Anda di halaman 1dari 18

Nindya Narisa

110406002
Manusia dan Lingkungan Binaan
To Cram?
or
To Spread It Out?
Sebelum itu......

Apa itu cram dan apa pula spread it out ?
Apakah belajar dengan Cram dan Spread it Out memiliki efek yang berbeda?
Cram
Adalah....
Cara belajar dimana semua
pelajaran di pelajari di hari itu.
Selama satu harian tanpa
istirahat. Biasanya dilakukan
untuk hapalan.
Spread it Out
Adalah....
Cara belajar dimana belajar
diselingi oleh waktu istirahat,
namun dengan frekuensi
yang tetap. Sehingga waktu
belajarnya bisa berhari-hari.
Biasanya untuk belajar
motorik.
Studi mengatakan orang yang belajar motorik. Mendapatkan
Hasil yang lebih maksimal jika orang tersebut ada beristirahat. Meskipun hanya
1 menit saja.


Waktu optimal untuk beristiharat dalam belajar tergantung
dari tugas itu sendiri.
Semakin panjang waktu belajarnya semakin panjang juga waktu
istirahatnya.
Untuk orang yang belajar motorik pertama kali, waktu istiharat yang
dibutuhkan singkat.
Psikolog juga melakukan studi apakah orang yang belajar cram bisa
mengejar ketertinggalan mereka dengan orang yang belajar spread it
out
Ternyata bisa !
Studi yang dilakukan adalah dengan membagi 2 grup belajar. Dimana
grup A menggunakan metode cram dan grup B menggunakan
metode spread it out
Di 5 hari pertama Grup B lebih cepat kemajuannya dibanding grup A.
Grup A
Grup B
Hari 1 Hari 2 Hari 3 Hari 4 Hari 5
Hari 6
Namun, di hari ke enam, Grup A memiliki kemajuan yang signifikan sedangkan
Gurp B tidak terlihat
Dan akhirnya perbedaan antar dua grup tidak terlihat sama sekali.
Jadi dapat disimpulkan bahwa metode belajar tidak mempengaruhi
banyaknya ilmu yang didapat.
Namun jumlah waktu belajarlah yang mempengaruhi banyak
sedikitnya ilmu yang di dapat

Untuk belajar motorik metode Spread it Out lebih unggul. Sedangkan untuk
hapalan metode Cram lebih unggul.
Namun, pada akhirnya kembali lagi pada diri orang masing-masing. Metode apa yang paling
cocok dengannya.
Transfer of Training
Jika pembelajaran sebelumnya meng-improve belajar yang sekarang berarti
efek itu disebut transfer positif. Jika pembelajaran sebelumnya menghambat
belajar yang sekarang berarti efek itu disebut transfer negatif.
Contoh Positif Transfer
Orang yang bisa melakukan gerakan cartwheel, dapat dengan mudah
menguasai teknik lompat tinggi.
Contoh Negatif Transfer
Orang yang sudah terbiasa dengan stir kiri (Amerika) susah untuk
beradaptasi dengan stir kanan (Inggris).
Jadi, efesiensi dalam belajar dipengaruhi oleh apa
yang sudah kita sudah pelajari atau yang
sebelumnya pernah dipelajari. Bisa mempermudah
belajar dan juga bisa mempersulitnya.
Nindya Narisa
110406002
Manusia dan Lingkungan Binaan