Anda di halaman 1dari 139

TBS 100%, 30

0
C Ex. Steam 4,75%,
110
0
C
Steam 130%, 30
0
C Kondensat 34,51%,
90
0
C
Sterilizer
TBS masak 88%,
100
0
C
TKKS 31,82%,
90
0
C
Steam 6,67%, 90
0
C
Berondolan 68,18%,
90
0
C
Berondolan terpisah dari
biji 90
0
C
Air panas 19,29%,
90
0
C
Ampas presan 41,9%,
50
0
C
Minyak kasar 41,26%,
90
0
C
Steam
130
0
C
Biji 45%,
50
0
C
Ampas 50%,
40
0
C
Air 6%,
70
0
C
Biji 99,2%,
60
0
C
Air 94%,
30
0
C
Cangkang 45%,
30
0
C
Kernel 55%,
30
0
C
Ai r bekas
30
0
C
Kernel

Steam 90%,
Air
13,85%,
Lumpur 58,74%,90
0
C
Minyak 41,26%, 90
0
C
Lumpur 0,83%
90
0
C
Minyak 99,17%
80
0
C
Lumpur 70%
90
0
C
Minyak 30%
90
0
C
Kotoran 0,24%
80
0
C
Minyak 99,76%
80
0
C
Minyak 96,538%
80
0
C
Air 0,94%,
80
0
C
Stripping
Digester
Pressing
Oil purifier
Hopper
Depericarper
Silo dryer
Nut Cracker
CST
Hidrocyclone
Kernel Dryer
Penampungan
Kernel
Boiler
Sludge tank
Sludge
Separator
Vacuum
dryer
Tangki
Timbun
Pengolahan Limbah
Gambar 2.1 Flow Diagram Proses pengolahan Kelapa Sawit
Universitas Sumatera Utara
Tabel LE.10 Data Perhitungan Internal Rate of Return (IRR)
Thn Laba Sebelum Pajak Pajak Laba Sesudah Pajak Depresiasi Net Cash Flow
P/F pada
i = 22%
PV pada i = 22 % P/F pada i = 23% PV pada i = 23 %
0 - - - - -516,070,347,595 1 -516,070,347,595 1 -516,070,347,595
1 136,577,369,302 40,955,710,790 95,621,658,512 3,449,254,232 99,070,912,744 0.8197 81,205,666,184 0.8130 80,545,457,515
2

150,235,106,232 45,051,281,869 105,183,824,363 3,449,254,232 108,633,078,595 0.6719 72,986,481,185 0.6610 71,804,533,409
3

165,258,616,855 49,556,410,056 115,702,206,800 3,449,254,232 119,151,461,032 0.5507 65,617,530,229 0.5374 64,030,079,007
4

181,784,478,541 54,512,051,061 127,272,427,479 3,449,254,232 130,721,681,711 0.4514 59,007,647,906 0.4369 57,111,975,229
5

199,962,926,395 59,963,256,168 139,999,670,227 3,449,254,232 143,448,924,459 0.3700 53,075,994,816 0.3552 50,953,232,276
6

219,959,219,035 65,959,581,784 153,999,637,250 3,449,254,232 157,448,891,482 0.3033 47,750,796,843 0.2888 45,468,323,231
7

241,955,140,938 72,555,539,963 169,399,600,975 3,449,254,232 172,848,855,207 0.2486 42,968,252,630 0.2348 40,581,745,920
8

266,150,655,032 79,811,093,959 186,339,561,073 3,449,254,232 189,788,815,305 0.2038 38,671,584,730 0.1909 36,226,779,137
9

292,765,720,535 87,792,203,355 204,973,517,180 3,449,254,232 208,422,771,412 0.1670 34,810,213,776 0.1552 32,344,404,785
10

322,042,292,589 96,571,423,691 225,470,868,898 3,449,254,232 228,920,123,130 0.1369 31,339,038,223 0.1262 28,882,371,941
11,362,858,926 -8,121,445,144

( )
( )
% 58 , 22 IRR
% 22 % 23 x
144 . 445 . 121 . 8 .926 11.362.858
.926 11.362.858
% 22 IRR
=

|
|
.
|

\
|

+ =








Universitas Sumatera Utara
0
100
200
300
400
500
600
0 20 40 60 80 100 120
Kapasitas Produksi (%)
B
i
a
y
a

(
M
i
l
y
a
r

R
u
p
i
a
h
)
Penjualan
Biaya tetap
Biaya Variabel
Biaya produksi











Universitas Sumatera Utara



0
100
200
300
400
500
600
0 20 40 60 80 100 120
Kapasitas Produksi (%)
B
i
a
y
a

(
M
i
l
y
a
r

R
u
p
i
a
h
)
Penjualan
Biaya tetap
Biaya Variabel
Biaya produksi

BEP = 30,39 %

Grafik LE-1.Grafik Break Even Point ( BEP )

Universitas Sumatera Utara
NO KODE KETERANGAN NO KODE KETERANGAN
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19

LR-01
S-01
TP-01
HC-01
HT-01
P-05
KA-01
SP-01
DP-01
VS-01
T-01
P-01
T-04
T-02
P-02
T-03
SS-01
OP-01
VD-O1

LOADING RAMP
STERILIZER
THRESSER
HOIST CRANE
HOPPER TANKOS
POMPA UMPAN BALIK SS
DIGESTER
SCREW PRESS
DEPERICARPER
VIBRATING SCREEN
BAK RO
POMPA CST
SLUDGE TANK
CONTINOUS SETTLING TANK
POMPA UNTUK OIL TANK
OIL TANK
SLUDGE SEPERATOR
OIL PURIFIER
VACUUM DRYER

20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38

P-04
ST-02
PC-02
FC-01
PD-01
VD-01
P-06
TS-01
NG-01
SC-01
HC-01
NC-01
P-07
T-05
KS-02
B-01
K-03
KU-01
KD-01

POMPA PC
STRAINER
PRE CLEANER
FIBRE CYCLONE
POLISHING DRUM
VACUUM DRYER
POMPA VD-01
SILO BIJ I
NUT GRADING SCREEN
SILO CANGKANG
HIDRO CYCLONE SEPERATOR
NUT CYCLONE
POMPA UNTUK T-05
TANGKI TIMBUN CPO
KERNEL SILO
POMPA DEPERICARPER
TANGKI TIMBUN PKO
BOILER
KERNEL DRYER



Universitas Sumatera Utara


KODE

KETERANGAN

KODE

KETERANGAN

KODE

KETERANGAN
TB-01
LR-01
ST-01
TP-01
HC-01
HT-01
P-05
KA-01
SP-01
DP-01
VS-01
P-03
T-01
P-01
L-02

TIMBANGAN
LOADING RAMP
STERILIZER
THRESSER
HOIST CRANE
HOPPER TANKOS
POMPA UMPAN BALIK SS
DIGESTER
SCREW PRESS
DEPERICARPER
VIBRATING SCREEN
POMPA SLUDGE TANK
BAK RO
POMPA CST
LORI

T-02
P-02
CBC
T-03
SS-01
OP-01
P-04
P-07
ST-02
FC
PC-02
K-03
P-04
T-05
T-04

CONTINOUS SETTLING TANK
POMPA OIL TANK
CAKE BREAKER CONVEYOR
OIL TANK
SLUDGE SEPERATOR
OIL PURIFIER
POMPA PC-01
POMPA T-05
STRAINER
FLOW CONTROL
PRE CLEANER
TANGKI TIMBUN PKO
POMPA T-05
TANGKI TIMBUN CPO
SLUDGE TANK

FC-01
L-03
PD-01
VD-01
P-06
TS-01
NG-01
SC-01
HC-01
LC
NC-01
KS-02
B-01
KU-01
KD-01
FIBRE CYCLONE
LORI
POLISHING DRUM
VACUUM DRYER
POMPA VD-01
SILO BIJI
NUT GRADING SCREEN
SILO CANGKANG
HYDRO CYCLONE
LEVEL CONTROL
NUT CYCLONE
KERNEL SILO
POMPA DEPERICARPER
BOILER
KERNEL DRYER

Universitas Sumatera Utara
LAMPIRAN A
PERHITUNGAN NERACA BAHAN

Kapasitas Pengolahan : 30 ton TBS/jam
Basis perhitungan : 1 jam operasi
Satuan massa : Kilogram (kg)

1. Sterilizer
Tandan buah segar (TBS) dari lori dimasukkan ke dalam rebusan atau
sterilizer. Dalam sterilizer TBS direbus untuk peroses sterilisasi sebelum diproses
menjadi minyak. Temperatur perebusan 125
0
C 135
0
C, lama perebusan 82-90
menit. Kebutuhan steam 27,26%, exause steam 4,75% dan kondensat yang
dibuang 34,51% sedangkan TBS yang masak 88% dari jumlah umpan yang
direbus (PT. Asian Agree, 2006).


Ex.Steam 4,75% TBS 100%

4 1
TBS masak 88%
-TBS masak 98,27%
-Air 1,73%
2 5
3



Steam 27,26%
-Air 100%
Sterilizer
Kondensat 34,51%
-Minyak 0,55%
-Kotoran 2,29%
-Air 97,16%


Neraca Massa:
Neraca Massa Bahan Masuk
Alur 1:
1. TBS =100% x 30.000 kg/jam =30.000 kg/jam

Alur 2:
1. Air =27,26% x 30.000 kg/jam =8.178 kg/jam

LA-1
Universitas Sumatera Utara
Neraca Bahan Keluar
Alur 3:
1. Kondensat =34,51% x 30.000 kg/jam =10.353 kg/jam
Minyak =0,55 % x 10.353 kg/jam =56,942 kg/jam
Air =97,16% x 10.353 kg/jam =10.058,975 kg/jam
Kotoran =2,29% x 10.353 kg/jam =237,084 kg/jam

Alur 4:
1. Exshaust steam =4,75% x 30.000 kg/jam =1.425 kg/jam

Alur 5:
1. TBS hasil rebusan =88% x 30.000 kg/jam =26.400 kg/jam
TBS masak =98,27% x 26.400 kg/jam =25.943,28 kg/jam
Air =1,73% x 26.400 kg/jam =456,72 kg/jam

Tabel LA.1 Neraca Massa pada Sterilizer
Masuk (kg/jam) Keluar (kg/jam) Komposisi
Alur 1 Alur 2 Alur 3 Alur 4 Alur 5
Minyak
Air
TBS
TBS masak
Kotoran
Exshaust steam
-
-
30.000
-
-
-
8.178
-
-
-
-
-
56,942
10.058,975
-
-
237,084
-
-
-
-
-
-
1.425
-
456,72
-
25.943,28
-
-
J umlah 30.000 8.178 10.353 1.425 26.400
Total 38.178 38.178






Universitas Sumatera Utara
2. Stripping
TBS masak dari sterilizer diumpankan ke stripper drum untuk
merontokkan buah dari tandannya dengan cara bantingan akibat dari putaran
drum. Putaran stripper drum 33,95 rpm. Persentase tandan kosong 31,82% dan
grondolan buah kelapa sawit 68,18% (PT. Asian Agree, 2006).

-TBS 98,27%
-Air 1,73%

5
Tandan kosong 31,82%
-Minyak 0,02%
Brondolan Buah kelapa sawit 68,18%
-Brondolan 98,44%
-Air 1,56%
6
7
Stripping
-J enjangan kosong 99,28%
-Brondolan 0,7%



Neraca Massa:
Neraca Massa Bahan Masuk
Alur 5:
1. TBS hasil rebusan =88% x 30.000 kg/jam =26.400 kg/jam
TBS masak =98,27% x 26.400 kg/jam =25.943,28 kg/jam
Air =1,73% x 25.943,28 kg/jam =456,72 kg/jam

Neraca Bahan Keluar
Alur 6:
1. Tandan kosong =31,82% x 26.400 kg/jam =8.400,48 kg/jam
Minyak =0,02 % x 8.400,48 kg/jam =1,680 kg/jam
J enjangan kosong =99,28% x 8.400,48 kg/jam =8.339,997 kg/jam
Brondolan =0,7% x 8.400,48 kg/jam =58,803 kg/jam

Alur 7:
1. Brondolan buah kelapa sawit =68,18% x 26.400 kg/jam =17.999,52 kg/jam
Brondolan =98,44% x 17.999,52 kg/jam =17.718,727 kg/jam
Air =1,56% x 17.999,52 kg/jam =280,793 kg/jam



Universitas Sumatera Utara
Tabel LA.2 Neraca Massa pada Stripping
Masuk kg/jam) Keluar (kg/jam) Komposisi
Alur 5 Alur 6 Alur 7
Minyak
TBS masak
Air
J anjangan kosong
Brondolan
-
25.943,28
456,72
-
-
1,680
-
-
8.339,997
58,803
-
-
280,793
-
17.718,727
J umlah 26.400 8.400,48 17.999,52
Total 26.400 26.400

3. Digester
Brondolan dari stripping diumpankan ke alat Digester, pada alat ini daging
buah dilepaskan dari bijinya dengan cara di dalam alat pengaduk brondolan
diremas dengan pisau pengaduk berputar sambil dipanaskan pada temperatur 90-
95
0
C. Kebutuhan steam 6,67% dari jumlah umpan.

-Brondolan 98,44%
-Air 1,56%

Brondolan terpisah dari biji 106,67%%
-Brondolan 92,6%
-Air 7,4%
Steam 6,67%
-Air 100%
7
9

8
Digester



Neraca Massa:
Neraca Massa Bahan Masuk
Alur 7:
Brondolan =98,44% x 17.999,52 kg/jam =17.718,727 kg/jam
Air =1,56 % x 17.999,52 kg/jam =280,793 kg/jam

Neraca Bahan Keluar
Alur 8:
1. Air =6,67% x 17.999,52 kg/jam =1.200,568 kg/jam

Universitas Sumatera Utara
Alur 9:
1. Brondolan terpisah dari biji =106,67% x 17.999,52 =19.200,088 kg/jam
Brondolan =92,6% x 19.200,088 kg/jam =17.779,281 kg/jam
Air =7,4% x 19.200,088 kg/jam =1.420,807 kg/jam

Tabel LA.3 Neraca Massa pada Digester
Masuk (kg/jam) Keluar (kg/jam) Komposisi
Alur 7 Alur 8 Alur 9
Brondolan
Air
Minyak
Serat
17.718,727
280,793
-
-
-
1.200,568
-
-
17.779,281
1.420,807
-
-
J umlah 17.999,52 1.200,568 19.200,088
Total 19.200,088 19.200,088


4. Pressing
Massa adukan yang berasal dari alat pengadukan, dialirkan ke dalam alat
pengempaan atau pengepresan (SP-01) dengan penambahan air panas 19,29%
dari jumlah massa yang akan dipress. Hasil presan minyak kasar 58,1% dan
ampas presan 41,9%.
F
9
=32.000,147 kg/jam
-Brondolan 92,6%
-Air 7,4%

F
11
=41,9%F
9
-Biji 43,79%
-Air 1%
-Serat 55,21%
F
12
=58,1%F
9
-Minyak 41,37%
-Air 45,6%
-Kotoran 8,21%
-FFA =4,82%
F
10
=19,29%
-Air 100%
9
10 11
12



Pressing











Universitas Sumatera Utara
Neraca Massa:
Neraca Massa Bahan Masuk:
Alur 9:
1. Brondolan terpisah dari biji =106,67% x 17.999,52 =19.200,088 kg/jam
Brondolan =92,6% x 19.200,088 kg/jam =17.779,281 kg/jam
Air =7,4% x 19.200,088 kg/jam =1.420,807 kg/jam

Alur 10:
F
10
=19,29% x 19.200,088 kg/jam =3.703,697 kg/jam
Air =100% x 3.703,697 kg/jam =3.703,697 kg/jam

Neraca Massa Bahan Keluar :
Alur 11:
J umlah umpan yang masuk =F
9
+F
10
=19.200,088 kg/jam +3.703,697 kg/jam
=22.903,785 kg/jam.
F
11
=41,9% x 22.903,785 kg/jam =9.596,686 kg/jam.
Biji =43,79% x 9.596,686 kg/jam =4.202,389 kg/jam
Air =1% x 9.596,686 kg/jam =95,967 kg/jam
Serat =55,21% x 9.596,686 kg/jam =5.298,330 kg/jam

Alur 12:
F
12
=58,1% x 22.903,785 kg/jam =13.307,099 kg/jam.
Minyak =41,37% x 13.307,099 kg/jam =5.505,515 kg/jam
Air =45,60% x 13.307,099 kg/jam =6.068,037 kg/jam
Kotoran =8,21% x 13.307,099 kg/jam =1.092,513 kg/jam
FFA =4,82% x 13.307,099 kg/jam =641,402 kg/jam






Universitas Sumatera Utara
Tabel LA.4 Neraca Bahan Pada Pressing
Masuk (kg/jam) Keluar (kg/jam)
Komposisi Alur 9 Alur 10 Alur 11 Alur 12
Brondolan
Air
Minyak
Kotoran
Serat
FFA
Biji
17.779,281
1.420,807
-
-
-
-
-
-
3.703,697
-
-
-
-
-
-
95,967
-
-
5.298,330
-
4.202,389
-
6.068,037
5.505,515
1.092,513
-
641,402
-
J umlah 19.200,008 3.703,693 9.596,686 13.307,099
Total 22.903,785 22.903,785


5.Countinous Settling Tank (CST)
Minyak kasar dari pressan dialirkan ke Continous Settling Tank, pada alat
ini kotoran lumpur (Sludge) dipisahkan dari minyak berdasarkan gaya berat
(gravitasi). Persentase minyak dan lumpur yang dipisahkan 41,26% dan 58,74%
dan diperkirakan minyak yang diumpankan balik dari Sludge separator 21,18%
dari jumlah minyak yang dipisahkan.

F
14
=F
12
=22.178,498 kg/jam
-Minyak 41,37%
-Air 45,6%
-Kotoran 8,21%
-FFA =4,82%

F
16
=41,26%F
12
-Minyak 95,5%
-Air 0,5%
-Kotoran 0,2%
-FFA 3,8%
F
15
=58,74%F
9
-Minyak 5,9%
-Air 6,01%
-Kotoran 88,09%
F
25
=21,18%F
14
-Minyak 83,35%
-Kotoran 1,04%
-Air 15,61%
14
25


16
15
CST










Universitas Sumatera Utara
Neraca Massa:
Neraca Bahan Masuk:
Alur 14
F
14
=13.307,099 kg/jam.
Minyak =41,37% x 13.307,099 kg/jam =5.502,515 kg/jam
Air =45,60% x 13.307,099 kg/jam =6.068,037 kg/jam
Kotoran =8,21% x 13.307,099 kg/jam =1.092,513 kg/jam
FFA =4,82% x 13.307,099 kg/jam =641,402 kg/jam

Alur 25
F
25
=21,18% x 13.307,099 kg/jam =2.349,173 kg/jam
Minyak =83,35% x 2.349,173 kg/jam =2.349,173 kg/jam
Kotoran =1,04% x 2.349,173 kg/jam =29,312 kg/jam
Air =15,61% x 2.349,173 kg/jam =439,959 kg/jam

Neraca Bahan Keluar:
Alur 15
F
15
=58,74% (F
25
+F
14
)
=58,74% x (2.818,444 +13.307) =9.472,143 kg/jam
Minyak =5,9% x 9.472,143 kg/jam =558,856 kg/jam
Air =6,01% x 9.472,143 kg/jam =569,276 kg/jam
Kotoran =88,09% x 9.472,143 kg/jam =8.344,011 kg/jam

Alur 16
F
16
=41,26% x (F
25
+F
14
)
=41,26% x (2.818,444 +13.307,099) =5.518,693 kg/jam
Minyak =95,5% x 5.518,693 kg/jam =5.270,352 kg/jam
Air =0,5% x 5.518,693 kg/jam =27,593 kg/jam
Kotoran =0,2% x 5.518,693 kg/jam =11,037 kg/jam
FFA =3,8 x 5.518,693 kg/jam =209,710 kg/jam


Universitas Sumatera Utara
Tabel LA.5 Neraca Massa pada Continous Settling Tank
Masuk (kg/jam) Keluar (kg/jam)
Komposisi Alur 14 Alur 25 Alur 15 Alur 16
Minyak
Air
Kotoran
FFA
5.505,515
6.068,037
1092,513
641,402
2.349,173
439,959
29,959
-
558,856
569,276
8.344,011
-
5.270,352
27,593
11,037
209,710
J umlah 13.307,099 2.818,444 9.472,143 5.518,693
Total 16.125,543 16.125,543

6.Sludge Tank
Lumpur yang masih mengandung minyak dari CST dialirkan ke sludge tank.
Pada alat ini minyak terikut dipisahkan lasgi dari lumpur dengan gaya gravitasi.
Komposisi lumpur dan minyak dalam sludge Tank 0,83% dan 99,17%.

F
15

-Minyak 5,9%
-Air 6,01%
-Kotoran 88,09%



F
24
=99,17%
-Minyak 26,35%
-Air 70,8%
-Kotoran 2,85%
F
23
=0,83% F
15

-Air 70%
-Kotoran 30%
15

23
24
Sludge Tank



Neraca Massa:
Neraca Bahan Masuk:
Alur 15
F
15
=9.472,143 kg/jam.
Minyak =5,9% x 9.472,143 kg/jam =558,856 kg/jam
Air =6,01% x 9.472,143 kg/jam =569,276 kg/jam
Kotoran =88,09% x 9.472,143 kg/jam =8.344,011 kg/jam



Universitas Sumatera Utara
Neraca Bahan Keluar:
Alur 23
F
23
=0,83% F
19

=0,83% x 9.472,143 kg/jam =78,619 kg/jam
Air =70% x 78,619 kg/jam =55,033 kg/jam
Kotoran =30% x 78,619 kg/jam =23,586 kg/jam

Alur 24
F
24
=99,17% x 9.472,143 kg/jam =9.393,524 kg/jam
Minyak =26,35% x 9.393,524 kg/jam =2.475,194 kg/jam
Air =70,8% x 9.393,524 kg/jam =6.650,615 kg/jam
Kotoran =2,85% x 9.393,524 kg/jam =267,715 kg/jam

Tabel LA.6 Neraca Massa pada Sludge Tank
Masuk (kg/jam) Keluar (kg/jam)
Komposisi Alur 15 Alur 23 Alur 24
Minyak
Air
Kotoran
558,856
569,278
8.344,811
-
55,033
23,586
2.475,194
6.650,615
267,715
J umlah 9.472,143 78,619 9.393,524
Total 9.472,143 9.472,143


7. Sludge Separator
Minyak yang dikutip dari Sludge Tank dialirkan ke sludge separator
melalui stainer dan precleaner. Pada sludge separator minyak dipisahkan lagi
dari lumpur pada temperatur 90
0
C. Komposisi minyak dan lumpur yang
dipisahkan 30% dan 70%.
F
24
=15.655,875 kg/jam
-Minyak 26,35%
-Air 70,8%
-Kotoran 2,85%



F
25
=30%F
24
-Minyak 82,85%
-Air 15,11%
-Kotoran 2,04%
F
26
=70% F
24

-Minyak 0,9%
-Air 96%
-Kotoran 3,1%
24

26
25

Sludge Separator
Universitas Sumatera Utara
Neraca Massa:
Neraca Bahan Masuk:
Alur 24
F
24
=9.393,524 kg/jam
Minyak =26,35% x 9.393,524 kg/jam =2.475,194 kg/jam
Air =70,8% x 9.393,524 kg/jam =6.650,615 kg/jam
Kotoran =2,85% x 9.393,524 kg/jam =267,715 kg/jam

Neraca Bahan Keluar:
Alur 25
F
25
=30% F
24

=30% x 9.393,524 kg/jam =2.818,057 kg/jam
Minyak 82,85% x 2.818,057 kg/jam =2.334,760 kg/jam
Air 15,11% x 2.818,057 kg/jam =425,809 kg/jam
Kotoran 2,04% x 2.818,057 kg/jam =57,488 kg/jam

Alur 26
F
26
=70% F
24

=70% x 9.393,524 kg/jam =6.575,467 kg/jam
Minyak 0,9% x 6.575,467 kg/jam =59,179 kg/jam
Air 96% x 6.575,467 kg/jam =6.312,448 kg/jam
Kotoran 3,1% x 6.575,467 kg/jam =203,840 kg/jam

Tabel LA.7 Neraca Massa pada Sludge Separator
Masuk (kg/jam) Keluar (kg/jam)
Komposisi Alur 15 Alur 25 Alur 26
Minyak
Air
Kotoran
2.475,194
6.650,615
267,715
2.334,760
425,809
57,488
59,179
6.312,448
203,840
J umlah 9.393,524 2.818,057 6.575,467
Total 9.393,524 9.393,524


Universitas Sumatera Utara
8. Oil Purifier
Minyak dari oil tank ke oil purifier untuk dipisahkan kotorannya. Komposisi
kotoran yang dipisahkan 0,24% dan minyak yang telah dipisahkan 99,76%.
F
16
=11.088,998 kg/jam
-Minyak 95,5%
-Air 0,5%
-Kotoran 0,2%
-FFA 3,8%




F
18
=99,76%F
16
-Minyak 95,68%
-Air 0,47%
-Kotoran 0,17%
-FFA 3,68%
F
17
=0,24% F
16

-Air 70%
-Kotoran 30%
16

17
18
Oil Purifier



Neraca Massa:
Neraca Bahan Masuk:
Alur 16
F
16
=5.518,693 kg/jam
Minyak =95,5% x 5.518,693 kg/jam =5.279,902 kg/jam
Air =0,5% x 5.518,693 kg/jam =27,643 kg/jam
Kotoran =0,2% x 5.518,693 kg/jam =11,057 kg/jam
FFA =3,8% x 5.518,693 kg/jam =210,091 kg/jam

Neraca Bahan Keluar:
Alur 17
F
17
=0,24% F
16

=0,24% x 5.528,693 kg/jam =13,269 kg/jam
Air 70% x 13,269 kg/jam =9,288 kg/jam
Kotoran 30% x 13,269 kg/jam =3,981 kg/jam

Alur 18
F
18
=99,76% F
16

=99,76% x 5.528,693 kg/jam =5.515,424 kg/jam
Minyak 95,68% x 5.515,424 kg/jam =5.277,158 kg/jam
Kotoran 0,17% x 5.515,424 kg/jam =9,376 kg/jam
Universitas Sumatera Utara
Air 0,47 x 5.528,693 kg/jam =25,922 kg/jam
FFA 3,68% x 5.528,693 kg/jam =202,968 kg/jam

Tabel LA.8 Neraca Massa pada Oil Purifier
Masuk (kg/jam) Keluar (kg/jam)
Komposisi Alur 15 Alur 23 Alur 24
Minyak
Air
Kotoran
FFA
5.279,902
27,643
11,057
210,091
-
9,288
3,981
-
5.277,158
9,376
25,922
202,968
J umlah 5.518,693 13,269 5.515,424
Total 5.518,693 5.518,693


9. Vacuum Dryer
Minyak dari oil purifier diumpankan ke vacuum dryer. Pada alat ini
kandungan air pada minyak dihilangkan 0,94%. Selanjutnya minyak dikirimkan
ke tangki timbun CPO.

