Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN PENDAHULUAN

HIRSCHPRUNG DISEASE
A. Pengertian
- Penyakit Hirschprung adalah kelainan bawaan penyebab gangguan pasase usus
(Ariff Mansjoer, dkk. 2!. "ikenalkan perta#a kali oleh Hirschprung tahun $%%&.
'uelser dan (ilson, $)*% #enge#ukakan bahwa pada dinding usus yang #enye#pit
tidak dite#ukan ganglion parasi#patis.
- Hirschsprung adalah ano#ali kongenital yang #engakibatkan obstruksi #ekanik
karena ketidak adekuatan #otilitas sebagian dari usus ("onna +. (ong, 2,!.
B. Etiologi
Penyakit ini disebabkan aganglionosis Meissner dan Aurbach dala# lapisan dinding
usus, #ulai dari spingter ani internus ke arah proksi#al, -. terbatas di daerah
rektosig#oid, $. sa#pai seluruh kolon dan sekitarnya /. dapat #engenai seluruh
usus sa#pai pilorus. "iduga terjadi karena faktor genetik sering terjadi pada anak
dengan "own 0yndro#, kegagalan sel neural pada #asa e#brio dala# dinding usus,
gagal eksistensi, kranio kaudal pada #yentrik dan sub #ukosa dinding ple1us.
C. Macam-macam Hirsc!r"ng
2erdasarkan panjangnya seg#en yang terkena dapat di bedakan #enjadi 2 type 3
$. Penyakit Hirschprung seg#en pendek
0eg#en agangliosis #ulai anus sa#pai sig#oid. Merupakan -. dari kasus
penyakit Hirschprung dan lebih sering di te##ukan pada anak laki-laki dibanding
anak pere#puan.
2. Penyakit Hirschprung seg#en panjang
"aerah Aganglionosis dapat #elebihi sig#oid.bahkan dapat #engenai seluruh kolon
sa#pai usus halus. "i te#ukan sa#a banyak antara pada laki-laki dan pere#puan.
D. Mani#estasi $linis
$. 2ayi yang baru lahir
- "ala# rentang waktu 2*-*% ja#, bayi tidak #engeluarkan Meconiu# (kotoran
perta#a bayi yang berbentuk seperti pasir berwarna hijau kehita#an!
- Malas #akan
- Muntah yang berwarna hijau
- Pe#besaran perut (perut #enjadi buncit!
2. Pada #asa pertu#buhan (usia $-, tahun!3
- 4idak dapat #eningkatkan berat badan
- 5onstipasi (se#belit!
- Pe#besaran perut (perut #enjadi buncit!
- "iare cair yang keluar seperti dise#prot
- "e#a# dan kelelahan adalah tanda-tanda dari radang usus halus dan dianggap
sebagai keadaan yang serius dan dapat #enganca# jiwa.
,. Pada anak diatas , tahun, gejala bersifat kronis 3
- 5onstipasi (se#belit!
- 5otoran berbentuk pita
- 2erbau busuk
- Pe#besaran perut
- Pergerakan usus yang dapat terlihat oleh #ata (seperti gelo#bang!
- Menunjukkan gejala kekurangan gi6i dan ane#ia
E. $om!li%asi
$. 7nterokolitis
Merupakan ko#plikasi yang paling berbahaya dan dapat berakibat ke#atian.
Mekanis#e ti#bulnya enterokolitis karena adanya obstruksi parsial. 8bstruksi usus
pasca bedah disebabkan oleh stenosis anasto#osis, sfingter ani dan kolon
aganglionik yang tersisa #asih spastic. Manifestasi klinik dari enterokolitis berupa
distensi abdo#en diikuti tanda obstruksi seperti9 #untah hijau, feses keluar secara
eksplosif cair dan berbau busuk. 7nterokolitis nekrotikan #erupakan ko#plikasi
parah yang dapat #enyebabkan nekrosis dan perforasi
2. 5ebocoran Anasto#ose
5ebocoran dapat disebabkan oleh ketegangan yang berlebihan pada garis
anasto#ose, :askularisasi yang tidak adekuat pada kedua tepi sayatan ujung usus,
infeksi dan abses sekitar anasto#ose serta trau#a colok dubur atau businasi pasca
operasi yang dikerjakan terlalu dini dan tidak hati-hati. 4erjadi peningkatan suhu
tubuh terdapat infiltrat atau abses rongga pel:is.
