Anda di halaman 1dari 12

I.

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pentingnya tanaman sangat erat kaitannya dengan makhluk
hidup. Kita tidak bisa membayangkan hidup tanpa tanaman. Tanaman
tidak hanya bermanaat sebagai sumber makanan untuk bertahan hidup
tetapi !uga men"iptakan lingkungan yang sehat. #elain sebagai sumber
makanan$ tanaman dimanaatkan sebagai %bat tradisi%nal atau tanaman
%bat. #udah se!ak lama kita mengetahui bah&a tanaman %bat merupakan
bahan alami untuk peng%batan berbagai penyakit '#t%"k&ell$ ())*+.
Praktisi peng%batan tradisi%nal per"aya bah&a pada tanaman
mengandung k%mp%nen bahan akti dan ,n%n-akti, yang berperan dalam
meningkatkan kese!ahteraan manusia. Peng%batan tradisi%nal
menghidupkan kembali minat pentingnya armasi tanaman yang telah
menyebabkan penemuan dan ad%psi tanaman ekstrak yang umumnya
digunakan dalam %bat-%batan tradisi%nal$ sebagai sumber alternati %bat
sintetis 'Kabir et al.$ .//0+.
#alah satu tanaman yang dapat di!adikan sebagai %bat yaitu !eruk
nipis 'Citrus aurantifolia Linn.+. Beberapa manaat dari !eruk nipis antara
lain untuk meredakan sakit perut$ ditambah madu dan minyak kelapa
untuk meredakan batuk$ dan bagian mes%karpnya !uga digunakan
sebagai scrub pembersih &a!ah untuk men"egah !era&at '1yagade et al$
())).+. Berbagai bagian tanaman dari !eruk nipis memiliki akti2itas
antimikr%ba yang eekti terhadap bakteri gram p%siti dan gram negati$
serta Candida albicans 'Aibinu et al.$ .//3+. Akti2itas antimikr%ba minyak
2%latile dari kulit buah !eruk 'Citrus reticulata+ telah di!elaskan %leh Ay%%la
et. al.$ dalam !urnal hasil penelitiannya yang ber!udul 4E2aluati%n % the
"hemi"al "%nstituents and the antimi"r%bial a"ti2ity % the 2%latile %il %
Citrus reticulate ruit 'Tangerine ruit peel+ r%m #%uth 5est Nigeria6.
#elain ba&ang putih 'Allium sativum Linn.+$ !eruk nipis 'Citrus
aurantifolia Linn.+ !uga diketahui memiliki siat antibakteri. Berdasarkan
hasil penelitian dari 1nyeagba et al. './/7+ ba&ang putih 'Allium
sativum+$ !ahe$ 'Zingber officinal+ dan !eruk nipis 'Citrus aurantifolia+
terbukti memiliki akti2itas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus$
Bacillus sp$ Escherichia coli dan Salmonella sp. Pada a&al (*0*$ L%uis
1
Pasteur !uga telah mengamati akti2itas antibakteri dari ba&ang putih dan
hasilnya dapat digunakan sebagai antiseptik.
Kesehatan gigi merupakan hal yang sangat penting$ bahkan se!ak
8aman dahulu perhatian terhadap kesehatan gigi sudah berlangsung di
9esir (0// tahun #9 'Dunning$ ()30+. Untuk men!aga kesehatan gigi$
kebersihan mulut harus di!aga$ karena pada daerah mulut terdapat
berbagai ma"am bakteri 'Direkt%rat :enderal Penga&asan 1bat dan
9akanan$ ();)+. Penyebab utama penyakit gigi yaitu plak$ yang
menyebabkan karies maupun radang peri%d%nsium '#hulman$ et. al$
()).< H%%&ink$ et. al.$ ())=+. Kerusakan gigi$ penghan"uran pr%gresi
enamel$ dentin dan sementum$ dimediasi %leh akti2itas mikr%ba di
permukaan gigi '#te2e$ ())3+$ tidak hanya merugikan dari segi keindahan
dan kesehatan$ se"ara ek%n%mi pun merugikan. #etiap tahunnya di
Amerika #erikat sekitar ./ miliar d%lar dihabiskan untuk menyembuhkan
gigi karies 'Nester et al$ .//7.+. Di Ind%nesia$ sur2ei Direkt%rat Kesehatan
>igi tahun ())7?())0 pada anak usia (. tahun mendapatkan angka
pre2alensi karies dan radang peri%d%ntal 37.7(@ dengan D9A-T
'Decayed Missing, illed!"eeth+ rata-rata sebesar ..0@.
