Anda di halaman 1dari 7

3.

Anggaran PRSEDIAAN Bahan Baku


Anggaran persediaan bahan baku disusun sebagai suatu perencanaanyang
terperinci atas kuantitas bahan baku yang disimpan sebagai persediaan, yang
meliputi:
a. Jenis bahan baku yang digunakan.
b. Jumlah masing-masing bahan baku yang tersisa sebagai persediaan.
c. Harga per unit masing-masing jenis bahan baku.
d. Nilai bahan baku yang disimpan sebagai persediaan.
Adapun besarnya bahan baku yang harus tersedia untuk kelancaran proses
produksi tergantung pada beberapa facktor, seperti:

a. Volume produksi selama satu periode selama satu periode waktu tertentu.
b. Volume bahan baku minimal (safety stock).
c. Besarnya pembelian yang ekonomis.
d. Estimasi tentang naik turunnya harga bahan baku pada waktu-waktu
mendatang.
e. Biaya-biaya penyimpanan dan pemeliharaan bahan baku.
f. Tingkat kecepatan bahan baku menjadi rusak.

4. Anggaran BIAYA PEMAKAIAN Bahan Baku
Bahan baku dibeli oleh perusahaan terdiri dari bahan baku yang digunakan
dalam proses produksi dan bahan baku yang tersimpan persediaan.
Anggaran biaya pemakaian bahan baku akan merencanakan nilai bahan baku
yang digunakan dan dihitung dalam satuan moneter. Manfaat disusunnya
anggaran ini adalah sebagai perhitungan harga pokok produk yang dihasilkan,
dan sebagai pengawasan penggunaan bahan baku.
Dengan demikian dalam anggaran biaya bahan baku yang habis dipakai harus
diperinci mengenai:
a. Jenis bahan baku yang digunakan.
b. Jumlah masing-masing jenis bahan baku abis digunakan untuk proses
produksi.
c. Harga per unit masing-masing jenis bahan baku.
d. Nilai masing-masing jenis bahan baku.yang habis digunakan untuk proses
produksi
e. Jenis produk yang dihasilkan.
f. Waktu penggunaan bahan baku.

Contoh Soal :
Berikut ini data yang disajikan oleh PT SRIWIDJAJA
a. Perkiraan penjualan:
Jenis barang Jumlah Harga/
unit
Persediaan awal
(unit)
Persediaa akhir
(unit)
X 15.000 Rp 15.00,- 6.000 4.000
Y 30.000 Rp 1.600,- 3.000 5.000
Z 20.000 Rp 1.900,- 3.500 6.500

b. Bahan baku yang digunakan dihitung menurut standar penggunaan kebutuhan
(Standard Usage Ratel/SUR):
Jenis
Bahan Baku
Satuan S U R
Barang X Barang Y Barang Z
1 Unit 2 3 4
2 Kg 3 - 3
3 Unit 1 4 2

c. Jumlah persediaan masing-masing bahan baku:
Jenis bahan baku Persediaan awal Persediaan akhir
1 7.500 unit 1.000 unit
2 10.000kg 8.750 kg
3 10.000 unit 12.500 unit

d. Perkiraan harga bahan baku adalah:
Jenis bahan baku Harga
1 Rp 800, per unit
2 Rp 500,- per unit
3 Rp 750,- per unit

Berdasarkan data di atas, susunlah:
1. Anggaran Produksi untuk masing-masing jenis barang.
2. Anggaran Kebutuhan bahan baku yang dirinci menurut jenis barang dan
jenis bahan baku.
3. Anggaran Biaya Pemakaian bahan baku yang habis digunakan yang dirinci
menurut jenis bahan baku dan jenis barang.

Penyelesaian:
1. PT SRIWIDJAJA
Anggaran Produksi (unit)
Keterangan Barang X Barang Y Barang Z
Penjualan
Persediaan akhir
15.000 30.000 20.000
4.000 5.000 6.500
Kebutuhan
Persediaan awal
19.000 35.000 26.500
6.000 3.000 3.500
Jumlah produksi 13.000 32.000 23.000

2. PT SRIWIDJAJA
Anggaran Kebutuhan Bahan Baku
Barang Produksi
(unit)
Bahan baku 1 Bahan baku 2 Bahan baku 3
S U R Kebutuhan S U R Kebutuhan S U R Kebutuhan
X 13.000 2 26.000 3 39.000 1 13.000
Y 32.000 3 96.000 - - 4 128.000
Z 23.000 4 92.000 3 69.000 2 46.000
Jumlah 214.000 108.000 187.000

3. PT SRIWIDJAJA
Anggaran Pembelian Bahan Baku
Keterangan Bahan baku 1 Bahan baku 2 Bahan baku 3
Kebutuhan
Persediaan akhir
214.000 108.000 187.000
4.000 8.750 12.500
Jumlah kebutuhan
Persediaan awal
218.000 116.750 199.500
7.500 10.000 10.000
Pembelian Harga
(satuan)
210.500 106.750 189.000
Rp 800 Rp 500 Rp 150
Nilai Pembelian Rp 168.400.000 Rp 53.375.000 Rp 142.125.000
4. PT SRIWIDJAJA
Anggaran Biaya Bahan Baku Yng Habis Digunakan
Barang X Barang Y Barang Z
Kebutuhan Harga Jumlah Kebutuhan Harga Jumlah Kebutuhan Harga Jumlah
26.000
39.000
13.000
Rp 800
Rp 500
Rp 750
Rp 20.800.000
Rp 19.500.000
Rp 9.750.000
96.000
-
128.000
Rp 800
-
Rp 750
Rp 76.800.000
-
Rp 96.000.000
92.000
69.000
46.000
Rp 800
Rp 500
Rp 750
Rp 73.600.000
Rp 34.500.000
Rp 34.500.000

