Anda di halaman 1dari 3

Nama : Sabila Rahmawati

NIM : 12933
Prodi : Budidaya Perikanan
Berdasarkan data produksi budidaya ikan dunia untuk konsumsi pada tahun 2001-
2011, hampir di semua benua mengalami peningkatan. Hanya wilayah oceania saja yang
produksinya relatif konstan. Produsen terbesar dari budidaya ikan konsumsi berasal dari Asia
dengan produksi di atas 30 juta ton per tahunnya. Disusul Amerika, Eropa, Afrika dan
terakhir Oceania.


Data di atas menunjukkan 20 produsen terbesar di dunia untuk budidaya ikan
konsumsi dari tahun 2010-2011. Dapat di lihat Indonesia menempati urutan ke-4 setelah
Vietnam. China menempati posisi pertama sebagai produsen budidaya ikan konsumsi. Pada
tahun 2010 selisih Indonesia dengan Vietnam sebesar 366.972 ton. Sedangkan tahun 2011
lebih sedikit yakni 127.179 ton dengan angka produksi budidaya Indonesia mencapai
2.718.421 ton. Dalam hal ini Indonesia sangat berpotensi untuk menyalip Vietnam yang ada
di peringkat ke-3.
Sumber: www.fao.org/fishery/aquaculture/en

sumber: www.fao.org/fishery/capture/en

Untuk tabel data ke tiga menggambarkan penangkapan ikan di dunia pada 25 negara.
Di sektor penangkapan, indonesia menduduki peringkat ke-3 setelah peru dan peringkat
pertama masih di rajai oleh china. Dari tahun 2010 sampai 2011 peningkatan penangkapan
ikan indonesia hanya naik sekitar 6,1 %. Hal ini lebih sedikit dari pada peningkatan oleh
amerikan yang mencapai 16,4 % dan tepat di bawah indonesia. Oleh karena itu indonesia
harus waspada akan masalah ini agar amerika tidak menggeser indonesia di peringkat ke-3.