Anda di halaman 1dari 12

TUGAS FITOTERAPI

Dosen pembimbing: Drs. Abdul Munim, Ph.D, M.S., Apt






,,mm


Herbal Berkhasiat untuk
Pegel Linu

Oleh: Adhen Maulana
NPM: 1106027440

Magister Herbal Fakultas Farmasi
Universitas Indonesia
2012/2013
Pendahuluan
Indonesia memilki kekayaan alamyang sangat berlimpah, mulai dari bahan tambang,
hasil laut,hingga flora dan faunanya. Kakayaan alam Indonesia ini juga di iringi dengan
kekayaan di bidang kebudayaan, menurut Heriawan (2010) sebagai kepala BPS tercatat lebih
dari seribu suku terdapat di Indonesia, dengan berbagai macam kekayaan ini tentujuga
berkembang berbagai macam konsep social dan keilmuan lainnya, temasuk tentang konsep sehat.
Konsep sehat di Inodnesia bentuknya sangat beragam, tetapi pada umumnya masyarakat
Indonesia menganggap sehat berarti dapat menjalan aktifitas sebagai mana mestinya. Menurut
WHO sehat adalah suatu keadaan yg sempurna baik secara fisik rohani/mental dan bukan hanya
keadaan bebas dari penyakit, cacat atau kelemahan-kelemahan. Sehat menurut UU No. 23/1992
adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan seseorang untuk hidup
produktif secara sosial dan ekonomi.
Pegel linu adalah penyakit yang lazim terjadi di masyarakat, walaupun tidak ada arti
spesifik untuk pegel linu tetapi istilah ini sangat berkembang luas di masyarakat, sama halnya
seperti istilah masuk angin, banyak defenisi yang berkembang di masyarakat untuk menjelaskan
keadaan ini, tetapi tidak di temukan defenisi yang cukup mewakili.
Tulisan berikut ini akan membahas beberapa tanaman yang biasanya dikombinasikan
untuk menangani pegel linu yang biasa terjadi pada masyarakat Indonesia.


Pegel linu
Pegal di dalam kamus besar bahasa Indonesia berarti berasa kaku pada tulang, sendi, dan
lain sebagainya, hal ini diakibatkan karena terlalu banyak bekerja pada seluruh anggota badan,
dan juga berasa ngilu. Sedangkan linu artinya berasa sakit biasanya pada gigi, tulang, dan lain
sebagainya, dan juga di samakan dengan ngilu.
Rasa pegal dan linu di tubuh ini bisa membuat seseorang merasa tidak nyaman dan
mengganggu aktivitasnya sehari-hari. Ternyata pegal linu bisa disebabkan oleh masalah ringan
hingga masalah medis tertentu. Rasa tak nyaman ini biasanya dipicu jika seseorang duduk dalam
jangka waktu lama terutama pada pekerja yang diharuskan duduk berjam-jam di belakang meja,
mengangkat beban terlalu berat, kurang olahraga, salah posisi tubuh dalam melakukan aktivitas
fisik, melukis berjam-jam atau akibat ketegangan emosi.
Menurut Prof. Handono Karim pegel linu bebeda dengan rheumatoid arthritis, Arthritis itu
artinya radang sendi, jadi penyakit ini ditandai dengan sendi bengkak, merah, dipegang terasa panas dan
timbul nyeri, sementara itu Prof Handono menuturkan tapi kalau hanya pegal linu biasa tanpa gejala di
atas itu nggak usah khawatir, karena manusia biasa hidup dengan pegal linu apalagi kalau kurang tidur,
banyak mengetik atau sering menulis cepat, itu tidak berpengaruh.




Tanaman berkahsiat ntuk pegal linu
Buku Acuan Sedian Herbal edisi 1 volume 1, menyebutkan tiga tanaman untuk pereda
nyeri dan encok,diantaranya yaitu, curcuma rhizome, curcuma domestica, dan zingiberis
rhizome, berikut akan di bahas satu persatu tanaman yang berkahsiat untukpegel linu.
Dalam sebuah penelitian yang sudah cukup lama tentang Kerasionalan Komposisi Jamu
Pegel Linu didapatkan 13 produk jamu pegel linu dan 11 perusahaan. Bila dilihat dan komposisi tanaman yang
digunakan terdapat 31 tanaman. Dan hasil penilaian 13 produk yang beredar ternyata komposisinya didukung
penelitian, sehingga dapat dikatakan komposisinya rasional sebagai jamu pegel linu (Winarno & Sundari,
1996), berikut daftar komposisi jamu pegel linu tersebut:


























Dari penelitian diatas didapatkan juga bahwa Dari 13 produk jamu yang beredar
didapatkan 32 tanaman penyusun jamu pegel linu. 7 tanaman mempunyai sifat analgetik, 2
tanaman bersifat antipiretik, 20 tanaman bersifat antiinflamasi dan 2 tanaman bersifat sedatif. 13
produk jamu yang beredar, semua komposisinya didukung penelitian, sehingga dapat dikatakan
komposisinya rasional untuk jamu pegel linu. Hampir semua tanaman mengandung minyak atsiri
yang dalam penelitian bersifat analgetik dan antiinflamasi (Winarno & Sundari, 1996).

