Anda di halaman 1dari 147

ACUAN PERANCANGAN

PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI


By : ANNISA FITRI PRATIWI
1

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kuliner berarti masakan atau makanan. Istilah kuliner sering digunakan oleh
masyarakat dalam menunjukkan makanan atau masakan suatu daerah. Indonesia
memiliki beragam jenis masakan dan makanan di setiap daerah. Keberagaman ini
membuat masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan mencari tempat-tempat atau
pusat jajanan yang menawarkan masakan atau makanan, mulai dari jajan di
warung makan (PKL), rumah makan, maupun restoran.
Seiring perkembangan waktu, berdasarkan data BPS Kendari Dalam Angka tahun
2010-2012, minat masyarakat untuk berbisnis kuliner semakin meningkat, yaitu
sebesar 8 % jumlah unit kedai makanan dan 1 % jumlah unit restoran.
Perkembangan kota saat ini, warung makan (PKL) menggunakan ruang-ruang
jalan dan ruang-ruang kota yang rendah efektifitasnya atau ruang-ruang yang
tidak dimanfaatkan pemiliknya merupakan arena yang paling mudah dijadikan
tempat untuk melakukan usaha komersil. Kehadirannya dapat menganggu
kegiatan, ketertiban dan keindahan kota karena efek visual maupun dampak pada
lingkungan yang ditimbulkan.
Ruang publik (public space) merupakan ruang atau lahan umum, dimana
masyarakat dapat melakukan kegiatan publik fungsional maupun kegiatan
sampingan lainnya yang dapat mengikat suatu komunitas, baik melalui kegiatan
sehari-hari atau kegiatan berkala. (Kusumawijaya, 2006).
Pemanfaatan ruang publik bersinggungan langsung dengan kehidupan masyarakat
dan melibatkan peran masyarakat secara aktif untuk memanfaatkan keberadaan
serta dapat menciptakan interaksi sosial diantara penghuninya. Dengan
menggunakan fungsi ruang publik yang diintegrasikan ke dalam fungsi pusat
kuliner maka, dapat tercipta area publik fungsional yang dapat mengatasi
kecenderungan para pemilik usaha komersil yang mencari lokasi strategis untuk
memulai bisnis kuliner dan juga menyediakan ruang yang dibutuhkan.
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
2

Konsep pusat kuliner sebagai ruang publik merupakan gagasan yang dapat
diaplikasikan dalam menciptakan suatu interaksi sosial, dengan menekankan pusat
kuliner sebagai fungsi utamanya.

B. Rumusan masalah
Berdasarkan uraian diatas maka yang menjadi inti permasalahan dalam hal ini
adalah :
1) Bagaimana menentukan lokasi pusat kuliner sebagai Ruang Publik yang dapat
mewadahi kegiatan wisata kuliner bagi masyarakat di Kota Kendari ?
2) Bagaimana mengintegrasikan jenis aktivitas Ruang Publik ke dalam Pusat
Kuliner ?
3) Bagaimana mendesain fasilitas-fasilitas di dalam Pusat Kuliner sebagai
Ruang Publik ?

C. Tujuan dan Sasaran Pembahasan
a. Untuk mendapatkan lokasi yang potensial untuk perancangan dan
perencanaan Pusat Kuliner sebagai Ruang Publik;
b. Untuk mengintegrasikan jenis aktivitas yang ada pada ruang publik ke
dalam kawasan Pusat Kuliner;
c. Untuk mendapatkan desain yang sesuai dengan fungsi yang diinginkan serta
penataaan fasilitas-fasilitas di dalam pusat kuliner.

D. Batasan Pembahasan
1) Perencanaan dan perancangan fasilitas pusat kuliner sebagai ruang publik
hanya ditekankan pada desain tata letak bangunan, tampilan bangunan, dan
kebutuhan ruang bangunan sebagai ruang publik kota.
2) Penelitian dalam penulisan ini hanya dilakukan dengan metode survey, yang
berasal dari hasil pengumpulan data, observasi dan studi literatur.
3) Pembahasan berasal dari tinjauan pustaka dan analisa-analisa yang
dibutuhkan dalam menghasilkan sebuah konsep perancangan.


ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
3

E. Metode Penelitian dan Sistematika Penulisan
1. Metode Penelitian
Secara umum, metode penelitian yang digunakan dalam proses perencanaan ini
adalah metode penelitian survey dengan tahap-tahap sebagai berikut :
1) Tahap pengumpulan data, Dengan melakukan survei langsung di lapangan,
studi literatur, data tertulis dan observasi.
2) Tahap analisa, Dengan mengidentifikasi permasalahan yang ada,
mengelompokkan serta menghubungkan tiap-tiap permasalahan yang ada.
3) Tahap kesimpulan, Setelah tahap pengumpulan data dan analisa, dibuat
suatu kesimpulan untuk memperoleh syarat-syarat tertentu dalam
menentukan konsep dasar perencanaan.

2. Sistematika Penulisan
BAB I Pendahuluan
Mengemukakan latar belakang, permasalahan, sasaran perancangan,
batasan perancangan, dan sistematika penulisan.
BAB II Tinjauan Pustaka Terhadap Ide Rancangan
Mengemukakan pengertian judul, studi kasus, dan ide rancangan.
BAB III Tinjauan Lokasi Perancangan
Mengemukakan Rencana Tata Ruang Kawasan, tata guna lahan,
potensi lahan, sirkulasi, dan orientasi tapak.
BAB IV Pendekatan Konsep Perencanaan
Titik tolak pendekatan acuan yang merupakan gagasan awal dari suatu
konsep perancangan, dimana konsep-konsep tersebut merupakan alat
untuk mengubah pernyataan non fisik menjadi produk bangunan fisik.
BAB V Acuan perancangan
Konsep dasar perancangan sebagai acuan dalam perancangan fisik
bangunan serta upaya mencari pemecahan beberapa permasalahan
yang diperoleh.



ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
4

BAB VI Penutup
Berisi tentang kesimpulan yang terkait dengan judul dan perencanaan
Pusat Kuliner sebagai Ruang Publik di Kota Kendari.




















ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
5

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. TINJAUAN UMUM PUSAT KULINER SEBAGAI RUANG PUBLIK
KOTA DI KOTA KENDARI
1) Pengertian
a. Pusat
1) Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi Kedua (1994:801)
Pusat adalah pokok pangkal atau yang menjadi pumpunan (berbagai urusan, hal,
dan sebagainya)
2) Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Poewadarminta, 1994:801)
Pusat adalah titik yang benar ditengah-tengah, tempat yang letaknya dibagian
tengah, pokok/dangkal yang jadi pumpunan (berbagai urusan, hal, dan
sebagainya).
b. Kuliner
1) Menurut kamus Inggris Indonesia (1990: 159)
Kuliner merupakan hal yang berhubungan langsung dengan dapur atau
masakan.
2) Menurut Echols dan Shadily (1976: 75)
Kuliner adalah suatu hal yang berhubungan dengan dapur, memasak.
3) Seni kuliner adalah seni yang mempelajari tentang makanan dan minuman
yang memiliki ciri khas yang spesifik dari hidangan tradisional di seluruh
pelosok Nusantara (Fadiati dalam Ariani, 1994:5).
Selanjutnya Wolf dalam Suriani (2009:13) memberikan beberapa contoh dari
aktifitas yang memenuhi persyaratan sebagai objek dan daya tarik kuliner, yaitu :
a) Kelas memasak maupun semiloka dari suatu produk makanan, baik di
daerah perkotaan maupaun perdesaan.
b) Ruang mencicipi anggur yang menarik, misalnya di dalam gudang tua.
c) Sebuah restoran di perdesaan yang membuat makanan terbaik sehingga
orang-orang rela mengemudi lebih dari 3 jam untuk mencapainya.
d) Bir yang begitu unik; orang orang melakukan ziarah ke daerah pembuatan
bir tersebut setidak-tidaknya sekali seumur hidup.
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
6

c. Ruang Publik
Ruang publik adalah wujud dari terbentuknya kehidupan sosial, kepentingan
bersama, kepentingan umum. Terbentuknya ruang publik suatu kota
mencerminkan struktur organisasi ruang kota tersebut, bagaimana pola ruang kota
terbentuk oleh jaringan jalan (street) dan ruang publik berupa nodal (square,
lapangan), yang menciptakan komunikasi sosial antar individu atau kelompok
masyarakat (Ir. Edy Darmawan M.eng, 2004).

2) Budaya dan Kuliner Nusantara
a. Pengertian Kuliner Nusantara
Setiap provinsi ataupun kota pasti mempunyai makanan dan jajanan khas. Hal ini
seharusnya bisa dijaga sampai turun-temurun. Jajanan Tradisional adalah warisan
budaya yang unik,dan sering terlupakan tapi sesungguhnya cukup diminati.
Meskipun kecil, tapi kue tradisional adalah bagian dari atribut tradisi bangsa
Indonesia yang perlu dijaga dan dilestarikan, sebagai local jewel untuk
memajukan pariwisata Indonesia (Yuyun Alamsyah, 2006).
Jajanan tradisional merupakan salah satu komponen penting dalam pusaka kuliner
Indonesia. Bukan saja karena jajanan tradisional enak rasanya atau unik warna
dan penampilannya, melainkan juga karena jajanan tradisional sangat sarat dengan
unsur simbolisme atau perlambangan (Yuyun Alamsyah, 2006).
Sudah sangat banyak local wisdom yang hilang atau tercecer dalam kaitannya
dengan jajanan tradisional ini. Bahkan, kalau kita pergi ke pasar, sudah sangat
banyak jenis jajan pasar tradisional yang sudah tidak dapat lagi ditemukan. Ciri
ndeso pada jajan pasar telah membuatnya ditinggalkan oleh mayoritas warga
masyarakat kita yang sedang berangkat ke alam modern. Anehnya, kalau satwa
dan fauna langka perlu dilestarikan secara terorganisasi, pelestarian pusaka
kuliner yang nyaris punah tidak pernah mendapat perhatian khusus. (Bondan
Winarno, dalam buku Warisan Kuliner Nusantara Kue Basah dan Jajan Pasar).




ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
7

3) Bentuk-bentuk Pusat Kuliner dan Perkembangannya
a. Foodcourt
Secara umum foodcourt merupakan tempat untuk menikmati makanan dan
minuman, sambil berbincang-bincang dengan teman, pasangan, dan keluarga (Nur
Lailatul Mufidah, 2012).
Menurut Nur Lailatul Mufidah (2012), Dengan segala kemudahan fasilitas yang
ada, kini mall hadir dengan kemunculan tempat-tempat makan, seperti restauran,
foodcourt yang dapat mengisi kebutuhan konsumen khususnya keluarga mengenai
makan, apalagi yang ingin memanjakan anaknya.
b. Warung-warung Pedagang Kaki Lima (PKL)
1) Pengertian Pedagang Kaki Lima (PKL)
Pedagang Kaki Lima (PKL) adalah sekelompok orang yang menawarkan barang
dan jasa untuk dijual di atas trotoar atau di tepi/ di pinggir jalan, disekitar pusat
perbelanjaan/pertokoan, pasar, pusat rekreasi/hiburan, pusat perkantoran dan pusat
pendidikan, baik secara menetap atau setengah menetap, berstatus tidak resmi atau
setengah resmi dan dilakukan baik pagi, siang, sore maupun malam hari Soedjana
(1981). Menurut McGee dan Yeung (1977:25), PKL mempunyai pengertian yang
sama dengan hawker, yang didefenisikan sebagai orang-orang yang menjajakan
barang dan jasa untuk dijual di tempat yang merupakan ruang kepentingan umum,
terutama di pinggir jalan dan trotoar.
2) Karakteristik Pedagang Kaki Lima
Berdasarkan penelitian Kartini Kartono, dkk (dalam A. Widodo, 2000:2009)
ditemukan 21 karakteristik pedagang kaki lima. Karakteristik tersebut adalah :
a) Kelompok pedagang yang kadang-kadang sebagai produsen, yaitu pedagang
makanan dan minuman yang memasaknya sendiri.
b) Pedagang kaki lima memberikan konotasi bahwa mereka umumnya
menjajakan barang dagangannya pada gelaran tikar di pinggir jalan dan
didepan toko yang dianggap strategis, juga pedagang yang menggunakan
meja, kereta dorong dan kios kecil;
c) Pedagang kaki lima pada umumnya menjual barang secara eceran;
d) Pedagang kaki lima umumnya bermodal kecil, bahkan sering dimanfaatkan
pemilik modal dengan memberikan komisi sebagai jerih payah;
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
8

e) Pada umumnya PKL adalah kelompok marginal bahkan ada pula yang
masuk dalam kelompok sub-marginal;
f) Pada umumnya kualitas barang yang dijual kualitasnya relatif rendah,
bahkan ada yang khusus menjual barang-barang dengan kondisi sedikit
cacat dengan harga yang lebih murah lagi;
g) Omzet penjualan PKL pada umumnya tidak besar;
h) Para pembeli umumnya berdaya beli rendah;
i) Jarang ditemukan kasus pedagang kaki lima yang sukses secara ekonomi,
sehingga kemudian meningkat dalam jenjang hirarki pedagang;
j) Pada umumnya PKL merupakan usaha Family enterprise, dimana
anggota keluarga turut membantu dalam usaha tersebut;
k) Mempunyai sifat one man enterprise
l) Barang yang ditawarkan PKL biasanya tidak berstandar, dan perubahan
jenis barang yang diperdagangkan sering terjadi;
m) Tawar menawar antara pembeli dan pedagang merupakan ciri yang khas
pada usaha perdagangan kaki lima;
n) Sebagian PKL melakukan pekerjaannya secara musiman, dan kerap kali
terlihat jenis barang dagangannya berubah-berubah;
o) Barang-barang yang dijual oleh PKL biasanya merupakan barang yang
umum, jarang sekali PKL menjual barang yang khusus;
p) Pada umumnya PKL berdagang dalam kondisi yang tidak tenang, karena
sewaktu-waktu usaha mereka ditertibkan dan dihentikan oleh pihak yang
berwenang;
q) Masyarakat sering beranggapan bahwa para PKL adalah kelompok yang
menduduki status sosial yang rendah dalam masyarakat;
r) Mengingat adanya faktor pertentangan kepentingan, kelompok PKL adalah
kelompok yang sulit bersatu dalam bidang ekonomi meskipun perasaan setia
kawan yang kuat diantara mereka;
s) pada umumnya waktu kerja tidak menunjukkan pola yang tetap, hal ini
menunjukkan seperti pada ciri perusahaan perorangan;
t) PKL mempunyai jiwa entrepreneurship yang kuat.

ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
9

Mc.Gee dan Yeung (1977:108) menyatakan bahwa PKL beraglomerasi pada
simpul-simpul pada jalur pejalan yang lebar dan tempat-tempat yang sering
dikunjungi orang dalam jumlah besar yang dekat dengan pasar publik, terminal,
daerah komersil.

3) Jenis Dagangan Pedagang Kaki lima
Menurut Mc.Gee dan Yeung (1977:81) jenis dagangan pedagangan kaki lima
dapat dikelompokkan menjadi 4 (empat). Kelompok tersebut adalah sebagai
berikut:
a. Makanan yang tidak diproses dan semi olahan (unprocessed and semi
processed food), makanan yang tidak diproses termasuk makanan mentah
seperti; buah-buahan, sayur-sayuran, sedangkan makanan semi proses
adalah beras;
b. Makanan siap saji (Prepared food), yaitu pedagang makanan dan minuman
yang sudah dimasak;
c. Barang bukan makanan (non food item), kategori ini terdiri dari barang-
barang dalam skala yang luas, mulai dari tekstil hingga obat-obatan;
d. Jasa (Service), terdiri dari beragam aktifitas seperti jasa perbaikan sol
sepatu, dan tukang potong rambut. Jenis komuditas ini cenderung menetap.

4) Sarana fisik PKL
Menurut penelitian Waworoentoe (1973;24) antara lain adalah;
a. Pikulan/keranjang, bentuk sarana ini digunakan oleh pedagang yang keliling
(Mobile Hawkes) atau semi menetap (Semi static). Hal ini dimaksudkan agar
barang mudah dipindahkan kesuatu tempat;
b. Gelaran/alas, pedagang menggunakan alas untuk menggelar dagangannya.
Alas yang digunakan berupa; kain tikar, terpal, kertas, dan sebagainya;
c. Jongko/meja, bentuk sarana berdagang yang menggunakan meja/jongko
baik yang beratap ataupun yang tidak beratap. Sarana ini biasanya
digunakan PKL yang menetap;
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
10

d. Gerobak/kereta dorong, ini juga ada yang beratap ataupun tidak beratap.
Biasa digunakan oleh PKL baik yang menetap maupun tidak menetap. Pada
umumnya digunakan untuk menjajakan makanan, minuman, dan rokok;
e. Warung semi permanen, terdiri dari beberapa gerobak yang diatur berderet
yang dilengkapi dengan bangku-bangku panjang. Sarana ini menggunakan
atap terpal atau plastik yang tidak tembus air. PKL dengan sarana ini adalah
PKL yang menetap dan biasanya berjualan makanan dan minuman;
f. Kios, pedagang yang menggunakan bentuk sarana ini dikategorikan
pedagang yang menetap, karena secara fisik tidak bisa dipindahkan.
Biasanya merupakan bangunan semi permanen yang dibuat dari papan.
c. Restoran
1) Pengertian Restoran
Restoran berasal dari bahasa latin yaitu restaurare, dalam bahasa inggris berarti a
public eating place, yaitu rumah makan atau tempat makan umum. Menurut Zain
(2001 : 1164), restoran berarti rumah makan dan menurut Marsum WA (2006),
restoran adalah suatu tempat atau bangunan yang diorganisasi secara komersil,
yang menyelenggarakan pelayanan dengan baik kepada semua tamubaik berupa
makan maupun minum.
2) Macam-macam tipe restoran
Dilihat dari pengelolaan dan sistem penyajian, Marsum (1998:8-11) menjelaskan
restoran dapat dibedakan menjadi beberapa tipe yaitu:
a) Ala Carte restaurant adalah restoran yang telah mendapat izin penuh untuk
menjual makanan lengkap dengan banyak variasi, tamu bebas memilih
sendiri makanan yang mereka inginkan. Tiap makanan dalam restoran ini
memiliki tarif sendiri-sendiri.
b) Table Dhote restaurant adalah restoran yang khusus menjual satu susunan
menu yang lengkap (hidangan pembuka sampai hidangan penutup) dan
tertentu, dengan harga yang telah ditentukan pula.
c) Coffe shop atau Brasseire adalah restoran yang pada umumnya berhubungan
dengan hotel, tamu bisa mendapatkan makan pagi, makan siang, dan makan
malam secara cepat dengan harga yang pantas.
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
11

d) Caf adalah suatu restoran kecil yang mengutamakan penjualan cake (kue),
sandwich (roti isi), kopi dan teh. Pilihan makanan terbatas dan tidak menjual
minuman beralkohol.
e) Canteen adalah restoran yang berhubungan dengan kantor, pabrik atau
sekolah, tempat para pekerja dan pelajar bisa mendapatkan makan siang dan
coffe break, yaitu minum kopi disertai makanan kecil untuk selingan jam
kerja, jam belajar ataupun dalam acara rapat dan seminar.
f) Continental Restaurant adalah suatu restoran yang menitik beratkan
hidangan continental pilihan dengan pelayanan elaborate atau megah.
Bersuasana santai, susunannya agak rumit, disediakan bagi tamu yang ingin
makan secara santai dan rileks.
g) Carvery adalah restoran yang sering berhubungan dengan hotel dimana para
tamu dapat mengiris sendiri hidangan panggang sebanyak yang mereka
inginkan dengan harga yang telah ditetapkan.
h) Dining room terdapat di hotel kecil seperti motel atau inn, merupakan
tempat yang lebih ekonomis daripada tempat makan biasa. Dining room
pada dasarnya disediakan untuk para tamu yang tinggal di hotel yang
bersangkutan, namun juga menerima tamu dari luar.
i) Discotheque adalah restoran yang pada prinsipnya berarti juga tempat dansa
sambil mendengarkan alunan musik, juga menampilkan live band. Bar
adalah salah satu fasilitas utama dalam seduah diskotik, hidangan yang
tersedia umumnya berupa snack.
j) Fish and Chip Shop adalah restoran yang banyak terdapat di Inggris,
pengunjung dapat membeli bermacam-macam keripik dan ikan goring,
biasanya berupa ikan cod, dibungkus dalam kertas dan dibawa pergi, jadi
makanannya tidak dinikmati ditempat itu.
k) Grill Room adalah restoran yang menyediakan bermacam-macam daging
panggang. Pada umumnya antara restoran dengan dapur dibatasi oleh sekat
dinding kaca sehingga para tamu dapat memilih sendiri potongan daging
yang dikehendaki dan melihat sendiri proses memasaknya. Grill room
kadang-kadang disebut juga dengan steak house.
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
12

l) Inn Tavern adalah restoran dengan harga cukup yang dikelola oleh
perorangan di tepi kota. Suasananya dibuat sangat dekat dan ramah dengan
tamu-tamu, sedangkan hidangannya pun lezat-lezat.
m) Night Club / Super Club adalah restoran yang pada umumnya mulai dibuka
menjelang larut malam, menyediakan makan malam bagi tamu-tamu yang
ingin santai. Dekorasinya megah, pelayanannya mewah. Band merupakan
kelengkapan yang diperlukan. Para tamu dituntut berpakaian resmi dan rapi
sehingga menaikkan gengsi tempat itu.
n) Pizzeria adalah restoran yang khusus menjual pizza. Makanan lain berupa
spaghetti dan makanan khas Italia yang lain.
o) Pan Cake House merupakan suatu restoran yang khusus menjual pan cake
dan crepe yang diisi berbagai macam manisan didalamnya.
p) Pub, pada umumnya merupakan tempat hiburan umum yang mendapat izin
untuk menjual minuman beralkohol dan bir. Para tamu mendapatkan
minumannya dari counter, dan dapat dinikmati dengan berdiri atau duduk.
Hidangan yang disediakan berupa snack dan sandwich.
q) Snack Bar / Caf / Milk bar adalah semacam restoran yang sifatnya tidak
resmi dengan pelayanan cepat, dimana para tamu mengumpulkan
makanannya diatas baki yang diambil dari meja counter makanan dan
kemudian membawanya ke meja makan. Para tamu bebas memilih makanan
yang disukainya seperti hamburger, sausages dan sandwich.
r) Specially restaurant adalah restoran yang suasana dan dekorasinya
disesuaikan dengan tipe makanan khas yang disediakan. Restoran ini
menyediakan masakan Cina, Jepang, India, Italia dan sebagainya.
Pelayanannya sedikit banyak berdasarkan tata cara negara tempat asal
makanan spesial itu.
s) Terrace restaurant adalah restoran yang terletak diluar bangunan. Namun
masih berhubungan dengan ruangan induknya. Di negara-negara barat pada
umumnya restoran tersebut hanya buka pada musim panas saja.


ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
13

t) Gourmet Restaurant adalah restoran yang menyelenggarakan pelayanan
makan dan minum bagi orang-orang yang berpengalaman luas dalam bidang
rasa makanan dan minuman. Keistimewaan restoran ini adalah makanannya
yang lezat, pelayanan yang mewah dan harganya cukup mahal.
u) Family tipe restaurant adalah restoran sederhana yang menghidangkan
makanan dan minuman bagi tamu-tamu keluarga atau rombongan dengan
harga yang terjangkau.
v) Main Dining room adalah ruang makan utama restoran yang pada umumnya
terdapat di hotel-hotel besar, dimana penyajian makanannya secara resmi,
pelan namun terikat oleh peraturan yang ketat. Servisnya bisa menggunakan
pelayanan ala Perancis atau Rusia. Tamu-tamu yang hadir pada umumnya
berpakaian resmi dan formal.

4) Fungsi Ruang Publik
Peranan ruang publik dapat memberikan karakter kotanya, dan pada umumnya
memiliki fungsi interaksi sosial bagi masyarakat, kegiatan ekonomi rakyat dan
tempat apresiasi budaya. Secara langsung nilai komersil yang ditawarkan tidak
begitu menjanjikan bagi investor yang berminat berkiprah menanamkan
modalnya, karena pangsa pasar yang sebagian besar terdiri masyarakat
berpenghasilan rendah, sehingga tidak dapat diandalkan untuk pengembalian
modalnya (Ir. Edy Darmawan M.eng, 2003).

Menurut Ir. Edy Darmawan M.eng, 2003, fungsi ruang publik dapat diuraikan
sebagai berikut:
1) Sebagai pusat interaksi, komunikasi masyrakat baik formal seperti upacara-
upacara bendera, sholat ied pada hari idul fitri, dan peringatan yang lain;
informal seperti pertemuan-pertemuan individual, kelompok masyarakat
dalam acara yang santai dan rekreatif atau demo mahasiswa yang menjadi
pemandangan sehari-hari akhir-akhir ini dengan tujuan menyampaikan
aspirasi, ide-ide atau protes terhadap keputusan pihak penguasa, instansi
atau lembaga pemerintah maupun swasta yang lain.
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
14

2) Sebagai ruang terbuka, yang menampung koridor-koridor jalan menuju
kearah ruang publik tersebut dan sebagai ruang pengikat dilihat dari struktur
kota, sekaligus sebagai pembagi ruang fungsi bangunan disekitarnya serta
ruang untuk transit bagi msyarakat yang akan pindah kearah tujuan lain.
3) Sebagai tempat kegiatan pedagang kaki lima yang menjajakan makanan dan
minuman, pakaian, souvenir, dan jasa entertaiment seperti tukang sulap,
tarian kera dan ular, terutama untuk kegiatan dimalam hari.
4) Sebagai paru-paru kota, sehingga masyarakat banyak yang memanfaatkan
sebagai tempat olahraga, bermain dan santai bersama keluarga.

5) Tipe dan Karakter Ruang Publik Kota
Menurut Stephen carr (1992), tipologi ruang publik dibagi menjadi beberapa tipe
dan karakter sebagai berikut:
a) Taman umum (Public Park)
1) Taman Nasional (National Park)
Skala pelayanan taman ini adlah tingkat nasional, likasinya berada dipusat kota
seperti jakarta yang berpengaruh terhadap kegiatan nasional. Bentuknya berupa
zona ruang terbuka yang memilki peran yang sangat penting dengan luasan
melebihi taman-taman kota yang lain. Contohnya Taman Monumen Nasional
(Monas) Jakarta.