,. 0tenosis
0tenosis dapat disebabkan oleh gangguan penye#buhan luka di daerah anasto#se,
infeksi yang #enyebabkan terbentuknya jaringan fibrosis, serta prosedur bedah yang
dipergunakan. Manifestasi yang terjadi dapat berupa gangguan defekasi, distensi
abdo#en, enterokolitis hingga fistula perianal, elain itu 3
- 8bstruksi usus
- 5onstipasi
- 5etidaksei#bangan cairan dan elektrolit
- 7ntrokolitis
- 0truktur anal dan inkontinensial (post operasi!
&. Pemeri%saan Diagnosti%
$. ;oto abdo#en
Pada bayi #uda yang #engala#i obstruksi, radiografi abdo#en anteroposterior pada
posisi berdiri #enunjukkan lengkung usus. <adiografi abdo#en lateral pada posisi
berdiri tidak #e#perlihatkan adanya udara rectu#, yang secara nor#al terlihat di
daerah presakral. Pe#eriksaan yang #erupakan standard dala# #enegakkan
diagnosa Hirschsprung adalah bariu# ene#a, di#ana akan diju#pai , tanda khas3
- 4a#pak daerah penye#pitan di bagian rektu# ke proksi#al yang panjangnya
ber:ariasi.
- 4erdapat daerah transisi, terlihat di proksi#al daerah penye#pitan ke arah daerah
dilatasi.
- 4erdapat daerah pelebaran lu#en di proksi#al daerah transisi.
2. 0tudi 5ontras 2ariu#
Pada kasus yang diduga penyakit hirschprung, sebaiknya dilakukan pe#eriksaan
bariu# ene#a tanpa persiapan. 4e#uan diagnostic yang #eliputi adanya perubahan
taja# pada ukuran dia#eter potongan usus ganglionik dan aganglionik, kontraksi
=gigi gergaji (sawtooth!> yang irregular pada seg#en aganglionik, lipatan trans:ersa
paralel pada kolon proksi#al yang #engala#i dilatasi, dan kegagalan #enge:akuasi
bariu#. "ia#eter rectu# lebih se#pit daripada dia#eter kolon sig#oid.
Pe#eriksaan dengan bariu# ene#a, akan bisa dite#ukan 3
- "aerah transisi
- ?a#baran kontraksi usus yang tidak teratur di bagian usus yang #enye#pit
- 7ntrokolitis pada seg#en yang #elebar
- 4erdapat retensi bariu# setelah 2*-*% ja#
- Apabila dari foto bariu# ene#a tidak terlihat tanda-tanda khas penyakit
Hirschsprung, #aka dapat dilanjutkan dengan foto retensi bariu#, yakni foto
setelah 2*-*% ja# bariu# dibiarkan #e#baur dengan feces. ?a#baran khasnya
adalah terlihatnya bariu# yang #e#baur dengan feces kearah proksi#al kolon.
0edangkan pada penderita yang bukan Hirschsprun? na#un disertai dengan
obstipasi kronis, #aka bariu# terlihat #enggu#pal di daerah rektu# dan sig#oid.
