Anda di halaman 1dari 6

BINA AKRAB 2013

Mahasiswa dilihat dari aspek sosio-psikologis adalah sosok manusia yang masih dalam taraf
perkembangan dan pencarian bentuk. Secara psikis, mahasiswa banyak bergelut dalam pencarian jati
dirinya. Dalam keadaan demikian, berbagai macam peran yang coba dilakoninya sesuai dengan latar
belakang ekonomi, pengetahuan, dan corak pendidikan serta pengalaman hidup yang telah dijalaninya.
Mahasiswa, khususnya mahasiswa baru adalah individu yang sedang berproses menuju
kematangan pribadi. Mereka pada umumnya saat memasuki dunia kampus belum mengenal apa-apa
tentang kampus. Selain itu mahasiswa baru juga belum mengenal sivitas akademika yang akan
berinteraksi dengan mereka. Untuk itu perlu adanya kesiapan psikologis maupun sosial agar dapat
beradaptasi secara cepat dengan proses belajar-mengajar di kampus. Salah satu karakteristik yang
banyak dijumpai pada diri mahasiswa adalah ketidaksiapan secara psikologis untuk melaksanakan proses
pembelajaran pendidikan tinggi yang berbasis pada otonomi keilmuan dan kebebasan mengembangkan
mimbar akademik, untuk menemukan serta membawa dirinya sebagai model intelektual dalam
kehidupan bermasyarakat di kemudian hari.
Dalam konteks pembentukan kepribadian, diperluakan suatau rekayasa psikologis untuk
menciptakan suatu sosok mahasiswa ideal, salah satu bentuknya adalah pengkaderan. seyogyanya
pengkaderan harus diarahkan pada proses pembentukan kader yang memiliki karakter, nilai dan
kemampuan yang berusaha melakukan transformasi watak dan kepribadian yang beretika yang utuh,
kritisme, serta orientasi profesionalisme.
Pengkaderan yang berjenjang pada tubuh KEMAFAR-UH yang dimaksud diawali dengan
kegiatan Bina Akrab yang menjadi kewajiban bagi seorang mahasiswa baru. Kegiatan Bina Akrab
Fakultas Farmasi diberi nama Reformulasi Sikap, Etika dan Pola Pikir (RESEP). RESEP ini merupakan pintu
awal seorang mahasiswa untuk menjadi bagian Keluarga Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas
Hasanuddin. Kegiatan ini memberikan dasar-dasar tentang pembentukan jiwa, karakter, dan pola pikir
yang leadership.
Kegiatan RESEP(Bina Akrab) untuk angkatan 2013 dilaksanakan pada tanggal 17 19 Januari
2014, bertempat di KOSTRAD Kariango Maros dengan Tema Pembebasan Magma Intelektualitas :
Gerbang Semangat Pembelajar Universitas Besar Kehidupan. Bina Akrab 2013 dilaksanakan dalam 3
tahap yaitu Pra Bina Akrab, Bina Akrab, dan Follow Up Bina Akrab.

