Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

Pemasaran Global
KOMUNIKASI PEMASARAN GLOBAL
(Perusahaan Sony Ericson Dengan Pendekatan Kebudayaan)



Disusun Oleh :
Kelompok 2

Natalia Bahiu 110612262
Herlin Ie 110612144




FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS SAM RATULANGI
MANADO
2014
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan
rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah ini.
Kami menyadari dalam penulisan makalah ini jauh dari sempurna karena keterbatasan dan
kemampuan yang kami miliki. Oleh karena itu kami mengharapkan saran dan kritik yang
sifatnya membangun untuk perbaikan penulisan makalah ini.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
menyumbangkan tenaga, pikiran dan materi baik moril maupun materil serta dorongan
kepada kami dalam menyelesaikan penulisan makalah ini, sehingga makalah ini dapat
terselesaikan.
Kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat umumnya bagi para
pembaca dan khususnya bagi kami.



Penulis


Kelompok 2









DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan
BAB II PEMBAHASAN
A. Variabel Kunci yang Mempengaruhi Komunikasi Pemasaran Global
B. Strategi Komunikasi Pemasaran Global
C. Isu isu Khusus dalam Komunikasi Pemasaan Global
Komunikasi Pemasaran Global Sony Ericson dengan Pendekatan Kebudayaan
Hubungan antara konsep teori dan perusahaan
BAB III PENUTUP
KESIMPULAN
SARAN
DAFTAR PUSTAKA




BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sony (saat itu nama perusahaannya menggunakan bahasa Jepang Tokyo Tsushin
Kogyo) merupakan perusahaan terbesar di Jepang dan juga di dunia yang diperdagangkan
dalam bursa saham Tokyo (6758) dan bursa saham New York (SNE melalui ADR). Kata
Sony diserap dari bahasa latin Sonus yang berarti akar dari sonik dan bunyi, dan serapan
dari bahasa Inggris Sonny yang diartikan sebagai anak kecil yang memiliki arti adanya
sekelompok anak muda yang berusaha keras menciptakan inovasi yang tidak terbatas. Sony
didirikan pada Mei 1946 sebagai perusahaan elektronik yang saat itu baru memiliki 20
karyawan dengan hasil produksi pertama ialah alat penanak nasi (1940). Sekitar tahun 1958
Tokyo Tsushin Kogyo resmi mengganti nama perusahaan menjadi Sony Corporation.
Semakin berjalannya waktu, semakin berkembang dan besar pula perusahaan yang
didalangi oleh Akio Morita ini. Sony Corporation mempunyai penjualan sebesar US$63
milyar dan 189.700 karyawan. Tahun 1988 Sony Corporation membeli Colombia (CBS)
Records Group dari CBS dan merubah nama perusahaannya menjadi Sony Music
Entertainment. Lalu mengakuisisi perusahaan Aiwa tahun 2002. Sony juga mempunyai
saluran-saluran TV di India bahkan komunitas India di Eropa. Perkembangan perusahaan
Sony Music Entertainment pada tahun 2004 berhasil melakukan merger dengan BMG
menjadi Sony BMG Music yang disetujui oleh Uni Eropa dan juga bersama RIAA Universal
menguasai 60% pasar musik dunia. Kemudian pada tahun yang sama, Sony membeli
perusahaan Metro Goldwyn-Mayer seharga US$5 milyar dan masih menyisihkan hutang
sebesar US$2 milyar.
Dalam produksi film, Sony Pictures Entertainment bekerja sama dengan Colombia
Pictures, TriStar pictures, Mandalay Entertainment, Phoenix Pictures, Sony Pictures Classics,
Sony Pictures Entertainment, Colombia-TriStar Home Video, Truimph Films, Metro-
Goldwyn Mayer, United Artist, Screen Gems. Dalam bidang musik, Sony BMG Music
Entertainment dengan Colombia Records, Epic Records, Legacy Recordings, Sony Classical,
Sony Nashville, dan Sony Wonder. Dalam bisnis Handphone bersama dengan Ericsson
menciptakan hasil karya baru Sony Erricsson. Dalam bidang Video menghasilkan produk
PlayStation dan juga Tape Recorder dan juga Hardware komputer.
Perusahaan Sony juga meluas di Indonesia, PT. Sony Indonesia didirikan tahun 1995
berpusat di gedung Sentra Mulia Jakarta Selatan. Awalnya Sony memiliki dua pabrik di
Cibitung yaitu PT. Sony Electronics Indonesia dan PT. Sony Manufacturing Indonesia,
namun telah ditutup. Sedangkan dengan perusahaan Ericsson yang didirikan oleh Larn
Magnus Ericsson (1876) merupakan perusahaan besar di Swedia yang berpusat di Kista.
Awalnya Larn membangun sebuah toko perbaikkan telegram dan memperbaiki telepon asing
oleh Carl Johan Anderson yang berpusat di Stockholm (1876). Pada tahun 1878 Ericsson
mulai menjual sendiri peralatan telepon dan switchboards untuk perusahaan telekomunikasi
pertma di Swedia, Stockholm Allmanna Tellefonaktiebolag.
Ericsson beroperasi dalam bidang telekomunikasi dan sistem komunikasi data
khususnya jaringan selular. Ericsson memperluas pasarnya ke luar negeri. Inggris dan Rusia
merupakan negara awal tujuan pemasaran. Beberapa negara seperti Inggris, Australia, dan
selandia baru merupakan pelanggan sekaligus pasar Ericsson terbesar non-Eropa tahun 1890-
an. Ericsson pernah mengalami krisis keuangan sehingga Ericsson harus mengurangi
keterlibatan dalam operasi perusahaan telepon. Namun, Ericsson tetap menjadi perusahaan
pertama dalam merilis telepon yang dilengkapi dengan handsfree pada tahun 1960-an.
Sebelumnya juga merilis Ericofon pada tahun 1956.
Ericsson memutuskan untuk membuat chip di philips facility. Namun, sejak
kebakaran yang menimpa pabrik tersebut, Ericsson menderita kerugian akibat pemasaran
produk yang tertunda. Selang kejadian tersebut Ericsson mengalami kerugian yang sangat
besar. Oleh karena itu, Ericsson memutuskan untuk melakukan penggabungan atau merger
dengan perusahan asia yang dapat menghasilkan biaya yang lebih rendah untuk pemasaran
