Anda di halaman 1dari 15

TINDAK TUTUR BAHASA MELAYU DALAM INTERAKSI RUANG

LINGKUP PENYIAR MRADIO 105FM PONTIANAK


(KAJIAN PRAGMATIK)

PROPOSAL

Oleh

SITI SURYANTI
511100065

INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA
PONTIANAK
2014


KATA PENGANTAR
Puji dan syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah
memberikan kami kesehatan serta kemudahan dalam menyelesaikan proposal
Penelitian Bahasa ini sebagaimana ketentuan yang berlaku. Untuk itu pada
kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dosen Pengampu
Penelitian Bahasa yakni Al Hasadi Alimin, M.Pd. Proposal Penelitian Bahasa
yang membahas tentang Tindak Tutur Bahasa Melayu Pemyiar Mradio 105fm
Pontianak Menggunakan Kajian Pragmatik.
Penulis berusaha sebaik mungkin dalam penyelesaian proposal penelitian
bahasa ini, apabila masih ada kesalahan kami mengharapkan kritik dan saran yang
sifatnya membangun guna memperbaiki segala kekurangan dalam pembuatan
maupun penyusunan proposal penelitian bahasa ini.
Semoga proposal ini dapat bermanfaat untuk penulis, pembaca dan teman-
teman lainnya agar mengetahui isi proposal ini yang lebih fokus kepada tindak
tutur bahasa melayu. Terima Kasih







i


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ........................................................................................... i
DAFTAR ISI ......................................................................................................... ii
BAB I Rencana Penelitian ................................................................................... 1
A. Latar Belakang ................................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah ........................................................................................... 3
C. Tujuan Penelitian ............................................................................................ 3
D. Manfaat Penelitian .......................................................................................... 3
E. Definisi Operasional ....................................................................................... 4
F. Metodologi Penelitian ..................................................................................... 4
G. Jadwal Penelitian ............................................................................................ 7
BAB II Peristiwa Tutur dan Tindak Tutur Bahasa Melayu ............................ 8
A. Hakikat Pragmatik ........................................................................................... 8
B. Peristiwa Tutur ................................................................................................ 9
C. Tindak Tutur ................................................................................................. 10
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... 13









