Anda di halaman 1dari 11

TRAUMA THORAX

• 1. TRAUMA TUMPUL.
• 2. TRAUMA TAJAM.
• 3. FLAIL CHEST.

• 1. TRAUMA TUMPUL :
– a. FRAKTUR COSTA : - SIMPLE.
- MULTIPLE
- DENGAN THORAX INSTABIL
– b. TERJADI PNEUMOTHORAX.
– c. TERJADI HEMATOTHORAX.
– d. GABUNGAN a , b , c.
– e. MEMAR PARU ( PARENCHYMAL BLEEDING )

• 2. TRAUMA TAJAM :
– DAPAT TERJADI FRAKTUR COSTA DAN b , c , d , e.
– LUKA TEMBAK ADALAH TRAUMA TAJAM
PNEUMOTHORAX :
• YAITU TERDAPATNYA UDARA PADA RONGGA INTERPLEURALIS ,
DIBAGI :

• 1. CLOSED PNEUMOTHORAX : DINDING RONGGA DADA PERNAH
TERBUKA HINGGA UDARA MASUK KE RONGGA
INTERPLEURALIS , TAPI LUKA KEMUDIAN TERTUTUP.

• 2. OPEN PNEUMOTHORAX : TERJADI HUBUNGAN LANGSUNG ANTARA
UDARA LUAR DENGAN CAVUM PLEURAE / RONGGA
INTERPLEURA.

• 3. TENSION PNEUMOTHORAX : TERJADI MEKANISME VENTIL / KLEP ,
BAIK PADA DINDING THORAX ATAUPUN PADA PLEURA
VISTERALIS.

• PNEUMOTHORAX DIBAGI :
• 1. COLLAPS PARU KURANG DARI SEPERTIGA
• 2. COLLAPS PARU LEBIH DARI SEPERTIGA.
• HEMATOTHORAX : YAITU TERDAPATNYA DARAH DALAM RONGGA
INTERPLEURAL , DIBAGI :

• 1. RINGAN (MILD ) : DARAH MAXIMAL 300 cc.
• 2. SEDANG ( MODERATE ) : DARAH ANTARA 300 cc – 800 cc.
• 3. BERAT (SEVERE) : DARAH LEBIH DARI 800 cc .

• FLAIL CHEST : TRAUMA THORAX DENGAN MULTIPLE FRACTURE
COSTAE DENGAN PERNAFASAN PARADOXAL.
• PERNAFASAN PARADOXAL YAITU BERGERAKNYA SATU SEGMEN
RONGGA DADA BERLAWANAN DENGAN GERAK NAFAS.

• - DISEBABKAN KARENA MULTIPLE FRAKTUR COSTAE.
• - WAKTU INSPIRASI BAGIAN TSB AKAN CEKUNG KEDALAM.
• - WAKTU EKSPIRASI BAGIAN TSB JUSTRU MENONJOL KELUAR.
• - HAL INI DISEBUT GERAKAN NAFAS PARADOKSAL ----- DAN
DAPAT TERJADI MEDIASTINALFLUTTER JAITU RONGGA
MEDIASTINUM IKUT BERGERAK SESUAI DENGAN GERAKAN
SEGMEN TERSEBUT.


PENGOBATAN PNEUMOTHRAX:
• 1. COLAPS KURANG DARI SEPERTIGA CONSEVATIF
DENGAN BREETHING EXERCISE.

• 2. COLAPS LEBIH DARI SEPERTIGA DIPASANG DRAINASE
INTERCOSTAL
– DIHUBUNGKAN WSD ( WATER SEAL DRAINASE ) DIMANA
BESARNYA TEKANAN NEGATIF ANTARA 1 - 2 cm H2O.
– ATAU CONTINOUS THORACAL SUCTION DRAIN DIMANA
BESARNYA TEKANAN NEGATIF UNTUK ORANG DEWASA
12 - 15 cm H2O DAN UNTUK ANAK2 8 - 10 cm H2O.

• 3. UNTUK TENSION PNEUMOTHORAX HARUS SEGERA
DIPASANG KONTRA VENTIL.
– JARUM PENDEK BESAR PADA PANGKALNYA DIPASANG
HANSCHUN DAN DIIKAT ERAT DAN UJUNGNYA DIBERI
SAYATAN .
– ATAU DIHUBUNGKAN DENGAN KLEP DISPOSIBLE “ HEIMLICH “

PENGOBATAN HEMATOTHORAX :
• 1. UNTUK YANG RINGAN MILD ( < 300 cc ) CONSEVATIF DENGAN
BREETHING EXERCISE ATAU DAPAT DILAKUKAN PUNKSI
THORAX PADA ICS IX – X LINEA AXILLARIS POSTERIOR.

