder Jembatan Tabel 4.32000 0.299897/1.0010666670 0.085500 0.0000159722 0.211306 0.20 0.008251 0.09125 Titik berat penampang terhadap alas balok (yb) ) (m³) 1.05625 0.55 0.30 2.050 1.01500 0.04500 0.19 m Titik berat penampang terhadap sisi atas balok (ya) = h – yb Momen inersia terhadap alas balok (Ib) ( Momen Inersia = 2.100 0.250 0.225 0.344800 0.09125 = 1.656000 0.15 1.0775807292 0.368125 0.299897 Dimensi NO 1 2 3 4 5 6 7 0.349719 0.917 1.950 0.96 m .

55 m³ .654 Tahanan momen sisi atas (Wa) = 0.681 m³ Tahanan momen sisi bawah (Wb) = 0.Momen inersia terhadap titik berat balok (Ix) = 0.

383 0.822500 1.450 0.30 Luas Tampang A (m²) 0.45125 Momen Inersia Jarak Terhadap Alas y (m) Statis Momen 2.4.05625 0.0012000000 0.45 m Titik berat penampang terhadap sisi atas balok (yac) = 0.001575000 0.21000 1.0578 m³ Momen Inersia Io ( ) 0.031500 2.20 0.162450 0.15 1.0010666670 0.0000375000 0.950 0.050 1.90 m Momen inersia terhadap alas balok (Ibc) = 4.008251 0.55 0.0034 Momen inersia terhadap titik berat balok (Ixc) = 0.917 1.01500 0.800 1.027000 0.048600 0.900 1.225 0.211306 0.810000 0.8 Momen inersia balok prategang dan plat lantai (komposit) Dimensi NO 0 1 2 3 4 5 6 7 Lebar b (m) Tinggi h (m) 1.700 0.38750 0.10 0.04500 0.368125 0.36000 0. Tabel 4.0000159722 0.0000093750 0.800 0.2.081583000 .004725 3.952 Tahanan momen sisi atas plat (Wac) = 1.3 Penampang Balok Prategang dan Plat Lantai Pada tabel berikut merupakan perhitungan manual penampang balok prategang struktur I-girder dengan plat lantai (komposit).085500 0.349719 0.20 0.110230 0.021544 0.32000 0.25 0.109897 A y (m³) A y² ( ) 1.10 0.0775807292 0.575 0.952351 Titik berat penampang terhadap alas balok (ybc) = 1.250 2.250 0.150 0.0000976563 0.656000 0.344800 0.05750 0.100 0.600 0.

Berat 1 buah diafragma .2.10 m : Tebal = 0.Diafragma tengah : W = 6.10 m. Tinggi = 1.1. Lebar = 1.85 m .20 m.360 m³ Tahanan momen sisi bawah balok (Wbc) = 0. di tengah bentang L = Mmax = (1/2 n (x2 = 1216.10 m.Diafragma tumpuan: W = 10.20 m.6566 m³ 4.Diafragma tengah Lebar = 1.875 kNm x1)) Wtotal . Tinggi = 1. Berat Diafragma • Ukuran diafragma • . Berat Sendiri (MS) a.4 Pembebanan Balok Prategang a.175 kN .Tahanan momen sisi atas balok (W’ac) = 1.05 kN • Jumlah diafragma - Diafragma tumpuan : n = 6 buah - Diafragma tumpuan : n = 9 buah • Panjang bentang = 40 m • Jarak diafragma : x2 = 20 m (dari tengah bentang) x1 = 10 m (dari tengah bentang) x0 = 0 m (dari tengah bentang) • Momen maks.Diafragma tumpuan : Tebal = 0.

2.0844 kN/m a.3.1 A L wc = 1210. Gaya Geser dan Momen akibat Berat Sendiri (MS) Gambar 4. Berat Balok Prategang • Panjang bentang = 40 m • Berat balok prategang + 10% = Wbalok = 1.7 Berat sendiri jembatan Beban : Qms = A w (kN/m) Gaya geser : Vms = ½ Qms Momen : Mms = 1/8 Qms L (kN) L² (kNm) .• Berat diafragma ekivalen = Qdiafragma = (8 Mmax)/L² = 6.259 kN/m a.3575 Kn = Qbalok = Wbalok/L = 30.

0844 42.025 0.00 Total b.05 0.Tabel 4.37 25. gaya geser. w (kN/m³) 0.848 1800 1216.8 Tebal h (m) Luas A (m²) 0.5924 180 121.16 5501.80 0.2 . dan momen beban mati tambahan No 1 2 c.60 8.42 396 88. Beban : QMA = A w (kN/m) Gaya geser : VMA = ½ QMA Momen : MMA = 1/8 L (kN) QMA L² (kNm) Tabel 4.421 Geser VMA(kN) Momen MMA (kNm) 39.7 Beban.6 9 6.20 Berat sat.98 9.09 0.508 550. Beban Qms (kN/m) Geser Vms(kN) Momen Mms (kNm) 27.045 Beban lajur “D” (TD) Berat sat.48 Beban mati tambahan (MA) Girder jembatan direncanakan mampu memikul beban mati tambahan berupa : - Aspal beton setebal 50 mm untuk pelapisan kembali di kemudian hari (overlay) - Genangan air hujan setinggi 25 mm apabila saluran drainase tidak bekerja dengan baik.88 8518.8 Tebal h (m) Luas A (m²) 0.441 Total 2. Jenis beban Lebar berat b (m) sendiri Aspal beton 1.8 Plat Lantai 1.2 484. Beban w QMA (kN/m) (kN/m³) 22.00 1.688 851. Gaya dan Momen berat sendiri jembatan No 1 2 3 Jenis beban berat sendiri Balok Prategang Plat Lantai Diafragma Lebar b (m) 1.82 48.8 Perhitungan beban.