Dengan demikian dibutuhkan penangan serius terhadap karies
gigi yang lebih ditu!ukan pada tindakan pen"egahan '5H1$ ()).+.
9enurut Brathall dalam artikelnya yang ber!udul 6Pre2enti%n % Dental
Baries6$ tindakan yang paling utama men!aga kebersihan mulut adalah
men"egah terbentuknya plak. #alah satu bentuk penanganannya yaitu
penggunaan ramuan ekstrak tanaman %bat sebagai peng%batan alternati
khususnya di negara berkembang sebagai langkah pera&atan yang
se"ara ek%n%mi relati murah. Di Nigeria sebagian besar agen-agen
antimikr%ba yang saat ini digunakan men!adi kurang atau tidak eekti
terhadap mikr%ba yaitu ter!adinya resisten mikr%ba terhadap %bat-%batan
sintetis '1&he-Ureghe et al.$.///+.
Berdasarkan in%rmasi tersebut maka dilakukanlah sebuah
penelitian untuk mengu!i akti2itas antibakteri dari ekstrak ba&ang putih
'Allium sativum Linn.+ dan !eruk nipis 'Citrus aurantifolia Linn.+ dalam
menghambat pertumbuhan bakteri penyebab karies gigi.
2
B. Tu!uan
9engetahui akti2itas antibakteri ekstrak ba&ang putih 'Allium sativum
Linn.+ dan air perasan !eruk nipis 'Citrus aurantifolia Linn.+ terhadap
#seudomonas aeruginosa dan Streptococcus mutans.
B. Perumusan 9asalah
Apakah ekstrak ba&ang putih 'Allium sativum Linn.+ dan air perasan !eruk
nipis 'Citrus aurantifolia Linn.+ memiliki akti2itas antibakteriC
II. TIN:AUAN PU#TAKA
Karies Gigi
Dalam #enarai Istilah Ked%kteran >igi$ karies gigi adalah suatu
penyakkit !aringan keras gigi yang diakibatkan %leh mikr%%rganisme pada
karb%hidrat yang dapat diermentasikan sehingga terbentuk asam dan
menurunkan pH di ba&ah pH kritis yakni sekitar di ba&ah 0. Akibatnya ter!adi
demineralisasi mineral email dan dentin diikuti %leh disintegrasi bagian
%rganiknya.
Pen!alaran karies mula-mula ter!adi pada email. Bila tidak segera
dibersihkan dan tidak segera ditambal$ karies akan men!alar ke ba&ah
hingga sampai ke ruang pulpa yang berisi pembuluh sara dan pembuluh
darah$ sehingga menimbulkan rasa sakit dan akhirnya gigi tersebut bisa mati.
Karies gigi dapat disebabkan %leh kuman yang kari%genik seperti
Streptococcus mutans$ karb%hidrat yang "%"%k seperti sukr%sa dan gluk%sa$
permukaan gigi yang rentan$ dan &aktu. Karies dapat ter!adi !ika keempat
a"t%r penyebab tersebut ada.
#elain Streptococcus mutans$ $actobacillus acidophilus$
Staphylococcus aureus$ dan #seudomonas aeruginosa !uga ditemukan pada
gigi yang mengalami karies. Dua diantaranya yaitu Streptococcus mutans
dan #seudomonas aeruginosa akan di!adikan sebagai bakteri u!i untuk
melihat eektiitas ekstrak ba&ang putih 'Allium sativum Linn.+ dan air
perasan !eruk nipis 'Citrus aurantifolia Linn.+ terhadap bakteri pat%gen mulut.
3
>ambar (. Diagram lingkaran yang menggambarkan paduan a"t%r
penyebab karies.
Streptococcus mutans
Streptococcus mutans merupakan bakteri gram p%siti$ bersiat
n%nm%til 'tidak bergerak+$ bakteri anaer%b akultati. 9emiliki bentuk k%kus
yang sendirian berbentuk bulat atau bulat telur dan tersusun meman!ang
seperti rantai.
>ambar .. Streptococcus mutans
Bakteri ini tumbuh se"ara %ptimal pada suhu sekitar (*D-7/D B.
