Anda di halaman 1dari 21

PENGEMBANGAN MATERI AJAR MEMBACA BERWAWASAN MULTIKULTURAL

SEBAGAI UPAYA PENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SEKOLAH DASAR
Salimudin
Pengawas TK/SD di Kabupaten Brebes
salimudindrs@yahoo.com
Abs!a"# Keberadaan materi ajar merupakan unsur yang sangat penting dan menjadi bagian
kurikulum. asalah yang sering dihadapi guru adalah rendahnya kemampuan guru dalam
menyusun materi ajar yang lengkap dan sesuai untuk membantu peserta didik. Selama ini guru
hanya menggunakan buku!buku teks yang banyak dijual oleh para penerbit yang materi belum
tentu sesuai dengan kondisi lingkungan" kebutuhan peserta didik" sehingga peserta didik kurang
dapat memahami materi ajar tersebut. Penelitian ini bertujuan menghasilkan produk berupa
model materi ajar membaca berwawasan multikultural dengan meman#aatkan $n#ormation
Communication and Technology %$&T' sebagai media pembelajaran membaca yang dirancang
dan dimodi#ikasi sesuai dengan kondisi yang ada dan disesuaikan dengan kebutuhan guru dan
peserta didik. etode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan
merupakan metode untuk melakukan penelitian" mengembangkan" dan menguji suatu produk.
Simpulan hasil uji coba luas secara keseluruhan aspek kelayakan isi" kelayakan kebahasaan"
kelayakan penyajian dan kelayakan wawasan miltikultural dapat dikatakan bahwa jumlah
responden yang menyatakan materi ajar re(isi rancangan awal sangat e#ekti# adalah
)*" +,-. yang menyatakan e#ekti# /,",)-. dan yang menyatakan kurang e#ekti# +-"
hasil perbandingan antara materi ajar membaca yang ada pada buku teks bahasa $ndonesaia
dengan model materi ajar membaca hasil pengembangan terdapat perbedaan sangat signi#ikan
karena nilai dalam tabel t" dengan derajat kebebasan %d#' 0 menunjukkan bahwa nilai tuntuk tara#
signi#ikansi +"+1 adalah /"/, dan tara# signi#ikansi +"+2 adalah *"/1. 3leh karena itu" t
rasio
atau
t
hitung
%2*"*/)' lebih besar dari t
tabel
untuk %45+"+2'. 6asil uji kee#ekti#an terdapat perbedaan yang
sangat signi#ikan antara hasil tes sebelum menggunakan materi ajar pada buku teks bahasa
$ndonesia dengan. odel materi ajar membaca hasil pengembangan. $ni berarti bahwa model
materi ajar membaca hasil pengembangan e#ekti# digunakan untuk peserta didik kelas 7
sekolah dasar. Karena nilai dalam tabel t dengan deraj at kebebasan %d#' 18"
menunjukkan bahwa nilai t untuk tara# signi#ikansi +"+1 adalah /"+++ dan tara#
signi#ikansi +"+2 adalah /",,+" dengan demikian maka t
rasi o
atau t
hit ung
lebih besar dari
t
t abel
. 9uru seyogyanya menyusun materi ajar sebelum melaksanakan pembelajaran di kelas.
Penyusun materi ajar" seperti penulis buku ajar" penerbit" guru dan pusat perbukuan sebaiknya
mempertimbangkan analisis kebutuhan peserta didik dan guru" dan wawasan multikultural agar
pengguna memahami dan menghargai keanekaragaman suku" budaya" agama dan etnis. Pusat
Perbukuan disarankan untuk mengkaji kembali buku teks bahasa $ndonesia untuk sekolah dasar
karena isi materi ajar pada buku teks bahasa $ndonesia masih kurang mencerminkan
keanekaragaman budaya bangsa $ndonesia.
Kaa "un$i: materi ajar" membaca" multikultural" $&T

Abstract: The existence of instructional materials is a very important element and become part of
the curriculum. The problem that often teachers face is the low ability preparing instructional
materials which complete and appropriate to assist learners. During this time teachers only use
textbooks that are sold by the publisher that the material does not necessarily correspond to
environmental conditions, the needs of learners, so learners are less able to understand the
teaching materials. This study aims to produce a model of multicultural teaching materials
insightful reading by utilizing Information Communication and Technology ICT! as a medium
of learning to read is designed and modified in accordance with existing conditions and adapted
to the needs of teachers and learners. The method used in this study is a research and
development, a method to conduct research, develop, and test a product. Conclusion The results
of extensive testing the overall feasibility aspect of the content, appropriateness of language,
presentation of feasibility and feasibility miltikultural insights can be said that the number of
respondents who said the preliminary draft revision of teaching materials is very effective is
"#.$%&, '%.%"& are declared effective, and that states are less effective $&, the results of the
comparison between the existing teaching materials on reading textbooks Indonesaia with model
language to read the results of the development of teaching materials is very significant because
there are differences in the table t value, degrees of freedom df! ( shows that the value tuntuk
significance level $,$) is '.'% and $.$* significance level is #.'). Therefore, t
rasio
or t
hitung
*#.#'"! is greater than t
tabel
for + , $.$*!. -ffectiveness of the test results are highly
significant differences between the test results prior to using teaching materials in Indonesian
with textbooks. .odel reading the results of the development of teaching materials. This means
that the model of reading the results of the development of teaching materials effectively used for
class / students of elementary school. 0ecause the value in a table t with degrees of freedom
df! )1, suggesting that t value for significance level $.$) are '.$$$ and $.$* significance level is
'.%%$, and thus t
hitung
or t
rasio
greater than t
tabel
. Teachers should develop teaching materials prior
to implementing learning in the classroom. Constituent teaching materials, such as textbook
authors, publishers, teachers and perbukuan centers should consider the needs analysis of
learners and teachers, and multicultural insights that users understand and appreciate the
diversity of race, culture, religion and ethnicity. 2erbukuan Center advised to review the
Indonesian text books for elementary schools because the content of teaching materials in
textbooks is still a poor reflection of Indonesian cultural diversity of Indonesia.
Keywords3 instructional materials, reading, multicultural, ICT
A% P&nda'uluan
Keberadaan materi ajar %instructional materials' merupakan unsur penting yang harus
disiapkan guru sebelum melaksanakan pembelajaran dan merupakan bagian kurikulum.
Karena merupakan hal yang penting dalam menentukan keberhasilan pada suatu sistem
pendidikan" guru sebagai pelaksana pendidikan dituntut untuk membuat materi ajar yang
berkualitas. ateri ajar yang berkualitas adalah materi ajar yang materinya dapat menjawab
permasalahan peserta didik untuk mencapai suatu tujuan pendidikan" artinya dapat
memberikan pengetahuan" keterampilan" dan sikap yang harus dipelajari peserta didik untuk
mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan.
;ika dalam silabus ditentukan standar kompetensi" kompetensi dasar" kegiatan
pembelajaran" indikator pencapaian sebagai kerangka" materi ajar merupakan isi yang
melengkapi kerangka tersebut. ateri ajar merupakan rincian spesi#ikasi isi yang menjadi
panduan bagi guru dalam hal insensitas cakupan dan jumlah perhatian yang dituntut oleh isi
tertentu atau tugas!tugas paedagogis. Pengembangan materi ajar dilakukan berdasarkan atas
kebutuhan belajar peserta didik. ateri ajar yang lengkap dan sesuai dengan kebutuhan
peserta didik akan menunjang ketercapaian kompetensi dasar.
asalah yang penting adalah rendahnya kemampuan guru dalam menyusun materi
ajar yang lengkap dan sesuai untuk membantu peserta didik dalam pencapaian
kompetensinya. 6al ini disebabkan bahwa dalam standar isi" materi ajar hanya dituliskan
secara garis besar dalam bentuk materi pokok. enjadi tugas guru untuk menjabarkan materi
pokok tersebut menjadi materi ajar yang lengkap. Selama ini guru hanya menggunakan buku!
buku teks yang banyak dijual oleh para penerbit yang materi belum tentu sesuai dengan
kondisi lingkungan" kebutuhan peserta didik" sehingga peserta didik kurang dapat memahami
materi ajar tersebut. enurut <okhman %/++,:=' menyatakan bahwa dalam mengajar guru
cenderung menggunakan buku paket atau meman#aatkan materi ajar yang ada pada buku
teks. 6al ini juga disampaikan oleh >kosiswoyo %Kompas" /* ;anuari /+2+' dalam pidato
pengukuhannya sebagai 9uru Besar ?nnes menyatakan bahwa sebagian besar guru hanya
menyalin materi ajar dari berbagai sumber tanpa menyeleksi materi ajar yang akan
digunakan.
