Anda di halaman 1dari 3

teater tradisi Jawa Barat

Longser







Yang Disusun Oleh Kelompok.3:
Angbilal
Ari Rizki
Alfan
Pengertian Longser
Longser adalah salah satu jenis teater rakyat tatar
Sunda yang hidup di daerah Priangan Jawa
Barat. Sebagai teater rakyat,Longser dipentaskan
di tengah-tengah penonton. Bahkan, pada awal
perkembangannya, Longser hampir tidak pernah
dipentaskan di sebuah panggung yang ditata
sedemikan rupa. Di mana terdapat penonton, di
sana Longser digelar, apakah tempat ini alun-
alun, terminal, stasiun, atau bahkan di pinggir
jalan.
Menelusuri sejarah Longser, tidak akan terlepas dari nama Bang Tilil (nama aslinya Akil), yang
dikenal sebagai tokoh Longser.Dalam kurun waktu 1920-1960, Longser Bang Tilil mencapai
puncak kejayaannya. Selain Longser Bang Tilil, salah satu kelompok Longser yang cukup
terkenal adalah Longser Pancawarna yang dipimpin oleh Ateng Japar (pernah berguru kepada
Bang Tilil). Pancawarna didirikan tahun 1939, dan masih eksis sampai sekarang walaupun
produktifitasnya menurun.
Sebuah pergelaran Longser biasanya dilengkapi oleh nayaga
(penabuh musik), pemain,bodor (pelawak),dan ronggeng (penari
merangkap penyanyi) yang berfungsi daya tarik tersendiri bagi
penonton. Struktur Longser biasanya terdiri dari Tatalu dengan
lagu Gonjing sebagai bewara bahwa pertunjukan Longser
dimulai. Kidung sebagai bubuka yang dianggap memiliki
kekuatan magis untuk upaya pertunjukan lancar juga disisi lain
kidung dipakai lagu persembahan pada arwah nenek moyang
kidung biasanya dinyanyikan oleh ronggeng yang
perkembangannya dinyanyikan oleh Sinden.
Munculnya penari-penari yang diawali dengan wawayangan(tarian
perkenalan para ronggeng dengan memperkenalkan para penari
dgn julukan seperti si Oray, si Asoy, si Geboy. Goyang pinggul
diistilahkan dengan eplok cendol,tari yg dibawakan adalah ketuk
tilu / Cikeruhan). Penampilan bobodoran dengan musik dan tarian
biasanya bodor menirukan tarian ronggeng / kata-kata sehingga penonton tertawa.




Puncak pertunjukan Longser memainkan sebuah
lakon yang diambil dari kehidupan seharian seperti
perkawinan, pertengkaran, perceraian. Musik longser
terdiri dari Kendang, Bonang, rebab, Rincik,
Gambang, Saron I dan saron II, Kecrek, Jengklong,
Goong, dan Ketuk yang kesemuanya berlaras
Salendro. Busana yang dipakai sederhana tapi
mencolok dari segi warnanya terutama busana yang
dipakai oleh ronggeng biasanya memakai kebaya dan
samping batik, untuk lelaki memakai baju kampret
dengan celana sontog dan ikat kepala .
Dalam perkembangannya Longser dikemas menjadi bentuk Longser moderen dengan memakai
naskah dan tidak menggunakan setting oncor / memakai pengiring karawitan tetapi lebih kepada
perkembangan konsepnya yang diambil dengan garapan baru.
Seni Longser yang sampai saat ini masih di lestarikan juga oleh beberapa kelompok seni di Jawa
Barat,dari Kelompok 282 yang berada di jln,Kopo no 282 Bandung.Kesenian Longser di padukan dengan
kondisi era tahun ini,selain untuk melestarikan seni Budaya Tradisi teater longser, sekaligus untuk di
cintai dan di minati oleh generasi saat ini, agar seni Tradisi abadi dengan bumbu modernisasi yang tidak
menghilangkan ke aslian dari seni budaya itu sendiri, semoga semua warisan baik alam, seni dan
keindahan budaya yang ada di ne geri ini tetap lestari dan dapat mengharumkan negeri.