Streptococcus mutans biasanya ditemukan pada r%ngga gigi manusia yang
luka dan men!adi bakteri yang paling k%ndusi menyebabkan karies untuk
email gigi. Streptococcus mutans adalah bersiat asid%genik$ asid%durik$ dan
menghasilkan suatu p%lisakarida yang lengket disebut deEtran. 1leh karena
kemampuan ini$ Stertococcus mutans bisa menyebabkan lengket dan
mendukung bakteri lain berkumpul ke email gigi$ mendukung pertumbuhan
bakteri-bakteri asid%durik yang lainnya$ dan melarutkan email gigi.
4
Pseudomonas aeruginosa
#seudomonas aeruginosa merupakan bakteri gram negati yang
berbentuk batang lurus atau lengkung$ ukurannya sekitar /$; E . Fm$
umumnya ditemukan tunggal$ berpasangan$ dan kadang-kadang membentuk
rantai pendek$ tidak mempunyai sp%ra$ tidak mempunyai selubung 'sheath+$
serta mempunyai lagel '9adigan et al.$ .//=< :a&et8 et al.$ .//(+. Namun
bakteri ini kadang-kadang memiliki dua atau tiga lagel sehingga selalu
bergerak 'T%dar$ .//7+. Bentuk mikr%sk%pik #. aeruginosa dapat dilihat pada
gambar =.
>ambar =. #seudomonas aeruginosa
Zat Antibakterial
9enurut Pel"8ar dan Bhan '()**+$ 8at antimikr%bial adalah 8at yang
dapat mengganggu pertumbuhan dan metab%lisme melalui mekanisme
penghambatan pertumbuhan mikr%%rganisme. Gat antimikr%bial terdiri dari
anti!amur dan antibakterial. Gat antibakterial adalah 8at yang mengganggu
pertumbuhan dan metab%lisme melalui penghambatan pertumbuhan bakteri.
'B%yd and 9arr$ ()*/< Pel"8ar$ ()**+. Beberapa hal yang perlu
dipertimbangkan dalam memilih 8at antimikr%bial kimia&i adalah H
(. :enis 8at dan mikr%%rganisme
Gat antimikr%bial yang akan digunakan harus sesuai dengan !enis
mikr%%rganismenya karena memiliki kerentanan yang berbeda-beda.
2. K%nsentrasi dan intensitas 8at antimikr%bial
#emakin tinggi k%nsentrasi 8at antimikr%bial yang digunakan$ maka
semakin tinggi pula daya kemampuannya dalam mengendalikan
mikr%%rganisme.
=. :umlah %rganisme
5
#emakin banyak mikr%%rganisme yang dihambat atau dibunuh$ maka
semakin lama &aktu yang diperlukan untuk mengendalikannya.
7. #uhu
#uhu yang %ptimal dapat menaikkan eekti2itas 8at antimi"r%bial.
0. Bahan %rganik
Bahan %rganik asing dapat menurunkan eekti2itas 8at antimikr%bial
dengan "ara menginaktikan bahan tersebut atau melindungi
mikr%%rganisme.
Citrus aurantifolia
Citrus aurantifolia biasa dikenal dengan nama !eruk nipis$ banyak
tumbuh di Asia bagian selatan$ :epang$ dan Ind%nesia. Tanaman ini tumbuh
dengan baik pada lingkungan beriklim tr%pis. Tanaman ini memiliki bunga
yang ber&arna putih. Buah yang dihasilkan memiliki rasa yang sangat asam.
Kulit buahnya tipis dan ber&arna hi!au atau kuning. K%mp%sisi kimia minyak
atsiri yang dihasilkan tanaman Citrus aurantifolia umumnya termasuk
g%l%ngan m%n%terpen$ beberapa diantaranya yaitu lim%nen$ I-pinen$ mirsen$
J-pinen$ sabinen$ dan is%kamen 'D%ngm% et.al.$.//)+.
Allium sativum
Tanaman ba&ang putih merupakan tanaman terna berbentuk rumput.
Daunnya pan!ang berbentuk pipih seperti pita. 9anaat ba&ang putih bagi
kesehatan sudah sangat p%pular di tengah masyarakat se!ak 8aman dulu.
