Anda di halaman 1dari 6

PRINSIP MANAJEMEN

Seperti dijelaskan diatas bahwa ISO 9001 versi 2000 dan versi 2008 lebih mengedepankan pada pola proses bisnis yang
terjadi dalam organisasi perusahaan sehingga hamper semua jenis usaha bisa mengimplementasi system management
mutu ISO 9001 ini.
System ISO 9001:2008 focus pada effectifitas proses continual improvement dengan pilar utama pola berpikir PDCA,
dimana dalam setiap process senantiasa melakukan perencanaan yang matang, implementasi yang terukur dengan jelas,
dilakukan evaluasi dan analisis data yang akurat serta tindakan perbaikan yang sesuai dan monitoring pelaksanaannya agar
benar-benar bisa menuntaskan masalah yang terjadi di organisasi.
Pilar berikutnya yang digunakan demi menyukseskan proses implementasi ISO 9001 ini, maka ditetapkanlah Delapan
prinsip manajemen mutu yang bertujuan untuk mengimprovisasi kinerja system agar proses yang berlangsung sesuai
dengan focus utama yaitu effectivitas continual improvement, 8 prinsip manajemen yang dimaksud adalah :
1) Customer Focus : Semua aktifitas perencanaan dan implementasi system semata-mata untuk memuaskan customer.
2) Leadership : Top Management berfungsi sebagai Leader dalam mengawal implementasi System bahwa semua gerak
organisasi selalu terkontrol dalam satu komando dengan commitment yang sama dan gerak yang synergy pada setiap
elemen organisasi
3) Keterlibatan semua orang : Semua element dalam organisasi terlibat dan concern dalam implementasi system
management mutu sesuai fungsi kerjanya masing-masing, bahkan hingga office boy sekalipun hendaknya senantiasa
melakukan yang terbaik dan membuktikan kinerjanya layak serta berqualitas, pada fungsinya sebagai office boy.
4) Pendekatan Proses : Aktifitas implementasi system selalu mengikuti alur proses yang terjadi dalam organisasi.
Pendekatan pengelolaan proses dipetakan melalui business process. Dengan demikian, pemborosan karena proses yang
tidak perlu bisa dihindari atau sebaliknya, ada proses yang tidak terlaksana karena pelaksanaan yang tidak sesuai
denganflow process itu sendiri yang berdampak pada hilangnya kepercayaan pelanggan
5) Pendekatan System ke Management : Implementasi system mengedepankan pendekatan pada cara pengelolaan
(management) proses bukan sekedar menghilangkan masalah yang terjadi. Karena itu konsep kaizen, continual
improvement sangat ditekankan. Pola pengelolaannya bertujuan memperbaiki cara dalam menghilangkan akar (penyebab)
masalah dan melakukan improvement untuk menghilangkan potensi masalah.
6) Perbaikan berkelanjutan : Improvement, adalah roh implementasi ISO 9001:2008
7) Pendekatan Fakta sebagai Dasar Pengambilan Keputusan : Setiap keputusan dalam implementasi system selalu
didasarkan pada fakta dan data. Tidak ada data (bukti implementasi) sama dengan tidak dilaksanakannya system ISO
9001:2008
8) Kerjasama yang saling menguntungkan dengan pemasok : Supplier bukanlah Pembantu, tetapi mitra usaha,business
partner karena itu harus terjadi pola hubungan saling menguntungkan.
Dengan 8 pilar ini diharapkan pelaksanaan ISO 9001:2008 benar-benar menjadi sangat productive dan effective untuk
meningkatkan kinerja perusahaan dalam mencapai target-target yang telah ditetapkan.