2) Taman pusat kota (Downtown Park)
Taman ini berada dikawasan pusat kota, berbentuk lapangan hijau yang dikelilingi
pohon-pohon peneduh atau berupa hutan kota dengan pola tradisional atau dapat
pula dengan desain pengembangan baru.
b) Taman Lingkungan (Neighborhood Park)
Ruang terbuka yang dikembangkan dilingkungan perumahan untuk kegiatan
umum seperti aktivitas bermain anak, olahraga, dan bersantai bagi masyarakat
disekitarnya. contoh taman kompleks perumahan.
c) Taman Kecil (Mini Park)
Taman kota yang kecil yang dikelilingi oleh bangunan-bangunan, termasuk air
mancur.
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
15

d) Lapangan dan Plaza
1) Lapangan Pusat Kota (Central Square)
Ruang Publik ini sebagai bagian pengembangan sejarah berlokasi dipusat kota
yang sering digunakan untuk kegiatan-kegiatan formal seperti upacara-upacara
peringatan hari nasional, sebagai Rendevous points koridor-koridor jalan
dikawasan tersebut.
2) Plaza Pengikat (Corporate Plaza)
Plasa ini merupakan pengikat dari bangunan-bangunan komersil atau perkantoran,
berlokasi dipusat kota dan pengelolaannya dilakukan oleh pemilik kantor atau
pemimpin kantor tersebut secara mandiri.
e) Peringatan (Memorial)
Ruang publik yang digunakan untuk memperingati memori kejadian penting bagi
umat manusia atau masyarakat ditingkat lokal atau nasional.

f) Pasar (Markets)
Ruang terbuka atau ruas jalan yang digunakan untuk pasar hal pertanian atau
pasar loak. Biasanya bersifat temporer atau hari tertentu dan berlokasi diruang
yang tersedia, jalan, plasa atau lapangan parkir.

g) Jalan (Streets)
1) Pedestrian sisi jalan (Pedestrian Sidewalk)
Bagian ruang publik yang banyak dilalui orang yang sedang berjalan kaki
menyusuri jalan yang satu yang berhubungan dengan jalan yang lain.
2) Mal Pedestrian (Mall Pedestrian)
Suatu jalan yang ditutup bagi kendaraan bermotor, dan diperuntukkan
khusus bagi pejalan kaki. Fasilitas tersebut biasanya dilengkapi dengan
assesoris kota seperti pagar, tanaman dan berlokasi dijalan utama pusat kota.
3) Mal Transit (Transit Mall)
Pengembangan pencapaian transit untuk kendaraan umum pada penggal
jalan tertentu yang telah dikembangkan sebagai pedestrian area.

4) Jalur Lambat (Traffic Restricted Streets)
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
16

Jalan yang digunakan sebagai ruang terbuka dan diolah dengan pedestrian
agar lalu lintas kendaraan terpaksa berjalan lamban, disamping dihiasi
dengan tanaman sepanjang jalan tersebut.
5) Gang kecil kota (Town trail)
Gang-gang kecil ini merupakan bagian jaringan jalan yang menghubungkan
keberbagai elemen kota satu dengan yang lain yang sangat kompak dan
integrated. Ruang publik ini direncanakan dan dikemas untuk mengenali
lingkungan.

h) Tempat bermain (Playgrounds)
Ruang publik ini berlokasi dilingkungan perumahan, dilengkapi peralatan
tradisional seperti papan luncur, bandulan, dan fasilitas temoat duduk untuk
dewasa, disampng dilengkapi dengan alat permainan untuk kegiatan petualangan.

i) Ruang Komunitas (Community open space)
Ruang-ruang kosong dilingkungan perumahan yang didesain dan dikembangkan
serta dikelola sendiri oleh masyarakat setempat.

j) Jalan Hijau dan Jalan Taman (Greenways &Parkways)
Merupakan jalan pedestrian yang menghubungkan antar tempat rekreasi dan ruang
terbuka.

k) Atrium/ Pasar Didalam Ruang (Atrium/I ndoor Market Place)
1) Atrium adalah ruang dalam suatu bangunan yang berfungsi sebagai atrium,
berperan sebagai pengikat ruang-ruang disekitarnya yang sering digunakan
untuk kegiatan komersial dan merupakan pedestrian area. Pengelolaannya
ditangani oleh pemilik gedung atau pengembang/investor.
2) Pasar/ Pusat Perbelanjaan dipusat kota (Market place/downtown shopping
center), Biasanya memanfaatkan bangunan tua yang kemudian direhabilitasi
ruang luar atau ruang dalamnya sebagai ruang komersil. Kadang-kadang
dipakai sebagai festival pasar dan dikelola sendiri oleh pemilik gedung
tersebut.
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
17

l) Ruang Dilingkungan Rumah (Found/Neighborhood Spaces)
Ruang terbuka yang mudah dicapai dari rumah, seperti sisa kapling disudut jalan
atau tanah kosong yang belum dimanfaatkan dapat dipakai sebagai tempat
bermain bagi anak-anak atau tempat bermain bagi anak-anak atau tempat
komunikasi bagi orang dewasa atau orang tua.

m) Waterfront
Ruang ini bisa berupa pelabuhan, pantai, bantaran sungai, bantaran danau, atau
dermaga. Ruang terbuka ini berada disepanjang rute aliran air didalam kota yang
dikembangkan sebagai taman untuk waterfront.

B. STUDI KASUS
1) Pusat Kuliner Sunway Giza Shopping Arcade, Malaysia
a. Aspek Filosofi
Sunway Giza Shopping Arcade berada di negara Malaysia, tepatnya di kota
Damansara Dataran Sunway dengan luas area 16,7 hektar. Giza ini memilki
konsep dengan tujuan untuk lebih meningkatkan popularitas makan di tempat
terbuka di malaysia. sebagai fitur ramah pejalan kaki, "jalan lebar pejalan kaki"
diintegrasikan ke dalam tata letak, menciptakan sebuah jalan pejalan kaki yang
kuat yang menghubungkan seluruh pembangunan.









Gambar II.1 Pusat Kuliner Sunway Giza Shopping Arcade
(Sumber : Futurarc Green Issue , 2010)
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
18

b. Aspek Fungsional








Gambar II.2 Jalan Lebar Dalam Kawasan Pusat Kuliner Sunway Giza Shopping Arcade
(Sumber : Futurarc Green Issue , 2010)
Dengan konsep yang diorientasikan untuk para pejalan kaki, giza ini memiliki
jalan lebar, yang merupakan garis keturunan pembangunan, menghubungkan
segala sesuatu bersama-sama. Jalan lebar ini dirancang untuk memiliki tempat
duduk untuk para pejalan kaki yang berkunjung didalam kawasan giza ini. Hal ini
dapat menciptakan frontages aktif yang melibatkan orang yang lewat (Futurarc
Green Issue , 2010).

Sunway Giza ini memiliki empat pintu masuk di keempat sisinya, dilindungi oleh
kanopi kaca yang dirancang untuk menarik minat yang lewat pada jalur lalu lintas
jalan lebar dan untuk menyediakan koneksi visual dan fisik langsung terhadap
pembangunan yang berdekatan untuk menarik kerumunan. di persimpangan jalan
lebar ini adalah akses langsung ke parkir bawah tanah melalui tangga melengkung
diapit oleh fitur air terjun(Futurarc Green Issue , 2010).
Untuk mendukung aktivitas di dalam kawasan giza ini, area servis diletakkan di
setiap toko/retail. Sedangkan area parkir berada disekeliling area kawasan
(Futurarc Green Issue , 2010).


ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
19













Gambar II.3 Site Plan Kawasan Pusat Kuliner Sunway Giza Shopping Arcade
(Sumber : Futurarc Green Issue , 2010)

Didalam kawasan giza ini memiliki 4 blok yaitu blok A, blok B, blok C, dan blok
D yang dapat dilihat pada table 1.1.
Table II.1 Jumlah Toko/Retail dalam Blok Pembangunan Pusat Kuliner Sunway Giza
Shopping Arcade
Nama Blok Jumlah Toko/Retail
BLOK A 16
BLOK B 16
BLOK C 17
BLOK D 8
(Sumber : Futurarc Green Issue , 2010)
c. Aspek Teknis
1. Ventilasi Alami
Jendela dapat dibuka cukup disediakan untuk memaksimalkan ventilasi alami ke
dalam unit untuk mengurangi penggunaan sistem pendingin udara. Jalan
boulevard memiliki penggemar raksasa untuk membantu dengan sirkulasi udara.
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
20

Semua koridor, area beranda, boulevard jalan dan tempat parkir dirancang untuk
ventilasi alami (Futurarc Green Issue , 2010).







Gambar II.4 Ventilasi Bangunan Pusat Kuliner Sunway Giza Shopping Arcade
(Sumber : Futurarc Green Issue , 2010)



II) Atap
Semua blok disediakan dengan atap tambahan dicat dengan cat reflektif untuk
membelokkan dalam mendapatkan panas dari atap datar RC (Futurarc Green
Issue , 2010).
2) Pasar Buah dan Kuliner Kelurahan Mandonga, Kendari
a. Aspek Filosofi
Kawasan ini terletak pada kawasan bantaran sungai kadia, yaitu berada pada Jl.
Jenderal Ahmad Yani, Jl. Sao-sao dan Jln By pass Kelurahan Mandonga Kota
Kendari. Lapak jualan yang diletakkan pada bantaran sungai menjadikan suatu ciri
khas kawasan tersebut. Pemerintah Kota Kendari membangun kawasan ini dengan
menyediakan fasilitas berupa bangunan semi permanen yang berfungsi sebagai
pasar buah. Konsep dari perencanaan pembuatan lapak jualan adalah
memanfaatkan lahan kosong daerah pinggir sungai sebagai tempat pembangunan
lapak jualan bagi para PKL dengan pendekatan arsitektur hijau.

ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
21


Gambar II.5 Pasar Buah dan Pusat Kuliner Kelurahan Mandonga, Kendari
(Sumber : Dokumentasi pribadi, 2013)

Gambar II.6 Pusat Kuliner Kelurahan Mandonga, Kendari
(Sumber : Dokumentasi pribadi, 2013)

ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
22


Gambar II.7 Site Lokasi Pusat Kuliner Kelurahan Mandonga, Kendari
(Sumber : www.maps.google.com)

b. Aspek Fungsional
Fungsi utama dari perencanaan kawasan ini adalah sebagai pasar buah kota
kendari, tetapi seiring perkembangan kota, kawasan ini mengalami penambahan
beberapa fungsi. Saat ini kawasan tersebut memiliki beragam jenis aktivitas
seperti jual beli buah-buahan, jual beli tanaman, ruang terbuka hijau, dan pusat
kuliner. Lokasi perencanaan kawasan ini berada pada kawasan potensial yang
memiliki pusat perbelanjaan, tempat pengisian bahan bakar, hotel, dan toko.


Gambar II.8 Penzoningan Jenis Aktivitas dan Potensi Tapak
(Sumber : www.maps.google.com)

ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
23


Gambar II.9 Penzoningan Jenis Aktivitas dan Sungai Kadia
(Sumber : www.maps.google.com)

Lokasi ini dapat diakses dengan menggunakan kendaraan pribadi, kendaraan
umum maupun berjalan kaki. Kendaraan yang melintas pada kawasan ini
didominasi oleh kendaraan roda dua dari jalan jenderal ahmad yani menuju jln
sao-sao atau ke arah Jln by pass. Tetapi tidak disediakan lahan parkir untuk para
pengguna kendaraan, sehingga ruas jalan yang digunakan pejalan kaki, dijadikan
sebagai lahan parkir sementara bagi pengguna kendaraan.

Gambar II.10 Ruas Jalan Berfungsi Sebagai Lahan Parkir Sementara
(Sumber : Dokumentasi pribadi, 2013)
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
24

Berdasarkan pendekatan arsitektur hijau, kawasan ini menggunakan pohon
peneduh sebagai aplikasi lansekap, dan material papan, seng sebagai material
lapak jualannya.

c. Aspek Teknis
Kawasan ini memiliki penghawaan alami dengan menggunakan pohon peneduh
untuk mengurangi panas terik matahari pada siang hari.

Gambar II.11 Lapak Jualan dan Pohon Peneduh
(Sumber : Dokumentasi pribadi, 2013)

3) Bukit Panjang (Hawker center), Singapura
a. Aspek Filosofi
Budaya makanan merupakan komponen utama dalam gaya hidup banyak orang
Singapura dan makan di luar menjadi aktivitas sehari-hari. Selain itu pilihan
makanan dan tempat makan harus memenuhi kualitas yang tinggi tetapi tetap
mempertahankan kuliner khas singapura. Skema ini menetapkan hubungan antara
makanan, kenyamanan dan pertukaran sosial dalam pusat jajanan, menggunakan
budaya wisata kuliner untuk mengaktifkan ruang sosial dan sebaliknya
(www.arcdaily.com).


ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
25









Gambar II.12 Bukit Panjang Hawker center, Singapura
(Sumber : www.arcdaily.com)

b. Aspek Fungsional
Pusat jajanan ini bertujuan tidak hanya untuk mendorong hubungan antara
individu tetapi juga melalui design lipat progresif, untuk melibatkan konteks dan
komunitas yang lebih luas (Sumber : www.arcdaily.com).
Bukit panjang (Hawker center) ini memiliki 3 lantai, yaitu
c. Lantai pertama, berfungsi untuk kios-kios jajanan yang langsung dimasak,
memiliki jam operasi terpanjang, letaknya di lantai dasar untuk visibilitas
maksimum untuk menarik orang masuk.
d. Lantai kedua, berfungsi dengan menempatkan lock up kios-kios.
e. Lantai ketiga, berfungsi sebagai kios-kios jajanan basah
(www.arcdaily.com).







ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
26

Tabel II.2 Resume Matriks Hasil Studi Kasus
ASPEK
ARSITEKTURAL
BANGUNAN
I
Sunway Giza
Shopping Arcade
II
Pasar Buah, dan
Kuliner Kota Kendari
III
Bukit Panjang
(Hawker Center)
Lokasi
Berada di negara
Malaysia, tepatnya di
kota Damansara
Dataran Sunway
berada pada Jl.
Jenderal Ahmad Yani,
Jl. Sao-sao dan Jln By
pass Kelurahan
Mandonga Kota
Kendari
Berada di Negara
Singapura
Fungsi Pusat Kuliner
Pasar buah, ruang
publik, pasar tanaman,
dan pusat kuliner.
Pusat Kuliner
Konsep bangunan
Terbagi 4 blok
bangunan yang
perancangannya
diorientasikan bagi
pejalan kaki.
Dibuat memanjang
mengikuti alur
bantaran sungai
dengan bentuk lapak
jualan yang sama.
Pusat jajanan yang
terbagi menjadi 3
lantai dengan fungsi
yang berbeda. Dimana
lantai pertama
dirancang untuk
menarik minat
konsumen untuk
memasuki bangunan
ini.