,. Mano#etri Anorektal
Pe#eriksaan #ano#etri anorektal adalah suatu pe#eriksaan objektif #e#pelajari
fungsi fisiologi defekasi pada penyakit yang #elibatkan spinkter anorektal. "ala#
prakteknya, #ano#etri anorektal dilaksanakan apabila hasil pe#eriksaan klinis,
radiologis dan histologis #eragukan. Pada dasarnya, alat ini #e#iliki 2 ko#ponen
dasar3 transduser yang sensitif terhadap tekanan seperti balon #ikro dan kateter
#ikro, serta sisite# pencatat seperti poligraph atau ko#puter. 2eberapa hasil
#ano#etri anorektal yang spesifik bagi penyakit Hirschsprung adalah3
- Hiperakti:itas pada seg#en yang dilatasi
- 4idak diju#pai kontraksi peristaltik yang terkoordinasi pada seg#en usus
aganglionik
- 0a#pling refle1 tidak berke#bang. 4idak diju#pai relaksasi spinkter interna
setelah distensi rektu# akibat desakan feces. 4idak diju#pai relaksasi spontan.
*. 2iopsi <ektal
Pe#eriksaan ini #e#berikan diagnosa definitif dan digunakan untuk #endeteksi
ketiadaan ganglion. 2iopsy rektal ini tidak adanya sel ganglion di dala# pleksus
sub#ukosa dan pleksus #ienterikus serta peningkatan akti:itas asetilkolinesterase
pada serabut saraf dinding usus.
/. Pe#eriksaan colok anus
Pada pe#eriksaan ini jari akan #erasakan jepitan dan pada waktu tinja yang
#enye#prot. Pe#eriksaan ini untuk #engetahui bau dari tinja, kotoran yang
#enu#puk dan #enyu#bat pada usus di bagian bawah dan akan terjadi
pe#busukan.
G. Penatala%sanaan
$. Medis
Penatalaksaan operasi adalah untuk #e#perbaiki portion aganglionik di usus besar
untuk #e#bebaskan dari obstruksi dan #enge#balikan #otilitas usus besar sehingga
nor#al dan juga fungsi spinkter ani internal. Ada dua tahapan dala# penatalaksanaan
#edis yaitu3
- 4e#porari osto#y dibuat proksi#al terhadap seg#en aganglionik untuk #elepaskan
obstruksi dan secara nor#al #ele#ah dan terdilatasinya usus besar untuk
#enge#balikan ukuran nor#alnya.
- Pe#bedahan koreksi diselesaikan atau dilakukan lagi biasanya saat berat anak
#encapai sekitar ) 5g (2 pounds! atau sekitar , bulan setelah operasi perta#a.
Ada beberapa prosedur pe#bedahan yang dilakukan seperti 0wenson, "uha#el,
2oley @ 0oa:e. Prosedur 0oa:e adalah salah satu prosedur yang paling sering
dilakukan terdiri dari penarikan usus besar yang nor#al bagian akhir di#ana #ukosa
aganglionik telah diubah.
2. 5onser:atif
Pada neonatus dengan obstruksi usus dilakukan terapi konser:atif #elalui
pe#asangan sonde la#bung serta pipa rektal untuk #engeluarkan #ekoniu# dan
udara.
,. 4indakan bedah se#entara
- 5olosto#i dikerjakan pada pasien neonatus, pasien anak dan dewasa yang
terla#bat didiagnosis dan pasien dengan enterokolitis berat dan keadaan u#u#
#e#buruk.
- 5olosto#i dibuat di kolon berganglion nor#al yang paling distal.
*. 4erapi far#akologi
- Penggunaan laksatif sebagian besar dan juga #odifikasi
diet dan wujud feses adalah efektif
- 8bat kortikosteroid dan obat anti-infla#atori digunakan dala# #egakolon toksik.
4idak #e#adatkan dan tidak #enekan feses #enggunakan tuba
/. Perawatan
Perhatikan perawatan tergantung pada u#ur anak dan tipe pelaksanaanya bila
ketidak#a#puan terdiagnosa sela#a periode neonatal, perhatikan uta#a antara lain3
- Me#bantu orang tua untuk #engetahui adanya kelainan kongenital pada anak
secara dini.
- Me#bantu perke#bangan ikatan antara orang tua dan anak.
- Me#persiapkan orang tua akan adanya inter:ensi #edis (pe#bedahan!
