Anda di halaman 1dari 5

A.

Revolusi prancis
1. Situasi sebelum revolusi
a. Situasi politik
Sejak prancis di perintah oleh Raja louisXIV (1643-1715)kekuasaan raja menjadi
besar dan tidak terbatas. Rakyat tidak boleh mempunyai pengaruh sedikitpun dalam
memerintah. Raja Louis XIV terkenal dengan semboyanya Letat Cest moi (Negara
adalah saya).
Raja Louis XIV hidup dalam kemewahan dan kemegahan. Ia membangun istana
Versailles dengan menghabiskan biyaya yang sangat besar. Biaya itu di peroleh
dengan memungut bermacam-macam pajak yang tinggi dari rakyat. Rakyat menjadi
menderita dan membenci raja. Perasaan tidak puas dan benci kapada raja dan para
bangsawan makin lama makin meluas. Pada masa pemerintahan raja Louis XVI
(1774-1793), raja sudah tidak memiliki gezag (kewibawaan) dan kekuatan lagi . hal
itu di sebabkan raja tidak berhasil memperbaiki keadaan.
b. Situasi sosial ekonomi
Golongan 1 terdiri atas bangsawan, golongan 2 terdiri atas ulama gereja/pendeta,
golongan ke 3 terdari atas rakyat biasa. Golongan 1dan 2 hidup mewah dan memiliki
hak istimewa dan tidak membayar pajak. Golongan 3 rakyat yang hidup menderita
dan dibebani berbagai pajak. Ada pula golongan baru yang du sebut borjuis golongan
inilah yang menjadi pelopor timbulnya revolusi prancis.
2. Sebab-sebab terjadinya revolusi
a. Sebab umum
1) Adanya pengaruh nasionalisme
Paham ini hanya mau menerima suatu kebenaran yand dapat diterima oleh
akal. Paham ini telah melahirkan renaisans dan humanisme yang menintut
manusia bebas berpikir dan mengemukakan pendapat. Pengaruh besar pada
masyarakat eropa pada saat itu termasuk tokoh masyarakat prancis seperti:
a) John locke (1685-1753) karyanya yang berjudul two treaties of
government yang mengumandangkan ajaran ajaran kedaulatan
rakyat.
b) Montesquieu (1689-1755) karyanya yang berjudul Les prit des lois
(jiwa undang-undang). Dalam buku itu terdapat teori tentang trias
politika yakni tentang pemisahan kekuasaan antara legislative,
eksekutif, dan judikatif.
c) J.j rousseau (1712-1778) karyanya yang berjudul du contract social
(perjanjian masyarakat). Rousseau mengatakan bahwa menurut
kodratnya manusia sama dan merdeka.
2) Adanya kepincangan dalam masyarakat
Keluarga raja kaum bangsawan dan gereja hidup makmur dan memiliki hak-
hak istimewa serta bebas dari kewajiban membayar pajak.
3) adanya pengaruh perang kemerdekaan amerika
4) adanya pemerintah absolut yang buruk (ancient regime)
b. sebab khusus
terjadinya revolusi prancis adalah adanya krisis keuangan. Kehidupan para raja dan
bangsawan istana serta permaisuri Louis XVl yakni maria Antoinette(terkenal
dengan sebutan madame deficit)yang hidup dengan penuh kemewahan dan
kemegahan. Salah satu cara mengatasi krisis keuangan adalah dengan cara memungut
pajak dari bangsawan tetapi golongan bangsawan menolak dan menyatakan bahwa
yang menentukb pajak adalah rakyat. Dengan perwakilan rakyat (estats generaux)
harus di panggil untuk bersidang.
3. Jalanya revolusi
a) Masa dewan kontituante (1789-1791)
Dewan perwakilan rakyat terbagi menjadi tiga golongan
1) Golongan 1 (dari bangsawan) jumlah 300 orang
2) Golongan 2 (dari greja) jumlah 300 orang
3) Golongan 3 (dari rakyat ) jumlah 600 orang
