Anda di halaman 1dari 42

Aserani Kurdi, S.

Pd Judul :
Bahan Pelajaran EKONOMI
Bahan Pelajaran Tingkat II Semester 3
SMK Bisnis Manajemen

Penyusun :
Aserani Kurdi, S.Pd
(Guru Bidang Studi SMKN 1 Tanjung)

Desain/Pengetikan/Setting/Lay Out :
ROLISA Computer
Jln.Mabuun Indah II No.34 RT.04
Mabuun Tanjung

Pencetak :
Rafi Abadi Offset Tanjung

Cetakan :
SMKNEGERI 1 TANJUNG I, Juli 2002
BISNIS DAN MANAJEMEN
Hak Cipta Dilindungi Undang-undang
Cetakan 1, Jili 2002
ii
KATA PENGANTAR DAFTAR ISI HAL:

Alhamdulillah, atas izin Allah SWT. dapatlah buku HALAMAN JUDUL i


ini disusun walau dalam bentuk yang sangat sederhana. KATA PENGANTAR iii
DAFTAR ISI iv
Buku ini kami maksudkan sebagai bahan/materi pe-
lajaran untuk menunjang proses pembelajaran Ekonomi se- BAB I MANAJEMEN DAN ORGANISASI 1
mester 3 di tingkat II pada SMK Negeri 1 Tanjung. A. MANAJEMEN 1
1. Pengertian Manajemen 2
Harapan kami, kiranya buku ini dapat dipergunakan a. Pengertian Secara Etimologi 2
oleh para siswa tingkat II sebagai buku teks pokok dalam b. Pengertian Secara Sempit 2
mempelajari ekonomi. c. Pengertian Secara Luas 3
d. Pengertian Menurut Para Ahli 4
Atas segala partisipasi semua pihak demi tergarap- 2. Fungsi Manajemen 4
nya tulisan ini dan upaya penggandaannya, terutama pihak a. Perencanaan (Planning) 6
orangtua siswa dan para siswa sendiri, kami haturkan ba- b. Pengorganisasian (Organizing, Coordinating) 19
nyak terimakasih. Semua ini kita lakukan demi masa depan c. Penggerakan (Actuating, Commanding, Moti-
pendidikan kita dan masa depan putera-puteri kita. vating) 28
d. Pengawasan (Controlling, Evaluating) 33
Semoga Allah meridhai usaha dan ikhtiar kita se- 3. Teknis Pemberian Pengarahan 42
mua. Amin. a. Pemotivasian 43
b. Kepemimpinan 44
c. Komunikasi 47
Tanjung, 29 Juli 2002
B. ORGANISASI 48
1. Unsur-unsur Organisasi 49
Penyusun, 2. Organisasi Formal dan Informal 51
Aserani Kurdi, S.Pd 3. Bentuk-bentuk Organisasi 52
NIP.132091026 4. Prinsip-prinsip Organisasi 55
iii iv
BAB II MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA 59
1. Perencanaan Ketenagakerjaan 61
2. Rekrutmen Tenaga Kerja 65
3. Seleksi Tenaga Kerja 66
4. Penempatan Tenaga Kerja 70
5. Pembinaan Karier Tenaga Kerja 71
6. Pemindahan Tenaga Kerja 74
7. Pemensiunan/Pemutusan Hubungan Kerja 75 A. MANAJEMEN
BAHAN RUJUKAN 77
Bila kita mendengar kata manajemen, maka pikiran
kita tertuju kepada pengelolaan suatu pekerjaan. Pekerjaan
akan mendatangkan hasil yang baik, apabila pengelolaan-
nya ditangani secara baik pula.

Seorang pedagang yang selalu berhasil memperoleh


banyak laba, memperoleh pelanggan yang semakin sehari
semakin banyak, maka orang sering bilang bahwa seorang
pedagang ini mengelola usahanya sangat baik, atau manaje-
mennya sangat baik.

Seorang pelajar yang berprestasi kendatipun tiap


hari ia sibuk sambil bekerja mencari nafkah untuk biaya
hidup dan sekolahnya, disamping ia juga ikut berbagai ke-
giatan organisasi dan kemasyarakatan, berarti ia pandai
membagi waktu dan memamnfaatkannya dengan baik, ia
pandai memanajemen waktu.

Seorang karyawan yang dapat menyelesaikan


pekerjaan kantornya dengan baik dan tepat waktu, berarti ia
mampu memanajemen pekerjaannya dengan baik.
v
1
Seorang pemimpin yang dapat memimpin dan me- Manajemen dalam pengertian sempit diambil dari is-
ngendalikan bawahannya sehingga mereka dapat bekerja tilah Inggeris yaitu management yang berasal dari kata ma-
dengan baik dan patuh serta menuruti segala perintah ata- nage yang berarti :
sannya, seorang pemimpin ini dapat memanajemen karya-
wannya dengan baik. 1) House keeping, ( rumah tangga);
2) To train a horse,(melatih kuda dengan menghentak
Demikianlah gambaran selintas tentang manajemen hentakkan kakinya);
yang akan kita pelajari lebih lanjut nanti. 3) To direct and control, ( memimpin dan mengawasi).

Jadi manajemen dalam pengertian sempit merupakan


1. Pengertian Manajemen suatu tindakan/seni dalam mengatur rumah tangga, baik
rumah tangga produsen/perusahaan maupun rumah tangga
a. Pengertian Secara Etimologi (asal katanya) konsumen/pemakai, melakukan kegiatan pelatihan, pem-
bimbingan, pengurusan, penataan, pengelolaan, pengarahan
Kata manajemen berasal dari bahasa Latin (Yunani) dan sebagainya, juga melakukan kegiatan memimpin dan
yaitu maneggiare yang diambil dari kata manus yang mengawasi.
berarti tangan.

Tangan adalah lambang ketrampilan. Sehingga c. Pengertian Secara Luas


segala bentuk ketrampilan dalam berkreasi, misalnya re-
maja puteri yang melakukan kegiatan sulam-menyulam, Manajemen dalam pengertian luas adalah semua
rajut-merajut, jahit-menjahit dan sebagainya dikatakan se- kegiatan yang dilakukan oleh seseorang/beberapa orang,
bagai pekerjaan tangan yang tentunya memerlukan kemam- dalam melakukan tindakan pengaturan, pengurusan, penge-
puan ketrampilan (skill). Karena manajemen merupakan lolaan, penataan suatu pekerjaan yang akan atau sedang di-
suatu ketrampilan dalam mengelola suatu pekerjaan, maka lakukannya, agar pekerjaan tersebut dapat dilaksanakan de-
wajarlah apabila tangan dijadikan sebagai lambang ke- ngan baik.
trampilan.
Manajemen dapat pula diartikan sebagai tindak-
an/seni yang dilakukan oleh seorang pemimpin dalam
b. Pengertian Secara Sempit memimpin perusahaannya, memimpin para karyawannya
2 3
serta melakukan pengawasan dan pengendalian, agar kegi- inilah yang menjadikan sebuah kantor/perusahaan terkelola
atan usaha yang dilaksanakan perusahannya dapat berlang- dengan baik. Betapapun kecil atau besarnya sebuah pe-
sung dengan baik. rusahaan, tak mungkin mencapai hasil yang maksimal tan-
pa diiringi oleh manajemen yang baik dan rapi.

d. Pengertian Menurut Para Ahli Manajemen yang baik dan rapi mensyaratkan pene-
rapan fungsi manajemen yang baik dan rapi pula. Demi-
Pengertian manajemen menurut George R. Terry, kianlah, fungsi manajemen merupakan sejumlah komponen
Ph.D yang tercantum dalam buku Azas-azas Manajemen yang harus ada dan diterapkan didalam melakukan berbagai
(terjemahan) oleh DR.Winardi,S. dituliskan : Manajemen kegiatan kantor/perusahaan dan ia merupakan langkah-
merupakan suatu proses yang khas yang terdiri dari tin- langkah operasional guna mencapai tujuan yang diingin-
dakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, pengge- kan.
rakan dan pengawasan yang dilakukan untuk menentukan Beberapa para ahli berbeda pendapat didalam me-
serta mencapai sasaran yang telah ditetapkan melalui rumuskan sejumlah komponen yang terdapat dalam fungsi
pemanfaatan sumber daya manusia serta sumber-sumber manajemen. Diantara pendapat mereka tentang fungsi ma-
lain. najemen ini seperti yang dikemukakan oleh :
Pengertian manajemen menurut Prof.DR.Mr.S. a. George R. Terry dalam bukunya Principle of ma-
Prajudi Atmosudirdjo dalam bukunya Dasar-dasar Ilmu najement dirumuskan bahwa komponen fungsi ma-
Administrasi adalah : Manajemen merupakan pengenda- najemen terdiri dari : Planning, Organizing, Actuating
lian dan pemanfaatan semua faktor dan sumber daya yang dan Controlling (POAC);
menurut suatu perencanaan (planning) diperlukan untuk b. Henry Fayol dalam bukunya General and Industrial
mencapai atau menyelesaikan suatu prapta (objective) atau Management dirumuskan bahwa komponen fungsi
tujuan kerja yang tertentu. manajemen itu terdiri dari : Planning, Organizing,
Commanding, Coordinating dan Controlling (POC-
CC);
2. Fungsi Manajemen c. Prof.Dr.Sondang P.Siagian, MPA dalam bukunya
Filsafat Administrasi dirumuskan bahwa komponen
Dalam proses pelaksanaannya, manajemen diterap- fungsi manajemen terdiri dari Planning, Organizing,
kan berdasarkan fungsinya. Penerapan fungsi manajemen Motivating, Controlling dan Evaluating (POMCE).
4 5
Dari tiga pendapat para ahli tentang rumusan kom- 1) Pengertian Perencanaan (Planning)
ponen fungsi manajemen di atas dapat kita simpulkan bah-
wa komponen yang harus ada dan diterapkan dalam fungsi Perencanaan berasal dari kata Inggeris yaitu Plan
manajemen terdiri dari : yang artinya rencana, rancangan, langkah-langkah kerja
yang kemudian menjadi Planning (Perencanaan).
a. Perencanaan (Planning);
b. Pengorganisasian (Organizing, Coordinating); Di dalam kegiatan organisasi, perencanaan (renca-
c. Penggerakan(Actuating, Commanding, Motivating dan; na) lebih dikenal dengan istilah program dalam hal ini
d. Pengawasan (Controlling dan Evaluating). program kerja. Namun perlu digarisbawahi bahwa planning
(perencanaan) ruang lingkupnya tentu lebih luas daripada
program kerja. Dengan kata lain, program kerja merupakan
a. Perencanaan (Planning) bagian atau salah satu wujud/hasil/produk dari planning
(perencanaan). Artinya, program kerja identik dengan ren-
Barangkali kita semua pernah bahkan sering men- cana kerja.
dengar kata perencanaan. Baik di lingkungan perusahaan,
kantor, organisasi, bahkan di lingkungan terkecil sekalipun Kalau kita cermati secara seksama, antara kata pe-
seperti di lingkungan keluarga atau di lingkungan diri kita rencanaan dengan rencana, merupakan dua kata yang
sendiri, kata perencanaan ini merupakan sesuatu yang kita berkaitan erat. Perbedaannya hanya terletak pada bentuk
butuhkan dan dibutuhkan oleh semua orang. Betapa tidak, katanya. Yang satu merupakan kata dasar (rencana), sedang
sebab berawal dari perencanaan inilah setiap kegiatan yang satunya lagi kata dasar plus imbuhan (perencanaan).
apapun yang kita laksanakan, apabila kita menginginkan
agar pelaksanaannya nanti berjalan dengan baik dan men- Kendati demikian, kata rencana dengan perencana-
capai hasil yang maksimal. an merupakan dua kata yang berbeda makna. Kalau ren-
cana lebih ditekankan pada hasil, rumusan atau konsep.
Dengan demikian dapat kita katakan bahwa peren- Sedangkan perencanaan lebih ditekankan pada aktivitas
canaan itu penting, agar dalam pelaksanaannya nanti perbuatan atau usaha. Dengan demikian perencanaan meru-
dapat sistematis dan terasa mudah, yang pada gilirannya pakan proses kegiatannya, yaitu proses kegiatan di dalam
nanti tujuan yang kita inginkan/tetapkan sebelumnya, dapat menyusun rencana, sedangkan rencana itu sendiri merupa-
tercapai dengan baik. kan hasilnya, rumusannya atau konsepnya secara tertulis
yang dituangkan dalam sebuah naskah, surat keputusan,
6 7
rumusan bersama, ketetapan dan sebagainya yang secara Dalam menyusun sebuah rencana yang baik diper-
umum kita kenal dengan program kerja. lukan langkah-langkah yang tepat dan sistematis dengan
berpedoman pada 5 W 1 H yang merupakan kata tanya da-
Dengan demikian dapat kita katakan bahwa untuk lam bahasa Inggeris yang selanjutnya dipikirkan apa jawab-
menyusun sebuah rencana, diperlukan proses perencanaan annya yang kemudian diaplikasikan ke dalam perencanaan.
terlebih dahulu. Berkualitas tidaknya sebuah rencana,
tergantung bagaimana proses perencanannya. Oleh karena
itu yang perlu kita bahas/kita pelajari adalah perencanaan a) WHAT ? (APA?)
(bagaimana proses menyusun rencana), bukan rencana itu
sendiri. Pertanyaan inilah yang mula-mula muncul dalam
pikiran kita manakala kita ingin berencana. What? (Apa?),
Menurut Prof. Dr. Sondang P. Siagian, MPA : “Pe- maksudnya rencana apa yang ingin kita lakukan?. Kalau
rencanaan adalah keseluruhan proses pemikiran dan pe- berhubungan dengan usaha, pertanyaannya adalah :
nentuan secara matang daripada hal-hal yang akan diker- - Jenis usaha apa yang ingin kita lakukan. Apakah
jakan di masa yang akan datang dalam rangka pencapaian dibidang industri, perdagangan atau jasa. Bentuk
tujuan yang telah ditentukan”. perusahaan yang akan kita buka, apakah berbentuk
perseroan (PT), perusahaan komanditer (CV), Firma
Menurut K.M Parikesit Tjokroprawiro : “Perenca- (Fa), Koperasi, maupun perusahaan perorangan,
naan adalah suatu pengambilan keputusan yang mencakup misalnya berupa UD (usaha Dagang), Industri Ru-
pemilihan salah satu dari sekian kemungkinan, dengan mah Tangga, kerajinan dsb. Apa nama perusahaan
mempertimbangkan segi-segi positif dan negatifnya yang yang kita dirikan tersebut, misalnya CV. Karunia,
diperoleh melalui penelitian”. UD. Maju dan sebagainya;
- Apa maksud, sasaran dan tujuan yang ingin/akan ki-
Menurut Gart N Jone :“Perencanaan adalah pro- ta capai dari usaha yang akan kita lakukantersebut.
ses pemilihan dan pengembangan daripada tindakan yang
paling baik/menguntungkan untuk mencapai tujuan”.
b) WHERE ? (DI MANA ?)