- Menda#pingi orang tua pada perawatan colosto#y setelah rencana pulang
Pada perawatan preoperasi harus diperhatikan juga kondisi klinis anak-anak dengan #al
nutrisi tidak dapat bertahan dala# pe#bedahan sa#pai status fisiknya #eningkat. Hal ini
sering kali #elibatkan pengobatan si#pto#atik seperti ene#a. "iperlukan juga adanya
diet rendah serat, tinggi kalori dan tinggi protein serta situasi dapat digunakan nutrisi
parenteral total (AP4!.
B 4indakan 2edah "efinitif
- Prosedur 0wenson
8r:ar swenson dan 2ill ($)*%! adalah yang #ula-#ula #e#perkenalkan operasi tarik
terobos (pull-through! sebagai tindakan bedah definitif pada penyakit Hirschsprung.
Pada dasarnya, operasi yang dilakukan adalah rektosig#oidekto#i dengan
preser:asi spinkter ani. "engan #eninggalkan 2-, c# rektu# distal dari linea
dentata, sebenarnya adalah #eninggalkan daerah aganglionik, sehingga dala#
penga#atan pasca operasi #asih sering diju#pai spas#e rektu# yang ditinggalkan.
8leh sebab itu 0wenson #e#perbaiki #etode operasinya (tahun $)&*! dengan
#elakukan spinkterekto#i posterior, yaitu dengan hanya #enyisakan 2 c# rektu#
bagian anterior dan ,/-$ c# rektu# posterior. Prosedur 0wenson di#ulai dengan
approach ke intra abdo#en, #elakukan biopsi eksisi otot rektu#, diseksi rektu# ke
bawah hingga dasar pel:ik dengan cara diseksi serapat #ungkin ke dinding rektu#,
ke#udian bagian distal rektu# diprolapskan #elewati saluran anal ke dunia luar
sehingga saluran anal #enjadi terbalik, selanjutnya #enarik terobos bagian kolon
proksi#al (yang tentunya telah direseksi bagian kolon yang aganglionik! keluar
#elalui saluran anal. "ilakukan pe#otongan rektu# distal pada 2 c# dari anal :erge
untuk bagian anterior dan ,/-$ c# pada bagian posterior, selanjunya dilakukan
anasto#ose end to end dengan kolon proksi#al yang telah ditarik terobos tadi.
Anasto#ose dilakukan dengan 2 lapis jahitan, #ukosa dan sero-#uskuler. 0etelah
anasto#ose selesai, usus dike#balikan ke ka:u# pel:ikC abdo#en. 0elanjutnya
dilakukan reperitonealisasi, dan ka:u# abdo#en ditutup.
- Prosedur "uha#el
Prosedur ini diperkenalkan "uha#el tahun $)/& untuk #engatasi kesulitan diseksi
pel:ik pada prosedur 0wenson. Prinsip dasar prosedur ini adalah #enarik kolon
proksi#al yang ganglionik ke arah anal #elalui bagian posterior rektu# yang
aganglionik, #enyatukan dinding posterior rektu# yang aganglionik dengan dinding
anterior kolon proksi#al yang ganglionik sehingga #e#bentuk rongga baru dengan
anasto#ose end to side. Prosedur "uha#el asli #e#iliki beberapa kele#ahan,
diantaranya sering terjadi stenosis, inkontinensia dan pe#bentukan fekalo#a di
dala# puntung rektu# yang ditinggalkan apabila terlalu panjang. 8leh sebab itu
dilakukan beberapa #odifikasi prosedur "uha#el, diantaranya3
o Modifikasi ?rob3 Anasto#ose dengan pe#asangan 2 buah kle# #elalui sayatan
endoanal setinggi $,/-2,/ c#, untuk #encegah inkontinensia.
o Modifikasi 4albert dan <a:itch3 Modifikasi berupa pe#akaian stapler untuk
#elakukan anasto#ose side to side yang panjang.
o Modifikasi Dkeda3 Dkeda #e#buat kle# khusus untuk #elakukan anasto#ose,
yang terjadi setelah &-% hari ke#udian.
o Modifikasi Adang3 Pada #odifikasi ini, kolon yang ditarik transanal dibiarkan
prolaps se#entara. Anasto#ose dikerjakan secara tidak langsung, yakni pada hari
ke---$* pasca bedah dengan #e#otong kolon yang prolaps dan pe#asangan 2
buah kle#9 kedua kle# dilepas / hari berikutnya. Pe#asangan kle# disini lebih
dititik beratkan pada fungsi he#ostasis.
