Anda di halaman 1dari 8

Modul Desain Database Terdistribusi

Modul 5
SQL REPLICATION
Pokokbahasan :
1. SQL REPLIKASI ONE WAY
2. SQL REPLIKASI TWO WAY



Modul Desain Database Terdistribusi
PRAKTIKUMDESAIN DATABASE TERDISTRIBUSI
MODUL 5
SQL REPLICATION


















LABORATORIUMREKAYASAPERANGKAT LUNAK
TEKNIKINFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2013/2014

Modul Desain Database Terdistribusi
MODUL 5
SQL REPLICATION

I. Tujuan
1. Memahami konsep dasar replikasi basis data
2. Mampu mengimplementasikan pendistribusian basis data melalui pendekatan
replikasi
II. Pokok Bahasan
1. SQL REPLIKASI ONE WAY
2. SQL REPLIKASI TWO WAY

III. Perlengkapanyangdibutuhkan:
1. Komputer Set(memory>=1GB, CPU>=PIV)
2. Web Sever Apache (Xampp / Wamp Server )
3. Mysql

IV. Dasar Teori
Replikasi
Replication Database adalah suatu fitur teknologi pada dunia pemrograman
database yang memungkinkan suatu database untuk mereplikasi atau mengopy
datanya ke database lain secara otomatis. Secara sederhana replikasi database adalah
proses automatik perintah dari database satu ke database lain yang tentunya terhubung
dalam jaringan.
Kegunaan dari proses replikasi ini adalah bila suatu database satu mengalami
kerusakan maka secara otomatis semua data yang telah disimpan pada database satu
dapat dilihat kembali di database lain. Konsep ini merupakan konsep teknologi yang
unik, karena secara otomatis segala perintah yang ada pada database satu akan
tersimpan pada database lain sehingga bila kehilangan data pada database satu,
database masih tersimpan di database lain.

Replikasi Natif (One-way)
Merupakan replikasi searah, dimana terdapat suatu komputer yang menjadi master
dan komputer lain yang menjadi slave. Dalam hal ini, komputer master memiliki hak
akses untuk melakukan read/write data, sedangkan komputer slave memiliki hak
Modul Desain Database Terdistribusi
akses untuk melakukan read data.











Skema desain master - slave

Replikasi Multi-master (Two-way)
Merupakan replikasi dua arah, dimana terdapat beberapa master (server), yang
artinya setiap komputer master memiliki hak akses yang sama untuk melakukan
read/write.







Skema desain master - master

V. Langkah-langkah praktikum Replikasi Natif (One-Way)
Sebelum melakukan konfigurasi pada komputer Master dan Slave, lakukan pengujian
koneksi dengan cara melakukan ping antara komputer master dan slave. Lalu buatlah
database dan table yang sama di dalam komputer Master dan Slave.
Komputer Master
1. Buka command prompt
2. Login ke mysql dengan cara melakukan perintah mysql u root p pada
Modul Desain Database Terdistribusi
command prompt
3. Ketikkan perintah untuk membuat user baru dan terapkan pada sistem seperti
berikut :










4. Lakukan modifikasi baris di bawah baris [mysqld] pada file my.ini yang terletak
pada C:\xampp\mysql\bin\my.ini. Pastikan server-id dari komputer Master dan
komputer Slave berbeda, lalu tambahkan binlog-do-db untuk nama database
yang akan di replikasi.

5. Sebelum melakukan restart MySQL pada computer slave, sebaiknya melakukan
pengecekkan server-id yang di bawah pada file my.ini. jika server-dinya beda,
maka samakan server id tersebut berdasrakan server id yang rubah.
6. Save file my.ini lalu restart MySQL
Modul Desain Database Terdistribusi
7. Kembali ke command prompt, lakukan perintah show master status; untuk
melihat status dari komputer Master










Dapat dilihat file status dan posisi dari file Master seperti gambar diatas.

Komputer Slave
1. Lakukan modifikasi baris di bawah baris [mysqld] pada file my.ini yang terletak
pada C:\xampp\mysql\bin\my.ini. Pastikan bahwa server-id dari Master dan
Slave berbeda. Tambahkan pula master-host untuk mengisi ip dari komputer
Master, master-user dan master-password untuk nama user dan password dari
user yang telah dibuat sebelumnya pada komputer Master dan replicate-do-db
untuk nama database yang akan di replikasi.












2. Sebelum melakukan restart MySQL pada computer slave, sebaiknya melakukan
Modul Desain Database Terdistribusi
pengecekkan server-id yang di bawah pada file my.ini. jika server-dinya beda,
maka samakan server id tersebut berdasrakan server id yang rubah.
3. Save file my.ini lalu restart MySQL
4. Hubungkan komputer slave dan komputer master. Sebelumnya buka command
prompt, lalu login ke mysql dengan melakukan perintah mysql u root p
5. Setelah itu lakukan perintah STOP SLAVE;, setelah berhasil lakukan
penghubungan komputer master dengan slave dengan mengetikkan perintah
CHANGE MASTER TO MASTER_HOST=[I P_MASTER],
MASTER_USER=[NAMA_USER],MASTER_PASSWORD=[PASSWORD_U
SER],MASTER_LOG_FILE=[STATUS_MASTER],
MASTER_LOG_POS=[POSI SI LOG FI LE];. Master_host adalah ip dari slave,
master_user adalah namanya (dalam hal ini slave), master_password adalah
paswordnya (dalam hal ini slave), master_log_file adalah status dari masternya
dan master_log_pos adalah filenya.
6. Lalu START SLAVE;









7. Cek keterhubungan dengan melakukan perintah SHOW SLAVE STATUS\G;.
Pastikan bahwa Slave_IO_Running dan Slave_SQL_Running telah berstatus
Yes. Dapat diartikan bahwa komputer Master dan Komputer Slave telah
terhubung, dan replikasi data dapat dilakukan.






Modul Desain Database Terdistribusi













Setelah melakukan konfigurasi diatas, lakukan input data pada komputer Master, anda
akan melihat data yang sama yang telah dimasukkan ke dalam komputer master di
komputer Slave.
VI. Tugas Praktikum

Buatlah konfigurasi replikasi Multi-master (Two-way), sehingga dapat melakukan
replikasi secara bersamaan dari masing-masing komputer!