F
20
=F
18
F
19
-Minyak 96,538%
-Air 0,002%
-Kotoran 0,15%
-FFA 3,31%
F
19
=0,94% F
18

-Air 100%
18
20
F
18
=11.062,384 kg/jam
-Minyak 95,68%
-Air 0,47%
-Kotoran 0,17%
-FFA 3,689%






19
Vacuum dryer



Neraca Massa:
Neraca Bahan Masuk:
Alur 18
F
18
=5.515,424 kg/jam
Minyak =95,68 % x 5.515,424 kg/jam =5.277,158 kg/jam
Air =0,47% x 5.515,424 kg/jam =9,376 kg/jam
Kotoran =0,17% x 5.515,424 kg/jam =25,922 kg/jam
FFA =3,68% x 5.515,424 kg/jam =202,968 kg/jam
Universitas Sumatera Utara
Neraca Bahan Keluar:
Alur 19
F
19
=0,94% x 5.515,424 kg/jam =51,845 kg/jam
Air 100% x 51,845 kg/jam =51,845 kg/jam

Alur 20
F
20
=F
18
F
19
=5.515,424 51,845 =5.463,579 kg/jam
Minyak 96,538% x 5.463,579 kg/jam =5.274,430 kg/jam
Kotoran 0,15% x 5.463,579 kg/jam =8,195 kg/jam
Air 0,002 x 5.463,579 kg/jam =0,109 kg/jam
FFA 3,31% x 5.463,579 kg/jam =180,845 kg/jam

Tabel LA.9 Neraca Massa pada Vacuum dryer
Masuk (kg/jam) Keluar (kg/jam)
Komposisi Alur 18 Alur 19 Alur 20
Minyak
Air
Kotoran
FFA
5.277,158
9,376
25,922
202,968
-
-
51,845
-
5.274,430
8,195
0,109
180,845
J umlah 5.515,424 51,845 5.463,579
Total 5.515,424 5.515,424



10. Depericarper
Ampas yang keluar dari presan dialirkan ke depericarper untuk
memisahkan ampas dan biji. Komposisi ampas 55% dan Biji 45 %.

F
22
=45% F
11
-Biji 96,77%
-Ampas 1%
-Air 2,3%
F
21
=55%% F
11

-Ampas 96%
-Biji 4%
11
22
F
11
=15.994,477 kg/jam
-Biji 43,79%
-Air 1%
-Serat 55,21%




21
Depericarper


Universitas Sumatera Utara
Neraca Massa:
Neraca Bahan Masuk:
Alur 11
F
11
=9.596,686 kg/jam
Biji =43,79 % x 9.596,686 kg/jam =4.202,389 kg/jam
Air =1% x 9.596,686 kg/jam =95,967 kg/jam
Serat =55,21% x 9.596,686 kg/jam =5.298,330 kg/jam

Neraca Bahan Keluar:
Alur 21
F
21
=55% x 9.596,686 kg/jam =5.278,177 kg/jam
Ampas 96% x 5.278,177 kg/jam =5.067,050 kg/jam
Biji 4% x 5.278,177 kg/jam =211,127 kg/jam

Alur 22
F
22
=45% x 9.596,686 kg/jam =4.318,509 kg/jam
Biji 96,77% x 4.318,509 kg/jam =4.175,998 kg/jam
Ampas 1% x 4.318,509 kg/jam =43,185 kg/jam
Air 2,3% x 4.318,509 kg/jam =99,326 kg/jam

Tabel LA.10 Neraca Massa pada Depericarper
Masuk (kg/jam) Keluar (kg/jam)
Komposisi Alur 11 Alur 21 Alur 22
Ampas
Biji
Air
5.298,330
4.202,389
95,967
6.067,050
211,127
-
43,185
4.175,998
99,326
J umlah 9.596,686 5.278,177 4.318,509
Total 9.596,686 9.596,686






Universitas Sumatera Utara
11. Silo Drayer
Biji dari polshing drum melalui timba biji dimasukkan ke silo biji untuk
diperam selama 18 jam dengan suhu 80
0
C, tengah 70
0
C dan bawah 60
0
C. Pada
silo drayer air diuapkan dari biji 6%.
F
24

-Biji 99,2%
-Ampas 0,8%
F
23
=6% F
22
-Air 100%
22
24
23
F
22
=7.197,515 kg/jam
-Biji 96,7%
-Ampas 1%%
-Air 2,3%





Silo drayer



Neraca Massa:
Neraca Bahan Masuk:
Alur 22
F
22
=4.318,509 kg/jam
Biji =96,7 % x 4.318,509 kg/jam =4.175,998 kg/jam
Ampas =1% x 4.318,509 kg/jam =43,185 kg/jam
Air =2,3% x 4.318,509 kg/jam =99,326 kg/jam

Neraca Bahan Keluar:
Alur 23
F
23
=6% x 4.318,509 kg/jam =259,111 kg/jam
Air 100% x 259,111 kg/jam =259,111 kg/jam

Alur 24
F
24
=F
22
F
24
=4.318,509 259,111 =4.059,398 kg/jam
Biji 99,2% x 4.059,398 kg/jam =4.026,923 kg/jam
Ampas 0,8% x 4.059,398 kg/jam =32,475 kg/jam






Universitas Sumatera Utara
Tabel LA.11 Neraca Massa pada Silo drayer
Masuk (kg/jam) Keluar (kg/jam)
Komposisi Alur 22 Alur 23 Alur 24
Ampas
Biji
Air
43,185
4.175,998
99,326
-
-
259,111
32,475
4.026,923
-
J umlah 4.318,509 259,111 4.059,398
Total 4.318,509 4.318,509


12. Nut Crackers
Biji kelapa sawit yang telah dikeringkan pada silo drayer diumpankan dari
alur 24 untuk proses pemecahan. Biji kelapa sawit yang telah dipecah memiliki
komposisi produk cangkang 20,94% dan inti (kernel) 79,06%.

24 25
F
24
-
Biji 99,2%
-Ampas 0,8%
Nut Crackers
F
25
-
Biji 99,2%
-Ampas 0,8%


Neraca Massa:
Neraca Bahan Masuk:
Alur 22
F
24
=4.059,398 kg/jam
Biji =99,2 % x 4.059,398 kg/jam =4.026,923 kg/jam
Ampas =0,8% x 4.059,398 kg/jam =32,475 kg/jam

Neraca Bahan Keluar:
Alur 25
F
25
=F
24
=4.059,398 kg/jam
Kernel 79,06% x 4.059,398 kg/jam =3.209,360 kg/jam
Cangkang 20,94% x 4.059,398 kg/jam =850,038 kg/jam



Universitas Sumatera Utara
Tabel LA.12 Neraca Massa pada Nut crackers
Masuk (kg/jam) Keluar (kg/jam)
Komposisi Alur 24 Alur 25
Ampas
Biji
Cangkang
Kernel
4.026,923
32,475
-
-
-
-
850,038
3.209,360
J umlah 4.059,398 4.059,398
Total 4.059,398 4.059,398

13. Hidrocyclone
Campuran pecahan yang keluar dari nut crackers dimasukkan ke dalam
hidrocyclone. Didalam hidrocyclone terjadi pemisahan inti dengan cangkang
berdasarkan perbedaan berat jenis (gravitasi). Inti kernel akan naik atas
hidrocyclone sedangkan cangkang akan turun kebagian bawah hidrocyclone.

F
27
=F
26

-Air 100%
F
28
=45% F
25
-Cangkang 99%
-Kernel 1%
F
29
=55% F
25

-Kernel 86,25%
-Air 13,75%
25
26
29
27 28
Hidrocyclone
F
25

-Kernel 79,06%
-Cangkang 20,94%
F
26
=94% F
25

-Air 100%










Neraca Massa:
Neraca Bahan Masuk:
Alur 25
F
25
=4.059,398 kg/jam
Kernel =79,06 % x 4.059,398 kg/jam =3.209,360 kg/jam
Cangkang =20,94% x 4.059,398 kg/jam =850,038 kg/jam


Universitas Sumatera Utara
Alur 26:
F
26
=94% F
25
=94% x 4.059,398 kg/jam =3.815,834 kg/jam
Air = 100% x 3.815,834 kg/jam =3.815,834 kg/jam

Neraca Bahan Keluar:
Alur 27
F
27
=F
26
=3.815,834 kg/jam
Air =3.815,834 kg/jam

Alur 28:
F
28
=45% F
25
=45% x 4.059,398 kg/jam =1.826,729 kg/jam
Cangkang =99% x 1.826,729 kg/jam =1.808,462 kg/jam
Kernel =1% x 1.826,729 kg/jam =18,267 kg/jam

Alur 29:
F
29
=55% F
25
=55% x 4.059,398 kg/jam =2.232,669 kg/jam
Kernel =86,25% x 2.232,669 kg/jam =1.925,677 kg/jam
Air =13,75% x 2.232,669 kg/jam =306,992 kg/jam

Tabel LA.11 Neraca Bahan pada hidrocyclone
Masuk (kg/jam) Keluar (kg/jam)
Komposisi Alur 25 Alur 26 Alur 27 Alur 28 Alur 29
Kernel
Cangkang
Air
3.209,360
850,038
-
-
-
3.815,834
-
-
3.815,834
18,267
1.808,462
-
1.925,677
-
306,992
J umlah 4.059,398 3.815,834 3.815,834 1.826,729 2.232,669
Total 7.875,232 7.875,232


14. Kernel drayer
Inti kernel dari Hidrocyclone diumpankan ke kernel drayer. Pada alat ini
kandungan air pada kernel diuapkan 13,85%. Selanjutnya inti kernel disimpan
di Palm kernel oil.
Universitas Sumatera Utara
LA-20

30 31
29
Kernel Drayer
F
30
=13,85% F
29
Air 100%
F
31
F
29
=3.271,115 kg/jam
Kernel 86,25%
-Air 13,75%
-
Air 0,1%
-Kernel 99,9%






Neraca Massa:
Neraca Bahan Masuk:
Alur 29
F
29
=2.232,669 kg/jam
Kernel =86,25 % x 2.232,669 kg/jam =1.925,677 kg/jam
Cangkang =13,75% x 2.232,669 kg/jam =306,992 kg/jam

Neraca Bahan Keluar:
Alur 30
F
30
=13,85% F
29
=13,85% x 2.232,669 kg/jam =309,225 kg/jam
Air =309,225 kg/jam

Alur 31:
F
31
=F
29
F
30
=2.232,669 309,225 kg/jam =1.923,444 kg/jam
Air =0,1% x 1.923,444 kg/jam =1,923 kg/jam
Kernel =99,9% x 1.923,444 kg/jam =1.921,521 kg/jam

Tabel LA.14 Kernel Drayer
Masuk (kg/jam) Keluar (kg/jam) Komposisi
Alur 29 Alur 30 Alur 31
Kernel
Air
1.925,677
306,992
-
309,225
1.921,521
1,923
J umlah 2.232,669 309,225 1.923,444
Total 2.232,669 2.232,669



Universitas Sumatera Utara

LAMPIRAN B
PERHITUNGAN NERACA PANAS

Basis Perhitungan : 1 jam operasi
Satuan : kJ
Suhu referensi : 250C = 298 K

Dari Perry (1997), diketahui kapasitas panas (Cp) zat cair untuk ikatan (J/ml K).
Ikatan Cp
-CH3
-CH2-
= CH-
-CO2-

-CH
-COOH
36,82
30,38
21,34
60,67

20,92
79,91

Sehingga diperoleh Cp untuk masing-masing senyawa:
Cp Oktanoat (C8H16O2) = 1 (-CH3) + 6 (-CH2-) + 1 (-COOH)
= 1(36,82) + 6 (30,38) + 1 (79,91)
= 36,82 + 182,28 + 79,91
= 299,01 J/mol K
= 2,076 kJ/kg K

Cp Dektanoat (C10H20O2) = 1 (-CH3) + 8 (-CH2-) + 1 (-COOH)
= 1(36,82) + 8 (30,38) + 1 (79,91)
= 36,82 + 243,04 + 79,91
= 359,77 J/mol K
= 2,091 kJ/kg K

Cp Laurat (C12H24O2) = 1 (-CH3) + 6 (-CH2-) + 1 (-COOH)
= 1(36,82) + 24 (30,38) + 1 (79,91)
LB-1
Universitas Sumatera Utara
= 36,82 + 303,8 + 79,91
= 420,53 J/mol K
= 2,102 kJ/kg K

Cp Miristat (C14H28O2) = 1 (-CH3) + 12 (-CH2-) + 1 (-COOH)
= 1(36,82) + 12 (30,38) + 1 (79,91)
= 36,82 + 364,56 + 79,91
= 481,29 J/mol K
= 2,110 kJ/kg K

Cp Palmitat (C16H32O2) = 1 (-CH3) + 14 (-CH2-) + 1 (-COOH)
= 1(36,82) + 14 (30,38) + 1 (79,91)
= 36,82 + 425,32 + 79,91
= 542,05 J/mol K
= 2,117 kJ/kg K

Cp Stearat (C18H36O2) = 1 (-CH3) + 16 (-CH2-) + 1 (-COOH)
= 1(36,82) + 16 (30,38) + 1 (79,91)
= 36,82 + 486,08 + 79,91
= 602,81 J/mol K
= 2,122 kJ/kg K

Cp Oleat (C18H34O2) = 1 (-CH3) + 14 (-CH2-) + 2(=CH-) + 1 (-COOH)
= 1(36,82) + 14 (30,38) + 2 (21,34) + 1 (79,91)
= 36,82 + 425,32 + 42,68 + 79,91
= 584,73 J/mol K
= 2,073 kJ/kg K

Cp Linoleat (C18H34O2) = 1 (-CH3) + 12 (-CH2-) + 4(=CH-) +1 (-COOH)
= 1(36,82) + 12 (30,38) + 4 (21,34) + 1 (79,91)
= 36,82 + 364,56 + 85,36 + 79,91
= 566,65 J/mol K
= 2,023 kJ/kg K
Universitas Sumatera Utara
Cp Linolenat (C18H34O2)= 1 (-CH3) + 10 (-CH2-) + 6(=CH-)1 (-COOH)
= 1(36,82) + 10 (30,38) + 6 (21,34) + 1 (79,91)
= 36,82 + 303,8 + 128,04 + 79,91
= 548,57 J/mol K
= 2,770 kJ/kg K

Cp Minyak sawit = Cp Laurat + Cp Miristat + Cp Palmitat + Cp Stearati +
Cp Oleat + Cp Linoleat + Cp Linolenat
= 2,102 + 2,110 + 2,117 + 2,112 + 2,073 + 2,023 + 2,77
= 15,307 kJ/kg K.

Cp Minyak inti sawit = Cp Oktanoat + Cp Dekanoat + Cp Laurat +
Cp Miristat + Cp Palmitat + Cp Stearat + Cp Oleat +
Cp Linoleat + Cp Linolenat.
= 2,076 + 2,091 + 2,102 + 2,110 + 2,117 + 2,122 + 2,073
+ 2,023 + 2,770
= 6,866 kJ/kg.K

Cp Kernel = Cp Minyak inti sawit + Cp abu
= 14,474 + 0,88
= 20,354 kJ/kg.K

Dari Perry (1997), diketahui kapasitas untuk zat padat (J/mol.K)
Atomil elemen AE
C
H
O
N
10,89
7,56
13,42
18,74

Sehingga diperoleh Cp untuk masing-masing zat padat adalah :
Cp Sellulosa (C6H10O5) = 6 (C) + 10 (H) + 5 (O)
= 6 (10,89) + 10 (7,56) + 5 (13,42)
Universitas Sumatera Utara
= 65,34 + 75,6 + 67,1
= 208,04 j/mol K
= 1,284 kJ/kg.K

Cp Pentosan (C5H8O4) = 5 (C) + 8 (H) + 4 (O)
= 5 (10,89) + 8 (7,56) + 4 (13,42)
= 54,45 + 60,48 + 53,68
= 168,61 J/mol.K
= 1,277 kJ/kg.K

Cp Lignin (C6H12O6) = 6 (C) + 12 (H) + 6 (O)
= 6 (10,89) + 12 (7,56) + 6 (13,42)
= 65,34 + 90,72 + 80,52
= 236,58 J/mol.K
= 1,442 kJ/kg.K

Cp Abu = 0,882 kJ/kg K

Cp Acid Solvent (C2H3O2) = 2 (C) + 3 (H) + 2 (O)
= 2 (10,89) + 3 (7,56) + 2 (13,42)
= 21,78 + 22,68 + 26,84
= 71,3 J/mol.K
= 1,208 kJ/kg.K

Cp Nitrogen (N2) = 2 (N)
= 2 (18,74)
= 37,48 J/mol.K
= 1,338 kJ/kg.K

Cp Air = 4,1774 kJ/kg K ..(Perry, 1997)


Universitas Sumatera Utara
Cp Serat (C6H10O5) = 6 (C) + 10 (H) + 5 (O)
= 6 (10,89) + 10 (7,56) + 5 (13,42)
= 65,34 + 75,6 + 67,1
= 208,04 J/mol.K
= 1,284 kJ/kg.K

Cp Cangkang = Cp Selulosa + Cp Pentosan + Cp Lignin + Cp Abu + Cp Acid
Solvent + Cp Nitrogen + Cp air
= 1,284 + 1,277 + 1,442 + 1,0882 + 1,208 + 1,338 + 4,1774
= 11,6084 kJ/kg K

Cp Kelapa Sawit = Cp Minyak Sawit + Cp Minyak inti Sawit + Cp
Cangkang + Cp Serat
= 15,307+19,474+11,6084+1,284
= 47,6734 kJ/kg K

Cp Biji = Cp Kernel + Cp Cangkang
= 20,354 + 11,6084
= 31,9624 kJ/kg K













Universitas Sumatera Utara
1. Sterilizer
T = 110
0
C
Ex.Steam
T = 30
0
C
TBS
T = 100
0
C
TBS
Air
2
4 1
5
3
T =130
0
C
Steam
Sterilizer





T = 90
0
C
-Minyak
-Kotoran
-Air


Panas Masuk :
Alur 1 :
Q = m x Cp x AT = 30.000 kg x 47,6734 kJ/kg K x 5 K
= 7.151.010 kJ
Alur 2 :
Q = m x Cp x AT = 8.178 kg x 2,176 kJ/kg K x 105 K
= 1.868.509,44 kJ
Total panas masuk = 9.019.519,44 kJ
Panas Keluar :
Alur 3 :
Q = m x Cp x AT
Q Minyak = 56,942 kg x 15,307 kJ/kg K x 65 K
= 56.654,728 kJ
Q Air = 10.058,975 kg x 4,2164 kJ/kg K x 65 K
= 2.756.823,042 kJ
Q Kotoran = 237,084 kg x 0,882 kJ/kg K x 65 K
= 13.592,026 kJ
Alur 4 :
Q Ex.Steam = 1.425 kg x 4,1453 kJ/kg K x 85 K
= 502.099,463 kJ
Alur 5 :
Q = m x Cp x AT
Q TBS = 25.943,28 kg x 47,6734 kJ/kg K x 75 K
= 92.760.327,36 kJ
Universitas Sumatera Utara
Q Air = 456,72 kg x 4,2164 kJ/kg K x 75 K
= 144.428,566 kJ
Total panas keluar = 96.233.925,19 kJ
Panas Masuk + Panas dibutuhkan = Panas Keluar
Panas dibutuhkan = Panas keluar Panas Masuk
= 96.233.925,19 9.019.519,44
= 87.214.405,75 kJ
Entalpi steam pada 270,13 kPa, T ; 130
0
C = 2.173,6 kJ/kg K (Saturated Steam)
Maka Steam yang dibutuhkan :
m =

dQ

=
kJ/kg 2.173,6
kJ ,75 87.214.405

= 40.124,405 kg

Tabel LB.1 Neraca massa pada Sterilizer
Panas Masuk (kJ) Panas Keluar (kJ) Kompoisisi
Alur 1 Alur 2 Alur 3 Alur 4 Alur 5
TBS
Minyak
Air
Kotoran
Panas dibutuhkan
Ex.Steam
7.151.010
-
-
-
-
-
-
-
1.868.509,44
-
87.214.405,75
-
-
56.654,728
2.756.823,042
13.592,026
-
-
-
-
-
-
-
502.099,463
92.760.327,36
-
144.428,566
-
-
-
Jumlah 7.151.010 89.082.915,19 2.827.069,796 502.099,463 92.904.755,93
Total 96.233.925,19 96.233.925,19






Universitas Sumatera Utara
2. Stripping
T= 90
0
C
-Brondolan
-Air
T = 90
0
C
-Minyak
-Jenjangan kosong
-Brondolan
5
T=100
0
C
-TBS
-Air


6
7
Stripping


Panas Masuk :
Alur 5 :
Q TBS = 25.943,28 kg x 47,6734 kJ/kg K x 75 K
= 92.760.327,36 kJ
Q Air = 456,72 kg x 4,2164 kJ/kg K x 75 K
= 144.428,566 kJ
Total Panas yang masuk = 92.904.755,93 kJ
Panas keluar :
Alur 6 :
Q Minyak = 1,680 kg x 15,307 kJ/kg K x 65 K
= 1.671,524 kJ
Q Janjangan kosong = 8.339,997 kg x 6,2924 kJ/kg K x 65 K
= 3.411.108,813 kJ
Q Berondolan = 58,803 kg x 47,6734 kJ/kg K x 65 K
= 182.217,031 kJ
Alur 7 :
Q Berondolan = 17.718,727 kg x 47,6734 kJ/kg K x 65 K
= 54.906.277,38 kJ
Q Air = 280,793 kg x 0,882 kJ/kg K x 65 K
= 16.097,863 kJ
Total Panas yang Keluar = 58.517.372,61 kJ
Panas masuk = Panas keluar + Panas hilang
Panas hilang = Panas masuk panas keluar
= 92.904.755,93 58.517.372,61 = 34.387.383,32 kJ


Universitas Sumatera Utara
Tabel LB.2 Neraca panas pada alat Stripping
Panas Masuk (kJ) Panas keluar (kJ) Kompoisisi
Alur 5 Alur 6 Alur 7
TBS
Minyak
Air
Jenjangan kosong
Brondolan
92.760.327,36
-
-
144.428,566
-
-
1.671,524
-
3.411.108,813
182.217,031
-
-
16.097.863
-
54.906.277,38
Panas hilang - 34.387.383,32
Total 92.904.755,93 92.904.755,93

3. Digester
T = 90
0
C
-Brondolan
-Air


7
T = 80
0
C
-Brondolan
-Air

8
T = 90
0
C
-Air 100%
9
Digester

Panas Masuk :
Alur 7:
Q Berondolan = 17.718,727 kg x 47,6734 kJ/kg K x 65 K
= 54.906.277,38 kJ
Q Air = 280,793 kg x 0,882 kJ/kg K x 65 K
= 16.097,863 kJ
Alur 8 :
Q Air = 1.200,568 kg x 4,2164 kJ/kg K x 65 K
= 329.034,870 kJ
Total Panas Masuk = 55.251.410,11 kJ




Universitas Sumatera Utara
Panas Keluar :
Alur 9 :
Q = m x Cp x AT
Q Berondolan = 17.779,281 kg x 47,6734 kJ/kg K x 65 K
= 55.093.920,36 kJ
Q Air = 1.420,807 kg x 4,2164 kJ/kg K x 65 K
= 389.394,891 kJ
Panas Masuk + Panas dibutuhkan = Panas Keluar
Panas dibutuhkan = Panas keluar Panas masuk
= 55.483.315,25 55.251.410,11
= 231.905,141 kJ
Entalphi steam pada 93,956 kPa, T 90
0
C = 2.283,3 kJ/kg K (Saturated steam)
Maka Steam yang dibutuhkan :
m =

dQ

=
kJ/kg 2.283,3
kJ 1 231.905,14

= 101,566 kg
Tabel LB.3 Neraca panas pada Digester
Panas masuk (kJ) Panas keluar (kJ) Komposisi
Alur 7 Alur 8 Alur 9
Berondolan
Air
Minyak
Serat
Kotoran
54.906.277,38
16.097,863
-
-
-
-
329.034,870
-
-
-
55.093.920,36
389.394,891
-
-
-
Panas dibtuhkan 231.905,141 -
Total 55.483.315,25 55.483.315,25




Universitas Sumatera Utara
4. Pressing
T = 90
0
C
-Brondolan
-Air

9

T = 50
0
C
-Biji
-Air
-Serat
T = 50
0
C
-Air 100%
11 10
T = 90
0
C
-Minyak
-Air
-Kotora n
-FFA
12
Pressing




Panas Masuk :
Alur 9 :
Q Berondolan = 17.779,281 kg x 47,6734 kJ/kg K x 65 K
= 55.093.920,36 kJ
Q Air = 1.420,807 kg x 4,2164 kJ/kg K x 65 K
= 389.394,891 kJ
Alur 10 :
Q Air = 3.703,697 kg x 4,1840 kJ/kg K x 25 K
= 387.406,706 kJ
Total Panas yang Masuk = 55.870.721,96 kJ
Panas Keluar :
Alur 11 :
Q = m x Cp x AT
Q biji = 4.202,389 kg x 31,9324 kJ/kg K x 25 K
= 3.354.809,163 kJ
Q Air = 95,967 kg x 4,2164 kJ/kg K x 25 K
= 10.115,881 kJ
Q Serat = 5.298,330 kg x 1,284 kJ/kg K x 25 K
= 170.076,393 kJ


Universitas Sumatera Utara
Alur 12 :
Q Minyak = 505,515 kg x 15,307 kJ/kg K x 65 K
= 5.477.739,677 kJ
Q Air = 6.068,037 kg x 4,2164 kJ/kg K x 65 K
= 1.663.042,628 kJ
Q Kotoran = 1.092,513 kg x 0,882 kJ/kg K x 65 K
= 62.633,770 kJ
FFA = 641,402 kg x 6,866 kJ/kg K x 65 K
= 287.085,121 kJ
Panas masuk = Panas keluar + Panas hilang
Panas hilang = Panas masuk Panas keluar
= 55.870.721,96 11.025.502,63
= 44.845.219,33 kJ
Tabel LB.4 Neraca panas pada Pressing
Panas masuk (kJ) Panas keluar (kJ) Komposisi
Alur 9 Alur 10 Alur 11 Alur 12
Berondolan
Air
Biji
Serat
Minyak
Kotoran
FFA
55.093.920,36
389.394,891
-
-
-
-
-
-
387.406,706
-
-
-
-
-
-
10.115,881
3.354.809,163
170.076,393
-
-
-
-
1.663.042,628
-
-
5.477.739,677
62.633,770
287.085,121
Panas hilang - - 44.845.219,33
Total 55.870.721,96 55.870.721,96







Universitas Sumatera Utara
5. Continous Settling Tank

T = 90
0
C
-Minyak
-Air
-Kotoran
-FFA


T = 90
0
C
-Minyak
-Air
-Kotoran
-FFA
T = 90
0
C
-Minyak
-Air
-Kotoran
T = 90
0
C
-Minyak
-Kotoran
-Air
14

