Anda di halaman 1dari 9

Penyakit kusta merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri dan

menyerang kulit, saraf tepi, dan jaringan tubuh yang lainnya. Beberapa stigma atau
anggapan yang salah mengenai penyakit kusta banyak terjadi di masyarakat. Ingatah
bahwa :
- Kusta merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri
- Kusta bukanlah penyakit keturunan
- Kusta bukan terjadi karena kutukan atau melakukan perbuatan tertentu
- Kusta tidak ditularkan melalui makanan
Kusta disebabkan oleh bakteri yang bernama Mycobacterium leprae. Oleh sebab itu, penyakit
kusta disebut juga penyakit lepra. Cara penularan penyakit kusta, adalah :
- Semua orang bisa tertular penyakit kusta
- Cara penularannya melalui sentuhan atau kontak
- Sebesar 5% orang yang dapat tertular penyakit kusta
Penyakit kusta yang disebabkan Mycobacterium leprae ini, jika lama diderita akan
mengakibatkan kecacatan. Pada umumnya kusta tidak menimbulkan gejala. Tetapi seperti yang
telah dijelaskan di awal, terdapat kelainan berupa bercak berwarna putih dan kemerahan. Kadang
orang hanya menganggap enteng karena bentuknya mirip panu.
Bila terkena kusta, akan terjadi penurunan sensitivitas rasa sentuh sampai hilangnya rasa. Bagian
yang terkena tidak terasa gatal ataupun sakit. Kusta yang tumbuh di beberapa lesi kulit akan
mengakibatkan bulu-bulu halus akan rontok atau tidak dapat ditumbuhi bulu karena telah
digerogoti oleh bakteri leprae. Kulit yang terpapar kusta tidak akan mengeluarkan keringat.
Penanggulangan Penyakit Kusta
Penanggulangan penyakit kusta telah banyak dilakukan dimana-mana dengan maksud
mengembalikan penderita kusta menjadi manusia yang berguna, mandiri, produktif dan percaya
diri. Metode penanggulangan ini terdiri dari metode rehabilitasi yang terdiri dari rehabilitasi
medis, rehabilitasi sosial, rehabilitasi karya dan metode pemasyarakatan yang merupakan tujuan
akhir dari rehabilitasi, dimana penderita dan masyarakat membaur sehingga tidak ada kelompok
tersendiri. Ketiga metode tersebut merupakan suatu sistem yang saling berkaitan dan tidak dapat
dipisahkan.
Di Indonesia, upaya yang dilakukan untuk pemberantasan penyakit kusta melalui :
Penemuan penderita secara dini.
Pengobatan penderita.
Penyuluhan kesehatan di bidang kusta.
Peningkatan ketrampilan petugas kesehatan di bidang kusta.
Rehabilitasi penderita kusta.
Sementara itu di Shandong, Penyakit kusta atau lepra bisa jadi merupakan salah satu
penyakit yang ditakuti karena bisa membuat orang tersebut menjadi terkucilkan.
Faktor gen kini bisa memberikan penjelasan mengapa ada orang yang lebih rentan
terkena kusta sedangkan yang lain tidak.
Studi yang dilakukan di China dan telah dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine
menemukan tujuh mutasi gen yang bisa meningkatkan kerentanan seseorang terkena kusta. Hal
ini bertentangan dengan apa yang selama ini dipercaya oleh para ahli bahwa kusta bukanlah
penyakit yang diwariskan atau turunan.
Selama ini orang mengira penyebaran penyakit kusta karena faktor penularannya, tapi studi
kami membuktikan bahwa hal tersebut dipengaruhi oleh faktor genetika. Jika orangtuanya
memiliki penyakit kusta, maka sangat mungkin si anak juga kena, ujar peneliti Zhang Furen
dari Institute of Dermatology and Venereology, Provinsi Shandong di timur laut China, seperti
diberitakan dari Reuters.
Selain itu didapatkan pula dalam satu pasangan yang seseorang menderita kusta tetapi
pasangannya tidak terinfeksi meskipun sudah hidup bersama puluhan tahun. Ini membuktikan
bahwa kusta bukanlah penyakit yang menular, tapi berhubungan dengan sesuatu yang
diwariskan.
Apa yang kami temukan adalah adanya alasan internal. Kami menemukan tujuh gen yang
membuat seseorang rentan terhadap penyakit kusta, karenanya banyak hal yang harus dilakukan
dengan genetika ini, ungkap Zhang.
Peneliti menganalisis gen dari 706 penderita kusta dan 1.225 orang yang tidak mengidap kusta.
Didapatkan tujuh versi mutasi gen yang muncul pada orang-orang penderita kusta. Lima diantara
gen tersebut terlibat dalam pengaturan sistem kekebalan tubuh.
Zhang menuturkan penyakit kusta memiliki masa inkubasi yang panjang yaitu antara 8 hingga 10
tahun, setelah terjadi gejala di permukaan maka penyakit ini akan menyebabkan kerusakan
permanen. Nantinya jika seseorang sudah diketahui memiliki kerentanan terhadap penyakit
kusta, maka bisa segera dilakukan tindakan pencegahan.
Kusta atau biasa disebut dengan penyakit Hansen disebabkan oleh Mycobacterium leprae.
Penyakit ini bisa memberikan efek pada kulit, selaput lendir, saraf perifer dan mata.
Efek yang diakibatkan menimbulkan kerusakan saraf permanen, jadi bagi orang yang sudah
sembuh nantinya tidak bisa merasakan sakit. Sedangkan luka yang kecil atau lecet pada jari
tangan dan kaki bisa berubah menjadi radang yang parah dan membuat kondisi hidup tidak sehat.
Meskipun kusta sudah tidak menjadi masalah yang serius di beberapa negara maju, tapi
penemuan ini sangat penting bagi negara berkembang. Menurut Organisasi kesehatan dunia
(WHO) pada tahun 2007 ada sekitar 254.525 kasus kusta baru di daerah tropis dan sub tropis,
sedangkan di China sendiri tiap tahunnya ada 2.000 kasus baru.