- Prosedur 0oa:e
Prosedur ini sebenarnya perta#a sekali diperkenalkan <ehbein tahun $)/) untuk
tindakan bedah pada #alfor#asi anorektal letak tinggi. Aa#un oleh 0oa:e tahun
$)&& diperkenalkan untuk tindakan bedah definitif Hirschsprung.
4ujuan uta#a dari prosedur 0oa:e ini adalah #e#buang #ukosa rektu# yang
aganglionik, ke#udian #enarik terobos kolon proksi#al yang ganglionik #asuk
kedala# lu#en rektu# yang telah dikupas tersebut.
- Prosedur <ehbein
Prosedur ini tidak lain berupa deep anterior resection, di#ana dilakukan anasto#ose
end to end antara usus aganglionik dengan rektu# pada le:el otot le:ator ani (2-, c#
diatas anal :erge!, #enggunakan jahitan $ lapis yang dikerjakan intraabdo#inal
ekstraperitoneal. Pasca operasi, sangat penting #elakukan businasi secara rutin
guna #encegah stenosis.
H. As"an $e!era'atan.
$. Pengkajian.
a. Ddentitas.
Penyakit ini sebagian besar dite#ukan pada bayi cukup bulan dan #erupakan
kelainan tunggal. Earang pada bayi pre#atur atau bersa#aan dengan kelainan
bawaan lain. Pada seg#en aganglionosis dari anus sa#pai sig#oid lebih sering
dite#ukan pada anak laki-laki dibandingkan anak pere#puan. 0edangkan
kelainan yang #elebihi sig#oid bahkan seluruh kolon atau usus halus dite#ukan
sa#a banyak pada anak laki-laki dan pere#puan (Agastiyah, $))-!.
b. <iwayat 5eperawatan.
- 5eluhan uta#a.
8bstipasi #erupakan tanda uta#a dan pada bayi baru lahir. 4rias yang sering
dite#ukan adalah #ekoniu# yang la#bat keluar (lebih dari 2* ja# setelah
lahir!, perut ke#bung dan #untah berwarna hijau. ?ejala lain adalah #untah
dan diare.
- <iwayat penyakit sekarang.
Merupakan kelainan bawaan yaitu obstruksi usus fungsional. 8bstruksi total
saat lahir dengan #untah, distensi abdo#en dan ketiadaan e:akuasi
#ekoniu#. 2ayi sering #engala#i konstipasi, #untah dan dehidrasi. ?ejala
ringan berupa konstipasi sela#a beberapa #inggu atau bulan yang diikuti
dengan obstruksi usus akut. Aa#un ada juga yang konstipasi ringan,
enterokolitis dengan diare, distensi abdo#en, dan de#a#. "iare berbau busuk
dapat terjadi.
- <iwayat penyakit dahulu.
4idak ada penyakit terdahulu yang #e#pengaruhi terjadinya penyakit
Hirschsprung
- <iwayat keha#ilan dan kelahiran
 Prenatal
 Aatal
 Post natal
- <iwayat kesehatan keluarga.
4idak ada keluarga yang #enderita penyakit ini diturunkan kepada anaknya.
- <iwayat kesehatan lingkungan.
4idak ada hubungan dengan kesehatan lingkungan.
- D#unisasi.
4idak ada i#unisasi untuk bayi atau anak dengan penyakit Hirschsprung.
- <iwayat pertu#buhan dan perke#bangan.