16 25
15
CST





Panas Masuk :
Alur 14
Q Minyak = 5.505,515 kg x 15,307 kJ/kg K x 65 K
= 5.477.739,677 kJ
Q Kotoran = 1.092,513 kg x 0,882 kJ/kg K x 65 K
= 62.633,770 kJ
Q Air = 6.068,037 kg x 4,2164 kJ/kg K x 65 K
= 1.663.042,628 kJ
Q FFA = 641,402 kg x 8,866 kJ/kg K x 65 K
= 287.085,121 kJ
Alur 25 :
Q Minyak = 2.349,173 kg x 15,307 kJ/kg K x 65 K
= 2.337.321,422 kJ
Q Kotoran = 29,312 kg x 0,882 kJ/kg K x 65 K
= 1.680,457 kJ
Q Air = 439,959 kg x 4,2164 kJ/kg K x 65 K
= 120.577,803 kJ
Total Panas yang Masuk = 9.950.080,878 kJ



Universitas Sumatera Utara
Panas Keluar :
Alur 15 :
Q Minyak = 558,856 kg x 15,307 kJ/kg K x 65 K
= 556.036,572 kJ
Q Kotoran = 8.344,011 kg x 0,882 kJ/kg K x 65 K
= 478.362,151 kJ
Q Air = 569,276 kg x 4,2164 kJ/kg K x 65 K
= 156.019,196 kJ
Alur 16 :
Q Minyak = 5.270,352 kg x 15, kJ/kg K x 65 K
= 5.243.763,074 kJ
Q Air = 27,593 kg x 4,2164 kJ/kg K x 65 K
= 7.562,303 kJ
Q Kotoran = 11,037 kg x 0,882 kJ/kg K x 65 K
= 632,751 kJ
Q FFA = 209,710 kg x 6,866 kJ/kg K x 65 K
= 93.591,476 kJ
Total panas yang keluar = 6.535.967,523 kJ
Panas hilang = Panas masuk Panas keluar
= 9.950.080,878 6.535.967,525
= 3.414.113,353 kJ

Tabel LB.5 Neraca massa pada C.S.T
Panas masuk (kJ) Panas keluar (kJ) Komposisi
Alur 14 Alur 25 Alur 15 Alur 16
Minyak
Kotoran
Air
FFA
5.477.739,677
62.633,770
1.663.042,628
287.085,121
2.337.321,422
1.680,457
120.577,803
-
556.036,572
478.362,151
156.019,196
-
5.243.763,074
7.562,303
632,751
93.591,476
Jumlah 7.490.501,196 2.459.579,682 1.190.417,919 5.345.549,604
Panas hilang - - - 3.414.113,353
Total 9.950.080,878 9.950.080,878
Universitas Sumatera Utara
6. Sludge Tank
T = 90
0
C
-Minyak
-Air
-Kotoran



T = 80
0
C
-Minyak
-Air
-Kotoran
T = 90
0
C
-Air
-Kotoran
15
23
24
Sludge Tank


Panas Masuk :
Alur 15 :
Q Minyak = 558,856 kg x 15,307 kJ/kg K x 65 K
= 556.036,572 kJ
Q Kotoran = 8.344,011 kg x 0,882 kJ/kg K x 65 K
= 478.362,151 kJ
Q Air = 569,276 kg x 4,2164 kJ/kg K x 65 K
= 156.019,196 kJ
Total panas yang masuk = 1.190.417,919 kJ
Panas Keluar :
Alur 23 :
Q Air = 55,033 kg x 4,2164 kJ/kg K x 65 K
= 15.082,267 kJ
Q Kotoran = 23,586 kg x 0,882kJ/kg K x 65 K
= 23,586 kJ
Alur 24 :
Q Minyak = 2.475,194 kg x 15,307 kJ/kg K x 65 K
= 3.283.608,198 kJ
Q Air = 6.650,615 kg x 4,2164 kJ/kg K x 65 K
= 1.822.707,451 kJ
Q Kotoran = 267,715 kg x 0,882 kJ/kg K x 65 K
= 15.348,101 kJ
Total panas yang keluar = 4.317.197,057 kJ
Panas Masuk + Panas dibutuhkan = Panas Keluar
Universitas Sumatera Utara
Panas dibutuhkan = Panas Keluar Panas Masuk
= 4.317.197,057 1.190.417,919
= 3.126.779,138 kJ
Entalphi steam pada 70,11 kPa, T 90
0
C = 2.283,2 kJ/kg K (Saturated steam)
Maka Steam yang dibutuhkan :
m =

dQ

=
kJ/kg 2.283,2
kJ 138 3.126.779,

= 1.369,472 kg

Tabel LB.6 Neraca Panas pada Sludge Tank
Panas masuk Panas keluar Komposisi
Alur 15 Alur 23 Alur 24
Minyak
Air
Kotoran
556.036,572
156.019,196
478.362,151
-
15.082,674
1.352,185
2.462.706,646
1.822.707,451
15.348,101
Panas dibutuhkan 3.126.779,138 - -
Jumlah 4.317.197,057 16.434,859 4.300.762,198
Total 4.317.197,057 4.317.197,057












Universitas Sumatera Utara
7. Sludge Separator

T = 80
0
C
-Minyak
-Air
-Kotoran

T = 90
0
C
-Minyak
-Air
-Kotoran
T = 90
0
C
-Minyak
-Air
-Kotoran
24

26
25
Sludge Separator


Panas Masuk :
Alur 24 :
Q Minyak 2.475,194 kg x 15,307 kJ/kg K x 65 K
= 2.462.706,646 kJ
Q Air = 6.650,615 kg x 4,2164 kJ/kg K x 65 K
= 1.822.707,451 kJ
Q Kotoran = 267,715 kg x 0,882 kJ/kg K x 65 K
= 15.348,101 kJ
Total panas yang masuk = 4.300.762,198 kJ
Panas keluar :
Alur 26 :
Q Minyak = 59,179 kg x 15,307 kJ/kg K x 65 K
= 58.880,442 kJ
Q Air = 6.312,448 kg x 4,2164 kJ/kg K x 65 K
= 1.730.027,374 kJ
Q Kotoran = 203,840 kg x 0,885 kJ/kg K x 65 K
= 11.686,147 kJ
Alur 25 :
Q Minyak = 2.334,760 kg x 15,307 kJ/kg K x 65 K
= 3.322.981,136 kJ
Q Air = 425,809 kg x 0,882 kJ/kg K x 65 K
= 24.411,630 kJ
Q Kotoran = 57,488 kg x 4,2164 kJ/kg K x 65 K
= 15.755,506 kJ
Universitas Sumatera Utara
Total Panas yang keluar = 4.163.742,235 kJ
Panas Masuk + Panas dibutuhkan = Panas Keluar
Panas dibutuhkan = Panas keluar Panas masuk
= 4.300.762,968 4.163.742,235
= 137.019,963 kJ
Entalphi steam pada 1 atm, T 90
0
C = 2.283,2 kJ/kg K (Saturated steam)
Maka Steam yang dibutuhkan :
m =

dQ

=
kJ/kg 2.283,2
kJ 963 , 019 . 137
= 60,012 kg
Tabel LB.7 Neraca Panas pada Sludge Separator
Panas masuk (kJ) Panas Keluar (kJ) Komposisi
Alur 24 Alur 25 Alur 26
Minyak
Air
Abu
2.462.706,646
1.822.707,451
15.348,101
2.322.981,136
24.411,630
15.755,506
58.880,442
1.730.027,374
11.686,147
Panas dibutuhkan 137.019,963 - -
Jumlah 4.300.762,198 2.363.148,272 1.800.593,963
Total 4.300.762,198 4.300.762,198

8. Oil Purifier
T = 90
0
C
-Minyak
-Air
-Kotoran
-FFA




16
T = 80
0
C
-Minyak
-Air
-Kotoran
-FFA
T = 80
0
C
-Air
-Kotoran
17
18
Oil Purifier

Panas Masuk :
Alur 16 :
Q Minyak = 5.270,352 kg x 15,307 kJ/kg K x 65 K
Universitas Sumatera Utara
= 5.243.763,074 kJ
Q Air = 27,593 kg x 4,2164 kJ/kg K x 65 K
= 7.562,303 kJ
Q Kotoran = 11,037 kg x 0,882 kJ/kg K x 65 K
= 632,751 kJ
Q FFA = 209,710 kg x 6,866 kJ/kg K x 65 K
= 93.591,476 kJ
Total panas masuk = 5.345.549,604 kJ
Panas Keluar :
Alur 17 :
Q Air = 9,288 kg x 4,2164 kJ/kg K x 65 K
= 2.545,525 kJ
Q Kotoran = 3,981 kg x 0,882 kJ/kg K x 65 K
= 228,230 kJ
Alur 18 :
Q Minyak = 5.277,158 kg x 15,307 kJ/kg K x 55 K
= 4.442.760,163 kJ
Q Kotoran = 9,376 kg x 4,2164 kJ/kg K x 55 K
= 454,830 kJ
Q Air = 25,922 kg x 4,2164 kJ/kg K x 55 K
= 6.011,364 kJ
Q FFA = 202,968 kg x 6,866 kJ/kg K x 55 K
= 76.646,806 kJ
Total panas yang keluar = 4.528.646,918 kJ
Panas masuk = Panas keluar + Panas hilang
= 5.345.549,604 4.528.646,918
= 816.902,686 kJ





Universitas Sumatera Utara
Tabel LB.8 Neraca Panas pada Oil Purifier
Panas Masuk (kJ) Panas Keluar (kJ) Komposisi
Alur 16 Alur 17 Alur 18
Minyak
Kotoran
Air
FFA
5.243.763,076
632,751
7.562,303
93.591,476
-
2.545,525
228,230
-
4.442.760,163
454,830
6.011,364
76.646,806
Panas hilang - 816.902,686
Total 5.345.549,604 5.345.549,604


9. Vacuum Drayer
T = 80
0
C
-Minyak
-Air
-Kotoran
-FFA
T = 80
0
C
-Air 100%
18
20
T = 80
0
C
-Minyak
-Air
-Kotoran
-FFA




19
Vacuum dryer

Alur 18 :
Q Minyak = 5.277,158 kg x 15,307 kJ/kg K x 55 K
= 4.442.760,163 kJ
Q Kotoran = 9,376 kg x 4,2164 J/kg K x 55 K
= 454,830 kJ
Q Air = 25,922 kg x 4,2164 kJ/kg K x 55 K
= 6.011,364 kJ
Q FFA = 202,968 kg x 6,866 kJ/kg K x 55 K
= 4.528.646,918 kJ
Panas Keluar :
Alur 19 :
Q Air = 51,845 kg x 4,1774 kJ/kg K x 55 K
= 11.911,752 kJ

Universitas Sumatera Utara
Panas penguapan air dihitung dengan korelasi Watson :
0,38
11
12
1
2
Tr 1
Tr 1
H
H
|
|
.
|

\
|

=
Tr1 =
3 , 647
273 80+
= 0,545
Tr2 =
3 , 647
273 80+
= 0,545
AH1 = Panas penguapan pada titik didih air = 2676 kJ/kg
AHv12 = 2676 x
38 , 0
576 , 0 1
545 , 0 1
|
|
.
|

\
|

= 2748,7257 kJ/kg
Panas penguapan = m x AHv
= 51,845 x 2748,7257 kJ = 142.507,684 kJ
Alur 20 :
Q Minyak = 5.274,430 kg x 15,307 kJ/kg K x 55 K
= 4.440.463,501 kJ
Q Kotoran = 8,195 kg x 0,882 kJ/kg K x 55 K
= 397,539 kJ
Q Air = 0,109 kg x 4,1774 kJ/kg K x 55 K
= 25,044 kJ
Q FFA = 180,845 kg x 6,866 kJ/kg K x 55 K
= 68.292,497 kJ
Panas Masuk + Panas dibutuhkan = Panas keluar + Panas penguapan
8.977.873,275 + Panas dibutuhkan = 4.521.090,333 + 142.507,684
Panas dibutuhkan = 4.314.275,258 kJ
Entalphi steam pada 70,11 kPa, T 90
0
C = 2.283,2 kJ/kg K (Saturated steam)
Maka Steam yang dibutuhkan :
m =

dQ

=
kJ/kg 2.283,2
kJ 258 4.314.275,

= 1889,574 kg

Universitas Sumatera Utara
Tabel LB.9 Neraca Panas pada Vacuum drayer
Panas masuk (kJ) Panas keluar (kJ) Komposisi
Alur 18 Alur 19 Alur 20
Minyak
Kotoran
Air
FFA
Panas Penguapan
4.442.760,163
454,830
6.011,364
4.528.646,918
-
-
-
11.911,752
-
142.507,684
4.440.463,501
397,539
25,044
68.292,497
-
Panas dibutuhkan 4.314.275,258 - -
Jumlah 4.663.598,017 154.419,436 4.509.178,581
Total 4.663.598,017 4.663.598,017

10. Depericarper
T = 50
0
C
-Biji
-Ampas
-Air
T = 40
0
C
-Ampas
-Biji
11
22
T = 50
0
C
-Biji
-Air
-Serat




21
Depericarper


Panas masuk :
Alur 11 :
Q Serat = 5.298,330 kg x 1,284 kJ/kg K x 25 K
= 170.076,393 kJ
Q Biji = 4.202,389 kg x 31,9624 kJ/kg K x 25 K
= 3.357.960,954 kJ
Q Air = 95,967 kg x 4,1840 kJ/kg K x 25 K
= 10.038,148 kJ
Total Panas masuk = 3.538.075,495 kJ

Panas Keluar :
Alur 21 :
Q Abu = 5.067,050 kg x 0,882 kJ/kg K x 15 K
Universitas Sumatera Utara
= 67.037,072 kJ
Q Biji = 211,127 kg x 11,684 kJ/kg K x 15 K
= 37.002,118 kJ
Alur 22 :
Q Biji = 4.175,998 kg x 31,9624 kJ/kg K x 25 K
= 3.336.872,962 kJ
Q Abu = 43,185 kg x 0,882 kJ/kg K x 25 K
= 952,229 kJ
Q Air = 99,326 kg x 4,1840 kJ/kg K x 25 K
= 10.389,450 kJ
Total Panas Keluar = 3.452.253,831 kJ
Panas Masuk = Panas Keluar + Panas hilang
3.538.075,495 = 3.452.253,831 + Panas Hilang
Panas Hilang = 85.821,664 kJ

Tabel LB.10 Neraca Panas pada Depericarper
Panas Masuk (kJ) Panas keluar (kJ) Komposisi
Alur 11 Alur 21 Alur 22
Serat
Biji
Air
Cangkang
170.076,393
3.357.960,954
10.038,148
-
67.037,072
37.002,118
-
-
952,229
3.336.872,962
10.389,450
-
Jumlah 3.538.075,495 104.039,19 3.348.214,641
Panas hilang - 85.821,664
Total 3.538.075,495 3.538.075,495







Universitas Sumatera Utara
11. Silo Drayer

T = 60
0
C
-Biji
-Ampas
T = 70
0
C
-Air
22
T = 50
0
C
-Biji
-Ampas
-Air




23
24
Silo drayer




T = 90
0
C

Panas Masuk :
Alur 22 :
Q Biji = 4.175,998 kg x 31,9624 kJ/kg K x 25 K
= 3.336.872,962 kJ
Q Abu = 43,185 kg x 0,882 kJ/kg K x 25 K
= 952,229 kJ
Q Air = 99,326 kg x 4,1840 kJ/kg K x 25 K
= 10.389,450 kJ
Total Panas masuk = 3.348.214,641 kJ
Panas keluar :
Alur 24 :
Q Biji = 4.026,923 kg x 31,9624 kJ/kg K x 35 K
= 4.504.854,329 kJ
Q Abu = 32,475 kg x 0,882 kJ/kg K x 35 K
= 1.002,503 kJ
Alur 23 :
Q Air = 259,111 kg x 4,1977 kJ/kg K x 45 K
= 48.968,481 kJ
Total panas keluar = 4.554.825,313 kJ



Universitas Sumatera Utara
Panas penguapan air dihitung dengan korelasi Watson :
0,38
11
12
1
2
Tr 1
Tr 1
H
H
|
|
.
|

\
|

=
Tr1 =
3 , 647
273 80+
= 0,545
Tr2 =
3 , 647
273 80+
= 0,545
AH1 = Panas penguapan pada titik didih air = 2676 kJ/kg
AHv12 = 2676 x
38 , 0
576 , 0 1
545 , 0 1
|
|
.
|

\
|

= 2748,7257 kJ/kg
Panas penguapan = m x AHv
= 259,111 x 2748 kJ
= 712037,028 kJ
Panas masuk + Panas dibutuhkan = Panas keluar + Panas pengupan
3.348.214,641 + Panas dibutuhkan = 4.554.825,313 + 712.037,028
Panas dibutuhkan = 1.918.647,7 kJ
Entalphi steam pada 70,11kPa, T 90
0
C = 2.283,2 kJ/kg K (Saturated steam)
Maka Steam yang dibutuhkan :
m =

dQ
=
kJ/kg 2.283,2
kJ 7 1.918.647,
= 840,333 kg

Tabel LB.11 Neraca panas pada Silo Drayer
Panas masuk (kJ) Panas Keluar (kJ) Komponen
Alur 22 Alur 23 Alur 24
Biji
Abu
Air
Panas Penguapan
Panas dibutuhkan
3.336.872,962
952,229
10.389,450
-
1.918.647,7
-
-
48.968,481
712.037,028
-
4.504.854,329
1.002,503
-
-
-
Jumlah 5.266.862,341 761.005,509 4.505.856,313
Total 5.266.862,341 5.266.862,341


Universitas Sumatera Utara
12. Nut Crackers

24 25


T = 60
0
C
-
Biji
-Ampas
Nut Crackers
T = 60
0
C
-
Biji
-Ampas
Panas masuk :
Alur 24 :
Q Biji = 4.026,923 kg x 31,9624 kJ/kg K x 35 K
= 4.504.854,329 kJ
Q Abu = 32,475 kg x 0,882 kJ/kg K x 35 K
= 1.002,503 kJ
Total Panas masuk = 4.505.856,832 kJ
Panas Keluar :
Alur 25 :
Q Kernel = 3.209,36 kg x 20,354 kJ/kg K x 35 K
= 2.286.315,97 kJ
Q Cangkang = 850,038 kg x 11,6084 kJ/kg K x 35 K
= 345.365,339 kJ
Total panas keluar = 2.631.681,309 kJ
Panas masuk = Panas keluar + Panas hilang
Panas hilang = 4.505.856,832 2.631.681,309 = 1.874.175,523 kJ

Tabel LB.12 Neraca Panas pada Nut Cracker
Panas Masuk (kJ) Panas keluar (kJ) Komposisi
Alur 24 Alur 25
Biji
Kernel
Abu
Cangkang
Panas hilang
4.504.854,329
-
1.002,503
-
-
-
2.286.315,97
-
345.365,339
1.874.175,523
Total 4.505.856,832 4.505.856,832


Universitas Sumatera Utara
13. Hidrocyclone
T = 30
0
C
-Air
T = 30
0
C
-Cangkang
-Kernel
T = 36
0
C
-Kernel
-Air
25
26
29
27 28
T = 28,5
0
C
-Kernel
-Cangkang
T = 30
0
C
-Air
Hidrocyclone







Panas masuk :
Alur 25 :
Q Kernel = 3.209,36 kg x 20,354 kJ/kg K x 5 K
= 326.616,567 kJ
Q Cangkang = 850,038 kg x 11,6084 kJ/kg K x 5 K
= 49.337,905 kJ
Alur 26 :
Q Air = 3.815,834 kg x 4,1774 kJ/kg K x 5 K
= 79.701,325 kJ
Total Panas masuk = 455.655,797 kJ
Panas keluar :
Alur 27 :
Q Air = 18,267 kg x 4,1774 kJ/kg K x 5 K
= 1.859,033 kJ
Alur 28 :
Q Kernel = 18,267 kg x 20,354 kJ/kg K x 5 K
= 1859,033 kJ
Q Cangkang = 1808,462 kg x 11,6084 kJ/kg K x 5 K
= 104.966,751 kJ
Alur 29 :
Q Kernel = 1925,677 kg x 20,354 kJ/kg K x 5 K
= 195.976,148 kJ
Q Air = 306,992 kg x 4,1774 kJ/kg K x 5 K
= 6.412,142 kJ
Universitas Sumatera Utara
Total Panas keluar = 388.915,399 kJ
Panas masuk = Panas keluar + panas hilang
Panas hilang = Panas masuk Panas keluar
= 455.655,797 388.915,399
= 66.740,398 kJ

Tabel LB.13 Neraca Panas pada Hidrocyclone
Panas masuk (kJ) Panas keluar (kJ) Komposisi
Alur 25 Alur 26 Alur 28 Alur 29 Alur 27
Kernel
Cangkang
Air
326.616,567
49.337,905
-
-
-
79.701,325
1.859,033
104.966,751
-
195.976,148
-
6.412,142
-
-
79.701,325
Jumlah 2.631.681,309 79.701,325 106.825,784 202.388,29 79.701,325
Panas hilang - 66.740,398
Total 455.655,797 455.655,797

15. Kernel Drayer
30 31
29





90
0
C
Kernel Drayer
T = 60
0
C
Air
T = 60
0
C
-
Air
T = 30
0
C
Kernel
-Air
-Kernel
Panas masuk :
Alur 29 :
Q Kernel = 1.925,677 kg x 20,354 kJ/kg K x 5 K
= 195.976,148 kJ
Q Air = 306,992 kg x 4,1774 kJ/kg K x 5 K
= 6.412,142 kJ
Panas keluar :
Alur 30 :
Q Air = 309,225 kg x 4,1774 kJ/kg K x 35 K
Universitas Sumatera Utara
= 45.211,478 kJ
Total Panas Keluar = 45.211,478 kJ
Panas penguapan air dihitung dengan korelasi Watson :
0,38
11
12
1
2
Tr 1
Tr 1
H
H
|
|
.
|

\
|

=
Tr1 =
3 , 647
273 80+
= 0,545
Tr2 =
3 , 647
273 80+
= 0,545
AH1 = Panas penguapan pada titik didih air = 2676 kJ/kg
AHv12 = 2676 x
38 , 0
576 , 0 1
545 , 0 1
|
|
.
|

\
|

= 2748,7257 kJ/kg
Panas penguapan = m x AHv
= 309,225 x 2748 kJ
= 849.750,3
Alur 31 :
Q Kernel = 1.923,444 kg x 20,354 kJ/kg K x 35 K
= 1.370.242,271 kJ
Panas masuk + Panas dibutuhkan = Panas keluar + Panas penguapan
202.388,29 + Panas dibutuhkan = 1.415.453,749 + 849.750,3
Panas dibutuhkan = 2.062.815,73 kJ
Entalphi steam pada 70,11 kPa, T 90
0
C = 2.283,2 kJ/kg K (Saturated steam)
Maka Steam yang dibutuhkan :
m =

dQ
=
kJ/kg 2.283,2
kJ 73 , 815 . 062 . 2

= 903,475 kg






Universitas Sumatera Utara
LB-30
Tabel LB.14 Neraca Panas pada Kernel Drayer
Panas masuk (kJ) Panas keluar (kJ) Komposisi
Alur 29 Alur 30 Alur 31
Kernel
Air
Panas penguapan
Panas dibutuhkan
195.976,148
6.412,142
-
2.062.815,73
-
45.211,478
849.750,3
-
1.370.242,271
-
-
-
Jumlah 2.265.204,049 894.961,778 1.370.242,271
Total 2.265.204,049 2.265.204,049


Universitas Sumatera Utara
LAMPIRAN C
PERHITUNGAN SPESIFIKASI PERALATAN


1. Penimbunan Buah (Loading Ramp)
Fungsi : Tempat penimbunan sementara dan untuk mempermudah pemuatan
TBS ke dalam lori.
Jumlah pintu = 13 pintu
Kemiringan lantai = 25
0

Kapasitas loading ramp = 13 x 15 ton/pintu = 195 ton = 195 m3
Volume 1 pintu =
u p
m
int 13
195
3
= 15 m3/pintu
Faktor keamanan = 20%
Volume loading ramp = 1,2 x 15 m3 = 18 m3
Direncanakan : ~ Panjang = 250 cm
~ Lebar = 220 cm
~ Jarak antar sekat = 45 cm
~ Tebal = 3 cm
Spesifikasi penggerak loading ramp :
~ Merk : Electrim
~ Daya : 5,5 Hp
~ Voltase : 380 Volt

2. Lori Rebusan
Fungsi : Sebagai wadah penampungan TBS yang dapat ditransportasikan dari
Loading Ramp sampai ke Sterilizer.
Bahan konstruksi : Carbon Steel
Berat Lori kosong = 750 kg
Rata-rata isian lori = 2,5 ton/lori
Jumlah lori =
ton/lori 2,5
ton 30
= 12 lori
Direncanakan panjang lori : diameter (Hs : D) = 2 : 1
LC-1
Universitas Sumatera Utara
Vl =
2
4
D
t
Hs =
2
4
D
t
Hs |
.
|

\
|
D
1
2
=
3
2
1
D t
2,5 m3 =
3
2
1
D t
D =
3
1
14 , 3
) 2 5 , 2 (
(

x
= 1,1677 m = 3,8301 ft
Hs = 2 x 3,8301 ft = 2,3354 m = 7,6624

3. Sterilizer
Fungsi : Untuk memasak tandan buah segar (TBS)
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283
Ukuran tangki :
Kebutuhan kelapa sawit = 30.000 kg/jam
Siklus perebusan = 110 menit
Rata-rata isian lori = 2500 kg
Kapasitas rebusan = 8 lori
Jumlah ketel rebusan =
Lori 8
Rebusan 1Ketel
x Lori 12 = 1,5 buah = 2 buah
Densitas () = 1340 kg/m3 = 83,482 lbm/ft3
Kapasitas ketel rebusan per jam :
= 8 lori x 2500 kg/lori x 2 buah x
menit 110
menit 60

= 21.818,182 kg
= 21,82 ton = 21,82 m
3

Faktor keamanan = 20 %
Volume (Vt) = 1,2 x 21,82 m
Direncanakan : Tinggi silinder : Diameter (Hs : D) = 14 : 1
Tinggi head : diameter (Hh : D) = 1 : 2
Vs = Hs D
4

2
= |
.
|

\
|
D
1
14
D
4

2
=
3
D
4
14

Vh = Hs D
4

2
= |
.
|

\
|
D
2
1
D
4

2
=
3
D
8


Universitas Sumatera Utara
Vt = Vs + Vh =
3
D
4
14
+
3
D
8

=
3
D
24
115

D =
3
1
115
Vt x 24
|
.
|

\
|
= 1,203 m = 3,947 ft
Hs = 14 D = 14 (1,203) = 16,842 m = 53,979 ft
Hh = D = (1,203) = 0,602 m = 1,975 ft
Panjang tangki = Hs + Hh = 16,842 + 0,602 = 17,444 m = 57,234 ft
Tebal dinding Tangki :
Direncanakan digunakan bahan konstruksi Carbon Steel SA-283, Dari Tabel 13.1,
Brownell & Young 1979, diperoleh data :
Allowable working stress (s) = 12650 psi
Effesiensi sambungan (E) = 0,8
Corrosion allowance = 0,125 in
Tekanan hidrostatik (pH) =
144
1) (Hs
=
144
4820 , 83 ) 1 979 , 57 (

Tekanan operasi = 14,696 + Ph = 14,696 + 30,714 = 45,41 psi
Faktor keamanan = 20%
Faktor kelongaran = 5%
Tekanan desain = 1,05 x 45,41 = 47,681 psi
Tebal dinding selinder tangki :
Ts = CA
0,6P SE
PR
+


= 125 , 0
) 9430 , 62 6 , 0 ( ) 8 , 0 )( 12650 (
12
2
947 , 3
) 9430 , 62 (
+

|
.
|

\
|
x psi
psi

= 0,523 in

4. Alat Pengangkat (Housting Crane)
Fungsi : Untuk mengangkut lori rebusan yang berisi buah ke thresser.
Bahan konstruksi = Stainless steel
Jumlah = 4 unit
Panjang rantai = 6 m
Kapasitas = 5 ton
Universitas Sumatera Utara
5. Bak Threser
Fungsi : Untuk menampung buah masak dari sterilizer.
Bahan konstruksi : Stainless steel
Jumlah : 2 buah
Panjang = 500 cm
Lebar = 300 cm
Tinggi = 250 cm
Volume bak = P x L x T
= 500 x 300 x 250
= 37500000 cm
3
= 37,5 m
3

Volume total = 37,5 m
3
x 2 = 75 m
3


6. Penebahan (Threser)
Fungsi : Untuk menampung buah melepaskan /memisahkan buah dari
tandan.
Bahan konstruksi : Stainles steel
Direncanakan menggunakan :
Diameter drum = 230 cm
Diameter as drum = 10 cm
Kecepatan putar drum = 23 rpm
Voltase = 380 volt /21 Ampere
Jumlah = 5 buah
Rata-rata isian threser = 250 ton/jam
Kapasitas threser = 4 x 20 ton/jam = 80 ton/jam.

