Anda di halaman 1dari 2

KESENIAN DODOMBAAN

Garut. garut-tourism.com,- Garut merupakan salah satu kota yang sangat potensial di bidang
pariwisata,selain mempunyai banyak objek wisata alam dan wisata kuliner yang terkenal sebenarnya
garut mempunyai pula beberapa kesenian yang memang tidak begitu familiar di masyarakat karena
faktor jarang sekali pementasan kesenian tersebut.

Salah satu kesenian yang ada di kabupaten garut ialah dodombaan. Kesenian tradisional Dodombaan
berasal dari Panembong Kec.Bayongbong Kab.Garut yang terinspirasi dari Domba Garut yang
terkenal dengan kegagahan dan kekekarannya. Sekilas kesenian tradisional dodombaan mirip dengan
kesenian sisingaan yang ada di Subang cuman yang di duduki dalam kesenian dodombaan domba dan
bukan singa. Dalam kesenian dodombaan Atraksi seninya menggunakan tetabuhan seperangkat
kendang pencak silat dengan beberapa orang pendukungnya. Satu atau dua orang melakukan ibing
pencak silat, juga terdapat delapan orang yang mengusung dua buah patung domba dari kayu yang
bisa ditunggangi anak-anak dan dewasa dengan kostum tertentu. Kesenian Dodombaan biasanya
dapat di saksikan dalam event-event tertentu seperti ketika hari jadi kabupaten Garut.


Jika Subang memiliki kesenian Sisingaan, garut juga memiliki kesenian yang tak kalah menarik yaitu
Dodombaan. Garut memang sangat identik dan terkenal dengan hewan khas nya yaitu domba garut,
Domba garut memang sangat terkenal karena kualitasnya yang baik dan memiliki tubuh yang kekar.
Domba garut selain sebagai Icon hewan khas kabupaten garut juga kerap sekali diikutsertakan atau
dijadikan sebagai icon kesenian. Seperti contohnya kesenian adu ketangkasan domba dan selain itu
ternyata adalagi kesenian yang menjadikan domba sebagai iconnya, kesenian tersebut dinamakan
dodombaan. Berbeda dengan kesenian ketangkasan domba yang memang agak mengandung unsur
kekerasan, karena memang adu ketangkasan tersebut dengan cara mengadu domba secara langsung.
Kesenian dodombaan ini justru tidak mengikut sertakan domba asli secara langsung akan tetapi,
domba hanya dijadikan icon saja dengan membuat domba palsu atau dodombaan.
Kesenian dodombaan sekilas hampir mirip dengan kesenian daerah lain tepatnya subang yaitu
kesenian sisingaan bedanya pada kesenian dodombaan yang dijadikan iconnya adalah domba dan
bukan singa. Kesenian dodombaan sendiri, berasal dari Desa panembong kecamatan Bayongbong
Kabupaten garut. Unsur-unsur yang ada pada pementasan dodombaan ini ialah satu atau dua orang
yang melakukan gerakan atau ibing pencak selat yang mengawal dodombaan, lalu Delapan Orang
dengan memakai kostum tertentu yang khas yang memikul patung domba dari kayu yang bisa
ditunggangi seperti pada kesenian sisingaan. Dan untuk unsur iringan musik pada kesenian
dodombaan ini menggunakan tetabuhan seperti alat-alat musik yang sering digunakan pada acara atau
mengiringi acara pencak silat.
Dodombaan sendiri merupakan salah satu kesenian yang terinspirasi dan merefleksikan kegagahan
dan keperkasaan dari domba garut.
KAMEKARANANA
Kesenian Dodombaan pada zaman sekarang memang sudah sangat sulit untuk kita jumpai, karena
memang kesenian dodombaan sudah jarang di pentaskan, kesenian dodombaan hanya di pentaskan
biasanya pada event event tertentu saja dan itu pun juga sangat jarang sekali. Oleh karena itu, tidak
heran memang bahwa warga garut sendiri masih banyak yang belum tahu akan kesenian daerahnya
sendir. Miris memang melihat realita di masyarakat yang sudah banyak melupakan warisan Nenek
moyang. Seharusnya, jangan hanya ketika budaya itu diklaim negara lain seperti kasus reog ponorogo,
batik dan lainnya, kita semua baru bertindak dan melakukan pelestarian. Alangkah baiknya kita
sebagai generasi penerus harus senantiasa menjaga dan melestarikan segala budaya dan kesenian yang
telah diwariskan nenek moyang kita. Jangan sampai kita menjadi orang yang termasuk kedalam
kelompok orang kacang lupa kulit