Anda di halaman 1dari 13

Laporan Praktikum

Modul 5 & 6




Disusun Oleh :
Angga Prasetyawan
135410198



LABORATURIUM TERPADU
STMIK AKAKOM
YOGYAKARTA


PERTEMUAN KE- 5
ANALSIS CROSSTAB


1. PEMBAHASAN


ahmad khoerudin
a


jenis kelamin bidang starus pendidikan
1 pria marketing Belum menikah SMU
2 wanita marketing Sudah menikah Sarjana
3 wanita umum Sudah menikah SMU
4 pria akutansi Belum menikah Sarjana
5 wanita marketing Sudah menikah SMU
6 wanita akutansi Sudah menikah Sarjana
7 wanita akutansi Belum menikah Sarjana
8 pria umum Belum menikah Sarjana
9 wanita marketing Sudah menikah SMU
10 pria marketing Sudah menikah SMU
11 wanita marketing Belum menikah SMU
12 pria akutansi Sudah menikah Sarjana
13 wanita umum Sudah menikah Sarjana
14 wanita marketing Sudah menikah SMU
15 pria marketing Belum menikah Sarjana
16 wanita umum Sudah menikah Sarjana
Total N 16 16 16 16
a. Limited to first 100 cases.


A. Anaisis Crosstab anatara variabel bidang dan didik

bidang * pendidikan Crosstabulation
Count


pendidikan
Total

SMU Sarjana
bidang marketing 6 2 8
umum 1 3 4


akutansi 0 4 4
Total 7 9 16

Tabel di atas merupakan tabel crosstab antara variael pendidikan dan bidang pekerjaan.
Terlihat karyawan yang pendidikan sarjana lebih banyak dari pada SMU, sedangkan
karyawan yang yang paling banyak bekerja di bidang marketing.


Chi-Square Tests

Value df
Asymp. Sig. (2-
sided)
Pearson Chi-Square 6.857
a
2 .032
Likelihood Ratio 8.434 2 .015
Linear-by-Linear Association 6.255 1 .012
N of Valid Cases 16

a. 6 cells (100,0%) have expected count less than 5. The minimum expected
count is 1,75.
Tabel ini dakan digunakan untuk menguji hubungan antara variabel pendidikan dengan
bidang.
H
0
: tidak ada hubungan antara variabe pendidikan dan bidang.
H
1
: ada hubungan antara variabe pendidikan dan bidang.
If Asymp. Sig. (2 sided) > maka H
0
diterima
If Asymp. Sig. (2 sided) < maka H
1
ditema
Dengan ketentuan = 0,05 (diambil dari 100%-95% )
Maka dari tabel di atas dapat dihitung = 0.015 < 0.05 sehingga yang diterima adalah H
1












2. TUGAS

ahmad khoerudin
a


Daerah Barang Sales
1 Bandung komputer Amir
2 Solo Tv Umi
3 Bandung komputer Teguh
4 Bandung Tv Teguh
5 Yogya Radio Umi
6 Bandung komputer Amir
7 Solo Tv Umi
8 Solo Radio Amir
9 Solo Radio Amir
10 Bandung Tv Umi
11 Bandung komputer Amir
12 Solo Radio Amir
13 Bandung Radio Teguh
14 Bandung Tv Amir
15 Yogya komputer Umi
16 Yogya Radio Amir
17 Bandung Radio Teguh
18 Bandung Tv Amir
19 Solo komputer Umi
20 Yogya Tv Amir
21 Yogya komputer Umi
22 Bandung komputer Teguh
23 Yogya Radio Amir
24 Bandung komputer Umi
25 Yogya komputer Teguh
26 Solo Radio Amir
Total N 26 26 26
a. Limited to first 100 cases.







A. Tabel tabulasi silang daerah dengan barang
Daerah * Barang Crosstabulation
Count


Barang
Total

komputer Tv Radio
Daerah Bandung 6 4 2 12
Solo 1 2 4 7
Yogya 3 1 3 7
Total 10 7 9 26

Tabel di atas merupakan tabel crosstab antara variabel daerah dan barang. Terlihat daerah
paling banyak adalah bandung, serta barang paling banyak adalah komputer.
Chi-Square Tests

Value df
Asymp. Sig. (2-
sided)
Pearson Chi-Square 4.400
a
4 .355
Likelihood Ratio 4.864 4 .302
Linear-by-Linear Association 1.060 1 .303
N of Valid Cases 26

a. 9 cells (100,0%) have expected count less than 5. The minimum expected
count is 1,88.

