Anda di halaman 1dari 19

Karsinoma sel basal/

Basalioma
Granuloma pyogenik
(hemangioma kapiler)
Keratoakantoma

Tumor ganas, invasif,
jarang metastasis, dapat
merusak jaringan sekitar.
Tumor vaskuler benigna Tumor kulit jinak
Patogenesis Berasal dari
pertumbuhan neoplastik
sel basal epidermis dan
apendiks kulit.
Akibat proliferasi kapiler yang
sering terjadi sesudah trauma
Pertumbuhan cepat papula
yang menyerupai gunung
berapi, terjadi dari suatu
folikel rambut tunggal .
Lokasi Ditemukan di daerah
berambut
Kulit atau membran mukosa
yang cedera
Pada daerah berambut
Etiologi -terpapar sinar
matahari/uv
-terpapar sinar X >>
-genetik
-trauma, ulkus sikatriks
-belum diketahui, biasanya
didahului trauma
-terpapar sinar matahari
-radiasi uv dan bahan kimia
Karsinoma sel basal/ Basalioma Granuloma pyogenik
(hemangioma kapiler)
Keratoakantoma
Bentuk
lesi
-bentuk nodulus (tidak berambut,
coklat/hitam, tidak berkilat/keruh,
bagian pinggir berbentuk papular,
meninggi, anular, bagian tengah
cekung membentuk ulkus, bisa
ditemukan telangiektasis)
-bentuk kistik (permukaan licin,
menonjol di permukaan kulitberupa
nodus/nodulus, perabaan keras,
mudah digerakkan dari dasar,
telangiektasis ditemukan di tepi
tumor)
-bentuk superfisial (ukuran berupa
plakat dengan eritema, skuamasi
halus, pinggir agak keras dan
meninggi, warna hitam berbintik/
homogen)
-bentuk morfea (datar, berbatas
tegas, warna kuning, perabaan
pinggir keras)
-berupa papul atau
nodul vaskuler, lunak,
warna kemerahan,
terlihat seperti daging
mentah, mudah
berdarah jika terkena
trauma ringan
-awalnya, permukaan
lesi tipis/halus dan
epidermis utuh, tidak
ada pulsasi, tidak sakit.
-pada keadaan lanjut,
jika terjadi perdarahan,
permukaan lesi ulserasi
superfisial dan krusta
-benjolan 1-2 cm bulat
dan keras, berwarna
seperti daging dan
bagian tengah seperti
kawah mengandung
bahan lengket.
-tumbuh cepat setelah
beberapa minggu-bulan,
pecah setelah beberapa
waktu
-pulih sendiri
meninggalkan jaringan
parut
Karsinoma sel
basal/ Basalioma
Granuloma pyogenik
(hemangioma
kapiler)
Keratoakantoma
Penanganan -Biopsi
bedah eksisi
-kuretase
-radioterapi
-bedah beku
-kauterisasi dan
kuretase
-laser
- biopsi
antibiotik
-eksisi bedah
-kauterisasi
-kuretase
-terapi laser/ radiasi
Basalioma
Granuloma Pyogenik
Keratoakantoma
Ulkus
Neurotropik
Ulkus Venosum/
Ulkus Varikosum
Ulkus Tropikum Ulkus Arteriosum
Timbul
perlahan-
lahan,
gambaran
klinis seperti
MH dan DM
Ulkus pada tungkai
bawah (bagian
fleksor), akibat
gangguan aliran darah
dalam vena
-orang dewasa/tua
-wanita>pria
-Kerusakan kulit
yang khas dan
berbau busuk
-insect bite

