Anda di halaman 1dari 18

PERILAKU MEROKOK TERHADAP

TEKANAN INTRAOKULAR

Rizqi Nadia Khansa
20110310225
LATAR BELAKANG

• Merokok, Sitepoe 2000
• Prevalensi merokok, Riskesdas 2013
• TIO (tekanan intraokular), Simmons 2008

RUMUSAN MASALAH

“Apakah perilaku merokok dapat
mempengaruhi tekanan
intraokuler?”
TUJUAN

• Tujuan umum
• Tujuan khusus
MANFAAT

• Ilmu kedokteran mata
• Institusi mata
• Masyarakat
• Peneliti
KEASLIAN
• Roy J. Shephard dkk,2014 “Effect of cigarette smoking on intraocular
pressure and vision” .Responden dengan kategori perokok, mantan
perokok dan bukan perokok tidak mempengaruhi tekanan intraokuler,
seluruh responden ini diketahui memiliki kontak dengan asap rokok.
• Eghosasere Iyamu dkk, 2002 “The effect of smokeless tobacco on intra
ocular pressure in a Nigerian population”. Perbedaan intraokular yang
singnifikan antar dua kelompok karena diketahui bahwa tembakau pada
rokok menstimuli produksi aqueous humor sehingga dapat mingkatkan
tekanan intraokular.
• Afroz Afshan dkk, 2012 “Effect of chronic cigarette smoking on intraocular
pressure and audio-visual reaction time”. Tembakau pada rokok
meningkatkan tekanan intraokuler karena diketahui bahwa sebuah efek
stimulan pada sistem saraf pusat yang memproduksi efek peningkatan
intraokuler pada reaksi waktu yang lebih cepat.
ALIRAN AQUEOUS
HIPOTESIS

Perilaku merokok dapat meningkatkan
TIO ( tekanan intraokular).

DESAIN

• Observasional analitik
• Cross sectional
POPULASI DAN SAMPLE

• Mahasiswa FKIK dan Non FKIK UMY
• Kriteria inklusi:
a. Bersedia menjadi responden
b. Laki- laki
c. Tidak berkaca mata
d. Merokok
• Klinik utama AMC Yogyakarta
• Mei 2014
• 36 responden
VARIABEL dan DEFINISI
OPERASIONAL

• Variabel bebas
• Variabel terikat
• Variabel pengganggu
• Merokok
• TIO (tekanan intraokular)

INSTRUMEN

• Tonometer
• Kuesioner
• Informed consent
• Surat ijin penelitian
ALUR


perokok
ringan,sedang, berat
informed consent
pengisian kuesioner
pengukuran TIO
UJI VALIDITAS dan
RELIABILITAS

• Kuesioner
• Tonometer

ANALISA DATA


Independent sample t Test
ETIKA

• Pemberian informed consent
• Kerahasiaan identitas responden
REFERENSI
• Afroz afshan, Milind V Bhutkar, Rajashre Reddy, Revansiddappa B.Patil. (2012). Effect of chronic
cigarette smoking on intraocular pressure and audio-visual reaction time. International Journal of
Biological & Medical Research; 3: 1760 – 1763.
• Bell, J.A., (2012). Primary Open-Angle Glaucoma. Diakses tanggal 7 April 2014, dari
http://emedicine.medscape.com/article/1206147-overview
• Cibis, (2007-2008), Dikutip Dalam Chapter II, 2011, Respiratori, USU, <
http://respiratory.usus.ac.id/bitstream/123456789/31224/4/Chapter%20II.pdf >
• Doshi, A.B., Liu, J.H.K., Weinreb, R.N., (2010). Glaucoma is a 24/7 Disease. In: Schacknow, P.N.,
Samples, J.R., ed. The Glaucoma Book. USA: Springer, 55-58.
• Eghosasere Iyamu, Edgar Ekure, Eki Dghre.(2002). The effect of Smokeless Tobacco on Intra Ocular
Pressure in a Nigerian Population. Online J Health Allied Scs.
• Gondodiputro, Sharon. (2007). Bahaya Tembakau dan Bentuk-Bentuk SediaanTembakau. Fakultas
Kedokteran Universitas Padjadjaran. Bandung.
• Hollwich Fritz. (1993). Optik dan Refraksi (Oftalmologi) terjemahan, edisi kedua, Binarupa Aksara,
hal 318–324.
• Ilham. (2008). Bentuk Ketagihan Tembakau. Diakses tanggal 14 April 2014, dari
http://www.multiply.com.
• Ilyas, S. (2010). Ilmu Penyakit Mata. Edisi Ketiga. Jakarta : FKUI
ALHAMDULILLAH...
TERIMA KASIH