Anda di halaman 1dari 7

LEMBAR KEGIATAN

SISWA
Nama Kelompok :
1. 2..
3 4..

Standar Kompetensi:
2. Memahami kelangsungan hidup makhluk hidup
Kompetensi Dasar:
2.2 Mendeskripsikan konsep pewarisan sifat pada
makhluk hidup

PEWARISAN SIFAT

1. Kerjakan LKS ini selama 20 menit
2. Bacalah literatur tentang Pewarisan
sifat untuk mendukung hasil
kegiatan yaitu: buku, majalah dan
internet.
3. Pupuklah sikap jujur, peduli,
tanggung jawab, terbuka dan
menghargai pendapat teman.

PETUNJUK KERJA
Tujuan Pembelajaran
1. Mejelaskan Hukum Mendel I
dan Hukum Mendel II

2. Menjelaskan persilangan
monohibrid dan persilangan
dihibrid

3. Menjelaskan prinsip-prinsip
genetika dalam beberapa
kegiatan dan usaha manusia


RINGKASAN MATERI
A. Hukum Mendel I
Hukum segregasi bebas menyatakan bahwa pada pembentukan gamet (sel kelamin),
kedua gen induk (Parent) yang merupakan pasangan alel akan memisah sehingga tiap-tiap
gamet menerima satu gen dari induknya.
B. Hukum Mendel II
Dikenal juga sebagai Hukum Asortasi atau Hukum Berpasangan Secara Bebas. Menurut
hukum ini, setiap gen/sifat dapat berpasangan secara bebas dengan gen/sifat lain. Meskipun
demikian, gen untuk satu sifat tidak berpengaruh pada gen untuk sifat yang lain yang bukan
termasuk alelnya. Hukum Mendel 2 ini dapat dijelaskan melalui oersilangan dihibrida, yaitu
persilangan dengan dua sifat beda, dengan dua alel berbeda. Misalnya, bentuk biji
(bulat+keriput) dan warna biji (kuning+hijau).
C. Persilangan Monohibrid
Persilangan Monohibrid adalah persilangan organisme dengan hanya memperhatikan satu
sifat beda. Misalnya sifat biji, hanya dibedakan atas warnanya, yaitu hijau dan cokelat.
Contoh lainnya ialah menyilangkan ayam, yang diperhatikan hanya sifat warna kaki, yaitu
yang berkaki kuning dengan yang berkaki hitam.
D. Persilangan Dihibrid
Persilangan dihibrid adalah persilangan individu dengan memperhatikan dua sifat beda.
Misalnya persilangan antara dua tumbuhan dengan memperhtikan warna bunga dan bentuk
bijinya. Contoh lainnya, pada persilangan ayam diperhatikan warna paruh dan warna
matanya.
E. Penerapan Genetika
1. Penemuan Bibit Unggul
Di bidang pertanian dan peternakan, hukum genetika dan Mendel diterapkan untuk
memperoleh bibit unggul. Misalnya untuk mendapatkan tanaman yang cepat berbuah dan
rasanya enak, tahan penyakit serta tahan kekeringan. Contoh lainnya adalah untuk
memperoleh bibit unggul ternak, misalnya cepat bertelur, dagingnya banyak atau
menghasilkan susu.





Jawablah Pertanyaan-pertanyaan di bawah ini !

1. Jelaskan Bunyi Hukum Mendel I ?
Jawab : ....................................................................................................................................





2. Hukum Mendel I mencakup 3 hal pokok, jelaskan?
Jawab :

`




...
...
3. Mangga berbuah besar dengan genotip Bb disilangkan dengan manga berbuah kecil yang
bergenotip bb. Buah besar dominan terhadap buah kecil. Tentukan perbandingan genotype
FI dan fenotipe F1?
Jawab :

.
..
LATIHAN
..
..
..
..
4. Jelaskan Bunyi Hukum Mendel II ?
Jawab :






5. Tanaman kacang ercis berbiji bulat berwarna kuning (BBKK) dengan kacang kacang ercis
berbiji keriput berwarna hijau (bbkk). Kedua kacang tersebut memiliki dua sifat beda yaitu
bentuk dan warna biji. Tentukan:
a. Diagram persilangan keturunn F1 dan keturunan F2 dengan menggunakan system papan
catur?
b. Tentukan perbandingan fenotif dan genotifnya ?
Jawab : .
.
.
.