7. Digester
Fungsi : untuk menghancurkan bagian daging buah sehingga diperoleh
cake dan biji.
Bahan konstruksi : Stainless steel
Bentuk : Silinder tegak
Volume digester = 3,4 m
3
(3,4 ton berondolan)
Waktu tinggal dalam digester = 25 menit
Universitas Sumatera Utara
Material balance berondolan = 67 %
Isian digester minimal bagian =
4
3
x 3,4 ton x
67
100
x
25
65

= 9,134 ton
Kapasitas pressan/jam pressan = 5 x 9,134 ton = 45,67 ton
Faktor kelonggaran = 20%
Daya pada skala laboratorium (P) = 2
2,26
Hp ..(Perry, 1984)
Daya penghancur (P) = (0,7 (L-1)) x Vt x (0,5D) x P
Dipilih kapasitas 9 ton/24 jam (Perry, 1984), sehingga diperoleh :
Diameter = 2 ft
Panjang = 3 ft
P = (0,7 (2-1)) x 10,9608 x (0,53) 2 x 22,26
= 47,251 kW
= 47,251 x 1,341020 = 63,3645 Hp

8. Screw Press
Fungsi : untuk memisahkan minyak dari ampas dari biji.
Didesain dengan :
Kapasitas = 20-24 ton/jam
Panjang = 974 cm
Lebar = 294 cm
Diameter ulir = 536 mm
Panjang ulir = 1940 mm
Putaran ulir = 20-28 rpm
Spesifikasi :
Merk : Mansemann Atos Rexhorth
Tekanan kerja : 120 barr
Elektromotor :
Type : TEFC
Daya : 30 Hp
Voltase : 38 Volt

Universitas Sumatera Utara
9. Vibrating Screen
Fungsi : Untuk memisahkan atau menyaring minyak dan serat yang
terdapat pada minyak kasar.
Laju alir (F) = 13.307,099 kg/jam
Ukuran bahan = 30 mesh
Dimensi dibuka (a) = 1,5 in = 0,125 ft
Ukuran tebal = 0,2 in = 0,016 ft
Kapasitas unit (Cu) = 4
Faktor luas buka, Foa = 100 x
2
|
|
.
|

\
|
+d a
a
.(Perry, 1984)
= 100 x
2
016 , 0 125 , 0
125 , 0
|
|
.
|

\
|
+

= 78,5926
Faktor luas lubang (Fs) = 1 .(Perry, 1984)
Kapasitas = 0,4 x
Fs x Foa x Cu
F

= 0,4 x
0 , 1 x 5926 , 78 x 4
13.307,099

= 16,932 ton/jam

10. Bak R.O
Fungsi : Untuk menampung minyak kasar yang keluar dari screening.
Bentuk : silinder tegak dengan alas dan tutup datar.
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-53, Grade C 13
Data :
Kondisi penyimpanan = 80
0
C
Laju alir = 13.307,099 kg/jam
Faktor kemanan = 20%
Perhitungan :
Volume minyak
Vm =
3
kg/m 916
kg/jam 099 , 307 . 13
= 14,527 m
3

Universitas Sumatera Utara
Volume tangki = Vt = 1,2 x 14,527 m
3
= 17,432 m
3

Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi silinder (D : H) = 4 : 3
V =
4
1
tD
2
H
17,432 =
4
1
tD
2
|
.
|

\
|
D
4
3
=
3
D
16
3

D = 3,094 m = 10,151 ft
H = 2,321 m = 7,615 ft
Tebal Dinding Tangki :
Direncananakan digunakan bahan konstruksi Carbon steel SA-53, Grade
C, Dari Brownelll & Young 1979, diperoleh data :
Allowable working stress (s) = 12650 psi
Effisiensi sambungan (E) = 0,8
Corrosion allowance = 0,125 ft
Tekanan Hidrostatis (Ph) =
144
1) (Hs
=
144
068 , 57 ) 1 615 , 7 (

= 2,622
Faktor keamanan = 20 %
Faktor kelonggaran = 5 %
Tekanan operasi = 14,696 + 2,622 = 17,318 psi
Tekanan desain = 1,05 x 17,318 = 18,184 psi
Tebal dinding silinder tangki :
t = CA
0,6P SE
PR
+


=
) 184 , 18 x (0,6 psi)(0,8) (12750
12
2
10,151
psi) (18,184

|
.
|

\
|
+ 0,125
= 0,234 in

11. Pompa Bak R.O
Fungsi : Memompakan minyak kasar ke Countinous Settling Tank (C.S.T)
Jenis : Sentrifugal pump
Bahan konstruksi : Commercial steel
Universitas Sumatera Utara
Kondisi operasi : 80
0
C
Data :
Densitas cairan () = 870,6 kg/m
3
= 54,2383 lbm/ft
3
..(Perry, 1997)
Viskositas () = 20 cP = 0,0145 lbm/ft.dtk (Kirk Othmer, 1967)
Laju alir massa (F) = 13.307,099 kg/jam = 8,150 lbm/det
Laju alir volume (Q) =

F
=
3
lbm/ft 54,2383
lbm/det 8,15
= 0,150 ft
3
/det
Diameter optimum, De = 3,9 x Q
0,45
x
0,13
(Timmerhaus, 1980)
= 3,9 x (0,150)
0,45
x (0,0145)
0,13

= 0,958 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi:
Ukuran pipa nominal = 2 in
Schedul pipa = 80
Diameter dalam (ID) = 1,939 in = 0,1616 ft
Diameter luar (OD) = 2,375 in = 0,1979 ft
Luas penampang (a
1
) = 0,02050 ft
2

Bahan konstruksi = comercial steel
Kecepatan linier, v = ft/det 317 , 7
ft 0,02050
/det ft 0,15
a
Q
2
3
1
= =
Bilangan Reynold, N
RE
=

D v

=
0,0145
ft) 1616 ft/det)(0, )(7,317 lbm/ft (54,2383
3

N
RE
= 4.422,955
Instalasi pipa:
Panjang pipa lurus L
1
= 20 ft
2 buah gate fully open (L/D = 13, Appendix C-2a, Foust, 1980)
L
2
= 1 x 13 x 0,1616 ft = 4,2016 ft
2 buah standart elbow 90
0
(L/D = 30, Appendix C-2a, Foust,1980)
L
3
= 3 x 30 x 0,1616 ft = 9,696 ft
1 buah inward protecting pipe intrance (k = 0,78, Appendix C-2c dan C-
2d, Foust, 1980)
Universitas Sumatera Utara
L
4
= 8,5 ft
1 buah protecting pipe exit (k = 1 Appendix C-2c dan C-2d, Foust, 1980)
L
5
= 8,5 ft
Panjang pipa total (L) = 20 + 4,2016 + 9,696 + 8,5 + 8,5 = 50,8976 ft
Faktor gesekan,
F =
1616) 2(32,2)(0,
(50,8976) ,317) (0,0095)(7
2gcD
L fv
2 2
= = 2,487 ft lbf/lbm
Tinggi pemompaan, Az = 15 ft
Static head, Az.
gc
g
= 15 ft.lbf/lbm
Velocity head,
2gc
v
2
= 0
Pressure head,

P
= 0
W
s
= Az.
gc
g
+
2gc
v
2
+

P
+ F
= 15 + 0 + 0 + 2,487 = 17,487 ft.lbf/lbm
Tenaga pompa, P =
550
Ws.Q.
=
550
) 487 , 17 )( 15 , 0 )( 2383 , 54 (
= 0,259 Hp
Untuk efesiensi pompa 80%, maka:
Tenaga pompa yang dibutuhkan = Hp 0,323
0,8
0,259
=

12. CST (Countinous Settling Tank)
Fungsi : Untuk memisahkan minyak dari endapan.
Bentuk : Silinder tegak dengan tutup ellipsoidal.
Jumlah : 2 unit
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283, Grade C




Universitas Sumatera Utara
Komponen Massa (Kg) Densitas (kg/m
3
) Volume (m
3
)
Minyak 7.854,688 912 8,613
Kotoran 1081,361 1542 0,701
Air 6.097,349 995,647 6,124
FFA 641,402 905 0,709
Total 16.125,543 - 16,147

campuran =
147 , 16
543 , 125 . 16
= 998,671 kg/m
3
= 62,347 lb/ft
3

Volume minyak kasar =
3
647 , 17
7819 , 913
543 , 125 . 16
m
m
= =


Faktor keamanan = 20 %
Volume tangki = 1,2 x 17,647 = 21,176 m
3

Direncanakan : Tinggi silinder : Diameter (Hs : D) = 4 : 3
Tinggi head : Diameter (Hh : D) = 1 : 4
Sehingga :
Vs = Hs D
2
4
t
= |
.
|

\
|
D D
3
4
4
2
t
=
3
4
D
t

Vh = Hh D
2
4
t
= |
.
|

\
|
D D
4
1
4
2
t
=
3
16
D
t

Vt = Vs + Vh =
3
4
D
t
+
3
16
D
t
=
48
19
3
D t

D =
3
1
19
48
|
.
|

\
|
t
Vt x
= 2,573 m = 8,442 ft
Hs = D
3
4
= ) 573 , 2 (
3
4
= 3,431 m = 11,257 ft
Hh = D
4
1
= ) 573 , 2 (
4
1
= 0,643 m = 2,110 ft
Tinggi tangki = Hs + Ht = 3,431 + 0,643 = 4,074 m = 13,367 ft
Tebal dinding tangki :
Direncanakan digunakan bahan konstruksi Carbon steel SA-53, Grade C, Dari
Tabel 13.1, Broenell & Young 1979, diperoleh data :
Universitas Sumatera Utara
Allowable working stress (s) = 12650 psi
Effisiensi sambungan (E) = 0,8
Corrosion allowance = 0,125 ft
Tekanan Hidrostatis (Ph) =
144
1) (Hs
=
144
068 , 57 ) 1 367 , 13 (

= 4,901 psi
Faktor keamanan = 20 %
Faktor kelonggaran = 5 %
Tekanan operasi = 14,696 + 4,901 = 19,597 psi
Tekanan desain = 1,05 x 19,597 = 20,577 psi
Tebal dinding silinder tangki :
t = CA
0,6P SE
PR
+


=
20,577) x (0,6 psi)(0,8) (12750
12
2
8,422
psi) (20,577

|
.
|

\
|

= 0,227 in

13. Oil Tank
Fungsi : Untuk menampung minyak yang bebas sludge dari tangki
pemisah.
Bentuk : Silinder tegak dengan alasellipsoidal.
Jumlah : 1 unit
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283, Grade C.
Komponen Massa (Kg) Densitas (kg/m
3
) Volume (m
3
)
Minyak 5.270,352 912 5,779
Kotoran 11,037 1542 0,007
Air 27,593 995,647 0,028
FFA 209,710 905 0,232
Total 5.518,693 - 6,046

campuran =
955 , 9
693 , 518 . 5
= 912,784 kg/m
3
= 56,985 lb/ft
3

Universitas Sumatera Utara
Volume minyak kasar =
3
039 , 6
7819 , 913
693 , 518 . 5
m
m
= =


Faktor keamanan = 20 %
Volume tangki = 1,2 x 9,944 = 11,933 m
3

Direncanakan : Tinggi silinder : Diameter (Hs : D) = 4 : 3
Tinggi head : Diameter (Hh : D) = 1 : 4
Sehingga :
Vs = Hs D
2
4
t
= |
.
|

\
|
D D
3
4
4
2
t
=
3
4
D
t

Vh = Hh D
2
4
t
= |
.
|

\
|
D D
4
1
4
2
t
=
3
16
D
t

Vt = Vs + Vh =
3
4
D
t
+
3
16
D
t
=
48
19
3
D t

D =
3
1
19
48
|
.
|

\
|
t
Vt x
= 1,753 m = 5,752 ft
Hs = D
3
4
= ) 753 , 1 (
3
4
= 2,337 m = 7,668 ft
Hh = D
4
1
= ) 753 , 1 (
4
1
= 0,438 m = 1,437 ft
Tinggi tangki = Hs + Ht = 2,337 + 0,438 = 2,775 m = 9,105 ft
Tebal dinding tangki :
Direncanakan digunakan bahan konstruksi Carbon steel SA-53, Grade C, Dari
Tabel 13.1, Broenell & Young 1979, diperoleh data :
Allowable working stress (s) = 12650 psi
Effisiensi sambungan (E) = 0,8
Corrosion allowance = 0,125 ft
Tekanan Hidrostatis (Ph) =
144
1) (Hs
=
144
068 , 57 ) 1 105 , 9 (

= 3,212 psi
Faktor keamanan = 20 %
Faktor kelonggaran = 5 %
Tekanan operasi = 14,696 + 3,212 = 17,908 psi
Tekanan desain = 1,05 x 17,908 = 18,803 psi
Universitas Sumatera Utara
Tebal dinding silinder tangki :
t = CA
0,6P SE
PR
+


=
18,803) x (0,6 psi)(0,8) (12750
12
2
6,039
psi) (18,803

|
.
|

\
|
+ 0,125
= 0,192 in

14. Sludge Tank
Fungsi : Untuk menampung sludge hasil pemisahan tangki pemisah yang
mengandung minyak..
Bentuk : Silinder tegak dengan alas ellipsoidal.
Jumlah : 1 unit
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283, Grade C.

Komponen Massa (Kg) Densitas (kg/m
3
) Volume (m
3
)
Minyak 558,856 912 0,613
Kotoran 8.344,811 1542 5,412
Air 569,278 995,647 0,572
Total 9.472,143 - 6,597

campuran =
597 , 6
143 , 472 . 9
= 1.435,826 kg/m
3
= 89,638 lb/ft
3

Volume minyak kasar =
3
366 , 10
7819 , 913
143 , 472 . 9
m
m
= =


Faktor keamanan = 20 %
Volume tangki = 1,2 x 10,366 = 12,439 m
3

Direncanakan : Tinggi silinder : Diameter (Hs : D) = 4 : 3
Tinggi head : Diameter (Hh : D) = 1 : 4
Sehingga :
Vs = Hs D
2
4
t
= |
.
|

\
|
D D
3
4
4
2
t
=
3
4
D
t

Universitas Sumatera Utara
Vh = Hh D
2
4
t
= |
.
|

\
|
D D
4
1
4
2
t
=
3
16
D
t

Vt = Vs + Vh =
3
4
D
t
+
3
16
D
t
=
48
19
3
D t

D =
3
1
19
48
|
.
|

\
|
t
Vt x
= 2,155 m = 7,071 ft
Hs = D
3
4
= ) 155 , 2 (
3
4
= 2,873 m = 9,426 ft
Hh = D
4
1
= ) 155 , 2 (
4
1
= 0,539 m = 1,768 ft
Tinggi tangki = Hs + Ht = 2,873 + 0,539 = 3,412 m = 11,195 ft
Tebal dinding tangki :
Direncanakan digunakan bahan konstruksi Carbon steel SA-53, Grade C, Dari
Tabel 13.1, Brownell & Young 1979, diperoleh data :
Allowable working stress (s) = 12650 psi
Effisiensi sambungan (E) = 0,8
Corrosion allowance = 0,125 ft
Tekanan Hidrostatis (Ph) =
144
1) (Hs
=
144
0306 , 63 ) 1 426 , 9 (

= 3,339 psi
Faktor keamanan = 20 %
Faktor kelonggaran = 5 %
Tekanan operasi = 14,696 + 3,39 = 18,035 psi
Tekanan desain = 1,05 x 18,035 = 18,937 psi
Tebal dinding silinder tangki :
t = CA
0,6P SE
PR
+


=
) 937 , 18 x (0,6 psi)(0,8) (12750
12
2
10,366
psi) (18,937

|
.
|

\
|

= 0,241 in


Universitas Sumatera Utara
15. Sludge Separator
Fungsi : Untuk memisahkan minyak dengan lumpur yang berasal dari sludge tank.
Jenis : Alfa-Laval Separator
Diirencanakan menggunakan 2 buah Alfa-Laval Seperator dengan kapasitas 16
ton/jam.

16. Oil Purifier
Fungsi : Untuk memurnikan minyak yang berasal dari oil tank.
Jenis : Alfa-Laval Separator
Direncanakan menggunakan 2 buah Alva-Laval Separator dengan kapasitas 9
ton/jam.

17. Vacuum Drayer
Fungsi : Untuk mengeringkan minyak yang keluar dari oil purifier.
Jenis : Single fluid pneumatic nozzles spray drayer dengan sistem vacuum.
Jumlah : 1 unit
Suhu umpan masuk (t
1
) = 70
0
C = 158
0
F
Suhu umpan masuk (t
2
) = 75
0
C = 167
0
F
Suhu umpan masuk (T
1
) = 80
0
C = 176
0
F
Suhu umpan masuk (T
2
) = 80
0
C = 176
0
F
Fluid Panas Kondisi Fluid dingin Selisih
T
1
= 176
0
F Temperatur yang lebih tinggi t
1
= 167
0
F At = 9
0
F
T
2
= 176
0
F Tempertaur yang lebih tinggi t
2
= 158
0
F At = 9
0
F
LMTD =
|
|
.
|

\
|
A
A
A A
1
2
1 2
ln
t
t
t t
=
)
8
19
( ln
) 9 18 (
= 12,9851
0
F
Diameter rata-rata tetesan (drop) yang keluar nozzle :
ve =
3
500
p A
..(pers 12.66, Perry, 1997)
Dari Heater, Ap = 10 psi = 10 lbf/in
2

Xve =
3
10
500
= 232,0794 m
Universitas Sumatera Utara
Diameter maksimum tetesan yang keluar nozzel :
Xm = 3 Xve .(Pers. 12.33 Perry, 1997)
= 3 x 232,0794 m
= 696,2382 m = 0,0023 ft
Volume chamber :
Q =
m D
t V Kf x 10,98
3
3
2
Ds
s
t
(Pers. 12.68, Perry, 1997)
Dimana :
Q = Laju perpindahan panas = 1028665,888 kJ/jam
= 9755764,415 Btu/jam
Kf = Konduktivitas thermal = 0,0143 Btu/jam ft
0
F
V = Volume Drayer chamber (ft
3
)
At = Temperatur driving force = LMTD = 12,9851
0
F
Dm = Diameter maksimum tetesan = 0,0023 ft
s = Densitas cairan = 57,1493 lbm/ft
3
t = Densitas gas pengering pada kondisi keluar
= 58,8944 lb/ft
3
.(Perry, 1973)
Ds = Diameter nozzel = 0,4 mm = 0,0013 ft ..(Perry, 1997)
9755764,415 =
1493 , 57
8944 , 58
) 0013 , 0 (
) 0023 , 0 (
9851 , 12 0143 , 0 98 , 10
2
3
2
x V x x

Vt = 902,787 ft
3
= 56,1533 m
3

Tinggi dan diameter drayer chamber :
Direncanakan drayer chamber beralas ellipsoidal dengan slope 60
0
C dan tutup
elipsoidal dengan :
Tinggi silinder : Diameter (Hs : D) = 5 : 2
Tinggi head : Diameter (Hh : D) = 1 : 5
Vs = Hs D
2
4
t
=
|
.
|

\
|
D D
2
5
4
2
t
=
3
8
5
D
t

Vh = Hh D
2
4
t
=
|
.
|

\
|
D D
5
1
4
2
t
=
3
30
D
t

Universitas Sumatera Utara
Vt = Vs + Vh =
3
8
5
D
t
+
3
30
D
t
=
120
79
3
D t

D =
3
1
79
120
|
.
|

\
|
t
Vt x
=
3
1
79
3935 , 451 120
|
.
|

\
|
t
x
= 2,9731 m = 24,3868 ft
Hs = D
2
5
= ) 9731 , 2 (
2
5
= 7,4327 m = 24,3686 ft
Hh = D
5
1
= ) 9731 , 2 (
5
1
= 1,4865 m = 4,8773 ft
Tinggi drayer = Hs + Ht = 7,4327 + 1,4865 = 8,9192 m = 29,2638 ft
Ukuran tangki :
Data :
Massa steam = 1889,574 kg/jam
Densitas steam pada 80
0
C = 965,321 kg/m
3
= 60,1395 lbm/ft
3

Volume steam =
steam Densitas
steam Massa
=
321 , 965
574 , 1889
= 1,957 m
3

Faktor kemanan = 20 %
Volume tangki = 1,2 x 1,957 = 2,348 m
3

Direncanakan : ~ Tinggi silinder : diameter (Hs : D) = 3 : 1
~ Tinggi head : diameter (Hs : D) = 1 : 4
Vs = Hs D
2
4
t
= ) 3 (
4
2
D D
t
=
3
4
3
D
t

Vh =
3
24
D
t

Vt = Vs + Vb =
3
8
5
D
t
+
3
30
D
t
=
120
79
3
D t

D =
3
1
18
24
|
.
|

\
|
t
Vt x
=
3
1
18
348 , 2 24
|
.
|

\
|
t
x
= 0,999 m = 3,278 ft
Hs = 3 D = 3 (0,999) = 2,997 m = 9,833 ft
Hh = D
4
1
= ) 999 , 0 (
4
1
= 0,249 m = 0,817 ft
Tinggi drayer = Hs + 2Hh = 2,997 + 2 (0,249) = 3,495 m = 11,467 ft

Universitas Sumatera Utara
Direncanakan digunakan bahan konstruksi Carbon steel SA-53, Grade C, Dari
Tabel 13.1, Broenell & Young 1979, diperoleh data :
Allowable working stress (s) = 12650 psi
Effisiensi sambungan (E) = 0,8
Corrosion allowance = 0,125 ft
Tekanan Hidrostatis (Ph) =
144
1) (Hs
=
144
068 , 57 ) 1 467 , 11 (

= 4,148 psi
Faktor keamanan = 20 %
Faktor kelonggaran = 5 %
Tekanan operasi = 14,696 + 4,148 = 18,844 psi
Tekanan desain = 1,05 x 18,844 = 19,786 psi
Tebal dinding silinder tangki :
ts = CA
0,6P SE
PR
+


=
19,786) x (0,6 psi)(0,8) (12750
12
2
3,278
psi) (19,786

|
.
|

\
|
+ 0,125
= 0,134 in

18. Pompa pada Vacuum Drayer
Fungsi : Memompakan C.P.O ke storage Tank
Jenis : Sentrifugal pump
Bahan konstruksi : Commercial steel
Kondisi operasi : 80
0
C
Data :
Densitas cairan () = 916 kg/m
3
= 57,0668 lbm/ft
3
..(Perry, 1997)
Viskositas () = 4,5 cP = 0,003 lbm/ft.dtk (Kirk Othmer, 1967)
Laju alir massa (F) = 5.515,424 kg/jam = 3,378 lbm/det
Laju alir volume (Q) =

F
=
3
lbm/ft 54,2383
lbm/det 3,378
= 0,062 ft
3
/det
Diameter optimum, De = 3,9 x Q
0,45
x
0,13
(Timmerhaus, 1980)
Universitas Sumatera Utara
= 3,9 x (0,062)
0,45
x (57,0668)
0,13

= 1,888 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi:
Ukuran pipa nominal = 2 in
Schedul pipa = 80
Diameter dalam (ID) = 1,939 in = 0,1616 ft
Diameter luar (OD) = 2,375 in = 0,1979 ft
Luas penampang (a
1
) = 0,02050 ft
2

Bahan konstruksi = comercial steel
Kecepatan linier, v = ft/det 024 , 3
ft 0,02050
/det ft 0,062
a
Q
2
3
1
= =
Bilangan Reynold, N
RE
=

D v

=
0,0145
ft) 1616 ft/det)(0, )(3,024 lbm/ft (57,0668
3

N
RE
= 9.295,771
Instalasi pipa:
Panjang pipa lurus L
1
= 45 ft
2 buah gate fully open (L/D = 13, Appendix C-2a, Foust, 1980)
L
2
= 2 x 13 x 0,1616 ft = 4,2016 ft
3 buah standart elbow 90
0
(L/D = 30, Appendix C-2a, Foust,1980)
L
3
= 3 x 30 x 0,1616 ft = 14,544 ft
1 buah inward protecting pipe intrance (k = 0,78, Appendix C-2c dan C-
2d, Foust, 1980)
L
4
= 4 ft
1 buah protecting pipe exit (k = 1 Appendix C-2c dan C-2d, Foust, 1980)
L
5
= 4 ft
Panjang pipa total (L) = 45 + 4,2016 + 14,544 + 4 + 4 = 71,7456 ft
Faktor gesekan,
F =
1616) 2(32,2)(0,
(71,7456) ,024) (0,0095)(3
2gcD
L fv
2 2
= = 0,599 ft lbf/lbm
Tinggi pemompaan, Az = 15 ft
Universitas Sumatera Utara
Static head, Az.
gc
g
= 15 ft.lbf/lbm
Velocity head,
2gc
v
2
= 0
Pressure head,

P
= 0
W
s
= Az.
gc
g
+
2gc
v
2
+

P
+ F
= 15 + 0 + 0 + 0,599 = 15,599 ft.lbf/lbm
Tenaga pompa, P =
550
Ws.Q.
=
550
) 0668 , 57 )( 062 , 0 )( 599 , 15 (
= 0,103 Hp
Untuk efesiensi pompa 80%, maka:
Tenaga pompa yang dibutuhkan = Hp 0,129
0,8
0,103
=

19. Strainer (ST-02)
Fungsi : Untuk memisahkan serabut yang masih terdapat dalam sludge
sebelum diolah pada sludge separator.
Jenis : Alfa-Laval
Jumlah piringan = 100 buah
Daya = 15 Hp
Tekanan = 3 Kpa
Putaran = 1455 rpm
Direncanakan menggunakan Alva-Laval dengan kapasitas 4,5 ton/jam.