Berkaitan dengan materi ajar membaca" buku teks merupakan salah satu sumber
materi ajar membaca yang juga dapat berperan untuk menumbuhkan minat membaca"
khususnya bagi peserta didik. embaca sebagai salah satu keterampilan berbahasa
mempunyai arti sangat strategis dalam mengakses dan mengembangkan ilmu pengetahuan.
Bahkan lewat membaca inilah semua ilmu dapat diserap sempurna oleh sebagian besar
peserta didik.
6asil pengamatan awal terhadap buku teks pelajaran bahasa $ndonesia yang menjadi
salah satu sumber materi ajar membaca untuk kelas 2 sampai dengan kelas , sekolah dasar di
Kabupaten Brebes yang dibeli melalui dana B3S tahun /++8 materinya masih kurang
memuat aspek!aspek multikultural 4nalisis isi dari teks bacaan dalam buku tersebut dengan
melihat aspek cerita rakyat" kesenian rakyat" adat!istiadat" penggunaan sapaan" dan setting
pada teks bacaan. Temuan dari aspek multikultural menunjukkan kurang meratanya
representasi tentang keragaman budaya yang ada di $ndonesia. <epresentasi cerita rakyat
sebagian besar berasal dari pulau ;awa. Kurangnya keanekaragaman budaya dalam buku teks
bahasa $ndonesia juga dikemukakan oleh Tulalessy %/++=:=,!=)' dan Barjono %/++1:2=!21'
yang menyatakan bahwa materi ajar membaca dalam buku teks bahasa $ndonesia lebih
banyak berbau jawasentris sehingga anak!anak di luar pulau ;awa kadang mengalami
kesulitan untuk memahami isi materinya. Sulitnya peserta didik untuk memahami materi ajar
membaca dalam buku teks pelajaran dapat disebabkan karena materi ajar yang didapatkan
dalam buku!buku tersebut tidak mengungkapkan nilai!nilai sosial budaya. 3leh karena itu"
sekarang sudah saatnya untuk memperhitungkan aspek keanekaragaman budaya sebagai
landasan penting dalam mengembangkan materi ajar membaca. ?ntuk mengakomodasi
keanekaragaman budaya yang ada di $ndonesia salah satunya dapat melalui pengembangan
model materi ajar membaca yang berwawasan multikultural.
Secara khusus tujuan penelitian pengembangan ini sebagai berikut %2' mengungkap
tingkat kebutuhan guru dan peserta didik mengenai model materi ajar membaca berwawasan
multikultural" %/' merancang model materi ajar membaca yang berwawasan multikultural
yang sesuai diterapkan di sekolah dasar dengan media $&T" dan %*' menentukan kee#ekti#an
model materi ajar membaca berwawasan multikultural dengan media $&T. <uang lingkup
penelitian ini adalah adalah %2' kerangka teoretis pendukung pengembangan materi ajar
membaca berwawasan multikultural" %/' analisis kebutuhan peserta didik dan guru akan
materi ajar membaca berwawasan multikultural" %*' menganalisis model materi ajar yang
sudah ada" %=' perencanaan pengembangan materi ajar membaca berwawasan multikultural"
%1' penyusunan model materi ajar hasil pengembangan" dan %,' menge(aluasi materi ajar
hasil pengembangan.
B% Landasan T&(!&is
ateri ajar %instructional materials' merupakan rincian spesi#ikasi isi yang
memberikan panduan bagi guru dalam hal insensitas cakupan dan jumlah perhatian yang
dituntut oleh isi tertentu atau tugas!tugas paedagogis. Tomlinson %2880' materi ajar merujuk
segala sesuatu yang digunakan guru atau peserta didik untuk memudahkan belajar bahasa"
untuk meningkatkan pengetahuan dan atau pengalaman berbahasa. Sedangkan
pengembangan materi ajar adalah apa yang dilakukan penulis" guru" atau peserta didik untuk
memberikan sumber masukan berbagai pengalaman yang dirancang untuk meningkatkan
belajar bahasa. +nderson dan 4rathwohl %/++2' menyatakan bahwa ragam materi ajar terdiri
atas %2' #akta" %/' konsep" %*' prosedur" %=' metakognisi.
@ungsi materi ajar dalam pembelajaran menurut Cunningsworth %280=' sebagai %2'
penyajian materi ajar" %/' sumber kegiatan bagi peserta didik untuk berlatih komunikasi
secara interakti#" %*' rujukan in#ormasi kebahasaan" %=' sumber stimulan dan gagasan suatu
kegiatan kelas" dan %1' silabus" bantuan bagi guru yang kurang berpengalaman untuk
menumbuhkan kepercayaan diri. Penyusunan materi ajar yang bermutu dilakukan melalui
serangkaian kegiatan pengembangan .Aangkah!langkah pengembangan materi ajar menurut
Tomlinson %2880' yaitu %2' identi#ikasi kebutuhan guru dan siswa" %/' penentuan kegiatan
eksplorasi kebutuhan materi ajar" %*' realisasi kontekstual dengan mengajukan gagasan yang
sesuai" pemilihan teks dan konteks materi ajar" %=' realisasi paedagogis melalui tugas dan
latihan dalam materi ajar" %1' produksi materi ajar" %,' penggunaan materi ajar" dan %)'
e(aluasi materi ajar. 5ichards %/++/' mengajukan rancangan materi ajar meliputi %2'
pengembangan tujuan" %/' pengembangan silabus" %*' pengorganiasian materi ajar ke dalam
unit!unit pembelajaran %=' pengembanga struktur per unit" dan %1' pengurutan unit!unit.
Pengembangan materi ajar dalam makalah ini dengan menggambungkan dua rancangan
Tomlinson dan 5ichards" yang merupakan rancangan pengembangan materi ajar yang terdiri
atas empat langkah utama.
Tab&l )% Aangkah!langkah pengembangan materi ajar
2 $denti#ikasi kebutuhan >ksplorasi kebutuhan materi ajar
/ Pengembangan silabus 4nalisis pembelajaran
* Pengorganisasian materi ajar <ealisasi kontektual dan paedagogis
= >(aluasi materi ajar Pengembangan materi ajar %uji coba'
)% Id&ni*i"asi K&buu'an
ateri ajar yang bermutu disusun berdasarkan kebutuhan siswa atau peserta didik
dan guru" perkembangan kogniti# peserta didik" dan mengikuti perkembangan ilmu
pengetahuan" teknologi in#ormasi dan komunikasi. Disamping itu" dalam menyusun
materi ajar menurut >kowardoyo %/++,' hendaknya mengandung muatan budaya yang
dapat diman#aatkan untuk pendidikan budi pekerti yang luhur dalam rangka pendidikan
nasional. Kaitannya dengan kebutuhan peserta didik dan guru Tesmer 6 7edmen dalam
Trianto %/++1' mengemukakan bahwa identi#ikasi kebutuhan harus memperhatikan
beberapa #aktor yang mempunyai pengaruh terhadap tujuan pembelajaran bahasa. @aktor
tersebut adalah siswa" guru" dan situasi pembelajaran. 4nalisis kendala dalam
pembelajaran bahasa akan menjadi pertimbangan untuk penyusunan materi ajar.
isalnya: %2' apabila minat siswa terhadap topik menjadi kendala maka materi ajar harus
mempertimbangkan kegiatan!kegiatan yang mungkin menarik minat siswa" %/' jika #aktor
kemampuan %pemahaman dan #asilitas' guru dalam membuat materi ajar menjadi kendala
maka materi ajar yang disusun relati# lengkap atau siap pakai" demikian juga dengan %*'
#aktor sumber belajar lainnya %misalnya koleksi buku di perpustakaan' kurang memadai
maka materi ajar haruslah dapat menjadi model yang relati# lengkap secara minimal.