Ba&ang putih diper"aya memiliki senya&a bi%akti yang berungsi untuk
menghambat pertumbuhan mikr%%rganisme seperti bakteri dan kapang$
mampu menangkal lu$ membasmi "a"ing perut$ meng%bati rematik$ dan
meredakan ins%mnia. #elain itu !uga mampu memerangi penyakit-penyakit
degenerati seperti hipertensi$ str%ke$ !antung k%r%ner$ diabetes$
ketidakseimbangan k%lester%l dan kanker. Data epidemi%l%gis !uga
menun!ukkan bah&a terdapat k%relasi antara k%nsumsi ba&ang putih dengan
penurunan penyakit kardi%2askuler$ seperti ater%skler%sis 'penumpukan
lemak+$ !antung k%r%ner$ dan hipertensi 'Ardiansyah .//;+.
III. 9ET1D1L1>I
6
Persiapan isolat bakteri
Is%lat bakteri diper%leh dengan "ara mengis%lasinya dari gigi-gigi
yang mengalami karies. >igi-gigi karies dikumpulkan dari klinik pen"abutan
gigi dari T%2% Klinik gigi$ klinik >igi Andrel baik di Abraka$ Nigeria dan
Ked%kteran >igi departemen Pemerintah Pusat 5arri rumah sakit$ Nigeria.
#elan!utnya gigi-gigi karies direndam menggunakan larutan pept%n untuk
mengis%lasi bakteri$ kemudian diinkubasi pada suhu =3DB selama .7 !am.
#etelah diinkubasi dilakukan pengidentiikasian terhadap bakteri yang
tumbuh untuk selan!utnya dibiakan se"ara murni dengan medium nutiren "air
dan diinkubasi pada suhu =3DB selama (. !am. Untuk dapat mengetahui
kepadatan !umlah bakteri$ dilakukan se"ara 2isualisasi membandingkan
kekeruhan antara tabung biakan murni dengan larutan standar 9" Aarland
/$0 yang memiliki kepadatan bakteri sekitar (-. E (/
*
"u mL
-(
.
Persiapan ekstrak
Pembuatan ekstrak ba&ang putih dia&ali dengan mengeringkan (//
gr ba&ang putih yang sudah dibersihkan$ dikupas dan dip%t%ng-p%t%ng.
#etelah dikeringkan selama seminggu$ p%t%ngan ba&ang putih dihaluskan
menggunakan m%rtar men!adi bubur dan direndam dalam (// mL air panas
steril selama 3. !am. #elan!utnya dilakukan penyaringan dengan kain muslin
sehingga didapatkan ekstrak air dari ba&ang putih. Untuk pembuatan air
perasan !eruk nipis 'Citrus aurantifolia Linn.+ dilakukan dengan memeras
buahnya se"ara steril kemudian disimpan pada suhu 7DB.
Standarisasi Isolat
Is%lat bakteri st%k standar disiapkan dengan mengin%kulasi ( l%%p
dari setiap bakteri ke dalam (/ mL NB. #elan!utnya di inkubasi pada suhu
=3KB selama (. !am$ kekeruhan itu dibandingkan se"ara 2isual dengan /$0
9"AarlandLs standar memberikan beban bakteri sekitar (-. M (/* "u ml
-(
'9urray et al$ .//3+.
Uji Sensitifitas
U!i antibakteri dilakukan terhadap bakteri gram-p%siti yaitu
Streptococcus mutans$ dan bakteri gram-negati yaitu #seudomonas
7
aeruginosa dengan menggunakan media 9ueller Hint%n Agar. Bakteri u!i
tersebut ditumbuhkan pada media 9H agar menggunakan teknik g%res
'strea%+. #elan!utnya dilakukan pengu!ian antibakteri dari ekstrak ba&ang
putih dan air perasan !eruk nipis menggunakan met%de diusi agar dengan
teknik sumur. #ebanyak (// Fl ekstrak bahan yang diu!i diteteskan pada
sumuran media 9ueller Hint%n Agar '9HA+ yang telah diin%kulasi dengan
bakteri u!i dengan k%nsentrasi sekitar (-. E (/
*
"u mL
-(
. In%kulum diinkubasi
pada suhu =3 KB selama .7 !am. Pengamatan terhadap akti2itas
penghambatan bakteri dilakukan dengan mengukur diameter daerah hambat
'DDH+ yang terbentuk di sekitar sumuran 'Hamilt%n-9iller et al.$ .///+.
#ebagai perlakuan "%ntr%l pada sumur yang berbeda dimasukkan
gentamy"in dan air.