2) Langkah-langkah Dalam Menyusun Rencana Setelah pertanyaan what? (apa?), sudah terjawab,
dalam artian kita sudah dapat menentukan jenis usaha yang
8
9
akan dibuka, bentuk perusahaan yang dipilih, bidang usaha Pertanyaan ini berhubungan dengan personalia/para
yang akan dikerjakan, nama perusahaan yang kita tentukan, pelaksana atau orang-orang yang terlibat di dalam usaha
maksud, sasaran serta tujuan usaha yang ingin kita capai, yang akan kita garap. Pertanyaannya :
maka pertanyaan ke dua biasanya muncul adalah di mana
lokasi usaha tersebut kita dirikan. - Berapa jumlah personil yang kita butuhkan dalam
kegiatan usaha kita nanti;
Pertanyaan ini menunjukkan tempat/lokasi/areal - Dari mana dan bagaimana penjaringan (merekrut)
usaha yang akan dikerjakan. Pertanyaannya adalah : personil-personil tersebut. Apakah kita pasang iklan
di media masa, kita sebarkan selebaran/pengumum-
- Di mana tempat/lokasi usaha yang akan kita dirikan. an dan kita tempel di tempat-tempat strategis, atau
Apakah di desa A, desa B, kota C, kota D, di daerah kita cari sendiri (mungkin kita ajak beberapa orang
pantai/pesisir, di lokasi wisata, di dekat terminal, sta- keluarga, beberapa orang teman/sahabat) dan seba-
sion, lapangan terbang, pelabuhan dan sebagainya. gainya;
- Lokasi usaha yang akan kita pilih, apakah hanya ter- - Siapa-siapa orangnya yang menurut kita cocok dan
fokus satu tempat, dua tempat atau beberapa tempat. pantas serta dapat diajak kerja sama dalam menja-
lankan usaha kita nanti;
- Ketrampilan apa yang kita perlukan dari personil-
c) WHEN ? (PABILA/KAPAN ?) personil tersebut. Misalnya kita membutuhkan tena-
ga pemasaran. Kita memerlukan personil yang te-
Setelah kita menentukan jenis, macam/bidang usa- rampil dalam kegiatan pembukuan/akuntansi, dan
ha, nama usaha dan maksud, sasaran dan tujuan yang akan sebagainya;
dicapai, juga penentuan lokasi/tempat beroperasinya per-
usahaan kita nanti, maka pertanyaan berikutnya adalah :
e) WHY ? (MENGAPA ?)
- Kapan / pabila operasional usaha tersebut mulai
dikerjakan dan sampai kapan berakhirnya; Pertanyaan ini berhubungan dengan analisa usaha.
Bisa juga merupakan pertanyaan koreksi dari empat per-
tanyaan di atas. Pertanyaan yang berhubungan dengan why
d) WHO ? (SIAPA ?) (mengapa) ini, seperti :
10
11
- Mengapa jenis usaha yang akan dikerjakan dibidang Dari enam pertanyaan yang terhimpun dalam rumus
industri? yaitu industri kerajinan rumah tangga. 5 W 1 H tersebut dapat kita terapkan ke dalam Rencana
Mengapa bidang usaha ini yang di pilih, apa alasan- Membuka Usaha seperti bagan berikut ini :
nya, bagaimana prospek masa depan usaha ini;
- Mengapa perusahaan yang akan didirikan berbentuk What? (Apa?) CV. BATA INDAH JAYA
CV. dengan nama CV. Mekar Sari? Apakah nama Jenis, bentuk dan Usaha Industri Batu Bata
ini sudah cocok, atau mungkin bisa dicari nama nama usaha
lain;
Untuk Keperluan Bahan
- Mengapa maksud, sasaran dan tujuan usaha ini se- Maksud, sasaran
Bangunan
demikian rupa, apa sudah cocok; dan tujuan usaha
- Mengapa lokasi usaha di daerah pasar/pusat perbe-
lanjaan? Mengapa hanya satu tempat?; Where?(Di mana) Di desa Pembataan Tanjung
- Mengapa operasional usaha ini baru bisa dimulai Lokasi usaha
tahun depan? Kenapa tidak segera saja dimulai?;
When? (Kapan?)
Waktu Usaha Mulai Januari 2003 - dst.

f) HOW ? (BAGAIMANA ?) Who? (Siapa?)


Pelaksana Unit Produksi SMKN 1
Pertanyaan ini menunjukkan cara, metode, teknik,
dan prosedur kerja yang akan dikerjakan. Yaitu, bagaimana
Bata Sangat Diperlukan
cara, teknik dan prosedur kerja yang sebaik-baiknya dalam Why? (Mengapa?)
Dan Mudah Dikerjakan
melaksanakan usaha nanti. Pertanyaannya : Analisa Usaha

- Usaha yang akan kita kerjakan apakah mengguna-


kan teknik tradisional, modern, atau campuran How? (Bagaimana?) Secara Tradisional
(semi modern); Cara Pengerjaan
- Usaha yang akan kita kerjakan apakah bersifat
padat modal atau padat karya; Di dalam menyusun rencana membuka usaha,
hendaknya diperhatikan beberapa hal sebagai berikut :
12 13
• Jenis usaha yang dipilih hendaknya disesuaikan di atas tanah. Lain halnya kalau bangunan tersebut di-
dengan tersedianya sumber-sumber bahan yang cu- dirikan di atas awan, seperti bangunan yang didirikan
kup, tenaga kerja yang mudah di dapat, pemasaran makhluk-makhluk khayangan, ini khayalan dan tak ada
yang lumayan serta prospek masa depannya (ke- faktanya.
langsungan usaha);
• Sebelum usaha dijalankan, hendaknya secara tegas b). Rasional (logis, susuai/dapat diterima oleh akal sehat)
kita sudah menentukan sasaran/target yang akan Maksudnya, rencana yang dibuat hendaknya logis/ma-
dicapai dari usaha kita tersebut dalam jangka waktu suk akal atau berdasarkan pemikiran secara ilmiah.
tertentu, baik secara kuantitas maupun secara kuali- Kalau rencana yang dibuat berkaitan dengan usaha, ma-
tas; ka rencana usaha tersebut hendaknya sudah dipikirkan
• Rencana usaha yang kita susun, hendaknya sudah secara matang dan sudah dipertimbangkan untung rugi-
terprogram secara sistematis (punya tahapan-tahap- nya dengan memperhatikan prinsip ekonomi.
an operasional), dari tahap awal hingga tahap pe-
nyelesaian; c). Fleksibel (luwes, lentur, elastis)
• Rencana usaha yang akan digarap hendaknya dise- Maksudnya, rencana yang dibuat hendaknya dapat me-
suaikan dengan pendanaan yang ada. Jangan sekali- nyesuaikan situasi dan kondisi, manakala suatu waktu
kali memaksakan diri dengan berbuat spekulasi. terjadi perubahan keadaan. Oleh karena itu buatlah
rencana yang bersifat elastis/tidak kaku, atau setidak-
tidaknya kita sudah menyusun rencana dengan beberapa
3) Sifat-sifat Rencana alternatif pilihan berdasarkan slaka prioritas, sehingga
pada saat realisasinya nanti tidak menemukan jalan
Rencana yang baik, paling tidak mempunyai empat buntu. Misalnya seseorang yang punya rencana mau
sifat sebagai berikut : kuliah di Perguruan Tinggi setelah lulus di SLTA. Ia
sudah mendata beberapa perguruan tinggi yang bakal ia
a). Faktual (sesuai dengan kenyataan/bukan khayalan) masuki dengan berbagai Fakultas yang ia pilih dan ia
Maksudnya, rencana yang dibuat harus berdasarkan susun berdasarkan skala prioritas (urutan pilihan),
fakta-fakta yang logis atau sesuai dengan data obyektif. sehingga pada saatnya nanti, ia tidak kebingungan lagi.
Misalnya seseorang punya rencana membangun hotel di Kalau perguruan tinggi ini gagal, masuki perguruan
atas sebidang tanah. Rencana ini faktual, sebab fakta tinggi yang lain, dan seterusnya. Contoh lain, misalnya
membuktikan bahwa bangunan hotel bisa didirikan kita berencana ingin membangun sebuah toko. Kita
14 15
sudah membuat denah/sketsa bangunannya berikut ba- Ini adalah rencana/kebijakan direktur yang masih bersi-
han-bahan/material yang diperlukan dengan harga/biaya fat umum. Yang penting bahwa gaji bakal naik. Belum
yang sudah diperkirakan untuk setahun yang akan da- ditentukan berapa persen kenaikannya, bagaimana tek-
tang (karena toko tersebut baru kita mulai mengerja- nis penerapan kenaikan gaji tersebut, dsb. Nah, dari po-
kannya tahun depan), yang tentu kalkulasi biayanya ti- licy planning ini kemudian dijabarkan lagi ke jenis ren-
dak sama dengan tahun ini/sekarang, ada kemungkinan cana berikutnya, sehingga lebih bersifat operasional.
lebih mahal/besar. Sehingga pada saat memulai mem-
bangun nanti, kita tidak dipersulit oleh adanya perbeda- b) Program Planning (Perencanaan Program)
an anggaran biaya yang berbeda menyolok. Adalah rencana yang dibuat oleh Pimpinan Tingkat
Menengah (Midle Leader, Midle Management, Kepala
d). Kontinue (berkesinambungan) Bagian, Wakil Direktur, Wakil Manajer), yang rencana
Maksudnya, rencana yang dibuat tidak hanya diguna- ini disusun berdasarkan dan dalam rangka menjabarkan
kan/diterapkan dalam sekali kegiatan saja atau hanya rencana/kebijakan pimpinan tingkat atas, namun tetap
dalam waktu tertentu saja, tetapi selalu berkesinam- saja belum bisa diterapkan/dioperasionalkan. Misalnya,
bungan, terus menerus dan sambung menyambung. seperti contoh di atas, kebijakan Direktur untuk mena-
Dari usaha kecil-kecilan, agak besar, sampai usahanya ikkan gaji karyawan mulai Januari 2003, disambut oleh
menjadi besar. Makanya itu dalam rencana kita menge- Kepala Bagian Keuangan, yang kemudian melakukan
nal ada rencana jangka pendek, jangka menengah hing- perhitungan-perhitungan anggaran dan keadaan keuang-
ga jangka panjang. an perusahaan, untuk memperkirakan prosentasi kena-
ikkannya, yang sebelumnya tentu sudah dikonfirmasi-
kan dengan Kepala Bagian Personalia. Sehingga dari
4) Jenis-jenis Rencana hasil telaahan keuangan, dapatlah ditentukan berapa
persen kenaikkan gaji tersebut.
a) Policy Planning (Perencanaan Kebijaksanaan)
Adalah rencana yang dibuat oleh Pimpinan Tingkat c) Operational Planning (Perencanaan Operasional)
Atas (Top Leader, Top Management, Kepala, Direktur, Adalah rencana yang dibuat oleh Pimpinan Tingkat Ba-
Manajer), yang rencana ini bersifat umum/kebijakan- wah (Lower Leader, Lower Management, Kepala Sub
kebijakan umum. Misalnya Direktur sebuah perusahaan Bagian, Supervisor, Mandor dsb.)
merencanakan (memprogramkan) akan menaikkan gaji Pada perencanaan operasional inilah sebuah rencana su-
karyawannya mulai Januari 2003 yang akan datang. dah bersifat spesifik/khusus dan praktis, sehingga siap
16 17
untuk diterapkan, karena rencana sudah terwujud dalam yang ingin dicapai, yakni mendapatkan 3 ekor kijang bisa
bentuk proyek. Berhubungan dengan contoh sebelum- terpenuhi.
nya tentang rencana kenaikan gaji karyawan. Maka
sampai pada perencanaan operasional ini adalah terwu- Contoh lain, misalnya seorang ibu bermaksud ingin
jud dalam bentuk Daftar Kenaikan Gaji Karyawan yang mengunjungi/ketemu anaknya yang lagi kuliah di salah satu
dibuat oleh Bendaharawan Gaji. perguruan tinggi di Banjarmasin. Sasarannya adalah kota
Banjarmasin dan anaknya. Tidak mungkin ia akan ketemu
anaknya kalau sasarannya keliru. Misalnya mau ke Banjar-
5) Sasaran dan Tujuan Suatu Rencana masin tapi arahnya justeru ke Balikpapan. Kalau arahnya
sudah tepat, dan begitu tiba di Banjarmasin, ia langsung ke
a) Sasaran Perencanaan kampus atau ke rumah kost anaknya, maka kemungkinan
Adalah suatu arah sekaligus obyek suatu rencana yang besar tujuan sang ibu ingin ketemu anaknya bisa tercapai.
apabila tepat/kena/berhasil, akan menentukan berhasil-
nya tujuan yang akan dicapai; Dari ilustrasi di atas dapat kita simpulkan bahwa
sasaran dan tujuan merupakan dua hal yang saling berkait-
b) Tujuan Perencanaan an dan tidak bisa dipisahkan. Tidak mungkin tujuan suatu
Adalah hasil akhir yang ingin/akan dicapai oleh suatu rencana akan tercapai jika sasarannya tidak tepat. Namun
rencana; demikian bukan berarti bahwa apabila sasarannya tepat,
maka tujuan akan bisa dicapai. Artinya, walaupun sasaran-
Sebagai ilustrasi dapat kita ambil contoh. Misalnya nya sudah tepat, namun tujuan belum tentu bisa dicapai,
suatu hari seorang pemburu merencanakan akan masuk kendati demikian, prasyarat ketercapaian tujuan adalah ke-
hutan untuk berburu binatang. Tujuan perburuannya kali tepatan sasaran.
ini adalah ingin mendapatkan 3 ekor kijang untuk ia per-
sembahkan kepada keluarganya yang akan merayakan wa-
limah perkawinan. Sampai di sini kita sudah dapat menen- b. Pengorganisasian (Organizing, Coordinating)
tukan sasaran dan tujuannya. Sasarannya adalah hutan dan
kijang. Artinya, arah yang akan dituju adalah hutan dan Fungsi manajemen terpenting kedua setelah peren-
obyeknya adalah kijang, dengan target 3 ekor. Apabila canaan adalah Pengorganisasian.
arahnya sesuai dan obyek (kijang) yang dituju tepat (tem-
bakkannya kena), maka ada kemungkinan besar tujuan Pengorganisasian merupakan fungsi yang dalam
18 19
penerapannya dapat dilakukan oleh seluruh anggota organi- Maksudnya, konsep rencana yang telah disusun dan
sasi, baik di tingkat pimpinan maupun di tingkat staf. ditetapkan, sebaiknya dipelajari kembali dengan sek-
sama, terutama yang berkaitan dengan sasaran dan tu-
Pada prinsipnya, pengorganisasian merupakan tin- juan, visi dan missi, apa yang akan dikerjakan, cara/
dak lanjut dari perencanaan. Dengan kata lain, bagaimana teknik yang akan dilakukan, siapa saja yang terlibat
upaya/cara yang dilakukan di dalam melaksanakan suatu dalam pelaksanaannya nanti, kapan dan di mana tempat
rencana, semua ini memerlukan pengorganisasian yang ba- pelaksanaan rencana tersebut dan sebagainya. Kalau
ik dan rapi. sudah jelas dan dapat dipahami dengan baik dan benar,
maka tahapan berikutnya adalah;
Dengan demikian, pengorganisasian merupakan su-
atu proses untuk : b) Membuat Bagan Struktur Organisasi
a. Menentukan, mengelompokkan dan mengatur berbagai Maksudnya, merancang dan menetapkan semacam ba-
aktivitas yang dilakukan, agar dapat dilaksanakan de- gan struktur organisasi, dengan jalan mengelompokkan
ngan baik dan sesuai rencana; setiap pekerjaan ke dalam satu kesatuan unit yang ho-
b. Menempatkan sejumlah personil (tenaga kerja) sesuai mogen/sejenis dan saling berhubungan. Pada tahap ini
dengan jenis/bidang pekerjaan yang sudah ditentukan, yang dibuat hanya bagannya saja, belum diisi personil
berdasarkan keahlian/profesionalitas atau ketrampilan yang menempati/menjabat sesuai bagan struktur organi-
seseorang, kemudian melakukan pembagian tugas, sasi tersebut. Jadi, yang ditentukan adalah bentuk struk-
mengatur tata hubungan (mekanisme) kerja, menye- turnya dan jenis pekerjaannya.
diakan alat atau sarana kelengkapan kerja, menetapkan Contoh :
batas wewenang dan tanggung jawab serta menetapkan
DIREKTUR
hak dan kewajiban masing-masing personil kerja;
|
WAKIL DIREKTUR
1) Tahapan-tahapan Pengorganisasian

Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam kegiatan


pengorganisasian adalah sebagai berikut : KABAG KABAG KABAG
PRODUKSI TAUS PEMASARAN
a) Mempelajari kembali rencana yang telah disusun
20 21
c) Menempatkan Personil/Tenaga kerja/Karyawan Dari berbagai lembaga organisasi yang ada di nega-
Maksudnya, menempatkan personil/tenaga kerja/karya- ra kita, nampaknya pengelompokan pekerjaan ini didasar-
wan sesuai dengan klasifikasi jenis pekerjaan yang akan kan atas lima macam, yaitu :
dilaksanakan secara proforsional (penempatan yang te-
pat) sesuai dengan komposisi (bagan) struktur organisasi a) Pengelompokan Pekerjaan Atas Dasar Fungsi
yang telah dibuat. Pada tahap ini juga ditentukan siapa Maksudnya, pengelompokan pekerjaan yang dilakukan
yang bertanggung jawab untuk setiap unit pekerjaan berdasarkan apa yang menjadi fungsi, peranan dan tugas
(dengan menetapkan kepala-kepala bagian, kepala sub dari lembaga organisasi.
bagian dan seterusnya) sebagai perwujudan dari pendele- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan adalah lembaga orga-
gasian wewenang dan tanggung jawab pimpinan; nisasi yang bertugas mengurusi bidang pendidikan dan
kebudayaan. Oleh karenanya maka pengelompokan pe-
d) Menetapkan Tata Kerja kerjaan pada organisasi ini disesuaikan dengan tugas
Maksudnya, menentukan dan menetapkan tata pembagi- atau fungsinya, yakni mengurusi masalah pendidikan,
an kerja tiap-tiap bagian, yaitu mengatur dan menentu- dari Sekolah dasar hingga Perguruan Tinggi.
kan secara jelas tugas dan tanggung jawab masing-ma- Pengelompokan pekerjaan atas dasar fungsi ini pada
sing bagian, yang biasanya diwujudkan dalam bentuk umumnya dilakukan oleh lembaga organisasi pemerinta-
job description (uraian tugas) secara tertulis. Dengan han dan lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan.
pengaturan ini setiap bagian mendapat kejelasan tentang
apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya, sehing- b) Pengelompokan Pekerjaan Atas Dasar Proses
ga dapat dihindari kesimpang-siuran dalam melaksana- Maksudnya, pengelompokan pekerjaan yang dilakukan
an tugas pekerjaan. berdasarkan proses produksi pada suatu perusahaan.
Pertamina sebagai perusahaan tambang minyak milik
negara, melakukan pengelompokan pekerjaan bagi kar-
2) Pengelompokan Pekerjaan yawannya berdasarkan proses kegiatan penambangan
yang dilakukan, sehingga di dalam struktur organisasi
Dalam sebuah lembaga organisasi, baik lembaga Pertamina terdapat beberapa kelompok kerja, seperti
organisasi perusahaan maupun non perusahaan (sosial), bagian eksplorasi, yaitu kelompok kerja yang tugasnya
diperlukan adanya pengelompokan pekerjaan yang disesu- melakukan survei atau pencarian sumber-sumber mi-
aikan dengan bidang usaha/kerja yang dilakukan oleh nyak. Bagian eksploitasi, yaitu kelompok kerja yang tu-
lembaga organisasi tersebut. gasnya melakukan penggalian / pemborran sumber-
22 23
sumber minyak. Bagian refinarasi, yaitu kelompok kerja rumah para pelanggan, dan sebagainya.
yang bertugas melakukan pembersihan minyak mentah. Pengelompokan pekerjaan atas dasar langganan ini, bia-
Bagian transportasi, yaitu kelompok kerja yang bertugas sanya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang ber-
melakukan kegiatan pemindahan minyak mentah yang gerak di bidang jasa.
sudah dibersihkan ke tempat tertentu dengan mengguna-
kan kapal tankir (kapal pengangkut minyak). Dan bagian d) Pengelompokan Pekerjaan Atas Dasar Produk
marketing, yaitu kelompok kerja yang bertugas melaku- Maksudnya, pengelompokan pekerjaan yang dilakukan
kan kegiatan pemasaran/penjualan/pengiriman minyak berdasarkan atas jenis produk yang dihasilkan oleh per-
mentah untuk keperluan dalam negeri maupun luar ne- usahaan / badan usaha.
geri, yang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pengo- Perusahaan Indofood yang menghasilkan berbagai pro-
lahan minyak mentah menjadi berbagai jenis minyak/ba- duk makanan untuk keperluan rumah tangga, tentu mela-
han bakar seperti bensin, minyak tanah, bensol, oli dan kukan pengelompokan pekerjaan bagi karyawannya di-
sebagainya. dasarkan atas jenis atau macam produk yang dihasilkan.
Pengelompokan pekerjaan atas dasar proses ini pada Ada sekelompok karyawan yang khusus melakukan ke-
umumnya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang giatan produksi kecap, ada yang bekerja di bagian pro-
bergerak dalam bidang industri. duksi mie, ada yang mengurusi kegiatan produksi bum-
bu penyedap dan sebagainya.
c) Pengelompokan Pekerjaan Atas Dasar Langganan Pengelompokan pekerjaan atas dasar produk ini pada
Maksudnya, pengelompokan pekerjaan yang dilakukan umumnya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang
berdasarkan keperluan/kepentingan para langgaran/nasa- menghasilkan berbagai jenis/macam produk.
bah perusahaan yang bersangkutan.
Perusahaan Listerik Negara (PLN), melakukan penge- e) Pengelompokan Pekerjaan Atas dasar Daerah/Teritorial
lompokan pekerjaan terhadap para karyawannya berda- Maksudnya, pengelompokan pekerjaan yang dilakukan
sarkan keperluan pelanggan yang lebih diarahkan pada berdasarkan atas wilayah/daerah/teritorial di mana lem-
pelayanan/service. Sehingga di dalam organisasi PLN baga oragnisasi tersebut berada.
terdapat beberapa kelompok kerja, seperti ada bagian Organisasi besar seperti Muhammadiyah melakukan pe-
pemasangan sambungan listerik, ada bagian pelayanan ngelompokan pekerjaan/tugas bagi para pengurusnya
dan pengaduan gangguan aliran listerik bagi pelanggan, berdasarkan wilayah/daerah/teritorial. Kalau di tingkat
ada bagian penerimaan pembayaran rekening, ada bagi- pusat disebut Pimpinan Pusat, di tingkat wilayah (pro-
an pencatatan meter/jumlah pemakaian listerik ke rumah pinsi) disebut Pimpinan Wilayah, di tingkat daerah
24 25
(Kabupaten/Kodya) disebut Pimpinan Daerah, di tingkat Koordinasi kerja dapat dilakukan oleh atasan ke-
kecamatan disebut Pimpinan Cabang dan di tingkat lu- pada bawahan/staf atau sebaliknya. Bisa juga dilakukan an-
rah/desa/lingkungan disebut Pimpinan Ranting. tar pimpinan dan antar bawahan/staf.
Pengelompokan pekerjaan atas dasar daerah/teritorial ini
biasanya dilakukan oleh organisasi-organisasi yang bers-
kala nasional. Juga terdapat pada organisasi ABRI, Ke- 4) Fungsi, Sasaran dan Tujuan Pengorganisasian
polisian, organisasi kepanduan seperti Pramuka, orga-
nisasi pemerintahan (PEMDA) dan organisasi perusa- a) Fungsi Pengorganisasian
haan yang bertarap nasional atau internasional, yang • Memberi arah pelaksanaan kegiatan agar dicapai
pada umumnya banyak mempunyai jaringan-jaringan efektifitas dan efesiensi kerja;
usaha dari tingkat pusat hingga ke daerah-daerah. • Mempermudah pelaksanaan kegiatan bagi ba-
wahan dan mempermudah pelaksanaan penga-
wasan bagi atasan;
3) Koordinasi Kerja • Mempermudah pertanggungjawaban terhadap
pekerjaan yang telah dilimpahkan kepada para
Melakukan koordinasi kerja merupakan hal yang anggota/staf/bawahan;
penting dalam rangka menciptakan keserasian, kesesuaian • Mencegah adanya kegiatan rangkap dan bertum-
dan keseimbangan kerja, sehingga segala macam permasa- puk;
lahan yang muncul dalam sebuah organisasi dapat segera di • Memberikan kepastian tugas dan wewenang bagi
atasi. pelaksana organisasi;
Koordinasi kerja diperlukan, karena diharapkan : b) Sasaran Pengorganisasian
• Dapat menghindari kemungkinan adanya konflik/ • Terciptanya kerjasama secara efektif dan efesien,
benturan atau kesalahpahaman antar unit/bagian; agar proses manajemen dapat berlangsung de-
• Dapat mencegah terjadinya perangkapan jabatan ngan baik.
atau kerja, juga mencegah kemungkinan terjadinya
penumpukan pekerjaan pada unit tertentu; c) Tujuan Pengorganisasian
• Dapat mencegah terjadinya pemborosan dalam me- • Agar pelaksanaan kegiatan/tugas dan pengawasan
lakukan pekerjaan; setiap unit organisasi dapat dikerjakan dengan
26 mudah dan memperoleh hasil yang maksimal.
27
c. Penggerakan (Actuating, Commanding, Motivating) simpulkan: “Penggerakan merupakan upaya yang dilaku-
kan oleh pimpinan agar seluruh karyawan dapat bekerja
Setelah perencanaan disusun dan pengorganisasian dengan baik, suka, ikhlas, aktif, efektif dan efesien, sesuai
difungsikan sedemikian rupa dalam gerak langkah kegiat- dengan tugasnya masing-masing dan berdasarkan rencana
annya, baru fungsi penggerakan dilakukan dalam rangka yang telah ditetapkan, demi tercapainya tujuan organisasi”
lebih memperlancar proses manajemen.
Bagaimanakah upaya yang dilakukan oleh pimpinan
Dalam proses manajemen, penggerakan merupakan agar seluruh karyawan dapat bekerja dengan baik, suka,
suatu bagian yang sangat menunjang, sebagai tindak lanjut ikhlas, aktif, efektif dan efesien, sesuai dengan tugasnya
dari fungsi perencanaan dan pengorganisasian. masing-masing? Untuk menjawab pertanyaan ini, maka
hendaknya seorang pemimpin memperhatikan dan mene-
rapkan beberapa prinsip penggerakan berikut ini.
1) Pengertian Penggerakan