ii
BAGIAN I
RENCANA PENELITIAN
A. Latar Belakang
Manusia sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama
lainnya dan saling timbal balik dalam interaksi. Dalam prosesnya interaksi
sosial yang terjadi, baik itu interaksi secara langsung atau tidak langsung.
Maka dari itu, dalam hal ini bahasa akan menjadi sangat penting dalam proses
itu. karena, dengan adanya bahasa verbal, akan memudahkan proses interaksi
itu sendiri. Berdasarkan keperluannya, bahasa verbal tentu menjadi hal yang
sangat diperlukan, karena akan selalu digunakan dimanapun manusia itu
berada. Manusia yang memiliki bahasa yang berbeda-beda menjadi keunikan
sendiri dalam interaksi dimana setiap daerah yang ada di indonesia bahkan
dunia akan tetap menggunakan bahasa sebagai pokok interaksi dalam
menyesuaikan diri di lingkungan keluarga, masyarakat, sekolah, perguruan,
dan lingkungan tempat kerja. Setiap daerah dimana individu itu tinggal
tepatnya di indonesia mempunyai ciri khas masing-masing. Salah satunya
adalah bahasa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari baik berupa resmi
atau tidak resmi. Sehingga, dengan bahasa yang berbeda itu, tentu akan
memunculkan peristiwa tutur dn tindak tutur. Orang melayu dengan dialek
melayu yang digunakan, orang bugis dengan dialek bahsa bugis dan orang
jawa dengan peristiwa tutur dan tindak tutur yang berbeda juga.Dengan
adanya latar belakang yang berbeda itu, akan berdampak bahasa yang
digunakan dalam peristiwa tutur dan tindak tutur dalam kajin pragmatik.
Pragmatik adalah salah satu cabang subdisiplin ilmu linguistik.
Pragmatik dapat diartikan penggunaan bahasa untuk berkomunikasi sesuai
dengan konteks dan situasi pemakaiannya. Pragmatik adalah kajian tentang
hubungan antara bahasa dan konteks yang mendasari penjelasan pengertian
bahasa.
1
2
Peneliti ingin mengkaji bidang pragmatik ini yang sangat baik
digunakan untuk menganalisis suatu peristiwa dan tindak tutur bahasa melayu
terhadap interaksi ruang lingkup para penyiar mradio 105fm pontianak.
Kenapa lebih kepada peristiwa dan tindak tutur karena berkenaan dengan
waktu dan tempat tutur berlangsung, kemudian mengacu kepada waktu,
tempat dan situasi tutur yang berbeda dapat menyebabkan penggunaan variasi
bahasa yang berbeda antar satu penyiar dan penyiar lainnya. Pihak-pihak
yang terlibat dalam penuturan bisa pembicara dan pendengar, penyapa dan
pesapa, atau pengirim dan penerima pesan.merujuk kepada dan tujuan
pertuuran, kemudian mengacu kepada bentuk ujaran dan isi ujara, nada, cara
dan semangat dimana suatu pesan disampaikan.mengacu juga kepada jlur
yang digunakan baik secara lisan maupun tulisan.
Peristiwa tutur yang kita bicarakan diatas merupakan peristiwa sosial
karena menyangkut pihak-pihak yang bertutur dalam satu situasi dan tempat
tertentu. Peristiwa tutur ini pada dasarnya merupakan rangkaian dari sejumlah
tindak tutur yang terorganisasi untuk mencapi suatu tujuan. Kalau peristiwa
tutur merupakan gejala sosial maka tindak tutur merupaka gejala invidual
bersifat psikologis dan keberlangsungnnya ditentukan oleh kemampuan
bahasa si penutur dalam menghadapi situasi tertentu dalam peristiwa tutur
lebih dilihat pada tujuan peristiwanya tetapi dalam tindak tutur dan peristiwa
tutur merupakan kedua gejala yang terdapat dalam satu proses yakni proses
komunikasi.
Kajian Pragamatik terdapat dua unsur kalimat yakni kalimat konstatif
dan kalimat performatf. Yang dimaksud dengan kalimat konstatif adalah
kalimat yang bersifat pernyataan belaka dan kalimat performatif adalah
kalimat yang berisi perlakuan. Artinya, apa yang diucapkan oleh si pengujar
berisi apa yang dilakukannya. Tindakan tutur yang dilangsungkan dengan
kalimat performatif oleh Austin (1962: 100-102) dirumuskan sebagai tiga
3
peristiwa tindakan yang berlangsungan sekaligus yaitu tindak tutur lokusi,
tindak tutur ilokusi dan tindak tutur perlokusi.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah peristiwa tutur dan tindak tutur bahasa melayu dalam
interaksi para penyiar mradio 105fm pontianak ?
2. Bagaimanakah kalimat konstatif dalam interaksi pada penyiar mradio
105fm pontianak ?
3. Bagaimanakah tindak tutur lokusi bahasa melayu dalam interaksi para
penyiar mradio 105fm pontianak ?
C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mendeskripsikan peristiwa tutur dan tindak tutur bahasa melayu
dalam interaksi para penyiar mradio 105fm pontianak
2. Memberikan pengetahuan tentang kalimat konstatif dalam interaksi para
penyiar mradio 105fm pontianak
3. Memberikan informasi mengenai tindak tutur lokusi bahasa melayu
dalam interaksi para penyiar mradio 105fm pontianak.
D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
Dengan adanya penelitian bahasa ini untuk menambah pengetahuan dan
teori-teori yang dapat membantu peneliti untuk menyelesaikan penelitian
bahasa.
2. Manfaat Praktis
Dengan adanya penelitian bahasa ini dapat berguna untuk pembaca, orang
lain dan khusus nya peneliti dalam peristiwa tutur dan tindak tutur yang
dilakukan..