IV. HA#IL DAN PE9BAHA#AN
A. Hasil
Tabel (. Nata-rata diameter daerah hambat yang terbentuk pada masing-
masing "a&an petri is%lat.
Is%lat
>entamy"in
'=. OgmL
-(
+
Air
Ekstrak
ba&ang
putih '0//
mgmL
-(
+
Air
perasan
!eruk nipis
Ekstrak
ba&ang
putih P Air
perasan
!eruk nipis
Streptococcus
mutans
././ Q /./ - ././ Q /.0 .=./ Q (./ .=./ Q (./
#seudomonas
aeruginosa
.(./ Q /.3 - ()./ Q (./ .../ Q /.3 .=./ Q (./
B. Pembahasan
Pada penelitian ini menggunakan air sebagai pelarut untuk
memper%leh ekstrak ba&ang putih 'Allium sativum+ sehingga ekstrak
yang diper%leh berupa ekstrak aRue%us. Berdasarkan hasil pengamatan
dari terbentuknya 8%na bening di sekitar sumur pada is%late S. mutans
dapat terlihat bah&a ekstrak ba&ang putih 'Allium sativum+ memiliki
diameter daerah hambat 'DDH+ yang lebih tinggi dibandingkan dengan
8
>entamy"in yakni sekitar ./ mm$ sedangkan pada is%late #. aerugionosa
sekitar .( mm. Dengan terbentuknya daerah hambat berdiameter lebih
dari () mm maka terbukti bah&a ekstrak ba&ang putih memiliki akti2itas
antibakteri yang "ukup kuat.
Terbentuknya 8%na DDH yang "ukup besar tersebut$ dikarenakan
ba&ang putih memiliki kandungan alisin dan senya&a sulide lain yang
terkandung dalam minyak astiri ba&ang putih '5hitm%re S Naidu$ .///+.
Umbi ba&ang putih telah diketahui berp%tensi sebagai agen antimikr%bia.
Kemampuannya menghambat pertumbuhan mikr%bia sangat luas$
men"akup 2irus$ bakteri$ pr%t%8%a$ dan !amu 'N%k et al.$ ());< Ghang$
()))< 1hta et al., ()))< Pi8%rn% dan 9urray$ .///< Tin et al., .//.+.
#enya&a a!%ene$ yang terdapat dalam ekstrak maserasi ba&ang putih$
mempunyai akti2itas anti-2irus paling tinggi dibandingkan senya&a lain$
seperti allisin$ allil metil ti%sulinat$ dan metil allil ti%sulinat. A!%ene !uga
menghambat per-tumbuhan bakteri gram negati dan p%siti$ serta khamir
'Nagana&a$ et al.$ ());+.
#edangkan untuk pengu!ian akti2itas antibakteri dari air perasan
!eruk nipis diper%leh diameter daerah hambat sebesar .= mm pada
is%late S. mutans dan .. mm pada is%late #. aeruginosa. :ika
dibandingkan dengan k%ntr%l p%siti yaitu >entamy"in$ 8%na DDH air
perasan !eruk nipis lebih besar. Hal ini berarti akti2itas antibakteri pada air
perasaan !eruk nipis lebih kuat dari >entamy"in$ karena minyak atsiri
yang terkandung pada !eruk nipis memiliki kemampuan untuk
menghambat pertumbuhan bakteri. Ajizah (2004) menjelaskan,
minyak atsiri er!eran sea"ai antiakteri #en"an $ara
men""an"% !r&ses terent%knya memran ata% #in#in" sel
sehin""a ti#ak terent%k ata% terent%k ti#ak sem!%rna.
'inyak atsiri yan" akti( sea"ai antiakteri !a#a %m%mnya
men"an#%n" "%"%s (%n"si hi#r&ksil ()*+) #an kar&nil.
,%r%nan (en&l erinteraksi #en"an sel akteri melal%i !r&ses
a#s&r!si yan" meliatkan ikatan hi#r&"en. -a#a ka#ar ren#ah
terent%k k&m!leks !r&tein (en&l #en"an ikatan yan" lemah
#an se"era men"alami !en"%raian, #iik%ti !enetrasi (en&l
.
ke#alam sel #an menyeakan !resi!itasi serta #enat%rasi
!r&tein. -a#a ka#ar tin""i (en&l menyeakan k&a"%lasi
!r&tein #an sel memrane men"alami lisis.
