Anda di halaman 1dari 4

NIOSH (National Institute of Occupational Safety and Health)

Biomekanika pada dasarnya mempelajari kekuatan, ketahanan,


kecepatan, ketelitian, dan keterbatasan manusia dalam melakukan
kerjanya.Faktor ini sangat berhubungan dengan pekerjaan yang bersifat material
handling, seperti pengangkatan dan pemindahan secara manual, atau pekerjaan
lain yang dominan menggunakan otot tubuh. Meskipun kemajuan teknologi telah
banyak membantu aktivitas manusia, namun tetap saja ada beberapa pekerjaan
manual yang tidak dapat dihilangkan dengan pertimbangan biaya ataupun
kemudahan. Pekerjaan ini membutuhkan usaha fisik sedang hingga besar dalam
durasi waktu kerja tertentu, misalnya penanganan atau pemindahan material
secara manual. Usaha fisik ini banyak mengakibatkan kecelakaan kerja ataupun
low back pain, yang menjadi isu besar di negara-negara industri belakangan ini.
Sebuah lembaga yang menangani masalah kesehatan dan keselamatan
kerja di Amerika, NIOSH (National Institute of Occupational Safety and Health)
melakukan analisis terhadap kekuatan manusia dalam mengangkat atau
memindahkan beban, dan merekomendasikan batas maksimum beban yang
masih boleh diangkat oleh pekerja yaitu Action Limit (AL) dan MPL (Maximal
Permissible Limit) pada tahun 1981. Kemudian lifting equation tersebut direvisi
sehingga dapat mengevaluasi dan menyediakan pedoman untuk range yang lebih
luas dari manual lifting. Revisi tersebut menghasilkan RWL (1991), yaitu batas
beban yang dapat diangkat oleh manusia tanpa menimbulkan cedera meskipun
pekerjaan tersebut dilakukan secara berulang-ulang dalam durasi kerja tertentu
(misal 8 jam sehari) dan dalam jangka waktu yang cukup lama.
Seperti yang udah saya tulis sebelumnya, ada beberapa jenis dalam
perhitungan analisis beban kerja, yakni beban kerja fisik, beban kerja mental,
dan juga pemanfaatan waktu. Sekarang saya akan membahas tentang beban
kerja fisik. Beban kerja fisik (physical workload) merupakan beban yang
diterima oleh fisik akibat pelaksanaan kerja. Beban kerja fisik ini diterima oleh
tubuh akibat melaksanakan suatu aktivitas kerja. Prinsip dasar dalam ergonomi
adalah bagaimana agar Demand < Capacity (bisa dilihat di posting tentang
analisis beban kerja), sehingga perlu diupayakan agar beban kerja fisik yang
diterima oleh tubuh saat bekerja tidak melebihi kapasitas fisik manusia
(pekerja) yang bersangkutan.
Untuk mengetahui mengevaluasi suatu pekerjaan berdasarkan kapasitas
fisik manusia dapat dilihat dari 2 sisi, yakni sisi biomekanika dan sisi fisiologi.
Sisi fisiologis melihat kapasitas kerja manusia dari sisi fisiologi tubuh (faal
tubuh), meliputi denyut jantung, pernapasan, dll. Sedangkan biomekanika lebih
melihat kepada aspek terkait proses mekanik yang terjadi pada tubuh, seperti
kekuatan otot, dan sebagainya.
Ada sejumlah faktor resiko ergonomi yang erat kaitannya dengan
pembebanan fisik, yakni:
Masalah postur kerja yang tidak normal
Pekerjaan yang berulang (repetitif)
Durasi kerja yang lama
Pembebanan statis pada otot
Tekanan kontak fisik
Getaran
Temperatur
Resiko-resiko di atas dapat menyebabkan terjadinya permasalahan
ergonomi secara fisik, khususnya yang terkait dengan permasalahan sistema
oto-rangka (muskuloskeletal disorder). Beberapa metode sudah banyak
dikembangkan untuk mengevaluasi faktor resiko tersebut yang ada pada suatu
pekerjaan.
Beberapa metode yang umum digunakan diantaranya:
NIOSH Lifting Guide
Rapid Upper Limb Assessment
Rapid Entire Body Assessment
Quick Expossure Checklist
dan sebagainya.
NIOSH Lifiting Guide
NIOSH Lifiting Guide merupakan panduan dalam aktivitas
penanganan material (material handling), khususnya yang berkaitan dengan
aktivitas pengangkatan (lifting) dan penurunan (lowering). NIOSH
memberikan sejumlah parameter keamanan dalam pelaksanaan aktivitas
penanganan material ini. Menurut NIOSH, beban maksimum yang dapat
diangkat oleh seseorang pada kondisi ideal adalah sebesar 23 kg. Meskipun
demikian, seiring dengan menurunnya kondisi ideal tersebut, maka beban yang
dapat diangkat akan terus berkurang. Aktivitas pengangkatan akan memberikan
resiko cedera jika nilai Lifting Index (LI) > 1. Informasi mendetail tentang
penggunaan NIOSH Lifiting Guide ini bisa dilihat di
http://www.cdc.gov/niosh/docs/94-110/

NIOSH ( National Institute of Occupational Safety and Health)
merupakan badan internasional dari USA, mengembangkan perhitungan
yang berguna untuk :
1. Mendesain pekerjaan secara manual
2. Menganalisis kelayakan ergonomi dari suatu aktivitas pemindahan benda
3. Mencegah potensial terjadinya cedera syaraf dan otot pada bagian tubuh

Berikut ini kondisi ideal dari suatu perhitungan NIOSH:
a) RWL ( Recommended Weight Limit ) = 23 kg
b) Tinggi benda dari lantai sebelum dipindahkan (Vorigin) = 75 cm
c) Jarak horizontal benda ke badan sebelum dipindahkan (Horigin) kurang
dari sama dengan 25cm
d) Jarak perpindahan vertikal benda 25cm
e) Sudut pemindahan benda 135o
f) Kopel benda = baik
g) Kriteria RWL yang boleh diangkat oleh wanita adalah 75% dari pria
Salah satu analisis resiko kondisi kerja adalah dengan
menggunakan metode pengukuran. Tools yang digunakan seperti perhitungan
NIOSH ( National Institute of Occupational Safety and Health). Analisis ini
dapat diterapkan setiap elemen kerja dalam satu aktivitas.