p = 44.0 (0.0 kPa untuk L≤30 m q = 8.40 .4 – 0.4 untuk L≤50 m DLA = 0.0025 (L – 50) DLA = 0.60 kN/m p = 44. UDL mempunyai intensitas q (kPa) yang besarnya tergantung pada panjang total L yang dibebani dan dinyatakan dengan rumus sebagai berikut : q = 8.0 kN/m Faktor beban dinamis (Dinamic Load Allowance) untuk KEL diambil sebagai berikut : DLA = 0.5+(15/L)) = 7 kPa QTD = Q s = 12.3 Beban merata Beban merata pada balok Beban garis Faktor beban dinamis untuk 50<L<90 m untuk L≥90 m q = 8.0 (0.Gambar 4.8 Beban lajur “D” jembatan Beban lajur “D” terdiri dari beban terbagi merata UDL (Uniformly Distributed Load). dan beban garis KEL (Knife Edge Load) seperti pada gambar.0 kN/m DLA = 0.5+(15/L)) kPa untuk L>30 m KEL mempunyai intensitas.

dan dianggap bekerja pada jarak 1.Beban terpusat pada balok PTD = (1+DLA) p s = 110.44 kN L) = 3628.88 kN Gaya geser dan momen maksimum pada balok akibat beban lajur “D” : VTD = (½ MTD = (1/8 d.80 m di atas permukaan lantai jembatan.5 ( Lt – 80)) kNuntuk 80 < Lt < 180 m HTB = 500 kN untuk Lt ≥ 180 m Gambar 4. Besarnya gaya rem arah memanjang jembatan tergantung panjang total jembatan (L t) sebagai berikut : Gaya rem. HTB = 250 kN untuk Lt ≤ 80 m HTB = 250 + (2.60 kN/m .9 Gaya rem pada jembatan TTB = HTB / nbalok = 62. QTD QTD L) + (1/2 L²) + (1/4 PTD) PTD = 307.8 kN Gaya rem (TB) Pengaruh pengereman dari lalu lintas diperhitungkan sebagai gaya dalam arah memanjang.50 kN TTB = 5% beban lajur “D” tanpa faktor beban dinamis QTD = Q s = 12.

16 kN < HTB / nbalok Diambil gaya rem. TTB = 62.PTD = p s = 79.0012 = 1.66 kNm Gaya geser dan momen maksimum padsa balok akibat gaya rem : VTB = M/L MTB = ½ e.008 kN/m . h = 2 m.0012 Cw Vw² (kN/m) Cw = Koefisien seret = 1.642 kN M = 92.50 kN Lengan terhadap titik berat balok y = 1.20 kN TTB = 0.05 ((QTD L)+ PTD) = 29.20 Vw = Kecepatan angin rencana = 35 m/det TEW = 0.9705 m Beban momen akibat gaya rem M = TTB y = 185. jarak antara roda kendaraan x= 1. = 4.764 kN/m Cw Vw² Bidang vertikal yang ditiup angin merupakan bidang samping kendaraan dengan tinggi 2 meter di atas lantai jembatan.75 m Transfer beban angin ke lantai jembatan QEW = (((1/2 h) /x) TEW = 1.83 kNm Beban Angin (EW) Beban garis merata tambahan arah horizontal pada permukaan lantai jembatan akibat angin yang meniup kendaraan di atas lantai jembatan dihitung dengan rumus : TEW = 0.80 + h0 + ha + yac = 2.

3F = 1.25 – 0.5924 kN/m Wt = (QMS + QMA) Beban mati tambahan.421 kN/m L = 1920. Faktor tipe struktur. Kp = 48 Ec T=2 Ixc / L³ = 22092.60 kNm f.07 Untuk struktur jembatan dengan daerah sendi plastis beton prategang penuh.5912 detik Koefisien geser dasar di tanah sedang untuk lokasi di wilayah gempa 6 di atas tanah lunak.3 F dengan F= 1. Beban Gempa (EQ) Gaya gempa vertikal rencana. QMA = 2.536 kN Kekakuan balok prategang.225 S = 1. S=1. TEQ = Kv Wt Berat sendiri.025 n = 1.5925 .Gambar 4. n dan F harus diambil ≥ 1 F = 1. C = 0. Waktu getar.345 kN/m = 0.025 untuk n = 1 maka. QMS = 45.16 kN MEW = 1/8 QEW L² = 201.25 – 0.10 Beban angin pada jembatan Gaya geser dan momen maksimum akibat beban angin : VEW = 1/2 QEW L = 20.