Menurut Prof.Dr.Mr.S.Prajudi Atmosudirdjo, Peng- 2) Prinsip-prinsip Penggerakan


gerakan adalah pengaktifan daripada orang-orang sesuai
dengan rencana dan pola/struktur organisasi yang telah di- a) Prinsip Pelayanan
tetapkan. Seorang pemimpin hendaknya mampu memberikan pe-
layanan yang sama atau perlakuan yang wajar, adil dan
Menurut Prof.Dr. H. Arifin Abdurrachman, Pengge- sebaik mungkin kepada seluruh karyawannya. Jangan
rakan adalah kegiatan manajemen untuk membuat orang la- sampai ada kesan pilih kasih, memandang dengan se-
in suka dan dapat bekerja dengan baik. belah mata, menganaktirikan atau menganakemaskan
sebagian karyawannya;
Menurut Prof.Dr.Sondang P.Siagian, MPA, Peng-
gerakan adalah keseluruhan proses pemberian motivasi ker- b) Prinsip Dorongan/Motivasi
ja kepada para bawahan, sehingga mereka mau bekerja de- Seorang pemimpin hendaknya selalu memberikan do-
ngan ikhlas demi tercapainya tujuan organisasi untuk men- rongan positif kepada seluruh karyawannya, baik terha-
capai efesiensi kerja. dap karyawan yang berprestasi maupun yang kurang
berprestasi, dengan cara memberikan motivasi kerja agar
Dari tiga pengertian penggerakan di atas, dapat kita yang berprestasi semakin meningkat prestasinya, dan
28 29
yang kurang berprestasi dilakukan pembinaan sedemi- pimpinan bertindak sepihak dan berbuat semena-mena.
kian rupa agar prestasinya semakin baik.
Gunakanlah setiap kesempatan, seperti pada saat apel d) Prinsip Keadilan dan Bijaksana
pagi dan siang, pada saat pertemuan, rapat, pada saat is- Seorang pemimpin hendaknya selalu berupaya agar ber-
tirahat/releks, untuk selalu memberikan motivasi kerja buat dan bertindak yang adil dan bijaksana terhadap para
kepada karyawan, baik secara individu maupun kelom- karyawannya, baik dalam hal pelayanan, penghargaan
pok guna menumbuhkan, memelihara dan meningkatkan dan hukuman, dalam hal memberikan tugas, kewajiban
etos kerja untuk mencapai produktifitas kerja yang ting- dan wewenang, terlebih-lebih menyangkut soal keuang-
gi. Doronglah terus semangat kerja karyawan dan bantu an (imbalan/upah/gaji) dan kesejahteraan karyawan. Be-
mereka untuk menumbuhkan dan mengembangkan ba- rikanlah penghargaan dan hukuman seobyektif mung-
kat, ketrampilan (skill) dan kreatifitas demi pertumbuhan kin, tidak memandang siapa orangnya, tapi bagaimana
dan pengembangan karirnya ke depan. aktivitas kerjanya. Berikanlah tugas, kewajiban dan we-
wenang, sesuai dengan keahlian dan kemampuan karya-
c. Prinsip Penghargaan dan Hukuman wan. Hargailah karyawan senior dan sayangilah karya-
Seorang pemimpin hendaknya jeli melihat aktivitas yang wan junior. Tempatkanlah karyawan senior pada kelom-
dilakukan para karyawannya. Dapat membedakan, mana pok/bagian kerja yang tidak banyak memerlukan gerak
karyawan yang berprestasi, mana yang kurang berpres- pisik, sesuai dengan kondisi tubuh dan usianya yang me-
tasi. Mana karyawan yang bekerja sesuai aturan dan pro- nginjak lanjut. Sebaliknya, tempatkanlah karyawan juni-
sedur, mana yang menyimpang aturan dan prosedur. or pada kelompok/bagian kerja yang banyak memerlu-
Bagi karyawan yang berprestasi, berilah acungan jempol kan gerak pisik, sesuai dengan kondisi tubuh dan usia-
terhadapnya, ucapkanlah kata-kata pujian terhadapnya nya yang masih muda. Jika menemukan ada diantara
dan kalau perlu berikanlah penghargaan dan hadiah. Se- karyawan yang bermasalah, maka bantulah ia mengatasi
baliknya, bagi karyawan yang nakal, sering melanggar masalahnya, jangan malah masalahnya justeru dijadikan
aturan, prosedur dan tidak memperdulikan kebijakan masalah oleh pimpinan. Setiap masalah pasti ada jalan
pimpinan, padahal sudah beberapa kali diberikan nase- keluarnya. Selidikilah terlebih dahulu apa yang menjadi
hat, bimbingan dan pembinaan bahkan peringatan, masih latar belakang permasalahannya, kemudian cermati apa
tidak ada perubahan, maka tidak ada jalan lagi, kecuali pokok masalahnya, lalu carilah alternatif pemecahanan-
yang bersangkutan diberikan sangsi atau hukuman sesuai nya.
dengan aturan dan prosedur yang baik. Berikanlah
hukuman yang seadil-adilnya, jangan ada kesan e) Prinsip Kesempatan Pertumbuhan
30 31
Seorang pemimpin hendaknya secara terbuka dan lapang • Memberikan semangat dan motivasi kerja yang
dada siap dan bersedia memberikan peluang/kesempatan tinggi ke arah etos kerja yang mantap;
yang seluas-luasnya kepada seluruh karyawan untuk me- • Menumbuhkembangkan kreatifitas kerja ke arah
ngembangkan karirnya melalui pendidikan formal mau- penciptaan wawasan kerja yang luas dan dinamis;
pun non formal. Janganlah ada terlintas dihati prasangka
yang kurang baik, seperti misalnya : “Kalau aku izinkan b) Sasaran Penggerakan
ia mengikuti tugas belajar dan berhasil studinya, maka • Ingin mengetahui dan menilai sejauhmana keikh-
karirnya pasti meningkat. Jangan-jangan kedudukan lasan, semangat dan disiplin kerja serta tingkat
dan jabatanku sekarang ini diambil alihnya nanti” kreatifitas karyawan dalam melaksanakan suatu
Kekhawatiran seperti ini memang wajar-wajar saja, tapi pekerjaan sesuai dengan tugas dan tanggung ja-
tak usah cemas, kendati kenyataannya persis seperti itu, wabnya masing-masing;
namun harga diri dan wibawa kita tidak akan luntur. Ki-
ta tetap dihormati dan disegani, kendati mungkin kedu- c) Tujuan Penggerakan
dukan kita lebih rendah nantinya. • Agar proses manajemen dapat berlangsung de-
ngan baik sesuai dengan rencana dan pengorga-
f) Prinsip Musyawarah Mufakat nisasian yang tepat;
Seorang pemimpin hendaknya menjadikan musyawarah
mufakat sebagai alat dan sarana untuk menyelesaikan
berbagai masalah, kesalahpahaman dan konflik yang ter-
jadi di dalam tubuh perusahaannya. Jangan sekali-kali d. Pengawasan (Controlling dan Evaluating)
segala permasalahan ditangani sendiri. Musyawarahkan-
lah dengan staf pimpinan yang lain. Demikian juga da- Pengawasan (Controlling, Evaluating) merupakan
lam merencanakan sesuatu, dalam memutuskan sesuatu, fungsi manajeman yang keempat setelah perencanaan,
seorang pemimpin yang baik hendaknya melibatkan staf pengorganisasian dan penggerakan. Apabila rencana sudah
pimpinan yang lain untuk memusyawarahkannya. disusun dan ditetapkan, kemudian dilaksanakan dengan
pengorganisasian yang rapi dan digerakan dengan baik dan
tepat, maka sudah barang tentu proses manajemen sudah
3) Fungsi, Sasaran dan Tujuan Penggerakan hampir mendekati finish dengan membuahkan hasil yang
gemilang. Namun, sejauh mana hasil yang dicapai, berapa
a) Fungsi Penggerakan banyak kendala-kendala yang ditemui, adakah kesalahan
32 33
adakah penyelewengan dan sebagainya, untuk mengetahui (preventif) untuk mengetahui lebih dini segala kekeliruan,
semua ini maka diperlukan tindakan pengawasan. kesalahan, ketidaksesuaian, penyimpangan atau penyele-
wengan yang mungkin saja terjadi dalam pelaksanaan kegi-
atan/kerja, agar dapat diatasi sesegera mungkin sebelum
1) Pengertian Pengawasan kondisinya semakin parah. Disamping itu, tindakan penga-
wasan juga bermaksud ingin memperbaiki (kuratif) segala
Menurut Prof. Dr. H. Arifin Abdurrachman disebut- kekeliruan, kesalahan, ketidaksesuaian, penyimpangan atau
kan bahwa “Pengawasan adalah kegiatan atau proses un- penyelewengan yang sudah terlanjur terjadi, agar di masa-
tuk mengetahui hasil pelaksanaan, kesalahan, kegagalan masa yang akan datang tidak terulang lagi.
untuk diperbaiki kemudian dan mencegah terulangnya
kembali kesalahan-kesalahan itu, begitu pula mencegah Dengan adanya pengawasan maka dapat diketahui
sehingga pelaksanaan tidak berbeda dengan cencana yang sejauhmana kesesuaian rencana dengan pelaksanaan kerja.
telah ditetapkan”. Dengan adanya pengawasan dapat mempertebal rasa tang-
gung jawab para karyawan terhadap tugas dan kewajiban
Menurut Prof. Dr. Sondang P. Siagian, M.P.A di- yang diembannya. Dan dengan adanya pengawasan dapat
sebutkan bahwa “Pengawasan adalah proses pengamatan mendidik kedisiplinan dan bekerja sesuai prosedur bagi
dari pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi untuk menja- para karyawannya.
min agar semua pekerjaan yang sedang dilakukan sesuai
dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya”.
2) Macam-macam Pengawasan
Dari dua pengertian pengawasan di atas, dapat kita
simpulkan bahwa, “Pengawasan adalah kegiatan yang di- a) Dilihat dari segi pelaksanaannya, pengawasan dibagi
lakukan oleh pimpinan atau yang berwenang untuk menge- menjadi dua, yaitu :
tahui hasil pelaksanaan kerja, kemudian memperbaikinya • Pengawasan Langsung (Direct Control).
apabila terjadi kesalahan-kesalahan atau penyimpangan- Adalah pengawasan yang dilakukan oleh pimpin-
penyimpangan dan mencegah terjadinya hal-hal yang tidak an atau pihak yang berwenang (pengawas/super-
diinginkan terulang kembali, sehingga hasil yang dicapai visor) secara langsung (tatap muka) terhadap sub-
sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan”. yek dan obyek yang diawasi.
Pengawasan langsung ini bisa bersifat :
Tindakan pengawasan adalah tindakan pencegahan Inspektif, yaitu mengecek kebenaran dari adanya
34 35
berita, informasi, issu atau gossip; Adalah pengawasan yang dilakukan oleh pimpin-
Verifikatif, yaitu melakukan observasi untuk an atau pihak yang berwenang (pengawas/super-
mempelajari sekaligus melakukan penilaian ter- visor) terhadap intern organisasi itu sendiri.
hadap keadaan subyek atau obyek yang diawasi; Misalnya : Pengawasan yang dilakukan oleh ke-
Vestigatif, yaitu melakukan pengamatan atau pe- pala kantor kepada staf/karyawannya.
nelitian terhadap subyek atau obyek yang diawasi • Pengawasan Ekstern (Eskternal Control)
untuk mengetahui gambaran umum atau detil Adalah pengawasan yang dilakukan oleh pihak
mengenai subyek atau obyek yang diteliti; yang berwenang, misalnya pihak akuntan public,
Komparatif, yaitu melakukan pengamatan dan tim pengawas dari lembaga organisasi kepenga-
penilaian, untuk membandingkan satu obyek wasan, seperti Badan Pengawas Daerah (BPD)
yang diamati dengan obyek lainnya. terhadap lembaga organisasi/perusahaan. Misal-
Pengawasan langsung ini disebut juga built in nya : Pemeriksaan yang dilakukan oleh Akuntan
control. Public terhadap keadaan keuangan perusahaan.
• Pengawasan Tidak Langsung (Indirect Control)
Adalah pengawasan yang dilakukan oleh pimpin- c) Dilihat dari segi waktunya (kapan dilakukannya penga-
an atau pihak yang berwenang (pengawas/super- wasan), maka pengawasan dibagi menjadi dua, yaitu :
visor) terhadap subyek dan obyek yang diawasi, • Pengawasan Preventif (Preventif Control
yang dilakukan secara tidak langsung (tanpa tatap Adalah pengawasan yang dilakukan oleh pimpin-
muka), tapi hanya mempelajari dari laporan tertu- an atau pihak yang berwenang (pengawas/super-
lis yang masuk, apakah itu laporan tahunan, visor) sebelum timbulnya permasalahan, penyim-
semester, triwulan maupun laporan bulanan. Jadi, pangan, kesalahan dan sebagainya. Pengawasan
pihak pengawas tidak datang langsung ke tempat yang seperti ini sifatnya pencegahan. Pengawasan
pengawasan, tapi ia hanya menerima dan mem- atau pemeriksaan preventif ini disebut juga pre-
pelajari berkas laporan yang masuk dari pihak audit.
yang diawasi. • Pengawasan Repressif (Repressif Control)
Adalah pengawasan yang dilakukan oleh pimpin-
an atau pihak yang berwenang (pengawas/super-
b) Dilihat dari segi luasnya (ruang lingkup) pengawasan, visor) sesudah timbulnya permasalahan, penyim-
maka pengawasan dapat dibagi menjadi dua, yaitu : pangan, kesalahan dan sebagainya. Pengawasan
• Pengawasan Intern (Internal Control). repressif ini sifatnya perbaikan.
36 37
d) Dilihat dari segi ruang lingkupnya, maka pengawasan keuangan koperasi; Pengawasan yang dilakukan
dapat dibagi menjadi dua, yaitu : oleh kantor pusat kepada kantor cabang, dan
• Pengawasan Administrasi (Administrative Cont- sebagainya.
rol) • Pengawasan Informal (Informal Control)
Adalah pengawasan yang dilakukan oleh pimpin- Adalah pengawasan yang dilakukan oleh pimpin-
an atau pihak yang berwenang (pengawas/super- an atau pihak yang berwenang (pengawas/super-
visor) terhadap berkas-berkas administrasi kan- visor) secara tidak resmi/informal. Pengawasan
tor/perusahaan. Jadi yang diperiksa hanyalah pen- yang seperti ini biasanya dilakukan secara men-
catatan pembukuannya, tidak terhadap keadaan dadak/tidak memberi tahu terlebih dahulu, atau
pisiknya. dilakukan secara tiba-tiba/tidak direncanakan se-
• Pengawasan Teknis (Technical Control) belumnya, atau bisa juga sambil lalu/ secara tidak
Adalah pengawasan yang dilakukan oleh pimpin- sengaja. Pengawasan informal cenderung dilaku-
an atau pihak yang berwenang (pengawas/super- kan berupa kunjungan pribadi atau kekeluargaan.
visor) terhadap keadaan pisik obyek yang dipe- Pengawasan yang seperti ini dimaksudkan untuk
riksa. Jadi pemeriksaannya langsung ke lapangan, menghindari kekakuan dalam hubungan antara a-
misalnya pemeriksaan terhadap keadaan pisik tasan dengan bawahan. Dengan cara seperti ini
bangunan toko, kantor, pabrik. Pemeriksaan ter- biasanya pimpinan menghendaki adanya keterbu-
hadap keadaan para karyawan yang sedang be- kaan dalam memperoleh informasi sekaligus
kerja di bagian produksi, dan sebagainya. usul/saran/pendapat perbaikan dan penyempurna-
an dari bawahannya.
e) Dilihat dari segi sifat pengawasannya, maka pengawas-
an dibagi menjadi dua, yaitu :
• Pengawasan Formal (Formal Control) 3) Prinsip-prinsip Pengawasan
Adalah pengawasan yang dilakukan oleh pimpin-
an atau pihak yang berwenang (pengawas/super- Agar pelaksanaan kegiatan pengawasan dapat ber-
visor) yang bersifat resmi/formal, yakni penga- langsung dengan lancar dan memperoleh hasil yang op-
wasan yang sudah terprogram, punya tata cara timal, maka seorang pimpinan atau pihak yang berwenang
dan prosedur yang resmi/tertentu. Misalnya pe- melakukan pengawasan, hendaknya memperhatikan dan
meriksaan yang dilakukan oleh Pengawas Kope- menerapkan beberapa prinsip pengawasan seperti berikut
rasi terhadap keadaan organisasi, usaha dan ini :
38 39
a) Prinsip Tujuan e) Prinsip Ketelitian
Maksudnya, pelaksanaan pengawasan harus berorien- Maksudnya, pelaksanaan pengawasan hendaknya dilaku-
tasi pada tujuan organisasi. Pengawasan dilakukan da- kan seteliti dan secermat mungkin guna menghasilkan
lam rangka mencapai tujuan melalui pelurusan pekerjaan kesimpulan yang akurat dan selanjutnya diupayakan
menghindari dan memperbaiki segala kesalahan dan pe- untuk mencari jalan pemecahannya;
nyimpangan; f) Prinsip Kontinueitas (berkesinambungan)
b) Prinsip Obyektifitas (apa adanya) Maksudnya, pelaksanaan pengawasan hendaknya dila-
Maksudnya, pelaksanaan pengawasan dilakukan secara kukan secara terus menerus, rutin atau berkala. Lakukan-
jujur, apa adanya, obyektif, tidak memihak dan menda- lah pengawasan pada saat ada masalah maupun tidak ada
hulukan kepentingan umum/organisasi daripada kepen- masalah. Sebab sering terjadi, karena menganggap kea-
tingan pribadi/kelompok. Kalau keliru katakan keliru, daan aman-aman saja, sepertinya tidak mungkin terjadi
kalau benar katakan benar, tidak memutarbalikan fakta; masalah, sehingga pengawasan dihentikan/tidak dilaku-
c) Prinsip Mencari Kebenaran kan. Namun, tanpa diduga-duga tiba-tiba muncul perma-
Maksudnya, pelaksanaan pengawasan harus berorientasi salahan, diluar perhitungan. Oleh karena itu kesinam-
pada upaya mencari kebenaran berdasarkan ketentuan bungan kegiatan pengawasan perlu menjadi pertimbang-
dan peraturan yang berlaku serta prosedur yang telah di- an kita, sebab pepatah mengatakan, “air yang tenang be-
tetapkan dan tata cara yang benar. Melakukan pengawas- lum tentu tidak berbuaya, tenang-tenang menghanyut-
an bukan berarti mengorek-ngorek kelemahan orang lain kan, ambak-ambak bakut, sakali maloncat limpua ham-
(subyek yang diawasi), tetapi membantu mereka untuk pang”;
memperbaiki kelemahannya. Oleh karena itu tidak benar g) Prinsip Umpan Balik
kalau ada pengawas yang hanya pandai menunjukkan Maksudnya, pelaksanaan pengawasan harus dapat mem-
kesalahan, tetapi tidak mampu memberikan saran/alter- berikan umpan balik (feed back) terhadap perbaikan dan
natif perbaikannya; penyempurnaan di masa-masa yang akan datang.
d) Prinsip Manfaat
Maksudnya, pelaksanaan pengawasan harus berorientasi
pada hasil dan daya guna pekerjaan. Dengan dilakukan 4) Sasaran dan Tujuan Pengawasan
pengawasan apakah berpengaruh positif terhadap pro-
duktifitas kerja karyawan, atau bagaimana. Dengan ada- a) Sasaran Pengawasan
nya pengawasan, apakah efektifitas dan efesiensi kerja • Untuk mengetahui apakah suatu kegiatan/ak-
semakin meningkat. tivitas berjalan sesuai dengan rencana semula;
40 41
• Untuk mengetahui apakah segala sesuatu telah Tiga hal yang berhubungan dengan pengarahan,
dilaksanakan sesuai dengan perintah/instruksi; yaitu : Pemotivasian, Kepemimpinan dan Komunikasi.
• Untuk mengetahui kesulitan-kesulitan, kelemah-
an-kelemahan dalam bekerja;
• Untuk mengetahui segala sesuatu apakah berjalan a. Pemotivasian
efektif dan efesien;
• Untuk mengetahui jalan keluar bila ternyata di- Pemotivasian adalah upaya yang dilakukan oleh
jumpai kesulitan-kesulitan/kelemahan-kelemahan pimpinan dalam rangka mengarahkan segala sumber daya
atau penyimpangan-penyimpangan ke arah perba- dan potensi manusia (tenaga kerja/karyawan) agar dapat be-
ikan; kerja secara produktif, sehingga dapat mencapai dan mewu-
judkan tujuan yang telah ditetapkan.
b) Tujuan Pengawasan
• Agar hasil pelaksanaan pekerjaan diperoleh Pemberian motivasi dapat dilakukan melalui bebe-
secara berdaya guna (efesien) dan berhasil guna rapa hal :
(efektif) sesuai dengan rencana yang telah di- 1) Memberikan imbalan jasa (upah dan gaji) yang
tentukan sebelumnya, sehingga proses manaje- layak, dan tepat waktu kepada karyawan;
men secara keseluruhan dapat berlangsung de- 2) Memberikan tugas pekerjaan yang jelas, adil
ngan baik. dan sesuai dengan bidang, keahlian/ketrampil-
an dan kemampuan karyawan;
3) Memberikan insentif (penghasilan tambahan)
3. Teknis Pemberian Pengarahan berupa honor, tunjangan, hadiah dan sebagai-
nya kepada karyawan berdasarkan prestasi dan
Salah satu upaya pemimpin untuk menggerakan hasil kerjanya;
para staf agar dapat bekerja sesuai dengan rencana dan ke- 4) Membuka selebar-lebarnya kepada karyawan
bijakan pimpinan, adalah dengan memberikan pengarahan. untuk berpartisipasi dalam memajukan perusa-
haan. Kemudian, sekecil apapun partisipasi
Dalam memberikan pengarahan agar dapat efektif, yang disumbangkan karyawan, tetap diperhati-
diperlukan teknik-teknik yang tepat, sehingga dapat menge- kan dan dihargai selayaknya;
nai sasaran dan mencapai tujuan yang diinginkan. 5) Mendorong dan membantu setiap karyawan da-
lam pengembangan karir, melalui tugas belajar,
42 43
diklat, penataran, magang dan sebagainya, sama dijinjing. Seorang pemimpin yang baik, ia senan-
yang selanjutnya dilakukan promosi jabatan; tiasa membela karyawannya, ketika dipojokkan orang,
6) Memberikan pengakuan dan penghargaan beru- ketika diperlakukan orang secara tidak adil dan sebagai-
pa pujian langsung, surat penghargaan, bintang nya. Kendatipun misalnya ia memang terbukti berbuat
jasa, kenaikan gaji, memberikan uang/tunjang- salah, seorang pemimpin yang baik, ia tetap akan mem-
an pembinaan, hadiah dan sebagainya kepada bela dan memperjuangkan sebisa-bisanya, yang tentunya
karyawan yang menunjukan prestasinya; melalui tindakan yang wajar dan sesuai peratuan dan
7) Menciptakan suasana yang nyaman, aman dan prosedur yang berlaku;
sehat dalam bekerja, sehingga para karyawan
merasa betah berada di tempat kerja. Upaya ini 2) Tenggang rasa dan tepo selero
dilakukan antara lain menyediakan sarana dan Maksudnya, seorang pemimpin hendaknya mempunyai
peralatan kerja yang cukup/memadai, mencipta- sikap menghormati perasaan para karyawannya. Jangan-
kan lingkungan kerja yang bersih, nyaman, lah memarahi apalagi mencemooh seorang karyawan di
aman dan indah; hadapan karyawan lainnya. Jangan memberikan sangsi
hukuman yang sekiranya memberatkan karyawannya,
apalagi sampai-sampai menjatuhkan harga dirinya;
b. Kepemimpinan
3) Hemat dan sederhana
Kepemimpinan adalah keseluruhan aktivitas yang Maksudnya, seorang pemimpin hendaknya memiliki po-
dilakukan oleh pemimpin untuk mempengaruhi serta meng- la hidup yang hemat dan sederhana, tidak boros, tidak
giatkan orang lain (karyawan) dalam melakukan usaha ker- sok pamer dan tidak bergaya mewah;
ja sama untuk mencapai tujuan.
4) Bekerja keras dan berkemauan keras
Untuk ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatian Maksudnya, seorang pemimpin hendaknya selalu ber-
oleh seorang pemimpin, antara lain : usaha dengan sungguh-sungguh untuk melaksanakan tu-
gas dan kewajibannya. Jadilah contoh terbaik bagi kar-
1) Kesetiakawanan dan solidaritas sosial yawannya dalam hal melaksanakan tugas. Jangan sampai
Maksudnya, seorang pemimpin hendaknya selalu me- ada kesan, seorang pemimpin hanya pandai menyuruh,
nyatu dengan seluruh karyawannya dalam berbagai kegi- tapi dia sendiri tidak mengerjakan. Seluruh karyawannya
atan yang mereka lakukan. Berat sama dipikul ringan dituntut untuk bekerja keras, sementara ia sendiri
44 45
bersantai ria; c. Komunikasi