handset. Lalu bergabunglah perusahan Sony dan Ericsson pada Agustus 2001 dengan
menandatangani syarat-syarat penggabungan kedua perusahaan dan segera diumumkan pada
bulan april 2001. Akhirnya terbentuklah sebuah perusahaan besar yang namanya sudah tidak
asing hingga saat ini yaitu Sony Ericsson (oktober 2001) dengan nama lengkap Sony
Ericsson Mobile Communication AB. Sony Ericsson menjadi perusahaan terbesar ke enam
setelah Nokia, Samsung, LG, Research in Motion, dan Apple.
Menciptakan model baru berkemampuan fotografi digital merupakan strategi Sony
Ericsson yang sukses di pasar dunia tahun 2002-2003 dengan pencapaian target keuntungan
pertama. Kemudian pada Juni 2003, SE menghentikan produk CDMA untuk pasar Amerika
Serikat dan terfokus pada pemasaran GSM. Pada Oktober 2003, SE kembali melancarkan
P900 yang diperkenalkan di Las Vegas dan Beijing. Tahun 2004, pasar saham SE meningkat
hingga 7% dari 5,6% disusul pada bulan Juli, SE mengeluarkan produk P910 communicator
dengan fitur thumbboard terintegrasi, e-mail, dan memory eksternal. Pada tahun 2005, SE
kembali merilis ponsel erbaru K750i dengan fitur kamera 2 megapixel dan juga W800i
sebagai kesuksesan pertama SE dalam memproduksi ponsel Walkman. Selanjutnya SE juga
memproduksi operasi Symbian UIQ P990 (Oktober 2005), CyberShot K750 (2005),
CyberShot K850 (2007), C905 (2008).
Perusahaan Sony Ericsson memberikan penciptaan fitur dan layanan untuk barang-
barang produksinya. Sebagian ponsel Sony Ericsson menggunakan layanan suara GSM 2G
dan 3D dan juga layanan EDGE (2.5G) dan 3.5G. sebagiannya juga menggunakan layanan
1G, cdma 2G, 3G, 2.5G dan 3.5G (EV-DO). Sony Ericsson juga menggunakan layanan
jaringan dari jepang, seperti au by KDDI, softBank Mobile, dan NTT docomo. Selain itu,
Sony Ericsson juga memiliki fitur PlayNow Area yang dapat digunakan untuk mengunduh
file yang tersedia dalam fitur tersebut. Tahun 2009, perusahan SE mengalami penurunan
tajam sehingga harus memecat hingga ribuan karyawan sebagai upaya untuk mengendalikan
biaya dan gejolak ekonomi yang berkelanjutan serta memindahkan markasnya ke Atlanta.
SE memilih Atlanta karena berdekatan dengan AT&T Inc yang merupakan salah satu
perusahaan sebagai pelanggan terbesar. Kemudian SE mengkonsolidasikan pengembangan
produk dengan menutup site research di berbagai negara seperti di Swedia, Chennai, India,
Miami, San Diego, Seattle, Kista dan Traingle Park.
Standar penamaan ponsel SE setelah Mobile World Congress (2008), SE
menggunakan 4 karakter dalam sistem penamaannya. Perusahaan SE memberikan metode
penamaan terhadap barang produksinya(ponsel) bukan hanya sekedar seri biasa. Namun,
karakter-karakter tersebut memiliki arti sebagai berikut: karakter pertama melambangkan
inisial seri. Karakter kedua sebagai segmen atau kelas mana ponsel tersebut di tujukan. Lalu
karakter ketiga menggambarkan versi atau urutan angka kelahiran atau peluncuran ponsel
tersebut. Karakter keempat sebagai form factor atau bentuk. Karakter keempat seperti i, a, c
biasanya ada di akhir penamaan. Untuk pasar internasional huruf i akan dihilangkan.
Ada 3 model penamaan ponsel-ponsel SE, yaitu: pertama, menggunakan 5 karakter.
Kedua, 3 karakter. Ketiga, 4 karakter. Pada metode yang pertama misalnya kita ambil contoh
K750i. Huruf K melambangkan seri. Lalu diikuti dengan 3 angka dibelakangnya, angka
yang pertama menunjukan sub-seri, angka kedua menunjukan update dari seri sebelumnya,
sedangkan angka ketiga akan selalu dituliskan angka 0 atau 8. Angka 8 menunjukan variasi
ponsel dengan pasar yang berlainan tanpa fitur. Lalu karakter kelima yang menunjukkan
huruf i adalah menjelaskan di wilayah mana ponsel tersebut di pasarkan atau diproduksi.
Huruf i untuk wilayah internasional (global) sedangkan a dan c untuk Amerika Serikat dan
Cina. Pada metode kedua menggunakan 3 karakter. Pola ini diambil dari sistem penamaan
Ericsson. Karakter pertama sebagai seri, kedua sebagai sub-seri, kettiga sebagai
perkembangan dari rilis sebelumnya dan yang terakhir update dari model sebelumnya (T68
ke T68i).


A. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka masalah dalam makalah ini dapat
dirumuskan sebagai berikut:
1. apa strategi yang dilakukan perusahaan sony Ericson untuk bersaing dengan
competitor lain ?
2. bagaimana cara perusahaan dalam melakukan komunikasi pemasaran global
terhadap produk sony ericson?


B. Tujuan

1. Bisa memahami , menjelaskan , serta mempresentasikan isi dari makalah ini
2. Menjadi salah satu syarat dalam mengikuti ujian semester.


BAB II
PEMBAHASAN


A. Variabel kunci yang mempengaruhi Komunikasi Pemasaran Global
Ada sejumlah variabel yang bisa mempengaruhi efektifitas komunikasi pemasaran
yang melewati batas-batas Negara. Beberapa di antara factor tersebut bisa dikendalikan
oleh manajemen local atau manajemen antor pusat. Dua factor yang paling berdampak
langsung dan segera pada organisasi dan aktivitas komunikasinya adalah budaya dan
media.

1. Budaya
Nilai , keyakinan , gagasan , kebiasaan , tindakan dan symbol yang dipelajari oleh
anggota masyarakat tertentu dikenal dengan istilah budaya . budaya berperan penting
memberikan identitas dan pedoman bagi setiap individu mengenai perilaku yang bisa
diterima . selain itu, budaya memiliki berbagai aspek : nilai dan keyakinan yang
berhubungan dengan symbol , seperti bahasa dan estetika ;
Symbol . bahasa , baik dalam bentuk tertulis maupun lisan , memungkinkan
anggota masyarakat untukmelakukan dialog dan bertukar pikiran.
Institusi dan kelompok . berbagai institusi yang membantu pembentukan struktur
masyarakat dan budaya tertentu memberikan wahana komunikasi dan pelestarian
budaya.
Nilai . salah satu riset yang paling berpengaruh dalam literature pemasaran global
menyangkut aspek budaya adalah penelitian yang dilakukan Hofstede (1985 ,
1990) . penelitian hofstede mengidentifikasi beberapa dimensi budaya. Dimensi
pertama menekankan tujuan pribadi dan keinginan untuk diberdayakan ,
berkembang dan menjadi pemimpin yang baik. Dimensi budaya berikutnya
berkaitan dengan peranan wewenang dalam masyarakat . dalam high power
distance cultures , wewenang sangat penting dan menentuka sebagian besar
keputusan yang dibuat . sebaliknya dalam low power distance cultures orang
lebih suka menggunakan pemrosesan kognitif dan membuat keputusan beralasan
berdasarkan informasi yang tersedia.


2. Media
Perkembangan teknologi berdampak besar pada bentuk dan jenis media yang bisa
diakses audiens. Perkembangan media dipengaruhi oleh perubahan struktual dan regulasi
menyangkut industry media disetiap Negara. Beberapa tren yang dijumpai dalam
perkembangan media global antara lain meliputi :
Belanja iklan untuk media elektronik berkembang pesat dan bahkan menyedot
sebagian anggaran belanja media cetak.
Belanja iklan untuk surat kabar diseluruh dunia mengalami penuruan
signifikan
Jumlah majalah umum berkurang dan sebaliknya , jumlah majalah spesifik
berkembang pesat.
Pertumbuhan fasilitas satelit memfasilitasi perkembangn jaringan televisi dan
TV kabel.
Pemrograman dan distribusi televisi semakin hari semakin penting.
Media diluar rumah , khususnya media diluar gedung dan media alternative
baru ,mengalami pertumbuhan signfikan.
Webvertising , mengalami perkembangan dramatis , terutama dalam beberapa
tahun terakhir.

B. Strategi Komunikasi Pemasaran Global

Debat mengenai sejauh mana sebuah organisasi harus mengadaptasikan pesan
eksternalnya agar bisa lebih sesuai dengan kondisi Negara local atau regional telah lama
berlangsung. Pendapat yang mendukung strategi adaptasi pesan agar bisa memenuhi
kebutuhan local atau regional tertentu didasarkan pada beberapa argument berikut :
1. Kebutuhan konsumen berbeda-beda dan bervariasi intensitasnya. Asumsi bahwa
terdapat stimuli iklan tertentu yang memilki daya tarik universal cenderung tidak
realistis. Oleh sebab itu , gagasan dan konsep pesan yang dirancang secara
terpusat besar kemungkinanya tidak sesuai dengan pasar local.
2. Infrastruktur yang dibutuhkan untuk mendukungpenyampaian pesan standar
sangat bervariasi , baik antar Negara maupun antar daerah dalam Negara yang
sama.
3. Tingkat pendidikan antar Negara berbeda-beda , ini berarti bahwa kemampuan
konsumen untuk memberikan makna pada pesan diterima juga berbeda-beda.
4. Tingkat dan cara pengendalian terhadap komunikasi pemasaran di setiap Negara
merupakan refleksi dari kondisi ekonomi , budaya dan politik setempat. Ini berarti
bahwa apa yang dianggap sebagai aktifitas ekonomi pemasaran yang bisa
doterima satu Negara mungkin saja tidak boleh dinegara lain.
5. Manajemen local terhadap implementasi standar yang ditentukan secara terpusat
sangat mungkin tidak efetif karena kurangnya rasa kepemilikan atas pesan
bersangkutan.