508 9 6.6 1.421 12. Kv = 50%Kh = 0.0536 kN QEQ = TEQ/L = 4.05574 (< 0.008 5.10 Gaya gempa vertikal.Koefisien beban gempa horizontal.88 - M (kNm) 185. VEQ = 1/2 QEQ L = 96.66 - .0844 2.26 kNm Resume Momen dan Gaya Geser pada balok Tabel 4.111475 Koefisien beban gempa vertikal. TEQ = Kv Beban gempa vertikal.029 P (kN) 110.10) diambil Kv = 0.11 Beban gempa Gaya geser dan momen maksimum akibat beban gempa vertikal : g. Wt = 192. Kh = C S = 0.8013 Gambar 4.026 kN MEQ = 1/8 QEQ L² = 960.9 Momen dan gaya geser pada balok NO 1 2 3 4 5 6 7 8 Jenis beban Berat balok prategang Berat plat Berat sendiri Mati tambahan Lajur “D” Gaya rem Angin Gempa Kode Beban Balok Plat MS MA TD TB EW EQ Q (kN/m) 27.

2. 4.6 kNm Tegangan di serat atas.6 Besar gaya prategang yang diambil 4.5 Mplat = 1/8 Qplat L² = 1800 kNm Kondisi awal (saat transfer) Gambar 4.(Pt es/Wb) + (Mbalok/ Wb) (persamaan 2) Besarnya gaya prategang awal.492 kN .492 kN Pt = 9412.Momen maksimum akibat berat balok.165 kN Wb)+ Mbalok] / [(Wb/A)+ es] = 9412.2.6 = (-Pt/A) . 0 = (-Pt/A) + (Pt es/Wa) – (Mbalok/ Wa) (persamaan 1) Tegangan di serat bawah.6 Kondisi akhir = 14868. Mbalok = 1/8 Qbalok L² = 5501. 0.004 m Momen akibat berat sendiri balok.19 m es = yb – z0 = 1.12 Kondisi awal (saat transfer) Ditetapkan jarak titik berat tendon terhadap alas balok.6 kNm Momen maksimum akibat berat plat. Eksentrisitas tendon. Dari persamaan 1 : Pt = Mbalok / (es – (Wa/A) Dari persamaan 2 : Pt = [(0. Mbalok = 5501. z0 = 0.

4 kN Es = 1. dengan data sebagai berikut : Tabel 4. nt = 6 tendon 7 wire super strands ASTM A-416 grade 270 fpy = 1676000 kPa fpu = 1860000 kPa 0.Digunakan kabel yang terdiri dari beberapa kawat baja untaian (strands cable) standar VSL.00014 Pbs = 260.95E+08 .10 Spesifikasi strands cable standar VSL Jenis strands Tegangan leleh strand Kuat tarik strand Diameter nominal strand Luas tampang nominal 1 strand Beban putus minimal 1 strand Jumlah kawat untaian (strands cable) Beban putus 1 tendon Modulus elastis strands Jumlah tendon.01524 m Ast = 0.7 Kn Dipakai dua jenis strands yaitu 7 dan 12 Pb1 = 3128.

13 Posisi tendon tengah bentang Tabel 4.85 Gaya prategang akibat jacking Pj = Po ns Pbs) = 63.11 Posisi Tendon Tengah Bentang ns1 ns2 ns3 ns4 nt 3 1 1 1 6 Tendon Tendon Tendon Tendon 12 12 12 7 Strands/tendon Strands/tendon Strands/tendon Strands/tendon ns 36 12 12 7 67 Persentase tegangan leleh yang timbul pada baja (% Jacking Force) Po = Pt1 / (0.a. Posisi Tendon Tengah Bentang Gambar 4.437% < 80%(OK) ns Pbs = 11080.477 kN .

Posisi Tendon di Tumpuan Gambar 4.14 Posisi tendon di tumpuan Tabel 4. 1 1 1 1 1 1 6 Lintasan Inti Tendon Tendon Tendon Tendon Tendon Tendon Tendon 12 12 12 12 12 7 Strands/tendon Strands/tendon Strands/tendon Strands/tendon Strands/tendon Strands/tendon ns 12 12 12 12 12 7 67 .12 Posisi Tendon di Tumpuan ns1 ns2 ns3 ns4 ns5 ns6 nt c.b.

477 kN Kehilangan gaya akibat gesekan angkur diperhitungkan sebesar 3% dari gaya prategang akibat jacking b.0412 = 0. Kehilangan tegangan akibat gesekan angkur (anchorage friction) Gaya prategang akibat jacking (jacking force).25 Koefisien wobble. = 0. Y(e0) = 4 L/2 + x0 = 58.191.0824 Koefisien gesek.7 Kehilangan Tegangan (Loss of prestress) pada kabel a. Kehilangan prategang akibat gesekan kabel : P0 = 10748.063 kN . P0 = 97% Pj = 10748. = 0.195 = 0.066 Gaya prategang akibat jacking setelah memperhitungkan kehilangan prategang akibat gesekan angkur. = 0. f X/L² (L – X) dengan f = es es + e0 = 1. Pj = 11080.Gambar 4.e0 = 0.063 kN Kehilangan tegangan akibat gesekan kabel (jack friction) Perubahan sudut lintasan tendon..2.15 Lintasan inti tendon Persamaan lintasan inti tendom.0412 4. x0 = 38.