Seluruh rangkaian kegiatan RESEP ini rumuskan dalam penjabaran dibawah ini :
1. Pra-RESEP 2013
a. Focus Group Discussion (FGD), suatu model kegiatan Pra-RESEP yang lebih dikenal
dengan kegiatan pengumpulan di mana kegiatan ini menjadi metode penyampaian
materi sekaligus penanaman nilai-nilai aktualisasi pengkaderan yang berlaku dalam
KEMAFAR-UH.
b. Sosialisasi, suatu kegiatan di mana peserta diwajibkan melakukan sosialiasi kepada
warga KEMAFAR-UH dan juga dosen-dosen Fakultas Farmasi agar tercipta hubungan
kekeluargaan dan keakraban sejak dini.
c. Pendampingan, suatu kegiatan pembimbingan kepada peserta akan persiapan sebelum
berangkat menuju RESEP dan untuk menggali serta mengarahkan pengembangan
potensi dari peserta.
d. Latihan Acara, suatu persiapan para peserta sebelum memberikan persembahan dalam
kegiatan RESEP nanti.
e. Outbond, suatu kegiatan untuk mengenalkan lingkungan kampus kepada mahasiswa
baru serta memberikan pemahaman awal akan kehidupan kampus dan mahasiswa.
2. RESEP 2013
Pelaksanaan RESEP 2013 di tempat dan waktu kegiatan yang telah ditetapkan, adapun
model kegiatannya adalah penyampaian materi, diskusi, outbond, FGD, sosialisasi senior
dan alumni KEMAFAR-UH, persembahan peserta, dan pengukuhan.
3. Follow Up RESEP 2013
Follow up RESEP 2013 dilaksanakan setelah kegiatan RESEP 2013 untuk memastikan nilai-
nilai yang ditanamkan benar-benar terpatri. Adapun pelaksanaannya dengan memberikan
post test, penugasan, dan bedah buku kepada peserta.

Berdasarkan dari hasil rapat stering comitte yang bertepatkan 19 November 2013, dimana pengkaderan
untuk angkatan 2013 secara fundamental tetap mengacu pada pola pengkaderan yang ada dalam draft
buku putih pengkaderan. Dimana menurut sterring commite (SC), agar terjadi sinergisme pengkaderan
yang berkelanjutan dari tahap P2MB, maka nilai-nilai output P2MB juga menjadi tolak ukur terhadap
GOAL yang akan dicapai dari proses Bina Akrab 2013 ini. Nilai pedoman pengkaderan, asas pengkaderan
serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya meliputi Spiritualisme, Intelektualitas, Humanitas,
Kepemimpinan, Kemahasiswaan, Pengkaderan yang nantinya menjadi acuan parameter keberhasilan
Bina Akrab 2013 ini.
Hasil pemikiran stering comitte yang akhirnya menyusun suatu sistem penilaian terhadap mahasiswa
baru angkatan 2013 yang dikenal sebagai Satuan Kredit Sistem Kepelatihan (SKSD). Mekanisme penilaian
dari sistem yang baru ini dikemas dalam beberapa muatan kepelatihan sebagai hasil realisasi dari acuan
nilai-nilai dari draft buku putih pengkaderan. Dimana tiap muatan kepelatihan memiliki nilai SKSD
tersendiri. Berdasarkan hasil rapat stering tanggal 20 November 2013, jabaran muatan kepelatihan yang
telah disusun memiliki total SKSD secara keseluruhan sebesar 79 SKSD, dimana untuk muatan
kepelatihan yang dibuat dalam bentuk Focuss Group Disscussion (FGD) diberi nilai 3 point, untuk tugas
sebesar 2 point, dan untuk Materi diberi 4 point . Jadi tiap mahasiswa baru harus mendapatkan minimal
79 SKSD untuk dapat melulusi tahap pra Bina Akrab , jadi secara tidak langsung diwajibkan untuk
mengikuti rangkaian keseluruhan muatan kepelatihan yang telah disusun oleh stering.
Selain itu, juga dipersyaratkan parameter lain yang dibuat bagi seluruh calon peserta Bina Akrab agar
dapat mengikuti bina akrab nantinya diantaranya persyaratan bina jasmani (Binjas) minimal dua kali
seminggu, mengikuti bedah film, tema tiap minggu (sehubungan dengan sosialisasi yang dilakukan oleh
mahasiswa baru kepada senior-senior), pendelegasian, kerja bakti, hiburan bazar, dan olahraga
bersama.
Sterring comitte juga merumuskan 3 aspek penilaian matrikulasi bagi peserta RESEP, yaitu aspek
Organisasi(Kepemimpinan), Litbang, dan Seni Olahraga. Dimana dilakukan tes berupa tes tertulis.
Setelah dilakukan tes tertulis tersebut, berlanjut pada tahap perolehan hasil tes, sehingga mahasiswa
baru ini nantinya dikelompokkan ke dalam 3 kelompok tersebut sesuai dengan aspek yang dilulusinya,
dan juga ada beberapa mahasiswa yang tidak melulusi ketiga aspek tersebut yang selanjutnya menjadi
keputusan SC dalam proses wawancara nantinya.
Proses wawancara berlangsung H-4, seluruh calon peserta RESEP harus melalui tahap ini untuk melihat
sejauh mana peserta tersebut memenuhi syarat yang sudah dirumuskan oleh SC sebagai peserta RESEP
2013 tidak lepas dari beberapa aspek dan nilai pengkaderan yang telah dijabarkan sebelumnya.
Selama pra-Resep ini, juga tetap berjalan proses LAS (Laboratory After School) dimana untuk
pelaksanaan teknis di lapangan dilakukan oleh organizing committee (OC) tetapi mendapatkan
pengawasan langsung dari sterring comitte dan pengurus BEM. Pelaksanaan LAS dilakukan setiap hari
sabtu dan minggu mulai pukul 08.00 17.00 wita (tempat dikondisikan).
Berikut ada tabel jadwal LAS yang sempat dirumuskan oleh sterring committee :
Minggu I II III IV V VI VII VIII
Asistensi
umum