Meskipun strategi standarisasi yang memilki argument berbeda beda dalam
praktik jarang ada perusahaan yang menerapkan adaptasi total maupun standarisasi
total. Sebaliknya mayoritas perusahaan lebih memilih pendekatan kontingensi
(glocalization) .

C. Isu isu khusus dalam komunikasi pemasaran global

Ada beberapa isu yang perlu dicermati oleh setiap pemasar global di antaranya :

1. Perbedaan bahasa
Penerjemah merek atau slogan kamapnye iklan ke dalam bahsa setempat bisa
menimbulkan masalah besar jika ternyata makna atau artinya sama sekali berbeda
dengan yang dimaksud.
2. Ketersediaan media
Ketersediaan media sangat tergantung pada regulasi pemerintah dan infrastruktur
media.
3. Kendali pemerintah
Regulasi pemerintah bisa menyangkut penggunaan media , pesan yang
disampaikan , anggaran periklanan , dan kepemilikan agen periklanan.
4. Ketersediaan agen periklanan
Jumlah dan kualitas agen periklanan sangat bervariasi antar Negara . di Negara
maju seperti amerika dan inggris , jumlahnya lebih dari 500 agen.
5. Ketentuan mengenai promosi penjualan




Komunikasi Pemasaran Global Sony Ericson dengan Pendekatan Kebudayaan
Sebagai salah satu perusahaan internasional yang ternama, Sony Ericsson tidak
terlepas dari usaha untuk selalu beradaptasi dengan kebudayaan (culture) dari wilayah di
mana produk Sony Ericsson dipasarkan. Berdasarkan pendekatan budaya, dikenal dua jenis
budaya berdasarkan pengaruh komunikasinya, yaitu high-context dan low-context cultures.
Negara-negara yang menganut high-context cultures seperti Jepang, Indonesia, Korea, dan
negara-negara di Asia pada umumnya. Sedangkan negara-negara yang menganut low-context
cultures adalah Amerika Serikat, Jerman, Inggris, dan lain-lain. Disini dibahas mengenai
pendekatan yang dilakukan Sony Ericsson di negara yang dianggap mewakili dua budaya
high dan low-context cultures tersebut.
Sony Ericsson memiliki keterkaitan
yang erat dengan Jepang karena Sony
sendiri merupakan brand yang identik
dengan negara ini. Di Jepang, yang
termasuk ke dalam high-context cultures,
Sony Ericsson menggunakan pendekatan
yang sifatnya lebih polychronic. Hal ini
bisa dilihat dalam cara Sony Ericsson








