Anda di halaman 1dari 6

Trigger 4: Nyeri Perut

seorang pasien umur 20 tahun, laki-laki, datang ke UGD RSI Siti Rahmah dengan nyeri perut disekitar
perut kanan bawah. Pasien mengeluhkan nyeri pada epigastrium dan disertai dengan mual dan muntah.
Nafsu makan pasien menurun dan yang terjadi lebih kurang 12 jam yang lalu. Dan nyeri berpindah
keperut bagian bawah. Nyeri bertambah dengan batuk. Pada TTV dijumpai keadaan lemah, letargik, TD
100/60 mmHg, nadi 110x/menit, suhu 38.0
o
C. pada pemeriksaan dijumpai nyeri tekan dan nyeri lepas
pada region iliaka kanan, dijumpai juga tanda Blumberg, tanda rovsing, tanda obturator dan psoas. Pada
pemeriksaan colok dubur dijumpai nyeri dubur dijumpai nyeri yang terbatas. Pemeriksaan laboratorium
adanya leukositosis.
















Step 1:Clarify unfamiliar terms
1. Tanda Blumberg: nyeri kanan bawah bila penekanan sebelah kiri perut kanan bawah dilepaskan
2. Tanda rovsing: penekanan abdomen kiri bawah dan nyeri rasa tekan pada abdomen kanan bawah.
3. Tanda obturator: gerakan rotasi dan fleksi sendi panggul pada posisi telentang.
4. Tanda psoas: merangsang otot psoas lewat hiperekstensi sendi panggul kanan/fleksi reaksi aktif
sendi panggul kanan, kemudian paha kanan ditahan.


















Step 2: Define the problems
1. Mengapa nyeri bias berpindah?
2. Mengapa bisa disertai mual dan muntah?
3. Mengapa bisa menyebabkan nyeri pada epigastrium?
4. Mengapa nyeri bertambah saat batuk?
5. Bagaimana ingterpretasi hasil pada pemeriksaan TTV dan Lab?
6. Mengapa nafsu makan pasien menurun?
7. Mengapa pada pemeriksaan abdomen ditemukan adanya nyeri tekan dan nyeri lepas?
8. Bagaimana hasil skoringnya pada trigger?
9. Apa yang diderita pasien?












Step 3: Brainstrom possible hypothesis or explanation
1. Karena adanya gangguan organ visceral
2. Karena nyerinya merangsang nervus vagus
3. Cirri khas pada peradangan organ visceral adalah tidak dapat dilokalisir (nyeri pindah)
4. Karena otot abdomen berkontraksi sehingga organ tertekan dan juga adanya penekanan diafragma
5. kesadran menurun (latergik)
-TD 100/60 mmHg (menurun)
-Nadi 110x/menit (cepat)
-Suhu 38.0
o
C (tinggi)

-leukositosis (meningkatnya jumlah leukosit)
6. radang infeksi dan gangguan saluran pencernaan
7. karena peradangan sudah mengenai peritoneum
8. LO
9. peritonitis ec rupture appendix












Step 4: Arrange explanation into a tentative solution




















Pasien nyeri perut kanan bawah
Anamnesis:
-nafsu makan meurun
-nyeri epigastrium
-mual dan muntah
-nyerui berpindah
-nyeri bertambah dengan batuk


Pemeriksaan Fisik:
-TD menurun
-Nadi cepat
-suhu tinggi
-nyeri tekan dan nyeri lepas

Pem.Lab
-leukositosis

Peritonitis ec rupture appendix



Step 5: Define learning Objective
Mahasiswa mampu memahami, mengetahui, dan menjelaskan:
1. Defenisi peritonitis ec rupture appendix
2. etiologi
3. Patofisiologi
4. Diagnose dan DD
5. Tatalaksana
6. Komplikasi
7. Prognosis
8. Edukasi