OHSAS Occupational Health and Safety Assesment Series-18001 merupakan standar
internasional untuk penerapan Sistem Manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja atau biasa
disebut Manajemen K3 . Tujuan dari OHSAS 18001 ini sendiri tidak jauh berbeda dengan
tujuan Sistem Manajemen K3Permenaker, yaitu Perlindungan terhadap para pekerja dari hal-hal
yang tidak diinginkan yg timbul dari lingkungan kerja pekerjaan itu sendiri yang berdampak
terhadap kesehatan dan keselamatan para pekerja DAN tidak menimbulkan kerugian bagi
perusahaan dan pekerja itu sendiri.
Akibat dari kecelakaan kerja bagi perusahaan yang bisa menciptakan citra buruk perusahaan dan
menurunkan image perusahaan di mata clients, media dan pekerja lainnya. seperti diketahui
Banyak Industri ataupun bisa jasa yang prosesnya berdampak negative terhadap lingkungan
serta kesehatan dan keselamatan pekerjanya, oleh sebab itu di butuhkan manajemen Kesehatan &
Keselamatan Kerja (Manajemen K3) sehingga ada jaminan bagi para pekerjanya. Hal inilah
yang menjadi alasan mengapa perusahaan besar terutama OIL&GAS mewajibkan semua
mitranya minimal harus mengimplementasikan sistemManajemen K3 atau biasa di sebut
dengan CSMS ( Contractor Safety Manajemen System ) serta untuk bisa mengikuti tender pada
bidang oil and gas syarat utamanya perusahaan wajib memiliki dokumen K3LL .
2. Standart dalam Penerapan OHSAS 18001
Standar OHSAS mengandung beberapa komponen utama yang harus dipenuhi oleh perusahaan
dalam penerapan Sistim Manajemen K3 dalam perusahaan secara berkesinambungan.
Komponen utama standar OHSAS 18001 dalam penerapannya di perusahaan meliputi:
1. Adanya komitmen dari semua management perusahaan tentang SistemManajemen K3 .
2. Adanya perencanaan/analisa tentang program-program Sistem Manajemen K3dalam
perusahaan
3. Melakukan Implementasi/penarapan Sistem Manajemen K3 dalam perusahaan itu sendiri
4. Pemeriksaan dan tindakan koreksi terhadap pelaksanaan Sistem Manajemen K3 di
perusahaan
5. Melakukan Review dari manajemen perusahaan tentang kebijakan SistemManajemen K3
untuk di praktekkan dalam semua kegiatan perusahaan secara berkesinambungan.
Berdasarkan 5 komponen utama diatas, tahapan dalam penyusunan SistemManajemen
K3 menurut OHSAS 18001 dibagi menjadi 7 tahapan yaitu :
1. Melakukan indentifikasi resiko secara dini dan bahaya kepada linkungan
2. Menyesuikan/melaksanakan ketetapan UU dan peraturan hukum yang berlaku
3. Menetapkan sebuah target perusahaan dalam pelaksana program tersebut nantinya
4. Semua komponen dalam perusahaan Melaksanakan program perencanaan demi untuk
tercapainya target dan objek yang telah ditentukan oleh perusahaan
5. Mengharuskan adanya perencanaan terhadap kejadian darurat dalam operational
6. Jangan Lupa untuk melakukan Review ulang terhadap target dan para pelaksana system
7. Penetapan kebijakan sebagai usaha untuk mencapai kemajuan yang berkesinambungan.
Tahapan penerapan ini lebih panjang jika dibandingkan dengan penerapan Sistem
Manajemen K3 menurut permenaker tetapi dari segi isi tidak ada perbedaan yang
signifikan.Seiring dengan upaya pelaksanaan OHSAS 18001 dalam perusahaan, muncullah suatu
konsep baru sebagai akibat praktek OHSAS 18001 dalam manajemen perusahaan. Konsep baru
tersebut yang lebih dikenal sekarang ini yaitu dengan nama Green Company.
Konsep. OHSAS 18001 memiliki beberapa kesesuaian dengan ISO 14001 dan ISO 9001,
sehingga banyak perusahaan sekarang mengintegrasikan tiga sistem tersebut sekaligua yaitu ISO
9001, ISO 14001 & OHSAS 18001 , dengan adanya sistem integrasi ini perusahaan akan lebih
banyak mengambil keuntungan baik dari sisi effisiensi biaya, waktu ataupun efektifitas
pelaksanaannya dalam perusahaan sebab dengan integrasi system artinya satu prosedur sudah
mencangkup tiga sistem tersebut di dalamnya ( ISO 9001, ISO 14001 & OHSAS 18001 )
3. Standart dalam proses penerapan Manajemen K3
Untuk menerapkan system Manajemen K3 ini dibutuhkan tiga tahapan proses, Sebagai berikut
:
1. Tahap Indentifikasi Awal Manajemen K3 - OHSAS 18001
Analisa / Indentifikasi terhadap tingkat kecukupan terhadap sistem dan fasilitas kesehatan
dan keselamatan kerja di organisasi / industry.
1. Mencakup evaluasi proses sistem tersebut di organisasi sebelumnya
2. Pemeriksaan terhadap prosedur yang ada (berikut dokumennya)
3. Analisa tingkat kecelakaan pada masa lalu dan peraturan atau perundang-undangan
yang berlaku.
2. Tahap Persiapan dan Implementasi Manajemen K3 - OHSAS 18001
Tahap ini merupakan tahap persiapan dokumen dan program kerja serta pelaksanaan
implementasinya. Pada tahap ini ada beberapa elemen yang harus diperhatikan yaitu :
1.Kebijakan kesehatan dan keselamatan kerja serta managementnya
2. Organisasi, sumberdaya dan training
3. Pengendalian operasional yang menjadi titik tolak prosedur proses, peraturan
kesehatan dan keselamatan kerja dan perijinannya di lingkungan kerja.
4. Tujuan dan target dari pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja
5. Panduan system kesehatan dan keselamatan kerja dan dokumentasi
6. Pengendalian operasional yang mencakup adalah sebagai berikut:
pemantauan kesehatan kerja,
persiapan proyek,
pembelian yang berhubungan dengan hal tersebut
pemasok.
7. Pemeriksaan dan tindakan pencegahan
8. Investigasi dan tindakan perbaikan secara terus menerus