Beberap tanaman penyususn ramuan pegel linu:
1. Kunyit
Dengan nama latin Curcuma domestica atau Curcuma longa, biasa digunakan sebagai
penyedap dan pewarna kuning dalam makanan. Kurkumin banyak digunakan sebagai
penguat rasa pada industry makanan (Anonim, 2009).
Secara empiris rimpang kunyit digunakan untuk menurunkan tekana darah, obat malaria,
obat cacing, obat sakit perut, memperbanyak asi, imunostimulan, mengobati keseleo, memar
dan rematik. Rimpang bersifat anti inflamasi, anti hiperkolesterolemia, antioksidan, anti
proliferative, dan anti tumor. Selain itu juga bias digunakan untuk meredakan batuk dan anti
kejang.pemberian kunyit bersama obat atau bahan lain juga menimbulkan interaksi tertentu.
Kunyit meningkatkan aktifitas obat antikoagulan atau mengrangi penggumpalan sehingga
dapat menyebabkan resiko perdarahan.
Kandungan kimia utama dalam rimpang kunyit adalah kurkuminoida: berupa campuran
kurkumin, desmetoksikurkumin dan bidesmetoksikurkumin. Selain itu simplisia rimpag
kunyit juga mengandung minyak atsiri (sekitar 3-5%): berupa seskuiterpen keton (sekitar
60%) seperti arturmeron, zingiberen, -atlanton, felandren, eugenol, borneol. Kandungan
lainnya adalah polisakarida seperti glikan, ukonan A-D (Munim & Hanani, 2011).
Trietil kurkumin (TEC) dikenal sebagai senyawa yang memilki aktifitas anti inflamasi
paling aktif di banding senyawa lainnya. Ia bekerja dengan cara menghambat mekanisme dan
metabolism asam arakhidonat. Asam arakhidonat adalah suatu jenis asam lemak yang
merupakan precursor dalam biosintesis leukotriene, prostaglandin dan tromboxane. Adanya
senyawa kurkumin menghambat sistesis prostaglandin-2. Dengan demikian mekanisme
kurkumin sebagai anti inflamasi adalah dengan menghambat fase lipooksigenase dan
siklooksigenase.
Berikut gambar jalur penghambatan inflamasi oleh kurkumin:









Tidak ada toksisitas yang signifikan dilaporkan setelah pemberian ekstrak rimpang kunyit
dosis standar baik akut maupun kronik. Pemberian dengan dosis yang sangat tinggi (100mg/ kg
BB) kurkumin mungkin berakibat ulcerogenik, berdasarkan suatu penelitian pada tikus. Dosis
500-8,000 mg kunyit bubuk per hari telah digunakan dalam studi manusia. Ekstrak standar
biasanya digunakan dalam jumlah yang lebih rendah, di kisaran 250-2,000 mg (Anonim, 2002).
2. Lengkuas
Lengkuas atau dengan nama latin Alpinia galangga Willd. (family zingibereceae) dikenal
juga dengan nama galangal, sangat dikenal sebagai obat pelengkap hingga tradisonal, di
berikan sebagai obat alami,sebagai bumbu, dan kosmetik. Telah ditemukan juga beberapa
aktifitas untuk pengobatan dari lengkuas, seperti anti inflamasi, analgetk, anti alergi, anti
fungal, anti diabetic, anti bakteri, anti ulcer, imunostimulan, anti kanker, antioksidan, anti
amuba, antidhermatopytic dan banyak lagi lainnya (Chudiwal, Jain & Somani, 2010).
Lengkuas terkenal di khazanah kuliner Indonesia dan Thailand. Ada dua jenis yang
dikenal, lengkuas putih dan merah. Lengkuas putih di gunakan dalam dunia kuliner sebagai
penyedap dan pengawet makanan. Di Amerika sebagai pelengkap upacara ilmu perdukunan
(voodoo).di Rusia sebagai pencampur minuman bernama nastoika (Anonim, 2009)
3. Jahe
Jahe yang memilki nama latin Zingiber officinale memilik khasiat yang sudah kondang
untuk menghangatkan badan dan menambah nafsu makan. Lantaran pengaruh inilah setelah
mengkonsumsi jahe merah orang merasa lekas bugar dan meningkatkan gairah seksualnya.
Efek minyak atsiri dalam rimpang jahe yang menghangatkan ini juagamembantu melegakan
pernafasan para penderita asma. Namun pemakainannya harus berhati-hati karena senyawa
gingerol di dalamnya bias membuat lambung panas dan teriritasi.
Senyawa aktif di dalam jahe adalah minyak atsiri yang terdiri dari 1-3% dari bobotnya, di
dalam minyak jahe kandungan utamnya adalah sesquiterpene: bisapolene, zingiberene, dan
zingiberol, selain itu jahe juga mengandung asam palmitat, asam oleat, asam
linoleat,asampentadecanoic, asam heptadecanoic, asam stearat. Jahe juga mengandung asam
amino: arginin, asam asparta, leucine, serin, threonin dan valine. Karakteristik aroma dan
rasa dari jahe disebabkan campuran dari zingeron, shogaols, gingerol dan volatile oil yang
terdiri dari 3% dari berat jahe segar.
Selain sebagai antimual, antiangiogenesis, antiinflamasi, jahe juga menjadi salah satu
afrodisiak, dalam sebuah penelitian mengkonsumsi jahe dapat merangsang pelepasan
hormone adrenalin yang dapat memperlebar pembuluh darah sehingga tubuh menjadi hangat,
darah mengalir lebih lancar dan tekanan darah menurun. Disamping itu senyawa cineole dan
arginin yang terkandung di dalam rimpang jahe mampu membantu mengatasi ejakulasi
premature.
4. Cabe Jawa
Piperis Fructus adalah buah dari Piper retrofractum Vahl. anggota suku piperaceae.
Tanaman ini asli Indonesia dan banyak di tanam di pulau Jawa dan pulau Sumatra. Secar
tradisional biasanya digunakan sebagai antipiretik, disentri, diare, lemah syahwat, tekanan
darah rendah, influenza, batuk, migraine, sakit kuning dan demam.pemakaian luar untuk
encok dan param setelah melahirkan. Buahnya juga digunakan sebagai obat rematik,
pegellinu.
Kandungan kimia buah cabe jawa yaitu alkaloid: piperin, kavisin, piperidin, isobutildeka-
trans 2-trans-4-dienamida; saponin, polifenol, minyak atsiri, asampalmitat, asam
tetrahidropiperat, 1- undesilenil-3,4-metilendioksibenzena, dan sesamin.
Data keamanan yang di dapat yaitu termasuk dalam toksisitas kategori toksik sedang. Uji
toksisitas akut ekstrak etanol cabe jawa yang di berikan secara oral pada mencit
menunjukkan LD50 sebesar 3,23 mg/ 10gr BB mencit. Sednagkan hasil uji sub kronik yang
dilakuakn selama 90 hari dengan ekstrak etanol cabe jawa 1,25, 3,75, dan 12,5 mg/ 200hr BB
tikus menunjukkan tidak menimbulkan kerusakan pada organ pnting. Efek samping yang
dihasilkan dapat menyebabkan reaksi alergi dan respratory distress syndrome.











Daftar Pustaka
Agarwal & Harikumal, 2009, Review: Potential therapeutic effects of curcumin, the anti-
inflammatory agent, against neurodegenerative, cardiovascular, pulmonary, metabolic,
autoimmune and neoplastic diseases, The International Journal of Biochemistry & Cell
Biology

Anonim, 2009, Herbal Indonesia Berkhasiat: Bukti Ilmiah dan Cara Racik, PT.Trubus Swadaya,
Jakarta
Anonim, 2010, Acuan Sediaan Herbal Vol.Kelima Ed. Pertama, Badan Pengawas Obat dan
Makanan RI, Jakarta
Anonim, 2002, Curcuma longa, Thorne Research Inc
Chudiwal, Jain & Somani, 2010, Alpinia Galanga Willd. An Overview on Phyto
Pharmacological Properties, Indian Journal of Natural Products and Resources Vol 1 (2)

http://health.detik.com/read/2012/04/13/150255/1891908/763/ini-bedanya-radang-sendi-dengan-
pegal-linu-biasa, di unduh 3 Oktober 2012

http://health.detik.com/read/2011/03/21/110932/1597248/763/badan-pegal-linu-dan-
penyebabnya , diunduh 25/09/2012

Moghaddasi & Kashani, 2012, Ginger (Zingiber officinale): A review, Journal of Medicinal
Plants Research Vol. 6(26), pp. 4255-4258,11 July, 2012

Munim & Hanani, 2011, Fitoterapi Dasar, Dian Rakyat, Jakarta

Winarno & Sundari, 1996, Kerasionalan Komposisi Jamu Pegal Linu, Cermin Dunia Kedokteran
No. 128