Jepang menyediakan informasi
seputar produknya, yang salah satunya
adalah melalui website resmi Sony
Ericsson Jepang. Dalam tampilannya,
website resmi Sony Ericsson Jepang dan
Amerika Serikat sangatlah berbeda,
terutama dari display atau tampilannya.
Dalam website resmi Sony Ericsson
Jepang, yang terlihat sangat menonjol
adalah tampilan visual produk
dibandingkan dengan kata-kata.
Hal ini karena salah satu bentuk budaya polychronic adalah adanya bentuk
komunikasi yang lebih bersifat indirect.
Sedangkan website resmi Sony Ericsson low-context cultures misalnya Amerika lebih
bersifat langsung (direct), di mana tampilan visualnya tidak terlalu menonjol dibandingkan
dengan tampilan informasi yang disusun dalam bentuk pointers. Hal ini mempengaruhi
perusahaan dalam melakukan pendekatan marketing terhadap customernya. Karena itulah,
Sony Ericsson membuat tampilan yang lebih sederhana dalam visual, namun lengkap dari
segi informasi karena bagi masyarakat dalam budaya monocronic tidaklah penting siapa yang
menyampaikan informasi, tetapi yang lebih penting adalah isi dari informasi itu sendiri
Sedangkan untuk website resmi Sony Ericsson Jepang, segi visual lebih ditonjolkan karena
dalam budaya polychronic komunikasi yang bersifat tidak langsung merupakan pilihan
utama. Selain itu, bahasa non-verbal juga lebih dipilih. Karena itu tampilan visual dengan
tidak terlalu banyak kata-kata menjadi pilihan dalam website ini. Selain itu, tampilan dengan
visual yang menonjol juga memberikan penekanan yang lebih kepada gaya hidup dan
terkesan tidak terlalu menjual atau mendorong orang secara langsung dengan kata-kata
yang persuasif.


Hubungan antara konsep teori dan perusahaan
1. Berdasarkan teori diatas dikatakan bahwa ada dua variabel kunci yang mempengaruhi
perusahaan yaitu budaya dan media jika dikaitkan dengan perusahaan Sony Ericson
hubunganya terlihat jelas dimana perusahaan menggunakan pendekatan kebudayaan
untuk beradaptasi dengan kebudayaan (culture dari wilayah di mana produk sony
Ericson dipasarakan. Sedangkan media , sony Ericson menggunakan media eletronik ,
serta webvertising (iklan diinternet , baik diportal , fasilitas e-mail , chatting) dalam
memasarkan produk mereka.

2. Dalam penerapan staretegi komunikasi pemasaran global pada teori diatas dikatakan
bahwa mayoritas perusahaan lebih memilih pendekatan kontingensi (glocalization)
pada strategi ini dijelaskan tujuan pemasaran untuk mengadaptasinya adalah dengan
memenuhi kebutuhan budaya setempat dengan cara menyesuaikan bahasa dan
komponen lainya.hubungannya dengan strategi pemasaran pada perusahaan sony
Ericson adalah perusahaan ini melakukan penyesuaian aspek kebudayaan dimana
produk sony dipasarkan . tidak hanya dilihat dari komponen aspek budaya saja tetapi
sony Ericson melakukan inovasi inovasi dalam mengembangkan produknya agar
bisa menarik minat dari calon pelanggan, hal ini dilakukan agar pelanggan tidak
merasa jenuh dengan produk yang sudah dipasarkan.










Grafik Perkembangan Sony Ericson













BAB III
PENUTUP


KESIMPULAN

1. Sony Ericson menerapkan pendekatan kebudayaan untuk beradaptasi dengan
kebudayaan dimana produk ini dipasarkan. Dengan mengkategorikan beberapa
Negara yang ada dalam high context dan low context.
2. Startegi yang dilakukan Sony Ericson adalah selalu melakukan upaya upaya dalam
pengembangan produk baik agar lebih menarik minat para pelanggan.
3. Dengan melihat konsep teori diatas dapat dikatakan bahwa ada kaitanya antara konsep
teori seperti variabel kunci yang mempengaruhi pemasaran global dengan strategi
komunikasi pemasaran gobal.

Saran
Agar penerapan strategi perusahaan dalam mengembangkan dan berinovasi dengan
produk-produk sony Ericson dapat maksimal maka perusahaan harus melakukan riset
pasar terlebih dahulu dengan melihat kondisi serta perkembangan pasar . hal ini perlu
dilakukan oleh perusahaan agar perusahaan bisa mengetahui apa yang menjadi kebutuhan
dan keinginan dari konsumen .






DAFTAR PUSTAKA

Pemasaran Global : Internasionalisasi dan Internetisasi
Oleh : Gregorius Chandra , Fandy Tjiptono & Yanto Chandra

http://deusastory.wordpress.com

http://planet-directory.blogspot.com

http://gmarcom.wordpress.com