Kebutuhan ditentukan kon(ensional terhadap sesuatu seperti kesenjangan antara
apa dan apa yang semestinya. Pernyataan kebutuhan bersi#at terbuka ta#siran terhadap
pena#siran yang bersi#at kontekstual dan berisi penilaian. Kebutuhan merupakan
persoalan persetujuan dan penilaian bukan penemuan. $denti#ikasi kebutuhan materi ajar
berarti pengkajian tentang pengkajian kebutuhan dan keinginan akan materi ajar tertentu"
serta pendapat akan kekurangan tentang bahan ajar yang digunakan selama ini.
+% P&n,&mban,an Silabus dan RPP
Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan megenai isi dan
bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan
belajar mengajar. Dengan demikian" bahwa guru pengemban tugas sebagai pelaksana
operasional dari kurikulum yang berlaku. Selain sebagai pedoman" kurikulum juga
ber#ungsi sebagai pre(enti# yaitu sebagai alat kontrol agar guru tidak menyimpang dalam
melaksanakan tugasnya" dan kurikulum dapat pula memberikan arah dalam
pengembangan kurikulum itu sendiri. 8unan %2882' menyatakan kurikulum sebagai
prinsip dan prosedur untuk perencanaan" implementasi" e(aluasi" dan pengelolaan
program pendidikan" sedangkan silabus diartikan lebih sempit sebagai spesi#ikasi apa
yang diajarkan dan urutan isi suatu program pengajaran bahasa. Pendapat tersebut ada
kaitannya dengan 5ichard %288,' mengemukakan bahwa desain silabus merupakan
pengembangan salah satu aspek dalam pengembangan kurikulum.
-% P&n,(!,anisaian Ma&!i A.a!
Pengorganisasian materi ajar dapat dengan lima cara yaitu dengan %2' pembuatan"
%/' pengadaptasian" %*' pengadopsian" %=' penerjemahan" dan %1' pere(isian.
Pengadaptasian dapat dilakukan dengan cara penghilangan" penambahan" pengurangan"
perluasan" dan penempatan" pengurutan ulang dari materi ajar yang telah ada ada.
Sedangkan pengadopsian yaitu dengan jalan mengembangkan materi ajar melalui cara
mengambil gagasan" atau bentuk dari suatu karya yang sudah ada sebelumnya kemudian
dikembangkan menjadi bentuk yang lain. ;enis penyusunan materi ajar didasarkan empat
#aktor yaitu isi %apa'" urutan %kapan'" langkah %waktu yang diperlukan'" prosedurnya
bagaimana %Tomlinson 2880'. Aangkah pengorganisasian materi ajar langkah berikutnya
setelah pengembangan silabus. Tahap selanjutnya adalah realisasi kontektual dan realisasi
paedagogis.
/% E0aluasi Ma&!i A.a!
>(aluasi materi ajar pada dasarnya merupakan proses pencocokan" yaitu
mencocokan kebutuhan yang diinginkan terhadap kemungkinan yang tersedia. Tahapan
pengembangan model materi ajar secara umum mencakup langkah!langkah %2' penulisan
awal %dra#' materi ajar" %/' pemeriksaan tulisan awal materi ajar" %*' uji coba materi ajar"
dan %=' re(isi materi ajar. Davision dalam Tomlinson *11(! menyatakan pentingnya uji
coba materi ajar agar materi ajar itu layak digunakan atau tidak" apakah tujuan
pembelajaran telah tercapai" apakah sudah sesuai dengan harapan pemakai" dan apakah
dapat meningkatkan keberhasilan dalam proses pembelajaran.
Tahapan uji coba produk dalam pengembangan materi ajar dapat disimpulkan
sebagai bagian e(aluasi materi ajar. 9aan .ikk %/++/' menyatakan bahwa untuk melihat
kee#ekti#an materi ajar dapat di analisis dengan pendapat responden" e(aluasi materi ajar
melalui eksperimen" analisis materi ajar" dan uji keterbacaan. Selain itu juga dengan cara
melihat kriteria isi dengan standar kelulusan" standar kompetensi"dan kompetensi dasar
%Depdiknas /++,'.
1% Ma&!i A.a! M&mba$a B&!2a2asan Muli"ulu!al di SD
Penyusunan materi ajar membaca seyogyanya dikaitkan dengan #ungsi bahasa
sebagai alat untuk berkomunikasi. Bahasa juga ber#ungsi sebagai transaksional yang
akan mengungkapkan isi" dan #ungsi bahasa sebagai interaksional yang mengungkapkan
hubungan sosial. enyusun materi ajar membaca menyangkut penggunaan bahasa secara
tertulis.
Paling tidak terdapat dua hal yang mendasar dalam bahasa tulis" yakni
penggunaan kata dan kalimat. Pemahaman atas kata saja tidak mencukupi bagi seseorang
dalam membaca karena kata!kata yang diwujudkan dalam tulisan tidak berdiri sendiri"
melainkan saling berhubungan. 6ubungan itu ditandai oleh terbentuknya kalimat.
Sekalipun sebuah kalimat sudah menyampaikan makna tertentu" kebanyakan kalimat
dalam bahasa tulis masih harus dijelaskan oleh kalimat!kalimat lainnya" kemudian
membentuk sebuah paragra#. Sebuah bacaan biasanya mengandung lebih dari satu
paragra#. enurut #ungsinya materi ajar membaca dapat dibedakan atas materi ajar
membaca yang digunakan untuk menyampaikan in#ormasi #aktual dan materi ajar
membaca yang digunakan untuk menyampaikan reka cipta. Perbedaan tersebut
menimbulkan perbedaan dalam penggunaan bahasa. Berdasarkan penjelasan di atas dapat
disimpulkan bahwa terdapat tiga hal yang mendasar berkenaan dengan materi ajar
membaca" yakni %2' komponen kebahasaan" %/' komponen komposisi karangan" dan %*'
komponen keterbacaan.
?ndang!?ndang Bo. /+ Tahun /++* tentang Sistem Pendidikan Basional"
mengamanatkan bahwa pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan
serta tidak diskriminati# dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia" nilai keagamaan"
nilai kultural" dan kemajuan bangsa. Pendidikan multikultural merupakan salah satu
alternati# untuk tidak sekadar merekatkan kembali nilai!nilai persatuan" kesatuan"
berbangsa dan bernegara tetapi memberikan pemahaman tersendiri terhadap rasa
kebangsaan sendiri. Pendidikan multikultural ini untuk merespon #enomena kon#lik etnis"
sosial" budaya yang kerap muncul di tengah!tengah masyarakat multikultural.