Pola hubungan
ruang
Terpusat, dengan
menggunakan entrance
ke jalur bawah tanah
sebagai titik tengah
yang menghubungkan
jalan lebar para pejalan
kaki.
Linear karena akses ke
semua lapak dapat
dijangkau dengan
mengikuti arah jalan
Linear secara vertical.
Bentuk sirkulasi dari
lantai satu ke lantai 3.
Penerapan warna
Didominasi warna
putih.
Warna putih
mendominasi eksterior
dan interior bangunan
Pemilihan
material
Menggunakan material
composit panel, kasa,
aluminium, dan baja

Menggunakan material
composit panel, baja,
besi, kayu, dan
alluminium.



ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
27

D. IDE RANCANGAN
Berdasarkan studi kasus yang diuraikan diatas maka, hal-hal yang dapat
diterapkan dalam rancangan Pusat Kuliner Sebagai Ruang Publik Kota Di
Kendari adalah:
a. Lokasi perencanaan berada pada yang sesuai dengan fungsi kawasan
perdagangan dan jasa, pariwisata, perkantoran dan permukiman;
b. Mewadahi kegiatan wisata kuliner bagi para pejalan kaki, pengendara
motor, mobil dan sepeda;
c. Menyediakan fasilitas ruang publik yang diaplikasikan pada design kawasan
seperti, taman, area bermain, dan lain-lain;
d. Perencanaan kawasan dibuat untuk memudahkan para pengguna untuk
menemukan lapak jualan dengan mudah dan nyaman;
e. Bentuk bangunan dibuat menarik agar para pengunjung menjadi nyaman
dan tertarik membeli jajanan.












ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
28

BAB III
TINJAUAN LOKASI PERANCANGAN
A. TINJAUAN MAKRO LOKASI
1. Gambaran Umum Kota Kendari
a. Letak Geografis dan Batas Wilayah

Gambar III.1 Peta Rencana Struktur Ruang Kota Kendari 2010-2030
(Sumber : Dinas Tata Kota dan Pemukiman Kota Kendari)
Wilayah Kota Kendari dengan ibuKotanya Kendari dan sekaligus berkedudukan
sebagai ibuKota Provinsi Sulawesi Tenggara secara geografis terletak di bagian
selatan garis khatulistiwa berada di antara 30 54` 30`` - 40 3` 11`` Lintang
Selatan dan membentang dari Barat ke Timur diantara 1220 23` - 1220 39` Bujur
Timur dengan batas-batas wilayah sebagai berikut :
1) Sebelah utara berbatasan dengan kecamatan Soropia & Kecamatan sampara
(Kabupaten Konawe)
2) Sebelah timur berbatasan dengan Laut Banda
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
29

3) Sebelah selatan berbatasan dengan kecamatan moramo (Kabupaten Konawe
Selatan)
4) Sebelah Barat berbatasan dengan kecamatan sampara(kabupaten
Konawe),Kecamatan Ranomeeto & Kecamatan Konda (Kabupaten Konawe
Selatan).
b. Luas wilayah
Wilayah Kota Kendari terletak di jazirah Tenggara Pulau Sulawesi Wilayah
daratannya sebagian besar terdapat di daratan pulau Sulawesi mengelilingi Teluk
Kendari dan terdapat satu pulau yaitu Pulau Bungkutoko. Luas wilayah daratan
Kota Kendari 295,89 KM2 atau 0,70 persen dari luas daratan Provinsi Sulawesi
Tenggara.
Luas wilayah menurut kecamatan sangat beragam. Kecamatan Abeli merupakan
wilayah kecamatan yang paling luas (16,77%), selanjutnya Kecamatan Baruga
(16,76%), Kecamatan Poasia (14,71%), Kecamatan Puuwatu (14,43%),
Kecamatan Mandonga (7,89%), Kecamatan Kambu (7, 82%), Kecamatan Kendari
Barat (7,77%), Kecamatan Kendari (6,61%), Kecamatan Wua-wua (4,71%), dan
Kecamatan Kadia (3,08%).










ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
30

Table III.1 Luas Wilayah Kota Kendari Menurut Kecamatan 2012
Kecamatan
Luas Area
Km2 %
1 2 3
Mandonga
20,77 7,77
Baruga
48,00 17,95
Puuwatu
39,72 14,86
Kadia
6,71 2,51
Wua-wua
11,16 4,17
Poasia
37,74 14,12
Abeli
43,85 16,40
Kambu
24,63 9,21
Kendari
15,68 5,86
Kendari Barat
19,11 7,15
Kota Kendari

Kendari City
267,37 100,00
Wilayah Laut
31,527

(Sumber : BPS Kendari Dalam Angka 2013)
c. Tinggi Wilayah
Dilihat berdasarkan ketinggian wilayah Kota Kendari di atas permukaan laut,
Kecamatan Mandonga merupakan wilayah tertinggi berada pada ketinggian 30
meter di atas permukaan laut, selanjutnya wilayah Kecamatan Abeli dan
Kecamatan Kendari Barat berada pada ketinggian 3 meter di atas permukaan laut.
d. Keadaan Iklim
1. Suhu, Kelembaban, dan Curah Hujan
Sebagaimana daerah-daerah lain di Indonesia, di Kota Kendari hanya dikenal dua
musim yakni musim kemarau dan musim hujan. Keadaan musim sangat
dipengaruhi oleh arus angin yang bertiup diatas wilayahnya. Menurut data yang
diperoleh dari Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Metereologi
Maritim Kendari tahun 2010 terjadi 258 hari hujan dengan curah hujan 2,859,3
mm.


ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
31

Suhu udara dipengaruhi oleh berbagai macam factor. Permengabedaan ketinggian
dari permukaan laut, daerah pegunungan dan daerah pesisir mengakibatkan
keadaan suhu yang sedikit beda untuk masing-masing tempat dalam suatu
wilayah. Secara keseluruhan, wilayah Kota Kendari merupakan daerah bersuhu
tropis.
e. Jumlah Penduduk
Penduduk Kota Kendari berdasarkan sensus penduduk 2000 berjumlah 205.204
jiwa. Ketika dilakukan survei penduduk antarsensus (Supas) pada tahun 2005,
diketahui jumlah penduduk Kota Kendari meningkat menjadi 226.056 jiwa.
Jumlah penduduk berdasarkan hasil sensus penduduk 2010 tercatat sebanyak
289.966 jiwa.
Jumlah penduduk tahun 2012 adalah sebesar 304.862 jiwa. Penduduk tersebut
tersebar dengan persebaran yang tidak merata. Pada tahun 2012, sebanyak 14,80
persen penduduk Kota Kendari tinggal diwilayah Kendari barat, hanya 6,68
persen tinggal di kecamatan baruga, dan selebihnya tersebar di delapan kecamatan
dengan persebaran yang bervariasi. Di samping itu, dilakukan penghitungan
kepadatan penduduk pada masing-masing wilayah kecamatan. Kepadatan
penduduk adalah banyaknya penduduk per km persegi. Kadia merupakan
kecamatan dengan kepadatan penduduk paling tinggi yaitu 6.149 jiwa per km
2
.
Sedangkan Baruga merupakan kecamatan dengan kepadatan penduduk paling
rendah yaitu sebesar 424 jiwa per km
2
.
Bila dilihat berdasarkan rasio jenis kelamin, di Kota Kendari terdapat lebih
banyak penduduk laki-laki daripada perempuan. Rasio jenis kelamin adalah
perbandingan antara banyaknya penduduk laki-laki dengan banyaknya penduduk
perempuan pada suatu daerah dan waktu tertentu. Biasanya dinyatakan dengan
banyaknya penduduk laki-laki untuk 100 perempuan. Rasio penduduk Kota
Kendari sebesar 101,98 atau dengan kata lain, terdapat 102 penduduk laki-laki
untuk tiap 100 penduduk perempuan.


ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
32

f. Pemerintahan
Luas wilayah yang dimiliki Kota Kendari adalah 29.589 Ha atau 0.78% dari luas
wilayah Sulawesi Tenggara. Secara administrasif Kota Kendari terbagi atas 10
Kecamatan yaitu :
1) Kecamatan Poasia, terdiri dari 4 Kelurahan yaitu : Anduonohu,
Rahandouna, Anggoeya dan Matabubu.
2) Kecamatan Baruga, terdiri dari 4 Kelurahan yaitu Baruga, Lepo-lepo,
Watubangga dan Wundudopi
3) Kecamatan Mandonga, terdiri atas 6 Kelurahan yaitu : Mandonga,
Korumba, Anggilowu, Alolama, Wawombalata dan Labibia.
4) Kecamatan Kendari, terdiri dari 9 Kelurahan yaitu : Kandai, Gunung jati,
Kendari Caddi, Kasilampe, Kampung Salo, Mangga Dua, Mata, Purirano
dan Jati Mekar.
5) Kecamatan Kendari Barat, terdiri dari 9 Kelurahan yaitu : Kemaraya, Watu-
watu, Tipulu, Punggaloba, Benu-benua, Sodohua, Sanua, Dapu-Dapura,
Lahundape.
6) Kecamatan Abeli terdiri dari 13 Kelurahan yaitu Benua Nirae, Puday,
Lapulu, Abeli, Anggalomelai, Tobimeita, Poasia, Talia, Petoaha, Nambo,
Bungkutoko, Sambuli dan Tondonggeu.
7) Kecamatan Wua-Wua terdiri dari 4 Kelurahan yaitu Wua-Wua, Bonggoeya,
Mataiwoi dan Anawai.
8) Kecamatan Puwatu terdiri dari 6 Kelurahan yaitu: Puwatu, Watulondo,
Pungolaka, Tobuuha, Abeli Dalam dan Lalodati.
9) Kecamatan Kambu terdiri dari 4 Kelurahan yaitu: Kambu, Mokoau, Padaleu
dan Lalolara.
10) Kecamatan Kadia terdiri dari 5 Kelurahan yaitu: Kadia, Bende, Pondambea,
Wawo Wanggu dan Anaiwoi.




ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
33

2. Rencana Umum Tata Ruang Kota Kendari
1. Rencana Tata Guna Lahan
Sebagai suatu sistem wilayah, Kota terbentuk oleh pembagian zona wilayah
tertentu yang direncanakan oleh Dinas Tata Kota dan Pemukiman Kota Kendari
2010-2030. Sehubungan dengan perkembangan kebutuhan lahan kegiatan-
kegiatan perKotaan, maka fungsi eksisting di Kota Kendari di masa mendatang
mengalami perubahan sebagaimana yang telah di lakukan oleh Dinas Tata Kota
dan Pemukiman Kota Kendari yang telah membuat Rencana Tata Ruang Wilayah
(RTRW) Kota Kendari 2010-2030 yakni membagi wilayah-wilayah Kota Kendari
melalui penzoningan wilayah.
Pembangunan wilayah Kota Kendari didasarkan pada Rencana Tata Ruang
Wilayah Kota agar pembangunannya lebih berdaya guna, berhasil guna, serasi,
selaras, seimbang, dan berkelanjutan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan
masyarakat yang tertib, aman, dan berkeadilan.
2. Fungsi dan Peran Kota
Berdasarkan potensi yang dimiliki Kota Kendari, maka kemampuan pelayanan
seluruh kegiatan potensial yang ada secara internal dan eksternal akan dapat
menentukan fungsi dan peran Kota.
Kota Kendari dalam masa yang akan datang berdasarkan Rencana Tata Ruang
Wilayah Kota Kendari 2010-2030 dalam peta sistem pusat-pusat pelayanan Kota
akan berfungsi sebagai:
a. Pusat pelayanan Kota:
1) Pusat Pemerintahan Kota
2) Perdagangan dan Jasa
3) Pariwisata
4) Pendidikan
5) Transportasi
6) Industri
7) Kesehatan
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
34

b. Sub Pusat Pelayanan Kota
c. Pusat Lingkungan\

3. Rencana Pola Ruang
Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Kendari tahun 2010
2030, pembagian pola ruang Kota Kendari terbagi atas beberapa zona peruntukan,
yakni :
1) Kawasan Pertanahan
2) Pertanian Tanaman Hortikultura
3) Kawasan Hutan Lindung
4) RTH
5) Sempadan Pantai
6) Kawasan Resapan Air
7) Sempadan Sungai
8) Taman Wisata Alam
9) Kebun Raya
10) Hutan Kota
11) Taman Kota
12) Perumahan Kepadatan Tinggi
13) Perumahan Kepadatan Sedang
14) Perumahann Kepadatan Rendah
15) Perkantoran Pemerintah
16) Kawasan Pendidikan Tinggi
17) Pelayanan Kesehatan
18) Perdagangan dan Jasa
19) Sector Informal
20) Pelayanan Pendidikan
21) Kawasan Pelayanan Umum
22) Kawasan Industri Terbatas
23) Kawasan Industri & Pergudangan
24) Kawasan Pelabuhan
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
35

25) Kawasan Pariwisata
26) Terminal Type A
27) TPA
28) Pertanian Taman Pangan
29) Pertanian Hortikultura
30) Zona Kepentingan Pariwisata
31) Zona Kepentingan Pariwisata & Nelayan
32) Zona Kepentingan Pelabuhan
Rencana Pola Ruang yang telah dibuat oleh Dinas Tata Kota dan Perumahan Kota
Kendari mengatur penzonningan pada wilayah-wilayah Kota Kendari tahun 2010
sampai tahun 2030. Hal tersebut diatas dapat dilihat pada peta berikut ini:













Gambar III.2 Peta Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Kendari 2010-2030
(Sumber : Dinas Tata Kota dan Pemukiman Kota Kendari 2013)

Untuk mendukung fungsi kawasan Di Kota Kendari maka, fasilitas Pusat
Kuliner ini sebaiknya berlokasi dikawasan pariwisata, permukiman, dan
perkantoran atau pada lokasi dengan potensi lahan yang menunjang.
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
36

Tabel III.2. Arahan Perkembangan Zona Kota Kendari
I. Kawasan Hutan Lindung Adalah kawasan hutan yang memiliki sifat khas yang
memberikan perlindungan kepada kawasan sekitar maupun
bawahannya sebagai pengatur tata air, pencegah banjir dan
erosi, serta memelihara kesuburan tanah. Terletak
dikecamatan kambu.
II. Ruang Terbuka Hijau Area memanjang/jalur dan mengelompok, yang
penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh
tanaman, baik yang tumbuh secara alamiah maupun yang
sengaja ditanam. Terletak di Kecamatan kambu, kecamatan
poasia, dan kecamatan Kendari barat.
III. Kawasan Sempadan Sungai Kawasan sepanjang kanan kiri sungai, yang mempunyai
manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi
sungai. Terletak di kecamatan abeli, kecamatan wua-wua,
kecamatan kadia, kecamatan mandonga.
IV. Kawasan Resapan Air Kawasan yang mempunyai kemampuan tinggi meresapkan
air hujan, sehingga merupakan tempat pengisisan air bumi (
akuiver ) yang berguna sebagai sumber air. Terletak di
kecamatan Kendari, kecamatan Kendari barat, kecamatan
baruga, kecamatan kambu, kecamatan poasia dan kecamatan
abeli.
V. Taman Wisata Alam Kawasan pelestarian alam yang terutama dimanfaatkan
untuk pariwisata dan rekreasi alam.
VI. Kawasan Taman Kota Kawasan pelestarian alam untuk tujuan koleksi tumbuhan
dan atau satwa yang alami dan bukan alami, jenis asli atau
bukan asli, yang dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian,
ilmu pengetahuan, pendidikan menunjang budidaya, budaya,
pariwisata dan rekresasi.
VII. Kawasan Hutan Kota Satu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi
sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam
kesekutuan alam lingkungannya, yang satu dan yang lainnya
tidak dapat dipisahkan.
VIII. Kawasan Perumahan
Kepadatan Tinggi
Terletak di kawasan pusat Kota dan pusat pertumbuhan baru
meliputi Kecamatan Kendari, Kecamatan Kendari Barat,
Kecamatan Mandonga, Kecamatan Kadia, Kecamatan Wua-
wua, Kecamatan Baruga, Kecamatan Poasia dan Kecamatan
Abeli.
IX. Kawasan Perumahan
Kepadatan Sedang
Terletak diantara kawasan perumahan kepadatan tinggi dan
kepadatan rendah meliputi kecamatan Kendari Barat,
Kecamatan Mandonga, Kecamatan Wua-wua, Kecamatan
Baruga, Kecamatan Kambu dan Kecamatan Abeli.


X. Kawasan Perumahan
Kepadatan Rendah
Terletak berdekatan dengan kawasan lindung, kawasan
agrowisata dan kawasan pertanian meliputi Kecamatan
Puuwatu, Lecamatan Mandonga, Kecamatan Kambu,
Kecamatan Poasia dan Kecamatan Abeli.
Perkantoran Pemerintah
Provinsi Sulawesi Tenggara
Terdapat di Kecamatan Poasia dengan rencana
pengembangan di Kecamatan Kambu
XI. Perkantoran Pemerintah Kota
Kendari
Berada di Kecamatan Mandongan dan Kecamatan Kadia
XII. Kawasan Pendidikan Tinggi Berada di Kecamatan kambu sebagai pusat pertumbuhan
baru di bagian selatan.
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
37

(Sumber : Peraturan Daerah Kota No. 1 Tahun 2012 Tentang Rencana Tata
Ruang Wilayah Kota Kendari Tahun 2010-2030)

B. TINJAUAN MIKRO LOKASI
1. Ketentuan Teknik Site Perancangan

XIII. Kawasan Pelayanan Kesehatan Pelayanan kesehatan untuk skala Provinsi di kecamatan
Baruga, dan rumah sakit skala Kota berada di Kecamatan
Kambu
XIV. Kawasan Perdagangan dan
Jasa
Untuk pasar tradisional berada di Kecamatan Kendari,
Kecamatan Puuwatu, Kecamatan Kadia, dan Kecamatan
Baruga. Dan untuk pusat perbelanjaan berada di Kecamatan
Kadia, Kecamatan Wua-wua, Kecamatan Poasia, dan
Kecamatan Abeli. Selanjutnya untuk pertokoan modern
berada di Kecamatan Kendari, Kecamatan Kendari barat,
Kecamatan Wua-wua, Kecamatan Kadia, Kecamatan
Baruga dan Kecamatan Abeli.
XV. Sektor Informal Berada di Kawasan perdagangan mandonga, dan kawasan
pusat Kota, kawasan teluk Kendari yang meliputi kecamatan
kadia, kecamatan wua-wua dan kecamatan poasia.
XVI. Kawasan Pelayanan Umum Untuk pelayanan kantor kepolisian skala Kota terletak di
Kecamatan wua-wua dan skala pelayanan kecamatan
terdapat disetiap kecamatan.
XVII. Kawasan Industri terbatas Meliputi industri manufactur seluas 100 ha yang terletak di
kecamatan baruga.


XVIII. Kawasan Industri terpadu







Dikembangkan untuk kegiatan indutri skala besar, terdapat
di kecamatan abeli, dan kawasan agroindustri di kecamatan
puuwatu dan kecamatan kadia.
XIX. Kawasan Pariwisata Kawasan pariwisata budaya berupa pusat kawasan promosi
dan informasi daerah, serta rumah-rumah adat sulawesi
tenggara di kecamatan kadia, wisata perdagangan dan
sejarah Kota lama di kecamatan Kendari. Dan untuk
kawasan pariwisata alam berupa taman wisata alam di
kecamatan puuwatu, kecamatan wua-wua, kecamatan
baruga, kecamatan kambu dan kecamatan poasia.
Selanjutnya kawasan pariwisata buatan, wisata agro, objek
wisata pantai, wisata religius, dan perdagangan di
kecamatan mandonga, kecamatan puuwatu, kecamatan
kadia, kecamatan kambu dan kecamatan poasia serta pusat
Kota dan kawasan teluk Kendari.

XX. Kawasan pelabuhan Terletak di kelurahan bungkutoko.
XXI. Kawasan tanaman pangan terletak di kecamatan puuwatu, kecamatan mandonga,
kecamatan baruga dan kecamatan abeli.
XXII. Kawasan pertanian
Horticultura
Terletak di kecamatan puuwatu, kecamatan mandonga,
kecamatan kambu, kecamatan baruga dan kecamatan poasia.
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
38

Tabel III. 3 Kepadatan dan Ketinggian Bangunan
(Sumber : Keputusan Menteri PU No. 378/KPTS/1987)

2. Peruntukkan Penggunaan Lahan
Peruntukkan penggunaan lahan di Kota Kendari dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel III.4 Penggunaan Lahan
Luas Kavling (m
2
)
KDB
(%)
Lantai
KLB
Tinggi
Bangunan Keterangan
Min Max Min Max
50 100 40 1 2 2xKDB - 12 Standar umum
yang digunakan
pada daerah-
daerah yang sudah
berkembang
menjadi kawasan
permukiman
(perKotaan)
200 40 - 3 3xKDB - 18
200 300 40 3 4 4xKDB 12 20
600 1.200 40 5 8 8xKDB 24 36
1.200 2.400 40 9 11 9xKDB 40 48
2.400-4.800
40 20 25
9xKDB
84 100
300-600 40 1 2 2xKDB - 12 Standar Kota
dalam taman yang
dikembangkan
pada daerah yang
masih kosong atau
daerah baru untuk
pengembangan
kawasan
perKotaan
1200 40 - 3 3xKDB - 18
1200-1800 40 3 4 4xKDB 12 20
3600-7200 40 5 8 8xKDB 24 36
7200-14.400 40 9 11 9xKDB 40 48
14400-28400 40 20 25 9xKDB 84 100
3.600 30 5 8 8xKDB 24 36
Standar pada
kawasan sepanjang
teluk Kendari
2000 20 - 2 2xKDB - 12 Standar pada
kawasan Tanura
Murhum untuk
Villa dan Hotel
5000 20 - 2 2xKDB - 12




No. Jenis Pemanfaatan Lahan
Jumlah
Ha (%)
A Kawasan Terbangun 12.468.00 42.14
1 Perumahan / Permukiman 9.995.00 33.64
2 Pemerintahan 135.00 0.46
3 Pertahanan dan Keamanan 58.50 0.20
4 Pendidikan 331.00 1.12
5 Rumah Sakit 46.50 0.16
6 Perdagangan dan Jasa 420.1 1.42
7 Perkantoran dan Jasa 20.5 0.07
8 Pasar 30.4 0.1
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
39

(Sumber : Dinas Tata Kota Kendari tahun 2011)

B Kawasan Tak Terbangun 17.121.00 57.86
1 Pariwisata, dan lapangan olah Raga 444.1 1.5
2 Taman Kota 35.9 0.12
3 Kebun Raya & Taman Marga Satwa 400 1.35
4 TPA 22.7 0.08
5 Kuburan 63.5 0.21
6 Tambak 192.5 0.65
7 Sawah 333 1.13
8 Budidaya Perkebunan 5.383.15 18.19
9 Budidaya Peternakan 1.138.00 3.85
10 Budidaya Tani dan Konservasi Lahan Kering 1.899.50 6.42
11 Budi daya Hutan 1.422.50 4.81
12 Hutan Kota 1.824.33 6.17
13 Hutan Lindung 3.565.82 12.05
14 Jalur Hijau 148 0.5
15 Lainnya 248 0.08
Jumlah 29.589.00 100
(Sumber : Dinas Tata Kota Kendari tahun 2011)

3. Acuan Garis Sempadan Bangunan (GSB)
Berdasarkan pedoman detail tata ruang kota
a. Sempadan muka bangunan
1) Letak garis sempadan bangunan gedung terluar, untuk daerah di sepanjang
jalan bilamana tidak ditentukan lain adalah separuh lebar daerah milik jalan
(damija) dihitung dari tepi batas persil/kavling;
9 KC. Rumah Mewah, Hotel dan Kantor 257 0.87
10 KC Perumahan, Bengkel, dan gudang 115.5 0.3
11 KC. Hotel & Viila 127.5 0.43
12 Pangkalan Kendaraan 10 0.03
13 Terminal 17 0.06
14 Pelabuhan Laut 101 0.34
15 Industri Logam, Kimia, Kelautan 366 1.24
16 Agroindustri 273 0.92
17 Industri Perikanan 94 0.32
18 Industri Kerajinan 27.9 0.09
19 Pergudangan 37 0.13
20 Lainnya 45.1 0.15
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
40

2) Letak garis sempadan bangunan gedung terluar, untuk daerah tepi sungai,
bilamana tidak ditentukan lain adalah:
(a) 100 m dari tepi sungai sungai besar, dan 50 m dari tepi anak sungai yang
berada di luar permukiman;
(b) 10 m dari tepi sungai yang berada di kawasan permukiman;
(c) Letak garis sempadan bangunan gedung terluar, untuk daerah pantai,
bilamana tidak ditentukan lain adalah 100 meter dari garis pasang tertinggi
pada pantai yang bersangkutan;
(d) Letak garis sempadan bangunan gedung, untuk daerah di tepi jalan kereta
api dan jaringan tegangan tinggi mengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh
instansi
(e) yang berwenang;
(f) Garis sempadan untuk bangunan yang dibangun di bawah permukaan tanah
maksimum berimpit dengan garis sempadan pagar, dan tidak diperbolehkan
melewati batas persil/kavling.
b. Sempadan samping bangunan
Jarak antara bangunan gedung sebagaimana, apabila tidak ditentukan lain minimal
adalah setengah tinggi bangunan gedung;
Ketentuan besarnya jarak bebas bangunan gedung dapat diperbaharui dengan
pertimbangan keselamatan, kesehatan, perkembangan daerah, kepentingan umum,
keserasian dengan lingkungan.

c. Garis Sempadan Sungai
Garis sempadan sungai bertanggul diukur dari sisi terluar kaki tanggul;
Garis sempadang sungai bertanggual diukur dari tepi sungai pada waktu
ditetapkan;
Untuk sungai di kawasan permukiman berupa sempadan sungai diperkirakan
cukup untuk dibangun jalan inspeksi antara 10 15 m.

d. Garis Sempadan Pantai
Kabupaten merupakan daratan sepanjang tepian yang lebarnya proporsional
dengan bentuk dan kondisi fisik pantai.
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
41

4. Kuliner Di Kota Kendari
Kota kendari dengan potensi pariwisata dan perkembangan ekonomi mengalami
peningkatan di sektor jasa akomodasi yaitu dengan bertambahnya jumlah
restauran dan kedai makanan tiap tahunnya, ini membuktikan bahwa minat
masyarakat kota Kendari terhadap kuliner sangat diminati. Berikut data statistik
restoran dan kedai makanan di beberapa kecamatan.
Tabel III.5 Jumlah Restoran dan Kedai Makanan Tahun 2012 Di Kota Kendari