7183 untuk Lx = 20. = 839. = 89516 kPa Kehilangan prategang akibat pemendekan elastis.0213 Tegangan baja prategang sebelum kehilangan prategang (di tengah bentang).00938 m² n = Es/Ebalok = 6. Jari-jari inersia penampang balok beton.779 m Ke = At/[A (1+(es²/i²))] = 0. = 1862142.dengan e = 2. c.66 kN . Px = 10182.113 i= = 0. = 29287 kPa Kehilangan tegangan pada baja oleh regangan elastik tanpa pengaruh berat sendiri.3 m. At = ns Modulus rasio antara baja prategang dengan balok beton. = 230679 kPa Tegangan beton pada level bajanya oleh pengaruh gaya prategang Pt. Ast = 0.09 kN Kehilangan tegangan akibat pemendekan elastis (elastic shortening) Luas tampang tendon baja prategang.86 kPa Kehilangan tegangan pada baja oleh regangan elastik dengan memperhitungkan berat sendiri.

em = 2 A/K = 0.567 kN P’max = P0 – ( = 10428. Kemiringan diagram gaya.905 = Koefisien yang tergantung tebal teoritis (em).7 mm) diambil 6 mm. Lmax = = 11.72 kN e. = 638. Kehilangan tegangan akibat relaksasi tendon e.002 m m = tan ω = (P0 – Px)/Lx = 27.1.45 m Kehilangan prategang akibat pengangkuran.d. Kehilangan tegangan akibat pengangkuran (anchoring) Panjang tarik masuk (berkisar antar 2 .3785 m .40 dan cement content = 4. = 0. = 0.5 kN/m³.78 kN Pmax = P’max – = 9588.0006 = Koefisien yang tergantung pada pemakaian air semen untuk beton mutu tinggi dengan faktor air semen w = 0.885 kN/m Jarak pengaruh kritis slip angkur dari ujung. Pengaruh susut = Regangan dasar susut untuk kondisi kering udara dengan kelembaban < 50%. = 0.

43 kN Pbs) = 53.60 kPa Regangan akibat rangkak.48% UTS .05 = Koefisien yang tergantung pada luas tulangan baja memanjang non prategang.71 kPa Tegangan beton di serat bawah. fb = (-Pi/A) . = 0.999 = 0.2. = 9342. Pi = Px - Pi / (ns Tegangan beton di serat atas. fa = (-Pi/A) + (Pi es/Wa) – (Mbalok/ Wa) = -2989.(Pi es/Wb) + (Mbalok/ Wb) = -15742.5%. Persentase luas tulangan memanjang terhadap luas tampang balok.0005696 Tegangan susut. Pengaruh rangkak (creep) P initial (keadaan saat transfer) di tengah bentang.= 1. = 111072 kPa e. p = 0.

124 kPa .43 kPa Besar tegangan terhadap UTS = 53.48% UTS X = 0. Jika < 50% UTS X = 1.488 Relaksasi setelah 1000 jam pada 70% beban putus (UTS). c = 2.938 = 0.5% = 31002. = 51480 kPa = 162552 kPa = 995942. Jika = 50% UTS X = 2. =3 = 0.000264 Tegangan akibat rangkak. Jika = 70% UTS X = 1.2 = 0.= Koefisien yang tergantung pada kelembaban udara dimana dalam perhitungan sebelumnya diambil kondisi kering dengan kelembaban udara < 50%.

Peff = Pi - = 7526.89 Kn Kehilangan prategang pada kabel : Kontrol tegangan pada tendon baja pasca tarik segera setelah penyaluran gaya prategang Tegangan ijin tendon baja pasca tarik : 0.54 kN Gaya efektif di tengah bentang balok.Kehilangan prategang jangka panjang = = 193554.8fc’ (AMAN) b. fca = (-Pt1/A) + (Pt1 es/Wa) – (Mbalok/ Wa) = -2951.7fpu (OK) 4.(Pt1 es/Wb) + (Mbalok/ Wb) = -15936 kPa < -0.8 Tegangan yang terjadi pada penampang balok a.2.124 kPa = 1815. fcb = (-Pt1/A) .7 fpu = 1302000 kPa Tegangan yang terjadi pada tendon baja pasca tarik. Keadaan setelah kehilangan prategang .fp = Peff/At = 806278.8 kPa Tegangan beton di serat bawah. Keadaan awal (saat transfer) Tegangan beton di serat atas.25 kPa < 0.

45fc’ (AMAN) c.2.03 kPa < -0.39 kPa Tegangan beton di serat bawah. Keadaan setelah plat lantai setelah dicor (beton muda) Tegangan beton di serat atas. fa = (-Peff/A) + (Peff es/Wa) – (Mbalok+plat/ Wa) = -6602.8. fa = (-Peff/A) + (Peff es/Wa) – (Mbalok/ Wa) = -3970.16 Diagram beton kondisi awal Tegangan beton di serat atas.(Peff es/Wb) + (Mbalok/ Wb) = -11767.(Peff es/Wb) + (Mbalok+plat/ Wb) = -7452.4 Keadaan setelah plat dan balok menjadi komposit . fb = (-Peff/A) .09 kPa < -0.Gambar 4.35 kPa Tegangan beton di serat bawah. fb = (-Peff/A) .45fc’ (AMAN) 4.

6984.3835.Gambar 4.(Peff e’s/Wbc) + (Mbalok+plat / Wbc) = .2397 m Tegangan beton di serat atas plat.17 Diagram beton komposit Eksentristas tendon untuk penampang komposit. e’s = es + (ybc – yb) = 1. Tegangan akibat berat sendiri (MS) < .9 Tegangan yang terjadi pada balok komposit a. f’ac = (-Peff/Ac) + (Peff e’s/Wa) – (Mbalok+plat / W’ac) = .98 kPa Tegangan beton di serat bawah balok. fac = (-Peff/Ac) + (Peff e’s/Wac) – (Mbalok+plat/ Wac) = -3395.45fc’ (AMAN) 4.2.55 kPa Tegangan beton di serat atas balok.33 kPa -0. fbc = (-Peff/Ac) .

