Anda di halaman 1dari 10

1

BAB I
PENDAHULUAN
A. Penyebaran
Portulaca (nama daerah: Krokot) adalah genus dari tanaman dari suku
Portulacaceae. Terdapat sekitar 40-100 spesies yang ditemukan di daerah tropis
dan daerah bermusim empat.
Sekitar 40 varietas saat ini dibudidayakan. Salah satu spesies yaitu Portulaca
oleracea dikenal sebagai tanaman yang dapat dimakan dan dikenal di beberapa
daerah sebagai tanaman hama.
Portulaca oleracea (krokot) tumbuh liar ditempat-tempat terbuka yang terkena
sinar matahari. Tanaman ini diperkirakan berasal dari daratan Amerika tropis di
Brazil tersebar luas di seluruh dunia pembatasan beberapa tempat di Australia.
Utara dari Afrika ke Timur Tengah menyapu anak benua India untuk Australasia.
Tanaman ini dapat tumbuh dari dataran rendah sampai ketinggian 1.800 m dari
permukaan laut. Batang krokot berbentuk bulat yang tumbuh tegak atau
sebagian/seluruhnya terletak di atas tanah tanpa mengeluarkan akar. Batangnya
berwana cokelat keunguan dengan panjang 10-50 cm. Daunnya tunggal, tebal
berdaging, datar dan letaknya berhadapan atau tersebar. Tangkainya pendek
berbentuk bulat telur sungsang, bagian ujungnya bulat melekuk ke dalam. Pangkal
batangnya membaji dengan tepi rata, panjangnya 1-4 cm dan lebar 5-14 mm.
Warna permukaan atas daun hijau tua, permukaan bawahnya merah tua.
Bunganya berkelompok 2-6 buah yang keluar dari ujung percabangan. Mahkota
daunnya berjumlah lima buah, berwarna kuning dan kecil-kecil.bunga ini akan
2

mekar pada pagi hari antara pukul 8.00-11.00 siang dan layu menjelang sore.
Buahnya berbentuk kotak, bijinya banyak dengan warna hitam cokelat mengkilap.
Tanaman ini dapat diperbanyak dengan biji.

B. Nilai Ekonomi dan Aspek Farmakologis
Sifat kimiawi dan efek farmakologis Batang, daun, dan bunganya dapat
dipakai sebagai obat alternatif baik dalam keadaan segar maupun dikeringkan
terlebih dulu. Adapula yang memakai hanya biji buahnya saja sebagai obat
alternatif, yaitu dengan mengeringkannya, terutama untuk mengurangi
perdarahan waktu datang bulan (haid terlalu banyak).
Daunnya bisa dimakan sebagai sayur. Daun krokot kaya akan omega tiga.
Dalam 100 gram daun krokot segar mengandung 225 – 300 mg asam linolenat.
Senyawa ini dapat menurunkan kholesterol darah, karena untuk membuang
kholesterol diperlukan diantaranya omega tiga ini. Omega tiga juga dapat
mencegah fatty liver (dalam hepar tertimbun lemak trigliserida), karena omega
tiga diperlukan untuk membuat kulit (shell) dari VLDL, suatu lipoprotein yang
mengangkut triasilgliserol dari hepar keseluruh tubuh. Dalam satu cangkir (one
cup) daun krokot yang sudah direbus, mengandung 90 mg kalsium, 560 mg
kalium, 2000 IU vit. A, dan beberapa asam amino yang berguna untuk
kesehatan. Namun dalam satu cangkir daun krokot rebus tadi mengandung 910
mg asam oksalat, yang bisa menyebabkan kencing batu bagi mereka yang
mempunyai resiko tinggi (ada diantara familinya kena kencing batu).
3

Sebagai obat alternatif biasanya dipakai untuk :
1. Kelainan kulit seperti: radang, gigitan serangga, infeksi kulit, luka bakar,
herpes zoster.
2. Penyakit saluran cerna seperti, sakit mag, desentri.
3. Dysuria (sakit kalau kencing), melancarkan air kencing, datang bulan tidak
teratur.
4. Mengurangi kejang otot (muscle relaxant)
5. Diabetes Mellitus
6. Penenang bagi yang suka cemas.
7. Menurunkan demam.
Peringatan: wanita hamil dilarang mengkonsumsi ini.
Untuk pengobatan alternatif, sebanyak 60 gram hingga 500 gram krokot,
direbus dan diminum airnya atau dimakan, atau dioleskan kekulit yang sakit.
Krokot mengandung saponin, flavonoid, phenolic, betacyanin, norepinephrin,
KCl, KSO4, KNO3, nicotinic acid, tanin, vitamin A, B, C, l-noradrenalin,
dopamin dan dopa.