Terjadi akibat
gangguan peredaran
darah arteri
Etiologi -Terjadi
karena
tekanan atau
trauma pada
kulit yang
anastetik
-kerusakan
saraf, terjadi
neuropati
perifer
-Gangguan pembuluh
darah( trombosis,
trombofleibitis,
kelainan katup vena)
-gangguan di luar
pembuluh darah
(bendungan di
proksimal tungkai
bawah karena tumor
abdomen, kehamilan)
-banyak berdiri,
hereditas, obesitas
-trauma
-higeiene
-gizi
-Bacillus fusiformis
-Borrelia vincentii
-insect bite/ trauma
-dermatitis,
pioderma
-ateroma
-Ekstramural (PD
arteriole terjepit oleh
jaringan fibrosis karena
edema lama atau
sklerosis oleh
skleroderma)
-Mural (kelainan
dinding PD seperti
vaskulitis/
arterosklerosis)
-Intramural (sumbatan
lumen PD kecil, seperti
perubahan viskositas
darah, fibrogenesis)
Ulkus
Neurotropik
Ulkus
Venosum/
Ulkus
Varikosum
Ulkus Tropikum Ulkus Arteriosum
Gejala -sering pada kaki
(tumit/ kepala
metatarsal)
-tunggal/ multipel
-Ulkus bulat, tidak
nyeri, berisi
jaringan nekrotik,
anhidrotik, kulit
di sekeliling ulkus
hiperkeratotik.
-ulkus sampai ke
subkutis
membentuk
sinus. Bisa
mengalami infeksi
sekunder.
-ulkus solitar, di
atas maleolus
internus,
bulat/lonjong,
dangkal, tertutup
jaringan
nekrotik,
jaringan sekitar
hiperpigmentasi
-tidak nyeri,
kecuali infeksi
sekunder
-varises
-ulkus hanya satu, di
tungkai bawah lateral
-dimulai dari luka
kecil, kemudian
terbentuk tonjolan
keras dan padat yang
cepat meluas menjadi
gelembung berisi
cairan.
-gelembung ini akan
pecah menjadi luka
kecil.
-Setelah terinfeksi
oleh mikroorganisme,
luka ini meluas
kesamping dan
kedalam dan
memberi bentuk
yang khas ulkus
tropikum dari bau
yang busuk.
-nyeri

-Gambaran klinis mirip
Buergers disease
-pada hipertensi, ulkus
di lateral kaki
-pada arteriosklerosis
obturans ulkus pada
tonjolan tulang
-lesi eritematosa nyeri,
bagian tengah biru dan
menjadi bula
hemoragik, dan
nekrosis.
-ulkus dalam, kotor, tepi
ulkus jelas
-nyeri yang bertambah
hebat di malam hari,
keadaan dingin, atau
bila tungkai diangkat.
-bag distal lebih dingin
dari proksimal, denyut
nadi dorsum pedis
teraba lemah/ tidak
teraba sama sekali
Ulkus
Neurotropik
Ulkus Venosum/
Ulkus Varikosum
Ulkus Tropikum Ulkus
Arteriosum
Pengobatan -sembuh lambat
-mengurangi
tekanan,
mengatasi infeksi,
memperbaiki
sensibilitas
-obati oenyakit
dasar
-tungkai
ditinggikan saat
berbaring
-pada varises yg
proksimal dari
ulkus, diberi bebat
elastis
-antibiotik pada
infeksi sekunder
-bila ada pus,
kompres dengan
larutan
pemanganas
kalikus 1/5000
atau larutan perak
nitrat 0,5% atau
0,25%
-ulkus mulai
bersih, kasi salep
antibiotik dan
sistemik.
-perbaiki gizi
(kalori&protein
tinggi, vitamin,
mineral)
-ulkus dicuci air
bersih/ kompres
dengan kalium
pemanganas
1:5000
-penisislin,
tertrasiklin
-obati penyebab
ulkus dibersih
dengan larutan
kalium
pemanganas
1:5000
-benzoil peroksid
10-20% untuk
merangsang
granulasi
-untuk infeksi,
diberi antibiotik
-analgetik
Prognosis Kurang baik,
residif
Sering residif Baik
Ulkus Neurotropik