Tabel ini dakan digunakan untuk menguji hubungan antara variabel daerah dengan barang.
H
0
: tidak ada hubungan antara variabel daerah dengan barang.
H
1
: ada hubungan antara variabel daerah dengan barang.
If Asymp. Sig. (2 sided) > maka H
0
diterima
If Asymp. Sig. (2 sided) < maka H
1
ditema
Dengan ketentuan = 0,05 (diambil dari 100%-95% )
Maka dari tabel di atas dapat dihitung = 0.302 > 0.05 sehingga yang diterima adalah H
0








B. Tabel tabilasi silang daerah dengan sales

Daerah * Sales Crosstabulation
Count


Sales
Total

Amir Umi Teguh
Daerah Bandung 5 2 5 12
Solo 4 3 0 7
Yogya 3 3 1 7
Total 12 8 6 26
Tabel di atas merupakan tabel crosstab antara variabel daerah dan sales. Terlihat daerah
paling banyak adalah bandung, serta sales paling banyak adalah Amir.


Chi-Square Tests

Value df
Asymp. Sig. (2-
sided)
Pearson Chi-Square 5.339
a
4 .254
Likelihood Ratio 6.715 4 .152
Linear-by-Linear Association .830 1 .362
N of Valid Cases 26

a. 8 cells (88,9%) have expected count less than 5. The minimum expected
count is 1,62.
Tabel ini dakan digunakan untuk menguji hubungan antara variabel daerah dengan sales.
H
0
: tidak ada hubungan antara variabel daerah dengan sales.
H
1
: ada hubungan antara variabel daerah dengansales.
If Asymp. Sig. (2 sided) > maka H
0
diterima
If Asymp. Sig. (2 sided) < maka H
1
ditema
Dengan ketentuan = 0,05 (diambil dari 100%-95% )
Maka dari tabel di atas dapat dihitung = 0.152 > 0.05 sehingga yang diterima adalah H
0







C. Tabel tabulasi silang barang dengan sales.

Barang * Sales Crosstabulation
Count


Sales
Total

Amir Umi Teguh
Barang komputer 3 4 3 10
Tv 3 3 1 7
Radio 6 1 2 9
Total 12 8 6 26
Tabel di atas merupakan tabel crosstab antara variabel barang dan sales. Terlihat barangh
paling banyak adalah komputer, serta sales paling banyak adalah Amir.

Chi-Square Tests

Value df
Asymp. Sig. (2-
sided)
Pearson Chi-Square 3.587
a
4 .465
Likelihood Ratio 3.897 4 .420
Linear-by-Linear Association 1.420 1 .233
N of Valid Cases 26

a. 9 cells (100,0%) have expected count less than 5. The minimum expected
count is 1,62.

Tabel ini dakan digunakan untuk menguji hubungan antara variabel barang dengan sales.
H
0
: tidak ada hubungan antara variabel barang dengan sales.
H
1
: ada hubungan antara variabel barang dengan sales.
If Asymp. Sig. (2 sided) > maka H
0
diterima
If Asymp. Sig. (2 sided) < maka H
1
ditema
Dengan ketentuan = 0,05 (diambil dari 100%-95% )
Maka dari tabel di atas dapat dihitung = 0.420 > 0.05 sehingga yang diterima adalah H
0







D. Tabel tabulasi silang antara variabel daerah dengan barang berdasarkan sales.

Daerah * Barang * Sales Crosstabulation
Count

Sales
Barang
Total komputer Tv Radio
Amir Daerah Bandung 3 2 0 5
Solo 0 0 4 4
Yogya 0 1 2 3
Total 3 3 6 12
Umi Daerah Bandung 1 1 0 2
Solo 1 2 0 3
Yogya 2 0 1 3
Total 4 3 1 8
Teguh Daerah Bandung 2 1 2 5
Yogya 1 0 0 1
Total 3 1 2 6
Tabel di atas merupakan tabel crosstab antara variabel daerah dengan barang berdasarkan
sales . Terlihat daerah paling banyak adalah bandung, dan barang paling banyak adalah
komputer serta sales terbanyak adalah Amir.

Chi-Square Tests
Sales Value df
Asymp. Sig. (2-
sided)
Amir Pearson Chi-Square 10.400
a
4 .034
Likelihood Ratio 14.404 4 .006
Linear-by-Linear Association 5.261 1 .022
N of Valid Cases 12

Umi Pearson Chi-Square 3.889
b
4 .421
Likelihood Ratio 5.178 4 .269
Linear-by-Linear Association .052 1 .819
N of Valid Cases 8

Teguh Pearson Chi-Square 1.200
c
2 .549
Likelihood Ratio 1.588 2 .452


Linear-by-Linear Association .862 1 .353
N of Valid Cases 6

a. 9 cells (100,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is ,75.
b. 9 cells (100,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is ,25.
c. 6 cells (100,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is ,17.


Tabel ini dakan digunakan untuk menguji hubungan antara variabel daerah dengan barang
berdasarkan sales.
H
0
: tidak ada hubungan antara variabel daerah dengan barang berdasarkan sales.
H
1
: ada hubungan antara variabel daerah dengan barang berdasarkan sales.
If Asymp. Sig. (2 sided) > maka H
0
diterima
If Asymp. Sig. (2 sided) < maka H
1
ditema
Dengan ketentuan = 0,05 (diambil dari 100%-95% )
Maka dari tabel di atas dapat dihitung = (0.006+0.269+0.452) > 0.05 0.727 > 0.05
sehingga yang diterima adalah H
0


3. KESIMPULAN
Suatu hubungan antar variabel satu dengan yang lain akan ditentukan oleh nilai
Asymp. Sig. (2 sided) apakah ada hubungan atau tidak.