3. Tahap Penilaian Kinerja Proses Manajemen K3 - OHSAS 18001
Tahap ini merupakan tahap penilaian terhadap system yang telah diterapkan yang mencakup
1. Penilaian dokumentasi
2. Verifikasi penerapan
3. Tindakan perbaikan/ pencegahan yang diperlukan secara terus menerus.







Apa sajakah manfaat-manfaat yang diperoleh dari pendaftaran ISO 14001?
o Meningkatkan kinerja lingkungan sesuai komitmen manajemen puncak
o Penghematan ongkos dapat dicapai melalui peningkatan efisiensi energi dan penggunaan air dan
minimalisasi buangan
o Mengurangi resiko dari terjadinya polusi dan kondisikondisi lainnya yang berkenaan dengan lingkungan, dan
oleh karena itu penghindaran dari ongkos pembersihan yang tidak perlu dan/atau pelaksanaan tindakan dari
lembaga-lembaga hukum
o Kesesuaian hukum melalui pengenalan perundangundangan baru dengan kecukupan waktu dalam
menghadapi masalah-masalah lingkungan terkini Mengurangi resiko dari ketidak-sesuaian dengan
perundang-undangan dan ongkos-ongkos tuntutan hukum selanjutnya
o Memberikan kesan mendalam pada suatu merek dimana para pelanggan akan memandang organisasi
tersebut telah melakukan pengendalian dampak lingkungan yang baik
o Meningkatkan pemusatan tujuan bisnis dan mengkomunikasikan masalah-masalah lingkungan terkini
Meningkatkan kemampu-labaan organisasi melalui pengurangan ongkos-ongkos dan meningkatkan
kepuasan pelanggan
Bagaimana mendapatkan sertifikasi ISO 14001
o Aplikasi permohonan pendaftaran ISO 14001 dilakukan dengan melengkapi kuestioner SML
o Audit ISO 14001 dilaksanakan oleh NQA. Hal ini terdiri dari dua kunjungan audit utama dengan
menggunakan formulir Audit Sertifikasi Awal
o Permohonan pendaftaran disetujui oleh NQA, berikut tahapan selanjutnya harus dilakukan oleh klien.
o Pemeliharaan sertifikasi ISO 14001 dikonfirmasikan melalui program Audit pengawasan (surveilans)
tahunan dan proses sertifikasi ulang setelah tiga tahun masa berlakunya sertifikasi ISO 14001 tersebut.

ISO 14001

Berbeda dengan standar ISO 9001 yang berkaitan dengan sistem manajemen mutu, maka ISO
14001 merupakan standar yang berisi persyaratan-persyaratan sistem manajemen lingkungan.
Konsep yang dipakai dalam ISO 14001 pada prinsipnya sama dengan ISO 9001, yaitu perbaikan
berkesinambungan hanya dalam ISO 14001 adalah dalam mengelola lingkungan.
Perusahaan yang menerapkan ISO 14001 harus dapat melakukan identifikasi terhadap aspek dan
dampak lingkungan yang diakibatkan oleh kegiatan atau operasi perusahaannya terhadap aspek
lingkungan. Dalam hal ini bukan hanya pengelolaan terhadap limbah atau polusi, namun juga
termasuk upaya-upaya kreatif untuk menghemat pemakaian energi, air dan bahan bakar.

