Anda di halaman 1dari 45

HALUSINASI DAN WAHAM

Prof Dr H Suharko Kasran SpS SpKJ
Proses perjalanan impuls
Neuro biologik
Recording  Storage  Recalling  Retrieving  Reflection  Deliberation

Dalam keadan normal semua tahapan berjalan tertata

Dalam keadaan abnormal Neurosis, Psiksis , Gangguan kepribadian , semua tahapan
menemui kendala

HYPOTESA DOPAMIN
MESO CORTICO LIMBIC DOPAMIN SYSTEM “DIFFUSE MODULATORY SYSTEM”
DARI TEGMENTUM VENTRALIS TERLIBAT DLM SCHZOPHRENIA
SYSTEM DOPAMINERGIC KEDUA DARI SUBSTASIA NIGRA TERLIBAT DLM
MASALAH PARKINSON , HUBUNGAN ACETHYLCHOLIN DAN DOPAMIN
PSIKOSIS KARENA TERLALU BANYAK CATHECOLAMIN
SERANGAN PSIKOSIS DIPICU OLEH SECARA SPESIFIK OLEH AKTIVASI RECEPTOR
DOPAMIN
GEJALA POSITIVE TERKAIT DENGAN DOPAMIN , TERUTAMA OVERACTIVITY DARI
SISTEM DOPAMIN
HYPOTESA GLUTAMATE

INTOKSIKAS PCP PHENCYCLIDIN (ANGEL DUST, HOG) MENIMBULKAN GEJALA
SCHIZOPHRENIA POS & NEG

GLUTAMATE ,NEUROTRANSMITTER , EKSITATORIK CEPAT DALAM OTAK
PCP TIDAK ADA EFEK THD DOPAMINERGIK , TETAPI SANGAT BERPENGARUH THD
SINAPSE SINAPSE YANG MEMPERGUNAKAN GLUTAMATE SBG NEURO
TRANSMITTER
PCP , INHIBISI THD RECEPTOR NMDA .
RECEPTOR RECEPTOR NMDA ADALAH SUBTIPE RECEPTOR GLUTAMATE
GANGGUAN SCHIZOPHRENIZ DISEBABKAN OLEH REFLEKSI AKTIVASI YANG
MENURUN DARI RECEPTOR NMDA DALAM OTAK

Pengertian (Stuart dan Araira, 2001).
Halusinasi Gangguan Persepsi Sensorik , respon maladaptif.
Jika orang sehat persepsinya akurat, mampu mengidentifikasi
dan menginterpretasika stimulus berdasarkan informasi yang
diterimanya melalui panca indera. Stimulus tersebut tidak ada
pada pasien halusinasi.


1. Menurut Maramis (1998) : halusinasi adalah gangguan persepsi
dimana klien mempersepsikan sesuatu sebenarnya tidak terjadi
2. Stuart and Sunden, 1998. Perubahan persepsi sensorik adalah
mengalami perubahan dalam jumlah dan pola stimulus dengan
pengurangan berlebihan, distorsi , kelainan respon ,gangguan
orientasi realitas adalah halusinasi dan dipersonalisasi
a. Halusinasi pendengaran
• Melirikan mata kekiri dan kekanan
• Mendengarkan penuh perhatian pada benda mati,
• Terlihat percakapan dengan benda mati.
b. Halusinasi Penglihatan (Visual),
Stimulus penglihatan dalam cahaya , panorama sesuatu
• Tiba-tiba, ketakutan pada benda mati,
• Tiba-tiba lari keruang lain tanpa stimulus.
c. Halusinasi Penghidu (Olfaktori, bau busuk, amis kada tercium
bau harum atau kemenyan
Hidung dikerutkan, seperti menghidu bau tidak sedap,
• Menghidu bau busuk atau harum atau kemenyan,
• Kinestetik menghidu bau udara, api atau darah.
d. Halusinasi Pengacap (Gustatorik PK)
Merasakan sesuatu yang bau busuk atua amis seperti bau
darah, urin, atau peces.
• Meludahkan makanan atau minuman,
• Menolak makanan atau minum obat
e. Halusinasi Peraba (Taktil)
Merasa sakit, tidak enak tanpa stimulus yang terlihat,
merasakan sensasi listrik dari tanah atau benda mati
• Menampar diri sendiri,
• Melompat-lompat dilantai seperti sedang menghindari
sesuatu . Merasa kemasukan penis
f. Halusinasi Kinestetik
Merasakan fungsi tubuh seperti darah mengalir, makanan
dicerna.
• Memperbalisasi atau obsesi terhadap proses tubuh,