6. Jeleskan 4 keuntungan mengembangbiakkan tanaman dan hewan dengan memeperhatikan
sifat unggulnya?
Jawab : .








1. Hukum Mendel I menyatakan bahwa pada pembentukan gamet (sel kelamin),
kedua gen induk (Parent) yang merupakan pasangan alel akan memisah sehingga tiap-tiap
gamet menerima satu gen dari induknya.
2. Secara garis besar, hukum Mendel I ini mencakup tiga hal pokok:
a. Gen memiliki bentuk-bentuk alternatif yang mengatur variasi pada karakter
turunannya. Ini adalah konsep mengenai dua macam alel; alel resisif (tidak selalu
nampak dari luar, dinyatakan dengan huruf kecil, misalnya w dalam gambar di
sebelah), dan alel dominan (nampak dari luar, dinyatakan dengan huruf besar,
misalnya R).
b. Setiap individu membawa sepasang gen, satu dari tetua jantan(misalnya ww) dan satu
dari tetua betina (misalnya RR).
c. Jika sepasang gen ini merupakan dua alel yang berbeda (Sb dan sB), alel dominan (S
atau B) akan selalu terekspresikan (nampak secara visual dari luar). Alel resesif (s
atau b) yang tidak selalu terekspresikan, tetap akan diwariskan pada gamet yang
dibentuk pada turunannya.
3. P : Genotif : Bb X bb
Fenotif : Buah besar Buah kecil
Gamet : B, b b
F1 :
Gamet B b
b Bb bb
Perbandingan genotif F1 : Bb : bb = 1:1
Perbandingan fenotif F1 : Buah besar : buah kecil = 1 : 1
4. Hukum Mendel II Dikenal juga sebagai Hukum Asortasi atau Hukum Berpasangan Secara
Bebas. Menurut hukum ini, setiap gen/sifat dapat berpasangan secara bebas dengan gen/sifat
lain. Meskipun demikian, gen untuk satu sifat tidak berpengaruh pada gen untuk sifat yang
lain yang bukan termasuk alelnya.

Kunci Jawaban
5. 5. P : Genotif : BBKK X bbkk
Fenotif : bulat, kuning keriput, hijau
Gamet : BK bk
BK bk
BK bk
BK bk
Gamet BK BK BK BK
bk BKbk BKbk BKbk BKbk
bk BKbk BKbk BKbk BKbk
bk BKbk BKbk BKbk BKbk
bk BKbk BKbk BKbk BKbk

F1 : Genotif : BbKk
Fenotif : (bulat, kuning)
F2 : Genotif : BbKk X BbKk
Fenotif : (bulat, kuning) (bulat, kuning)
Gamet : BK BK
bK bK
Bk Bk
bk bk

Gamet BK bK Bk bk
BK 1 BBKK 2 BbKK 3 BBKk 4BbKk
bK 5 BbKK 6 bbKK 7 BbKk 8 bbKk
Bk 9BBKk 10 BbKk 11 BBkk 12 Bbkk
bk 13 BbKk 14. bbKk 15 Bbkk 16 bbkk

Perbandingan genotif : BBKK, : BbKK : BBKk : BbKk : BBkk : Bbkk : bbKK : bbKk : bbkk
1 : 2 : 2 : 4 : 1 : 2 : 1 : 2 : 1
Perbandingan Fenotif
Halus, kuning : 1,2,3,4,5,7,9,10,13 = 9
Kisut, kuning : 6, 8, 14 = 3
Halus, Hijau : 11, 12, 15 = 3
Kisut, Hijau : 16 = 1