No Kecamatan Jumlah Restoran Jumlah Kedai Makanan
1 Mandonga 19 132
2 Baruga 3 26
3 Puwatu 0 64
4 Kadia 33 119
5 Wua-Wua 0 30
6 Poasia 4 96
7 Abeli 0 509
8 Kambu 1 115
9 Kendari 4 53
10 Kendari Barat 3 86
Total 67 1230
(Sumber : BPS Kecamatan Dalam Angka 2013)

Tabel III.6 Jumlah Restoran dan Kedai Makanan Tahun 2011 Di Kota Kendari

No Kecamatan Jumlah Restoran Jumlah Kedai Makanan
1 Mandonga 13 129
2 Baruga 2 26
3 Puwatu 0 64
4 Kadia 33 119
5 Wua-Wua 0 19
6 Poasia 4 104
7 Abeli 0 509
8 Kambu 0 30
9 Kendari 4 52
10 Kendari Barat 3 86
Total 59 1138
(Sumber : BPS Kecamatan Dalam Angka 2012)

ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
42

Berdasarkan data di atas menunjukkan bahwa total jumlah restoran di kota kendari
tahun 2012 sebanyak 67 restoran dan 1230 kedai makanan. Dan pada tahun 2011
sebesar 59 restoran dan 1138 kedai makanan.
Tabel III.7 Klasifikasi Jenis Kuliner Di Kota Kendari
Berdasarkan Laporan Penetapan SKPD/SKRD Dinas Pendapatan dan
Pengelolaan Asset Daerah Tahun 2013


No Jenis Kuliner
Nama
Restoran/Rumah
Makan
Alamat Jumlah
Block
1 Bakso
Warung Bakso
Indonesia
Jl. Kristina
Martha Tiahahu
25
A
Warung Bakso Supu
Yusuf
Jl. Syech Yusuf
Warung Bakso Solo
Rahayu
Jl. D.I.
Pandjaitan
Wrg. Bakso Monas Jl. Buburanda
Warung Bakso Tretes Jl. A. Yani
2 Sari Laut
Wrg. Sari Laut Mas
Irfan

Jl. R. Soeprapto
37
B
Wrg. Panakukang 1


Jl. Lasandara
Wrg. Panakukang 2


Jl. Lasandara
Wrg Sari Laut Mas
Abid


Jl. R. Soeprapto
Wrg. Sari Laut Mas
Udin



Jl. Mt. Haryono



3 Makanan Rumahan
Wrg Pendowo
Jl. M. Soetoyo


111
C
Wrg Aroma Bandung


Jl. Syech Yusuf



RM. Sanjaya
Jl. Sorumba Kel.
Anaiwoi / Kec.
Kadia

Wrg Barokah


Jl. Malaka



ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
43

No Jenis Kuliner
Nama
Restoran/Rumah
Makan
Alamat Jumlah
Block
4
Makanan
Sederhana/Makanan
Khusus
Wrg Sup Ubi Dan
Gado-Gado
Jl. Abd. Hamid
21
D
Wrg Empek-Empek Jl. A. Yani
Wrg. Gado-Gado
Podo Teko
Jl. Abunawas
Wrg Nasi Kuning
Bayumas
Jl. Imam Bonjol
5 Caf
RM. Kopi Kita
Jl. Abunawas
Kel. Bende / Kec.
Kadia
15
D
Wrg. Kopi Daeng
Situru
Jl. Sao-Sao
Wrg Kopi Anto II Jl. Saranani
Restoran Excelso Caf Jl. A. Yani
6
Makanan
Tradisional
RM. Aroma Kendari Jl. By Pass
4
C
RM. Medulu Jl. Lawata
7 Minuman
Wrg Es Kelapa Muda Jl. By Pass
10
D
Wrg Es Teler Fajar Jl. Kendari Beach
Wrg Es Teler
Panaikang
Jl. Kendari Beach
8 Coto
Wrg. Coto Jeneberang
Cab. Raha
Jl. Buburanda
22
A
Wrg. Coto Makassar Jl. A. Yani
Wrg. Coto Konawe Jl. S. Parman
9 Sate
Wrg. Sate Ayam
Kambing
Jl. A. Yani
2
A
Wrg. Kedai Sate
Sarina Tipulu
Jl. A. Yani No.
125
10 Sop
Wrg. Sop Sodara Jl. A. Yani
10
A
Wrg. Sop Kikil Jl. By Pass
11 Mie Pangsit
Wrg. Pangsit Sekaten
Jl. Mt. Haryono
7
A RM. Pangsit 88
Jl. Mt. Haryono
Kel. Lalolara /
Kec. Kambu
12 Usaha Waralaba
Rest. Mokko Donat
Jl. Mt. Haryono (
Komp.Lippo
Plaza)
9
ACD
Rest. KFC Mt.
Haryono
Jl. Mt. Haryono
Rest. Papa Rons
Jl. Antero Hamra
Jumlah
273



ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
44

Berdasarkan tabel di atas, jenis kuliner dibagi empat block, yaitu:
a) Block A (Kelompok makanan dengan bahan dasar daging) :
(1) Bakso,
(2) Coto,
(3) Sate,
(4) Sop
(5) Mie pangsit
(6) Usaha waralaba

b) Block B (Kelompok makanan dengan bahan dasar ikan)
(1) Sari Laut

c) Block C (Kelompok makanan dengan segala macam masakan rumah)
(1) Makanan rumahan
(2) Usaha waralaba
(3) Makanan tradisional

d) Block D (Kelompok makanan dan minuman kecil/ringan atau snack)
(1) Makanan Sederhana
(2) Minuman
(3) Caf
(4) Usaha waralaba
Tabel III.8 Klasifikasi Jenis Kuliner Berdasarkan Kriteria Warung Makan,
Rumah Makan, Dan Restoran.

No Block Jenis Kuliner
Kategori
Jumlah/Jenis
Kuliner
Warung
Makan (Kecil)
Rumah
Makan
(Sedang)
Restoran
(Besar)
1





A





Bakso 16 9 0 25
Coto 22 0 0 22
Sop 8 2 0 10
Mie Pangsit 6 1 0 7
Sate 2 0 0 2
Usaha
Waralaba
0 0 3 3
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
45

Total 1 54 12 3 69
2 B Sari Laut 25 12 0 37
Total 2 25 12 0 37
3


C


Makanan
Rumahan
57 39 15 111
Makanan
Tradisional
0 4 0 4
Usaha
Waralaba
0 0 3 3
Total 3 57 43 18 118
4



D



Makanan
Sederhana
10 9 2 21
Minuman 7 0 3 10
Caf 8 3 4 15
Usaha
Waralaba
0 0 3 3
Total 4 25 12 12 49
Jumlah/ Kategori 161 79 33 273

Berdasarkan Tabel III. 7, jumlah kategori warung makan adalah sebesar 161 unit,
jumlah kategori rumah makan sebesar 79 unit dan kategori restoran sebesar 33
unit, dengan total keseluruhan sebesar 273 unit.

Tabel III.9 Perhitungan jumlah unit lapak jualan yang diwadahi.

No Block Kategori Jumlah
50 % dari total
kategori yang
akan diwadahi
Total
Keseluruhan
Lapak
Jualan
1 A
Warung makan 54 27
35
Rumah makan 12 6
Restoran 3 2
2 B
Warung makan 25 13
19
Rumah makan 12 6
Restoran 0 0
3 C
Warung makan 57 29
59
Rumah makan 43 22
Restoran 18 9
4 D
Warung makan 25 13
25
Rumah makan 12 6
Restoran 12 6
Total 137

ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
46

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui jumlah lapak jualan yang disediakan
pada blok A sebesar 35 unit, blok B sebesar 19 unit, blok C sebesar 59 unit, blok
D sebesar 25 unit.


Pada block A terdiri dari :
1) Warung makan 27 unit
2) Rumah makan 6 unit
3) Restoran 2 unit

Pada block B terdiri dari :
1) Warung makan 13 unit
2) Rumah makan 6 unit
3) Restoran 0 unit

Pada block C terdiri dari :
1) Warung makan 29 unit
2) Rumah makan 22 unit
3) Restoran 9 unit

Pada block D terdiri dari :
1) Warung makan 13 unit
2) Rumah makan 6 unit
3) Restoran 6 unit







ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
47

BAB IV
PENDEKATAN KONSEP PERANCANGAN
A. Falsafah Dasar Perancangan
1. Sebuah kawasan dimana sebagai tempat untuk membeli berbagai jenis
makanan yang variatif, enak dan menarik yang memiliki fasilitas hiburan
seperti taman bermain, sambil menikmati suasana ruang publik dan juga
tersedia lapak jualan bagi para pedagang untuk mengembangkan bisnis
kuliner.
2. Merupakan kawasan yang memberikan fasilitas ruang publik pada area
outdoor dan konsep ruang terbuka pada bangunan sehingga terkesan
menyatu antara indoor dan outdoor.
3. Aksesnya mudah dan dekat dengan permukiman dan pusat kegiatan
masyarakat
4. Sirkulasi di dalam dan diluar dibuat terbuka, teratur dan terarah sehingga
dapat membuat para pengunjung baik yang menggunakan kendaraan
maupun yang berjalan kaki dapat mengakses lokasi, berbelanja dengan
nyaman, dan menikmati suasana ruang publik.
B. Pendekatan Perancangan Makro
1. Pendekatan Penentuan Lokasi
Tujuan analisa penentuan lokasi adalah untuk mendapatkan lokasi yang sesuai
dengan fungsi Pusat Kuliner Sebagai Ruang Publik, yang mewadahi aktivitas
perdagangan dan jasa.
Adapun kriteria dalam analisa penentuan lokasi antara lain :
a. Kesesuaian dengan zonasi Kota Kendari pada Rencana Tata Ruang Wilayah
Kota Kendari tahun 2010-2030
b. Kesesuaian dengan fungsi bangunan yang direncanakan, yaitu area yang
berfungsi sebagai kawasan perdagangan dan jasa
c. Aksesibilitas menuju lokasi kawasan seperti Tersedianya sarana transportasi
umum kota untuk memudahkan pencapaian
d. Lokasi yang tepat untuk pengembangan bisnis kuliner dan merupakan pusat
kegiatan masyarakat.
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
48

e. Sarana utilitas kota

2. Pendekatan Penentuan Tapak/Site
Tujuan analisa penentuan tapak/site adalah untuk menentukan lokasi site yang
sesuai dengan fungsi kawasan pusat kuliner sebagai ruang publik kota.
Adapun yang menjadi kriteria dalam penentuan site/tapak adalah sebagai berikut :
a. Tapak/site yang cukup luas untuk memungkinkan pembangunan dengan
fasilitas ruang publik
b. Fasilitas penunjang yang terdapat disekitar tapak/site
c. Pencapaian site/tapak yang mudah dengan sirkulasi yang cukup lancar
d. Berdekatan dengan kawasan permukiman dan pusat kegiatan masyarakat
e. Tempat yang berpotensi untuk para pedagang makanan dan minuman untuk
mengembangkan usaha kuliner
f. Memiliki view yang menarik.

3. Pendekatan Pengolahan Tapak/Site
Tujuan analisa pendekatan pengolahan tapak/site adalah untuk menentukan lokasi
site yang sesuai dengan kawasan perdagangan dan jasa.
Adapun yang menjadi dasar pertimbangan dalam pengolahan tapak/site, yaitu
a. Existing condition
Eksisting condition merupakan gambaran tentang kawasan atau kondisi tapak
yang sebenarnya baik lahan ataupun perumahan disekitar tapak tersebut.
b. Batasan tapak
Batasan tapak merupakan penjelasan tentang, batasan-batasan yang terdapat di
sekitar site yang meliputi sebelah utara, selatan, barat, dan timur.
c. Orientasi
Kawasan pusat kuliner sebagai ruang publik merupakan bangunan yang bersifat
publik, dalam penataan orientasi bangunan ditinjau berdasarkan arah mata angin,
matahari, dan view.

ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
49

1) Arah angin
Arah angin merupakan elemen yang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu
penunjang penghawaan alami di dalam tapak, sehingga dapat disesuaikan dengan
perancangan dan penataan ruang dalam tapak.
2) Matahari
Matahari merupakan elemen yang memberikan pengaruh terhadap suhu dalam
tapak, dan juga pada pencahayaan alami dalam tapak. Dengan itensitas matahari
yang cukup maka kenyaman thermal dan visual dapat teratasi dengan baik, salah
satu solusi untuk mengurangi panas matahari dalam ruang bangunan adalah
dengan membuat sunscreen pada bangunan yang dapat diaplikasikan dalam
bentuk design yang menarik, dan memberikan tanaman peneduh atau bangunan
semi permanen pada ruang luar bangunan.
3) View
Sudut pandang dari kawasan pusat kuliner ini sebaiknya dapat menarik para
pengunjung untuk memasuki area tersebut. Selain itu, dengan design fasad dan
lansekap yang menarik dapat membuat masyarakat tertarik untuk berada di area
tersebut. Untuk para pengunjung yang berada dalam bangunan dengan konsep
ruang terbuka dapat memberikan suasana yang menyatu dengan ruang luar
sehingga memberikan perasaan lapang terhadap kawasan.
d. Pencapaian ke Dalam Tapak
Pencapaian ke dalam tapak pada dasarnya terbagi dua macam yaitu, main
entrance dan side entrance, kedua hal tersebut didasarkan atas pertimbangan
terhadap:
1) Kepadatan lalu lintas
2) Kemudahan dalam pencapaian
3) Pola sirkulasi
4) Pertimbangan arah arus masyarakat terbesar dilihat dari sirkulasi pada tapak
Sesuai dengan arah pencapaian utama, maka orientasi bangunan adalah pada jalan
utama, dengan pertimbangan pencapaian menuju jalan utama paling mudah.
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
50

a) Pencapaian utama main entrance
Persyaratan pencapaian utama, antara lain :
(1) Kemungkinan arah pengunjung terbesar
(2) Mempunyai titik tangkap yang jelas
(3) Mudah dicapai dari segala arah
Kriteria pencapaian utama adalah :
(a) Mempunyai titik tangkap yang jelas
(b) Mudah dicapai dan tidak menggangu arus lalu lintas
(c) Aman bagi pemakai

b) Pencapaian samping side entrance sebagai jalan para pengelola, dan
kendaraan yang membawa barang-barang keperluan.
Kriteria pencapaian samping adalah :
(1) Tidak menimbulkan kemacetan
(2) Aman dan mudah dalam pengontrolan
(3) Agak terlindung
Penempatan Main Entrance pintu masuk ataupun pintu keluar dengan
memperhatikan jarak pisah antara pedestrian ( boulevard) untuk memudahkan
pencapaian kendaraan dari arah yang berlawanan dengan tapak.
e. Kebisingan
Kebisingan pada tapak disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kebisingan akibat
arus lalu lintas kendaraan dan kebisingan akibat aktivitas di sekitar tapak.
Untuk mereduksi kebisingan yang berasal dari jalur lalu lintas kendaraan, maka
dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut :
(1) Penggunaan barrier (penghalang) berupa pagar dan pohon yang tidak
menghalangi view ke dalam dan ke luar bangunan.
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
51

(2) Penambahan elemen air pada bagian tapak yang berdekatan dengan
kebisingan.
(3) Perletakkan bangunan dengan memberikan jarak antara bangunan dengan
sumber kebisingan.
Sedangkan untuk mengatasi kebisingan dari dalam tapak agar tidak menggangu
aktivitas lain di luar tapak dapat dilakukan dengan penataan lanskape dan
penggunaan material peredam bising pada bangunan.
f. Sirkulasi Dalam Tapak
Sirkulasi di dalam tapak menjadi pertimbangan dalam perancangan. Selain
sebagai bagian penting dalam mendesign jalur, arah, dan kenyamanan dalam
aktivitas di dalam bangunan, tetapi juga untuk memperlancar proses jual beli di
dalam kawasan pusat kuliner. Pengaturan sirkulasi dalam tapak memiliki beberapa
pola konfigurasi jalur yang dapat digunakan dalam perencanaan kawasan Pusat
Kuliner sebagai Ruang Publik di Kota Kendari.
Pola sirkulasi konfigurasi jalur terdiri dari :
1. Linear

Gambar IV.1 Konfigurasi Jalur Linear
(Sumber : Arsitektur Bentuk Ruang dan Tatanan,Edisi ke tiga)

Gambar IV.2 Konfigurasi Jalur Linear Pada Denah
(Sumber : Arsitektur Bentuk Ruang dan Tatanan,Edisi ke tiga)


ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
52

Karakter :
a) Bersifat dinamis
b) Pola sirkulasi yang umum digunakan
c) Menjadi unsur perorganisir deretan ruang/fungsi
d) Kaku
2. Radial

Gambar IV.3 Konfigurasi Jalur Radial
(Sumber : Arsitektur Bentuk Ruang dan Tatanan,Edisi ke tiga)


Gambar IV.4 Konfigurasi Jalur Radial Pada Bangunan
(Sumber : Arsitektur Bentuk Ruang dan Tatanan,Edisi ke tiga)
Sebuah konfigurasi radial memiliki jalur-jalur linear yang memanjang dari atau
berakhir di sebuah titik pusat bersama. Pola ini sering digunakan pada bangunan
monumental.
3. Spiral
Pola sirkulasi spiral adalah suatu jalan tunggal menerus, yang berasal dari titik
pusat, bergerak melingkar dan semakin lama semakin menjauh.

ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
53



Gambar IV.5 Konfigurasi Jalur Spiral
(Sumber : Arsitektur Bentuk Ruang dan Tatanan,Edisi ke tiga)



Gambar IV.6 Konfigurasi Jalur Spiral Pada Candi
(Sumber : Arsitektur Bentuk Ruang dan Tatanan,Edisi ke tiga)

4. Grid
Sebuah konfigurasi grid terdiri dari dua buah jalur sejajar yang berpotongan pada
interval-interval reguler dan menciptakan area ruang berbentuk bujur sangkar atau
persegi panjang.

Gambar IV.7 Konfigurasi Jalur Grid
(Sumber : Arsitektur Bentuk Ruang dan Tatanan,Edisi ke tiga)

ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
54


Gambar IV.8 Konfigurasi Jalur Grid Pada Bangunan Rumah Sakit
(Sumber : Arsitektur Bentuk Ruang dan Tatanan,Edisi ke tiga)

5. Jaringan
Sebuah konfigurasi jaringan terdiri dari jalur-jalur yang menghubungkan titik-titik
yang terbentuk di dalam ruang.


Gambar IV.9 Konfigurasi Jalur Jaringan
(Sumber : Arsitektur Bentuk Ruang dan Tatanan,Edisi ke tiga)



6. Komposit
Pola sirkulasi komposit merupakan penggabungan antara beberapa pola sirkulasi
di atas. Pola ini sering digunakan pada bagian-bagian bangunan yang penting, hal
ini bertujuan agar memberikan kesempatan untuk berhenti sejenak, beristrahat dan
melakukan orientasi ulang.

Sistem sirkulasi pada tapak didasarkan pada tapak didasarkan atas pertimbangan:
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
55

a) Jenis kegiatan dan pelaku kegiatan dalam site
b) Pola pergerakan pelaku kegiatan menuju ke dalam bangunan
c) Perletakan main entrance, side entrance dan service entrance.
d) Kemudahan, kejelasan, keamanan dan kenyamanan sirkulasi
e) Pencapaian beberapa fungsi yang ada dalam bangunan
f) Karakter dan kondisi lingkungan
Sirkulasi pada tapak dibagi tuga bagian, dengan dasar pertimbangan yakni:
(1) Sirkulasi Kendaraan
Sirkulasi kendaraan didasarkan atas pertimbangan :
(a) Menghindari persilangan (crosing) antara sirkulasi kendaraan dan manusia
(b) Pencapaian dari dan ke tempat parkir mudah dan lancar
(c) Luasan sirkulasi kendaraan yang memenuhi standar agar mendukung
kelancaran pergerakkan kendaraan.
(2) Sirkulasi Manusia
Sirkulasi manusia didasarkan atas pertimbangan :
(a) Mempunyai luasan yang cukup dan pembagian sirkulasi yang merata
(b) Sirkulasi yang memberikan suasana lega, aman dan mempunyai arah yang
tegas ke setiap area dalam tapak
(c) Tidak terjadi persilangan dengan kelompok sirkulasi yang lain.

(3) Sirkulasi kendaraan service
(a) Kelancaran arus keluar masuk barang
(b) Posisi area bongkar muat yang strategis
(c) Terpisah dari jalur pengunjung
Jenis-jenis sirkulasi digolongkan dalam dua macam jenis dasar, yaitu:


ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
56

1) Sirkulasi Horizontal
Sirkulasi horizontal merupakan sirkulasi yang arah pergerakannya pada satu area
secara horizontal, seperti sebuah jalan lalu-lalang antar ruang dalam satu lantai di
dalam bangunan. Sirkulasi horizontal dalam bangunan hanya boleh mencapai
presentasi kemiringan tidak boleh lebih dari 10 %. Sedangkan alat transformasi
jenis sirkulasi horizontal ini adalah koridor dan konveyor.
2) Sirkulasi Vertikal
a. Tangga
Tangga merupakan salah satu jalur penghubung atau vertical line dari suatu
bangunan berlantai banyak. Penggunaan tangga sebagai penghubung lantai ke
lantai dianggap tidak efektif tidak lebih dari 3 lantai, oleh karena itu pada
bangunan berlantai banyak umumnya tangga diletakkan berdekatan dengan lift
(elevator).
b. Ramp
Ramp merupakan salah satu alat transportasi vertikal berupa tanjakan/turunan
pada kemiringan tertentu. Ramp ini biasanya digunakan sebagai jalur khusus
untuk penyandang cacat dan untuk sirkulasi kendaraan di basement.
Pendekatan pencapaian untuk memperoleh arahan penentuan pintu masuk dan
keluar. Segi pencapaian ini disamping dipengrauhi oleh letak zone penerima, juga
dipengaruhi oleh letak zone penerima, juga dipengaruhi kesan yang ingin
disampaikan oleh bangunan terutama dari segi kemudahan, view atau tingkat
aktivitas.

1) Main Entrance
Pencapaian umum bagi para pengunjung yang difungsikan sebagai jalan masuk
dari luar ke dalam tapak.
Persyaratan main entrance adalah :
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
57

a) Kemungkinan arah masuk terbesar
b) Kemudahan pencapaian ke tapak bangunan
c) Kelancaran arus lalu lintas di sekitarnya
d) Berpotensi menarik pengunjung
2) Side Entrance
Side entrance merupakan alternatif pencapaian begi pengunjung yang difungsikan
sebagai jalan dari dalam keluar site.
Penentuan side entrance dipertimbangkan agar :
a) Kejelasan dan kemudahan arus masuk dan keluar
b) Menghindari terjadinya crossing sirkulasi dalam site
c) Memudahkan pengawasan (Segi keamanan)

3) Service Entrance
Merupakan alternatif pencapaian bagi sirkulasi kegiatan servis, seperti kegiatan
servis, sepeti kegiatan pelayanan servis bangunan yang hanya digunakan secara
berkala atau sampai pada saat tertentu.

g. Jaringan Utilitas Kota
Jaringan utilitas kota merupakan faktor penting dalam perancangan suatu kawasan
karena dapat mendukung sistem penyediaan air bersih, pengamanan bangunan,
dan tersedianya jaringan listrik.
h. Penzoningan
Penzoningan suatu perancangan bertujuan untuk mendapatkan pengelompokkan
dalam perancangan Pusat Kuliner Sebagai Ruang Publik. Pertimbangan
pengelompokkan pada tapak/site berdasarkan:
1) Fungsi-fungsi bangunan
2) Kebutuhan ruang
3) Jenis Aktivitas
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
58

4) Sistem pencapaian dan Sirkulasi
Tapak secara horizontal dibagi dalam tiga zone yaitu:
1) Zone publik
2) Zone semi publik
3) Zone privat

C. PENDEKATAN PERANCANGAN MIKRO
1. Pendekatan Kebutuhan Ruang dan Besaran Ruang
a. Kebutuhan Ruang
Pendekatan kebutuhan ruang berdasarkan beberapa pertimbangan sebagai berikut:
1) Jenis Kegiatan
Jenis kegiatan pokok yang terjadi adalah kegiatan jual beli antara para pedagang
dengan pengunjung yang sedang berwisata kuliner, dan kegiatan penunjang
lainnya.
2) Jenis perabot dan peralatan
Kegiatan yang terjadi di dalam kawasan Pusat Kuliner memiliki jenis perabot dan
peralatan yang berbeda-beda sehingga dapat mempengaruhi perancangan ruang
dalam dan penentuan kebutuhan ruang.
3) Hubungan Fungsional Antar Kegiatan Dalam Bangunan
Adapun pengelompokkan kegiatan pada kawasan Pusat kuliner dapat dibagi
sebagai berikut:
a) Kelompok Kegiatan utama
Kelompok kegiatan utama dilakukan oleh pihak pengunjung dan penyewa
bangunan seperti para PKL, pemilik restoran, perusahaan waralaba yang ingin
mengembangkan usahanya pada kawasan Pusat Kuliner. Berdasarkan
pengelompokkan kegiatan utama maka dapat ditentukan kebutuhan ruang, jumlah,
dan besaran ruang dalam perancangan kawasan Pusat Kuliner.
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
59

b) Kelompok kegiatan pelengkap
Kelompok dengan kategori kegiatan pelengkap selain kegiatan perdagangan,
makan dan minum adalah kegiatan bermain, ngobrol, bersantai, berkumpulnya
suatu komunitas juga beberapa kegiatan lainnya yang terjadi pada kawasan ruang
publik yang bersifat terbuka untuk umum.
c) Kelompok kegiatan penunjang
Kelompok dengan kategori kegiatan penunjang adalah yang berhubungan
langsung dengan proses kegiatan utama seperti kegiatan pembayaran dengan
sistem manajemen kasir terpusat, kegiatan distribusi bahan ke dalam kawasan,
kebersihan, dan lain sebagainya. Kegiatan penunjang ini dimaksudkan untuk
mempermudah para pelaku kegiatan dalam kawasan Pusat Kuliner.
d) Kelompok kegiatan publik/umum
Pengelompokkan kegiatan publik/umum didasarkan atas kebiasaan para
pengunjung dan pelaku kegiatan lainnya seperti untuk mewadahi kegiatan
mencuci tangan para penjaja makanan maka disediakan fasilitas berupa tempat
khusus untuk mencuci tangan. Inti dari pengelompokkan kegiatan publik/umum
adalah memberikan pelayanan bagi para pelaku kegiatan didalamnya.

e) Kelompok kegiatan servis
Bentuk kegiatan servis/pelayanan dalam tapak maupun dalam bangunan dapat
berupa kegiatan perawatan bangunan, mengawasi dan mengontrol sistem,
menjaga keamanan dan kenyamanan para pelaku kegiatan di dalamnya.
Berdasarkan pada dasar pertimbangan di atas maka fasilitas-fasilitas yang
dibutuhkan pada kawasan Pusat Kuliner adalah :
(1) Fasilitas kegiatan utama
(a) Kios jualan dalam gedung
(b) Restoran (indoor dan outdoor)
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
60

(2) Fasilitas kegiatan pelengkap
(a) Ruang publik
(b) Taman bermain
(c) Ruang terbuka hijau
(d) Ruang komunitas