20. Pre Clainer (PC-02)
Fungsi : untuk menyaring serat halus yang masih terdapat pada minyak.
Jenis : Alva-Laval
Daya : 10 Hp
Putaran : 1450 rpm
Direncanakan menggunakan 1 buah Alva-Laval dengan kapasitas 4,5
ton/jam.

Universitas Sumatera Utara
21. Storage Tank (Tangki Timbun)
Fungsi : Sebagai tempat untuk menyimpan CPO.
Bentuk ; Silinder Vertikal dengan alas datar dan elipsoidal.
Bahan konstruksi : Carbon steel
Kondisi penyimpanan : P = 1 atm ; T = 60
0
C
Komposisi tangki
Komponen Massa (kg) Densitas (Kg/m
3
) Volume (m
3
)
Minyak
Air
Kotoran
FFA
5.274,430
8,195
0,109
180,845
891
995,647
993
908
5,919
0,008
0,0001
0,199
Total 5.463,579 - 6,126

Densitas campuran =
campuran volume
campuran massa
=
126 , 6
579 , 463 . 5

= 891,867 kg/m
3
= 55,679
Volume minyak sawit =
6440 , 891
579 , 463 . 5
= 6,128
Volume minyak sawit untuk 1 hari
= 6,128 m
3
/jam x 1 hari x 24 jam/hari = 147,072 m
3

Faktor kemanan = 20 %
Volume tangki = 1,2 x 147,072 m
3
= 176,486 m
3

Direncanakan : ~ Tinggi silinder : Diameter (Hs : D) = 4 : 3
~ Tinggi head : Diameter (Hs : D) = 1 : 4
Sehingga :
Vs = Hs D
2
4
t
= )
3
4
(
4
2
D D
t
=
3
3
D
t

Vh =
3
24
D
t

Vt = Vs + Vh =
3
3
D
t
+
3
24
D
t
=
24
9
3
D

Universitas Sumatera Utara
D =
3
1
9
24
|
.
|

\
|
t
Vt x
=
3
1
9
486 , 176 24
|
.
|

\
|
t
x
= 5,312 m = 17,428 ft
Hs = D
3
4
= ) 312 , 5 (
3
1
= 7,083 m = 23,239 ft
Hh = D
4
1
= ) 312 , 5 (
4
1
= 1,328 m = 4,357 ft
Tinggi tangki = Hs + Hh = 7,083 + 1,328 = 8,411 m = 27,596 ft
Tebal dinding Silinder Tangki :
Direncanakan digunakan bahan konstruksi Carbon steel SA-53, Grade C, Dari
Tabel 13.1, Broenell & Young 1979, diperoleh data :
Allowable working stress (s) = 12650 psi
Effisiensi sambungan (E) = 0,8
Corrosion allowance = 0,125 ft
Tekanan Hidrostatis (Ph) =
144
1) (Hs
=
144
068 , 57 ) 1 239 , 23 (

= 8,579 psi
Faktor keamanan = 20 %
Faktor kelonggaran = 5 %
Tekanan operasi = 14,696 + 8,579 = 23,275 psi
Tekanan desain = 1,05 x 23,275 = 24,439 psi
Tebal dinding silinder tangki :
ts = CA
0,6P SE
PR
+


=
x24,439) (0,6 psi)(0,8) (12750
12
2
176,486
psi) (24,439

|
.
|

\
|

= 2,54 in

22. Pompa Tangki Timbun (Storage Tank)
Fungsi : Memompakan C.P.O ke truk tangki untuk diangkut
Jenis : Sentrifugal pump
Bahan konstruksi : Comercial steel
Kondisi operasi : 60
0
C
Universitas Sumatera Utara
Data :
Densitas cairan () = 891 kg/m
3
= 55,5984 lbm/ft
3
..(Perry, 1997)
Viskositas () = 25 cP = 0,0168 lbm/ft.dtk (Kirk Othmer, 1967)
Laju alir massa (F) = 5.274,430 kg/jam = 3,283 lbm/det
Laju alir volume (Q) =

F
=
3
lbm/ft 54,2383
lbm/det 3,283
= 0,059 ft
3
/det
Diameter optimum, De = 3,9 x Q
0,45
x
0,13
(Timmerhaus, 1980)
= 3,9 x (0,059)
0,45
x (55,5984)
0,13

= 1,840 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi:
Ukuran pipa nominal = 2 in
Schedul pipa = 80
Diameter dalam (ID) = 1,939 in = 0,1615 ft
Diameter luar (OD) = 2,375 in = 0,1979 ft
Luas penampang (a
1
) = 0,02050 ft
2

Bahan konstruksi = comercial steel
Kecepatan linier, v = ft/det 878 , 2
ft 0,02050
/det ft 0,059
a
Q
2
3
1
= =
Bilangan Reynold, N
RE
=

D v

=
0,0168
ft) 1616 ft/det)(0, )(2,878 lbm/ft (54,2383
3

N
RE
= 1539,165
Instalasi pipa:
Panjang pipa lurus L
1
= 25 ft
2 buah gate fully open (L/D = 13, Appendix C-2a, Foust, 1980)
L
2
= 2 x 13 x 0,1615 ft = 4,199 ft
2 buah standart elbow 90
0
(L/D = 30, Appendix C-2a, Foust,1980)
L
3
= 2 x 30 x 0,1615 ft = 9,69 ft
1 buah inward protecting pipe intrance (k = 0,78; Appendix C-2c dan C-
2d, Foust, 1980)
L
4
= 7 ft
Universitas Sumatera Utara
1 buah protecting pipe exit (k = 1 Appendix C-2c dan C-2d, Foust, 1980)
L
5
= 10 ft
Panjang pipa total (L) = 25 + 4,2016 + 14,544 + 4 + 4 = 55,889 ft
Dari gambar 14.1 Timmerhaus, 1991 untuk bahan commercial steel =
0,00077 diperoleh f = 0,014.
Faktor gesekan,
F =
1616) 2(32,2)(0,
(55,889) 870) (0,014)(2,
2gcD
L fv
2 2
= = 0,623 ft lbf/lbm
Tinggi pemompaan, Az = 10 ft
Static head, Az.
gc
g
= 10 ft.lbf/lbm
Velocity head,
2gc
v
2
= 0
Pressure head,

P
= 0
W
s
= Az.
gc
g
+
2gc
v
2
+

P
+ F
= 15 + 0 + 0 + 0,623 = 15,623 ft.lbf/lbm
Tenaga pompa, P =
550
Ws.Q.
=
550
) 623 , 10 )( 059 , 0 )( 5984 , 55 (
= 0,079 Hp
Untuk efesiensi pompa 80%, maka:
Tenaga pompa yang dibutuhkan = Hp 0,079
0,8
0,063
=

23. Nut Crackers
Fungsi : Untuk memecah biji
Bahan konstruksi : Stainles steel
Laju bahan masuk : 4.059,398 kg/jam
Faktor kelonggaran : 20 %
Kapasitas (V) : 1,2 x 4.059,398 kg/jam = 4,871 ton/jam
Dipilih kapasitas 4,871 ton/24 jam (Perry, 1984), sehingga diperoleh :
Diameter (D) = 2 ft
Panjang = 3 ft
Ball charge = 0,85 ton
Universitas Sumatera Utara
LC-25
Kecepatan kritis =
2
1
6 , 76
|
.
|

\
|
D
=
2
1
3
6 , 76
|
.
|

\
|
= 44,2263 rpm
Daya pada skala laboratorium (Ne) = 2
2,26
Hp (Perry, 1984)
Diambil efesiensi = 70%
Kecepatan Mill (Nm) = 0,7 x 44,2263 = 30,9584 rpm
Kapasitas (K) = BC x Nm x D x 2,2046 x 10
-3
..(Perry, 1984)
= 0,85 x 30,9584 x 3 x 2,2046 x 10
-3

= 0,174 ton = 174 kg
Daya penghancur (P) = (0,7 x L 1 ) x k x (0,5 D)2 x 22,26
= (0,7 x 2-1)x 0,174 x (0,5 x 3) 2 x 22,26
= 0,75 kW = 0,75 x 1,3402 Hp
= 1,0057 Hp

24. Depericarper (D-01)
Fungsi : Untuk memisahkan serabut dengan biji.
Direncanakan menggunakan depericarper dengan kapasitas 3 ton/jam.

25. Polishing drum (PD-01)
Fungsi : untuk membersihkan serabut halus yang menempel pada biji.
Panjang : 480 cm
Lebar : 100 cm
Putaran : 18 rpm

26. Kernel Silo (KS-01)
Fungsi : untuk memeram biji sampai kering agar lebih mudah untuk dipecah.
Bentuk : Kerucut tegak
Kapasitas tangki : 4.175,998 kg/jam
Direncanakan :
Panjang = 330 cm = 3,3 m
Lebar = 300 cm = 3 m
Tinggi = 650 cm = 6,5 m
Volume tangki = ) (
3
1
xt l x p t = ) 5 , 6 3 3 , 3 )( 14 , 3 (
3
1
x x = 67,353 m
3

Jumlah = 2 unit
Volume total = 2 x 67,353 = 134,706 m
3
Universitas Sumatera Utara
LAMPIRAN D
SPESIFIKASI PERALATAN UTILITAS

1. Pompa Air Sumur Bor (L-411)
Fungsi : untuk memompakan air sumur bor ke bak pengendapan.
Jenis : Pompa sentrifugal
Jumlah : 1 buah
Bahan konstruksi : comercial steel
Kondisi operasi:
-Temperatur : 30
0
C
Densitas air () = 995,68 kg/m
3
= 62,16 lbm/ft
3
..(Perry, 1997)
Viskositas () = 0,8007 cP = 1,937 lbm/ft.jam(Kirk Othmer, 1967)
-Laju alir massa (F) = 366.395,019 kg/jam = 224,375 lbm/det
Laju alir volume (Q) =

F
=
3
lbm/ft 62,16
lbm/det 224,375
= 3,610 ft
3
/det
Diameter optimum, De = 3,9 x Q
0,45
x
0,13
(Timmerhaus, 1980)
= 3,9 x (3,610)
0,45
x (62,16)
0,13
= 11,88 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi:
- Ukuran pipa nominal = 10 in
- Schedul pipa = 40
- Diameter dalam (ID) = 10,020 in = 0,8346 ft
- Diameter luar (OD) = 10,75 in = 0,8954 ft
- Luas penampang (a
1
) = 0,5475 ft
2

- Bahan konstruksi = comercial steel
Kecepatan linier, v = ft/det 594 , 6
ft 0,5475
/det ft 3,610
a
Q
2
3
1
= =
Bilangan Reynold, N
RE
=

D v

=
lbm/ft.jam 1,937
det/jam) ft)(3600 8346 ft/det)(0, )(6,594 lbm/ft (62,16
3

N
RE
= 635.786,364
Universitas Sumatera Utara
Dari Appendix C-1, Foust, 1980, untuk bahan pipa comercial steel dan diameter
pipa 10,020 in diperoleh c/D = 0,00030
Dari Appendix C-3, Foust, 1980, untuk N
Re
= 635.786,364 dan c/D = 0,00030
diperoleh f = 0,016
Instalasi pipa:
- Panjang pipa lurus L
1
= 150 ft
- 1 buah gate fully open (L/D = 13, Appendix C-2a, Foust, 1980)
L
2
= 1 x 13 x 0,8346 ft = 10,8498 ft
- 2 buah standart elbow 90
0
(L/D = 30, Appendix C-2a, Foust,1980)
L
3
= 2 x 30 x 0,8346 ft = 50,076 ft
- 1 buah inward protecting pipe intrance (k = 0,78, Appendix C-2c dan C-2d,
Foust, 1980)
L
4
= 11 ft
- 1 buah protecting pipe exit (k = 1 Appendix C-2c dan C-2d, Foust, 1980)
L
5
= 14 ft
Panjang pipa total (L) = 150 + 10,8498 + 50,076 + 11 + 14 = 235,9258 ft
Faktor gesekan,
F =
0,8346) 2(32,174)(
(235,9258) 594) (0,016)(6,
2gcD
L fv
2 2
= = 3,056 lbf/lbm
Tinggi pemompaan, Az = 30 ft
Static head, Az.
gc
g
= 30 ft.lbf/lbm
Velocity head,
2gc
v
2
= 0
Pressure head,

P
= 0
W
s
= Az.
gc
g
+
2gc
v
2
+

P
+ F
= 30 + 0 + 0 + 3,056 = 33,056 ft.lbf/lbm
Tenaga pompa, P =
550
Ws.Q.
=
550
) 16 , 62 )( 610 , 3 )( 056 , 33 (
= 13,487 Hp
Untuk efesiensi pompa 80%, maka:
Tenaga pompa yang dibutuhkan = Hp 859 , 16
0,8
13,487
=
Universitas Sumatera Utara
2. Bak Pengendapan (H-410)
Fungsi: tempat penampungan sementara air sumur bor
Laju alir (F) = 366.395,019 kg/jam
Kapasitas untuk kebutuhan (u) = 1 hari
Faktor kemanan = 20%
Densitas air () = 995,68 kg/m
3

Tinggi bak = t
Jumlah bak (n)= 1
Misalkan:
Panjang bak = 10t
Lebar bak = 6t
Volume bak (Vb) = p x l x t
= 10t x 6t x t = 60t
3

Volume bak (Vb) =
n x
1) (fk x x F +

=
1 x kg/m 995,68
1,2 x 24jam/hari x hari 1 x kg/jam 9 366.395,01
3

= 10.597,960 m
3

Volume bak (Vb) = 60t
3

Tinggi bak (t) = m 611 , 5
60
10.597,96
60
Vb
1/3 1/3
= |
.
|

\
|
= |
.
|

\
|

Panjang bak (p) = 10 x t = 10 x 5,611 m = 56,11 m
Lebar bak (l) = 6 x t = 6 x 5,611 m = 33,666 m

3. Clarifier (H-420)
Fungsi: memisahkan endapan (flokk-flok) yang terbentuk karena penambahan
alum dan soda abu.
Bahan konstruksi: carbon steel SA-53, Grade B
Laju alir air (F
1
) = 366.395,019 kg/jam
Laju alir Al
2
(SO
4
)
3
(F
2
) = 18,320 kg/jam
Laju alir Na
2
CO
3
(F
3
) = 9,893 kg/jam
Laju alir total (F) = F
1
+ F
2
+ F
3
= 366.423,232 kg/jam
Universitas Sumatera Utara
Densitas Al
2
(SO
4
)
3
= 2,71 gr/ml.(Perry,1997)
Densitas Na
2
CO
3
= 2,533 gr/ml.(Perry,1997)
Densitas air = 0,99568 gr/ml.(Perry, 1997)
Reaksi koagulasi:
Al
2
(SO
4
)
3
+ 3Na
2
CO
3
+ 3H
2
O 2Al(OH)
3
+ 2Na
2
SO
4
+ 3CO
3

Perhitungan:
Kecepatan terminal pengendapan:
Menurut hukum Stokes:
Us =


18
) (
2
gDp p
.(Ulrich, 1984)
Dimana: Us = Kecepatan terminal pengendapan, cm/det

s
= Densitas partikel campuran pada 30
0
C
= Densitas larutan pada 30
0
C
Dp = Diameter partikel = 0,002 cm ...(Perry, 1997)
g = Percepatan gravitasi = 980 gr/cm.det
= Viskositas larutan pada 30
0
C = 0,0345 gr/cm.det
Densitas larutan,
=
2533
893 , 9
2710
320 , 18
68 , 995
019 , 395 . 366
232 , 423 . 366
+ +
= 995,721 kg/m
3
= 62,167 lb/ft
3

Densitas partikel :

s
=
2533
893 , 9
2710
32 , 18
893 , 9 32 , 18
+
+
= 2.564,818 kg/m
3
= 2,565 gr/cm
3

Sehingga:
Us =
621 , 0
010 , 0
0345 , 0 18
) 002 , 0 ( 980 ) 996 , 0 565 , 2 (
2
=

x
x
= 0,016 cm/det
Ukuran Clarifier

Laju alir volumetrik, Q =
3
kg/m 995,729
det 1jam/3600 x kg/jam 2 366.426,23

F
=
Q = 0,102 m
3
/det
Universitas Sumatera Utara
Sehingga : D = |
.
|

\
|
4
10 . 4
Q
1/2
D =
2 / 1
4
10 . 4
102 , 0
|
.
|

\
|

= 15,969 m = 52,394 ft
Tinggi clarifier :
Ht =
2
3
D =
2
3
(15,394) = 23,954 m = 78,591 ft
Waktu pengendapan:
t =
Us
Ht
=
cm/det 0,0087
cm/1m 100 x m 23,954
= 275.333,333 detik x 1jam/3600 detik
= 7,648 jam
Direncanakan digunakan bahan konstruksi carbon steel SA-53, grade B dari
Brownell & Young, Item I, Appendix D, 1979, diperoleh data:
- Allowble working stress (S) = 12750 Psi
- Effesiensi sambungan (E) = 0,8
- Faktor korosi = 1/8 in ..(Timmerhaus, 1980)
- Tekanan hidrostatis, Ph =
144
123 , 62 ) 1 591 , 78 (
= 33,474 psi
- Tekanan desain, P = 1,2 x (14,7 + 33,474) = 57,809 psi

Tebal dinding clarifier:
t = CA
1,2P - SE 2
PD
+
=
psi) (57,809 1,2 psi)(0,8) (12.750 2
t) ft)(12in/f 41 psi)(52,39 (57,809

+ 0,125 = 1,788 in
Dari tabel 5.4 Brownell & Young 1979, dipilih tebal tangki 2 in
Daya clarifier
P = 0,006 D
2
(Ulrich, 1984)
Dimana:
P = daya yang dibutuhkan, kW
Sehingga,
P = 0,006 x (52,394)
2
= 16,471 Hp

Universitas Sumatera Utara
4. Tangki pelarut Alum (M-421)
Fungsi: Membuat larutan alum (Al
2
(SO
4
)
3
Bentuk: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar
Bahan konstruksi: Plate steel SA-167, tipe 304
Kondisi pelarutan: - Temperatur : 30
0
C
- Tekanan : 1 atm
(Al
2
(SO
4
)
3
yang digunakan 30 ppm
(Al
2
(SO
4
)
3
yang digunakan berupa larutan 30% (% berat)
Laju alir (Al
2
(SO
4
)
3
= 18,320 kg/jam
Densitas (Al
2
(SO
4
)
3
30% = 1.363 kg/jam = 85,093 lbm/ft
3
..(Perry, 1997)
Kebutuhan perancangan = 30 hari
Faktor keamanan = 20%
Perhitungan:
Ukuran tangki:
Volume larutan, V
1
=
3
kg/m 1.363 x 0,3
hari 30 x jam/hari 24 x kg/jam 18,32
= 32,258 m
3

Volume tangki (Vt) = 1,2 x 32,258 m
3
= 38,710 m
3

Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi silinder tangki, D : H = 2 : 3
V =
4
1
D
2
H
38,710 m
3
=
4
1
D
2
2
3
D
38,710 m
3
=
8
3
D
3

D = 3,015 m
Maka: D = 3,015 m = 9,892 ft
H = 4,523 m = 14,839 ft
Tinggi Al
2
(SO
4
)
3
dalam tangki =
2
3
) 015 , 3 (
4
1
258 , 32
m
m
t
= 4,52 m = 14,830 ft
Tebal dinding tangki
Direncanakan menggunakan bahan konstruksi plate steel SA-167, tipe 304.
Dari Brrownell & Young, Item 4, Appendix D, diperoleh data:
Universitas Sumatera Utara
- Allowble working stress (S) = 18.750 psi
- Effesiensi sambungan (E) = 0,8
- Faktor korosi = 1/8 in ..(Timmerhaus, 1980)
- Tekanan hidrostatik, ph =
144
093 , 85 ) 1 830 , 14 (
= 8,172 psi
- Faktor keamanan tekanan = 20%
- Tekanan desain, P = 1,2 x (14,7 + 8,172) psi = 27,446 psi
Tebal dinding silinder tangki:
t = CA
1,2P - SE 2
PD
+
t =
psi) 1,2(27,446 psi)(0,8) 2(18750
in/ft) ft)(12 psi)(9,892 (27,446

+ 0,125 in
t = 0,234 in
Dari tabel 5.4 brownell & Young, 1979 dipilih tebal tangki 1/2 in.
Daya pengaduk:
Dt/Di = 3, Baffel = 4 ....(Brown, 1978)
Dt = 9,892 ft
Di = 3,297 ft
Kecepatan pengadukan, N = 1 rps
Viskositas Al
2
(SO
4
)
3
30% = 6,27 x 10
-4
lbm/ft.det.(Kirk Othmer, 1967)
Bilangan reynold,
N
RE
=

2
D N

=
4
2
10 . 27 , 6
) 297 , 3 )( 1 )( 093 , 85 (

= 1475245,127
Dari gambar 3.3-4 (Geankoplis,1983)untuk N
re
= 1475245,13 diperoleh Npo =
0,32
Sehingga: P =
gc
Di NpoN
5 3
.(Geankoplis, 1983)
P =
174 , 32
) 093 , 85 ( ) 297 , 3 ( (0,32)(1)
5 3
= 3,297
Efesiensi penggerak motor = 80%
Daya penggerak motor =
8 , 0
297 , 3
= 4,121 Hp
Universitas Sumatera Utara
5. Tangki Pelarut Soda Abu (M-422)
Fungsi: membuat larutan sada abu (Na
2
CO
3
)
Bentuk: selinder tegak dengan alas dan tutup datar
Bahan konstruksi : plate steel SA-167, tipe 304
Data:
Kondisi pelarutan: - Temperatur = 30
0
C
- Tekanan = 1 atm
- Na
2
CO
3
yang digunakan = 27 ppm
- Na
2
CO
3
yang digunakan berupa larutan 30% (% berat)
- Laju alir massa Na
2
CO
3
= 9,893 kg/jam.
- Densitas Na
2
CO
3
30% = 1.327 kg/m
3
= 82,845 lbm/ft
3
.
- Kebutuhan perancangan = 30 hari
- Faktor keamanan = 20%
Perhitungan:
Ukuran tangki:
Volume larutan, V
1
=
3
kg/m 1.327 x 0,3
hari 30 x jam/hari 24 x kg/jam 9,893
= 17,892 m
3

Volume tangki (Vt) = 1,2 x 17,892 m
3
= 21,470 m
3

Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi silinder tangki, D : H = 2 : 3
V =
4
1
D
2
H
21,47 m
3
=
4
1
D
2
2
3
D
21,47 m
3
=
8
3
D
3

D = 2,632 m
Maka: D = 2,632 m = 8,636 ft
H = 3,948 m = 12,953 ft
Tinggi Na
2
CO
3
dalam tangki =
2
3
m) (2,632
4
1
m 17,892
= 3,290 m = 10,794 ft
Tebal dinding tangki
Direncanakan menggunakan bahan konstruksi plate steel SA-167, tipe 304.
Universitas Sumatera Utara
Dari Brownell & Young, Item 4, Appendix D, diperoleh data:
- Allowble working stress (S) = 18.750 psi
- Effesiensi sambungan (E) = 0,8
- Faktor korosi = 1/8 in ..(Timmerhaus, 1980)
- Tekanan hidrostatik, ph =
144
093 , 85 ) 1 794 , 10 (
= 5,788 psi
- Faktor keamanan tekanan = 20%
- Tekanan desain, P = 1,2 x (14,7 + 5,788) psi = 24,586
Tebal dinding silinder tangki:
t = CA
1,2P - SE 2
PD
+
t =
psi) 1,2(24,586 psi)(0,8) 2(18750
in/ft) ft)(12 psi)(8,636 (24,586

+ 0,125 in = 0,210
Dari tabel 5.4 brownell & Young, 1979 dipilih tebal tangki in.
Daya pengaduk:
Dt/Di = 3, Baffel = 4 ....(Brown, 1978)
Dt = 8,636 ft
Di = 2,879 ft
Kecepatan pengadukan, N = 1 rps
Viskositas Al
2
(SO
4
)
3
30% = 3,69 x 10
-4
lbm/ft.det.(Kirk Othmer, 1967)
Bilangan reynold,
N
RE
=

D N
2
(Geankoplis, 1983)
=
4
2
10 . 69 , 3
) 879 , 2 )( 1 )( 845 , 82 (

= 1860900,985
Dari gambar 3.4-4,Geankoplis,1983, untuk N
re
= 1860900,985 diperoleh Npo =
0,35
Sehingga: P =
gc
Di NpoN
5 3
.(Geankoplis, 1983)
P =
174 , 32
) 845 , 82 ( ) 879 , 2 ( (0,35)(1)
5 3
= 17,825
Efesiensi penggerak motor = 80%
Daya penggerak motor =
8 , 0
825 , 17
= 22,281 Hp
Universitas Sumatera Utara
6. Pompa Bak Pengendapan (L-421)
Fungsi : untuk memompakan air sumur bor ke bak pengendapan.
Jenis : Pompa sentrifugal
Jumlah : 1 buah
Bahan konstruksi : comercial steel
Kondisi operasi:
-Temperatur : 30
0
C
Densitas air () = 995,68 kg/m
3
= 62,16 lbm/ft
3
..(Perry, 1997)
Viskositas () = 0,8007 cP = 1,937 lbm/ft.jam(Kirk Othmer, 1967)
-Laju alir massa (F) = 366.395,019 kg/jam = 224,375 lbm/det
Laju alir volume (Q) =

F
=
3
lbm/ft 62,16
lbm/det 224,375
= 3,610 ft
3
/det
Diameter optimum, De = 3,9 x Q
0,45
x
0,13
(Timmerhaus, 1980)
= 3,9 x (3,610)
0,45
x (62,16)
0,13
= 11,88 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi:
- Ukuran pipa nominal = 10 in
- Schedul pipa = 40
- Diameter dalam (ID) = 10,020 in = 0,8346 ft
- Diameter luar (OD) = 10,75 in = 0,8954 ft
- Luas penampang (a
1
) = 0,5475 ft
2

- Bahan konstruksi = comercial steel
Kecepatan linier, v = ft/det 594 , 6
ft 0,5475
/det ft 3,610
a
Q
2
3
1
= =
Bilangan Reynold, N
RE
=