4
3. Definis Operasional
1. Peristiwa Tutur
Peristiwa tutur adalah terjadinya atau berlangsungny interaksi bahasa
dalam satu bentuk ujaran atau lebih yang melibatkan dua pihak yaitu
penutur dan lawan tutur.
2. Tindak Tutur
Tindak tutur adalah orang yang sulit dipisahkan makna bahas kepada
penggunaannya. Makna bahasa adalah penggunaan bahasa itu sendiri
dalam mengungkapkan kegiatan-kegiatan yang menjadi konteks atau
tempat ungkapan itu sendiri.
3. Bahasa Melayu
Bahasa melayu adalah bahasa yang menunjukkan kedaerahan orang yang
bersukukan melayu pada daerh tertentu. Sehingga, dialek yang digunakan
merupakan dialek daerah yang menggunakan bahasa melayu itu sendiri.
4. Kajian Pragmatik
Kajian Pragmatik adalah suatu proses yang dilakukan untuk mengetahui
sesuatu dengan mempelajari, memeriksa, menyelidiki, memikirkan
dengan pertimbangan yang matang dan kritis mengenai baik buruknya
suatu perkara dalam bahasa dimana pragmatik adalah salah satu cabang
subdisiplin ilmu linguistik. Pragmatik dapat diartikan penggunaan bahasa
untuk berkomunikasi sesuai dengan konteks dan situasi pemakaiannya.
4. Metodologi Penelitian
1. Waktu dan Tempat Penelitian
Waktu penelitian yang dilaksanakan adalah pukul 16.00 wib yang
dilakukan setiap hari sabtu sebagai hari evaluasi untuk para penyiar
mendiskusikan suatu program penyiaran dan tempat penelitiannya adalah
studio mradio 105fm pontianak ketika sedang berkumpul dan membahas
suatu program.

5
2. Metode Penelitian
Metode penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif.
Penelitian deskriptif kualitatif berusaha menggambarkan suatu gejala
sosial. Dengan kata lain penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan
sifat sesuatu yang tengah berlangsung pada saat studi. Metode kualitatif ini
memberikan informasi yang lengkap sehingga bermanfaat bagi
perkembangan ilmu pengetahuan serta lebih banyak dapat diterapkan pada
berbagai masalah. Metode penyelidikan deskriptif tertuju pada pemecahan
masalah yang ada pada masa sekarang. Metode ini menuturkan,
menganalisa, dan mengklasifikasi.

3. Teknik dan Alat Pengumpul Data
a. Teknik
Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa Observasi
Langsung dan Komunikasi Langsung.
b. Alat Pengumpul Data
Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa pencatat
lembaran dan taperecorder.
4. Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian terdiri dari tiga tahap. Yaitu, tahap persiapan, tahap
pelaksanaan dan tahap penyelesaian. Ke tiga tahap ini akan memaparkan
tiga situasi yang berbeda.
a. Tahap Persiapan
Pada tahap ini, peneliti mempersiapkan berbagai hal yang diperlukan
dalam melakukan penelitian ini. mulai dari mensurvei, observasi,
wawancara, materi, alat, instrumen dan sebagainya. Semua itu
disipakan pada tahap ini. hal ini bertujuan, agar peneliti tidak merasa
kebingungan ataupun kesulitan jiga mempersiapkan segala sesuatunya
ketika sudah memulai atau melaksanakan penelitian ini.

6
b. Tahap Pelaksanaan
Pada tahap ini, peneliti melaksanakan niatnya untuk meneliti. Namun,
smua itu harus dipersiapkan dengan matang pada bagaian persiapan.
Ketika semuanya di anggap sudah siap, maka peneliti akan memulai
melaksanakan proses penelitian, mulai dari tahap pengumpulan data,
mereduksi data, kemudaian menyajikan data-data yang ada dan pada
akhirnya menyimpulkan data-data itu.
c. Tahap Penyelesaian
Penyelesaian menjadi bagian yang penting. Karena, pada bagian inilah
kita meninjau kembali bentuk-bentuk dari data yang sudah kita susun
sedemikian rupa berdasarkan berdasarkan klasifikasinya, bentuknya
dan pada akhirnya terlihat wujud fisiknya. Semuanya harus melalui
tahap pengecekan ulang atau pengoreksian, baik itu kata-kata, kalimat,
EYD dan sebagainya, yang di anggap perlu untuk di tinjau kembali
dalam interaksi.
5. Jadwal Penelitian
Nomor Nama
juni juli agust sept okt nop des
2014 2014 2014 2014 2014 2014 2014
1 Persiapan
2 Pembuatan
Proposal