139 . fbc = MMA / Wbc = 749.19 Diagram tegangan balok komposit Eksentrisitas tendon.1.0005696 = 2.377.482.59 kPa b. fac = -MMS / Wac = .77 kPa c.46 kPa Tegangan beton di serat atas balok. Tegangan akibat susut beton Gambar 4. e’ = yac – (h0/2) = 0. Tegangan akibat beban mati tambahan (MA) Tegangan beton di serat atas plat.8203 m Gaya internal yang timbul akibat susut = 0. fac = -MMA / Wac = .72 kPa Tegangan beton di serat bawah balok. f’ac = -MMA / W’ac = .19 kPa Tegangan beton di serat bawah balok. f’ac = -MMS / W’ac = . Tegangan akibat susut dan rangkak c.Gambar 4.61 kPa Tegangan beton di serat atas balok.6645. fbc = MMS / Wbc = 13190.18 Diagram balok komposit Tegangan beton di serat atas plat.8490.

53 kPa c.20 Diagram tegangan akibat rangkak balok komposit Residual creep berdasarkan NAASRA Bridge Design dinyatakan dengan persamaan : = Tegangan pada balok setelah plat lantai selesai dicor (beton muda) = Tegangan pada balok setelah plat lantai dan balok menjadi komposit Tabel 4.714 kN Tegangan beton di serat atas plat. fca = (Ps/Aplat) – (Ps/Ac) – (Ps e’/Wac) = 2901.42 kPa Tegangan beton di serat bawah plat.2. f’ca = (Ps/Aplat) – (Ps/Ac) – (Ps e’/W’ac) = 3206.13 Tegangan akibat rangkak pada beton .42 kPa Tegangan beton di serat bawah plat.82 kPa Tegangan beton di serat atas balok. f’ca = (-Ps/Ac) + (Ps e’/W’bc) = -945. Tegangan akibat rangkak beton Gambar 4. f’ca = (-Ps/Ac) – (Ps e’/W’ac) = -2337.= 1718.

fcb -3395.3835. f’ca Tegangan beton di serat bawah balok.(kPa) Tegangan beton di serat atas plat.55 .33 (kPa) (kPa) -6602.66 .98 -6984.35 -7452.98 .49 412. fca Tegangan beton di serat bawah plat.10 2440. f’ca Tegangan beton di serat atas balok.09 -2995.3835.55 -3384.

f’ac = -MTD / W’ac = . fbc = MTD / Wbc = 5619.49 103. fbc = (-Peff/Ac) .87 Tegangan akibat prategang (PR) Gambar 4.14 Tegangan akibat susut dan rangkak pada beton Tegangan pada beton Tegangan beton di serat atas plat.82 2337. fac = (-Peff/Ac) + (Peff e’s/Wac) = 3882.28 2440.80 kPa Tegangan beton di serat bawah balok.3616.42 3206.55 -3384. Susut (kPa) 2901.08 kPa .53 Rangkak (kPa) -2995. f’ca Tegangan beton di serat bawah balok. f’ac = (-Peff/Ac) + (Peff e’s/W’ac) = 2236.2830. Tegangan akibat Beban lajur “D” (TD) Tegangan beton di serat atas plat.42 -945. f’ca Tegangan beton di serat atas balok. fac = -MTD / Wac = .66 -532.13 -177. fca Tegangan beton di serat bawah plat.21 Diagram tegangan akibat prategang balok komposit Tegangan beton di serat atas plat.10 Susut dan Rangkak (kPa) -94.32 kPa Tegangan beton di serat bawah balok.07 412.(Peff e’s/Wbc) = -19876.c. fcb d.04 kPa Tegangan beton di serat atas balok.3 Superposisi tegangan susut dan rangkak Tabel 4.86 kPa Tegangan beton di serat atas balok.70 kPa e.

64 0. fac = -MTB / Wac = .200.24 No Lebar b (m) Tebal h (m) Luas At (m²) Atas Bawah 0 1.045 7. f’ac = -MEW / W’ac = .575 0. f’ac = -MEQ / W’ac = .29 0.0 1 1.5 1359. Tegangan akibat beban gempa (EQ) Tegangan beton di serat atas plat.09 kPa Tegangan beton di serat bawah balok.0 10.67 8.1 0. Pt = At Ebalok ( Tabel 4.32 10.957.5 137. Tegangan akibat beban angin (EW) Tegangan beton di serat atas plat.02 0.0575 3 0.64 0.27 kPa Tegangan beton di serat bawah balok.f.015 6.1 4 0. fbc = MEQ / Wbc = 1486.4705 48.0 9 1010.15 Perhitungan gaya dan momen akibat pengaruh suhu Temperatur Gaya Pt (kg) z Momen 12. fbc = MEW / Wbc = 312.92.0 7.10 kPa Tegangan beton di serat atas balok.5 5.157.52 kPa Tegangan beton di serat atas balok.57 0. Tegangan akibat gaya rem (TB) Tegangan beton di serat atas plat. fac = -MEQ / Wac = .3705 10.0 2 0.31 15.2 0. f’ac = -MTB / W’ac = .8205 1115.0 4.94 kPa Tegangan beton di serat atas balok.6 0.45 0.25 27.592 0.55 0.0 7.72. Tegangan akibat beban pengaruh suhu (ET) Gaya internal akibat perbedaan suhu.4872 67.07 8. fbc = MTB / Wbc = 143.5 102.15 .0 6.42 kPa Tegangan beton di serat bawah balok.0 6.17 kPa h.74 kPa g. fac = -MEW / Wac = .93 kPa i.6205 627.74 0.749.1 0.2 0.

