Anda di halaman 1dari 22

PENGARUH TOTAL ARUS KAS DAN KOMPONEN ALIRAN

KAS TERHADAP VOLUME PERDAGANGAN SAHAM
PADA PERUSAHAAN FARMASI GO PUBLIK
DI BURSA EFEK INDONESIA


RANGKUMAN SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Penyelesaian
Program Pendidikan Strata Satu
J urusan Akuntansi




0


Oleh :

M. FAJAR KURNIAWAN
NIM 2005.310.161



SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI PERBANAS
SURABAYA
2009

PENGESAHAN RANGKUMAN SKRIPSI

Nama : M. Fajar Kurniawan
Tempat, Tanggal Lahir : Gresik, 23 Oktober 1986
N.I.M : 2005310161
J urusan : Akuntansi
Program Pendidikan : Strata 1
Konsentrasi : Akuntansi Keuangan
J udul : Pengaruh Total Arus Kas dan Komponen Arus Kas
terhadap Volume Perdagangan Saham pada
Perusahaan Farmasi Go Publik di PT. Bursa Efek
Indonesia

Disetujui dan Diterima baik oleh :
Dosen Pembimbing,
Tanggal :...................................


Dra. Gunasti Hudiwinarsih. M.Si., Ak.

Ketua J urusan Akuntansi
Tanggal : ...................................


Sasongko Budisusetyo, SE., Ak., M.Si., BAP
RANGKUMAN SKRIPSI

1. Latar Belakang Masalah
Pada umumnya perusahaan akan selalu mencari keuntungan semaksimal
mungkin untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan oleh
manajemen, salah satu aspek yang cukup menentukan adalah informasi baik dari
dalam maupun luar perusahaan. Dalam keadaan ekonomi sekarang ini, semakin
banyak keputusan yang dalam pembuatannya menuntut adanya informasi yang
tepat dan akurat. Perkembangan industri dewasa ini akan selalu dihadapkan pada
permasalahan pengelolaan informasi, terutama yang menyangkut informasi
keuangan, informasi yang diperlukan dalam proses pengambilan keputusan.
Investor dalam melakukan suatu transaksi di pasar modal, investor akan
mendasarkan keputusannya pada berbagai informasi yang dimiliki, contohnya
informasi keuangan dan informasi arus kas. Informasi tersebut akan dikatakan
relevan bagi investor, apabila kebenaran informasi tersebut menyebabkan
melakukan transaksi dipasar modal,di mana transaksi ini tercermin melalui
perubahan volume perdagangan saham. Dengan demikian seberapa jauh relevansi
atau kegunaan suatu informasi dapat disimpulkan dengan mempelajari kaitan
antara pergerakan harga saham dan volume perdagangan di pasar modal dengan
keberadaan informasi tersebut.
Volume perdagangan saham digunakan untuk melihat apakah investor
secara individual menilai publikasi laporan keuangan sebagai sinyal positif atau
negatif untuk membuat keputusan perdagangan saham. Apabila investor
mengartikan sebagai sinyal positif atas informasi yang terkandung dalam
publikasi laporan keuangan, maka permintaan saham akan lebih tinggi daripada
penawaran saham yang ada, sehingga volume perdagangan saham diperkirakan
akan meningkat. Sebaliknya, apabila muncul isyarat negatif atas informasi yang
terkandung dalam laporan keuangan, maka tingkat perdagangan saham yang
terjadi akan lebih rendah dibandingkan tingkat penawaran saham yang ada.
Sehingga diperkirakan terjadi penurunan dalam volume perdagangan saham.
Investor dalam menentukan keputusan investasi adalah melihat Laporan
aliran kas. Informasi laporan arus kas adalah informasi yang menyajikan
penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas dalam suatu periode tertentu.
Dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 2 disebutkan bahwa
perusahaan harus menyusun laporan arus kas dan harus menyajikan laporan
tersebut sebagai bagian yang tidak terpisahkan (integral) dari laporan keuangan
untuk setiap periode penyajian laporan keuangan. Laporan arus kas memberikan
informasi yang memungkinkan para pemakai untuk mengevaluasi perubahan
dalam aktiva bersih perusahaan, struktur keuangan dan kemampuan untuk
mempengaruhi jumlah serta waktu aruskas dalamadaptasi dengan perubahan
keadaan dan peluang. Disamping itu informasi laporan arus kas berguna untuk
menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas serta
memungkinkan pemakai untuk menilai dan membandingkan nilai sekarang dari
arus kas masa depan dari berbagai perusahaan.
Laporan arus kas dapat mempengaruhi harga saham dan volume
perdagangan saham. J ika badan usaha dapat memperoleh arus kas
operasi,investasi dan pendanaan yang positif dan meningkat dari waktu ke waktu,
maka badan usaha tersebut dapat mengembangkan usahanya sehingga
profitabilitas perusahaan meningkat. Meningkatnya profitabilitas perusahaan ini
akan pula diikuti dengan peningkatan deviden yang dibagikan kepada pemegang
saham dan akan menyebabkan permintaan saham meningkat dan akan volume
perdagangan saham juga akan meningkat. Hal ini akan menyebabkan investor
akan membeli saham perusahaan tersebut yang berakibat meningkatnya harga
saham dan volume perdagangan. Berdasarkan penelitian terdahulu, untuk
menambah wawasan dan ilmu pengetahuan maka peneliti ingin meneliti tentang
variabel volume perdagangan saham. Dengan demikian penelitian ini akan
mengambil topik tentang “Pengaruh total arus kas dan komponen aliran Kas
Terhadap Volume Perdagangan Saham Pada Perusahaan Farmasi Go Publik di
Bursa Efek Indonesia “.