Tanda tanda
3 L.J, 1998: 363, Townsend, M.C, 1998, Stuart and Sunden
1998: 328-329 Data Subjektif
Klien 2 dengan halusinasi sering menunjukan adanya,
a. Tidak mampu mengenal waktu, orang dan tempat
b. Tidak mampu memecahkan masalah halusinasi (misalnya:
mendengar suara-suara atau melihat bayangan)
c. Mengeluh cemas dan khawatir


Data Objektif
a. Mudah tersinggung
b. Apatis dan cenderung menarik diri
c. Tampak gelisah, perubahan perilaku dan pola komunikasi
kadang berhenti bicara seolah-olah mendengar sesuatu
d. Menggerakan bibirnya tanpa menimbulkan suara
e. Menyeringai dan tertawa yang tidak sesuai
f. Gerakan mata yang cepat
g. Pikiran yang berubah-ubah dan konsentrasi rendah
h. Kadang tampak ketakutan


.4 Penyebab
Stuart and Sunden (1998 : 305) mengemukakan faktor predisposisi
dari timbulnya halusinasi, antara lain:
1. Faktor Biologis
a. Abnormalitas otak seperti : lesi pada area frontal,
temporal dan limbic dapat menyebabkan respon neurobiologis
b. Beberapa bahan kimia juga dikaitkan dapat menyebabkan
respon neurbiologis misalnya: dopamine neurotransmiter
yang berlebihan, ketidak seimbangan antara dopamine
neurotransmiter lain dan masalah-masalah pada sistem
receptor dopamine.
2. Faktor sosial Budaya Stres yang menumpuk, miskin, perang
dan kerusuhan, dapat berakibat neurobiologis maladaptive.
3. Faktor Pikologis Penolakan dan kekerasan yang dialami klien
dalam keluarga dapat menyebabkan timbulnya respon
neurobiologis yang maladaptive.

5 Pencetus
Stuart and sunden (1998: 310) faktor pencetus halusinasi antara
lain:
1. Faktor biologis Gangguan dalam putaran balik otak yang
memutar proses informasi dan abnormalitas pada
mekanisme impuls ke dalam otak mengakibatkan
ketidakmampuan menghadapi rangsangan. Stres biologis ini
dapat menyebabkan respon neurobiologis yang maladaftive.

2. Faktor Stres dan Lingkungan Perubahan- lingkungan
merupakan stressor mengganggu perilaku walau ada usaha
penyesuaian .
6. Faktor Pemicu Gejala
a. Kesehatan Gizi yang buruk, kurang tidur, keletihan, ansietas
sedang /berat, dan gangguan proses informasi
b. Lingkungan.Tekanan dalam penampilan kehilangan kemandirian
rasa bermusuhan dan lingkungan mengkritik, masalah
perumahan, gangguan dalam hubungan interpersonal, kesepian
(dukungan sosial <), tekanan pekerjaan, keterampilan sosial <,
dan kemiskinan.
c. Sikap/ perilaku Konsep diri yang rendah, keputusasaan (PD<)
motivasi <, perilaku amuk dan agresif

7. Gangguan persepsi sensori
Townsend, M.C, 1998:156). Menurut Carpenito.L.J,
1998:381). halusinasi disebabkan karena panik, stress berat
yang mengancam ego yang lemah, dan di isolasi sosial
menarik diri.
Rawlins,R.P dan Heacock, P.E (1998:423)isolasi sosial
menarik diri usaha untuk menghindar dengan orang lain,
individu merasa kehilangan akrab, tidak mempunyai
kesempatan dalam berfikir, berperasaan, berprestasi, atau
selalu dalam kegagalan.