5) Cermat dan Teliti Komunikasi merupakan kegiatan yang dilakukan


Maksudnya, seorang pemimpin hendaknya tidak gega- oleh manusia dalam melakukan interaksi dengan sesama-
bah dalam bertindak dan memutuskan sesuatu. Segala nya.
persoalan diselidiki secermat-cermatnya dan diteliti ke-
benarannya; Di dalam dunia usaha komunikasi memiliki peranan
yang sangat penting. Suatu perusahaan hanya akan dapat
6) Tertib dan teratur melaksanakan kegiatannya dengan baik dan mencapai hasil
Maksudnya, seorang pemimpin hendaknya membiasa- yang gemilang, apabila setiap karyawan yang bekerja pada
kan diri agar selalu tertib dan teratur, baik dalam hal perusahaan tersebut selalu terjalin hubungan yang baik
mengurus diri sendiri maupun mengurus perusahaannya; antara sesama karyawan, dan antara karyawan dengan pim-
pinannya.
7) Penuh rasa pengabdian dan pelayanan
Maksudnya, seorang pemimpin hendaknya mendahulu- Agar terjalin komunikasi yang baik dan lancar, seti-
kan kepentingan karyawannya dan perusahaannya di atas ap pimpinan dan karyawan hendaknya memperhatikan be-
kepentingan pribadinya; berapa hal sebagai berikut :