b) Masa legislative (1791-1792)
Golongan 3 (khusnya kaum borjuis) merasa puas dengan apa yang telah di capai
tetapi rakyat belum merasakan adanya perbaikan nasib. Mereka membentuk
suatu kelompok terdiri dalam partai motagne yang tidak puas
denganpemerintahan kerajaan konstitusional dan menghendaki bentuk
pemerintah republik.golongan borjuis yang mulai terancam oleh partai rakyat
yang juga membentuk kelompok sendiri dalam partai Gironde.
c) Masa konvensi nasional
Pertentangan antara partai goronde dan partai montage terus berlanjut dan
berakhir dengan kemenangan partai montage. Bentuk kerajaan di hapuskan dan
dig anti dengan republic (merupakan republick1792) raja Louis XVl bersama
permaisurinya (maria Antoinette) di jatuhi hukuman mati dengan di penggal
kepalanya dengan di tiang guillotine.
d) Masa directoire (1795-1799)
Untuk mengatasi keadaan yang kalut, kaum borjuis membentuk dewan pimpinan
pusan bidang eksekutif yang terdiri atas lima orang direktur (directoire), yakni
barras, Moulin, gohier, roger ducos, dan seiyes. Maksud di bentuknya directoire
adalah untuk memberikan gambaran adanya pemerintah yang demokratis supaya
dapat mengatasi keadaan.
e) Masa konsulat (1799-1804)
Pmerintah directoire tidak efektip lagi sehingga napoleon Bonaparte mengambil
alih kekuasaan (coup detat yang di kenal dengan revolusi brumai pada tanggal 9
november 1799)di bubarkan kemudian napoleon Bonaparte membentuk
pemerintahan konsulat yang terdiri atas tiga orng konsul , yakni napoleon
Bonaparte, seiyes dan roger ducos.
Napoleon adalah seorang jendral muda yang cakap memiliki cita-cita dan ambisi
yang besar.
Napoleon memiliki langkah-langkah penting yaitu:
Pembentukan pemerintahan yang kuat dan stabil dengan cara
memusatkan kekuasaan pemerintah ditanganya sendiri , menyusun kitab
undang-undang hukum perda (code de penal) dan kitab undang-undang
hukum pidani (code de civil).
Menciptakan suasana aman tentram dan damai dengan cara
kaumbangsawan yang lari ke luarnegri, di ijinkan kembali ke perancis
dengan aman, mengadakan perdamaian dengan paus guna
mengembalikan citra gereja dan ulama di prancis seperti sedia kala.
Meningkatkan kesejah traan rakyat dengan cara memejukan pendidikan
bagi rakyat, memajukan perekonomian dengan industryalisasi dan
perdagangan.
Membangun sarana dan prasarana, seperti jalan raya dan gedung-gedung
pemerintahan.
Pemberantasan koropsi dan memperbaiki Negara.
f) Masa kekaisaran (1804-1815)
Ketika paus VII mengangkat napoleon sebagai kaisar, rakyat perancis
mendukung sepenuhnya kepemimpinan napoleon sebagai kaisar prancis. Selama
15 tahun, berjuang melancarkan revolusi dan menentang kekuasaan absolute,
namun dengan persetujuan pengangkatan napoleon menjadi kaisar prancis,
berarti rakyat prancis kembali menyetujui kekuasaan absolute, yakni suatu
kekuasaan yang berada pada satu pimpinan, yakni kaisar napoleon. Pada tahun
1804 berakhirlah masa konsulat dan memasuki babakbaru yakni masa kekisaran.
Napoleon kemudian membentuk dinasti baru yang di kenal dengan dinasti
Bonaparte.
4. Perang koalisis (1792-1815)
Kekuasaan napoleon yang begitu besar di eropa tidak terlepas dari berbagai tantangan
dari Negara-negara tetangga. Oleh sebab itu peperangan yang di kenal dengan perang