Data Subjektif
a. Mengungkapkan perasaan kesepian, penolakan
b. Melaporkan ketidak nyamanan kontak dengan situasi sosial
c. Mengungkapkan perasaan tidak berguna
Data Objektif
a. Tidak tahan terhadap kontak yang lama
b. Tidak komunikatif
c. Kontak mata buruk
d. Tampak larut dalam pikiran dan ingatan sendiri
e. Kurang aktivitas
f. Wajah tampak murung dan sedih
g. Kegagalan berinteraksi dengan orang lain
Rentang Respon
Menurut Stuart and Sundeen (1998: 302) persepsi
mengacu pada identifikasi dan interpretasi awal dari
suatu stimulus berdasarkan informasi yang diterima
melalui panca indera. Respon neurobiologis sepanjang
rentang sehat sakit berkisar dari adaptif pikiran logis,
persepsi akurat, emosi konsisten, dan perilaku sesuai
sampai dengan respon maladaptif yang meliputi delusi,
halusinasi, dan isolasi sosial. Rentang respon dapat
digambarkan sebagai berikut:
• Rentang Respon neurobiologis
Respon adaptif Respon maladptif
• Pikiran logis pikiran kadang menyimpang kelaianan
pikiran
Persepsi akurat Ilusi Halusinasi
Emosi konsisten Reaksi emosional berlebihan
ketidakmampuan
Perilaku sesuai Perilaku tidak lazim untuk mengalami
Hubungan sosial Menarik diri emosi
Ketidakteraturan
Isolasi Sosial
• Rentang respon neurobiologis (Stuart and Sundeen,
1998: 302)
Akibat
Adanya gangguan persepsi sensori halusinasi dapat
beresiko menciderai diri sendiri, orang lain dan
lingkungan (Kelliat, BA, 1998: 27). Menurut Townsend,
M.C, 1998: suatu keadaan dimana seseorang
melakukan suatu tindakan yang dapat membahayakan
secara fisik baik diri sendiri dan orang lain.
Seseorang yang dapat beresiko melakukan perilaku
kekerasan pada diri sendiri dan orang lain dapat
menunjukan perilaku:


• Data Subjektif
a. Mengungkapkan, mendengar atau
melihat objek yang mengancam
b. Mengungkapkan persaan takut, cemas,
dan khawatir
Data Objektif
a. Wajah tegang, merah
b. Mondar-mandir
c. Mata melotot, rahang mengatup
d. Tangan mengepal
e. Keluar keringat banyak
f. Mata melotot
• Gangguan persepsi sensori halusinasi
• Masalah Keperawatan:
- klien mengatakan melihat atau mendengar sesuatu
- klien tidak mampu mengenal tempat, waktu dan orang
• - klien mengatakan merasa kesepian
- klien mengatakan tidak berguna
- tampak bicara dan tertawa sendiri
- mulut seperti bicara tetapi tidak keluar suara
- berhenti berbicara seolah melihat dan mendengarkan
sesuatu
- gerakan mata yang cepat
• - tidak tahan terhadap kontak mata yang lama
- tidak konsentrasi dan pikiran mudah beralih saat bicara
- tidak ada kontak mata
- ekspresi wajah murung, sedih tampak larut dalam
pikiran dan ingatannya sendiri, kurang aktivitas
- tidak komunikatif
waham
• Waham adalah keyakinan klien yang tidak sesuai
dengan kenyataan yang tetap dipertahankan dan tidak
dapat dirubah secara logis oleh orang lain .Keyakinan ini
berasal dari pemikiran klien yang sudah kehilangan
kontrol
• Waham adalah suatu keyakinan kokoh yang salah dan
tidak sesuai dengan fakta dan keyakinan tersebut
mungkin aneh (misal mata saya adalah komputer yang
dapat mengontrol dunia )atau bisa pula tidak aneh hanya
sangat tidak mungkin (misal FBI mengikuti saya )dan
tetap dipertahankan bukti-bukti yang jelas untuk
mengoreksinya .Waham sering ditemui pada gangguan
jiwa berat dan beberapa bentuk waham yang spesifik
sering ditemukan pada skizophrenia.Semakin akut
psikosis semakin sering ditemui waham disorganisasi
dan waham tidak sistematis .
• Waham (dellusi ) adalah keyakinan individu yang tidak
dapat divalidasi atau dibuktikan dengan realitas .Haber
(1982) keyakinan individu tersebut tidak sesuai dengan
tingkat intelektual dan latar belakang budayanya .Rawlin
(1993)dan tidak dapat digoyahkan atau diubah dengan
alasan yang logis (Cook and Fontain 1987)serta
keyakinan tersebut diucapkan berulang -ulang.
• PROSES TERJADI
• Faktor yang mempengaruhi terjadinya waham adalah :
• Gagal melalui tahapan perkembangan dengan sehat
• Disingkirkan oleh orang lain dan merasa kesepian
• Hubungan yang tidak harmonis dengan orang lain
• Perpisahan dengan orang yang dicintainya
• Kegagalan yang sering dialami
• Keturunan, paling sering pada kembar satu telur