3 Revisi
4 Surat Izin
5 Pengumpulan
Data

6 Pengolahan Data
Hasil Penelitian

7 Penyusunan
Laporan hasil
penelitian

8 Revisi Laporan
hasil penelitian

BAGIAN II
TINDAK TUTUR BAHASA MELAYU KAJIAN PRAGMATIK
A. Hakikat Pragmatik
Dalam kamus bahasa Indonesia edisi ketiga tahun 2006 disebutkan
bahwa pragmatik adalah yang berkenaan dengan syarat-syarat yang
mengakibatkan serasi tidaknya pemakian bahasa dalam komunikasi.
Prgamatik adalah berkenaan dengan syarat-syarat yang mengakibatkan serasi
tidaknya bahasa dalam komunikasi (KBBI, 1993: 177). Pragmatik juga
duartikan sebagai syarat-syarat yang mengakibatkan serasi tidaknya
pemakaian bahsa dalam komunikasi, aspek-aspek pemakian bahasa atau
konteks luar bahasa yang memberikan sumbangan kepada makna ujaran
(Kridalaksana, 1993: 177).
Pragmatik adalah salah satu cabang subdisiplin ilmu linguistik.
Pragmatik dapat diartikan penggunaan bahasa untuk berkomunikasi sesuai
dengan konteks dan situasi pemakaiannya. Pragmatik adalah kajian tentang
hubungan antara bahasa dan konteks yang mendasari penjelasan pengertian
bahasa. Peneliti ingin mengkaji bidang pragmatik ini yang sangat baik
digunakan untuk menganalisis suatu peristiwa dan tindak tutur bahasa melayu
terhadap interaksi ruang lingkup para penyiar mradio 105fm pontianak.
Kenapa lebih kepada peristiwa dan tindak tutur karena berkenaan dengan
waktu dan tempat tutur berlangsung, kemudian mengacu kepada waktu,
tempat dan situasi tutur yang berbeda dapat menyebabkan penggunaan variasi
bahasa yang berbeda antar satu penyiar dan penyiar lainnya.



8

9
Pihak-pihak yang terlibat dalam penuturan bisa pembicara dan
pendengar, penyapa dan pesapa, atau pengirim dan penerima pesan.merujuk
kepada dan tujuan pertuuran, kemudian mengacu kepada bentuk ujaran dan
isi ujara, nada, cara dan semangat dimana suatu pesan disampaikan.mengacu
juga kepada jlur yang digunakan baik secara lisan maupun tulisan.
B. Peristiwa Tutur
Sebagaimana yang telah dikemukan sebelumnya bahasa tindak tutur
itu merupakan gejala individual, serta cenderung bersifat psikologis. Peristiwa
tutur merupakan gejala yang bersifat sosial, serta dapat dikatakan bahwa
peristiwa tutur ini merupakan rangkian dan sejumalh tindak tutur. Chaer dan
Leonie Agustine (1995) mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan
peristiwa tutur adalah terjadinya atau berlangsungnya interaksi linguistik
dalam satu bentuk ujaran atau lebih yang melibatkan dua pihak yakni penutur
dan lawan tutur, dengan satu pokok tuturan dalam waktu, tempat dan situasi
tertentu. Jadi, interaksi yang berlangsung antara seorang pedagang dan
pembeli dengan menggunakan bahasa sebagai alat komunikasinya adalah
sebuah peristiwa tutur.
Memperhatikan pengertian peristiwa tutur itu terlihat bahwa salah satu
percakapan antara penutur dengan penutur yang dapat disebut peristiwa tutur,
meliputi :
1. Adanya partisipasi antara penutur dan penutur
2. Satu pokok tuturan
3. Harus dalam waktu tertentu
4. Tempat tertentu
5. Situasi tertentu