Binjas

Materi : tips
menerima
materi,
skrining
membaca

KBI 1

Tugas : Studi
Kasus

Presentasi
studi kasus
(sabtu)

PKM GT (sabtu
2x)

Sense og
belonging
(minggu)

Study Club

Binjas

Project
madding

Bedah Film

Pendelegasian
Volunteer

Olahraga
bersama
Tanggun
g jawab
kaum
intelektu
a

Outbond
(sip3x)

Study
Club


Presenta
si studi
kasus

Binjas

Project
madding

Presenta
si PKM
GT

Bedah
Buku


Wawsan
a
kefarmas
ian

KBI 2

Study
Club

Presenta
si studi
kasus

Binjas

Project
madding

Presenta
si PKM
GT

Bedah
Film

Pendeleg
asian
Voluntee
r

Presenta
si tugas
tanggung
jawab
kaum
intelektu
al
Manaje
men
Profesio
nalisme

Wajah
Organisa
si
Kemafar

Study
Club


Presenta
si studi
kasus

Binjas

Project
madding
Presenta
si PKM
GT

Bedah
Buku



Hakikat
dan
urgensi
oranisasi

KBI 3

Study
Club

Presenta
si studi
kasus

Binjas

Project
madding

Presenta
si PKM
GT

Bedah
Film

Pendeleg
asian
Voluntee
r
Filsafat
pendidik
an

Budaya
Maritim

Study
Club

Presenta
si studi
kasus

Binjas

Project
madding

Presenta
si PKM
GT

Bedah
Buku


Matrikula
si

Study
Club

Binjas

Poject
Mading

Dimana beberapa kendala baik dari segi waktu dan kesiapan panitia pelaksana membuat sebagian dari
jadwal tersebut tidak dapat dijalankan dengan maksimal.
Proses latihan acara juga menjadi salah satu persiapan dari peserta bina akrab yang nantinya
ditampilkan sebagai MABA SHOW sebagai salah satu rangkaian menuju acara puncak, yaitu malam
pembinaan. Dari 8 minggu pelaksanaan Pra-Resep ini, latihan acara dimulai kira-kira pada minggu ke 5
(akhir bulan Desember)
Memasuki tahap Resep, dimana ada 4(empat) materi yang diberikan sampai pada hari kedua, dimana
selang dari tiap materi selalu dilakukan evaluasi terhadap materi yang diberikan. Satu hal yang menjadi
kendala selama proses kegiatan yang berlangsung selama 3 hari ini adalah kurang partisipasi dari
sebagian organizing committe(OC) dimana kurang lebih ada sekitar 40 orang dari OC yang telah
terdaftar dalam SK kepanitian. Sehingga hanya sekitar 70 orang dari OC yang hadir pada acara RESEP
tersebut.
Pada acara puncak yang diadakan setelah MABA SHOW, dimana konsep yang drumuskan oleh SC untuk
acara puncak ini adalah penanaman nilai oleh para senior dari masing-masing angkatan, terhitung dari
angkatan super senior, 2008, 2009, 2010, 2011, 2012, dan satu nilai dari perwakilan dosen. Dimana
masing-masing angkatan memberikan penanaman nilai sesuai rumusan nilai yang telah disusun oleh
sterring commite (SC).
Pada hari terakhir, diisi oleh outbond yang difasilitasi oleh panitia dan penutupan dilakukan pukul 16.00