• KLASIFIKASI WAHAM
• Waham Agama yaitu keyakinan klien terhadap suatu
agama secara berlebihan.
• Waham Kebesaran yaitu keyakinan klien yang
berlebihan tentang kebesaran dirinya atau kekuasaan.
• Waham Somatik yaitu klien yakin bahwa bagian
tubuhnya tergannggu, terserang penyakit atau didalam
tubuhnya terdapat binatang.
• Waham Curiga yitu klien yakin bahwa ada orang atau
kelompok orang yang sedang mengancam dirinya.
• Waham Nihilistik yaitu klien yakin bahwa dirinya sudah
tidak ada lagi di dunia atau sudah meninggal dunia.
• Waham Sisip pikir yaitu klien yakin bahwa ada pikiran
orang lain yang disisipkan./dimasukan kedalam
pikiranya.
• Waham Siar pikir yaitu klien yakin bahwa orang lain
megetahui isi pikiranya, padahal dia tidak pernah
menyatakan pikiranya kepada orang tersebut.
• Waham Kontrol pikir yaitu klien yakin bahwa pikiranya
dikontrol oleh kekuatan dari luar.

• TANDA-TANDA DAN GEJALA
• Menarik diri
• Tidak peduli nlingkungan
• Bicara dan tertawa
• Ketakutan
• Marah tanpa sebab
• Bermusuhan dan curiga
• Komunikasi kacau ( sesuai dengan waham )
• Perawatan diri terganggu

• PERAN SERTA KELUARGA
• Asuhan yang dapat dilakukan keluarga terhadap klien
dengan waham :
• 1. Bina hubungan salng percaya keluarga dengan klien
Sikap keluarga yang bersahabat, penuh perhatian,
hangat dan lembut . Berikan penghargaan terhadap
perilaku positif yang dimiliki/dilakukan
Berikan umpan balik yang tidak menghakimi dan
tidak menyalahkan
• 2. Kontak sering tapi singkat
3. Tingkatkan hubungan klien dengan lingkungan sosial
secara bertahap, seperti membicarakan masalah-
masalah yang berkaitan dengan diri klien, orang lain.
• Bimbing klien untuk melakukan kegiatan sesuai dengan
kemampuan dan kinginanya, ajak klien untuk
melakukan kegiatan sehari-hari dirumah seperti :
menyapu, mengepel dan membersihkan tempat tidur.
• 5. Hindarkan berdebat tentang waham
• 6. Jika ketakutan katakan “ Anda aman disini, saya
akan bantu anda mempelajari sesuatu
yang membuat anda takut “.
• 7. Berikan obat sesuai dengan peratuaran
• 8. Jangan lupa kontrol
• ASKEP KLIEN DENGAN WAHAM
• PENGKAJIAN
• a. Faktor predisposisi
• - Genetik : diturunkan
• - Neurobiologis : adanya gangguan pada konteks pre
frontal dan konteks limbik
• - Neurotransmiter : abnormalitas pada dopamin
,serotonin ,dan glutamat.
• - Virus : paparan virus influinsa pada trimester III
• - Psikologi : ibu pencemas ,terlalu melindungi ,ayah
tidak peduli.
• b. Faktor presipitasi
• - Proses pengolahan informasi yang berlebihan
• - Mekanisme penghantaran listrik yang abnormal
• - Adanya gejala pemicu
• c. Mekanisme Waham
• - Waham Agama : Percaya bahwa seseorang menjadi
kesayangan supranatural atau alat supranatural
• - Waham Somatik : Percaya adanya gangguan pada
bagian tubuh
• - Waham Kebesaran : Percaya memiliki kehebatan
atau kekuatan luar biasa
• - Waham Curiga : Kecurigaan yang berlebihan atau
irasional dan tidak percaya dengan orang lain
• - Waham Siar Pikir : Percaya bahwa pikirannya
disiarkan ke dunia luar
• - Waham Sisip Pikir : Percaya ada pikiran orang lain
yang masuk dalam pikirannya
• - Waham Kontrol Pikir : Merasa perilakunya
dikendalikan oleh pikiran orang lain
• MASALAH KEPERAWATAN
• 1. Perubahan proses pikir : waham ………..
• 2. Gangguan konsep diri : HDR
• 3. Kerusakan komunikasi perbal

• DIAGNOSA KEPERAWATAN
• 1. Kerusakan komunikasi verbal
• 2. Perubahan proses pikir .