SOAL 2
Akibat pengalaman PT. MARTILAON pada masa yang lalu yang kurang
menguntungkan, khususnya yang mengangkut manajemen persediaan,
menyebabkan perusahaan mengusahakan dilaksanakannya suatu system
perencanaan serta pengawasan yang lebih baik untuk waktu-waktu yang akan
dating.
Untuk ahun depan PT Martilaon merencanakan akan menjual 50.000 unit
produk. Diketahui bahwa persediaan akhir yang diinginkan 20.000unit. untuk
membuat satu produk jadi membutuhkan 2 kg bahan baku.
Untuk merencanakan kapan saat pemesanan yang tepat dilakukan: diamati 20
buah data pemesanan yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Dari
pengamatan tersebut diperoleh kenyataan:
Lead time 1 minggu = 7 kali
Lead team 2 minggu = 5 kali
Laed team 3 minggu = 8 kali
Biaya penyiapan bahan mentah per kg per tahunnya adalah Rp 100,-. Setiap
kali pemesanan, akan dikeluarkan biaya sebesar Rp 8.800,-.
Apabila kehabisan bahan mentah dapat dicari bahan mentah pengganti. Untuk
ini dikeluarkan biaya sebesar Rp 100,- bagi setiap kg bahan mentah pengganti.
Persediaan minimum (safety stock) adalah untuk 2 minggu dan perusahaan
merencanakan untuk melakukanpembelian bahan baku 20 kali dalam setahun.
Dalam setahun dianggap 300 hari atau 50 minggu.


Dengan data di atas, hitunglah:
a. Jumlah pembelian bahan baku yang paling ekonomis (EOQ)
b. Lead team yang paling ekonomis dengan menentukan besarnya biaya
penyimpanan tambahan (ECC) dan biaya kekurangan bahan (SOC) yang
dapat terjadi untuk keperluan pemesanan.
c. Titik pemesanan kembali bahan baku (rop), jika penenuan Lead time sesuai
dengan hasil perhitungan pada perhitungan pada kenyataan b di atas
d. Apakah rencana perusahaan untuk mengadakan pembelian bahan baku
sebanyak 20 kali dalam setahun adalah yang paling baik ? Berikan penjelasan
anda dengan menghitung biaya pengadaannya.

Penyelesaian

Penjualan 50.000 unit Kebutuhan = 55.000 X 2Kg
Pres. Akhir 20.000 unit + = 110.000 Kg
Tersedia 70.000 unit
Pers. Awal 15.000 unit -
Produksi 55.000 unit

Peluang: LT = 1 minggu 7x 0,35
LT = 2 minggu 5x 0,25
LT = 3 minggu 8x 0,4
20x
Biaya penyimpanan = Rp. 100,- / kg
Biaya pesan = Rp. 8.800,-
Safety stock = 2 minggu

1) EOQ =

= 4.400 Kg
Frekuensi pemesanan =

= 25 kali

2) * Biaya penyimpanan tambahan (ECC)
Per minggu =

= Rp 8.800,-

LT = 1 minggu ECC = 0
LT = 2 minggu ECC = 1 x 0,35 x Rp. 8800,- = Rp 3.080,-
LT = 3 minggu ECC = 2 x 0,25 x Rp. 8800,- = Rp. 2.200,-
Rp. 8.360,-
Biaya kekurangan bahan (SOC)
Untuk tiap Kg bahan pengganti = Rp. 100,-
Kebutuhan bahan per minggu =

= 2.200 Kg
SOC = 2.200 X Rp. 100,- = Rp. 220.000,-
LT = 3 minggu SOC = 0
LT = 2 minggu SOC = 1 x 0,4 x Rp x Rp. 220.000 = Rp 88.000,-
LT = 1 minggu SOC = 2 x 0,4 x Rp. 220.000 = Rp 176.000,-
= x 0,25 x Rp. 220.000 = Rp 55.000, +
Rp 231.000,-
Lead time
(minggu)
ECC SOC
Total biaya
Per order Per tahun Per order Per tahun
1
2
3
0
Rp. 3.080
Rp. 8.360
0
Rp. 77.000
Rp. 209.000
Rp. 231.000
Rp. 88.000
0
Rp. 5.775.000
Rp. 2.200.000
0
Rp. 5.775.00
Rp. 2.277.00
Rp. 209.000

Jadi lead time yang paling ekonomis = 3 minggu.

3) ROP = kebutuhan selama Lead Time + Safety Stock
ROP = (3 x 2.200 Kg) + (2 x 2.200 Kg) = 11.000 Kg
- Biaya pesan = 20 x Rp. 8800.- = Rp 176.000,-
- Biaya simpan = 1/2 x 5.500 x Rp. 100,- = Rp 275.000, +
Jumlah = Rp. 451.000,-



Biaya pengadaan untuk 25 kali pesan:
- Biaya pesan = 25 x Rp. 8800,- = Rp 220.000,-
- Biaya simpan = x 4.400 x Rp. 100,- = Rp 220.000,-
Jumlah = Rp 440.000,-
Jadi yang lebih baik adalah jika perusahaan memesan 25 kali dalam setahun,
karena biaya-nya lebih kecil.