2. Perumusan Masalah
Masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
Apakah total arus kas dan komponen laporan arus kas yang meliputi dari
aktivitas operasi, aktivitas investasi dan akivitas pendanaan berpengaruh terhadap
volume perdagangan saham pada perusahaan farmasi go publik di Bursa Efek
Indonesia ?



3. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar
pengaruh total arus kas dan komponen laporan arus kas yang meliputi dari
aktivitas operasi, aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan memiliki pengaruh
terhadap volume perdagangan saham pada perusahaan farmasi go publik di Bursa
Efek Indonesia

4. Manfaat Penelitian
Penelitian yang dilakukan ini diharapkan akan memberikan manfaat bagi
pihak – pihak yang ada kaitannya dengan penelitian, khususnya bagi :
1. Perusahaan – Perusahaan
Dapat dijadikan sebagai masukan untuk kelangsungan usahanya, dan dapat
dijadikan salah satu pertimbangan dalam menarik calon investor dalam jumlah
yang lebih banyak.
2. Investor dan Kreditur
Dapat memperoleh keyakinan yang lebih besar atas keandalan atau kebenaran
informasi yang terdapat dalam laporan keuangan perusahaan sehingga dapat
digunakan dalam pengambilan keputusan investasi
3. Peneliti
Sebagai implementasi atas ilmu pengetahuan yang telah diterima dan untuk
memperluas pengetahuan peneliti.


5. Metode Penelitian
5.1 Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
a. Berdasarkan tujuan penelitian
penelitian ini termasuk dasar yaitu penelitian yang bersifat teoritis dan tidak
mempunyai pengaruh secara langsung terhadap perubahan kebijakan,
tindakan, atau kinerja tertentu.
b. Menurut karakteristik masalah
Penelitian historis merupakan penelitian terhadap masalah-masalah yang
berkaitan dengan fenomena masa lalu (historis).
c. Menurut sifat dan jenis data
penelitian ini termasuk penelitian arsip. Penelitian arsip (Archival Research)
merupakan penelitian terhadap fakta yang tertulis (dokumen) atau berupa
arsip data

5.2 Batasan penelitian
Penelitian ini dibatasi pada aspek tinjauan pengaruh variabel
independent(total arus kas, dan komponen arus kas yang terdiri dari arus kas
aktivitas operasi aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan) terhadap variabel
dependen (Volume Perdagangan Saham). Periode penelitian yang digunakan yaitu
5 tahun yakni tahun 2003 sampai dengan tahun 2007.