Pada jenjang pendikan dasar pendidikan multikultural ini dapat diintegrasikan
dalam materi ajar membaca dalam mata pelajaran bahasa $ndonesia dengan
mempertimbangankan kebutuhan siswa" kebutuhan guru" dan peman#aatan semua unsur
sosial dan budaya dilingkungan sekitar peserta didik sebagai salah satu sumber belajar.
enurut 0anks dalam ah#ud %/++,' pendidikan multikultural memiliki lima dimensi
yang saling berkaitan yaitu %2' content integration" %/' the knowledge contruction
process" %*' ane:uity paedagogy, %=' pre;udice reduction" dan %1' melatih kelompok
untuk berpartisipasi dalam olahraga" berinteraksi dengan seluruh sta# dan siswa yang
berbeda etnis dan ras dalam upaya menciptakan budaya akademik yang toleran dan
inklusi#.
ateri ajar membaca yang baik harus mampu memberikan pemahaman yang
mendasar dan menyeluruh mengenai kenyataan keanekaragaman masyarakat dan
kebudayaan. Karena muatan budaya yang beragam akan membantu peserta didik untuk
menerima dan menghargai keragaman budaya.
?ntuk mengatasi hal tersebut maka aspek multikultural dimasukkan dalam materi
ajar membaca. ultikultural dalam materi ajar bukan dirancang sebagai isi kurikulum"
tetapi tere#leksikan dalam aspek!aspek pembelajaran baik secara tersirat maupun tersurat.
Cawasan multikultural ini diimplementasikan ke dalam pilihan model teks wacana
bacaan.
C% M&(d& P&n&liian
etode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan
pengembangan %research and development! merupakan metode untuk melakukan penelitian"
mengembangkan" dan menguji suatu produk %Samsudi" /++,:)*'. etode penelitian dan
pengembangan merupakan metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk
tertentu" dan menguji kee#ekti#an produk tersebut.
Dalam konteks pendidikan" maka produk yang dimaksud dalam penelitian ini
berkaitan dengan komponen sistem pendidikan. Penelitian pengembangan berupaya
menghasilkan suatu komponen dalam sistem pendidikan" melalui langkah!langkah
pengembangan (alidasi.
)% P!(s&du! P&n&liian P&n,&mban,an
enurut 0org dan <all %280*:))1' secara konseptual metode penelitian dan
pengembangan mencakup 2+ langkah umum. Aangkah!langkah itu adalah %2' research
and information collecting yaitu studi literatur" ober(asi" dan persiapan" %/' planning
yaitu penentuan tujuan yang akan dicapai" %*' develop preliminary form of product yaitu
mengembangkan bentuk permulaan dari produk pada setiap tahapan %=' preliminary field
testing yaitu uji coba lapangan awal dalam skala terbatas" %1' main product revision yaitu
perbaikan terhadap produk awal" %,' main field testing yaitu uji coba utama" %)'
operational product revision yaitu perbaikan dan penyempurnaan dari uji coba utama"
%0' operational field testing yaitu uji (alidasi terhadap produk operasional yang telah
dihasilkan" %8' final product revision yaitu perbaikan akhir terhadap produk yang telah
dikembangkan" dan %2+' dissemination and implementation yaitu menyebarluaskan
produk yang dikembangkan.
Penelitian ini secara garis besar dilaksanakan dalam tiga tahap kegiatan. Pertama"
tahap studi pendahuluan dilakukan kegiatan studi literatur"analisis tingkat kebutuhan
guru" peserta didik mengenai materi ajar membaca berwawasan multikultural dan
perencanaan. Kedua" tahap studi pengembangan meliputi kegiatan menyusunan
pengembangan materi ajar" uji coba secara terbatas" uji para ahli %pakar'" perbaikan dan
penyempurnaan" uji coba secara luas" dan re(isi model akhir. Ketiga" tahap penyusunan
laporan penelitian. ?ji lapangan utama atau uji kesesuaian bertujuan untuk menentukan
apakah produk model materi ajar sesuai dengan tujuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengembangkan model materi ajar yang berwawasan multikultural. 3leh sebab itu uji
kesesuaian yang digunakan adalah uji perbedaan %uji!t' antara model yang ada %pre=
developed' dan model yang telah dikembangkan %post=developed'. ?ji ini juga dilengkapi
dengan e(aluasi kualitati#.
?ji lapangan operasional atau uji kee#ekti#an bertujuan untuk menentukan apakah
produk model materi ajar telah siap digunakan tanpa kehadiran peneliti. ?ntuk
mengetahui hal tersebut dilakukan uji kee#ekti#an bahan ajar melalui pretes dan postes
saat materi ajar digunakan oleh peserta didik kelas 7 SD. ?ji!t digunakan untuk melihat
kee#ekti#an bahan ajar.
+% L("asi dan Sub.&" P&n&liian
Penentuan lokasi dan subjek penelitian ini didasarkan pada pendapat Setyosari
%/+2+:/+,' yang menyatakan bahwa dalam penelitian pengembangan ujicoba awal dapat
dilakukan pada 2!* sekolah yang melibatkan ,!2/ subjek" sedangkan pada ujicoba luas
dilakukan pada 1!21 sekolah dengan melibatkan *+!2++ subjek.
Aokasi penelitian pada kegiatan studi pendahuluan dilakukan di /= kabupaten
Pro(insi ;awa Tengah yaitu untuk mendapatkan data awal mengenai %2' kebutuhan guru
dan peserta didik akan materi ajar membaca berwawasan multikultural" dan %/' pendapat
guru tentang materi ajar membaca pada buku teks bahasa $ndonesia yang digunakan oleh
guru dalam pembelajaran di kelas dengan melibatkan 11 guru dan ,+ peserta didik
sebagai subjek.
-% Daa3 dan Analisis Daa
Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah %2' in#ormasi tentang kebutuhan
guru dan peserta didik akan materi ajar membaca berwawasan multikultural" %/' pendapat
para guru selaku pengguna materi ajar membaca pada buku teks bahasa $ndonesia" %*'
hasil uji coba terbatas dan luas" %=' hasil uji coba luas e(aluasi materi ajar" %1' e(aluasi
materi ajar membaca berwawasan multikultural" dan %,' data uji kee#ekti#an materi ajar
membaca berwawasan multikultural.
Sumber data dalam penelitian pengembangan ini adalah peserta didik di kelas 7
sekolah dasar" dan guru!guru sekolah dasar di kota Semarang dan kabupaten Brebes.
Sumber data selanjutnya adalah materi ajar membaca yang ada didalam buku teks bahasa
$ndonesia yang sekarang digunakan di sekolah dasar kelas 7 di kabupaten Brebes.
Data %2'" %/'" %*'" %='" dan %1' dikumpulkan dengan kuesioner yang kemudian
dianalisis secara deskripti# kualitati#. Data %*'" %=' dan %1' dikumpulkan dengan kuesioner
yang kemudian dianalisis secara deskripti# kuantitati#" sedangakan untuk data nomor %,'
dianalisis dengan uji!t.
/% Ins!um&n P&n&liian
$nstrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah %2' kuesioner
kebutuhan guru akan materi ajar membaca berwawasan multikultural" %/' kuesioner
kebutuhan peserta didik akan materi ajar membaca berwawasan multikultural" %*'
kuesioner penilaian materi ajar membaca pada buku teks bahasa $ndonesia yang
digunakan oleh guru" %=' tes pemahaman isi bacaan" dan %1' intrumen non!tes obser(asi"
wawancara kepada guru dan peserta didik. $nstrumen analisis tingkat kebutuhan dalam
penelitian ini disusun dengan tujuan untuk mendapatkan data pendapat guru dan peserta
didik terhadap materi ajar yang pernah atau sedang mereka gunakan" dan materi ajar
seperti apa yang mereka inginkan. $nstrumen uji lapangan terbatas dan utama %e(aluasi
materi ajar' disusun berdasarkan konsep e(aluasi materi ajar yaitu %2' kelayakan isi yaitu
kesesuaian dengan standar kompetensi" dan kompetensi dasar" %/' kelayakan bahasa %*'
kelayakan penyajian" %=' kelayakan gra#ika" dan %1' wawasan multikultural. $nstrumen uji
kee#ekti#an disusun berdasarkan indikator kompetensi dalam kurikulum.