8) Jujur dan terbuka 1) Pesan yang akan disampaikan dalam berkomunikasi


Maksudnya, seorang pemimpin hendaknya berprilaku haruslah benar, aktual dan tepat sasaran;
jujur dan terbuka terhadap karyawannya. Tidak ada yang 2) Dalam menyampaikan pesan hendaknya jangan ber-
di tutup-tutupi, tidak ada kepura-puraan dan rekayasa, belit-belit, tapi sampaikanlah dengan ringkas, jelas
semuanya transparan dan apa adanya; dan tegas;
3) Sesuaikanlah informasi yang disampaikan dengan
9) Kesatria dan patriot kenyataan dalam praktek;
Maksudnya, seorang pemimpin hendaknya selalu berjiwa 4) Sesuaikanlah banyak sedikitnya pesan yang akan
besar dalam menghadapi berbagai persoalan. Ia akan se- disampaikan, sebab ada kemungkinan pesan yang
lalu membela yang benar, kendatipun harus berhadapan panjang (terlalu detil) dapat membingungkan si
dengan berbagai risiko. Apapun yang terjadi ia dan peru- penerima pesan;
sahaannya harus maju dan maju terus; 5) Perhatikanlah faktor waktu dalam berkomunikasi.
46 47
merupakan tempat/wadah berkumpulnya orang-orang yang
Pililihlah waktu yang tepat dalam berkomunikasi, tergabung dalam suatu kelompok/ikatan tertentu untuk me-
misalnya disaat pimpinan lagi releks, santai. Jangan lakukan suatu kegiatan kerja sama dalam rangka mencapai
sekali-kali berkomunikasi pada saat pimpinan lagi tujuan.
sibuk, lagi marah, lagi kesal dan sebagainya;
6) Sesuaikan isi informasi yang akan dikomunikasikan Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa
dengan si penerima informasi (siapa yang akan kita “Organisasi adalah tempat/wadah berkumpulnya orang-
ajak berkomunikasi); orang yang melakukan kerjasama, untuk mencapai tujuan”

Hubungannya dengan manajemen, maka organisasi


sebagai tempat/wadah daripada manajemen dalam melaku-
B. ORGANISASI kan proses kerja, yang keduanya saling mempengaruhi.
Kalau organisasinya baik, namun manajemennya tidak ba-
Kata Organisasi berasal dari bahasa Latin (Yunani), ik, maka organisasinya tidak jalan. Berapa banyak organi-
yaitu Organizare yang berarti membentuk sebagai, menjadi sasi yang terbentuk, namun tidak dikelola dengan baik (ma-
keseluruhan. Beberapa orang yang punya ketrampilan dibi- najemennya kurang baik), akhirnya organisasi ini hanya
dang olah raga sepak bola, mereka sepakat bersatu mem- tinggal namanya saja, tanpa ada gerak aktivitas di dalam-
bentuk tim sepak bola, maka terbentuklah sebuah kese- nya. Demikian sebaliknya, kalau organisasinya kurang
belasan/Clup Sepak Bola. Lima orang yang sepakat bekerja baik, tetapi manajemennya baik, tentu akan mengganggu
sama dalam usaha bisnis, maka lahirlah sebuah perusaha- proses kegiatan manajemen. Sebuah perusahaan besar yang
an yang berbentuk CV. Dari yang asalnya orang ke orang tidak didukung oleh sarana tempat yang memadai, tentu
secara pribadi, kemudian akhirnya membentuk sebuah per- akan mengganggu kelancaran kegiatan perusahaan tersebut.
kumpulan, sebuah clup dan sebagainya, berarti membentuk
sebagai atau menjadi keseluruhan. Hubungan antara manajemen dengan organisasi,
ibarat hubungan antara badan jasmani dengan rohani. Kalau
Organisasi, merupakan kata benda yang terdiri dari badan tidak sehat, rohani juga merasakan akibatnya. Demi-
Organ + Sasi. Organ berarti alat, sedangkan Sasi dapat di- kian sebaliknya.
artikan pemungsian. Jadi, Organisasi berarti pemungsian
suatu alat. Yang dimaksud pemungsian suatu alat disini
adalah pemungsian suatu tempat atau wadah yang 1. Unsur-unsur Organisasi
48 49
Terbentuknya sebuah organisasi, paling tidak harus 2. Organisasi Formal dan Informal
mempunyai tiga unsur sebagai berikut :
Karena organisasi merupakan tempat/wadah ber-
a. Unsur kumpulan orang orang kumpulnya orang-orang (dua orang atau lebih) yang be-
Sebuah organisasi berarti sebuah pekumpulan, perhim- kerja sama untuk mencapai tujuan, maka segala bentuk
punan atau persyarikatan sejumlah orang-orang, dua kerja sama apapun yang dilakukan oleh dua orang atau
orang atau lebih. Orang-orang ini berfungsi sebagai pe- lebih, untuk mencapai suatu tujuan, boleh dikatagorikan
laksana/pemeran kegiatan. Mereka inilah yang menjalan- sebagai organisasi. Misalnya, dua orang yang bekerja sama
kan roda organisasi, sehingga organisasi dapat bergerak memindahkan sebuah batu besar yang menghalangi jalan,
dinamis dan dapat mencapai tujuannya. ke tempat yang aman, dengan tujuan demi kelancaran
orang yang lalu lalang, maka hal ini sudah bisa dikatakan
b. Unsur kerja sama organisasi.
Ciri sebuah organisasi yang baik adalah terjalinnya kerja
sama yang harmonis diantara anggota-anggotanya. De- Oleh karenannya, maka dalam praktek sehari-hari,
ngan terjalinnya kerja sama inilah maka organisasi akan kita melihat ada organisasi yang bersifat formal dan ada
terlihat kuat dan kokoh. Dan kerja sama merupakan organisasi yang bersifat informal.
fungsinya organisasi. Artinya, jika di dalam sebuah or-
ganisasi tidak tercipta kerja sama yang harmonis, berarti Organisasi yang bersifat formal adalah organisasi
organisasi tersebut sudah kehilangan fungsinya. Dengan yang tersusun rapi dan resmi sifatnya, yang di dalamnya
penerapan kerja sama inilah, maka segala pekerjaan, terdapat/sudah ditentukan :
aktivitas dapat dikerjakan dengan baik, mudah dan efe- a. Jenis, bentuk dan nama organisasinya;
sien; b. Struktur organisasi dan uraian tugasnya;
c. Tempat dan kedudukan organisasinya;
c. Unsur tujuan bersama d. Program kerja, sasaran dan tujuan organisasinya;
Tujuan di dalam sebuah organisasi merupakan titik e. Peraturan, tata tertib atau AD ART-nya; dan seba-
kulminasi dari serangkaian kegiatan yang dilaksanakan, gainya.
disamping juga merupakan harapan, cita-cita, sekaligus
pendorong semangat kerja menuju etos kerja yang Organisasi yang bersifat informal adalah bentuk
tinggi. kerjasama biasa, kerja sama yang bersifat pribadi atau
kerja sama dalam kegiatan-kegiatan sosial masyarakat,
50 51
seperti misalnya, sekelompok siswa yang melakukan ke- Bentuk organisasi lini/garis ini juga dipergunakan oleh
giatan belajar bersama, kerja sama antara sopir dengan kon- perusahaan perseorangan dalam bentuk industri rumah
dektur, kegiatan kerja bakti, gotong royong dan sebagainya. tangga.

3. Bentuk-bentuk Organisasi b) Organisasi Staf


Adalah bentuk organisasi yang mana hubungan pimpin-
Berdasarkan strukturnya, bentuk organisasi terdiri an dengan bawahan atau sebaliknya, dimaksudkan untuk
dari empat macam, yaitu : saling memberikan bantuan (kerja sama) baik berupa
pemikiran maupun perbuatan yang semata-mata dituju-
a. Organisasi Lini/Garis kan demi kelancaran tugas dalam organisasi. Para staf
Adalah bentuk organisasi yang mana pucuk pimpinan di- bekerja untuk membantu kelancaran tugas pimpinan, dan
pandang sebagai sumber wewenang tunggal, sehingga pimpinan memberikan bimbingan dalam melaksanakan
bawahan hanya mengenal satu pimpinan yang berhak tugas para staf, sehingga diharapkan tujuan secara umum
memerintah atau memberikan instruksi. Bawahan hanya dapat dicapai dengan baik. Bentuk organisasi staf ini ti-
bertindak sebagai pelaksana. Bentuk organisasi yang se- dak ada garis komando.
macam ini terdapat misalnya pada organisasi pemerin- Contoh strukturnya :
tahan, organisasi ABRI dan sebagainya.
Contoh strukturnya : KETUA PIMPINAN

DANYON

AGT AGT STAF STAF

DANKI DANKI DANKI


Bentuk organisasi staf ini biasanya dipergunakan oleh
organisasi-organisasi sosial kemasyarakatan dan organi-
sasi-organisasi kecil, seperti LSM (Lembaga Sosial
DANTON DANTON
Masyarakat), Organisasi Keagamaan, Organisasi
Kepemudaan seperti KNPI, BKPRMI, Karang Taruna,
organisasi Kelompok Pecinta Alam dan sebagainya.
52 53
c) Organisasi Fungsi d) Organisasi Panitia
Adalah bentuk organisasi yang disusun berdasarkan Adalah bentuk organisasi yang ditujukan dalam rangka
fungsi organisasi yang bersangkutan. Tiap-tiap fungsi di- melaksanakan suatu kegiatan yang bersifat insidentil dan
kerjakan oleh bagian-bagian tertentu, yang satu sama untuk kepentingan kegiatan tententu dan dalam waktu
lainnya saling berhubungan. Keberhasilan organisasi yang tertentu pula. Misalnya Panitia Walimah Perkawin-
fungsi ini tergantung koordinasi dan kerja sama yang ba- an, Panitia Seminar dan sebagainya.
ik. Sekalipun dalam organisasi fungsi ini terdapat staf Contoh strukturnya :
ahli dalam bidang masing-masing, namun tanggung ja-
wab dan garis komando tetap berada pada para pimpin- KETUA
an. Pada organisasi fungsi ini terdapat garis komando
dan garis koordinasi. Bentuk organisasi semacam ini ba-
WAKIL KETUA
nyak dipergunakan oleh organisasi perusahaan yang ber-
bentuk CV, Fa, dan PT.
Contoh strukturnya :

SEKRETARIS BENDAHARA
DIREKTUR

WAKIL DIREKTUR SEKSI-SEKSI

KA PROD KA PERSON KA PEMAS PERLENGKAPAN KONSUMSI KEGIATAN

STAF STAF STAF

Keterangan :
____________ = Garis Komando 4. Prinsip-Prinsip Organisasi
= Garis Koordinasi
54 a. Prinsip Tujuan yang Jelas
55
Setiap organisasi yang dibentuk hendaknya mempunyai tugas dan skill yang dimiliki.
tujuan yang jelas. Organisasi negara seperti : PEMDA, Rentang pengendalian dalam organisasi terdiri dari :
instansi-instansi dan perusahaan daerah, dibentuk untuk 1) Rentang pengendalian yang sempit, yaitu jumlah
mencapai tujuan negara/nasional sebagaimana yang di- bawahan berkisar 4 – 8 personil;
gariskan oleh GBHN; Organisasi perusahaan dibentuk 2) Rentang pengendalian yang luas, yaitu jumlah ba-
untuk mencari laba; KONI dibentuk untuk melakukan wahan berkisar 8 – 15 personil;
diklat bagi para atlet dalam rangka meningkatkan presta-
si olah raga. e. Prinsip Kesatuan Perintah / Komando
Setiap organisasi yang dibentuk hendaknya menganut
b. Prinsip Pembagian Tugas prinsip kesatuan perintah, dimana perintah pucuk pim-
Setiap organisasi yang dibentuk hendaknya sudah diten- pinan dipatuhi oleh pimpinan setingkat di bawahnya, dan
tukan pembagian tugas dan garis kewenangan yang jelas. seterusnya sampai pada pimpinan tingkat bawah. Dalam
Prinsip ini tercermin di dalam struktur organisasi dan organisasi Islam sering disebut Prinsip Kesatuan Ima-
uraian tugasnya; mah;

c. Prinsip Pelimpahan Wewenang f. Prinsip Pertanggungjawaban


Setiap organisasi yang dibentuk hendaknya menerapkan Setiap organisasi yang dibentuk hendaknya memperhati-
prinsip pelimpahan wewenang. Segala pekerjaan yang kan prinsip pertanggungjawaban, dimana setiap karya-
tidak mampu dikerjakan oleh pimpinan, hendaknya di- wan bertanggungjawab terhadap tugas yang ia kerjakan.
limpahkan kepada staf yang memang mampu mengerja- Dan pemimpin bertanggung jawab terhadap tugas-tugas
kannya. Demikian juga misalnya suatu waktu pimpinan kepemimpinannya. Janganlah melemparkan tanggung
berhalangan, tidak bisa masuk kerja karena tugas luar, jawab kepada orang lain yang justeru bukan tanggung
maka tugas-tugas pimpinan sementara dilimpahkan jawabnya;
kepada wakil atau staf yang dipercaya dan diperkirakan
mampu menggantikan tugas-tigas pimpinan; g. Prinsip Pemisahan
Setiap organisasi yang dibentuk hendaknya secara tegas
d. Prinsip Rentang Pengendalian dan jelas sudah memberikan pemisahan tugas dan tang-
Setiap organisasi yang dibentuk hendaknya mengacu gung jawab masing-masing karyawan. Beban tugas yang
kepada rentang pengendalian. Hal ini berkaitan dengan diemban seorang karyawan, juga merupakan kewajiban
jumlah karyawan yang akan dikendalikan berikut bidang dan tanggung jawabnya, tidak bisa dibebankan kepada
56 57
orang lain;