D v

=
lbm/ft.jam 1,937
det/jam) ft)(3600 8346 ft/det)(0, )(6,594 lbm/ft (62,16
3

N
RE
= 635.786,364
Dari Appendix C-1, Foust, 1980, untuk bahan pipa comercial steel dan diameter
pipa 10,020 in diperoleh c/D = 0,0003
Dari Appendix C-3, Foust, 1980, untuk N
Re
= 635.786,364 dan c/D = 0,0003
diperoleh f = 0,016
Universitas Sumatera Utara
Instalasi pipa:
- Panjang pipa lurus L
1
= 25 ft
- 1 buah gate fully open (L/D = 13, Appendix C-2a, Foust, 1980)
L
2
= 1 x 13 x 0,8346 ft = 10,8498 ft
- 2 buah standart elbow 90
0
(L/D = 30, Appendix C-2a, Foust,1980)
L
3
= 2 x 30 x 0,8346 ft = 50,076 ft
- 1 buah inward protecting pipe intrance (k = 0,78, Appendix C-2c dan C-2d,
Foust, 1980)
L
4
= 11 ft
- 1 buah protecting pipe exit (k = 1 Appendix C-2c dan C-2d, Foust, 1980)
L
5
= 14 ft
Panjang pipa total (L) = 25 + 10,8498 + 50,076 + 11 + 14 = 110,926 ft
Faktor gesekan,
F =
0,8346) 2(32,174)(
(110,926) 594) (0,016)(6,
2gcD
L fv
2 2
= = 1,437 lbf/lbm
Tinggi pemompaan, Az = 30 ft
Static head, Az.
gc
g
= 30 ft.lbf/lbm
Velocity head,
2gc
v
2
= 0
Pressure head,

P
= 0
W
s
= Az.
gc
g
+
2gc
v
2
+

P
+ F
= 30 + 0 + 0 + 1,437 = 31,437 ft.lbf/lbm
Tenaga pompa, P =
550
Ws.Q.
=
550
) 16 , 62 )( 610 , 3 )( 437 , 31 (
= 12,826 Hp
Untuk efesiensi pompa 80%, maka:
Tenaga pompa yang dibutuhkan = Hp 033 , 16
0,8
12,826
=


Universitas Sumatera Utara
7. Sand Filter (H-430)
Fungsi : untuk menyaring partikel-partikel yang masih terbawa dalam air yang
keluar dari clarifier.
Bentuk: Silinder tegak dengan alas dan tutup ellipsoidal
Bahan konstruksi : carbon steel SA-53, Grade B
Data:
Kondisi penyimpanan:
-Temperatur : 30
0
C
- Tekanan : 1 atm
Densitas air () = 995,68 kg/m
3
= 62,16 lbm/ft
3
..(Perry, 1997)
Laju alir massa (F) = 366.395,019 kg/jam = 224,375 lbm/det
Faktor keamanan = 20%
Sand filter dirancang untuk penampungan jam operasi
Perhitungan:
Ukuran Sand Filter
Volume air, Va =
3
kg/m 995,68
0,25jam x kg/jam 9 366.395,01
= 91,996 m
3

Volume tangki Vt = 1,2 x 91,996 m
3
= 110,395 m
3

Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi silinder tangki, D : H = 1 : 2
V =
4
1
D
2
H
110,395 m
3
=
4
1
D
2
(2D)
110,395 m
3
=
2
1
D
3

D = 4,127 m
Maka: D = 4,127 m = 13,541 ft
H = 8,254 m = 27,081 ft
Tebal dinding tangki
Direncanakan menggunakan bahan konstruksi plate steel SA-167, tipe 304.
Dari Brrownell & Young, Item 4, Appendix D, diperoleh data:
- Allowble working stress (S) = 18.750 psi
- Effesiensi sambungan (E) = 0,8
Universitas Sumatera Utara
- Faktor korosi = 1/8 in ..(Timmerhaus, 1980)
- Tekanan hidrostatik, po = 1 atm = 14,7 psi
- Faktor keamanan tekanan = 20%
- Tekanan desain, P = 1,2 x 14,7 psi = 17,64 psi
Tebal dinding silinder tangki:
t = CA
1,2P - SE 2
PD
+
t =
psi) 1,2(17,64 psi)(0,8) 2(18750
in/ft) ft)(12 1 psi)(13,54 (17,64

+ 0,125 in = 0,221
Dari tabel 5.4 brownell & Young, 1979 dipilih tebal tangki 1/4 in.

8. Pompa clarifier (L-431)
Fungsi : untuk memompakan air clarifier ke sand filter.
Jenis : Pompa sentrifugal
Jumlah : 1 buah
Bahan konstruksi : comercial steel
Kondisi operasi:
-Temperatur : 30
0
C
Densitas air () = 995,68 kg/m
3
= 62,16 lbm/ft
3
..(Perry, 1997)
Viskositas () = 0,8007 cP = 1,937 lbm/ft.jam(Kirk Othmer, 1967)
-Laju alir massa (F) = 366.395,019 kg/jam = 224,375 lbm/det
Laju alir volume (Q) =

F
=
3
lbm/ft 62,16
lbm/det 224,375
= 3,610 ft
3
/det
Diameter optimum, De = 3,9 x Q
0,45
x
0,13
(Timmerhaus, 1980)
= 3,9 x (3,610)
0,45
x (62,16)
0,13
= 11,88 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi:
- Ukuran pipa nominal = 10 in
- Schedul pipa = 40
- Diameter dalam (ID) = 10,020 in = 0,8346 ft
- Diameter luar (OD) = 10,75 in = 0,8954 ft
- Luas penampang (a
1
) = 0,5475 ft
2

- Bahan konstruksi = comercial steel
Universitas Sumatera Utara
Kecepatan linier, v = ft/det 594 , 6
ft 0,5475
/det ft 3,610
a
Q
2
3
1
= =
Bilangan Reynold, N
RE
=

D v

=
lbm/ft.jam 1,937
det/jam) ft)(3600 8346 ft/det)(0, )(6,594 lbm/ft (62,16
3

N
RE
= 635.786,364
Dari Appendix C-1, Foust, 1980, untuk bahan pipa comercial steel dan diameter
pipa 10,020 in diperoleh c/D = 0,0003
Dari Appendix C-3, Foust, 1980, untuk N
Re
= 635.786,364 dan c/D = 0,0003
diperoleh f = 0,016
Instalasi pipa:
- Panjang pipa lurus L
1
= 25 ft
- 1 buah gate fully open (L/D = 13, Appendix C-2a, Foust, 1980)
L
2
= 1 x 13 x 0,8346 ft = 10,8498 ft
- 2 buah standart elbow 90
0
(L/D = 30, Appendix C-2a, Foust,1980)
L
3
= 2 x 30 x 0,8346 ft = 50,076 ft
- 1 buah inward protecting pipe intrance (k = 0,78, Appendix C-2c dan C-2d,
Foust, 1980)
L
4
= 11 ft
- 1 buah protecting pipe exit (k = 1 Appendix C-2c dan C-2d, Foust, 1980)
L
5
= 14 ft
Panjang pipa total (L) = 25 + 10,8498 + 50,076 + 11 + 14 = 110,926 ft
Faktor gesekan,
F =
0,8346) 2(32,174)(
(110,926) 594) (0,016)(6,
2gcD
L fv
2 2
= = 1,437 lbf/lbm
Tinggi pemompaan, Az = 30 ft
Static head, Az.
gc
g
= 30 ft.lbf/lbm
Velocity head,
2gc
v
2
= 0
Universitas Sumatera Utara
Pressure head,

P
= 0
W
s
= Az.
gc
g
+
2gc
v
2
+

P
+ F
= 30 + 0 + 0 + 1,437 = 31,437 ft.lbf/lbm
Tenaga pompa, P =
550
Ws.Q.
=
550
) 16 , 62 )( 610 , 3 )( 437 , 31 (
= 12,826 Hp
Untuk efesiensi pompa 80%, maka:
Tenaga pompa yang dibutuhkan = Hp 033 , 16
0,8
12,826
=

9. Menara Air (F-440)
Fungsi : untuk mendistribusikan air untuk berbagai kebutuhan.
Bentuk: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar
Bahan konstruksi : carbon steel SA-53, Grade B
Data:
Kondisi penyimpanan:
-Temperatur : 30
0
C
- Tekanan : 1 atm
Densitas air () = 995,68 kg/m
3
= 62,16 lbm/ft
3
..(Perry, 1997)
Laju alir massa (F) = 366.395,019 kg/jam = 224,375 lbm/det
Faktor keamanan = 20%
Kebutuhan perancangan = 6 jam
Perhitungan:
Ukuran Menara Air
Volume air, Va =
3
kg/m 995,68
jam 6 x kg/jam 9 366.395,01
= 2.207,908 m
3

Volume tangki Vt = 1,2 x 2.207,908 m
3
= 2649,490 m
3

Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi silinder tangki, D : H = 5 : 6
V =
4
1
D
2
H
2.649,49 m
3
=
4
1
D
2
(6/5D)
Universitas Sumatera Utara
2649,49 m
3
= (3/10) D
3

D = 14,116 m
Maka: D = 14,116 m = 46,315 ft
H = 16,939 m = 55,577 ft
Tinggi air dalam tangki =
2
3
m) (14,116
4
1
m 2207,908
= 14,115 m
Tebal dinding tangki
Direncanakan menggunakan bahan konstruksi carbon steel SA-53, Grade B.
Dari Brrownell & Young, Item 4, Appendix D, diperoleh data:
- Allowble working stress (S) = 18.750 psi
- Effesiensi sambungan (E) = 0,8
- Faktor korosi = 1/8 in ..(Timmerhaus, 1980)
- Tekanan hidrostatik, po = 1 atm = 14,7 psi
- Faktor keamanan tekanan = 20%
- Tekanan desain, P = 1,2 x 14,7 psi = 17,64 psi
Tebal dinding silinder tangki:
t = CA
1,2P - SE 2
PD
+
t =
psi) 1,2(17,64 psi)(0,8) 2(18750
in/ft) ft)(12 5 psi)(14,11 (17,64

+ 0,125 in = 0,225 in
Dari tabel 5.4 brownell & Young, 1979 dipilih tebal tangki 1/2 in.

10. Pompa Sand Filter (L-441)
Fungsi : untuk memompakan air dari sand filter ke menara air.
Jenis : Pompa sentrifugal
Jumlah : 1 buah
Bahan konstruksi : comercial steel
Kondisi operasi:
Kondisi operasi:
-Temperatur : 30
0
C
Densitas air () = 995,68 kg/m
3
= 62,16 lbm/ft
3
..(Perry, 1997)
Viskositas () = 0,8007 cP = 1,937 lbm/ft.jam(Kirk Othmer, 1967)
Universitas Sumatera Utara
-Laju alir massa (F) = 366.395,019 kg/jam = 224,375 lbm/det
Laju alir volume (Q) =

F
=
3
lbm/ft 62,16
lbm/det 224,375
= 3,610 ft
3
/det
Diameter optimum, De = 3,9 x Q
0,45
x
0,13
(Timmerhaus, 1980)
= 3,9 x (3,610)
0,45
x (62,16)
0,13
= 11,88 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi:
- Ukuran pipa nominal = 10 in
- Schedul pipa = 40
- Diameter dalam (ID) = 10,020 in = 0,8346 ft
- Diameter luar (OD) = 10,75 in = 0,8954 ft
- Luas penampang (a
1
) = 0,5475 ft
2

- Bahan konstruksi = comercial steel
Kecepatan linier, v = ft/det 594 , 6
ft 0,5475
/det ft 3,610
a
Q
2
3
1
= =
Bilangan Reynold, N
RE
=

D v

=
lbm/ft.jam 1,937
det/jam) ft)(3600 8346 ft/det)(0, )(6,594 lbm/ft (62,16
3

N
RE
= 635.786,364
Dari Appendix C-1, Foust, 1980, untuk bahan pipa comercial steel dan diameter
pipa 10,020 in diperoleh c/D = 0,0003
Dari Appendix C-3, Foust, 1980, untuk N
Re
= 635.786,364 dan c/D = 0,0003
diperoleh f = 0,016
Instalasi pipa:
- Panjang pipa lurus L
1
= 30 ft
- 1 buah gate fully open (L/D = 13, Appendix C-2a, Foust, 1980)
L
2
= 1 x 13 x 0,8346 ft = 10,8498 ft
- 2 buah standart elbow 90
0
(L/D = 30, Appendix C-2a, Foust,1980)
L
3
= 2 x 30 x 0,8346 ft = 50,076 ft
- 1 buah inward protecting pipe intrance (k = 0,78, Appendix C-2c dan C-2d,
Foust, 1980)
L
4
= 7,5 ft
Universitas Sumatera Utara
- 1 buah protecting pipe exit (k = 1 Appendix C-2c dan C-2d, Foust, 1980)
L
5
= 9 ft
Panjang pipa total (L) = 30 + 10,8498 + 50,076 + 7,5 + 9 = 107,426 ft
Faktor gesekan,
F =
0,8346) 2(32,174)(
(107,426) 594) (0,016)(6,
2gcD
L fv
2 2
= = 1,392 lbf/lbm
Tinggi pemompaan, Az = 10 ft
Static head, Az.
gc
g
= 10 ft.lbf/lbm
Velocity head,
2gc
v
2
= 0
Pressure head,

P
= 0
W
s
= Az.
gc
g
+
2gc
v
2
+

P
+ F
= 10 + 0 + 0 + 1,392 = 11,392 ft.lbf/lbm
Tenaga pompa, P =
550
Ws.Q.
=
550
) 16 , 62 )( 610 , 3 )( 392 , 11 (
= 4,648 Hp
Untuk efesiensi pompa 80%, maka:
Tenaga pompa yang dibutuhkan = Hp 81 , 5
0,8
4,648
=

11. Cation Exchanger (T-450)
Fungsi : untuk mengurangi kesadahan air.
Bentuk: Silinder tegak dengan alas dan tutup elipsoidal
Bahan konstruksi : carbon steel SA-53, Grade B
Data:
Kondisi penyimpanan:
-Temperatur : 30
0
C
- Tekanan : 1 atm
H
2
SO
4
yang digunakan memiliki konsentrasi 50% (% berat)
Densitas air () = 995,68 kg/m
3
= 62,16 lbm/ft
3
..(Perry, 1997)
Universitas Sumatera Utara
Laju alir massa (F) = 366.395,019 kg/jam = 224,375 lbm/det
Faktor keamanan = 20%
Perhitungan:
Ukuraran cation exchanger
Dari tabel 12.4, The Nalco Water Handbook, diperoleh:
- Diameter permukaan katiaon: 25 ft = 0,6096 m
- Luas penampang penukar kation = 3,14 ft
2

- Tinggi resi dalam cation excahanger = 5 ft
- Tinggi silinder = 1,2 x 5 ft = 6 ft = 1,8287 in
Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi silinder tangki, D : H = 2 : 1
Maka: H = D = (0,6096) = 0,3048 m
Sehingga tinggi cation exchanger = 1,8287 + 0,3048 = 2,1335 m = 6,9995 ft
Tebal dinding tangki
Direncanakan menggunakan bahan konstruksi carbon steel SA-53, Grade B.
Dari Brrownell & Young, Item 4, Appendix D, diperoleh data:
- Allowble working stress (S) = 18.750 psi
- Effesiensi sambungan (E) = 0,8
- Faktor korosi = 1/8 in ..(Timmerhaus, 1980)
- Tekanan hidrostatik, po = 1 atm = 14,7 psi
- Faktor keamanan tekanan = 20%
- Tekanan desain, P = 1,2 x 14,7 psi = 17,64 psi
Tebal dinding tangki kation exchanger:
t = CA
1,2P - SE 2
PD
+
t =
psi) 1,2(17,64 psi)(0,8) 2(18750
in/ft) ft)(12 psi)(25 (17,64

+ 0,125 in = 0,3847 in
Dari tabel 5.4 brownell & Young, 1979 dipilih tebal tangki 7/16 in.

12. Tangki Pelarutan H
2
SO
4
(M-451)
Fungsi : untuk membuat larutan asam sulfat.
Bentuk: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar
Bahan konstruksi : plate steel SA-167, tipe 304
Universitas Sumatera Utara
-Kondisi penyimpanan:
-Temperatur : 30
0
C
- Tekanan : 1 atm
- H
2
SO
4
yang digunakan memiliki konsentrasi 50% (% berat)
- Densitas H
2
SO
4
() = 1.387 kg/m
3
= 85,5874 lbm/ft
3
..(Perry, 1997)
- Laju alir massa H
2
SO
4
(F) = 9,368 kg/jam
- Kebutuhan perancangan : 1 hari
- Faktor keamanan : 20%
Perhitungan:
Ukuran angki
Volume air, Va =
3
kg/m 387 . 1 5 , 0
hari 1 x jam/hari 24 x kg/jam 9,368
x
= 0,324 m
3

Volume tangki Vt = 1,2 x 0,324 m
3
= 0,389 m
3

Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi silinder tangki, D : H = 4 : 3
V =
4
1
D
2
H
0,389 m
3
=
4
1
D
2
(3/4D)
0,389 m
3
= 3/16 D
3

D = 0,871 m
Maka: D = 0,871 m = 2,858 ft
H = 0,653 m = 2,142 ft
Tinggi air dalam tangki =
2
3
m) (0,871
4
1
m 0,324
= 0,544 m
Tebal dinding tangki
Direncanakan menggunakan bahan konstruksi carbon steel SA-53, grade B.
Dari Brrownell & Young, Item 4, Appendix D, diperoleh data:
- Allowble working stress (S) = 18.750 psi
- Effesiensi sambungan (E) = 0,8
- Faktor korosi = 1/8 in ..(Timmerhaus, 1980)
- Tekanan hidrostatik, po = 1 atm = 14,7 psi
- Faktor keamanan tekanan = 20%
Universitas Sumatera Utara
- Tekanan desain, P = 1,2 x 14,7 psi = 17,64 psi
Tebal dinding silinder tangki:
t = CA
1,2P - SE 2
PD
+
t =
psi) 1,2(17,64 psi)(0,8) 2(18750
in/ft) ft)(12 psi)(2,858 (17,64

+ 0,125 in = 0,145 in
Dari tabel 5.4 brownell & Young, 1979 dipilih tebal tangki in.
Daya pengaduk:
Dt/Di = 3, Baffel = 4 ....(Brown, 1978)
Dt = 2,858 ft
Di = 0,953 ft
Kecepatan pengadukan, N = 1 rps
Viskositas Al
2
(SO
4
)
3
30% = 3,4924 x 10
3
lbm/ft.det.(Kirk Othmer, 1967)
N
RE
=

D N
2
..(Geankoplis, 1983)
=
4
2
10 . 4942 , 3
) 953 , 0 )( 1 )( 5874 , 85 (

= 222.457,722
Dari gambar 3.4-4 Geankoplis,1983, untuk N
re
= 222.457,722 diperoleh Npo = 0,4
Sehingga: P =
gc
Di NpoN
5 3
.(Geankoplis, 1983)
P =
174 , 32
) 5874 , 85 ( ) 953 , 0 ( (0,40)(1)
5 3
= 0,836
Efesiensi penggerak motor = 80%
Daya penggerak motor =
8 , 0
836 , 0
= 1,045 Hp

13. Pompa Menara Air (L-451)
Fungsi : untuk memompakan air dari menara ke cation exchanger.
Jenis : Pompa sentrifugal
Jumlah : 1 buah
Bahan konstruksi : comercial steel
Kondisi operasi:
Universitas Sumatera Utara
-Temperatur : 30
0
C
Densitas air () = 995,68 kg/m
3
= 62,16 lbm/ft
3
..(Perry, 1997)
Viskositas () = 0,8007 cP = 1,937 lbm/ft.jam(Kirk Othmer, 1967)
-Laju alir massa (F) = 58.875,488 kg/jam = 36,059 lbm/det
Laju alir volume (Q) =

F
=
3
lbm/ft 62,16
lbm/det 36,059
= 0,580 ft
3
/det
Diameter optimum, De = 3,9 x Q
0,45
x
0,13
(Timmerhaus, 1980)
= 3,9 x (0,58)
0,45
x (62,16)
0,13
= 5,221 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi:
- Ukuran pipa nominal = 8 in
- Schedul pipa = 40
- Diameter dalam (ID) = 7,981 in = 0,665 ft
- Diameter luar (OD) = 8,625 in = 0,719 ft
- Luas penampang (a
1
) = 0,3474 ft
2

- Bahan konstruksi = comercial steel
Kecepatan linier, v = ft/det 669 , 1
ft 0,3474
/det ft 0,58
a
Q
2
3
1
= =
Bilangan Reynold, N
RE
=

D v

=
lbm/ft.jam 1,937
det/jam) ft)(3600 665 ft/det)(0, )(1,669 lbm/ft (62,16
3

N
RE
= 128221,799
Dari Appendix C-1, Foust, 1980, untuk bahan pipa comercial steel dan diameter
pipa 7,981 in diperoleh c/D = 0,0018
Dari Appendix C-3, Foust, 1980, untuk N
Re
= 128.221,799 dan c/D = 0,0018
diperoleh f = 0,025
Instalasi pipa:
- Panjang pipa lurus L
1
= 30 ft
- 1 buah gate fully open (L/D = 13, Appendix C-2a, Foust, 1980)
L
2
= 1 x 13 x 0,665 ft = 8,645 ft
- 2 buah standart elbow 90
0
(L/D = 30, Appendix C-2a, Foust,1980)
L
3
= 2 x 30 x 0,665 ft = 39,9 ft
Universitas Sumatera Utara
- 1 buah inward protecting pipe intrance (k = 0,78, Appendix C-2c dan C-2d,
Foust, 1980)
L
4
= 7,5 ft
- 1 buah protecting pipe exit (k = 1 Appendix C-2c dan C-2d, Foust, 1980)
L
5
= 9 ft
Panjang pipa total (L) = 30 + 8,645 + 39,9 + 7,5 + 9 = 95,045 ft
Faktor gesekan,
F =
0,665) 2(32,174)(
(95,045) 669) (0,025)(1,
2gcD
L fv
2 2
= = 0,155 ft .lbf/lbm
Tinggi pemompaan, Az = 15 ft
Static head, Az.
gc
g
= 15 ft.lbf/lbm
Velocity head,
2gc
v
2
= 0
Pressure head,

P
= 0
W
s
= Az.
gc
g
+
2gc
v
2
+

P
+ F
= 15 + 0 + 0 + 0,155 = 15,155 ft.lbf/lbm
Tenaga pompa, P =
550
Ws.Q.
=
550
) 16 , 62 )( 58 , 0 )( 155 , 15 (
= 0,993 Hp
Untuk efesiensi pompa 80%, maka:
Tenaga pompa yang dibutuhkan = Hp 241 , 1
0,8
0,993
=

14. Anion Exchanger (F-460)
Fungsi : untuk mengurangi kesadahan air.
Bentuk: Silinder tegak dengan alas dan tutup elipsoidal
Bahan konstruksi : carbon steel SA-53, Grade B
Data:
Kondisi penyimpanan:
-Temperatur : 30
0
C
Universitas Sumatera Utara
- Tekanan : 1 atm
H
2
SO
4
yang digunakan memiliki konsentrasi 50% (% berat)
Densitas air () = 995,68 kg/m
3
= 62,16 lbm/ft
3
..(Perry, 1997)
Laju alir massa (F) = 58.875,488 kg/jam = 36,059 lbm/det
Faktor keamanan = 20%
Perhitungan:
Ukuraran anion exchanger
Dari tabel 12.4, The Nalco Water Handbook, diperoleh:
- Diameter permukaan katiaon: 25 ft = 0,6096 m
- Luas penampang penukar kation = 3,14 ft
2

- Tinggi resi dalam cation excahanger = 5 ft
- Tinggi silinder = 1,2 x 5 ft = 6 ft = 1,8287 in
Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi silinder tangki, D : H = 2 : 1
Maka: H = D = (0,6096) = 0,3048 m
Sehingga tinggi cation exchanger = 1,8287 + 0,3048 = 2,1335 m = 6,9995 ft
Tebal dinding tangki
Direncanakan menggunakan bahan konstruksi carbon steel SA-53, Grade B.
Dari Brrownell & Young, Item 4, Appendix D, diperoleh data:
- Allowble working stress (S) = 18.750 psi
- Effesiensi sambungan (E) = 0,8
- Faktor korosi = 1/8 in ..(Timmerhaus, 1980)
- Tekanan hidrostatik, po = 1 atm = 14,7 psi
- Faktor keamanan tekanan = 20%
- Tekanan desain, P = 1,2 x 14,7 psi = 17,64 psi
Tebal dinding tangki anion exchanger:
t = CA
1,2P - SE 2
PD
+
t =
psi) 1,2(17,64 psi)(0,8) 2(18750
in/ft) ft)(12 psi)(25 (17,64

+ 0,125 in = 0,3847 in
Dari tabel 5.4 brownell & Young, 1979 dipilih tebal tangki 7/16 in.