koalisis yang terjadi sebanyak tujuh kali (1792-1815) musuh utamanya ialah Australia,
inggris, rusia, dan prusia.
a. Perang koalisis 1 (1792-1797)
Pada masa pemerintah directoire ,napoleon sudah tampil sebagai komandan
pasukan prancis melawan koaliasi Negara-negara eropa yang lain. Napoleon
berhasil mengalahkan lawan-lawanya dan di akhiri perjanjian compo formio
(1797). Perang koalisi I berakhir tahun 1797, musuh prancis dapat di kalahkan
kecuali inggris.
b. Perang koasis 2 (1799-1802)
Dalam perang ini napoleon juga tampil sebagai pimpinan perang prancis,
perancis berhasil mengalahkan Austria dalam pertempuran di Marengo tahu
1800. Skutu Austria yang lain kemudian menghentikan perang setelah terjadi
perjanjian armie tahun 1802.
c. Perang koalisis 3 (1805)
Dalam menghadai inggris napoleon memusatkannya di Boulogne. Namun
angkatan perancis dapat di hancurkan oleh pasukan inggris di bawah pimpinan
laksamana nelson. Pertempuran berakhir dengan perjanjian preszburg tahun
1805.
d. Perang koalisis 4 (1806-1807)
Dalam usaha mempertahankan inggris napoleon di berlin mengeluarkan dekrit
berlin yang berisi continental stelsel yakni suatu usaha blockade ekonomi
terhadap inggris dengan melarang negara-negara eropa untuk mengadakan
hubungan dengan inggris.
e. Perang koalisis 5 (1809)
Austria berhasil di hancurkan oleh napoleon dalam pertempuran di ulagram dan
diakhiri dengan perjanjian schonkrunn tahun 1809.
f. Perang koalisi 6 (1813-1814)
Dalam pertempuran di Leipzig tentara napoleon akhirnya berhasil di kalahkan
oloh pasukan koalis (1813). Sebagai raja prancis di angkatlah seorang bourbon
yakni Louis XVIII. Pada tahun 1814 lous VXIII kemudian mengadakan
perjanjian yang isinya yaitu :
Penetapan batas-batas kekuasaan prancis seperti sebelum tahun 1792.
Belanda menjadi Negara mereka
Inggris mendapatkan pulau malta
g. Gerakan koalisi 7 (1815)
Louis XVIII di pandang tidak cocok dengan kondisi prancis yang sedang kacau
akibat kalah perang. Dalam pertempuran di waterlo pada tahun 1815 napoleon
dapat di kalahkan. Napoleon dapat di tangkap dan di asingkan ke pulau saint
herlena (sebelah barat afrika) sampai meninggal pada tanggal 5 mei 1815.
5. Jiwa semangat dan nilai-nilai revolusi sudah tertanam secara luas dan mendalam di hati
rakyat dengan semboyan liberte, egalite, dan fraternite (kebebasan, persamaan dan
persaudaraan).
1) Di bidang politik, rakyat menuntut agar kekuasaan raja di batasi dungan undang-
undang sehingga terbentuk pemerintah monarki konstitusional.
2) Di bidand ekonomi, di hapuskanya pajak feodal dan petani yang semula hanya
sebagai penggarap menjadi petani pemilik, di hapuskan system gilde sehingga
perindustrian dan perdagangan menjadi berkembang.
3) Di bidang sosial di hapusnya susunan masyarakat feudal yang terbagi menjadi
tiga golongan dan di gantikanya dengan masyarakat baru yang berdasarkan
spesialisasi kerja, seperti cendekiawan, pengusaha, petani dan sebagainya.






















KELAS : XI

SMA TERPADU BANDUNG

TUGAS SEJARAH

REVOLUSI PRANCIS

NAMA KELOMPOK :
WINDA NUR
DEDEH MARDIAH
LELA DATILA
LENI NOPIANI
NENDEN FITRIANI
DIKDIK
IRFAN
ROHMAN
SULAIMAN
YUYUS

Anda mungkin juga menyukai