16 Kombinasi pembebanan untuk tegangan ijin Aksi Simbol 1 Kombinasi Pembebanan 2 3 4 5 A.03 Ʃ Pt = 2786.673 m Tegangan yang terjadi akibat perbedaan suhu : Tegangan beton di serat atas plat.22 Eksentrisitas = ep = Ʃ Mt / Ʃ Pt = 0. Fc’ = -14940 kPa Tegangan ijin tarik beton.Ebalok + (Ʃ Pt / Ac) + (Ʃ Pt ep / Wac) = .95 kPa Tegangan beton di serat bawah balok.29 kPa 4.39.25 148.0455 6. fca = . fcb = (Ʃ Pt / Ac) .10 Kontrol Tegangan terhadap kombinasi pembebanan Mutu Beton.26 kPa Tegangan beton di serat atas balok.5 0 2.Ebalok + (Ʃ Pt / Ac) + (Ʃ Pt ep / W’ac) = .04 0.74 Ʃ Mt = 1875.2.(Ʃ Pt ep / Wbc) = .75 0.1875 4.5 0. Fc = 174 kPa fc’ = 33200 kPa Tabel 4. K-400 Kuat tekan beton.857. f’ca = . Tegangan ijin tekan beton.1388.25 0. Aksi Tetap Berat Sendiri MS √ √ √ √ √ .

39 KET Aman Aman Aman Aman Kontrol tegangan Kombinasi-2 MS -8490.8 -2245.74 ET -1388.46 -6645.28 -103.52 -72.23 -1563. Teg fac f'ac f"ac fbc √ √ √ √ √ Kontrol tegangan Kombinasi-1 MS -8490.52 -72.76 -2288.61 -377. Aksi Transien C.49 -2131. Teg fac f'ac f"ac fbc c.74 KOMB -8894.59 MA -482.8 5619.08 TB -92.04 2236.42 -72.08 TB -92.8 5619.42 143.07 -532.59 MA -482.52 -72.68 KET Aman Aman Aman Aman TD -3616.28 -103.32 2236.44 -2171.28 -706.07 -532.77 SR -94.32 2236.42 -72.Beban Mati Tambahan Susut dan rangkak Prategang MA SR PR √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Beban Lajur “D” TD √ √ √ √ √ Gaya Rem TB √ √ √ √ B.95 -39.59 MA -482.32 -19876.55 -394.61 -377.86 2830.27 -157.72 -377.46 -6645.27 312.54 -2205.42 -72.29 KOMB -10282.42 143.26 -39.13 -177.87 PR 3882.72 -377.94 -157.86 2830.8 5619.72 749.32 -19876.46 -6645.28 -103.19 13190.8 2830.7 TD -3616.08 TB -92.19 -6645. Aksi Lingkungan Pengaruh Suhu ET Beban Angin EW Beban Gempa EQ a.04 2236.19 13190.17 KOMB -9095.19 13190.87 PR 3882.8 2830.8 2830.95 -857.13 -177.19 -6645.86 2830.32 2236.74 EW -200.07 -532.22 KET Aman Aman Aman Aman Kontrol tegangan Kombinasi-3 MS -8490.61 -377.87 PR 3882.19 -6645.72 749.48 -2362.7 TD -3616.13 -177.77 SR -94.32 -19876. Teg fac f'ac f"ac fbc b.04 2236.72 749.42 143.7 .72 -377.77 SR -94.

19 13190.77 SR -94.25 kN/m Mbalok / L² = 27.28 -103.13 -177. Mbalok = 5501.13 -177.26 -5712. Qpt1 = 8 Pt1 Qbalok = 8 5/384 b.95 -39.42 -72.8 5619.d.61 -377.11 Lendutan Balok I.93 KOMB -6142.32 -19876.17 -10483.004 m. Lendutan pada balok prategang (sebelum komposit) a.32 -19876.2.86 2830.492 kN.51 Aman Aman Aman Aman e.29 -200.32 2236.7 4 -1388.94 -157.26 -39.28 KET Aman Aman Aman Aman 4.87 3882.77 -94.07 -532. Kontrol tegangan Kombinasi-5 Teg fac f'ac f"ac fbc MS -8490.42 143.07 -532.95 -857.72 -377.19 13190.8 2830.72 -377.74 -2402.09 -749.7 -3616.46 -6645.27 312.19 -6645.0315 m (Ke atas) < L/800 (OK) Lendutan setelah kehilangan prategang .5 -1251.61 -377.5 9 -482. Kontrol tegangan Kombinasi-4 Te g fac f'ac f"ac fbc MS MA SR PR TD TB ET EW KOMB KET -8490.10 -749.52 -72.59 MA -482.04 2236.71 -2328.7 EQ -957.19 -6645.09 1486.08 -92.27 -157. Lendutan pada keadaan awal (transfer) Pt1 = 9412.75 -4982.96 -5638.6 kNm es / L² = 47.46 -6645.28 -103.72 749.04 2236.87 PR 3882.32 2236.51 kN/m (-Qpt1 + Qbalok) / (Ebalok = Ix) = -0.72 749. es = 1.