Universitas Sumatera Utara
15. Tangki Pelarutan NaOH
Fungsi : untuk membuat larutan NaOH.
Bentuk: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar
Bahan konstruksi : plate steel SA-167, tipe 304
-Kondisi penyimpanan:
-Temperatur : 30
0
C
- Tekanan : 1 atm
- NaOH yang digunakan memiliki konsentrasi 10% (% berat)
- Densitas NaOH () = 1.518 kg/m
3
= 94,577 lbm/ft
3
..(Perry, 1997)
- Laju alir massa NaOH (F) = 1,891 kg/jam
- Kebutuhan perancangan : 1 hari
- Faktor keamanan : 20%
Perhitungan:
Ukuran tangki
Volume air, Va =
3
kg/m 518 . 1 1 , 0
hari 1 x jam/hari 24 x kg/jam 1,891
x
= 0,299 m
3

Volume tangki Vt = 1,2 x 0,299 m
3
= 0,359 m
3

Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi silinder tangki, D : H = 2 : 3
V =
4
1
D
2
H
0,299 m
3
=
4
1
D
2
(3/2D)
0,299 m
3
= 3/8 D
3

D = 0,673 m
Maka: D = 0,673 m = 2,208 ft
H = 1,009 m = 3,311 ft
Tinggi air dalam tangki =
2
3
m) (0,673
4
1
m 0,299
= 0,84 m = 2,756 ft
Tebal dinding tangki
Direncanakan menggunakan bahan konstruksi plate steel SA-53, grade B.
Dari Brrownell & Young, Item 4, Appendix D, diperoleh data:
- Allowble working stress (S) = 18.750 psi
Universitas Sumatera Utara
- Effesiensi sambungan (E) = 0,8
- Faktor korosi = 1/8 in ..(Timmerhaus, 1980)
- Tekanan hidrostatik, po = 1 atm = 14,7 psi
- Faktor keamanan tekanan = 20%
- Tekanan desain, P = 1,2 x 14,7 psi = 17,64 psi
Tebal dinding silinder tangki:
t = CA
1,2P - SE 2
PD
+
t =
psi) 1,2(17,64 psi)(0,8) 2(18750
in/ft) ft)(12 psi)(2,208 (17,64

+ 0,125 in = 0,141 in
Dari tabel 5.4 brownell & Young, 1979 dipilih tebal tangki 3/16 in.
Daya pengaduk:
Dt/Di = 3, Baffel = 4 ....(Brown, 1978)
Dt = 2,208 ft
Di = 0,736 ft
Kecepatan pengadukan, N = 1 rps
Viskositas NaOH 10% = 4,302 x 10
-4
lbm/ft.det..(Kirk Othmer, 1967)
N
RE
=

D N
2
....(Geankoplis, 1983)
=
4
2
10 . 302 , 4
) 736 , 0 )( 1 )( 577 , 94 (

= 119088,755
Dari gambar 3.4-4Geankoplis,1983, untuk N
re
= 119088,755 diperoleh Npo = 0,45
Sehingga: P =
gc
Di NpoN
5 3
.(Geankoplis, 1983)
P =
174 , 32
) 577 , 94 ( ) 736 , 0 ( (0,45)(1)
5 3
= 0,286
Efesiensi penggerak motor = 80%
Daya motor penggerak =
8 , 0
286 , 0
= 0,358 Hp



Universitas Sumatera Utara
16. Pompa cation exchanger (L-461)
Fungsi : untuk memompakan air dari cation exchanger ke anion exchanger.
Jenis : Pompa sentrifugal
Jumlah : 1 buah
Bahan konstruksi : comercial steel
Kondisi operasi:
-Temperatur : 30
0
C
Densitas air () = 995,68 kg/m
3
= 62,16 lbm/ft
3
..(Perry, 1997)
Viskositas () = 0,8007 cP = 1,937 lbm/ft.jam(Kirk Othmer, 1967)
-Laju alir massa (F) = 58.875,488 kg/jam = 36,059 lbm/det
Laju alir volume (Q) =

F
=
3
lbm/ft 62,16
lbm/det 36,059
= 0,580 ft
3
/det
Diameter optimum, De = 3,9 x Q
0,45
x
0,13
(Timmerhaus, 1980)
= 3,9 x (0,58)
0,45
x (62,16)
0,13
= 5,221 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi:
- Ukuran pipa nominal = 8 in
- Schedul pipa = 40
- Diameter dalam (ID) = 7,981 in = 0,665 ft
- Diameter luar (OD) = 8,625 in = 0,719 ft
- Luas penampang (a
1
) = 0,3474 ft
2

- Bahan konstruksi = comercial steel
Kecepatan linier, v = ft/det 670 , 1
ft 0,3474
/det ft 0,580
a
Q
2
3
1
= =
Bilangan Reynold, N
RE
=

D v

=
lbm/ft.jam 1,937
det/jam) ft)(3600 665 ft/det)(0, )(1,670 lbm/ft (62,16
3

N
RE
= 128298,625
Dari Appendix C-1, Foust, 1980, untuk bahan pipa comercial steel dan diameter
pipa 7,981 in diperoleh c/D = 0,0015
Dari Appendix C-3, Foust, 1980, untuk N
Re
= 12898,625 dan c/D = 0,0015
diperoleh f = 0,030
Universitas Sumatera Utara
Instalasi pipa:
- Panjang pipa lurus L
1
= 30 ft
- 1 buah gate fully open (L/D = 13, Appendix C-2a, Foust, 1980)
L
2
= 1 x 13 x 0,665 ft = 8,645 ft
- 2 buah standart elbow 90
0
(L/D = 30, Appendix C-2a, Foust,1980)
L
3
= 2 x 30 x 0,665 ft = 39,9 ft
- 1 buah inward protecting pipe intrance (k = 0,78, Appendix C-2c dan C-2d,
Foust, 1980)
L
4
= 7,5 ft
- 1 buah protecting pipe exit (k = 1 Appendix C-2c dan C-2d, Foust, 1980)
L
5
= 9 ft
Panjang pipa total (L) = 30 + 8,645 + 39,9 + 7,5 + 9 = 95,045 ft
Faktor gesekan,
F =
0,665) 2(32,174)(
(95,045) 70) (0,03)(1,6
2gcD
L fv
2 2
= = 0,186 ft .lbf/lbm
Tinggi pemompaan, Az = 15 ft
Static head, Az.
gc
g
= 15 ft.lbf/lbm
Velocity head,
2gc
v
2
= 0
Pressure head,

P
= 0
W
s
= Az.
gc
g
+
2gc
v
2
+

P
+ F
= 15 + 0 + 0 + 0,186 = 15,186 ft.lbf/lbm
Tenaga pompa, P =
550
Ws.Q.
=
550
) 16 , 62 )( 732 , 0 )( 186 , 15 (
= 0,995 Hp
Untuk efesiensi pompa 80%, maka:
Tenaga pompa yang dibutuhkan = Hp 244 , 1
0,8
0,995
=


Universitas Sumatera Utara
17. Tangki kaporit (F-490)
Fungsi : untuk membuat larutan tangki kaporit.
Bentuk: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar
Bahan konstruksi : plate steel SA-167, tipe 304
-Kondisi penyimpanan:
-Temperatur : 30
0
C
- Tekanan : 1 atm
- Ca(ClO)
2
yang digunakan memiliki konsentrasi 50% (% berat)
- Densitas Ca(ClO)
2
() = 1.272 kg/m
3
= 79,411 lbm/ft
3
..(Perry, 1997)
- Laju alir massa Ca(ClO)
2
(F) = 0,857 kg/jam
- Kebutuhan perancangan : 1 hari
- Faktor keamanan : 20%
Perhitungan:
Ukuran tangki
Volume air, Va =
3
kg/m 272 . 1 1 , 0
hari 1 x 24jam/hari x kg/jam 0,857
x
= 0,162 m
3

Volume tangki Vt = 1,2 x 0,162 m
3
= 0,194 m
3

Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi silinder tangki, D : H = 2 : 3
V =
4
1
D
2
H
0,194 m
3
=
4
1
D
2
(3/2D)
0,194 m
3
= 3/8 D
3

D = 0,548 m
Maka: D = 0,548 m = 1,798 ft
H = 0,822 m = 2,697 ft
Tinggi air dalam tangki =
2
3
m) (0,548
4
1
m 0,162
= 0,686 m
Tebal dinding tangki
Direncanakan menggunakan bahan konstruksi plate steel SA-167, tipe 304.
Dari Brrownell & Young, Item 4, Appendix D, diperoleh data:
- Allowble working stress (S) = 18.750 psi
Universitas Sumatera Utara
- Effesiensi sambungan (E) = 0,8
- Faktor korosi = 1/8 in ..(Timmerhaus, 1980)
- Tekanan hidrostatik, po = 1 atm = 14,7 psi
- Faktor keamanan tekanan = 20%
- Tekanan desain, P = 1,2 x 14,7 psi = 17,64 psi
Tebal dinding silinder tangki:
t = CA
1,2P - SE 2
PD
+
t =
psi) 1,2(17,64 psi)(0,8) 2(18750
in/ft) ft)(12 psi)(1,798 (17,64

+ 0,125 in = 0,138 in

18. Tangki Penampungan air umpan ketel (L-501)
Fungsi : untuk menampung air umpan ketel sebelum didistribusikan.
Bentuk: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar
Bahan konstruksi : carbon steel SA-53, Grade B
-Kondisi penyimpanan:
-Temperatur : 30
0
C
- Tekanan : 1 atm
- Densitas air () = 995,68 kg/m
3
....(Perry, 1997)
- Laju alir massa air umpan ketel = 58.875,488 kg/jam
- Kebutuhan perancangan : 1 hari
- Faktor keamanan : 20%
Perhitungan:
Ukuran tangki

Volume air, Va =
3
kg/m 68 , 995
hari 1 x jam/hari 24 x kg/jam 58.875,488
= 1419,142 m
3

Volume tangki Vt = 1,2 x 1418,142 m
3
= 1702,704 m
3

Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi silinder tangki, D : H = 2 : 3
V =
4
1
D
2
H
1702,704 m
3
=
4
1
D
2
(3/2D)
Universitas Sumatera Utara
1702,704 m
3
= 3/8 D
3

D = 10,642 m
Maka: D = 10,642 m = 34,916 ft
H = 15,963 m = 52,375 ft
Tinggi air dalam tangki =
2
3
m) (10,642
4
1
m 1419,142
= 15,96 m
Tebal dinding tangki
Tekanan hidrostatik:
P = x g x l
= 995,68 kg/m
3
x 9,8 m/det x 15,96 m = 155732,317 Pa = 155,732 kPa
Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa
P = 155,732 kPa + 101,325 kPa = 257,057 kPa
Faktor kelonggaran = 5%
Tekanan desain, P = (1,05)(257,057) = 269,909 kPa
Join efisiensi = 0,8....(Brownell & Young, 1959)
Allowble stress = 12.750 psi = 87.099,98 kPa..(Brownell & Young, 1959)
Tebal dinding tangki:
t = CA
1,2P - SE 2
PD
+
t =
kPa) 9 1,2(269,90 kPa)(0,8) 8 2(87.099,9
in/ft) ft)(12 2 kPa)(10,64 (269,909

+ 0,125 in = 0,0,373 in
Dari tabel 5.4 Brownell & Young dipilih tebal tangki in

19. Pompa Air umpan ketel
Fungsi : untuk memompakan air dari tangki air umpan ketel ke dearator.
Jenis : Pompa sentrifugal
Jumlah : 1 buah
Bahan konstruksi : comercial steel
Kondisi operasi:
-Temperatur : 30
0
C
Densitas air () = 995,68 kg/m
3
= 62,16 lbm/ft
3
..(Perry, 1997)
Viskositas () = 0,8007 cP = 1,937 lbm/ft.jam(Kirk Othmer, 1967)
Universitas Sumatera Utara
-Laju alir massa (F) = 58.875,488 kg/jam = 36,059 lbm/det
Laju alir volume (Q) =

F
=
3
lbm/ft 62,16
lbm/det 36,059
= 0,580 ft
3
/det
Diameter optimum, De = 3,9 x Q
0,45
x
0,13
(Timmerhaus, 1980)
= 3,9 x (0,580)
0,45
x (62,16)
0,13
= 5,22 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi:
- Ukuran pipa nominal = 8 in
- Schedul pipa = 40
- Diameter dalam (ID) = 7,981 in = 0,665 ft
- Diameter luar (OD) = 8,625 in = 0,719 ft
- Luas penampang (a
1
) = 0,3474 ft
2

- Bahan konstruksi = comercial steel
Kecepatan linier, v = ft/det 670 , 1
ft 0,3474
/det ft 0,58
a
Q
2
3
1
= =
Bilangan Reynold, N
RE
=

D v

=
lbm/ft.jam 1,937
det/jam) ft)(3600 665 ft/det)(0, )(1,670 lbm/ft (62,16
3

N
RE
= 128298,625
Dari Appendix C-1, Foust, 1980, untuk bahan pipa comercial steel dan diameter
pipa 7,981 in diperoleh c/D = 0,0015
Dari Appendix C-3, Foust, 1980, untuk N
Re
= 12898,625 dan c/D = 0,0015
diperoleh f = 0,030
Instalasi pipa:
- Panjang pipa lurus L
1
= 30 ft
- 1 buah gate fully open (L/D = 13, Appendix C-2a, Foust, 1980)
L
2
= 1 x 13 x 0,665 ft = 8,645 ft
- 2 buah standart elbow 90
0
(L/D = 30, Appendix C-2a, Foust,1980)
L
3
= 2 x 30 x 0,665 ft = 39,9 ft
- 1 buah inward protecting pipe intrance (k = 0,78, Appendix C-2c dan C-2d,
Foust, 1980)
L
4
= 7,5 ft
Universitas Sumatera Utara
- 1 buah protecting pipe exit (k = 1 Appendix C-2c dan C-2d, Foust, 1980)
L
5
= 9 ft
Panjang pipa total (L) = 30 + 8,645 + 39,9 + 7,5 + 9 = 95,045 ft
Faktor gesekan,
F =
0,665) 2(32,174)(
(95,045) 70) (0,03)(1,6
2gcD
L fv
2 2
= = 0,186 ft .lbf/lbm
Tinggi pemompaan, Az = 15 ft
Static head, Az.
gc
g
= 15 ft.lbf/lbm
Velocity head,
2gc
v
2
= 0
Pressure head,

P
= 0
W
s
= Az.
gc
g
+
2gc
v
2
+

P
+ F
= 15 + 0 + 0 + 0,304 = 15,186 ft.lbf/lbm
Tenaga pompa, P =
550
Ws.Q.
=
550
) 16 , 62 )( 58 , 0 )( 186 , 15 (
= 0,995 Hp
Untuk efesiensi pompa 80%, maka:
Tenaga pompa yang dibutuhkan = Hp 244 , 1
0,8
0,995
=

20. Daerator (E-510)
Fungsi: Menghilangkan gas-gas yang terlarut dalam air umpan ketel
Bentuk: Silinder tegak dengan alas dan tutup ellipsoidal
Bahan konstruksi: carbon steel SA-53, Grade B
Kondisi pelarutan: - Temperatur : 90
0
C
- Tekanan : 1 atm
Laju massa air = 58.875,488 kg/jam
Densitas air = 995,68 kg/jam = 85,093 lbm/ft
3
..(Perry, 1997)
Kebutuhan perancangan = 1 hari
Faktor keamanan = 20%
Universitas Sumatera Utara
Perhitungan:
Ukuran tangki:
Volume larutan, V
1
=
3
kg/m 995,68
hari 1 x jam/hari 24 x kg/jam 58.875,488
= 1419,142 m
3

Volume tangki (Vt) = 1,2 x 1419,142 m
3
= 1702,971 m
3

Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi silinder tangki, D : H = 2 : 3
V =
4
1
D
2
H
1702,971 m
3
=
4
1
D
2
2
3
D
1702,971 m
3
=
8
3
D
3

D = 11,309 m
Maka: D = 11,309 m = 37,105 ft
H = 16,964 m = 55,659 ft
Tebal dinding tangki
Direncanakan menggunakan bahan konstruksi carbon steel SA-53, Grade B
Dari Brrownell & Young, Item 4, Appendix D, diperoleh data:
- Allowble working stress (S) = 18.750 psi
- Effesiensi sambungan (E) = 0,8
- Faktor korosi = 1/8 in ..(Timmerhaus, 1980)
- Tekanan hidrostatik, Po = 1 atm =14,7 psi
- Faktor keamanan tekanan = 20%
- Tekanan desain, P = 1,2 x 14,7 psi = 17,64 psi
Tebal dinding silinder tangki:
t = CA
1,2P - SE 2
PD
+
t =
) 64 , 17 ( 2 , 1 ) 8 , 0 )( 18750 ( 2
) / 12 )( 105 , 37 )( 64 , 17 (
psi psi
ft in ft psi

+ 0,125 in = 0,387 in
Dari tabel 5.4 brownell & Young, 1979 dipilih tebal tangki 1/4 in.



Universitas Sumatera Utara
21 Pompa Daerator (E-511)
Fungsi : untuk memompakan air dari dearator ke ketel uap.
Jenis : Pompa sentrifugal
Jumlah : 1 buah
Bahan konstruksi : comercial steel
Kondisi operasi:
-Temperatur : 30
0
C
Densitas air () = 995,68 kg/m
3
= 62,16 lbm/ft
3
..(Perry, 1997)
Viskositas () = 0,8007 cP = 1,937 lbm/ft.jam(Kirk Othmer, 1967)
-Laju alir massa (F) = 58.875,488 kg/jam = 36,059 lbm/det
Laju alir volume (Q) =

F
=
3
lbm/ft 62,16
lbm/det 36,059
= 0,580 ft
3
/det
Diameter optimum, De = 3,9 x Q
0,45
x
0,13
(Timmerhaus, 1980)
= 3,9 x (0,580)
0,45
x (62,16)
0,13
= 5,22 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi:
- Ukuran pipa nominal = 8 in
- Schedul pipa = 40
- Diameter dalam (ID) = 7,981 in = 0,665 ft
- Diameter luar (OD) = 8,625 in = 0,719 ft
- Luas penampang (a
1
) = 0,3474 ft
2

- Bahan konstruksi = comercial steel
Kecepatan linier, v = ft/det 670 , 1
ft 0,3474
/det ft 0,58
a
Q
2
3
1
= =
Bilangan Reynold, N
RE
=

D v

=
lbm/ft.jam 1,937
det/jam) ft)(3600 665 ft/det)(0, )(1,670 lbm/ft (62,16
3

N
RE
= 128298,625
Dari Appendix C-1, Foust, 1980, untuk bahan pipa comercial steel dan diameter
pipa 7,981 in diperoleh c/D = 0,0015
Dari Appendix C-3, Foust, 1980, untuk N
Re
= 12898,625 dan c/D = 0,0015
diperoleh f = 0,030
Universitas Sumatera Utara
Instalasi pipa:
- Panjang pipa lurus L
1
= 30 ft
- 1 buah gate fully open (L/D = 13, Appendix C-2a, Foust, 1980)
L
2
= 1 x 13 x 0,665 ft = 8,645 ft
- 2 buah standart elbow 90
0
(L/D = 30, Appendix C-2a, Foust,1980)
L
3
= 2 x 30 x 0,665 ft = 39,9 ft
- 1 buah inward protecting pipe intrance (k = 0,78, Appendix C-2c dan C-2d,
Foust, 1980)
L
4
= 7,5 ft
- 1 buah protecting pipe exit (k = 1 Appendix C-2c dan C-2d, Foust, 1980)
L
5
= 9 ft
Panjang pipa total (L) = 30 + 8,645 + 39,9 + 7,5 + 9 = 95,045 ft
Faktor gesekan,
F =
0,665) 2(32,174)(
(95,045) 70) (0,03)(1,6
2gcD
L fv
2 2
= = 0,186 ft .lbf/lbm
Tinggi pemompaan, Az = 15 ft
Static head, Az.
gc
g
= 15 ft.lbf/lbm
Velocity head,
2gc
v
2
= 0
Pressure head,

P
= 0
W
s
= Az.
gc
g
+
2gc
v
2
+

P
+ F
= 15 + 0 + 0 + 0,304 = 15,186 ft.lbf/lbm
Tenaga pompa, P =
550
Ws.Q.
=
550
) 16 , 62 )( 58 , 0 )( 186 , 15 (
= 0,995 Hp
Untuk efesiensi pompa 80%, maka:
Tenaga pompa yang dibutuhkan = Hp 244 , 1
0,8
0,995
=


Universitas Sumatera Utara
LD-37
22. Boiler (Q-440)
Fungsi : Menyediakan uap untuk keperluan proses
Jenis : Water tube boiler
Bahan konstruksi : Carbon steel
Data :
Uap jenuh yang digunakan bersuhu 100
0
C pada tekanan 101,33 Kpa (14,7 Psi).
Dari steam table, Smith, 1987, diperoleh kalor laten steam 970,3 Btu/lbm.
Kebutuhan uap = 58.875,488 kg/jam = 129681,692 lbm/jam
Perhitungan:
Menghitung daya ketel uap:
W =
H
970,3 x P x 34,5

Dimana: P = Daya boiler, Hp
W = Kebutuhan uap,lbm/jam
H = Kalor laten, Btu/lbm
Maka:
P =
970,3 x 34,5
btu/lbm 970,3 x lbm/jam 129681,692

P = 3758,889 Hp
Menghitung jumlah tube:
Luas permukaan perpindahan panas, A = P x 10 ft
2
/Hp..(Kern,1965)
= 3758,889 Hp x 10 ft
2
/Hp
= 37588,89 ft
2

Direncanakan dengan menggunakan tube dengan spesifikasi:
Panjang tube, L = 20 ft
Diameter tube = 3 in
Luas permukaan pipa, a = 0,917 ft
2
/ft
Sehingga jumlah tube:
NE =
a x L
A
=
/ft ft 0,917 x ft 20
ft 89 , 37588
2
2
= 2049,558 buah
Maka jumlah tube yang dibutuhkan sebanyak 2050 buah.
Universitas Sumatera Utara
LAMPIRAN E
PERHITUNGAN ASPEK EKONOMI

Dalam rencana Pra Rancangan Pabrik Kelapa Sawit ini digunakan asumsi sebagai
berikut :
1. Pabrik beroperasi selama 24 jam sehari dan 330 hari dalam setahun.
2. Kapasitas pabrik kelapa sawit 40 ton/jam.
3. Perhitungan didasarkan pada harga alat yang terpasang (HAT)
4. Harga alat disesuaikan dengan basis 22 Mei 2007, dimana nilai tukar dolar
terhadap rupiah adalah US$ =Rp. 9850,- ..(Harian Analisa)

E.1 Modal Investasi Tetap
E.1.1 Modal Investasi Tetap Langsung (MITL)
a. Biaya tanah lokasi Pabrik
Harga tanah pada lokasi pabrik diperkirakan Rp 300.000,-/m2
Luas tanah seluruhnya =20.330 m2
Harga tanah seluruhnya =20.330 m2 x Rp 300.000,-/m2
=Rp 6.099.000.000,-
Biaya perataan tanah sebesar 10% dari harga tanah seluruhnya
(Peters & Timmerhaus, 1991) =0,1 x Rp 6.099.000.000,-
=Rp 609.900.000,-
Total biaya tanah =Rp 6.099.000.000 +609.900.000
=Rp 6.708.900.000,-









Universitas Sumatera Utara
B. Harga Bangunan
Perincian harga bangunan dapat dilihat pada tabel LE-1
b. Perincian Harga Bangunan
Tabel LE.1 Perincian Harga Bangunan Pabrik
No Jenis Area Luas (m
2
) Harga (Rp/m
2
) Jumlah (Rp)
1 Areal proses 5,600 500,000 2,800,000,000
2 Rencana Perluasan 3,400 300,000 1,020,000,000
3 Perumahan Karyawan 4,800 200,000 960,000,000
4 Unit pengolahan air 1,700 200,000 340,000,000
5 Taman 100 100,000 10,000,000
6 Parkir 350 100,000 35,000,000
7 Ruang Listrik 150 250,000 37,500,000
8 Kantor 1,000 200,000 200,000,000
9 Areal bahan baku 500 100,000 50,000,000
10 Unit pemadam kebakaran 50 200,000 10,000,000
11 Gudang produksi 750 200,000 150,000,000
12 Bengkel 60 250,000 15,000,000
13 Peralatan pengaman 40 200,000 8,000,000
14 Ruang Boiler 80 400,000 32,000,000
15 Laboratorium 60 250,000 15,000,000
16 Ruang kontrol 50 150,000 7,500,000
17 Perpustakaan 100 150,000 15,000,000
18 Tempat ibadah 40 150,000 6,000,000
19 Kantin 60 100,000 6,000,000
20 Pos jaga 40 100,000 4,000,000
21 Poliklinik 100 150,000 15,000,000
22 Pengolahan Limbah 600 200,000 120,000,000
23 J alan 700 300,000 210,000,000
Total 6,066,000,000

C. Perincian Harga Peralatan
Harga peralatan dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan berikut :
Cx =Cy
m
y
x
X
X
I
I
|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
1
2

Dimana: Cx =Harga alat pada tahun pembelian (2007)
Cy =Harga alat pada kapasitas yang tersedia
Ix =Indeks harga pada tahun 2007
Iy =Indeks harga pada tahun yang tersedia
X1 =Kapasitas alat yang tersedia
X2 =Kapasitas alat yang diinginkan
Universitas Sumatera Utara
m =Faktor eksponensial untuk jenis alat yang tersedia
Untuk menghitung semua harga peralatan pada pabrik, digunakan metode
Marshall R Swift Equipment Cost Indeks, Indeks yang digunakan adalah Chemical
Engineering Plant Cost Indeks (Timmerhaus, 2004).
Tabel LE.2 Harga Indeks Marshall dan Swift
Tahun Yi Xi Yi2 Xi2 Yi.Xi
1993 964,2 1 929681,64 1 964,2
1994 993,4 2 986843,56 4 1986,8
1995 1027,5 3 1055756,25 9 3082,5
1996 1039,1 4 1079728,81 14 4156,4
1997 1056,8 5 1116826,24 25 5284
1998 1061,9 6 1127631,61 36 6371,4
1999 1068,3 7 1141264,89 49 7478,1
2000 1089,0 8 1185921 64 8712
2001 1093,9 9 1196617,21 81 9845,1
2002 1102,5 10 1215506,25 100 11025
Total 10.496,6 55 11.035.777,46 385 58.905,5
Sumber: Timmerhaus, 2004
Untuk mencari indeks harga pada tahun 2006 digunakan metode Regresi
Koefisien Korelasi, yaitu :
( ) ( )
} ( ) ) { } {




=
2
2 2 2
. ) ( . (
. . .
i i i i
i i i i
Y Y n x X X n
Y X Y X n
r
r =
{ } { }
97 , 0
) 6 , 10496 ( ) 46 , 11035777 10 ( 55 ) 385 10 (
) 6 , 10496 55 ( ) 5 , 58905 10 (
2 2
=


x x x
x x


Harga koefisien yang mendekati +1 menyatakan bahwa terdapat hubungan
linear antar variabel X dan Y, sehingga persamaan regresi yang mendekati adalah
Persamaan Regresi Linear.
Persamaan umum Regresi linear adalah Y =a +b X
Dengan : Y =Indeks harga pada tahun yang dicari (2006)
X =Variabel tahun ke n 1
A, b =Tetapan persamaan regresi
Universitas Sumatera Utara
Dimana a dan b dapat dicari dengan menggunakan rumus :

( ) ( )

=
2 2
2
) ( ) . (
i i
i i i i
X X n
Y x X Y x X
a

5 , 5
23 , 14
38 , 971 66 , 1094 ) (
66 , 1049
10
6 , 10496
23 , 14
55 ) 385 10 (
) 6 , 10496 55 ( ) 5 , 5890 10 (
) ( ) . (
) ( ) . (
2
2 2
=

=
= = =
=



b
a Y
x
n
Y
y
x
x x
b
X X n
Y x X Y X x n
b
i
i i
i i i i

Dengan demikian harga indeks pada tahun 2007 adalah :
Y =971,38 +( 14,23 x 5,5 )
=1049,645
Untuk alat yang tidak tersedia, faktor eksponennya (m) dianggap 0,6 (Timmerhaus, 2004 )
Contoh perhitungan estimasi harga peralatan :
Nama alat : Sterilizer
J umblah : 1 buah
Volume tangki (X2) :21,83 m3
Untuk Sterilizer, luas tangki yang disediakan
X1 =100 m2
Cy =21.000 US $
Ix =744
Iy =300
M =0,56
Maka tangki Seterilizer pada tahun 2007 :
Cx =US $ 21.000 |
.
|

\
|
|
.
|

\
|
300
744
100
83 , 21
56 , 0

Cx =US $ 22.209,62 x 9850
Cx =Rp 218.764.727
Universitas Sumatera Utara
Dengan cara yang sama perkiraan harga alat proses yang lainya dapat dilihat
dalam tabel LE-3 dan tabel LE-4 untuk perkiraan harga peralatan utilitas pada Pabrik
Kelapa Sawit.
Tabel LE.3 Beberapa Nilai Eksponensial Peralatan
Peralatan Batas Ukuran Satuan Eksponen
Drayer, Vacuum
Kettle, cast iron, jacked
Pump Sentrifugal, Horizontal, Cast steel
Reactor
Seperator, Sentrifugal
Tank, flat head, C.S
Tower
10 100
250 800
104 - 105
100 1000
50 250
102 - 104
103 2.106
ft2 0,76
gallon 0,27
gpm 0,33
gallon 0,56
ft3 0,49
gallon 0,57
lb 0,62
Sumber : Timmerhaus, 1991