V. KE#I9PULAN$ I9PLIKA#I$ DAN #ANAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan diameter 8%na bening yang terbentuk$ maka dapat
disimpulkan bah&a ekstrak ba&ang putih 'Allium sativum+ dan !eruk nipis
'Citrus aurantifolia+ memiliki akti2itas antibakteri yang termasuk kateg%ri
kuat 'U./ mm+.
/. Implikasi
Ekstrak ba&ang putih dan !eruk nipis terbukti eekti dapat
menghambat pertumbuhan #seudomonas aeruginosa dan Streptococcus
mutans sebagai bakteri penyebab karies gigi. #ehingga ba&ang putih dan
!eruk nipis dapat dimanaatkan sebagai bahan alami %rmula "u"i mulut
dalam pera&atan kesehatan gigi dan mulut.
0. #aran
Pada !urnal penelitian ini$ tidak tertulis se"ara !elas peralatan dan
bahan-bahan yang digunakan sehingga met%d%l%gi dalam penelitian ini$
tidak diketahui se"ara pasti. Karena dengan mengetahui met%d%l%gi
se"ara !elas$ diharapkan penelitian ini dapat dikembangkan lebih lan!ut.
9isalnya$ dengan menngunakan ekstrak dari bahan-bahan alam lain.
DAATAN PU#TAKA
Aibinu I$ Adenipekun T$ Adel%&%tan T$ 1gunsanya T$ 1dugbemi T. './/3+.
E2aluati%n % the antimi"r%bial pr%perties % dierent parts % Citrus
aurantifolia 'lime ruit+ as used l%"ally. Afr. &. "rad. Complem. Alter. Med.
7'.+H (*0-()0.
A!i8ah$ A. .//7. #ensiti2itas #alm%nella Typhimurium Terhadap Ekstrak Daun
Psidium >ua!a2a L. Bioscientie$ V1L ( N1.(H =(-*
Ay%%la >.A.$ :%hns%n 1.1.$ Adel%&%tan T.$ Aibinu I.E.$ Adenipekun E.$ Adep%!u-
Bell% A.A.$ B%ker H.A.B.$ 1dugbemi T.1. './/*+. E2aluati%n % the
"hemi"al "%nstituents and the antimi"r%bial a"ti2ity % the 2%latile %il %
10
Citrus reticulate ruit 'Tangerine ruit peel+ r%m #%uth 5est Nigeria. Afr.
&. Biotechnol. 3'(=+H ...3-..=(.
Bratthall D. #revention of Dental Caries. Department % Bari%l%gy$ 9alm%
Uni2ersity$ Aa"ulty % 1d%nt%l%gy. Diunduh dari
&&&.db.%d.mah.se?"ar?"arh%me.html.
Br%"k$ T.D.$ 9.T. 9adigan.$ :.9. 9artink%$ and :. Parker. ())7. Bi%l%gy %
Direkt%rat :enderal Penga&asan 1bat dan 9akanan. Materia Medi%a 'ndonesia.
Ed. (. :akartaH Departemen Kesehatan$ ();)H 0(=-07/.
Dunning :9. #rinciple of Dental #ublic (ealth. .nd ed. 9assa"hussettsH Har2ard
Uni2ersity Press$ ()30H 7/.
Harb%rne$ :.B.());. Metode ito%imia.BandungHInstitut Tekn%l%gi Bandung.
H%%&ink B$ et. al. 'lmu %edo%teran )igi #encegahan. T%gyakartaH >a!ah 9ada
Uni2ersity Press$ ())=H .30-3;.
:a&et8$ E.$ 9elni"k$ :.L. dan Adelberg$ E.A. .//(. Medical Microbiology "*enty
Second Ed. Bu%u +. Ter!emahan Bagian 9ikr%bi%l%gi Aakultas
Ked%kteran Uni2ersitas Airlangga. :akarta H #alemba 9edika.
Kabir 1.A.$ 1lukay%de 1.$ Bhidi E.1.$ Bhrist%pher B.$ Aasure K.A. './/0+.
#"reening % "rude eEtra"ts % siE medi"inal plants used in #%uth&est
Nigerian %rth%d%E medi"ine %r anti-methi"illin resistant Staphylococcus
aureus a"ti2ity. Afr. &. "rad. Complem. Alter. Med. 0H ;.