• 2. UNTUK YANG SEDANG MODERATE ( 300cc - 800 cc ) ATAU
BERAT SEVERE ( > 800cc ) DIPASANG DRAINASE
INTERCOSTAL
– DENGAN CONTINOUS THORACAL SUCTION DRAIN DIMANA
BESARNYA TEKANAN NEGATIF UNTUK ORANG DEWASA
12 - 15 cm H2O DAN UNTUK ANAK2 8 - 10 cm H2O.

• 3. PADA YANG BERAT ( SEVERE ) SETELAH DILAKUKAN
TINDAKAN DIATAS PERDARAHAN TETAP BANYAK DAN
KEADAAN UMUM MENURUN SEGERA DILAKUKAN
PERBAIKAN KEADAAN UMUM DULU LALU DISIAPKAN
THORACOTOMI UNTUK MENGHENTIKAN PERDARAHAN
PEDOMAN PENCABUTAN DRINAGE BUELAU/MONALDI :
• 1. KRITERIA PENCABUTAN :
– SEKRIT SEROUS TIDAK HEMORRHAGIS , DEWASA JUMLAH KURANG
DARI 100 cc /24 JAM DAN ANAK2 JUMLAH KURANG 25 – 50 cc / 24 JAM.
– PARU MENGEMBANG , KLINIS SUARA PARU KANAN = KIRI DAN
EVALUASI X FOTO THORAX.

• 2. KONDISI :
– PADA TRAUMA DENGAN HEMATOTHORAX / PNEUMOTHORAX YANG
SUDAH MEMENUHI KRITERIA LANGSUNG DICABUT DENGAN KEDAP
UDARA ( AIR TIGHT ).
– PADA POST THORACOTOMI :
• a. INFEKSI KLEM DULU 24 JAM UNTUK MENCEGAH
RESUFFLASI DAN BILA BAIK DICABUT.
• b. POST OPERATIF BILA MEMENUHI KEDUA KRITERIA
LANGSUNG CABUT AIR TIGHT.

• 3. ALTERNATIF :
– PARU TETAP KOLAPS HISAP SAMPAI 25cm H2O , BILA KEDUA
KRITERIA DIPENUHI KLEM DULU 24 JAM , TETAP BAIK BARU CABUT.
– SEKRIT LEBIH DARI 200 cc /24 JAM HARUS CURIGA CHILOTHORAX ----
PERTAHANKAN 4 MINGGU TAK BERHASIL ----THORACOTOMI DAN
BILA KURANG DARI 100 cc / 24 JAM ---- KLEM---- CABUT

WATER SEAL DRAINAGE :
• SYSTEM SATU BOTOL DENGAN
POMPA PENGISAP.

• TEKANAN NEGATIF TETAP
1 - 2 cm H2O
TEKNIK PEMBEDAHAN :
• TEKNIK PEMASANGAN DRAINASE INTERCOSTALIS ADA DUA :

• 1. BUELAU DRAINAGE YAITU LINEA AXILLARIS ANTERIOR
PADA INTERCOSTAL IX - X DAN PADA ANAK2 LEBIH
PROXIMAL KARENA LETAK DIAFRAGMA LEBIH TINGGI.

• 2. MONALDI DRAINAGE YAITU LINEA AXILLARIS ANTERIOR
PADA INTERCOSTAL II - III DAN DRAIN DIDORONG
KEBAWAH.

• 3. DRAIN YANG MASUK KEDALAM RONGGA THORAX SETELAH
PADA POSISI , LALU DIIKAT DENGAN BENANG BERPUTAR
GANDA DAN DIAKHIRI DENGAN SIMPUL HIDUP.
WATER SEAL DRAINAGE DENGAN POMPA PENGISAP :
• SYSTEM DUA TABUNG DENGAN
POMPA PENGISAP


• DISINI TEKANAN NEGATIF HANYA
1 - 2 cm H2O
CONTINOUS SUCTION THORAX DRAINAGE
• SYSTEM DUA BOTOL DENGAN
POMPA PENGISAP


• TEKANAN NEGATIF :

– DEWASA 12 - 15 cm H2O.
– ANAK2 8 - 10 cm H2O
CONTINOUS SUCTION THORAX DRAINAGE
• SYSTEM TIGA TABUNG DENGAN
POMPA PENGISAP.

• SYSTEM INI LEBIH BAIK DAN DIPAKAI
BILA LISTRIK MENDADAK MATI TDAK
TERGANGGU DAN TEKANAN NEGATIF
MENJADI 1 - 2 cm H2O

• TEKANAN NEGATIF :

– DEWASA 12 - 15 cm H2O.
– ANAK2 8 - 10 cm H2O