Read more: http://doktersehat.com/informasi-kusta-dan-gejalanya/#ixzz2tNBdde44


Penyakit kusta dibagi menjadi penyakit kusta kering dan kusta basah. Obat untuk
menyembuhkan kusta tersedia secara gratis di Puskesmas. Nama obat untuk kusta adalah
MDT. Bila menemukan tanda-tanda penyakit kusta segeralah memeriksakan diri. Mereka yang
terkena kusta tak perlu merasa malu untuk memeriksakan diri dan kondisi penyakit kusta yang
diderita. Bila penyakit kusta ditemukan sejak dini, kusta dapat disembuhkan dan tidak sampai
menimbulkan kecacatan pada tubuh yang menyebabkan mati rasa karena bakteri menyerang
saraf penderita penyakit kusta.
Selain pengobatan yang dilakukan dengan pengobatan medis. Pencegahan akan penyakit kusta
juga diperlukan dan memang harus dilakukan agar penyakit kusta tak semakin menyebarkan
virus atau bakteri dan tentunya terhindar dari penyakit kulit menular ini, meski penularannya
terbilang memerlukan waktu lama.
Pencegahan dari penyakit kusta yang mudah dilakukan adalah menerapkan perilaku
hidup bersih dan sehat, menwaspadai perubahan pada kulit dapat dikenal sejak dini dan
diobati. Penyakit kusta dapat disembuhkan bila ditemukan dan diobati sejak dini.
Pengobatan untuk kusta kering membutuhkan waktu selama 6 bulan, sedangkanya
pengobatan untuk kusta basah perlu waktu selama 12 bulan.
Posted in Obat Kusta | Tagged Kusta, obat alami kusta, obat herbal kusta, obat kusta, obat kusta
alami, obat kusta herbal, obat kusta tradisional, obat tradisional kusta | Leave a comment
Cara Mengobati Penyakit Kusta Secara Alami
Posted on December 14, 2013 by Obat Kusta
Penyakit kusta adalah penyakit yang disebabkan karena bakteri Mycobacterium leprae.
Penyakit kusta atau penyakit lepra ini biasanya tidak menular secara langsung, namun menular
jika terjadi kontak langsung dalam waktu yang lama. Misalnya adalah tinggal serumah dengan
penderita penyakit kusta, penularan yang terjadi melalui bersin, air liur, atau apapun. Penyakit
kusta dibagi menjadi dua tipe, tipe kulit dan juga kusta tipe urat syaraf.