h. Prinsip Keseimbangan
Setiap organisasi yang dibentuk hendaknya berdasarkan
prinsip keseimbangan, dimana beban pekerjaan yang
diemban seseorang senantiasa disesuaikan dengan pang-
kat jabatannya dan kemampuan skill yang dimilikinya
serta keadaan usia/pisik seseorang. Jangan memberikan Manusia adalah unsur terpenting dalam seluruh pro-
tugas yang berlebihan, juga jangan memberikan tugas ses manajemen. Ia bertindak sebagai generator (faktor
yang terlalu sedikit/ringan; penggerak) yang menggerakan seluruh fungsi manajemen
sehingga dapat berfungsi secara efektif dan efesien. Tidak
i. Prinsip Fleksibelitas / Keluwesan bisa dibayangkan apa jadinya jika proses manajemen tanpa
Setiap organisasi yang dibentuk hendaknya berdasarkan melibatkan peranan manusia.
prinsip fleksibelitas atau keluwesan. Struktur organisasi
dan uraian tugas yang telah disusun dan ditetapkan, hen- Betapapun besarnya sebuah perusahaan, yang di da-
daknya tidak bersifat mutlak 100 %. Artinya dalam kea- lamnya dipergunakan peralatan-peralatan yang serba mo-
daan dan situasi tertentu bisa saja mengalami perubahan dern dan canggih, tentu tidak akan bekerja maksimal tanpa
atau penyesuaian. Disinilah arti pentingnya kebijakan keterlibatan tenaga manusia. Sebab, mesin yang canggih
seorang pemimpin untuk menyikapi setiap perubahan sekalipun, tidak akan bisa berbuat banyak bagi perusahaan,
situasi dan kondisi, agar praktek kepemimpinannya tidak tanpa tangan-tangan terampil manusia. Modal, mesin,
terlalu kaku; peralatan dan bahan baku, hanyalah sekumpulan benda ma-
ti yang tidak akan berguna apa-apa tanpa digerakan oleh
j. Prinsip Koordinasi manusia. Modal yang besar tidak dengan sendirinya menja-
Setiap organisasi yang dibentuk hendaknya berdasarkan dikan sebuah perusahaan menjadi bonafit. Modal yang di-
prinsip koordinasi, dimana setiap pekerjaan dan tugas miliki oleh perusahaan hanya akan semakin besar dan ber-
yang akan dikerjakan senantiasa dikoordinasikan terle- kembang apabila dikelola secara tepat. Pengelolaan yang
bih dahulu agar terjalin keterpaduan dan kesamaan tepat hanya mungkin dilakukan oleh manusia, yang tidak
penafsiran / persepsi /pandangan diantara para saja punya skill (ketrampilan), juga pada diri manusia me-
karyawan atau anggota organisasi. menuhi persyaratan non teknikal lainnya, seperti loyalitas,
disiplin, dedikasi, solidaritas dan sebagainya.
58 59
Mengingat dan memperhatikan betapa pentingnya 1. Perencanaan Ketenagakerjaan
kehadiran dan keterlibatan manusia dalam proses manaje-
men, terutama dalam kegiatan usaha inilah, maka manusia, Berbicara tentang perencanaan ketenagakerjaan,
dalam hal ini kemampuan skillnya, perlu dikelola sedemiki- yang menjadi fokus perhatian kita adalah bagaimana lang-
an rupa agar tercipta produktifitas kerja yang dinamis, tepat kah-langkah yang diambil oleh pimpinan di dalam meng-
guna dan berhasil guna. Untuk itulah maka diperlukan analisis kebutuhan tenaga kerja bagi perusahaannya agar
Manajemen Sumber Daya Manusia. diperoleh tenaga kerja yang tepat untuk berbagai kedu-
dukan, jabatan dan pekerjaan.
“Manajemen Sumber Daya Manusia adalah segala
upaya yang dilakukan oleh pimpinan di dalam memberda- Untuk itu maka di dalam perencanaan ketenagaker-
yakan tenaga kerja untuk meningkatkan kontribusinya ter- jaan, biasanya diawali dengan melakukan inventarisasi te-
hadap perusahaan ke arah tercapainya tujuan”. naga kerja yang sudah ada. Inventarisasi tersebut antara la-
in menyangkut :
Dalam rangka memberdayakan tenaga kerja, diper- a. Jumlah tenaga kerja yang ada;
lukan langkah-langkah dan prosedur yang rapi dan tepat. b. Kualifikasi/pembidangan tenaga kerja;
c. Masa kerja tenaga kerja;
Langkah-langkah dan prosedur tersebut dalam kait- d. Pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki tenaga
annya dengan pengelolaan SDM terdiri dari : kerja;
1. Perencanaan Ketenagakerjaan; e. Potensi dan bakat tenaga kerja yang masih perlu
2. Rekrutmen Tenaga Kerja; dikembangkan;
3. Seleksi Tenaga Kerja; f. Minat tenaga kerja terhadap pekerjaan lainnya (sela-
4. Penempatan Tenaga Kerja; in tugasnya sekarang);
5. Pembinaan Karier Tenaga Kerja;
6. Pemindahan Tenaga Kerja dan; Inventarisasi di atas, selain berguna bagi penentuan
7. Pemensiunan/ Pemutusan Hubungan Kerja; kebutuhan akan tenaga kerja di masa yang akan datang, ju-
ga berguna untuk :
Mari kita bahas secara sederhana tujuh langkah dan a. Melakukan promosi jabatan terhadap orang-orang
prosedur pengelolaan SDM ini satu persatu. (tenaga kerja) tertentu untuk mengisi lowongan
jabatan yang lebih tinggi, jika suatu waktu terjadi
60 kekosongan jabatan;
61
b. Meningkatkan kemampuan tenaga kerja dalam me- Teknik ekstrapolasi diterapkan, misalnya jika kenyataan
laksanakan tugas; menunjukan bahwa suatu organisasi perusahaan yang
mempekerjakan sejumlah tertentu tenaga kerja baru
Dari hasil inventarisasi tenaga kerja, akan diperoleh setiap bulan selama dua tahun yang baru saja dilewati,
gambaran, bagaimana keadaan tenaga kerja sekarang (yang ekstrapolasi berarti bahwa untuk kurun waktu yang sama
sudah ada), apakah perlu ditambah jumlahnya, atau mung- di masa yang akan datang, akan dipekerjakan sejumlah
kin hanya ditingkatkan kualitasnya, tanpa harus melakukan tenaga kerja baru yang sama.
penambahan jumlah tenaga kerja.
b. Teknik Indeksasi
Hasil inventarisasi tenaga kerja juga sangat mem- Merupakan suatu teknik perencanaan ketenagakerjaan
bantu bagi penyusunan program kerja, khususnya program yang memperkirakan kebutuhan tenaga kerja di masa
ketenagakerjaan. depan dengan menyesuaikannya pada suatu indeks ter-
tentu. Misalnya, suatu indeks menunjukan bahwa setiap
Dalam melakukan perencanaan ketenagakerjaan, penambahan omzet penjualan yang bernilai sepuluh juta
dapat digunakan salah satu dari beberapa teknik berikut ini: rupiah, maka di bagian produksi harus ditambah tenaga
kerja sebanyak sepuluh orang.
a. Teknik Ekstrapolasi
Merupakan suatu teknik perencanaan ketenagakerjaan c. Teknik Analisis Statistikal
dengan memproyeksikan kecenderungan-kecenderungan Merupakan suatu teknik perencanaan ketenagakerjaan
masa lalu ke masa depan. Artinya tingkat dan jenis peru- yang memperkirakan kebutuhan tenaga kerja di masa
bahan yang terjadi di masa lalu digunakan sebagai bahan depan berdasarkan perhitungan statistik. Teknik ini dite-
untuk menentukan perubahan-perubahan yang diperkira- rapkan dengan mempelajari dan menganalisa perkem-
kan akan terjadi di masa yang akan datang. Jadi, teknik bangan ketenagakerjaan, volume usaha dan hasil usaha
ini menggunakan suatu asumsi bahwa masa kini meru- yang diperoleh selama beberapa kurun waktu yang lewat
pakan produk dari masa lalu, dan masa depan tidak bisa untuk dijadikan studi banding dalam menentukan kebu-
dilepaskan keterkaitannya dengan masa sekarang. Man- tuhan tenaga kerja di masa yang akan datang.
faat ekstrapolasi sebagai suatu teknik di dalam perenca-
naan ketenagakerjaan, berangkat dari suatu pemikiran d. Teknik Analisis Anggaran
bahwa kehidupan suatu organisasi perusahaan merupa- Merupakan suatu teknik perencanaan ketenagakerjaan
kan sesuatu yang berlangsung secara kontinue. yang di lihat dari kemampuan anggaran yang ada. Jadi
62 63
penambahan jumlah tenaga kerja baru di masa yang dalam penawaran dan permintaan ketenagakerjaan, per-
akan datang tergantung keadaan anggaran yang tersedia. ubahan tersebut dengan segera dapat dimasukan ke
dalam komputer untuk menyempurnakan rumus peren-
e. Teknik Analisis Usaha Baru canaan sehingga aktualitasnya tetap terjamin.
Merupakan suatu teknik perencanaan ketenagakerjaan
terhadap perusahaan yang bermaksud akan membuka
usaha baru. Penggunaan teknik ini dilakukan dengan 2. Rekrutmen Tenaga Kerja
memperhitungkan kebutuhan tenaga kerja baru, melalui
perbandingan yang ditunjukan perusahaan lain yang ber- Apapun alasannya, bahwa setiap adanya lowongan
pengalaman dalam menyelenggarakan usaha sejenis. kerja dalam perusahaan, harus segera diisi. Salah satu tek-
Misalnya, Jika suatu perusahaan penerbangan ingin nik pengisiannya adalah melalui proses rekrutmen. Dengan
membuka usaha baru di bidang perhotelan dalam rangka demikian, “Rekrutmen Tenaga Kerja adalah suatu proses
memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para pe- di dalam mencari, menemukan dan menarik para calon te-
numpang dan pelanggannya, perusahaan tersebut dapat naga kerja yang diperlukan untuk dipekerjakan dalam su-
memperhitungkan kebutuhan akan tenaga kerja berda- atu perusahaan”. Jadi, proses rekrutmen dimulai dengan
sarkan tingkat dan jenis ketenagakerjaan yang terdapat mencari pelamar dan berakhir ketika pelamar mengajukan
di hotel-hotel lain yang sejenis, dengan mempertim- lamarannya.
bangkan dari segi lokasinya, klasifikasi hotelnya dan se-
bagainya. Dalam melakukan rekrutmen tenaga kerja, perlu
diketahui sumber-sumber tenaga kerja, agar proses rekrut-
f. Teknik Penciptaan Model dengan bantuan Komputer men dapat berlangsung secara cepat.
Merupakan suatu teknik perencanaan ketenagakerjaan
yang dianggap paling canggih, karena model-model Adapun sumber-sumber tenaga kerja tersebut ada-
yang diciptakan biasanya berupa serangkaian rumus- lah sebagai berikut :
rumus matematika yang secara simultan menggunakan a. Dari dalam perusahaan itu sendiri (misalnya seba-
berbagai teknik perencanaan untuk menghitung kebu- gian keluarga pihak perusahaan yang belum beker-
tuhan akan tenaga kerja di masa yang akan datang. Salah ja);
satu keuntungan yang dapat dipetik dari pemanfaatan b. Teman-teman karyawan perusahaan yang bersang-
teknologi komputer dalam perencanaan ketenagakerjaan kutan;
ini adalah bahwa jika suatu waktu terjadi perubahan c. Lembaga yang mengurusi ketenagakerjaan, seperti
64 65
Departemen Tenaga Kerja; memperoleh informasi yang obyektif tentang cocok ti-
d. Lembaga-lembaga pendidikan; daknya pelamar dengan jabatan atau pekerjaan yang
e. Memasang pengumuman, iklan dan selebaran; akan dipercayakan kepadanya.
f. Sumber-sumber lainnya. Pada dasarnya terdapat tiga jenis tes yang dipergunakan
dalam kegiatan seleksi tenaga kerja, yaitu :
1) Tes tertulis (menguji pengetahuan pelamar);
3. Seleksi Tenaga Kerja 2) Tes psikologi;
3) Tes bakat dan praktek pelaksanaan pekerjaan;
Proses seleksi tenaga kerja merupakan salah satu
bagian yang sangat penting dalam keseluruhan proses c. Wawancara
manajemen sumber daya manusia. Dikatakan demikian ka- Wawancara sebagai alat seleksi, dipandang sebagai hal
rena melalui proses seleksi inilah ditentukan apakah tenaga yang penting sehingga hampir di dalam proses seleksi
kerja yang dipilih nanti sesuai dengan tuntutan dan harapan yang diselenggarakan oleh perusahaan, selalu ada wa-
perusahaan, atau tidak, ini tentu tergantung pada cermat ti- wancara.
daknya proses seleksi itu dilakukan. Melalui wawancara, dapat dipetik manfaat, antara lain :
1) Adanya kesan yang kuat tentang akseptabilitas pe-
Dalam melakukan seleksi tenaga kerja, paling tidak lamar untuk bekerja dalam perusahaan;
ada delapan langkah yang harus ditempuh, yaitu : 3) Adanya perolehan jawaban yang agak pasti atas per-
tanyaan apakah pelamar mampu melaksanakan pe-
a. Penerimaan Surat Lamaran kerjaan yang akan dipercayakan kepadanya;
Langkah ini merupakan langkah yang penting, guna 4) Adanya perolehan bahan perbandingan antara pela-
memperoleh kesan pertama tentang pelamar melalui mar yang diwawancarai dengan para pelamar lain
penelitian kelengkapan berkas lamaran dan isinya, pe- untuk pekerjaan yang sama;
ngamatan penampilan, sikap dan faktor-faktor lain yang 5) Dapat mengenal pelamar lebih dekat oleh pewawan-
dipandang relevan. Dari kesan pertama inilah perekrut cara;
mengambil keputusan apakah akan melanjutkan langkah 6) Kesempatan bagi pelamar yang diwawancarai untuk
berikutnya atau tidak. lebih mengenal perusahaan yang akan mempekerja-
kannya melalui informasi yang diperoleh dari pewa-
b. Penyelenggaraan Testing wancara.
Penyelenggaraan testing dilakukan dalam rangka ingin Teknik dan cara wawancara, bisa dilakukan dengan
66 67
teknik bebas, yaitu wawancara tidak terstruktur; teknik diterima dan siapa yang ditolak. Hal ini dilakukan kare-
sistematis, yaitu wawancara yang terstruktur; gabungan na memang para pemimpinlah yang tahu persis apa dan
keduanya; dan teknik kasus/pemecahan masalah. bagaimana sosok tenaga kerja yang diperlukan oleh
perusahaan. Seleksi akhir yang dilakukan oleh para pe-
d. Pengecekan Latar Belakang Pelamar dan Surat-surat mimpin perusahaan ini biasanya dalam bentuk wawan-
Referensinya cara.
Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui tentang latar be-
lakang diri si pelamar, seperti latar belakang keluarga, g. Keputusan Seleksi
latar belakang pekerjaan, kemampuan intelektual, sikap, Langkah berikutnya dalam proses seleksi adalah peng-
prilaku dan lain-lain yang dipandang relevan. Karena itu ambilan keputusan tentang lamaran yang masuk, dite-
yang memberikan referensi biasanya diminta dari pihak rima, atau ditolak.
keluarganya, teman dekat, sahabat, guru/dosen dan pi- Hasil seleksi ini hendaknya diberitahukan kepada si pe-
hak-pihak lain yang mengenal diri si pelamar. lamar, baik secara langsung, melalui surat menyurat, ma-
upun melalui pengumuman yang di tempel di papan pe-
e. Evaluasi Kesehatan ngumuman, dibacakan atau dimuat dibeberapa mas me-
Evaluasi kesehatan dimaksudkan untuk menjamin bahwa dia. Semua dokumen yang masuk dari para pelamar
pelamar berada dalam kondisi fisik yang sehat. yang diterima (lulus seleksi), hendaknya disimpan de-
Tujuan yang ingin dicapai dengan evaluasi kesehatan ini ngan baik, karena suatu saat dokumen ini diperlukan
antara lain : oleh perusahaan, terutama dalam rangka pembinaan ka-
1) Dapat menjamin bahwa pelamar tidak menderita rir pelamar yang bersangkutan.
suatu penyakit yang kronis, apalagi menular;
2) Dapat memperoleh informasi apakah secara fisik pe- h. Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Pra Tugas
lamar mampu menghadapi tantangan dan tekanan Kegiatan ini bagi sebagian perusahaan ada yang dilaksa-
tugas pekerjaannya; nakan sebelum hasil seleksi diumumkan, ada juga yang
dilaksanakan setelah hasil seleksi diumumkan.
f. Wawancara Langsung dengan Atasan (Pimpinan Perusa- Pendidikan dan Pelatihan Pra Tugas ini dilakukan dalam
haan) rangka lebih mengenalkan perusahaan dan memberikan
Dewasa ini semakin dirasakan pentingnya keterlibatan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan kepada tenaga
para pemimpin perusahaan dalam proses seleksi, untuk kerja baru tentang tugas-tugas dan tata aturan pelaksana-
menentukan keputusan akhir siapa diantara pelamar yang an pekerjaan yang akan dikerjakan. Pelaksanaan
68 69
pelatihan ini ada kalanya berlangsung satu minggu, satu Untuk itu, perlu diberikan gambaran umum kepada
bulan, bahkan ada yang beberapa bulan, tergantung karyawan baru tentang beberapa hal, antara lain :
kebutuhan perusahaan. a. Sejarah perusahaan;
b. Produk yang dihasilkan perusahaan;
c. Struktur organisasi perusahaan;
4. Penempatan Tenaga Kerja d. Tata kerja, peraturan kerja dan mekanisme kerja pe-
rusahaan;
Hari-hari pertama bekerja bagi seorang karyawan e. Jam kerja;
baru sangat menentukan perjalanan selanjutnya dalam me- f. Fasilitas yang disediakan;
niti kaier. g. Hak cuti;
h. Pedoman tentang kesejahteraan karyawan;
Pada hari-hari pertama itu, biasanya berbagai perta- i. Promosi jabatan dan;
nyaan muncul dalam dirinya, diantaranya : j. Mutasi kerja dan pemensiunan.
a. Apakah perusahaan yang baru menerimanya bekerja
ini benar-benar cocok sebagai tempat berkarya dan
meniti kariernya; 5. Pembinaan Karier Tenaga Kerja
b. Apakah ia mampu melaksanakan tugas yang diper-
cayakan kepadanya; Pembinaan karier tenaga kerja dimaksudkan untuk
c. Apakah ia mampu beradaptasi dengan para karya- memberikan kesempatan kepada para karyawan untuk me-
wan lainnya, sehingga ia disenangi karyawan lain; ngembangkan kariernya melalui berbagai pendidikan dan
pelatihan, yang selanjutnya mempromosikan mereka untuk
Munculnya pertanyaan-pertanyaan ini wajar bagi menduduki jabatan yang lebih tinggi.
karyawan baru, dan dapat dipastikan bahwa berbagai per-
tanyaan tersebut tidak akan terjawab dalam waktu relatif Banyak jenis pendidikan dan pelatihan yang dapat
singkat, namun ia memerlukan proses waktu yang cukup menggiring seseorang menaiki jenjang kariernya, diantara-
panjang. nya :