D% Hasil P&n&liian dan P&mba'asan
6asil identi#ikasi kebutuhan merupakan hasil dari analisis kuesioner dengan
responden guru dan peserta didik. 6asil analisis ini untuk mengetahui kebutuhan guru dan
peserta didik yang dijadikan sebagai salah satu pertimbangan dalam pengembangan model
materi ajar membaca berwawasan multikultural. Karakteristik responden adalah guru
berprestasi" kepala sekolah berpestasi" dan pengawas sekolah berprestasi yang berasal dari /=
kabupaten di Pro(insi ;awa Tengah. ;umlah responden ada 11 yang terdiri dari /1 guru kelas"
guru yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala sekolah berjumlah 20" sedangkan guru
yang mendapat tugas tambahan sebagai pengawas ada 2/ orang. Aatar belakang kuali#ikasi
pendidikan yang dimiliki adalah sarjana pendidikan =) guru" magister pendidikan 0 guru.
dengan masa kerja 1!2+ tahun ada 2/ orang" masa kerja 22!/+ tahun berjumlah =+ orang"
dan mempunyai masa kerja /2!*+ tahun ada *.
)% K&buu'an Gu!u T&!'ada4 P&n,&mban,an Ma&!i A.a! M&mba$a
Kuesioner tentang kebutuhan guru akan pengembangan model materi ajar
membaca yang berwawasan multikultural dengan media saji $&T terbagi menjadi = aspek
antara lain %2' kelayakan isi" %/' kelayakan bahasa" %*' kelayakan penyajian materi ajar"
%=' wawasan multikultural. Pada kuesioner tentang kebutuhan guru ada /, pertanyaan
yang dibagi menjadi 0 pertanyaan tentang kelayakan isi" ) pertanyaan tentang bahasa" 1
pertanyaan tentang penyajian materi ajar" dan , pertanyaan tentang multikultural.
Secara lengkap hasil kuesioner yang diberikan kepada guru se!;awa Tengah dapat
dilihat pada tabel berikut ini.
Tab&l +% <ekapitulasi analisis kebutuhan guru akan materi ajar berwawasan
multikultural dengan media saji $&T
N( As4&"
Jumla' bui!
4&n5aaan
Jumla'
!&s4(nd&n
S"(! Ka&,(!i
2 Kelayakan isi 0 11 2,2* Sangat dibutuhkan
/ Bahasa ) 11 2/0, Sangat dibutuhkan
* Penyajian 1 11 8*0 Sangat dibutuhkan
= ultikultural , 11 2+8= Sangat dibutuhkan
Dari data hasil analisis di atas dapat diketahui bahwa guru sekolah dasar
membutuhkan pengembangan materi ajar membaca berwawasan multikultural dengan
media saji $&T. Selama ini guru cenderung mengajar materi ajar membaca yang ada
dalam buku teks dengan metode kon(ensional. 9uru juga kurang paham akan konsep
multikultural sehingga kurang memberikan arahan kepada peserta didik akan penting
wawasan mulikultural. 9uru cenderung mengandalkan sumber materi ajar membaca pada
buku teks bahasyang telah tersedia di perpustakaan atau telah disediakan oleh penerbit
tanpa mencari re#eransi yang lebih aktual dari berbagai sumber seperti surat kabar"
jurnal"lingkungan sekolah dan internet.
+% K&buu'an P&s&!a Didi" a"an P&n,&mban,an Ma&!i A.a! M&mba$a
Seperti pada kuesioner kebutuhan guru" kuesioner ini disampaikan kepada peserta
didik kelas 7 sekolah dasar se!;awa Tengah dengan mengambil ,+ responden yang
berasal dari ) sekolah dasar yang tersebar di kabupaten dengan mengambil 1 sampel pada
setiap sekolah.Kuesioner kebutuhan peserta didik akan pengembangan materi ajar
membaca yang berwawasan multikultural terbagi menjadi = aspek antara lain: %2'
kelayakan isi" %/' kelayakan bahasa" %*' penyajian materi ajar" %=' multikultural.Pada
kuesioner kebutuhan peserta didik ada /1 pertanyaan yang dibagi menjadi 1 pertanyaan
yang berkaitan dengan kelayakan isi" 0 pertanyaan tentang bahasa" , pertanyaan tentang
penyajian materi ajar"dan , pertanyaan tentang multikultural.
Tab&l -% <ekapitulasi analisis kebutuhan peserta didik akan materi ajar membaca
berwawasan multikultural dengan media saji $&T
N( As4&"
Jumla' bui!
4&n5aaan
Jumla'
!&s4(nd&n
S"(! Ka&,(!i
2 Kelayakan isi 1 ,+ 801 Sangat dibutuhkan
/ Bahasa 0 ,+ 2=// Dibutuhkan
* Penyajian , ,+ 2/*) Sangat dibutuhkan
= ultikultural , ,+ 22)+ Sangat dibutuhkan
Berdasarkan tabel di atas dapat dibuat simpulan bahwa peserta didik sangat
membutuhkan materi ajar membaca yang berwawasan multikultural Karena dengan
mengetahui wawasan multikultural peserta didik dapat menghargai teman dan budaya
dari daerah lain.
-% P&nilaian Gu!u T&!'ada4 Ma&!i A.a! M&mba$a Pada Bu"u T&"s
6asil penilain guru terhadap materi ajar membaca di buku teks bahasa $ndonesia
merupakan hasil analisis kuesioner dengan responden 11 guru. Karakteristik responden
adalah guru" kepala sekolah" dan pengawas sekolah berprestasi yang berasal dari /=
kabupaten di Pro(insi ;awa Tengah. ;umlah responden ada 11 yang terdiri dari /1 guru
kelas" guru yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala sekolah berjumlah 20"
sedangkan guru yang mendapat tugas tambahan sebagai pengawas ada 2/ orang. Aatar
belakang kuali#ikasi pendidikan yang dimiliki adalah sarjana pendidikan =) guru"
magister pendidikan 0 guru. dengan masa kerja 1!2+ tahun ada 2/ orang" masa kerja 22!
/+ tahun berjumlah =+ orang" dan yang mempunyai masa kerja /2!*+ tahun ada * orang.
Buku teks bahasa $ndonesia yang dianalisis oleh guru adalah buku teks bahasa
$ndonesia yang digunakan oleh guru kelas sebagai materi ajar membaca yang dibeli
melalui dana B3S buku tahun /++8 yang diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Basional
Departemen Pendidikan Basional Tahun /++0. Buku yang dianalisis berjumlah ,
yaitu %2' <emar 0erbahasa Indonesia I karangan Karsidi" dan Ba#ron 6asyim" %/'
0ahasa Indonesia .embuatku Cerdas ' karangan >di Carsidi dan @arikha #!
0ahasa Indonesia .embuatku Cerdas # karangan >di Carsidi dan @arikha"%='
0ahasa Indonesia .embuatku Cerdas > karangan >di Carsidi dan @arikha"
%1'0ahasa Indonesia untuk ?ekolah Dasar 4elas / karangan ?mi Buraeni dan
$ndriyani" dan %,' 0ahasa Indonesia .embuatku Cerdas % karangan >di Carsidi
dan @arikha.
