Anda di halaman 1dari 2

Kesehatan Indera Pengecap: 3 Jenis

Gangguan Rasa pada Lidah


Amazine.co | Online Popular Knowledge

Baca juga
Tips Kesehatan Lidah: 10 Penyebab Rasa Logam pada Mulut
Apa itu Dysgeusia? Penyebab & Gejala Dysgeusia
7 Tips Mengatasi Perubahan Rasa pada Lidah Akibat Kemoterapi

Cukup banyak orang yang mengalami gangguan indera perasa (pengecap).
Gangguan ini menyebabkan seseorang tidak bisa sepenuhnya menikmati makanan atau
minuman yang masuk ke mulut.
Gangguan rasa bisa bersifat sebagian atau total. Gangguan sebagian berarti seseorang
mengalami kesulitan untuk mengecap rasa tertentu.
Sedangkan gangguan total membuat penderitanya tidak bisa merasakan makanan atau
minuman sama sekali.
Gangguan indera pengecap umumnya berkaitan dengan gangguan penciuman. Hal ini karena
kedua indera tersebut saling berhubungan.
Jenis Gangguan Rasa
Ada tiga jenis gangguan rasa, dengan gejala yang juga berbeda satu sama lain.
1. Ageusia
Ini adalah kondisi langka dimana seseorang sama sekali tidak dapat mengecap rasa makanan.
2. Hypogeusia
Gangguan yang menyebabkan penderitanya kurang atau tidak mampu mengecap jenis rasa
tertentu seperti rasa manis, asam, pedas, pahit, atau gurih.
3. Dysgeusia
Mulut yang selalu terasa tengik, asin, atau berasa logam mencirikan kondisi ini. Dalam
beberapa kasus, dysgeusia disertai dengan sensasi terbakar di dalam mulut.
Semua kondisi tersebut umumnya akan semakin parah seiring dengan pertambahan usia.
Semakin lanjut usia seseorang, maka jumlah kuncup pengecap dalam lidah juga akan
semakin berkurang.
Penyebab Gangguan Rasa
Gangguan rasa bisa disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan atau telinga; menjalani
radiasi atau kemoterapi sebagai metode pengobatan; operasi hidung, tenggorokan, atau
telinga; cedera kepala; serta kurangnya kebersihan mulut.
Dalam beberapa kasus, seseorang mungkin mengalami gangguan rasa sementara akibat
mengkonsumsi obat atau antibiotik.
Terlalu lama terpapar pada bahan kimia kuat seperti insektisida juga dapat menyebabkan
gangguan ini.
Diagnosa dan Pengobatan
Gangguan rasa harus ditangani oleh dokter THT. Gangguan yang bersifat sementara lazimnya
bisa diatasi dengan mengkonsumsi obat-obatan tertentu.
Dalam beberapa kasus, gangguan rasa mungkin bersifat permanen. Dalam kondisi ini,
pengobatan hanya bisa berperan sampai taraf tertentu, tanpa bisa mengembalikan kondisi
seperti sediakala.
Meskipun seorang pasien tidak dapat mengecap rasa seperti manis atau gurih, jangan terus
menambahkan gula atau garam sampai lidah bisa mengecapnya.
Hal ini justru akan berbahaya dalam jangka panjang di mana pasien berpotensi mengalami
masalah lain seperti diabetes atau tekanan darah tinggi.
Hilangnya rasa tidak boleh dianggap enteng dan harus segera dikonsultasikan dengan
dokter.[]