Tabel LE.4 Daftar harga peralatan proses
Nama Alat Kode Harga/unit Jumlah (Unit) Harga Total
Penimbunan Buah LR-01 14,325,000 13 186,225,000
Lori L-02 10,831,000 20 216,620,000
Sterilizer ST-01 233,935,000 4 935,740,000
Hoisting Crane HC-01 12,800,000 4 51,200,000
Tangki Penebahan TP-01 30,900,000 5 154,500,000
Digester DG-01 86,250,000 4 345,000,000
Screw Conveyor SP-01 59,870,000 4 239,480,000
Vibrating screen VS-01 25,375,000 4 101,500,000
Bak R.O T-01 58,454,000 4 233,816,000
Pompa P-03 25,593,000 2 51,186,000
Continous Settling Tank T-02 150,900,000 2 301,800,000
Oil Tank T-03 89,825,000 2 179,650,000
Dsludge Tank T-04 89,825,000 4 359,300,000
Sludge Seperator SS-01 126,294,000 4 505,176,000
Oil Purifier OP-01 126,294,000 2 252,588,000
Vacuum dryer VD-01 118,059,000 1 118,059,000
Hopper Tankos HT-01 69,800,000 3 209,400,000
Storage Tank T-05 1,791,552,000 2 3,583,104,000
Depericarper D-01 82,446,000 2 164,892,000
Nut Cyclone NC-01 30,821,000 2 61,642,000
Nut silo TS-01 105,325,000 2 210,650,000
Nut grading screen NG-01 69,328,000 2 138,656,000
Hidro cyclone HC-01 50,500,000 2 101,000,000
Kernel Silo KS-02 205,953,000 2 411,906,000
Fiber Cyclone FC-01 89,861,000 2 179,722,000
Shell cyclone SC-01 86,700,000 2 173,400,000
Kernel dryer KD-01 108,269,000 2 216,538,000
9,682,750,000

Universitas Sumatera Utara
Tabel LE.5 Daftar Harga Peralatan Utilitas
No Nama Alat Unit Harga Total Harga
1 Pompa sumur bor 1 4.500.000 4.500.000
2 Bak Pengendapan 1 25.748.770 25.748.770
3 Clarifier 1 12.811.541 12.811.541
4 Tangki Pelarutan alum 1 12.659.019 12.659.019
5 Tangki Pelarutan Soda Abu 1 6.859.937 6.859.937
6 Pompa bak Pengendapan 1 4.500.000 4.500.000
7 Sand filter 1 9.231.792 9.231.792
8 Pompa Clarifier 1 4.500.000 4.500.000
9 Menara air 1 35.065.244 35.065.244
10 Pompa sand filter 1 4.500.000 4.500.000
11 Kation exchanger 1 16.488.336 16.488.336
12 Tangki pelarutan asam sulfat 1 9.771.360 9.771.360
13 Pompa menara air 1 4.500.000 4.500.000
14 Anion exchanger 1 27.488.336 27.488.336
15 Tangki pelarutan NaOH 1 6.173.540 6.173.540
16 Pompa kation exchanger 1 4.500.000 4.500.000
17 Tangki kaporit 1 4.007.045 4.007.045
18 Tangki penampungan air umpan ketel 1 26.100.725 26.100.725
19 Pompa air umpan ketel 1 4.500.000 4.500.000
20 Daerator 1 25.313.606 25.313.606
21 Pompa Daerator 1 4.500.000 4.500.000
22 Boiler 1 306.836.606 306.836.606
Total 760.615.884

Perkiraan Harga Unit Pengolahan Limbah
Tabel LE.6 Perkiraan harga Unit pengolahan
No Nama Kolam Ukuran
(P x L x T/D)
Volume
Efektif (m3)
Waktu Tinggal
1
2
3
Kolam I
Kolam II
Kolam III
15 x 18 x 3
15 x 11 x 3
15 x 11 x 3
400
200
200
3 hari
14 hari
14 hari
Keterangan :
P =Panjang
L =Lebar
T/D =Tinggi/dalam
Ukuran kolam I
Ukuran =15 x 18 =270 m2
Perkiraan harga jual pengolahan limbah =Rp 200.000 /m2 =Rp 54.000.000,-
Universitas Sumatera Utara
Ukuran Kolam II
Ukuran =15 x 11 =165 m2
Perkiraan harga jual bangunan limbah =Rp 200.000 /m2 =Rp 33.000.000,-
Ukuran Kolam III
Ukuran =15 x 11 =165 m2
Perkiraan harga jual bangunan limbah =Rp 200.000 /m2 =Rp 33.000.000,-
Harga Total Pengolahan Limbah
=Rp 54.000.000 +Rp 33.000.000 +Rp 33.000.000 =120.000.000,-
Harga-harga peralatan pada Tabel LE.4 dan Tabel LE.5 masih merupakan
harga indeks. Untuk memperoleh harga peralatan sampai dilokasi pabrik masih harus
ditambah lagi sejumlah biaya sebagai berikut :
Biaya transportasi =5%
Biaya asuransi =1%
Bea masuk =15%
PPn =10%
PPh =10%
Biaya gudang =0,5%
Ongkos bongkar muat =0,5%
Transportasi lokal =0,5%
Biaya tak terduga =0,5%
TOTAL =43% ((Peters & Timmerhaus, 1991)
+
Total harga peralatan =Rp 9.682.750.000,- +Rp 760.615.884,-
=Rp 10.443.365.884,-
Harga alat sampapai dilokasi pabrik :
=1,43 x (Total harga peralatan proses dan utilitas)
=1,43 x Rp 10.443.365.884,-
=Rp14.934.013.214,-
Biaya pemasangan 10% dari total harga peralatan :
=0,1 x Rp 10.443.365.884,-
= Rp 1.493.401.321,-
Harga peralatan proses dan utilitas terpasang (HPT)
=Rp 14.934.013.214 +Rp 1.493.401.321 = Rp 16.427.414.536,-
Universitas Sumatera Utara
c. Harga alat instrumentasi dan kontrol
Diperkirakan 5% dari HPPT =0,05 x Rp 16.427.414.536,-
=Rp 821.370.727,-
d. Biaya Perpipaan
Diperkirakan 10% dari HPPT =0,1 x Rp 16.427.414.536,-
=Rp 1.624.741.454,-
e. Biaya Instalasi Listrik
Diperkirakan 5% dari HPPT =0,05 x Rp 16.427.414.536,-
=Rp 821.370.727,-
f. Biaya Insulasi
Diperkirakan 5% dari HPPT =0,05 x Rp 16.427.414.536,-
=Rp 821.370.727,-
g. Biaya Inventaris Kantor
Diperkirakan 2% dari HPPT =0,02 x Rp 16.427.414.536,-
=Rp 328.548.291,-
h. Biaya Perlengkapan Pemadam Kebakaran
Diperkirakan 2% dari HPPT =2% x Rp 16.427.414.536,-
=Rp 328.548.291,-
i. Sarana Transportasi
Tabel LE.7 Biaya Sarana Transportasi
Kenderaan Jumlah Harga Unit (Rp) Total harga (Rp)
Direktur 1 500,000,000 500,000,000
Manager 5 350,000,000 1,750,000,000
Kepala Bagian 5 250,000,000 1,250,000,000
Karyawan 3 400,000,000 1,200,000,000
Ambulance 1 150,000,000 150,000,000
Mobil Pemadam 1 500,000,000 500,000,000
Truk Bahan Baku dan Produk 11 400,000,000 4,400,000,000
Total 9,750,000,000
Total MITL =A +B +C +D +E +F +G +H +I
=Rp 6.708.900.000 +Rp 6.066.000.000 +Rp 120.000.000
+Rp 16.427.414.536 +Rp 821.370.727 +Rp 1.642.741.454
+Rp 821.370.727 +Rp 821.370.727 +Rp 328.548.291
+Rp 328.548.291 +Rp 9.750.000.000
=Rp 43.836.264.753,-
Universitas Sumatera Utara
E.1.2 Modal Inventasi Tetap Tidak Langsung (MITTL)
A. Pra Inventasi
Meliputi survey diperkirakan 5% dari MITL .(Timmerhaus, 1991)
=0,05 x Rp 43.836.264.753,-
=Rp 2.191.813.238,-
B. Engineering dan Supervisi
Meliputi meja gambar dan alat-alatnya, inspeksi, pengawasan pembangunan
pabrik.
Engineering diperkirakan 5 % dari MITL (Timmerhaus, 1991)
=0,05 x Rp 43.836.264.753,-
=Rp 2.191.813.238,-
C. Biaya Kontruksi
Biaya kontraktor diperkirakan 5% dari MITL .(Timmerhaus, 1991)
=0,05 x Rp 43.836.264.753,-
=Rp 2.191.813.238,-
D. Biaya Tak Terduga
Biaya tak terduga diperkirakan 10% dari MITL ..(Timmerhaus, 1991)
=0,1 x Rp 43.836.264.753,-
=Rp 4.383.626.475,-

Total MITTL = A +B +C +D
=Rp 2.191.813.238,- + Rp 2.191.813.238,- + Rp 2.191.813.238,-
+Rp 4.383.626.475,-
=Rp 10.959.066.188,-
MIT =MITL +MITTL
=Rp 43.836.264.753,- +Rp 10.959.066.188,-
=Rp 54.795.330.941,-





Universitas Sumatera Utara
E.2 Modal Kerja (Working Capital)
Modal kerja dihitung untuk pengoprasian pabrik selama 3 bulan (75 hari).
E.2.1 Persediaan Bahan Baku Proses
TBS
Kebutuhan =30 ton/jam =30.000 kg/jam .(Lampiran A)
Harga =Rp 457,37/kg .(PKS. Asean Agree, 2007)
Harga total =90 x 30.000 kg/jam x 24 jam/hari x Rp 457,37 /kg
=Rp 29.637.576.000,-
Al2(SO)3
Kebutuhan = 18,320 kg/jam
Harga = 8000/kg(CV. Rudang jaya, 2006)
Harga total =90 hari x 18,320 kg/jam x 24 jam/hari x Rp 8000/kg
=Rp 316.569.600,-
Na2CO3
Kebutuhan = 9,893 kg/jam
Harga = Rp 7100 / kg (Cv. Rudang jaya, 2006)
Harga total = 90 hari x 9,893 kg/jam x 24 jam/hari x Rp 7.100/kg
= 151.719.048,-
Kaporit
Kebutuhan =0,857 kg/jam
Harga =7000 /kg ..(CV. Rudang jaya, 2006)
Harga total =90 hari x 0,857 kg/jam x 24 jam/hari x Rp 7000/kg
=Rp 12.957.840,-
Asam sulfat
Kebutuhan =9,368 kg/jam
Harga =Rp 365.000/ liter (CV. Rudang jaya,2006)
Total kebutuhan = liter/jam 141 , 5
m 1
L 1000
x
kg/m 1822,1898
kg/jam 9,368
3 3
=
Harga total =90 hari x 5,141 L/jam x 24 jam/hari x Rp 365.000/kg
= Rp 4.052.376.000,-
NaOH =1,891 kg/jam
Harga =20.000 /kg (CV. Rudang J aya, 2006)
Universitas Sumatera Utara
Harga total =90 hari x 1,891 kg/jam x 20.000 /kg
=Rp 81.691.200,-
Solar
Kebutuhan =37,531 kg/jam
Harga =1650 /kg (Analisa, Mei 2007)
Harga total =37,531 kg/jam x 1650/kg x 24 jam/hari x 90 hari
=Rp 133.760.484,-

Total biaya bahan baku proses dan utilitas selama 3 bulan :
=Rp 34.386.650.172,-
Harga Total pertahun =4 x Rp 34.386.650.172,- =Rp 137.546.600.688,-

2.2 Kas
Gaji Pegawai
Tabel LE.8 Perkiraan Gaji Karyawan
Jabatan Jumlah Gaji/bulan Total Gaji (Rp)
Direktur 1 15,000,000 15,000,000
Manager 5 10,000,000 50,000,000
Kepala Bagian 20 7,000,000 140,000,000
Karyawan 60 2,500,000 150,000,000
Dokter 1 5,000,000 5,000,000
Perawat 2 1,500,000 3,000,000
Petugas Keamanan 6 1,500,000 9,000,000
Petugas Kebersihan 8 600,000 4,800,000
Supir 10 1,000,000 10,000,000
Total 113 386,800,000

Total gaji pegawai selama 1 bulan =Rp 386.800.000,-
Total gaji pegawai selama 3 bulan =Rp 1.160.400.000,-
Biaya administrasi umum
Diperkirakan sebesar 20% dari gaji 3 bulan
=0,2 x Rp 1.160.400.000,-
=Rp 232.080.000,-
Biaya Pemasaran
Diperkirakan 15% dari biaya bahan baku dan utilitas selama 3 bulan
=0,15 x Rp 1.160.400.000
Universitas Sumatera Utara
=Rp 174.060.000,-
d. Pajak Bumi dan bangunan (PBB)
Perhitungan pajak bumi dan bangunan menurut menurut UU No.2 tahun 2000 J O.UU
No. 21 tahun 1997, maka:
Tanah
~ Luas tanah =20.330 m2
~Luas tanah yang tidak kena pajak =Tempat ibadah +Poliklinik +J alur hijau +
=160 m +200 +600 =960 m
2
~Luas tanah kena pajak =20.330 m
2
960 m
2
=19.370 m
2
~Pajak tanah =70% x harga tanah
=0,7% x Rp 300.000 /m
2
=Rp 210.000/m
2
~Total (NJ OP tanah) =Rp 210.000 m
2
x 19.370 m
2
=Rp 4.067.700.000,-
Bangunan
Luas bangunan =20.330 1000 =19.330 m
2
Pajak bangunan =Rp 300.000/m
2

~ NJ OP bangunan =Rp 19.330 m
2
x Rp 300.000/m
2
=Rp 5.799.000.000,-
~NJ OP bangunan tidak kena pajak =(tempat ibadah +taman)
=160 m
2
x Rp 300.000,-
=Rp 48.000.000,-
~Total (NJ OP) bangunan =Rp 5.799.000.000 Rp 48.000.000
=Rp 5.751.000.000,-
~NJ OP =NJ OP tanah + NJ OP bangunan
=Rp 4.067.700.000 Rp 5.751.000.000
=Rp 9.818.700.000,-
~NJ KP =20% dari NJ OP (UU.RI No 12/1985)
=0,2 x Rp 9.818.700.000,-
=Rp 1.963.740.000,-
PBB terhutang =0,5% dari NJ KP
=0,005 x Rp 9.818.700.000
=Rp 49.093.500,-
Pajak Bumi dan Bangunan per tiga bulan =(3/12) x Rp 49.093.500 = Rp 12.273.375
Universitas Sumatera Utara
Tabel LE.9 Perician Biaya Kas
No Jenis Biaya Jumlah (Rp)
1
2
3
4
Gaji karyawan
Biaya administrasi
Pemasaran
PBB
1.160.400.000
232.080.000
174.060.000
12.273.375
Total 1.578.813.375
E.2.3 Biaya start Up
Diperkirakan sebesar 3% dari MIT (Timerhaus,1991)
=0,03 x Rp 54.795.330.941 =Rp 1.643.859.928,-
E.2.4 Piutang Dagang
PD =ID/12 x HPT
Dimana :
PD =Piutang Dagang
J p =J angka waktu kredit yang diberikan ( tahun)
HPT =Hasil penjualan tahunan
Produksi CPO =5.274,430 kg/jam x 24 jam/hari x 360 kari/tahun
=45.571.075 kg/tahun
Harga jual produk CPO =Rp 3245,67/kg (PKS. Asean Agree, 2007)
Harga jual produk =45.571.075 kg/tahun x Rp 3245,67/kg
=Rp 147.908.671.644,-
Harga jual produk PKO =2036,0/kg .(PKS. Asean Agree, 2007)
Produk PKO =1.923,444 kg/jam =16.618.556 kg/tahun
Harga jual produk =16.618.556 kg/tahun x Rp 2036,04 /kg
=Rp 33.836.045.080,-
Harga jual total produk
=Harga jual CPO +Harga jual PKO
=Rp 147.908.671.644 +Rp 33.836.045.080
=Rp 181.744.716.728,-
Piutang Dagang =3/12 x Rp 181.744.716.728,-
=Rp 45.436.179.182,-

Universitas Sumatera Utara
Tabel LE.10 Perincian Modal Kerja (Working Capital)
No J enis Biaya J umlah (Rp)
1
2
3
4
Bahan baku dan utilitas
Kas
Start-up
Piutang Dagang
137.546.600.688
1.578.813.375
1.643.859.928
45.436.179.182
Total 186.205.453.173
Total Modal Investasi =MIT +Total Modal Kerja
=Rp 54.795.330.941 +Rp 186.205.453.173
=Rp 241.000.784.114,-
Modal ini berasal dari :
1) Modal sendiri =75% dari Total modal investasi
=0,75 x Rp 241.000.784.114
=Rp 180.750.588.086,-
2) Modal pinjaman Bank =25% dari Total modal investasi
=0,25 x Rp 241.000.784.114
=Rp 60.250.196.029,-
E.3 Biaya Produksi Total
E.3.1 Biaya Tetap (Fixed Cost /FC)
a) Gaji tetap 1 tahun +3 bulan gaji sebagai tunjangan gaji pokok.
=Rp 5.802.000.000,-
b) Bunga Pinjaman Bank
Diperkirakan sebesar 19% dari modal pinjaman Bank
=0,19 x Rp 60.250.196.029,-
=Rp 11.447.537.245,-
c) Depresiasi dan Amortisasi
Depresiasi dihitung dengan model garis lurus dengan harga akhir nol.
Rumus =
n
L) (P

Dimana : D =Depresiasi pertahun
P =Harga awal peralatan
L =Harga akhir peralatan
Universitas Sumatera Utara
N =Umur peralatan
Semua modal investasi tetap langsung (MITL) kecuali tanah mengalami
penyusutan yang disebut depresiasi, dan modal tetap tidak langsung (MITTL) juga
mengalami penyusutan yang disebut amortisasi.
Biaya amortisasi sebesar 20% dari MITTL sehingga
=0,2 x Rp 10.959.066.188
=Rp 2.191.813.238,-
Tabel LE.11 Perkiraan biaya depresiasi dan amortisasi
Komponen Harga komponen Umur Tahun Depresiasi
Bangunan 6,066,000,000 15 404,400,000
Peralatan Proses dan utilitas 16,427,414,536 10 1,642,741,454
Instrumentasi dan kontrol 821,370,727 15 54,758,048
Perpipaan 1,642,741,454 10 164,274,145
Instalasi Listrik 821,370,727 15 54,758,048
Insulasi 821,370,727 15 54,758,048
Inventaris kantor 328,548,291 5 65,709,658
Perlengkapan kebakaran 328,548,291 10 32,854,829
Sarana Transportasi 9,750,000,000 10 975,000,000
Total 3,449,254,232

Total biaya depresiasi dan amortisasi
Rp 2.191.813.238 +Rp 3.449.254.232 =Rp 5.915.058.182,-
d) Biaya Tetap Perawatan
Perawatan mesin dan alat-alat proses
Diperkirakan sebesar 10% dari HPPT
=0,1 x Rp 16.427.414.536
=Rp 1.642.741.454,-
Perawatan bangunan
Diperkirakan sebesar 5% dari harga bangunan
=0,05 x Rp 6.066.000.000
=Rp 303.300.000,-
Perawatan kenderaan
Diperkirakan sebesar 5% dari harga kenderaan
=0,05 x Rp 9.750.000.000
=Rp 487.500.000,-
Perawatan instrumentasi dan alat kontrol
Universitas Sumatera Utara
Diperkirakan sebesar 5% dari harga alat instrumentasi dan alat kontrol
=0,05 x Rp 821.370.727
=Rp 41.068.536,-
Perawatan perpipaan
Diperkirakan sebesar 5% dari harga perpipaan
=0,05 x Rp 1.642.741.454
=Rp 82.137.073,-
Perawatan instalasi listrik
Diperkirakan sebesar 5% dari harga intalasi listrik
=0,05 x Rp 821.370.727
=Rp 41.068.536,-
Perawatan insulasi
Diperkirakan sebesar 5% dari harga insulasi
=0,05 x Rp 821.370.727
=Rp 41.068.536,-
Perawatn inventaris kantor
Diperkirakan sebesar 5% dari harga inventaris kantor
=0,05 x Rp 328.548.291
=Rp 16.427.415,-
Perawatan perlengkapan kebakaran
Diperkirakan sebesar 5% dari harga perlengkapan kebakaran
=0,05 x Rp 328.548.291
=Rp16.427.415,-
e) Biaya Tambahan (Plant Overhead Cost)
Diperkirakan sebesar 20% dari Modal Inventasi Tetap
=0,2 x Rp 54.795.330.941,-
=Rp 10.959.066.188,-
f) Biaya pemasaran dan distribusi
Diperkirakan sebesar 15% dari Biaya tambahan
=0,15 x Rp 10.959.066.188,-
=Rp 1.643.859.928,-

Universitas Sumatera Utara
g) Biaya Asuransi
Pabrik diperkirakan sebesar 1 % dari MIT
=0,01 x Rp 54.795.330.941,-
=Rp 547.953.309,-
Karyawan diperkirakan sebesar 1% dari total gaji
=0,1 x Rp 5.802.000.000,-
=Rp 58.020.000,-
Total biaya asuransi =Rp 605.973.309,-
h) Pajak Bumi dan Bangunan
=Rp 49.093.500,-
Tabel LE. 12 Perincian Biaya Tetap (Fixed Cost)
No Jenis Biaya Jumlah (Rp)
1 Gaji Karyawan 5.802.000.000
2 Bunga Bank 11.447.537.245
3 Depresiasi dan amortisasi 5.641.067.470
4 Perawatan 2.671.738.965
5 Tambahan 10.959.066.188
6 Distribusi 1.643.859.928
7 Asuransi 605.973.309
8 PBB 49.093.500
Total 38.820.336.605

E.3.2 Biaya Variabel (Variabel Cost)
a. Biaya total bahan baku proses, utilitas dan limbah pertahun
=Rp 34.386.650.172,-
b. Biaya variabel pemasaran
Diperkirakan sebesar 10% dari biaya tetap pemasaran
=0,10 x Rp 1.643.859.928,-
=Rp 164.385.993,-
c. Biaya variabel perawatan
Diperkirakan sebesar 15% dari biaya tetap perawatan
=0,15 x Rp 2.671.738.965
=Rp 400.760.845,-
d. Biaya variabel lainnya
Diperkirakan sebesar 5% dari biaya tetap tambahan
Universitas Sumatera Utara
=0,05 x Rp 10.959.066.188
=Rp 547.953.309,-
Total biaya Variabel =Rp 35.499.750.319,-
Total biaya produksi
=Total biaya tetap +Total biaya variabel
=Rp 38.820.336.605,- +Rp 35.499.750.319,-
=Rp 74.320.086.924,-
E.4 Perkiraan Rugi/Laba
a. Laba sebelum pajak
=Total penjualan Total biaya produksi
=Rp 181.744.716.724 Rp 74.320.086.924
=Rp 107.424.629.800,-
b. Pajak penghasilan
Berdasarkan keputasan Menkeu R.I tahun 2000 pasal 17, tarif pajak
penghasilan adalah :
Penghasilan 0 50 juta dikenakan pajak sebesar 10%
Penghasilan 50 100 juta dikenakan pajak sebesar 15%
Penghasilan diatas 100 juta dikenakan pajak sebesar 30%
Maka perincian pajak penghasilan (PPh) :
10% x Rp 10.000.000 =Rp 5.000.000,-
15% x Rp 50.000.000 =Rp 7.500.000,-
30% x (Rp 107.424.629.800 Rp100.000.000)=Rp 32.197.388.940,-
Total PPh = Rp 32.209.888.940,-

c. Laba setelah pajak
=Laba sebelum pajak PPh
=Rp 107.424.629.800 Rp 32.209.888.940
=Rp 75.114.740.860,-




Universitas Sumatera Utara
E.5 Analisa Aspek ekonomi
a. Profit Margin (PM)
PM =
Penjualan Total
pajak sebelum Laba
x 100 %
= % 100 x
6.724 181.744.71 Rp
800 . 629 . 424 . 107 Rp

= 59,11 %

b. Break even point (BEP)
BEP = % 100 x
Variabel Biaya Penjualan Total
Tetap Biaya


= % 100 x
319 . 750 . 499 . 35 Rp 724 . 716 . 744 . 181 Rp
605 . 336 . 820 . 38 Rp


= 26,54 %

c. Return of Invesment (ROI)
ROI = % 100 x
Investasi Modal Total
pajak setelah Laba

= % 100 x
4.114 241.000.78 Rp
.860 75.114.740 Rp

= 31,17 %

d. Pay Out Time (POT)
POT =
3117 , 0
1
ROI
1
=
= 3,21 tahun




Universitas Sumatera Utara
LE-20
e. Return On network (RON)
RON =
Sendiri Modal
pajak setelah Laba
x 100%
=
086 . 588 . 750 . 180
860 . 114 . 75
Rp
Rp
x 100%
=41,56 %
f. Internel Rate of Return (IRR)
Untuk menentukan nilai IRR harus digambarkan jumlah pendapatan dan
pengeluaran dari tahun ke tahun yang disebut cash flow. Untuk memperoleh cash
flow diambil ketentuan sebagai berikut :
- Laba kotor diasumsikan mengalami kenaikan 10 % tiap tahun.
- Masa pembangunan disebut tahun ke nol.
- Perhitungan dilakukan dengan menggunakan nilai pada tahun ke sepuluh.
- Cash Flow =laba sebelum pajak pajak
Dari hasil perhitungan diperoleh IRR =40,13%.








Universitas Sumatera Utara

Garis Komando
Garis Koordinasi
RUPS















Gambar 9.1. Struktur Organisasi Perusahaan Pabrik Kelapa Sawit
Direktur
Dewan Komisaris Staf Ahli
Sekeretaris
Manajer Teknik
Manajer Produksi Manajer Pemasaran Manajer Keuangan Manajer Personalia
Kepala Teknik
Kasir
Listrik
Kasir
Instrumentas
i
Kasir Pem
Pabrik
Kasir
Proses
Kasir
Laboratorium
Kepala Produksi
Kasir
Utilitas
Kasir
Promosi
Kasir
Penjualan
Kepala Pemasaran
Karyawan
Kasir
Akuntansi
Kasir
Keuangan
Kasir
Kepegawaian
Kepala Keuangan Kepala Personalia
Kasir
Kesehatan
Kasir
Humas
Kasir
Keamanan
Universitas Sumatera Utara