5.3 Identifikasi variabel
1. Variabel tergantung (dependent variabel) adalah volume perdagangan
saham.
2. Variabel bebas (Independent variabel) adalah total arus kas, dan
komponen arus kas yang terdiri dari arus kas dari Aktivitas Operasi, arus
kas dari Aktivitas Investasi dan arus kas dari Aktivitas Pendanaan

5.4 Populasi, Sampel, dan Teknik Pengambilan Sampel
Populasi dalam penelitian ini perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia selama periode pengamatan tahun 2003 – 2007. Teknik penentuan
sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah judgmental sampling, yaitu
sampel dipilh berdasarkan penilaian dari peneliti berdasarkan tujuan dan maksud
penelitian dengan kriteria tertentu

5.5 Data dan Metode Pengumpulan Data
Ditinjau dari sifatnya, jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif.
Sedangkan dilihat dari cara memperolehnya sumber data yang dipergunakan
merupakan data sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah
metode dokumentasi, yaitu pengambilan data sekunder yang diperoleh dari Bursa
Efek Indonesia



5.6 Teknik Analisa data
Untuk menguji hipotesis teknik analisis data yang digunakan dalam
penelitian ini meliputi analisis deskriptif dan analisis statistik, kemudian analisis
data yang digunakan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui perkembangan rasio-rasio
volume perdagangan saham, total arus kas, arus kas dari aktivitas operasi, arus
kas dari aktivitas investasi, arus kas dari aktivitas pedanaan atas perusahaan –
perusahaan farmasi tang masuk sample penelitian
2. Uji Asumsi Klasik
Analisis ini digunakan untuk menguji hipotesis penelitian. Dalam penelitian
ini pengujian statistik dilakukan dengan dua tahap yaitu :
a. Pengujian antara variabel volume perdagangan saham (Y) dengan total
arus kas (X
1
).
b. Pengujian antara variabel volume perdagangan saham (Y) dengan
komponen arus kas (arus kas aktivitas operasi (X
2
), arus kas aktivitas
investasi (X
3
) dan arus kas aktivitas pendanaan (X
4
)).
Pemisahan ini dilakukan untuk menghindari excluded variable antara total
arus kas dengan komponen arus kas.
Berikut ini akan disajikan uji asumsi klasik:
a. Uji Normalitas Data
b. Uji Multikolonieritas
c. Uji Autokorelasi
d. Uji Heterokedasitas
3. Analisis regresi sederhana (total arus kas terhadap volume perdagangan
saham)
4. Analisis regresi berganda (komponen arus kas terhadap volume perdagangan
saham
5. Uji Model (uji f)
6. Uji hipotesis (uji t)

6. Ringkasan Hasil Penelitian
1. Uji Asumsi Klasik
a. Uji Normalitas
1. Variabel Total Arus Kas terhadap Volume Perdagangan Saham
Berdaraskan hasil normalitas yang pertama melalui Uji kolmogorov
smirnov (K–S) diketahui bahwa data yang akan dianalisis tidak
terdistribusi normal. Kemudian dilakukan transformasi data dengan
menggunakan Lg. Hasil Lg ditemukan bahwa nilai Assymp Sig sebesar
0,535 lebih besar dari 0,05; dengan demikian dapat disimpulkan bahwa
data yang akan dianalisis berdistribusi normal.
2. Variabel Komponen Arus Kas terhadap Volume Perdagangan Saham
Berdaraskan hasil normalitas Uji kolmogorov smirnov (K–S) nilai Assymp
Sig sebesar 0,269 lebih besar dari 0,05; dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa data yang akan dianalisis berdistribusi normal.

