Anda di halaman 1dari 2

Menurut Bittner

Definisi komunikasi massa yang paling sederhana dikemukakan oleh Bittner
(Rakhmat,seperti yang disitir Komala, dalam karnilh, dkk.1999), yakni: komunikasi massa
adalah pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang (mass
communication is messages communicated through a mass medium to a large number of
people).
Karakteristik terpenting pertama komunikasi massa adalah sifatnya satu arah.
Memang ada televisi atau radio yang mengadakan dialog interaktif namun hanya sebatas
kebutuhan tertentu. Kedua, selalu ada proses seleksi. Ketiga, karena media mampu
menjangkau khalayak secara luas, jumlah media yang diperlukan sebenarnya tidak terlalu
banyak sehingga kompetisinya selalu berlangsung ketat. Keempat, untuk meraih khalayak
sebanyak mungkin, harus membidik sasaran tertentu. Kelima, komunikasi dilakukan oleh
institusi sosial yang harus peka terhadap kondisi lingkungannya. Ada interaksi tertentu yang
berlangsung antara media dan masyarakat. Media tidak hanya mempersuasikan tatanan
politik, sosial dan ekonomi semata,namun ia juga dipengaruhi olehnya.
Media elektronik meliputi film, radio, dan televisi. Film dianggap lebih sebagai
media hiburan ketimbang media pembujuk. Film mempunyai kekuatan bujukan yang besar.
Kritik publik dan adanya lembaga sensor juga menunjukkan bahwa sebenarnya film sangat
berpengaruh.
Film sebagai salah satu bentuk media massa, merupakan salah satu representasi realitas yang
ada dalam masyarakat. Jowett & Linton menyebutkan (1980:74): “it is more generally agree
thatmass media are capable of reflecting society because they are forced by their commercial
nature
to provide a level of content which will guarantee the widest possible audience”.
Terdapat beberapa kategori utama film. Kategori tersebut meliputi film fiksi, film
nonfiksi atau documenter, film animasi. Sedangkan aliran -aliran utama atau main film genre
dapat disebutkan beberapa sebagai berikut. Film action/adventure, komedi, kriminal, drama,
musik,perang (Giannetti, 1996:2-3). Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa film
drama merupakan cerita tentang situasi kehidupan yang menggambarkan realitas karakter di
dalamnya. Realitas yang dipresentasikan pada individu (interpersonal relationships).
Terbinanya suatu hubungan bisa mulai dari yang bersifat impersonal sampai personal. Se
muanya digambarkan dalam sebuah film ini melalui dialog -dialognya.
Begitu pun dalam Skenario film pendidikan sebaiknya tidak bertele-tele, padat dengan
pesan-pesan moral, tidak menggunakan kata-kata atau sumpah serapah yang kemungkinan
dapat ditiru oleh penonton.Yang paling penting dalam skenario film pendidikan adalah
struktur. Struktur adalah hubungan antara bagian dengan keseluruhan. Menurut penulis
skenario terkenal, William Goldman: “Sebuah skenario adalah struktur”. Struktur/skenario
bagaikan tulang punggung yang mensupport tubuh manusia. Tanpa tulang punggung, badan
kita tidak bisa tegap. Tanpa struktur, cerita kita tidak jelas, tidak ada tujuan, tidak bisa berdiri
sendiri, dan tidak bisa hidup.
Sebagaimana sarana-sarana media komunikasi lainnya fungsi film pendidikan bagi kajian
ilmu komunikasi tidak jauh beda, fungsinya adalah sebagai pemberi berita dan komunikasi
yang efektif, dengan bentuknya yang variatif. Hanya saja apakah berita, atau komunikasi itu
mempunyai aspek-aspek komunikasi, hal inilah yang pantas untuk dikemukakan bagi
masyarakat
Seharusnya film menjembatani sarana jarak jauh dalam bentuk tiga dimensi yang
memuaskan bagi kebutuhan masyarakat untuk menerima berita-berita besar tanah air dan luar
negeri. Motivasi yang membawa peran “Sender” ini membuat pemilik stasiun televisi swasta
hati-hati dalam memberitakan kepada umat. Tidak semata-semata nilai komersial akurasi
data, manfaat dan mudharatnya, biarkan modern dan post modern berlalu namun prinsip-
prinsip komunikasi dasar antara sender dan receiver tetap terjaga. Kemajuan sebuah televisi
bukan dilihat dari warna-warni pola siarannya, tetapi bagaimana media televisi tersebut bisa
menjunjung tinggi budaya dan moral masyarakat.

suloh.or.id/.../77-5-lima-definisi-a-analisa-definisi-komunikasi-massa..
journal.unair.ac.id
Rivers,Wiliam L,Jay W. Jensen, Theodore Peterson.2004.Media Massa dan Masyarakat
Modern,Jakarta:Kencana
Lull, James. 1998. Media Komunikasi Kebudayaan Suatu Pendekatan Global,
Jakarta:Yayasan Obor Indonesia