- Autrisi.
c. Pe#eriksaan fisik.
- 0iste# kardio:askuler.
4idak ada kelainan.
- 0iste# pernapasan.
0esak napas, distres pernapasan.
- 0iste# pencernaan.
F#u#nya obstipasi. Perut ke#bungCperut tegang, #untah berwarna hijau. Pada
anak yang lebih besar terdapat diare kronik. Pada colok anus jari akan
#erasakan jepitan dan pada waktu ditarik akan diikuti dengan keluarnya udara
dan #ekoniu# atau tinja yang #enye#prot.
- 0iste# genitourinarius.
- 0iste# saraf.
4idak ada kelainan.
- 0iste# loko#otorC#uskuloskeletal.
?angguan rasa nya#an.
- 0iste# endokrin.
4idak ada kelainan.
- 0iste# integu#en.
Akral hangat.
- 0iste# pendengaran.
4idak ada kelainan.
d. Pe#eriksaan diagnostik dan hasil.
- ;oto polos abdo#en tegak akan terlihat usus-usus #elebar atau terdapat
ga#baran obstruksi usus rendah.
- Pe#eriksaan dengan bariu# ene#a dite#ukan daerah transisi, ga#baran
kontraksi usus yang tidak teratur di bagian #enye#pit, enterokolitis pada seg#en
yang #elebar dan terdapat retensi bariu# setelah 2*-*% ja#.
- 2iopsi isap, #encari sel ganglion pada daerah sub #ukosa.
- 2iopsi otot rektu#, yaitu penga#bilan lapisan otot rektu#.
- Pe#eriksaan akti:itas en6i# asetilkolin esterase di#ana terdapat
peningkatan akti:itas en6i# asetilkolin eseterase.
2. "iagnosa 5eperawatan
$. ?angguan eli#inasi 2A2 3 obstipasi berhubungan dengan spastis usus dan
tidak adanya daya dorong.
2. ?angguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake
yang inadekuat.
,. 5ekurangan cairan tubuh berhubungan #untah dan diare.
*. ?angguan rasa nya#an berhubungan dengan adanya distensi abdo#en.
/. 5oping keluarga tidak efektif berhubungan dengan keadaan status kesehatan
anak.
G. Perencanaan 5eperawatan
"iagnosa
5eperawatan
Perencanaan 5eperawatan
4ujuan dan
criteria hasil
Dnter:ensi <asional
?angguan
eli#inasi 2A2 3
obstipasi
berhubungan
dengan spastis
usus dan tidak
adanya daya
dorong.
Pasien tidak
#engala#i
ganggguan
eli#inasi dengan
kriteria defekasi
nor#al, tidak
distensi
abdo#en.
$. Monitor cairan
yang keluar dari
kolosto#i
2. Pantau ju#lah
cairan kolosto#i
,. Pantau
pengaruh diet
terhadap pola
defekasi
Mengetahui warna dan
konsistensi feses dan
#enentukan rencana
selanjutnya
Eu#lah cairan yang keluar
dapat diperti#bangkan
untuk penggantian cairan
Fntuk #engetahui diet
yang #e#pengaruhi pola
defekasi terganggu.
?angguan
nutrisi kurang
dari kebutuhan
tubuh
berhubungan
dengan intake
yang
inadekuat.

5ebutuhan nutrisi
terpenuhi dengan
kriteria dapat
#entoleransi diet
sesuai kebutuhan
secara parenteal
atau per oral.
$. 2erikan nutrisi
parenteral sesuai
kebutuhan.
2. Pantau
pe#asukan
#akanan sela#a
perawatan
,. Pantau atau
ti#bang berat
badan.
Me#enuhi kebutuhan
nutrisi dan cairan
Mengetahui kesei#bangan
nutrisi sesuai kebutuhan
$,-,* kalori
Fntuk #engetahui
perubahan berat badan
5ekurangan
cairan tubuh
berhubungan
#untah dan
diare.