Nagana&a$ N.$ N. I&ata$ K. Ishika&a$ H. Aukuda$ T. Au!in%$ and A. #u8uki. ());.
Inhibiti%n % mi"r%bial gr%&th by a!%ene$ a sulur-"%ntaining "%mp%und
deri2ed r%m garli". Applied and Environmental Microbiology ;.H 7.=*-
7.7=.
Nester E.5.$ Anders%n D.:.$ N%bert E.B.$ Pearsall N.N.$ Nester 9.T. .//7. 7th
Editi%n. 9">ra& Hill$ Ne& T%rk. 9i"r%bi%l. Hum. Persp.
N%k$ A.:.$ #. 5illiams$ dan P.B. 1nyenek&e. ());. Allium sati2um!indu"ed death
% Ari"an trypan%s%mes. #arasitology ,esearch *.H ;=7W;=3.
1hta$ N.$ N. Tamada$ H. Kanek%$ K. Ishika&a$ H. Aukuda$ T. Au!in%$ and A.
#u8uki. ())). In 2itr% inhibiti%n % the gr%&th % (elicobacter pylori by %il-
ma"erarated garli" "%nstituens. Antimirobial Agent and Chemisthry. 7=
'3+H (*((W(*(..
1nyeagba N.A.$ Ugb%gu 1B.$ 1keke B.U.$ Ir%akasi 1. .//7. #tudies %n the
antimi"r%bial ee"ts % garli" 'Allium Sativum Linn+$ ginger 'Zingiber
officinale N%s"%e+ and lime 'Citrus aurantifolia Linn+. Afr. &. Biotechnol..
='(/+H 00.-007.
11
1&he-Ureghe UB$ 1nyes%m I$ Igumb%r E1 './//+. #seudomonas aeruginosaH
Antibi%ti" sus"eptibility pattern % "lini"al is%lates %btained r%m Ekp%ma$
Ed% #tate Nigeria. -ig. &. Sci. Environ. .H (/(-(/=.
1&he-Ureghe UB$ Eh&arieme dan Eb%h. ./(/. Antiba"terial a"ti2ity % garli" and
lime %n is%lates % eEtra"ted "ari%us teeth. African &ournal of
Biotechnology. )'.(+H =(;=-=(;;.
1yagade :1$ A&%t%ye 11$ Ade&unmi :T$ Th%rpe HT '()))+. Antimi"r%bial
a"ti2ity % s%me Nigerian medi"inal plants. Bi%s"i. Nes. B%mmun. ((H ()=-
()3.
Pel"8ar$ 9 dan Bhan.()**. Dasar!Dasar Mi%robiologi .&ilid+/ :akartaHUI Press.
Pi8%rn%$ :.E. and 9.T. 9urray. .///. A "e0tboo% of -atural Medicine1
Allium sativum. Edisi ke-.. 5ashingt%nH Bastyr Uni2ersity.
#hulman. ()).. "he Biological and Clinical Basis of 'nfectious Disease. 0th ed.
PhiladelphiaH 5.B.#aunders B%mpany.
#te2e L.9. ())3. Diet and Disease. 'n1 2nderstanding Disease #athology and
#revention. #tanley Th%mas$ 5ales$ U.K. p. 0=..
#t%"k&ell$ B.$ ())*. -ature3s #harmacy. Bentury Hut"hins%n Ltd. L%nd%n$ UK.
T%dar$ K. .//7. #seudomonas aeruginosa. Uni2ersity % 5is"%nsin W 9adis%n
Department % Ba"teri%l%gy. Diunduh dari
&&&.teEtb%%k%ba"teri%l%gy.net?pseud%m%nas.html
5%rld Health 1rgani8ati%n. ,ecent Advances in 4ral (ealth. >ene2aH 5H1
Te"hni"al$ ()).H .-(=. Nep%rt N%. *.;.
Tin$ 9.B.$ H.B. Bhang$ and #.9. Tsa%. .//.. Inhibit%ry ee"ts % aRue%us garli"
eEtra"t$ garli" %il and %ur diallyl sulphides against %ur enteri" path%gens.
&ournal of ood and Drug Analysis (/ '.+H (./- (.;.
Ghang$ X. ())). 5(4 Monographs on Selected Medicinal #lants1 Bulbus Allii
Sativii. >ene2aH 5%rld Health 1rgani8ati%n.
12