508 kN/m (-Qpeff + Qbalok+plat) / (Ebalok Ix) = -0.89 kN.508 kN/m Mbalok+plat = 7301.00203 m (Ke atas) < L/800 (OK) Lendutan setelah plat dan balok menjadi komposit Peff = 7526.Peff = 7526.78 kN/m (-Qpeff + Qbalok) / (Ebalok Ix) = -0. Mbalok = 5501. es = 1. es = 1.004 m. Qpeff = 8 Peff Qbalok+plat = 8 = 5/384 d.66 kN/m Mbalok+plat / L² = 36.9234 Qpeff = 8 Peff Qbalok+plat = 8 e’s / L² = 46. es / L² Mbalok+plat = 7301.51 kN/m = 5/384 c.6 kNm = 37.6 kNm .6 kNm Mbalok / L² = 27.89 kN. Qpeff = 8 Peff Qbalok = 8 es / L² = 37.78 kN/m Mbalok+plat / L² = 36. e’s = es + (ybc – yb) = 1.89 kN.0164 m (Ke atas) < L/800 (OK) Lendutan setelah plat selesai dicor (beton muda) Peff = 7526.004 m.2397 m. Ixc = 0.

1 Lendutan akibat susut Ps = 1718. Lendutan pada balok komposit a.= 5/384 (-Qpeff + Qbalok+plat) / (Ebalok II.421 kN/m = 5/384 c.004 m es / L² -Qpeff = 37. QMA / (Ebalok Ixc) = 0.00274 m (Ke bawah) Lendutan akibat prategang (PR) Peff = 7526.5924 kN/m = 5/384 b. Lendutan akibat susut dan rangkak (SR) d.05 kN/m . Lendutan akibat berat sendiri (MS) Ixc) = -0.714 kN.04275 m (Ke atas) d.89 kN.0482 m (Ke bawah) Lendutan akibat beban mati tambahan (MA) QMA = 2. Qps = 8 Ps e’ = 0. QMS / (Ebalok Ixc) = 0. Qpeff = 8 Peff = 5/384 es = 1.78 kN/m / (Ebalok Ixc) = -0.0115 m (Ke atas) < L/800 (OK) QMS = 42.8203 m e’ / L² = 7.

Ixc) = 0.6 kN/m.00947 m Lendutan (superposisi) akibat susut dan rangkak e.0065 m (bawah) Lendutan akibat beban angin (EW) Ixc)] = 0.000647 m (bawah) Ʃ Pt ep ep = 0.22kN/m. MTB / (Ebalok Lendutan akibat pengaruh suhu (ET) Ʃ Pt = 2786.00203m Lendutan pada balok setelah plat dan balok menjadi komposit = -0.66 kN/m = 0.0642 g. Lendutan akibat beban rem (TB) MTB = 185. = -0.673 m / (Ebalok Ixc) = 0.0115 m Lendutan akibat rangkak = -0.008673 m (atas) Lendutan akibat beban lajur “D” (TD) QTD = 12. = 0.0193 m .000797 m Lendutan akibat rangkak Lendutan pada balok setelah plat lantai selesai dicor (beton muda) = -0.= 5/384 d. = [1/48 PTD = 110.88 kN PTD / (Ebalok Ixc)] + [5/384 QTD / (Ebalok (bawah) f.0642 h.2 Qps / (Ebalok Ixc) = 0.

008673 PR -0.0193 TB 0.029 kN/m = 5/384 QEQ / (Ebalok Ixc) = 0.0482 MA 0.0482 MA 0.00274 SR -0.000647 .000647 KOMB 0.0193 TB 0.00114 m Lendutan akibat beban gempa (EQ) QEQ = 5.04275 Kontrol Lendutan Kombinasi-5 TD 0.0482 MA 0.QEW = 1. Kontrol Lendutan Kombinasi-1 MS 0. QEW / (Ebalok Ixc) = 0.008673 PR -0.00274 SR -0.026 KET OK EW 0.2.0065 KOMB 0.000647 ET 0. Lend d. Lend c.04275 TD 0.12 Kontrol Lendutan terhadap Kombinasi beban Lendutan maksimum yang diijinkan a.0206 KET OK Kontrol Lendutan Kombinasi-3 MS 0.0193 TB 0.008 kN/m = 5/384 i.0057 m 4.008673 PR -0.00274 SR -0.01946 KET OK Kontrol Lendutan Kombinasi-2 MS 0.04275 TD 0.00114 KOMB 0. Lend b.

04275 EQ 0.Lend MS 0.35 m.0057 KOMB 0.00014 m² Tegangan leleh tendon baja prategang.00938 m² feff = Peff / Aps = 802. ns = 67 buah Luas nominal satu strand.83 MPa fps = feff + 400 = 1202.8 Tinggi total balok prategang. H = h + h0 = 2.0052 KET OK 4.008673 PR -0.44 MPa fps = 0.00646 Untuk nilai L/H ≤ 35. Es = 195000 kPa Jumlah total strands.02 < 35 (OK) fps = feff + 150 + f’c / (100 ) = 1003.2.8fpy = 1340. fpy = 1676 MPa Luas tampang tendon baja prategang Aps = ns Tegangan efektif baja prestress.8 MPa . fpy L/H = 17. Ast = 0.00274 SR -0.44 MPa Rasio luas penampang baja prestress. Ast = 0. = 0.13 Kapasitas Momen Balok Modulus elastis baja prategang ASTM A-416 Grade 270.0482 MA 0. fps = feff + 150 + f’c / (100 ) MPa fps harus ≤ feff + 400 MPa dan harus ≤ 0.