Gejala yang ditunjukkan dari penyakit kusta ini adalah ditunjukkan dengan ruam yang terjadi
pada kulit seperti penyakit panu, kemudian mengalami pembengkakan dan lecet dan
mengeluarkan cairan. Ruam yang terjadi di hidung dan ujung jari jika dibiarkan dan tidak
diobati, jika didiamkan maka akan menyebabkan hidung atau jari bisa terputus.
Cara mengobati penyakit kusta secara alami bisa dilakukan dengan menggunakan bahan-
bahan alami dan ramuan alami seperti :
Cara mengobati penyakit kusta secara alami I
Bahan : umbi bidara upas jari, air matang 4 sendok makan, dan madu 2 sendok makan
Cara pembuatan dan penggunaan : umbi bidara upas ini dibersihkan terlebih dahulu, kemudian
diparut, dan tambahkan air matang lalu peraslah dan kemudian saring. Air saringan ini
ditambahkan dengan madu. Ramuan ini dipakai untuk cara mengobati penyakit kusta secara
alami yang dibagi menjadi tiga bagian untuk kemudian diminum sebanyak 3 kali dalam sehari.
Ampas dari parutan umbi tersebut kemudian ditempel pada bagian yang sakit.
Cara mengobati penyakit kusta secara alami II
Bahan : daun ekor kucing secukupnya, kencur secukupnya
Cara pembuatan dan pemakaian : daun ekor kucing dan daun kencur dicuci bersih terlebih
dahulu, kemudian ditumbuk dengan halus hingga menjadi bubur. Kemudian pemakaiannya
adalah dengan mengoleskan ramuan ini pada bagian badan yang luka.
Cara mengobati penyakit kusta secara alami III
Bahan : biji jarak wulung secukupnya saja
Cara pembuatan dan pemakaian : biji jarak wulunh ini dikeringkan terlebih dahulu, kemudian
dipres atau ditumbuk. Setelah itu, peraslah hingga minyaknya keluar. Oleskanlah pada bagian
yang terkena penyakit kusta.

Posted in Obat Kusta | Tagged Kusta, obat alami kusta, obat herbal kusta, obat kusta, obat kusta
alami, obat kusta herbal, obat kusta tradisional, obat tradisional kusta | Leave a comment
Obat Kusta MDT
Posted on April 9, 2013 by Obat Kusta
Penyakit kusta yang dsebut juga dengan Morbus hansen yang merupakan penyakit infeksi kronis
oleh bakteri mycobacterium leprae. Dalam pengobatan kusta diberikan obat kusta yang bernama
MDT (multidrug therapy) yang merupakan jenis obat yang juga direkomendasikan oleh badan
kesehatan dunia (WHO) untuk menekan jumlah penderita kusta yang semakin meningkat setiap
tahun meski yang berisiko hanya 2 orang terpapar kusta dari 100 orang yang memiliki sistem
pertahanan tubuh yang cukup kuat.
Untuk penderita kusta dengan tipe lesi 2-5, lama pengobatan untuk kusta adalah selama 6-
9 bulan dengan pemberian obat MDT yang merupakan obat antibiotik yang tergolong
dalam jenis Rifampicin dan DDS. Untuk pengobatan kusta dengan MDT memerlukan
waktu penyembuhan atau pengobatan sekitar 12 bulan atau lebih dan mengosumsi obat
antibiotik dengan jenis rifampicin, lamprene dan DDS selama 28 hari dan dikonsumsi
setiap hari sampai 6 bulan.