b. Uji multikolonieritas
1. Variabel Total Arus Kas terhadap Volume Perdagangan Saham
Berdasarkan output uji multikolonieritas, bahwa hasil perhitungan nilai
tolerance dari variabel independent VIF dari variabel independent, dapat
disimpulkan bahwa tidak ada multikolonieritas antar variabel independent
dalam model regresi
2. Variabel Komponen Arus Kas terhadap Volume Perdagangan Saham
Hasil perhitungan VIF dari masing-masing variabel independent diketahui
tidak ada satu variabel independent yang memiliki nilai VIF >10. J adi
dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolonieritas antar variabel
independent dalam model regresi.
c. Uji autokorelasi
1. Variabel Total Arus Kas terhadap Volume Perdagangan Saham
Berdasarkan output uji autokorelasi, dapat dilihat variabel volume
perdagangan saham dengan total arus kas nilai mempunyai nilai DW =
0,239 lebih besar dari batas atas (du) 1.489
2. Variabel Komponen Arus Kas terhadap Volume Perdagangan Saham
Berdasarkan output uji autokorelasi, dapat dilihat variabel volume
perdagangan saham dengan komponen arus kas mempunyai nilai DW =
1,081 dan kurang dari 1,650. Kesimpulannya data regresi ini tidak ada
autokorelasi positif.


d. Uji heterokedastisitas
1. Variabel Total Arus Kas terhadap Volume Perdagangan Saham
Hasil SPSS menunjukkan bahwa variabel Total Arus Kas tidak signifikan
secara statistik, jadi dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak
mengandung adanya heteroskedastisitas
2. Variabel Komponen Arus Kas terhadap Volume Perdagangan Saham
Hasil SPSS menunjukkan bahwa variabel AKI signifikan secara statistik
dan mengandung heterokedastistas, sedangkan variabel AKO dan AKP
tidak signifikan secara statistik dan tidak mengandung heterokedastistas.
J adi dapat disimpulkan bahwa model regresi mengandung adanya
heteroskedastisitas.

2. Analisis Regresi Sederhana
Dari hasil uji SPSS Uji regresi linier antara variabel total arus kas dengan
volume perdagangan saham, diketahui Nilai b
0
=7,155 menunjukkan besarnya
variabel tergantung volume perdagangan saham (Y) yang tidak dipengaruhi
variabel total arus kas (X
1
) dalam keadaan konstan.
3. Analisis Regresi Berganda
Dari hasil Uji regresi linier berganda antara variabel arus kas aktivitas operasi,
arus kas investasi dan arus kas aktivitas pendanaan dengan volume
perdagangan saham diperoleh hasil bahwa hanya variabel arus kas dari
aktivitas investasi yang berpengaruh secara signifikan terhadap volume
perdagangan saham, sehibgga diperoleh rumusan Y =1600016246,307 +
28487841485,5 AKI.
Nilai b
0
= 1600016246,307 menunjukkan besarnya variabel tergantung
volume perdagangan saham (Y) yang tidak dipengaruhi variabel arus kas
aktivitas operasi (X
2
), arus kas aktivitas investasi (X
3
) dan arus kas aktivitas
pendanaan (X
4
), dalam keadaan konstan.
Nilai b
2
=28487841485,5 menunjukkan bahwa apabila nilai variabel arus kas
dari aktivitas investasi (X
3
) dinaikkan satu satuan maka akan menyebabkan
kenaikan varibel volume perdagangan saham (Y) sebesar 28487841485,5 satu
satuan dengan asumsi bahwa arus kas dari aktivitas operasi (X
2
) dan arus kas
dari aktivitas pendanaan (X
4
) dalam keadaan konstan.

e. Analisa Koefisien Korelasi (R) dan Koefisien Determinasi (R
2
)
1. Variabel Total Arus Kas terhadap Volume Perdagangan Saham
besarnya koefisien korelasi (R) sebesar 0,227; hal ini berarti menunjukkan
adanya hubungan yang kuat dan searah antara variabel total arus kas
terhadap volume penjualan saham pada perusahaan farmasi yang terdaftar
di Bursa Efek Indonesia tahuin 2003 sampai dengan 2007. Sedangkan
untuk koefisien determinasi (adjusted R
2
) yang menunjukkan nilai sebesar
0,018. Hal ini berarti bahwa variabel total arus kas mempunyai pengaruh
terhadap volume penjualan saham sebesar 1,8 % dan sisanya 98.2 %
dipengaruhi oleh faktor lain di luar variabel bebas yang diteliti.
2. Variabel Komponen Arus Kas terhadap Volume Perdagangan Saham
Besarnya koefisien korelasi (R) sebesar 0,511; hal ini berarti menunjukkan
adanya hubungan yang kuat dan searah antara variabel komponen arus kas
terhadap volume penjualan saham pada perusahaan farmasi yang terdaftar
di Bursa Efek Indonesia tahuin 2003 sampai dengan 2007. koefisien
determinasi (adjusted R
2
) yang menunjukkan nilai sebesar 0,176. Hal ini
berarti bahwa variabel komponen arus kas mempunyai pengaruh terhadap
volume penjualan saham sebesar 17,6 % dan sisanya 82,4 % dipengaruhi
oleh faktor lain di luar tiga variabel bebas yang diteliti.