Mn = Ts L = 18079.21 Diagram momen balok komposit .05 Gaya tarik pada baja prategang. (fc’ – 30)/7) = 0.05 fps = 1003.Diambil kuat leleh baja prategang. Mkap = 0. maka nilai = 0.85 – (0. = 0.92 m Momen nominal.85 = 0.8 16807.27 kNm Gambar 4.85 –( 0.165 m lengan gaya L = d – (a/2) = 1.827 Ts = Aps Gaya tekan beton.83 MPa untuk fc’ ≤ 30 MPa (fc’ – 30)/7) untuk fc’ > 30 MPa harus ≥ 0.65 untuk fc’ = 33. fps = 9415.4899 m d = 2.2 MPa.09 kNm Momen kapasitas. a = (Aps fps)/( fc’ b) = 0.47= 14463.95 kN Cc = T s maka.

13 kNm Momen akibat prategang Gaya prategang efektif.48 KMS MMS 11074.0 MSR 364.89 kN Eksentrisitas tendon. MS = -Ps e’ = -1409.8203 m Momen akibat susut. MSR = MS + MR = 364. Momen akibat pengaruh suhu Gaya internal akibat susut.0 MMA 484. ep = 0.714 Kn Eksentrisitas gaya susut terhadap pusat penampang. Pt = 2786.23 kNm b. e’s = 1. MR = Peff (e’s – es) = 1774.18 Resume Momen Balok Aksi / beban Faktor Beban Ultimit M Momen (kNm) Momen Ultimit Mu (kNm) A. Aksi Tetap Berat sendiri KMS 1.3 MMS 8518.09 kNm Tabel 4.4.4 Susut dan rangkak KSR 1. Peff = 7526. c.02 Beban mati tambahan KMA 2. e’ = 0.23 KSR MSR 364.09 kNm Momen akibat susut dan rangkak. MPR = -Peff e’s = -9331.2397 m Momen akibat prategang.86 kNm Momen akibat rangkak. Momen akibat susut dan rangkak Gaya internal akibat susut.2. Ps = 1718. MS = Pt ep = 1875.22 kN Eksentrisitas gaya susut terhadap pusat penampang.23 .14 Momen ultimit balok a.673 m Momen akibat suhu.2 KMA MMA 968.

Mu = 7257. Mu = 241.02 kNm Momen ultimit akibat beban tambahan setelah dikalikan faktor beban. M u = 2250. Mu = 185.2 MET 1875.40 kNm Momen ultimit akibat susut dan rangkak setelah dikalikan faktor beban.KPR 1.26 Prategang B.13 KET MET 2250.83 KTB MTB 185.82 KET AMAN . φ Mn = 14425.8 KTD MTD 7257.0 MPR -9331.09 KPR MPR -9331.6 Gaya rem KTB 2. Aksi Lingkungan 4.23 kNm Momen ultimit akibat gaya prategang setelah dikalikan faktor beban.23 kNm Momen ultimit akibat berat sendiri setelah dikalikan faktor beban. Aksi Transien C.6 kNm Momen ultimit akibat gaya rem setelah dikalikan faktor beban. M u = 364.23 PR -9331. Mu = 960.2 MEW 201.15 Kontrol Kombinasi Momen Ultimit Kapasitas momen balok.6 KEW MEW 241. Mu = 11074.4 SR 364.92 Beban gempa KEQ 1. Mu = 968.66 kNm Momen ultimit akibat pengaruh suhu setelah dikalikan faktor beban.02 MA 968.66 Pengaruh suhu KET 1.26 KEQ MEQ 960.156 kNm Momen ultimit akibat beban angin setelah dikalikan faktor beban.66 KOMB 10518.0 MTB 92.26 kNm a.09 kNm Momen ultimit akibat beban lajur “D” setelah dikalikan faktor beban. M u = -9331.156 Beban angin KEW 1.2. Kontrol Kombinasi Momen setelah dikalikan faktor beban-1 Momen Mxx MS 11074.09 Beban lajur “D” KTD 2.0 MTD 3628.09 TD 7257.92 kNm Momen ultimit akibat beban gempa setelah dikalikan faktor beban.6 TB 185.0 MEQ 960.

09 TD 7257.02 MA 968.4 SR 364.26 KOMB 11293.92 KOMB 10760.42 KET AMAN .23 PR -9331.66 EW 241.97 6 KET AMAN Kontrol Kombinasi Momen setelah dikalikan Faktor Beban-3 Momen Mxx d. MS 11074.0 2 MA 968.6 EQ 960.74 KET AMAN Kontrol Kombinasi Momen setelah dikalikan Faktor Beban-5 Momen Mxx MS 11074.0 2 MS 11074.09 TD 7257.4 SR 364.23 PR -9331.09 TD 7257. Kontrol Kombinasi Momen setelah dikalikan Faktor Beban-2 Momen Mxx c. 6 TB 185. MA 968.23 PR -9331.b.6 TB 185.156 KOMB 12768.66 ET 2250.4 SR 364.