Setelah calon tenaga kerja diterima sebagai tenaga a. Pelatihan dalam jabatan
kerja baru, selanjutnya ia akan diperkenalkan dengan perin- Adalah jenis pelatihan yang diselenggarakan di tempat
cian tugas dan hubungan kerja. kerja bersangkutan. Sasarannya adalah meningkatkan
70 71
kemampuan para karyawan dalam melaksanakan tugas- terhadap karyawan yang bersangkutan tentang layak
nya. tidaknya dipromosikan menduduki jabatan tertentu. Pi-
hak lain yang memberikan keterangan ini tentunya ada-
b. Pelatihan Vestibul lah pihak yang berwenang, seperti pihak pimpinan, pim-
Adalah jenis pelatihan dalam rangka meningkatkan ket- pinan instansi terkait, dan sebagainya.
rampilan karyawan, terutama yang bersifat teknikal.
c. Kesetiaan pada organisasi perusahaan
c. Pelatihan Laboratorium Pihak perusahaan tentu akan memperjuangkan habis-ha-
Adalah jenis pelatihan yang menggunakan sarana labora- bisan kepada karyawan yang menunjukan kesetiaannya
torium sebagai pusat pelatihannya. kepada perusahaan. Karena dengan meningkatkan karier
karyawan tersebut, berarti peningkatan bagi produktifitas
d. Pelatihan Individual (Belajar Sendiri) perusahaan.
Adalah jenis pelatihan yang dilakukan secara pribadi
(belajar sendiri). Pada pelatihan ini, pihak perusahaan bi- d. Pemanfaatan mentor dan sponsor
asanya menyediakan bahan pelajaran dan beberapa pera- Pengalaman menunjukan bahwa pengembangan karier
latan praktek. Bahan pelajaran dikaji atau ditelaah oleh seseorang sering berlangsung lebih mulus apabila ada
para karyawan sendiri dan peralatan praktek dipakai orang lain dalam perusahaan, yang dengan berbagai cara
untuk melakukan praktek sendiri. bersedia memberikan bimbingan karier kepadanya. Pem-
beri bimbingan ini disebut mentor. Sedangkan sponsor
Dalam pembinaan dan pengembangan karier, hen- adalah seseorang yang bersedia mencalonkan seorang
daknya diperhatikan beberapa hal, sebagai berikut : karyawan untuk mengikuti program pengembangan ka-
rier.
a. Prestasi kerja
Pangkal tolak pengembangan karier seseorang adalah e. Dukungan para bawahan
prestasi kerja. Tanpa prestasi kerja, sukar bagi seorang Bagi mereka yang sudah menduduki posisi manajerial
karyawan untuk diusulkan menaiki suatu jabatan terten- tertentu dan mempunyai rencana untuk meningkatkan
tu. kariernya, dukungan para bawahan pun sangat memban-
tu. Dukungan ini terwujud minimal dalam bentuk me-
b. Pengenalan oleh pihak lain nunjukan kesetiaannya terhadap pimpinan. Dalam upaya
Maksudnya, ada pihak lain yang memberikan keterangan memperoleh dukungan bawahannya, seorang pimpinan
72 73
yang menjadi atasannya, perlu memperhatikan dua hal sesuatu hal yang mengharuskan ia pindah kerja.
yaitu :
1) Loyalitas bawahan kepada atasan yang bersangkutan Pemindahan karyawan dilakukan dalam rangka :
mungkin diperoleh apabila atasan tersebut juga loyal a. Meminimalkan turunnya beban pekerjaan dalam su-
kepada para bawahannya; atu bagian;
2) Pengembangan karier atasan harus juga berakibat pa- b. Membetulkan penempatan yang kurang tepat;
da pengembangan karier para bawahannya. c. Memberikan pekerjaan yang sesuai dengan kemam-
puan karyawan;
f. Pemanfaatan kesempatan untuk bertumbuh d. Meringankan beban pekerjaan bagi karyawan senior
Maksudnya, upaya pengembangan karier akan terpulang atau karyawan yang lanjut usia;
kepada karyawan yang bersangkutan. Para pimpinan, e. Memberikan kesempatan kepada karyawan yang di-
orang-orang yang berwenang dan sebagainya, mereka pindahkan untuk mengembangkan kariernya;
hanyalah bertindak sebagai pendorong, pembantu dan f. Memberikan kesempatan dan pengalaman dalam
pemberi dukungan. Karyawan yang bersangkutanlah berbagai tugas pekerjaan;
yang punya peranan di dalam menangkap setiap kesem- g. Menghukum karyawan yang bermasalah.
patan untuk mengembangkan kariernya.
Pemindahan karyawan ada kalanya karena keingin-
g. Berhenti atas permintaan dan kemauan sendiri an dan permintaan yang bersangkutan, ada kalanya pula a-
Mungkin ini salah satu cara seseorang untuk meningkat- tas permintaan atasan, yang kesemuanya pada dasarnya
kan kariernya. Karena dirasa tempat ia bekerja sekarang demi meningkatkan karier, kemajuan karyawan yang ber-
justeru menghambat perkembangan kariernya, maka ia sangkutan.
minta berhenti dan mencoba meniti kariernya di tempat
yang baru.
7. Pemensiunan/Pemutusan Hubungan Kerja

6. Pemindahan Tenaga Kerja Pemensiunan/pemutusan hubungan kerja terjadi ka-


rena keinginan dan permintaan karyawan bersangkutan, ke-
Hampir semua karyawan tidak ada yang mau beker- inginan pimpinan perusahaan, meninggalnya karyawan ber-
ja selamanya di satu tempat. Suatu waktu ia ingin pindah a- sangkutan, atau karena berakhirnya masa kontrak kerja/
tau mutasi ke tempat kerja yang lain. Atau mungkin karena tibanya masa pensiun.
74 75
Pemutusan hubungan kerja dapat pula terjadi, kare- BAHAN RUJUKAN
na :
a. Pergantian tenaga kerja dengan mesin;
b. Adanya pengaruh resisi ekonomi; Adelina, BBR dkk, Dasar-dasar Manajemen, Angkasa
c. Adanya rasionalisasi tenaga kerja; Bandung, 1994;
d. Tidak cakap dalam melaksanakan tugas;
e. Berbuat kriminal. Aserani, S.Pd, Dasar-dasar Manajemen (diktat), SMK
Negeri 1 Tanjung, 1995;
Karyawan yang dapat dipensiunkan adalah :
a. Usia sudah tua; A.W.Widjaja, Drs. Pola Kepemimpinan dan Kepemimpin-
b. Invalid/cacat; an Pancasila, Armico Bandung, 1985;
c. Tidak dapat bekerja dalam jabatan apapun karena
sakit; Dedi Sudirman, Dasar-dasar Manajemen, Armico Ban-
d. Adanya peremajaan karyawan; dung, 1996;
e. Diretuling (dikembalikan/dirumahkan) karena se-
suatu hal, misalnya terlibat dalam kegiatan demo; Dann Sugandha, Organisasi, Komunikasi dan Teknik
f. Sampainya batas waktu pensiun. Memberi Perintah, CV. Sinar Baru Bandung, 1981;

Nurjaka, Drs. Pelajaran Ekonomi SMK Tingkat 2, Armico


Bandung, 2001;

Nunung Chozanah, Dra. dkk. Dasar-dasar Manajemen,


Armico Bandung, 1994;

S. Yuwono, Ikhtisar Komunikasi Administrasi, Liberty


Yogyakarta, 1985;

Sunarjo, Drs. dkk. Komunikasi, Persuasi dan Retorika,


Liberty Yogyakarta, 1983;
76 77
Sriyono, Drs. Dasar-dasar Manajemen, PT.Pabelan Sura-
karta, 1995;

Sondang P.Siagian, Prof.Dr.MPA. Manajemen Sumber


Daya Manusia, Bumi Aksara Jakarta, 1998;

Slamet Saksono, Drs. Administrasi Kepegawaian, Kanisius


Yogyakarta, 1997;

Soekarno K, Drs. Dasar-dasar Manajemen, Miswar Jakar-


ta, 1983;

Tarsis Tarmudji, Drs. Komunikasi Dunia Usaha, Liberty


Yogyakarta, 1988;

78