6asil penilaian guru terhadap buku teks bahasa $ndonesia yang digunakan oleh
guru sebagai berikut %2' aspek kelayakan isi materi ajar membaca pada buku teks bahasa
$ndonesia dari 11 guru yang menyatakan 8"+8- sangat sesuai dan 0,"0/- sesuai"dan
yang menyatakan tidak sesuai ="+8-" %/' aspek kelayakan bahasa dari 11 guru
menyatakan )")*- sangat sesuai dan 0*"20- sesuai"yang menyatakan tidak sesuai
)")*-"dan yang menatakan sangat tidak sesuai 2"*,- %*' aspek kelayakan penyajian dari
11 guru yang menyatakan 2+"82- sangat sesuai" )+"=1- sesuai" 1"=1 menyatakan tidak
sesuai"dan 2*"20- menyatakan sangat tidak sesuai" dan %=' aspek gra#ika dari 11 guru
yang menyatakan 8"+8 menyatakan sangat sesuai" 0*"+*- sesuai" ,",)- tidak sesuai" dan
2"/2- menyatakan sangat tidak sesuai" dan %1' aspek wawasan multikultural materi ajar
membaca pada buku teks bahasa $ndonesia dari 11 guru yang menyatakan +")1-
berpendapat sesuai" */")*- menyatakan tidak sesuai dengan wawasan multikultural"
sedangkan ,,"1= - berpendapat sangat tidak sesuai. 6asil penilaian guru terhadap materi
ajar membaca pada buku teks bahasa $ndonesia dapat dilihat pada gra#ik di bawah ini.
0
10
20
30
40
50
60
70
80
90
1 2 3 4 5
SS
S
TS
STS

G!a*i" )% Penilaian buku teks bahasa $ndonesia
Berdasarkan penilaian tersebut maka dapat disimpulkan %2' kelayakan isi" sudah
sesuai dengan standar kompetensi" kompetensi dasar yang tercantum dalam standar isi
%kurikulum' sedangkan untuk kedalaman dan keluasan materi ajar sudah sesuai dengan
tingkat perkembangan peserta didik" kelayakan bahasa" kelayakan penyajian" dan
kelayakan gra#ika sudah sesuai" dan %/' wawasan multikultural pada materi ajar membaca
masih menyisakan ruang untuk penyempurnaan karena keanekaragaman budaya yang
ditampilkan sebagian besar berasal dari pulau ;awa. Padahal $ndonesia adalah masyarakat
yang memiliki keragaman bahasa" sosial budaya" etnis" suku" agama" dan status sosial.
/% U.i C(ba T&!baas dan R&0isi
?ji coba terbatas materi ajar membaca dilaksanakan dengan langkah: %2'
memperkenalkan rancangan materi ajar membaca berwawasan multikultural berupa teks
bacaan" %/' penjelasan mengenai karakteristik dan cara menggunakan materi ajar
membaca berwawasan multikultural" dan %*' tanggapan dari subjek untuk memperoleh
masukkan untuk penyempurnaan dan perbaikan rancangan akhir.
6al ini terlihat dari aspek kelayakan isi yang terdiri dari %2' keterkaitan materi ajar
dengan standar kompetensi yang menunjukkan )0- guru menyatakan materi ajar sangat
sesuai" //- guru menyatakan materi ajar sesuai" %/' )0- guru menyatakan materi ajar
yang disajikan sangat sesuai dengan kompetensi dasar" //- guru menyatakan materi ajar
K&&!an,an
A% )% As4&" "&la5a"an isi
+% As4&" "&la5a"an ba'asa
B% -% As4&" "&la5a"an 4&n5a.ian
C% /% As4&" ,!a*i"a
D% 1% As4&" muli"ulu!al
sesuai" %*' kedalaman materi ajar mendukung ketercapaian kompetensi dasar ,)- guru
menyatakan materi ajar sangat mendukung" **- guru menyatakan materi ajar
mendukung" %=' kedalaman materi ajar mendukung ketercapaian standar kompetensi 1,-
guru menyatakan materi ajar sangat mendukung" ==- guru menyatakan materi ajar
mendukung" %1' keluasan materi ajar mendukung ketercapaian standar kompetensi ,)-
guru menyatakan materi ajar sangat mendukung" **- guru menyatakan materi ajar
mendukung" %,' kedalaman materi ajar mendukung ketercapaian kompetensi dasar 1,-
guru menyatakan materi ajar sangat mendukung" ==-guru menyatakan materi ajar
mendukung" %)' kesesuaian materi ajar dengan tingkat perkembangan peserta didik ,)-
guru menyatakan materi ajar sangat sesuai" **- guru menyatakan materi ajar sesuai" dan
%0' kesesuaian materi ajar dengan pengalaman belajar peserta didik )0- guru
menyatakan materi ajar sangat sesuai" //- guru menyatakan materi ajar sesuai.
4spek kelayakan bahasa materi ajar dinilai baik" sebab pada indikator %2' 22-
guru menilai pemilihan kosakata dalam materi ajar sangat sesui dengan kaidah ketepatan"
08- guru menyatakan sesuai" %/' **- guru menilai pemilihan kosakata dalam materi ajar
sangat sesui dengan kaidah kecocokan" ,)- guru menyatakan sesuai" %*' **- guru
menilai struktur kalimat sangat sesuai dengan tingkat penguasaan bahasa peserrta didik"
1,- guru menyatakan sesuai" 22- guru menyatakan tidak sesuai" %=' //- guru menilai
struktur kalimat sangat sesuai dengan tingkat kognisi peserta didik" ,)- guru
menyatakan sesuai" 22 guru menyatakan tidak sesuai" %1' //- guru menilai pemilihan
komposisi karangan dalam materi ajar sangat sesuai" )0- guru menyatakan sesuai" %,'
**- guru menilai pemilihan komposisi karang sangat sesuai dengan in#ormasi yang
disampaikan" ,)- guru menyatakan sesuai" dan %)' ==- guru menilai materi ajar yang
digunakan sangat sesui tingkat keterbacaan peserta didik" 1,- guru menyatakan sesuai.
4spek kelayakan penyajian materi ajar dinilai baik" sebab pada indikator %2' ==-
dinilai oleh guru materi yang disajikan sangat mendukung pencapaian tujuan membaca"
1,- dinilai oleh guru mendukung" %/' **- dinilai oleh guru materi yang disajikan sangat
mendukung minat baca peserta didik" 1,- dinilai oleh guru mendukung dan 22- kurang
mendukung" %*' 1,- guru menilai materi latihan dan tugas sangat menunjang pencapaian
kompetensi" ==- guru menilai menunjang" %=' 1,- dinilai oleh guru materi yang
disajikan dalam bentuk &D sangat membantu ketercapaian kompetensi membaca"
sedangkan ==- menilai materi yang disajikan dengan &D membantu pencapaian
kompetensi membaca" %1' ** - dinilai oleh guru bahwa pengorganisaian materi sangat
berman#aat dalam mendukung kebutuhan komunikasi" ,)- menyatakan materi itu
mendukung kebutuhan komunikasi.
4spek kelayakan penyajian materi ajar dinilai baik" sebab pada indikator %2' //-
guru menilai bahwa letak huru#" jenis huru#" dan ukuran huru# dalam materi ajar sangat
sesuai" )0- guru menilai sesuai" %/' 22- guru menilai bahwa tata letak dan ilustrasi
pada materi ajar sangat memberi daya tarik kepada peserta didik untuk membaca" )0-
menilai memberi daya tarik" dan 22 guru menilai tata letak dan ilustrasi tidak
memberikan daya tarik kepada peserta didik untuk membaca" dan %*' 22- guru menilai
pemberian warna sudah sangat sesuai pada materi ajar" sedangkan 08- menilai
pemberian warna pada materi ajar sesuai.