Penyakit kusta yang terlambat diobati akan mengakibatkan kecacatan fisik, akibat bakteri telah
memasuki saraf tubuh sehingga tubuh menjadi lemah dan kemudian tubuh terasa baal (mati
rasa). Oleh karenanya penting pengobatan kusta dilakukan sejak dini dan pencegahan dengan
pemberian vaksinasi untuk mencegah tubuh dari berbagai risiko penularan kusta.
Penyakit kusta muncul berawal dari lingkungan tempat tinggal yang kurang bersih/kumuh,
sistem pengairan seperti sanitasi kurang berjalan dengan lancar, lingkungan di dalam rumah yang
kurang terjaga akan kebersihan serta masih minimnya aliran air bersih terutama bagi mereka
yang tinggal di daerah bantaran kali.
Indonesia saat ini menempati urutan ketiga dengan penderita kusta terbanyak di dunia
setelah Afrika dan Amerika Tengah. Sampai saat ini kusta masih menjadi penyakit yang
sangat menakutkan. Sehingga, banyak penderita kusta yang merasa dikucilkan dari
lingkungan, akibat ketakutan masyarakat akan tertularnya penyakit kusta. Penyakit kusta
tidak seperti penyakit lepra. Ada penyakit lepra yang harus diwaspadai akan
penularannya adalah lepromatosa.
Untuk mengobati kusta, kini Pemerintah bersama Badan Kesehatan Dunia (WHO)
memberikan pengobatan kusta gratis dengan pemberian obat berdasarkan jenis kusta.
1. Untuk pengobatan kusta kering (PB)
Pemberian obat MDT (obat kusta) jika diderita oleh dewasa. Dosis dapat diberikan secara
bertahap.
- Untuk pengobatan harian : penderita kusta kering akan diberikan obat MDT oleh tenaga
medis sebanyak 6 Blister untuk diminum selama 6-9 bulan diminum pada hari ke 2 sampai hari
ke 28 dan diberikan 1 tablet dapsone.
- Pengobatan bulanan : ketika penderita kusta datang berobat, petugas medis langsung
memberikan obat 2 kapsul Rifampisin dan 1 tablet Dapsone yang langsung minum di tempat.
2. Pengobatan untuk kusta basah
- Untuk pengobatan harian : pengobatan diberikan dengan 1 tablet lampren dan 1 tablet
Dapsone yang diminum setiap hari (untuk hari ke 2 sampai hari ke-28)Untuk penderita kusta
kering akan mendapatkan pengobatan 12 blister obat MDT yang diminum selama 12 bulan.
- Pengobatan bulanan : petugas medis langsung memberikan 2 kapsul Rifampicin, 3 kapsul
Lampren dan 1 tablet Dapsone yang langsung diminum.
Posted in Obat Kusta | Tagged Kusta, obat alami kusta, obat herbal kusta, obat kusta, obat kusta
alami, obat kusta herbal, obat kusta tradisional, obat tradisional kusta | Leave a comment
Pengobatan Kusta
Posted on April 9, 2013 by Obat Kusta
Kusta merupakan salah satu penyakit kulit yang menular,
meski penularan penyakit kusta ini membutuhkan waktu yang cukup lama sekitar 2-5
tahun. Penyakit kusta disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Leprae. Bakteri akan sangat
mudah berkembang dalam suatu lingkungan hidup yang kurang bersih dengan sistem sanitasi
yang kurang baik dan bakteri kusta ini akan membelah diri dan berkembang ketika penderita
keluar di siang hari dengan terik matahari.
Penyakit kusta sangat tergantung dari sistem kekebalan tubuh, jika kekebalan tubuhnya tinggi
maka sulit untuk tertular kusta. Namun jika sistem kekebalan tubuhnya rendah maka seseorang
mudah tertular infeksi kusta. Jika seseorang terkena jenis kusta kering dan sistem kekebalan
tubuhnya lemah, serta terlambat diobati maka akan menjadi kusta basah.
Penyakit kusta biasanya akan menunjukkan gejala yang hampir sama dengan penyakit
kulit lainnya seperti panu. Penyakit kusta timbul dan ditandai dengan bercak putih seperti
panu atau bercak merah, lesi kulit yang terkena kusta membuat kulit terasa baal (mati
rasa), tidak menimbulkan rasa gatal, tidak mengeluarkan keringat, bulu-bulu di sekitar
tempat tumbuhnya kusta menjadi rontok.
Penyakit kusta ini mudah tertular melalui kontak langsug dalam waktu yang lama bisa melalui
udara, bersentuhan langsung dengan penderita kusta, melalui selaput lendir hidung. Di sisi lain
kusta memang tidak mudah menular karena 95% dari sebuah populasi mempunyai kekebalan
alamiah terhadap penyakit kusta sehingga tidak dapat tertular, 3% dari populasi bisa tertular
tetapi bisa sembuh sendiri dengan menjaga kebersihan dan kesehatan badan maupun lingkungan,
dan hanya 2% saja yang tertular dan memerlukan pengobatan.
Untuk pengobatan kusta didasari oleh jenis kusta yang diderita. Pengobatan kusta
umumnya kebanyakan berjalan dalam waktu yang cukup lama bahkan memakan waktu
hingga bertahun-tahun. Untuk pengobatan kusta kering dibutuhkan waktu penyembuhan
dengan mengonsumsi obat selama 6 bulan, sedangkan pengobatan kusta basah
membutuhkan waktu pengobatan 12 bulan.
Tujuan pengobatan jenis kusta apapun, bertumpu pada menghambat atau menghentikan
penyebaran bakteri kusta ke bagian lesi kulit tubuh lainnya. kusta dapat menyebabkan
kecacatan permanen jika penyakit kusta tidak segera ditangani dengan baik.
Kusta juga dapat menyebabkan seseorang mengalami kecacatan seumur hidup, salah satu
contoh jika kusta menyerang bagian kaki. Kaki akan merasa baal (mati rasa), kulit kaki
menebal, kusta semakin melebar. Salah satu jalan pengobatan adalah dengan
mengamputasi kaki yang terserang kusta, kemudian pasien kusta diberikan obat-obatan
secara rutin sepanjang hidup untuk menekan penjalaran bakteri kusta yang mungkin
masih tertinggal.
Posted in Obat Kusta | Tagged Kusta, obat alami kusta, obat herbal kusta, obat kusta, obat kusta
alami, obat kusta herbal, obat kusta tradisional, obat tradisional kusta | Leave a comment