4

BAB II
DETERMINASI DAN KLASIFIKASI
A. Determinasi
1b-2b-3b-4b-6b-7b-9b-10b-11b-12b-13b-14a-15a (Golongan 8)
109b-119b-120b-128b-129b-135b-136b-139b-140b-142b-143b-146b-
154b-155b-156b-162b-163b-164b-169b-171b-177b-179a-180a-181b
(family: Portulacaceae)
1a (Genus: Portulaca)
1a (Spesies: Portulaca oleracea L)

B. Klasifikas
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Hamamelidae
Ordo : Caryophyllales
Famili : Portulacaceae
Genus : Portulaca
Spesies : Portulaca oleracea L.


5

BAB III
HABITATIO
A. Habitus
Tanaman yang punya nama ilmiah Portulaca oleraceae L. ini merupakan
tanaman herba setahun yang termasuk dalam famili Portulacacaeae. Tinggi
Tanaman ini dapat tumbuh hingga ketinggian 35 sampai 40 cm. Batang bulat,
beruas, merah kecoklatan.Daun tunggal, bulat telur, ujung dan 'pangkal tumpul,
tepi rata, berdaging, tersebar, panjang 1-3 cm, lebar 1-2 cm, hijau.
Berbunga majemuk, di ujung cabang, kecil, kelopak hijau, bertaju dan bersayap,
mahkota bentuk jantung, kepala putik tiga sampai dengan lima, putih, kuning.
Buah kotak, berbiji banyak, hijau. Biji bulat, kecil, mengkilat, hitam. Akar
tunggang, putih kotor. Krokot tumbuh liar ditempat-tempat terbuka yang terkena
sinar matahari.

B. Habitat
Tanaman Portulaca oleracea L.. Sebagian besar, mereka tumbuh di halaman
rumput, kebun sayuran, lahan pertanian, daerah yang tidak digunakan dan jalur
memiliki zona iklim pada dasarnya hangat dan sedang. Tanaman ini dapat tumbuh
dari dataran rendah sampai ketinggian 1.800 m dari permukaan. Bunga ini akan
mekar pada pagi hari antara pukul 8.00-11.00 siang dan layu menjelang sore.



6

BAB IV
DESKRIPSI

1. Organa Nutritiva
1.1 Akar (Radix)
Tanaman ini berakar tunggang, berwarna putih kotor.
1.2 Batang (Caulis)
Batang bercabang pendek, berbentuk bulat, beruas-ruas dan berwarna kecoklatan.
Tangkai pohonnya unilacunar.
1.3 Daun (Folium)
Berdaun tunggal, bentuknya bulat telur bagian ujung dan pangkalnya tumpul,
tepinya rata, berdaging dan tersebar atau berhadapan. Daun ini memiliki panjang
1-3 cm dan lebar 1-2 cm, berwarna hijau.

2. Organa Reproduktiva
2.1 Bunga (Flos)
Portulaca oleracea memiliki bunga majemuk yang terletak di ujung
cabang, berukuran kecil dan berkelopak hijau, bertaju dan bersayap.
Mahkota bunganya berbentuk jantung, dan memiliki kepala putik tiga
sampai lima, berwarna putih, kuning
2.2 Buah (Fruktus)
Buahnya berbentuk kotak, berbiji banyak dan berwarna hijau. Panjangnya
kurang lebih 4mm. Bagian-bagian kulit buah terdapat pada ujung cabang
atau lepas.
7

2.3 Biji (semen)
Biji banyak, berbentuk bulat, kecil, mengkilat dan berwarna hitam, garis
tengah ±1mm..




















8

BAB V
RINGKASAN

Tanaman Portulaca oleraceae L. Ini merupakan tanaman herba setahun yang
termasuk dalam famili Portulacacaeae. Tinggi Tanaman ini dapat tumbuh hingga
ketinggian 35 sampai 40 cm. Tanaman ini dapat tumbuh dari dataran rendah
sampai ketinggian 1.800 m dari permukaan. Batang bulat, beruas, merah
kecoklatan.Daun tunggal, bulat telur, ujung dan 'pangkal tumpul, tepi rata,
berdaging, tersebar, panjang 1-3 cm, lebar 1-2 cm, hijau. Berbunga majemuk, di
ujung cabang, kecil, kelopak hijau, bertaju dan bersayap, mahkota bentuk jantung,
kepala putik tiga sampai dengan lima, putih, kuning. Buah kotak, berbiji banyak,
hijau. Biji bulat, kecil, mengkilat, hitam. Akar tunggang, putih kotor.











9

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 1995, Materia Medika Indonesia, jilid VI, 210,215, Depkes
RI:Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan, Jakarta.
Campbell, 2003, Biologi,184-198, UI Press, Jakarta
http://biocell@fcm.uncu.edu.ar. Di akses 14 Juni 2012
http://delta-intkey.com/angio/www/portulac.html. Di akses 14 Juni 2012
http://delta-intkey.com/. Di akses 14 Juni 2012
http://en.wikipedia.org/wiki/Portulaca_oleracea. Di akses 14 Juni 2012
http://plants.usda.gov/. Di akses 14 Juni 2012
http://referensidunia.blogspot.com/2011/01/bunga-krokot.html#ixzz1xsRuhEu4.
Di akses 14 Juni 2012
http://www.hmaplants.com/wikipedia.org. Di akses 14 Juni 2012