ISO 14001 adalah standar sistem manajemen utama yang mengkhususkan pada persyaratan bagi
formulasi dan pemeliharaan dari SML. Tiga komitmen fundamental mendukung kebijakan
lingkungan untuk pemenuhan persyaratan ISO 14001, termasuk :

pencegahan polusi
kesesuaian dengan undang-undang yang ada
perbaikan berkesinambungan SML
Komitmen-komitmen tersebut memberikan panduan perbaikan kinerja lingkungan secara
keseluruhan.

ISO 14001 dapat digunakan sebagai alat bantu; fokus terhadap pengendalian aspek lingkungan
atau arah aktifitas produk dan pelayanan anda berkenaan dengan pengelolaan lingkungan;
sebagai contoh, emisi udara, tanah, atau air. Organisasi wajib menjelaskan apakah yang mereka
akan lakukan, mengikuti prosedur yang tersedia dan mendokumentasikan upaya-upaya mereka
untuk mendemonstrasikan kesesuaian dan perbaikan. Anda diharapkan menyusun tujuan, sasaran
dan menerapkan program untuk meningkatkan kinerja lingkungan anda yang mana pada
akhirnya akan memberikan manfaat adanya peningkatan keuangan.


ISO 22000

Perusahaan makanan atau minuman dituntut untuk memperhatikan aspek kesehatan dan
keselamatan pelanggannya, sehingga harus meningkatkan pengendalian kontrol internalnya
terutama dalam proses produksi. ISO 22000 merupakan suatu standar yang berisi persyaratan
sistem manajemen keamanan pangan. Standar ini fokus terhadap pengendalian dalam sistem dan
proses produksi produk makanan dan minuman. Setiap jenis produk baik makanan atau minuman
harus dibuatkan rencana proses dan pengendaliannya. Pada dasarnya ISO 22000 tidaklah berbeda
jauh dengan ISO 9001, hal yang membedakan terdapat dalam klausul 7: perencanaan dan
realisasi produk dan klausul 8: validasi, verifikasi dan perbaikan sistem.

Karakteristik ISO 14001
Generik
- Dapat diterapkan untuk seluruh tipe dan ukuran organisasi
- Mengakomodir beragam kondisi geografis, sosial dan budaya.
Sukarela
Tidak memuat persyaratan kinerja lingkungan (misal, kriteria untuk sarana pengolahan
limbah cair)
Sarana untuk secara sistematis mengendalikan dan mencapai organisasi kinerja
lingkungan yang dikehendaki.
Memuat kinerja yang fundamental untuk dicapai :
- Mentaati peraturan perundang-undangan dan ketentuan lingkungan yang relevan; dan
- Komitmen untuk terus menerus memperbaiki sejalan dengan kebijakan organisasi.
Didisain komplemen dengan standar seri Sistem manajemen Mutu ISO 9000.
Dapat digunakan untuk keperluan sertifikasi dan/ atau deklarasi sendiri.
Dinamis, adaptif terhadap :
- Perubahan di dalam organisasi : sumberdaya yang digunakan, kegiatan dan proses yang
berlangsung.
- Perubahan diluar organisasi : peraturan, pengetahuan tentang dampak lingkungan dan
teknologi.
Standar SML memuat persyaratan sistem manajemen yang berbasis pada siklus plan,
implement, check and review
Keterkaitan yang erat antar klausul atau elemen standard.

Prinsip Pokok dan Elemen ISO 14001

Prinsip 1 : Komitmen dan kebijakan
Organisasi harus menetapkan kebijakan lingkungan dan memastikan memiliki komitmen
terhadap SML.
Prinsip 2 : Perencanaan
Organisasi harus menyusun rencana untuk mentaati kebijakan lingkungan yang ditetapkannya
sendiri.
Prinsip 3 : Implementasi dan Operasi
Agar terlaksana dengan efektif, organisasi harus mengembangkan kemampuan dan mekanisme
pendukung yang diperlukan untuk mentaati kebijakan lingkungan, tujuan dan sasaran
manajemen.
Prinsip 4 : Pemeriksaan dan Koreksi
Organisasi harus memeriksa, memantau dan mengoreksi kinerja lingkungannnya.
Prinsip 5 : Kaji Ulang Manajemen
Organisasi harus mengkaji ulang dan terus-menerus memperbaiki Standard Manajemen
Lingkungan dengan maksud untuk menyempurnakan kinerja lingkungan yang telah dicapai.
Standard Manajemen Lingkungan adalah kerangka kerja organisasi yang harus terus
disempurnakan dan secara periodik dikaji ulang agar secara efektif dapat mengarahkan kegiatan
pengelolaan lingkungan sebagai respon terhadap perubahan faktor internal dan eksternal
organisasi.