Ulkus Venosum
Ulkus Tropikum

Ulkus Arteriosum

Infeksi Genital non Spesifik Gonore
Tipe -Uretritis non spesifik (U.N.S)
-Infeksi Genital Nongonokok
(I.G.N.K)
-Uretiritis Nongonokok
-Gonore genital
-Gonore ekstragenital
Etiologi -Chlamydia trachomatis
-Ureaplasma urealyticum
-Mycoplasma hominis
-alergi
-bakteri
-Neisseria gonorrhoeae
Infeksi Genital non
Spesifik
Gonore
Gejala
Klinis
Pria
-setelah 1-3 minggu kontak
-tidak seberat gonore
-disuria ringan, perasaan
tidak enak di uretra, sering
kencing, keluar duh tubuh
seropurulen.
-perjalanan penyakit lama
(masa inkubasi 1-3 minggu)
-cenderung kambuh kembali
Wanita
-infeksi tersering di serviks
-umumnya tidak bergejala
-keluarnya duh tubuh vagina,
disuria ringan, sering
kencing, nyeri di pelvis,
disparenia
-masa tunas 2-5 hari
Pria
-Uretritis (gatal, panas, disuria, polakisuria, keluar duh tubuh
kadang disertai darah, nyeri saat ereksi),keluar duh tubuh
mukopurulen.
-Tysonitis (pada preputium yg sangta panjang dan kebersihan
kurang baik, butir pus atau bengkak pada frenulum, nyeri tekan)
-Parauretritis (pada orifisium uretra terbuka/hipospadia, butir
pus)
-Littritis (pada urin ditemukan benang
2
/butir
2
)
-Cowperitis (abses, nyeri, benjolan di perineum disertai rasa penuh
dan panas, nyeri saat defekasi, disuria
-Prostatitis (malaise, demam, nyeri kencing, hematuri, retensi urin,
tenesmus ani, sulit BAB
-Vesikulitis (demam, polakisuria, hematuria terminal, nyeri saat
ereksi/ejakulasi, spasme)
-Vas deferentitis/Funikulitis
-Epididimitis
trigonitis (poliuria, disuria terminal, hematuria)
Wanita
-Uretritis (disuria, poliuria)
-Parauretritis/Skenitis
-Servisitis (nyeri punggung bawah)
-Bartholinitis (labium mayor bengkak, merah, nyeri tekan, Kelenjar
Bartholin membengkak, nyeri sekali saat berjalan, sukar duduk)
-Salpingitis
-Proktitis (rasa terbakar daerah anus)
-Orofaringitis
-Konjungtivitis
Infeksi Genital non Spesifik Gonore
Pemeriksaan -Pemeriksaan sitologi
langsung dengan pewarnaan
Giemsa, Papanicolou
-Pemeriksaan Biakan
-Deteksi antigen (Direct
Fluorescent antibody, ELISA)
-Deteksi asam nukleat
C.trachomatis (Gen probe,
Amplifikasi Asam Nukleat)
-Sediaan langsung dengan
pewarnaan gram
-Kultur (media transpor, media
pertumbuhan
-Tes oksidasi
-Tes fermentasi
-Tes beta-laktamase
-Tes Thomson
Komplikasi Pria: prostatitis, vesikulitis,
epididimis, striktur uretra
Wanita: Bartholinitis,
proktitis, salpingitis, sistitis
Pria: Tysonitis, parauretritis,
littritis, Cowperitis, prostatitis,
vesikulitis, vas deferentitis,
epididimitis, tigonitis
Wanita: parauretritis,
Bartholinitis, salpingits, Pelvic
Inflammatory Disease
Komplikasi diseminata :
artritis, miokarditis,
endokarditis, perikarditis,
meningitis, dermatitis

Infeksi Genital non Spesifik Gonore
Pengobatan Tertrasiklin
Eritromisin
Sulfa-trimetoprim, spiramisin,
kuinolon
Penisilin+probenesid
Ampisilin dan amoksisilin
Sefalosporin (seftriakson
250mg i.m, sefiksim 400mg
oral)
Spektinomisin (2 gram i.m)
Kanamisin (2 gram i.m)
Tiamfenikol (3,5 gram oral)
Kuinolon (ofloksasin 400 mg,
siprofloksasin 250-500mg,
norfloksasin 800 mg)
Gonore