4spek kelayakan multikultural model materi ajar dinilai baik" sebab pada
indikator %2' 08- guru menilai bahwa dengan keanekaragaman budaya" 22- guru
menilai sesuai dengan keanekaragaman budaya" %/' ,)- guru menilai bahwa teks bacaan
pada model materi ajar membaca sangat berkaitan dengan keanekaragaman budaya" dan
**- guru menilai teks bacaan berkaitan dengan keanekaragaman budaya" %*' )0- guru
menilai bahwa cerita rakyat pada model materi ajar membaca sangat berkaitan dengan
keanekaragaman budaya" dan //- guru menilai cerita rakyat berkaitan dengan
keanekaragaman budaya" %=' ,)- guru menilai bahwa kesenian rakyat yang
diperkenalkan pada model materi ajar membaca sangat berkaitan dengan
keanekaragaman budaya" dan //- guru menilai kesenian rakyat yang dipernalkan
berkaitan dengan keanekaragaman budaya" %1' 1,- guru menilai bahwa pengenalan
budaya tpada model materi ajar membaca sangat cukup memberikan pemahaman tentang
pendidikan multikultural" dan ==- guru menilai cukup memberikan pemahaman
pendidikan multikultural" %,' ,)- guru menilai bahwa tugas dan latihan pada model
materi ajar membaca sangat mendorong peserta didik untuk menerima dan menghargai
keanekaragaman budaya" dan **- guru menilai cukup mendorong peserta didik untuk
menerima dan menghargai keanekaragaman budaya" dan %,' 1,- guru menilai bahwa
model materi ajar membaca berwawasan multikultural sangat sangat membantu peserta
didik untuk melestarikan budaya $ndonesia sedangkan ==- guru menilai cukup
membantu peserta didik untuk untuk melestarikan budaya $ndonesia.
Secara keseluruhan keterkaitan dengan aspek kelayakan isi" kelayakan bahasa"
kelayakan penyajian" kelayakan gra#ika" dan kelayakan multikultural dapat dikatakan
bahwa jumlah responden yang menyatakan materi ajar rancangan awal sangat e#ekti#
adalah 1+-" yang menyatakan e#ekti# =8-" dan yang menyatakan kurang e#ekti# 2-.
1% U.i C(ba Luas
?ji secara luas adalah pengujian lanjutan model materi ajar membaca setelah
diperbaiki adalah uji secara luas. ?ji secra luas dalam penelitian ini dilaksanakan dengan
%2' meminta kembali tanggapan responden atas re(isi rancangan awal banyak" %/' analisis
kesesuaian bahan ajar dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar pada standar isi
%kurikulum'" dan %*' analisis perbedaan antara model yang ada dan model yang telah
dikembangkan.
Berdasarkan tanggapan responden terhadap hasil re(isi rancangan awal menunjukkan
bahwa model materi ajar membaca berwawasan multikultural ajar cukup e#ekti#
digunakan sebagai materi ajar membaca dalam pembelajaran bahasa $ndonesia di sekolah
dasar. 6al ini terlihat dari aspek %2' kelayakan isi adanya keterkaitan materi ajar membaca
ajar dengan dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar %kurikulum' yang
menunjukkan )1- responden menyatakan materi ajar membaca memiliki keterkaitan
yang sangat tinggi. /1- responden menyatakan materi ajar membaca cukup memiliki
keterkaitan. dan +- responden menyatakan materi ajar membaca tidak memiliki
keterkaitan. %/' aspek bahasa pada materi ajar membaca dinilai sangat baik oleh )="22-
responden. dinilai baik oleh /1"08-. dan dinilai kurang oleh +- responden. %*' aspek
penyajian dinilai sangat baik oleh )+"=/- responden. dinilai baik oleh /8"10-. dan
dinilai kurang oleh + - responden. %=' aspek gra#ika pada materi ajar membaca dinilai
sangat baik oleh )+"=/- responden. dinilai cukup baik oleh /8"10-. dan dinilai kurang
oleh + - responden" sedangkan untuk %1' aspek wawasan multikultural dinilai sangat baik
oleh 11"1,- responden. dinilai baik oleh =="==-. dan dinilai kurang oleh + - responden.
Secara keseluruhan aspek kelayakan isi" kelayakan kebahasaan" kelayakan
penyajian dan kelayakan wawasan miltikultural dapat dikatakan bahwa jumlah responden
yang menyatakan materi ajar re(isi rancangan awal sangat e#ekti# adalah )*"+,-. yang
menyatakan e#ekti# /," ,)-. dan yang menyatakan kurang e#ekti# +-.
6% U.i La4an,an O4&!asi(nal 7U.i K&&*&"i*an8
?ji kee#ekti#an atau uji lapangan operasional dilaksanakan untuk menentukan
apakah produk model materi ajar membaca hasil dari pengembangan sudah siap untuk
digunakan secara operasional di lapangan tanpa kehadiran peneliti. ?ji kee#ekti#an model
materi ajar membaca dilaksanakan di SDB Sigentong +2" SDB Brebes +," dan SD Swasta
$slam 4l!4Dhar /1 Semarang. Pelaksanaan uji ke#ekti#an ini melibatkan ,+ subjek peserta
didik yang berasal dari tiga sekolah dasar. Setiap sekolah diambil /+ peserta didik yang
duduk di kelas 7 secara acak. 6asil dari uji!t dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tab&l /% 6asil uji kee#ekti#an materi ajar membaca dengan ?ji!t
Bo. ateri 4jar embaca
<ata!
<ata
Pretes
<ata!
<ata
Postes
T
hitung
T
tabel
4 5 +"+1 4 5 +"+2
2
Teks percakapan EPencak
SilatF
,0"+1 )1"81 /2"/+=
/"+++ /",,+
/
Teks bacaan EBenek
oyangku 3rang PelautF
,0"0* ),"1* 2)"/2+
*
embaca puisi
berjudulEajemukF
,8"10 )1"=) 2*"0)0
=
enyimpulkan isi cerita
rakyat ESuri $kun dan Dua
BurungF
)+"/+ )0"=1 2)",80

Berdasarkan tabel 2, di atas dapat dijelaskan sebagai berikut. Bilai dalam tabel t
dengan derajat kebebasan %d#' 18" menunjukkan bahwa nilai t untuk tara# signi#ikansi +"+1
adalah /"+++ dan tara# signi#ikansi +"+2 adalah /",,+. Dengan demikian maka t
rasio
atau
t
hitung
lebih besar dari t
tabel
" maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat
signi#ikan antara hasil tes sebelum menggunakan materi ajar pada buku teks bahasa
$ndonesia dengan hasil tes setelah menggunakan model materi ajar membaca hasil
pengembangan. $ni berarti bahwa model materi ajar membaca hasil pengembangan e#ekti#
digunakan untuk peserta didik kelas 7 sekolah dasar.
E% Sim4ulan dan Sa!an
Sim4ulan
Simpulan penelitian pengembangan model materi ajar membaca berwawasan
multikultural untuk kelas 7 sekolah dasar adalah sebagai berikut.
2. 6asil kuesioner yang diberikan kepada 11 responden guru sekolah dasar di /= kabupaten
;awa Tengah didapatkan skor total =02= dengan prosentase 00"/*-. Berdasarkan rentang
skor analisis kebutuhan guru akan pengembangan materi ajar membaca yang berwawasan
multikutural dengan media saji $&T didapatkan sebagai berikut: +!2=*+ termasuk tidak
dibutuhkan" 2=*2!/0,+ kategori kurang dibutuhkan" /0,2!=/8+ kategori dibutuhkan" dan
=/82!1)/2 kategori sangat dibutuhkan.
/. Dari hasil kuesioner yang diperoleh kemudian dianalisis dan didapat skor =8*2 dengan
prosentase 0,"/2-. Berdasarkan rentang skor analisis kebutuhan peserta didik akan
materi ajar membaca yang berwawasan multikutural dengan media saji $&T didapatkan
sebagai berikut: +!21++ termasuk tidak dibutuhkan" 21+2!*+++ kategori kurang
dibutuhkan" *++2!=1++ kategori dibutuhkan" dan =1+2!,+++ kategori sangat dibutuhkan.