4. Uji f
1. Variabel Total Arus Kas terhadap Volume Perdagangan Saham
Berdasarkan hasil SPSS diketahui F
hitung
<F
tabel
dengan signifikan 0,228 >
0,05 yang berarti bahwa variabel total arus kas (X
1
) tidak mempunyai
pengaruh yang signifikan terhadap volume penjualan saham (Y) dan
model penelitian dikatakan tidak fit.
2. Variabel Komponen Arus Kas terhadap Volume Perdagangan Saham
Berdasarkan hasil SPSS diketahui F
hitung
>F
tabel
dengan signifikan 0,046 <
0,05 yang berarti bahwa variabel arus kas dari aktivitas operasi (X
2
), arus
kas dari aktivitas investasi (X
3
) dan arus kas dari aktivitas pendanaan (X
4
)
mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap volume penjualan saham
(Y) dan model penelitian dikatakan fit.


7. Pembahasan
1. Total Arus Kas
Secara parsial total arus kas mempunyai pengaruh yang tidak signifikan
terhadap volume perdagangan saham sebesar 5,15 %. Berdasarkan uji t
diketahui bahwa hasil t
hitung
variabel total arus kas (X
1
) sebesar 1,234 dan t
tabel
(0,05 : 28) =1,7011; sehingga dapat dilihat bahwa t
hitung
<t
tabel
dengan nilai
signifikan sebesar 0,228 >0,05. Maka H
0
diterima dan yang berarti variabel
total arus kas secara parsial mempunyai pengaruh yang tidak signifikan
terhadap volume penjualan saham. Hal ini artinya apabila total arus kas
dinaikan maka volume perdagangan saham tidak tentu ikut naik. Adanya
pengaruh yang tidak signifikan lebih disebabkan bahwa volume perdagangan
saham lebih dipengaruhi oleh faktor kebijakan dari pemerintah dan kondisi
kestabilan negara baik dalam bidang ekonomi, sosial dan politik.
2. Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Secara parsial arus kas operasi mempunyai pengaruh yang tidak signifikan
terhadap volume perdagangan saham sebesar 4,71%. Berdasarkan uji t
diketahui bahwa hasil t
hitung
variabel arus kas dari aktivitas operasi (X
2
)
sebesar 1,131 dan t
tabel
(0,05 : 26) =1,7056; sehingga dapat dilihat bahwa
t
hitung
<t
tabel
dengan nilai signifikan sebesar 0,268 >0,05. Maka H
0
diterima
dan yang berarti variabel arus kas dari aktivitas operasi secara parsial
mempunyai pengaruh yang tidak signifikan terhadap volume penjualan saham.
Hal ini artinya apabila arus kas dari aktivitas operasi dinaikan maka volume
perdagangan saham tidak tentu ikut naik. Tidak adanya pengaruh yang
signifikan antara arus kas aktivitas operasi terhadap volume perdagangan
saham lebih disebabkan oleh besarnya penerimaan kas dari pelanggan dan
penerimaan kas dari aktivitas operasi lainnya yang dilakukan perusahaan
farmasi. Selain itu, tingginya arus kas aktivitas operasi juga dipengaruhi oleh
kemampuan perusahaan untuk menekan pembayaran kas kepada pemasok
maupun karyawan.
3. Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Secara parsial arus kas investasi mempunyai pengaruh yang signifikan
terhadap volume perdagangan saham sebesar 24,3%. Berdasarkan uji t
diketahui bahwa hasil t
hitung
variabel arus kas dari aktivitas investasi (X
3
)
sebesar 2,886 dan t
tabel
(0,05 : 26) =1,7056; sehingga dapat dilihat bahwa
t
hitung
>t
tabel
dengan nilai signifikan sebesar 0,008 <0,05. Maka H
1
diterima
yang berarti variabel arus kas dari aktivitas investasi secara parsial
mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap volume penjualan saham. Hal
ini artinya apabila arus kas dari aktivitas investasi dinaikan maka volume
perdagangan saham juga ikut naik. Adanya pengaruh yang signifikan antara
arus kas aktivitas investasi terhadap volume perdagangan saham lebih
disebabkan oleh hasil investasi jangka panjang maupun jangka pendek, dan
hasil penjualan aktiva tetap yang dilakukan perusahaan farmasi. Kebijakan
perusahaan untuk melakukan investasi jangka panjang dan pendek membuat
para investor tertarik untuk membeli saham perusahaan farmasi dengan
harapan untuk memperoleh keuntungan dan investasi jangka panjang.
4. Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Secara parsial arus kas pendanaan mempunyai pengaruh yang tidak
signifikan terhadap volume perdagangan saham sebesar 1,56%. Berdasarkan uji
t diketahui bahwa hasil t
hitung
variabel arus kas dari aktivitas pendanaan (X
4
)
sebesar 0,643 dan t
tabel
(0,05 : 26) =1,7056; sehingga dapat dilihat bahwa t
hitung
<t
tabel
dengan nilai signifikan sebesar 0,526 >0,05. Maka H
0
diterima yang
berarti variabel arus kas dari aktivitas pendanaan secara parsial mempunyai
pengaruh yang tidak signifikan terhadap volume penjualan saham. Hal ini
artinya apabila arus kas dari aktivitas pendanaan dinaikan maka volume
perdagangan saham tidak tentu ikut naik. Tidak adanya pengaruh yang
signifikan lebih disebabkan oleh kebijakan beberapa perusahaan farmasi yang
melakukan pembayaran dividen kas, pembayaran hutang bank maupun kepada
pihak lain secara besar. Hal ini membuat para investor menunda untuk membeli
saham perusahaan karena laba yang akan diterima investor kurang menjanjikan.