5ebutuhan cairan
tubuh terpenuhi
dengan kriteria
tidak #engala#i
dehidrasi, turgor
kulit nor#al.
$. Monitor tanda-
tanda dehidrasi.
2. Monitor cairan
yang #asuk dan
keluar.
,. 2erikan caiaran
sesuai kebutuhan
dan yang
diprograr#kan
Mengetahui kondisi dan
#enentukan langkah
selanjutnya
Fntuk #engetahui
kesei#bangan cairan tubuh
Mencegah terjadinya
dehidrasi
?angguan 5ebutuhan rasa $. 5aji terhadap Mengetahui tingkat nyeri
rasa nya#an
berhubungan
dengan
adanya
distensi
abdo#en.

nya#an
terpenuhi dengan
kriteria tenang,
tidak #enangis,
tidak #engala#i
gangguan pola
tidur
tanda nyeri
2. 2erikan
tindakan
kenya#anan 3
#enggendong,
suara halus,
ketenangan
,. 2erikan obat
analgesik sesuai
progra#
dan #enentukan langkah
selanjutnya
Fpaya dengan distraksi
dapat #engurangi rasa
nyeri
Mengurangi persepsi
terhadap nyeri ya#g
kerjanya pada siste# saraf
pusat
DA&(AR PUS(A$A
5u6e#ko, Ean. $))/. Pe#eriksaan 5linis Anak, alih bahasa Petrus Andrianto, cetakan DDD.
7?G. Eakarta.
+yke, Merchant 7:elyn. $))2. Assesing for Aursing "iagnosis9 A Hu#an Aeeds
Approach,E.2. +ippincott Go#pany. +ondon.
Mansjoer, dkk. 2. 5apita 0elekta 5edokteran, ed.,. Media Aesculapius. Eakarta.
Agastiyah. $))-. Perawatan Anak 0akit. 7?G. Eakarta.
PATHWAY
Obstruksi fungsional dengan kelainan patologi utama
Tidak adanya sel sel ganglion saraf parasimpatis pada fleksus mesenterikus di kolon bagian
distal
Persyarafan tidak sempurna pada bagian usus aganglionik
Peristaltic abnormal Obstruksi fusngsional
meteorismus konstipasi Perubahan pola eliminasi
BAB
Distensi abdomen dg obs.rectum Hipertrofi dan dilatasi dinding usus dengan
penimbunan gas dan feses yang banyak
Menekan
diafragma
Anoreksia
muntah
nyeri
Ekspansi
paru me
Perubahan
nutrisi kurang
dari kebutuhan
! pemenuhan
oksigen
"eb.oksigen #ar.men
sianosis Perfusi #ar.
menurun
Tidak ada reflek spinter ani yg terbuka
$tagnansi feses dalam rectum
colostomi
Pembedahan
hirschprung
Potensial komplikasi asidosis metabolik
Pengeluaran sodium%potasiumdan cairan &&
Diare purado'al
Pembusukan feses
Perubahan komposisi bakteri dalm kolon
(rek BAB &&
Ada luka
) diskontinuit
as #aringan
Tidak ada
*aktu
absorbsi
$ifat feses
asam
+esiko
kerusakan
integritas kulit
,ritasi
#ar.sekitar
stoma
Deficit
-olume
cairan
+esiko
perdarahan
nyeri
Pertahanan pertama
terganggu
+esiko infeksi
"urang
pengetahuan
LAPORAN PENDAHULUAN DAN ASUHAN $EPERA)A(AN
DENGAN HISRCHPRUNG
DI RUANG *+ RS SAI&UL AN)AR MALANG
"isusun "ala# <angka
Praktek 5linik 5eperawatan Anak
"i <0 0aiful Anwar Malang
Oleh :
Wieke Dwikristiana
0910722061
PROGRAM S(UDI ILMU $EPERA)A(AN
&A$UL(AS $EDO$(ERAN
UNI,ERSI(AS BRA)I-A.A MALANG
/0*/