10
Dengan demikian apabila ada percakapan yang tidak memenuhi kelima
ktiteria itu, bukanlah suatu peristiwa tutur. Dell Hymes, seorang pakar sosial
linguistik mengemukakan delapan komponen itu dirangkaian menjadi sebuah
akronim SPEAKING seperti yang dikutip oleh Wardhaugh (1990) berikut :
S = Setting and Scence (Waktu dan Tempat serta Situasi) yakni tempat serta
waktu peristiwa tutur yang terjadi didalam tindak tutur.
P = Participatants ( Partisipasi) yakni partisipasi dalam interaksi satu sama
lainnya apakah terdapat respon atau tidak.
E = Ends (Tujuan) yakni tujuan dari penutur ktika terjadinya proses interaksi
didalam peristiwa tutur dan tindak tutur.
A = Act Sequence (Bentuk dan Isi Ujaran) yakni isi ujaran yang terdapat
didalm interaksi antara penutur dan lawan tutur dalam proses tindak tutur.
K = Key (Cara atau Nada) yakni melihat dari cara ataupun mendengarkan
nada si penutur saat berbicara ataupun interaksi.
I = Instrumentalites ( Ragam Bahasa) yakni ragam bahasa yang digunakan
dalam proses interaksi antar penutur dan lawan penutur
N = Norn Of Interaction and Interpretation ( Norma atau Aturan Berinteraksi)
yakni aturan-aturan dalam berbicara seperti kaidah dalam berbahasa yang
dilafalkan dalam proses interaksi.
G = Genre (Jenis atau bentuk Penyampiannya) yakni cara penyampian si
penutur dalam berkomunkasi antara satu dengan lainnya.



11
C. Tindak Tutur
Tindak Tutur adalah segala tindak yang dilakukan seseorang dalam
berbicara. Richard (1995) mengemukakan bahwa tindak tutur adalah istilah
minimal dari pemakaian situasi tutur ataupun peristiwa tutur atau tindak tutur.
Ketika kita berbicara, kita melakukan tindakan-tindakan seperti member
laporan, membuat pernyataan-pernyataan, mengajukan pertanyaan,
memberikan peringatan, menyesal dan meminta maaf. Tindak tutur juga dapat
diartikan sebagai sesuatu yang sebenarnya kita lakukan ketika berbicara.
Ketika kita terlihat dalam percakapan, kita melakukan beberapa tindakan
seperti, melaporkan, menyatakan, memperingatkan, mengusulkan,
menjanjikan, menyarankan dan mengkritik.
Jenis-Jenis Tindak Tutur mempunyai kedudukan yang sangat penting
dalam pragmatik karena tindak tutur adalah satuan analisisnya. Uraian berikut
memaparkan klasifikasi dari berbagai tindak tutur. Menurut Chaer dan Leonie
Agustina, 1995: 68-69) merumuskan ada tiga jenis tindak tutur yakni tindak
tutur lokusi, ilokusi dan perlokusi.
a. Tindak Tutur Lokusi adalah tindak tutur yang untuk menyatakan sesuatu.
Tindak tutur yang berkaitan dengan perbuatan dalam hubungannya tentang
sesuatu dengan mengatakan sesuatu.
b. Tindak Tutur Ilokusi adalah tindak tutur yang berfungsi mengatakan atau
menginformasikan sesuatu dapat juga digunakan untuk melakukan
sesuatu. Dengan kata lain, tindak tutur yang dilakukan oleh penutur yang
berkaitan dengan perbuatan hubungan dengan menyatakan sesuatu. Tindak
tutur ilokusi berkaitan dengan nilai yang ada dalam proposisinya.




12
c. Tindak Tutur Perlokusi adalah perbuatan yang dilakukan dengan
mengujarkan sesuatu, membuat orang lain percaya akan sesuatu, membuat
orang lain percaya akan sesuatu yang mendesak orang lain untuk berbuat
sesuatu atau mempengaruhi orang lain.

















DAFTAR PUSTAKA
Agustina, Leoni. 2010. Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta
Rohadi, Muhammad. 2011. Sosiolinguistik. Yogyakarta: Pustaka Belajar
Setiawan, Budi. 2012. Pragmatik. Salatiga: Widya Sari Press
















13