• 1. Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat.
• 2. Klien dapat mengidentifikasi kebutuhan yang tidak terpenuhi
• 3. Klien dapat mengontrol waham
• 4. Klien mendapat dukungan keluarga untuk mengatasi wahamnya
• 5. Klien dapat minum obat sesuai dengan program
• TINDAKAN KEPERAWATAN
• MEMBINA HUBUNGAN SALING SALING PERCAYA
• - Bersikap tenang
• - Empati terhadap klien
• - Pertahankan kontak mata
• - Perkenalan diri
• - Buat kontrak yang jelas dengan klien, tetapi kontrak yang telah
disepakati
• - Dengarkan ekspresi perasaan klien
• Tidak mencoba menjelaskan / membantah klien
d. Mekanisme Koping
• Regresi
• - Proyeksi
• - Menarik diri
• - Pada keluarga : mengingkari
• IDENTIFIKASI KEBUTUHAN YANG TIDAK TERPENUHI
- Diskusikan harapan selama ini
- Diskusikan harapan yang tidak tercapai
Diskusikan perasaan klien terhadap harapan yang
tidak tercapai tersebut
- Diskusikan hubungan antara perasaan klien dengan
waham klien
BANTU KLIEN MENGONTROL WAHAM
- Diskusikan perasaan takut, cemas & marah yang
dirasakan oleh klien
- Diskusikan kaitan perasaan klien dengan keyakinan
klien yang salah
- Diskusikan konsekuensi keyakinan klien terhadap
kehidupan sehari-hari
- Paparkan klien pada realita sesuai kondisi lingkungan
• PENDIDIKAN KESEHATAN KELUARGA
- Jelaskan masalah waham yang dialami oleh klien
- Jelaskan adanya kebutuhan / harapan yang tidak terpenuhi
sehingga muncul waham
- Jelaskan cara berkomunikasi verbal dan non verbalpada klien
- Jelaskan perlunya dukungan keluarga agar klien minum obat
secara teratur

Halusinasi dan Waham
Dari
aspek Neurologik

Prof Dr H Suharko kasran SpS SpKJ
Beberapa Dasar:
1. Penerimaan impuls, Recording, Storage , Recalling ,
Retrieving , Reflection and Deliberation
2. Normal input of impuls ,amplitudo , rhytme, duration
3. Substansi verbal , nonverbal non traumatik ,traumatik
4. Impuls velocity dalam sirkit
5. Teori sirkit :
a. Assosiatif
b. Commisura
c. Limbic sistem termasuk Papez Sirkit
d. The Diffuse Modulatory System
1) Ne 3) Dopaminergic
2) Serotonic 4) Acethyl cholinergic
e Palaeo korteks ↔ neokorteks
6. HPA axis





Realita hasil penelitian pada tikus

Perlakuan dua bulan Sel neuron otak
makan mental

A Cukup , tidak diganggu normal
B Separo tidak diganggu interstitial edema di parenchim otak
C Cukup diganggu suara sel neuron degenerasi
D Separo diganggu suara flamelike appearance
sel neuron degenerasi
Hipotesis / Asumsi
1. Percepatan jalannya sirkit karena impuls traumatik menghambat
tumbuh kembang fisik mental janin , balita dan anak , remaja
2. Percepatan sirkulasi impuls bisa “interwoven “ anak makin kacau
3. Lebih cepat sirkulasi jejaring impuls bisa terjadi “turbulensi”
yang bila didekat area tertentu bisa terjadi “Halusinasi” seiring
dengan wilayah tersebut . Yang pasti akan merusak struktur dan
fungsi neuron
4. Bila masalah tersebut tidak dapat diurai, situasi semakin kalut
dan merusak sel neuron lebih banyak , dampak turbulensi impuls
baik listrik maupun kimia .
5. Perkembangan lebih lanjut sesuatu yang hanya halusinatorik
lama kelamaan menjadi keyakinan yang disebut “Waham.”
Kerusakan Sel Neuron semakin ekstensif dan mempersulit
mengurai , jejaring impuls yang tidak karuan dan mempersulit
kesembuhan
Proses Balita : Fase oleh orang tua
1. Recording (Kita bicara khusus yang traumatic) , tercatat di
pusat yang sulit dicerna . Pada fase balita perkelahian orang
tua . Hardikan orang tua , Pukulan , hinaan, cercaan makian
2. Storage ; Emotional coloring , emosional experience ,
emosional ekspresi ,balita menyimpan sesuatu yang sulit
diterima
3. Recalling , balita berreaksi ekstrim menangis atau
memberontak
4. Retrieving . Membentuk , membangun membina apa yang
diterima dalam bentuk mungkin bentuknya bizarre
5. Reflection . Balita tidak bisa membangun sesuatu yang
dianggap oleh orang dewasa “pendewasaan” abnormal
6. Deliberation suatu pengembangan yang mungkin belum bisa
dilakukan anak balita (???)