8. Kesimpulan
Berdasarkan analisis regresi diketahui bahwa total arus mempunyai
pengaruh positif terhadap volume perdagangan saham pada perusahaan farmasi di
Bursa Efek Indonesia.
Berdasarkan analisis koefisien determinasi (R
2
) yang menunjukkan nilai
sebesar 0,261. Hal ini berarti bahwa variabel arus kas dari aktivitas operasi (X
2
),
arus kas dari aktivitas investasi (X
3
) dan arus kas dari aktivitas pendanaan (X
4
)
mempunyai pengaruh terhadap volume penjualan saham (Y) sebesar 17,6 % dan
sisanya 82,4 % dipengaruhi oleh faktor lain di luar tiga variabel bebas yang
diteliti.
Berdasarkan uji F diketahui nilai F
hitung
sebesar 3,067 dengan nilai F
tabel
sebesar 2,98 maka ( F
hitung
>F
tabel
) dengan signifikan 0,046 <0,05 yang berarti
bahwa variabel arus kas dari aktivitas operasi (X
2
), arus kas dari aktivitas
investasi (X
3
) dan arus kas dari aktivitas pendanaan (X
4
) mempunyai pengaruh
yang signifikan terhadap volume penjualan saham (Y) dan model penelitian
dikatakan fit.
Berdasarkan uji hipotesis secara partial (uji t) diketahui bahwa variabel
total arus kas, arus kas aktivitas operasi dan arus kas aktivitas pendanaan tidak
mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap volume perdagangan saham.
Sedangkan variabel arus kas investasi mempunyai pengaruh yang signifikan
terhadap volume perdagangan saham.