Dari rentang skor yang dipaparkan di atas hasil perhitungan kuesioner masuk kategori
sangat diperlukan.
*. Berdasarkan penilaian tersebut maka dapat disimpulkan %2' kelayakan isi" sudah sesuai
dengan standar kompetensi" kompetensi dasar yang tercantum dalam standar isi
%kurikulum' sedangkan untuk kedalaman dan keluasan materi ajar sudah sesuai dengan
tingkat perkembangan peserta didik" kelayakan bahasa" kelayakan penyajian" dan
kelayakan gra#ika sudah sesuai" dan %/' wawasan multikultural pada materi ajar membaca
masih menyisakan ruang untuk penyempurnaan karena keanekaragaman budaya yang
ditampilkan sebagian besar berasal dari pulau ;awa.
=. Prosedur dalam mengembangkan silabus materi ajar membaca yang berwawasan
multikultural adalah sebagai berikut: %2' menulis standar kompetensi dan kompetensi
dasar" %/' materi pembelajaran" %*' mengembangkan kegiatan pembelajaran" %1'
merumuskan indikator pencapaian kompetensi" %,' menentukan jenis penilaian yang
sesuai dengan karakteristik setiap standar kompetensi dan kompetensi dasar" %)'
menentukan alokasi waktu yang dibutuhkan" dan %0' menentukan sumber belajar yang
akan digunakan sebagai rujukan.
1. ateri ajar membaca yang dirancang adalah teks bacaan untuk kelas 1 sekolah dasar
yang berjudul Eateri 4jar embaca Berwawasan ultikulturalF. Teks bacaan ini berisi
tentang keanekaragaman budaya $ndonesia yang dapat mem#asilitasi peserta didik untuk
memahami" mengenal" mengahargai dan melestarikan budaya suku bangsa $ndonesia.
Buku teks bacaan ini memiliki struktur sebagai berikut: %2' standar kompetensi" %/'
kompetensi dasar" %*' in#ormasi pendahuluan tentang materi ajar membaca"%=' model teks
bacaan materi ajar membaca" %1' latihan kebahasaan yang terkait dengan pengembangan
kompetensi" dan %,' tugas %unjuk kinerja' untuk melatih dan menge(aluasi pencapaian
kompetensi.
,. Simpulan dari hasil uji coba terbatas secara keseluruhan keterkaitan dengan aspek
kelayakan isi" kelayakan bahasa" kelayakan penyajian" kelayakan gra#ika" dan kelayakan
multikultural dapat dikatakan bahwa jumlah responden yang menyatakan materi ajar
rancangan awal sangat e#ekti# adalah 1+-. yang menyatakan e#ekti# =8-. dan yang
menyatakan kurang e#ekti# 2-. Simpulan hasil uji coba luas secara keseluruhan aspek
kelayakan isi" kelayakan kebahasaan" kelayakan penyajian dan kelayakan wawasan
miltikultural dapat dikatakan bahwa jumlah responden yang menyatakan materi ajar
re(isi rancangan awal sangat e#ekti# adalah )*"+,-. yang menyatakan e#ekti# /," ,)-.
dan yang menyatakan kurang e#ekti# +-.
). Simpulan hasil uji kee#ekti#an terdapat perbedaan yang sangat signi#ikan antara hasil tes
sebelum menggunakan materi ajar pada buku teks bahasa $ndonesia dengan hasil tes
setelah menggunakan model materi ajar membaca hasil pengembangan. $ni berarti bahwa
model materi ajar membaca hasil pengembangan e#ekti# digunakan untuk peserta didik
kelas 7 sekolah dasar. Karena nilai dalam tabel t dengan derajat kebebasan %d#' 18"
menunjukkan bahwa nilai t untuk tara# signi#ikansi +"+1 adalah /"+++ dan tara#
signi#ikansi +"+2 adalah /",,+. Dengan demikian maka t
rasio
atau t
hitung
lebih besar dari t
tabel
.
Sa!an#
4dapun saran!saran hasil penelitian adalah sebagai berikut:
2. ?ntuk 9uru
9uru seyogyanya menyusun materi ajar sebelum melaksanakan pembelajaran di kelas.
Karena keberadaan materi ajar %instructional materials' merupakan unsur penting karena
menentukan keberhasilan pada suatu sistem pendidikan serta membantu peserta didik
untuk pencapaian kompetensinya.
/. Penyusun ateri 4jar
Bagi penyusun materi ajar" seperti penulis buku ajar" penerbit" guru dan pusat perbukuan
sebaiknya mempertimbangkan analisis kebutuhan peserta didik dan guru" dan wawasan
multikultural agar pengguna materi ajar memahami dan menghargai keanekaragaman
suku" budaya" agama dan etnis.
*. Pusat Perbukuan
Pusat Perbukuan disarankan untuk mengkaji kembali buku teks bahasa $ndonesia untuk
sekolah dasar karena isi materi ajar pada buku teks bahasa $ndonesia masih kurang
mencerminkan keanekaragaman budaya bangsa $ndonesia.
DA9TAR PUSTAKA
4nderson" 3.C." Krathwohl" D.<. /++2. + Taxonomy @earning, Teaching, and +ssessing3 +
5evision of 0loomAs Taxonomy -ducational Bb;ectives. Bew Gork: Aongman.
Barjono. /++1. 0uku Teks 2ela;aran yang 4urang .eng=Indonesia. ajalah Pendidikan
9erbang. 2= H 21.
Borg" Calter <." eredith D. 9all. 280*. -ducational 5esearch3 +n Introduction. Bew Gork I
Aondon: Aongman.
&unningsworth" 4llan. 280=. -valuating and ?electing -C@ Teaching .aterials. Aondon:
6einemann >ducational Books.
Depdiknas. /++,. 2edoman .emilih dan .enyusun 0ahan +;ar. ;akarta: BSBP.
>kowardoyo" Karno. B. /++0. 2edoman 2enyusunan 0uku +;ar 0ahasa 9awa. akalah
disampaikan pada Seminar Basional Peran Bahasa $ndonesia Dalam Pencerdasan
4nak Bangsa. Semarang: ?BB>S.
;an ikk. /+++. Textbook3 5esearch and 7riting. @rank#urt" ." Berlin" Bern" Brussels" Bew
Gork" 3J#ord" 7ienna: Peter Aang" Book <e(iew 2 %http:www.lars.ring.com" /++/'.
ah#ud" &hoirul. /++,. 2endidikan .ultikultural. Gogyakarta: Pustaka Pelajar.
Bunan" Da(id. 2882. @anguage Teaching .ethodology. Aondon: Prentice 6all.
Setyosari" Panuji. /+2+. .etode 2enelitian 2endidikan dan 2engembangan. ;akarta: Kencana
Prenada edia 9roup.
<okhman" @athur. /++,. .engembangkan 4omunikasi @intas 0udaya yang 0ermakna dalam
.asyarakat .ultikultural 2erspektif ?osiolinguistik. Pidato Pengukuhan 9uru Besar
?BB>S"// ;uni /++,. Semarang: ?BB>S.
Samsudi" /++,. Desain 2enelitian 2endidikan. Semarang: ?BB>S Press.
Tomlinson" Brian. %ed.'. 2880. E.aterials Development in @anguage TeachingD. &ambridge:
&ambridge ?ni(ersity Press.
Trianto" 4gus. /++1. 2engembangan 0ahan +;ar3 2enelitian Dan 2engembangan .odel 0ahan
+;ar 0ahasa Indonesia Entuk ?@T2 ?ebagai Implementasi 4urikulum 0erbasis
4ompetensi '$$>!. Disertasi" ?ni(ersitas Begeri ;akarta.
Tulalessy" &hristina. /++=. ?osiokultural dalam 0uku 2ela;aran. Buletin Pusat Perbukuan" =,!=)