Proses Anak : Fase oleh orang tua
1. Recording (Kita bicara khusus yang traumatic) , tercatat di
pusat yang sulit dicerna . Pada fase anak Perkelahian orang
tua . Hardikan orang tua , Pukulan , hinaan, cercaan makian
2. Emotional coloring , emosional experience , emosional
ekspresi makin terasa berat .
3. Storage . anak menyimpan sesuatu yang sulit diterima
Bacaan yang berat dari segi emosi dan afeksi
4. Recalling , anak berreaksi ekstrim menangis atau
memberontak
5. Retrieving . Membentuk , membangun membina apa yang
diterima dalam bentuk mungkin bentuknya bizarre
6. Reflection . Anak tidak bisa membangun sesuatu yang
dianggap oleh orang dewasa “pendewasaan”
7. Deliberation suatu pengembangan yang mungkin belum
bisa dilakukan anak (???) Mawas diri
SCHIZOPHRENIA

DESKRIPSI
 DASAR :
1. HILANG KONTAK DGN REALITAS
2. DISRUPTION OF THOUGHT
3. GANGGUAN PERSEPSI
4. GANGGUAN MOOD
5. GANGGUAN MOTORIK
 ETIOLOGI:
1. GENETIKA
2 STRESS DIATHESIS
2. NEUROBIOLOGY
3. PSIKO NEURO IMMUNOLOGIK
4. NEURO TRANSMITTER
5. PSIKOSOSIAL
 GEJALA ;
1. POSITIF : DELUSI (WAHAM) , HALLUSINASI , DISORGANIZED SPEECH
PERILAKU DISORGANIZED / KATATONIK
2. NEGATIF : EKSPRESI EMOSI ↓. POVERTY OF SPEECH, INISIASI PERILAKU
BERTUJUAN ↓. GANGGUAN MEMORI

Proses Remaja : Fase oleh orang tua
1. Recording (Kita bicara khusus yang traumatic) , tercatat di
pusat yang sulit dicerna . Pada fase remaja Perkelahian
orang tua . Hardikan orang tua , Pukulan , hinaan, cercaan
makian Persaingan antar anak kandung
2. Emotional coloring , emosional experience , emosional
ekspresi makin terasa lebih berat berat .
3. Storage . ini anak menyimpan sesuatu yang sulit diterima
Bacaan yang berat dari segi emosi dan afeksi
4. Recalling , remaja berreaksi ekstrim susah belajar ,
konsentrasi menurun atau memberontak , menyerang
5. Retrieving . Membentuk , membangun membina apa yang
diterima dalam bentuk mungkin bentuknya bizarre
6. Reflection . Remaja makin tidak bisa membangun sesuatu
yang dianggap oleh orang dewasa “pendewasaan”
7. Deliberation suatu pengembangan yang mungkin belum bisa
dilakukan anak (???)

Lobes limbik . menurut Broca Lobes Limbic adalah struktur
yang membentuk cincin sekeliling batang otak dan corpus
callosum pada dinding medial otak . Didalam gambar batang
otak dipotong agar lobes temporalis tampak/ terlihat
Eksperince emosi ditentukan di korteks cingulatum .dan tidak langsung
oleh korteks yang lain Ekspresi emosi diatur oleh hypothalamus . Dari
korteks cingulatum projeksi ke hypocampus melalui jaras forniks. Effek
dari hypothalamus mencapai korteks melalui relay didalam nukleus
thalamic anterior
Papez Circuit