LISTING



PERTEMUAN KE 6
UJI PERBANDINGAN RATA-RATA SATU SEMEL

1. PEMBAHASAN
Tabel pengujian nilai rata rata UAS




Tabel di atas merupakan nilai statistik UAS dengan jumlah data 12, rata-rata UAS 69.17,
std.deviasi 9.003 dan std. Error mean 2.599
One-Sample Test

Test Value = 70

t df Sig. (2-tailed) Mean Difference
95% Confidence Interval of the
Difference

Lower Upper
UAS -.321 11 .754 -.833 -6.55 4.89

Tabel di atas akn digunakan untuk menguji apakah nilai rata rata UAS adalah 70.
Dengan hipotesa :
H
0
: rata-rata nilai UAS adalah 70
H
1
: rata-rata nlai UAS bukan 70
Jika nilai t hitung < t tabel, maka H
0
diterima.
Jika nilai t hitung > t tabel, maka H
1
diterima.

Dari tabel di atas didapat t hitung = -0.321 dan t tabel 0.697
Sehingga nilai t hitung < t tabel, maka H
1
diterima.







One-Sample Statistics

N Mean Std. Deviation Std. Error Mean
UAS 12 69.17 9.003 2.599





Tabel pengujian nilai rata rata UTS
One-Sample Statistics

N Mean Std. Deviation Std. Error Mean
UTS 12 75.00 11.677 3.371
Dari tabel di atas didapatkan nilai jumlah 12, rata-rata 75.00, std deviasi 11.677, std
error mean 3.371
One-Sample Test

Test Value = 75

t df Sig. (2-tailed) Mean Difference
95% Confidence Interval of the
Difference

Lower Upper
UTS .000 11 1.000 .000 -7.42 7.42

Tabel di atas akn digunakan untuk menguji apakah nilai rata rata UTS adalah 75.
Dengan hipotesa :
H
0
: rata-rata nilai UAS adalah 75
H
1
: rata-rata nlai UAS bukan 75
Jika nilai t hitung < t tabel, maka H
0
diterima.
Jika nilai t hitung > t tabel, maka H
1
diterima.

Dari tabel di atas didapat t hitung =0.000 dan t tabel=0.697
Sehingga t hitung < t tabel, maka H
0
diterima.

Tabel pengujian nilai rata rata TUGAS
One-Sample Statistics

N Mean Std. Deviation Std. Error Mean
tugas 12 68.33 13.364 3.858
Dari tabel di atas didapatkan nilai jumlah 12, rata-rata 68.33, std deviasi 13.364, std
error mean 3.858

One-Sample Test



T
a
b
e
l di atas akan digunakan untuk menguji apakah nilai rata rata UTS adalah 70.
Dengan hipotesa :
H
0
: rata-rata nilai UAS adalah 70
H
1
: rata-rata nlai UAS bukan 70
Jika nilai t hitung < t tabel, maka H
0
diterima.
Jika nilai t hitung > t tabel, maka H
1
diterima.

Dari tabel di atas didapat t hitung = -0.432 dan t tabel=0.697
Sehingga t hitung < t tabel, maka H
0
diterima.





























Test Value = 70

t df Sig. (2-tailed) Mean Difference
95% Confidence Interval of the
Difference

Lower Upper
tugas -.432 11 .674 -1.667 -10.16 6.82


2. TUGAS
Tabel pengujian nilai rata rata BERAT
One-Sample Statistics

N Mean Std. Deviation Std. Error Mean
berat 10 14.9500 .46128 .14587
Dari tabel di atas didapatkan nilai jumlah 10, rata-rata 14.9500, std deviasi 0.46128, std
error mean 0.14587
One-Sample Test

Test Value = 15

t df Sig. (2-tailed) Mean Difference
95% Confidence Interval of the
Difference

Lower Upper
berat -.343 9 .740 -.05000 -.3800 .2800
Tabel di atas akan digunakan untuk menguji apakah nilai rata rata UTS adalah 70.
Dengan hipotesa :
H
0
: rata-rata nilai UAS adalah 15
H
1
: rata-rata nlai UAS bukan 15
Jika nilai t hitung < t tabel, maka H
0
diterima.
Jika nilai t hitung > t tabel, maka H
1
diterima.

Dari tabel di atas didapat t hitung = -0.343 dan t tabel = 0.703
Sehingga t hitung < t tabel, maka H
0
diterima.

3. KESIMPULAN
Dalam penyimpulan hipotesa rata rata kita dituntut untuk bisa menghitung nilai t-
tabel baik yang one tail ataupun yang two tail. Dengan demikian kita akan lebih mudah
menentukan hipotesa yang ada, apakah diterima atau ditolak.



LISTING