Recent Posts
o Cara Mengobati Penyakit Kusta Secara Alami
o Obat Kusta MDT
o Obat Kusta
o Pengobatan Kusta
Obat Kusta
Proudly powered by WordPress.
Penyakit kusta atau lepra (leprosy) merupakan penyakit yang menyebabkan kerusakan pada kulit, saraf-
saraf, anggota gerak, dan mata penderitanya. Pada tahap tertentu, kusta bisa menyebabkan
kemunduran mental, koma, bahkan kematian.

Kusta disebabkan oleh Mycrobacterium leprae dan Mycrobacterium lepromatosis. Paparan kedua
bakteri ini akan menimbulkan gejala awal kusta, misalnya ada bercak putih seperti panu di kulit, adanya
bintil kemerahan, benjolan pada wajah, serta pada kasus tertentu bisa menyebabkan rambut rontok.

Gejala yang cenderung ringan ini sering kali diabaikan oleh pasien sehingga penyakit telanjur menyebar
dan semakin sulit disembuhkan. Gejala kemudian akan berlanjut menyerang saraf. Anggota tubuh akan
merasa kesemutan atau kaku. Bahkan tak jarang penderita kusta bisa mengalami kelumpuhan.

Kusta, atau yang juga dikenal dengan penyakit Hansen--penemu Mycrobacterium leprae bernama
Gerhard Armauer Hansen, umumnya menyerang negara-negara berkembang. Indonesia menduduki
peringkat ketiga sebagai penderita kusta terbanyak, di bawah India dan Brasil.

Jumlah penderita kusta di Indonesia masih cukup tinggi dan terus mengalami peningkatan dibandingkan
tahun sebelumnya. Tahun 2012, jumlah penderita kusta terdaftar sebanyak 23.169 kasus dan jumlah
kecacatan tingkat dua di antara penderita baru sebanyak 2.025 orang atau 10,11 persen. Jika
dibandingkan tahun 2011, terjadi peningkatan dengan jumlah penderita kusta mencapai 20.023 kasus.

Hingga saat ini, kusta masih menjadi momok yang mendera dunia. Meski obat kusta sudah ditemukan
sejak tahun 1940-an dan berkembang pada tahun 1980-an, masa penyembuhan yang cukup lama sering
kali membuat pasien justru kebal terhadap obatnya.

Belum diketahuinya penularan kusta juga turut menjadi masalah besar. Namun rata-rata penderita
kusta diketahui terkena penyakit ini lantaran melakukan kontak jangka panjang dengan penderita kusta
lainnya.