SONONIM : Nama Latin : Portulaca Leavis Wall Nama Daerah : Gelang, Re
serejan, Jalu - jalu kiki KLASIFIKASI : Bangsa : Portulacales Suku :
Portilacaceae Marga : Portulaca Jenis : Portulaca oleracea L. KEGUNAAN :
Dalam pengobatan Alternatif Herbal Radang akut usus buntu, Luka digigit lipan,
Borok, Radang kulit, Eksema, Disentri, Gugup, Gangguan system saluran kencing
Saat kecil saya mengenal tanaman krokot ini sebagai pakan jengkerik piaraan
saya. Dengan mudah saya bisa dapatkan dibawah tembok pagar Lek Ijah tetangga
saya. Tanaman yang tumbuh liar ini memang sering dijumpai di pinggir jalan dan
tegalan sawah ini biasanya hanya dipandang sebelah mata. Dan ternyata tanaman
ini berkhasiat obat juga. Tanaman yang punya nama ilmiah Portulaca oleraceae L.
ini merupakan tanaman herba setahun yang termasuk dalam famili
Portulacacaeae. Krokot tumbuh liar ditempat-tempat terbuka yang terkena sinar
matahari. Tanaman ini diperkirakan berasal dari daratan Amerika tropis di Brazil
yang dapat tumbuh dari dataran rendah sampai ketinggian 1.800 m dpl. Batang
krokot berbentuk bulat yang tumbuh tegak atau sebagian/seluruhnya terletak di
atas tanah tanpa mengeluarkan akar. Batangnya berwana cokelat keunguan
dengan panjang 10-50 cm. Daunnya tunggal, tebal berdaging, datar dan letaknya
berhadapan atau tersebar. Tangkainya pendek berbentuk bulat telur sungsang,
10

bagian ujungnya bulat melekuk ke dalam. Pangkal batangnya membaji dengan
tepi rata, panjangnya 1-4 cm dan lebar 5-14 mm. Warna permukaan atas daun
hijau tua, permukaan bawahnya merah tua. Bunganya berkelompok 2-6 buah yang
keluar dari ujung percabangan. Mahkota daunnya berjumlah lima buah, berwarna
kuning dan kecil-kecil.bunga ini akan mekar pada pagi hari antara pukul 8.00-
11.00 siang dan layu menjelang sore. Buahnya berbentuk kotak, bijinya banyak
dengan warna hitam cokelat mengkilap. Tanaman ini dapat diperbanyak dengan
biji. Tanaman ini memiliki kandungan kimia antara lain : KCl, KSO4, KNO3,
nicotinic acid, tanin, saponin, vitamin A, B, C, l-noradrenalin, noradrenalin,
dopamin,dopa. Bagian yang dipakai sebagai bahan obat adalah seluruh tumbuhan,
baik yang segar atau yang telah dikeringkan. Tanaman ini dapat dikeringkan
dengan cara mencucinya sampai bersih setelah itu diuapkan lalu dijemur
kemudian digiling menjadi bubuk lalu disimpan. Tanaman ini dapat
menyembuhkan penyakit, antara lain :· Disenteri, diare akut· Radang akut usus
buntu (appendicitis acuta)· Radang payudara ( mastitis)· Wasir berdarah
(Hemorrhoidal bleeding)· Badan sakit dan pegal (Rheumatism)· Keputihan ·
Gangguan sistim saluran kencing· Sakit kuning (Hepatitis)· Cacingan dan sesak
napas (biji dan buahnya) Cara pemakaian untuk Pengobatan Radang akut usus
buntu : 1. ambil segenggam herba segar, dicuci bersih lalu ditumbuk dan diperas
sampai terkumpul 30ml. Tambahkan gula putih secukupnya dan air matang yang
sudah dingin sampai menjadi 100 ml kemudian diminum. Lakukan 3 kali sehari.2.
krokot an jombang (Taraxacum officinale) masing-masing 60 gram kemudian
digodok dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Dibagi untuk 3 kali minum
Disentri : 550 gram herba segar diuapkan selama 3-4 menit, lalu ditumbuk halus
dan diperas sampai terkumpul air perasannya kira-kira 150 cc. Mium air
perasannya sebanyak 50 cc, 3 kali sehari Keputihan : 200 gram krokot dijuice dan
diambil airnya kemudian masukkan putih telur lalu di tim. Makan selagi hangat.
Jantung berdebar : 4 batang tanaman krokot dicuci bersih lalu digiling halus,
tambahkan ½ cangkir air masak dan 1 sendok makan madu, diperas, disaring lalu
diminum. Lakukan 2 kali sehari. Kencing darah : 100 gram krokot dan 25 gram
daun sendok (Plantago mayor L.) digodok lalu airnya diminum. Demam : krokot
direbus sebentar tetapi tidak boleh terlalu matang lalu dimakan. Warning : wanita
hamil dilarang mengkonsumsi ini. Sumber

Sumber - Source - http://referensidunia.blogspot.com/2011/01/bunga-krokot.html
WZ♥87