9. Saran
Saran yang dapat diajukan adalah sebagai berikut :
1. Bagi emiten yang akan melakukan transaksi penjualan saham, dalam
menerbitkan arus kas; maka yang harus lebih diperhatikan adalah arus kas
dari aktivitas investasi seperti investasi jangka panjang maupun jangka
pendek, penerimaan penghasilan bunga dan hasil penjualan aktiva tetap.
2. Bagi para investor atau calon investor yang akan melakukan investasi
saham hendaknya lebih teliti dan cermat dalam melakukan analisis
terhadap informasi yang diberikan oleh perusahaan baik berupa laporan
keuangan ataupun informasi lain yang berhubungan dengan perusahaan,
diantaranya adalah informasi arus kas yang terdiri dari arus kas dari
aktivitas operasi, investasi dan pendanaan yang merupakan cerminan dari
aktivitas perusahaan dalam mengelola kas yang dimiliki yang terbukti
memberikan informasi tambahan bagi investor yang melakukan investasi
saham.

















DAFTAR PUSTAKA

Ambar Woro dan Bambang Sudibyo, 1998. Pengaruh Publikasi Publikasi Laporan
Arus Kas terhadap Volume Perdagangan Saham perusahaan di Bursa Efek
J akarta. J urnal riset akuntansi Indonesia, Vol1 No.2 J uli 1998. 239-254.

Financial Accounting Standarts Board, 1980, Statement of financial Accounting
concept No.1 Objectives of Financial Reporting by Business Enterprises,
Stamford ct.

Ferry dan Erni Ekawati, 2004. Pengaruh Informasi Laba, aliran kas dan
Komponen aliran kas terhadap harga saham pada Perusahaan Manufaktur di
Indonesia. J urnal Akuntansi dan Keuangan, Vol.1 No.2, 79-93

Hanafi, Mamduh M.,dan Abdul Halim, 2002. Analisa Laporan Keuangan,
Cetakan Kedua, Penerbit UPP AMP YKPN, Yogyakarta.

Ikatan Akuntansi Indonesia, 2002. Standart Akuntansi Keuangan, Penerbit
Salemba Empat, J akarta.

Imam Ghozali, 2005. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS,
Edisis Ketiga. Penerbit Universitas Dipenogoro.


Kieso, and Weygandt,1995. Akuntansi Intermidiate, Edisi Ketujuh, J ilid Kesatu,
Terjemahan, Penerbit Binarupa Aksara, J akarta.

Mc Leod J r, Raymond, 1996, Sistem Informasi manajemen, Edisi Kesatu,
Terjemahan, Penerbit Prenhallindo, J akarta.

Nur Indriantoro dan Bambang Supomo, 2002. Metodologi Penelitian Bisnis untuk
Akuntansi dan Manajemen. Buku Satu. Yogyakarta. Penerbit BPFE.

Riahi, Ahmed dan Belkaoui, 2000. Teori Akuntansi, Terjemahan, Penerbit
Salemba Empat, J akarta.


Subagyo, dkk, 1997. bank dan Lembaga Keuangan lainnya, Penerbit STIE YKPN,
Yogyakarta.

Siti Munfaqiroh, 2006. Pengaruh publikasi laporan arus kas terhadap volume
perdagangan saham. Media riset akuntansi, auditing & informasi. Vol 6 No.1
April 2006

Sudjana, 1996. Teknik Analisis Regresi dan Korelasi bagi Para Peneliti. Penerbit
Tarsito Bandung.

Sunariyah, 2003. Pengantar Pengetahuan Pasar Modal. Edisi Ketiga.

Supranto 2003, Metode Riset Aplikasi Dalam Pemasaran, J akarta. Penerbit
Rineke Cipta.

Tandelin, Eduardus, 2001. Analisis Inveswtasi dan Manajemen Portofolio, Edisi
Kesatu, Penerbit BPFE, Yogyakarta.

Triyono dan Yogiyanto, 2000. Hubungan Kandungan Informasi Arus Kas,
Komponen Arus Kas, dan Laba Akuntansi dengan Harga Saham Atau Return
Saham. J urnal Riset Akuntansi Indonesia. Vol.3


Widayat, dan Amirullah, 2002. Riset Bisnis. Penerbit cahaya Press. Malang.