wita, acara secara resmi ditutup oleh Ketua MAPERWA FFUH. Dan untuk follow up yang diberikan
setelah proses RESEP ini kurang terorganisir sehingga pelaksanaannya tidak mseaksimal yang
diharapkan.

Beberapa Kendala yang yang menjadi hambatan selama proses RESEP 2013 (Pra-Resep, RESEP, Follow
up RESEP) dan saran yang dapat diberikan untuk RESEP kedepannya, antara lain sebagai berikut :
1. Realisasi konsep yang dibuat oleh tim sterring committee yang tidak sepenuhnya terlaksana
diakibatkan kurang berpartisipasinya panitia secara penuh dalam proses persiapannya.
2. Perlu dilakukan T.O.T (Training Of Trainer) yang intens, dalam hal ini tidak hanya dilakukan di
awal(sebelum proses RESEP), namun berselang setiap beberapa minggu selama proses Pra-
RESEP, sehingga setiap alur proses dapat dimaksimalkan khususnya oleh panitia pelaksana (OC)
3. Waktu Pelaksanaan yang sebaiknya tetap dilaksanakan sebelum memasuki perkuliahan untuk
semester genap sehingga tidak akan mengganggu proses perkuliahan.
4. Perlu dipertegas mengenai keseriusan tim Pelaksana, khususnya untuk organizing committee
(OC) dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai bagian dari panitia pelaksana RESEP.
5. Segala bentuk teknis lapangan selama proses Pra-RESEP dan RESEP harus mendapatkan
pengawasan yang ketat oleh Sterring Commite, khususnya oleh Divisi PSDM (Pengkaderan)
sebagai penanggung jawab kegiatan, agar dapat dimaksimalkan setiap kegiatan yang ada di
dalamnya.
6. Rentang waktu antara Follow up RESEP dengan Pra-PDKMF yang begitu dekat sehingga
membuat follow up RESEP tidak begitu maksimal dilakukan. Sebaiknya jarak antara follow up
RESEP dengan Pra-PDKMF itu bisa diperpanjang sehingga dapat dimaksimalkan kedua kegiatan
ini dengan baik.
7. Kegiatan Bina Akrab yang ditujukan sebenarnya untuk membina keakraban tidak hanya diantara
peserta RESEP, tetapi mencakup keseluruhan anggota KEMAFAR, sehingga di dalam pelaksanaan
teknisnya perlu ada sedikit perubahan tata konsep yang benar-benar mengarah kepada
pembentukan keakraban yang dimaksudkan sebagai mana mestinya.
8. Konsep yang dibuat oleh sterring committee RESEP 2013 sangat baik dan sudah sangat
berlandaskan asas pembinaan dalam draft buku putih pengkaderan KEMAFAR UH, hanya saja
waktu yang di berikan yaitu selama 8 minggu tidak cukup untuk dapat merealisasikan konsep
tersebut secara menyeluruh, diakibatkan juga terlambatnya pemilihan Presidium, sehingga
membuat prosesnya yang intensif mulai lebih lambat(dimulai pada akhir bulan November 2013)