(3) Fasilitas kegiatan penunjang
(a) Fasilitas pembayaran terpusat
(b) Ruang khusus distribusi barang
(c) Ruang pengelola
(d) Ruang perlengkapan
(e) Minimarket

(4) Fasilitas kegiatan servis
(a) Ruang kontrol
(b) Ruang keamanan
(c) Ruang mekanikal elektrikal
(d) Reservoir

b. Besaran Ruang
Penentuan besaran ruang dipengaruhi oleh beberapa pertimbangan yang bertujuan
untuk memudahkan pendekatan besaran ruang, antara lain :
1) Memperhatikan ruang gerak para pelaku kegiatan
2) Memungkinkan kemudahan pencapaian dan sirkulasi yang lancar
3) Memperhatikan dimensi dan bentuk perabot dan perlengkapan lainnya di
dalam ruang dalam
4) Modul ruang



ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
61

2. Pendekatan Pola Hubungan Ruang
Pendekatan pola hubungan ruang dipengaruhi oleh aktivitas yang terjadi di dalam
kawasan. Selain itu, juga bertujuan untuk memperlancar sirkulasi sehingga lebih
efektif dan efisien.
Penentuan pola hubungan ruang berdasarkan beberapa pertimbangan, yaitu:
a. Fungsi ruang
b. Sirkulasi
c. Pencapaian
d. Pengelompokkan ruang
e. Segi fleksibilitas ruang

D. Pendekatan Fisik dan Perlengkapan bangunan
1. Pendekatan bentuk dasar ruang
Perancangan bentuk dasar ruang dapat diperoleh dengan mempertimbangan
beberapa hal, yaitu:
a. Pola kegiatan
b. Pola pengguna ruang
c. Kesan ruang bagi pemakai
d. Fungsi ruang
e. Pola sirkulasi
f. Estetika ruang
Untuk mendapatkan bentuk dasar ruang secara detail dapat menggunakan
beberapa pertimbangan berikut ini:
a. Potensi peerletakkan ruang
b. Orientasi bangunan
c. Fleksibilitas ruang
d. Aktivitas pengguna ruang
e. Perletakkan perabot
f. Faktor estetika
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
62

g. Kombinasi bentuk dasar lainnya

2. Pendekatan bentuk peruangan
Terdapat dua jenis bentuk peruangan, yaitu peruangan terbuka dan peruangan
tertutup. Dengan jenis peruangan maka bentuk peruangan dapat diterapkan pada
bangunan, melalui pertimbangan sebagai berikut:
a. Karakter masing-masing kegiatan dalam ruang
b. Fleksibilitas terhadap fungsi
c. Efisiensi biaya dan waktu pelaksanaan
Karakteristik bentuk peruangan terbuka yaitu:
1) Mempertinggi fleksibilitas ruang
2) Mempermudah komunikasi dan pengawasan langsung
3) Menekan biaya dan waktu pelaksanaan
4) Pemanfaatan energi secara maksimal
Karakteristik bentuk peruangan tertutup yaitu:
a) Fleksibilitas ruang batas
b) Menyulitkan komunikasi dan pengawasan langsung
c) Biaya dan waktu pelaksanaan konstruksi lebih besar
d) Membuat tingkat privacy (ketenangan dan keamanan pribadi) yang lebih
tinggi bagi pemakai ruang.

3. Pendekatan Luas Lahan
Dalam penentuan luas lantai selain mengikuti peraturan di atas, juga
mempertimbangan beberapa faktor, yaitu:
1) Luas lantai dasar, selain mengikuti peraturan diatas juga memperhatikan
kepentingan fungsi dan jenis aktivitas yang akan diwadahi.
2) Luas lantai tipikal, luas ini berdasarkan kebutuhan fungsi Pusat Kuliner,
kebutuhan ruang, fungsi ruang, dan besaran ruang.
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
63

3) Daya dukung tanah, untuk menentukan kemampuan tanah dalam menopang
tinggi dan luas bangunan.
Adapun peruntukkan fungsi di tiap lantai ditentukan oleh beberapa faktor yaitu:
a) Sifat kegiatan, untuk kawasan Pusat Kuliner ditentukan berdasarkan proses
dalam jenis kegiatan dan penataan yang sesuai untuk ditempatkan di tiap
lantai.
b) Jumlah dan kebiasaan para pengunjung dan para pelaku kegiatan lainnya.
Penentuan luas lahan terbangun dan lahan tidak terbangun berdasarkan
Keputusan Menteri PU No. 378/KPTS/1987.

4. Pendekatan ruang dalam
Ruang dalam bangunan (interior) bertujuan untuk menambah keterkaitan ruang
dengan aktivitas yang akan diwadahi, yaitu dengan menyesuaikan ruang dalam
dengan fungsi bangunan tersebut. Selain itu untuk mengetahui bagaimana
penataan perabot dan perlengkapan, bagaimana mengontrol itensitas pencahayaan,
penghawaan, kebisingan, sirkulasi, keamanan, keselamatan serta kenyamanan di
dalam ruang dalam sehingga dapat menunjang aktivitas yang dilakukan oleh para
pelaku kegiatan.
Dalam pemilihan material interior yang digunakan perlu mempertimbangkan
faktor-faktor sebagai berikut:
a. Fungsi
Material yang dipilih sesuai dengan fungsi ruang dan konsep desain yang ingin
ditampilkan
b. Efisiensi
Penggunaan material yang efisien sehingga tidak memerlukan pemeliharan yang
cukup memakan waktu dan relatif mahal.

ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
64

c. Keamanan
Material yang tidak mudah rusak dan membahayakan, serta tidak mudah terbakar
dan tahan lama.
d. Estetika
Warna serta bentuk material sesuai dengan fungsi ruang dan variatif dengan
menggabungkan hard material dan soft material, sehingga memberikan kesan
menarik dan tidak membosankan.

e. Pemeliharaan
Diharapkan material yang digunakan mudah dalam pemeliharaan untuk jangka
waktu yang lama, dan tahan terhadap iklim tropis.
5. Pendekatan Bentuk Dasar Bangunan
Bentuk dasar bangunan dalam perancangan kawasan pusat kuliner dengan konsep
ruang terbuka maka dibuat dengan karakter menarik, variatif, dan tidak kaku.
Pendekatan bentuk dasar bangunan dihasilkan berdasarkan penataan lansekap
kawasan Pusat Kuliner dengan menggunakan beberapa pertimbangan yaitu:
a. Kesesuaian dengan bentuk lahan
b. Orientasi tapak
c. Kesan yang ditimbulkan sesuai dengan fungsi bangunan
d. flesibilitas ruang
e. Faktor estetika
f. Perabotan dan perlengkapan
g. Kombinasi bentuk dasar lainnya.



ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
65

Tabel IV.1 Macam-macam bentuk dasar


a. Lingkaran
Sebuah bidang yang melengkung di setiap titik
yang memiliki jarak yang sama dari sebuah titik
pusat di dalam pusat tersebut. Lingkaran
merupakan sebuah figure yang memusat, intervert,
yang normalnya adalah stabil. Bentuk lingkaran
sangat dinamis, tidak kaku, dan bila diaplikasikan
pada ruang akan membuat ruang menjadi bersih,
dan lebih fungsional.


b. Segitiga
Sebuah figur bidang yang di tutup oleh tiga sisi dan
memiliki tiga buah sudut. Bentuk segitiga bersifat
kaku, formal, futuristic, modern, dan unik.


c. Bujur sangkar
Sebuah figure bidang yang memiliki empat sisi
yang sama panjangnya dan empat sudut yang tegak
lurus. Bentuk bujur sangkar bersifat modern, luas,
dan kaku.
(Sumber :Bentuk, Ruang dan Tatanan Edisi Ke tiga)


6. Pendekatan Sistem Struktur
Pemilihan sistem struktur berdasarkan beberapa pertimbangan seperti yang
diuraikan di bawah ini, yaitu:
a. Penyesuaian dengan bentuk bangunan yang diinginkan
b. Kondisi tanah, berpengaruh terhadap subs struktur bangunan
c. Fungsi ruang dalam bangunan
Adapun pertimbangan dari segi keamanan dalam menentukan perancangan Pusat
Kuliner adalah sebagai berikut:

Bahaya kebakaran
Sesuai dengan tuntutan persyaratan bangunan terhadap bahaya kebakaran maka,
suatu konstruksi tidak lepas dari hal-hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
1) Ketahanan struktur selam dua jam dengan menggunakan bahan-bahan tahan
api yang tidak terbakar dan mengahasilkan uap.
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
66

2) Pembatasan penjalaran api
3) Sistem peringatan dini terhadap api dan asap yang efektif melalui smoke
detector
4) Teknologi bangunan dan peralatan
5) service engineering
6) Itensitas lahan
Berdasarkan beberapa faktor yang diuraikan diatas maka kriteria-kriteria penentu
bentuk struktur yang digunakan adalah sebagai berikut:
a) Faktor fungsi bangunan, diaplikasikan dalam mencapai bentuk ruang sesuai
dengan fungsi dan konsep yang ingin dicapai.
b) Faktor alam, dimana keadaan fisik lahan berupa daya dukung tanah,
ketinggian air tanah dan sebagainya.
c) Faktor teknis, dimana struktur harus kokoh, stabil, kaku dan aman.
d) Faktor estetis, penyelesaian sistem struktur dipadukan dengan tampilan
arsitektur yang berpengaruh pada penampilan bangunan.
e) Faktor ekonomis, dimana berpengaruh terhadap sistem pelaksanaan dan
pemeliharaan.
f) Material, dimana material yang digunakan harus awet, tahan api, tahan air
dan tahan pencemaran.
Secara spesifisik, penentuan sistem struktural didasarkan atas pertimbangan:
(1) Dapat mewujudkan ekspresi bangunan/penampilan bangunan.
(2) Kondisi tapak/lahan meliputi daya dukung tanah, ketinggian air tanah,
ketahanan struktur dan pengaruh alam dan bahaya kebakaran.
(3) Mendukung fungsi dan enviromental ruang.
(4) Tuntutan terhadap fleksibilitas.
(5) Perawatan masa yang akan datang
(6) Kemudahan pelaksanaan dan pencapaian teknologi dalam penerapannya.
Berdasarkan kriteria di atas, maka alternatif pemakaian sistem struktur dan
material adalah sebagai berikut:
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
67

(a) Modul
Merupakan ukuran terkecil yang digunakan untuk menentukan dimensi ruang dan
komponen-komponen ruang dalam bentuk kelipatannya. Dasar pertimbangan
dalam pemilihan modul :
1)) Kegiatan utama bangunan, termasuk di dalamnya ruang gerak manusia serta
perabot/peralatan.
2)) Sistem struktur dan konstruksi yang dijalankan.
3)) Dimensi bahan bangunan dan perlengkapan lainnya
Kriteria pemilihan sistem modul, sebagai berikut:
a)) Efisiensi gerak manusia
b)) Efisiensi material
c)) Lay out dan peralatan /equipment
d)) Sistem struktur dan konstruksi
Penentuan modul didasarkan pada:
1) Modul dasar
Modul yang digunakan didasarkan pada ukuran tubuh manusia dari area gerak
tubuh. Untuk mendapatkan besarnya terlebih dahulu diketahui unit dasar (unit
terkecil), kemudian ditetapkan dimensinya yang dapat diwakili.
2) Modul fungsi
Modul ruang yang didasarkan pada fungsi yang direncanakan. Terlebih dahulu
diketahui unit fungsi lalu ditetapkan dimensi yang diwakili. Dari unit terkecil
30cm merupakan kelipatan terkecil yang menjadi interval dari besaran 60 cm, 90
cm, dan 120 cm.


ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
68

3) Modul perancangan
Merupakan kelipatan modul fungsi dimana harga dasarnya ditetapkan dengan
sistem saruan (meter), bentuk kelipatan biasa mencapai 0.9 m, 0.8 m, 2,7 m, 3.6 m
dan seterusnya. Modul perancangan terbagi atas:
a) Modul horizontal
Merupakan kelipatan dari modul fungsi 30 cm. Jika suatu pekerjaan
membutuhkan area 1.0 x 1.80 m, maka kelipatan selanjutnya yang dapat
digunakan adalah 3.60, 7.20 dan 9.00.
Faktor-faktor yang menentukan modul horizontal adalah aktivitas efektif, perabot,
sirkulasi, dimensi standar bahan bangunan (fabrikasi), struktur, modul manusia
dan modul fungsi.
Pengolahan modul secara horizontal biasanya struktur grid, radial atau
kombinasinya secara tegak lurus dan dengan sudut tertentu. Panjang bentangan
bervariasi yaitu 360 atau kelipatannya.
b) Modul vertikal
Dengan standar tinggi pintu antara 2.00-2.10 m dan tinggi ambang bawah adalah
74-80 cm, maka didapatkan 40 cm sebagai interval terbesar. Maka dapat diambil
nilai 4 m sebagai modul vertikal.
c) Modul material
Modul material yang digunakan diambil dari kelipatan modul fungsi yaitu 30 cm,
60 cm, 90 cm, dan 120 cm.
(b) Subs struktur
Dasar pertimbangan pemilihan sub struktur adalah:
1) Kekuatan daya dukung tanah
2) Mampu menetralisir beban dari super struktur
3) Mampu mendukung beban setiap struktur
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
69

4) Pertimbangan ekonomis dalam pelaksanaan pembangunan.
Sub struktur (fondasi) bangunan dapat dibedakan menurut bahan yang
dipergunakan dalam pembuatannya. Biasanya bahan bangunan terkait erat dengan
bentuk pondasi, seperti konstruksi kayu untuk pondasi rumah panggung atau tiang
pancang, batu kali, batu bata, atau beton berbatu untuk fondasi jalur, beton
bertulang untuk fondasi setempat, pelat beton bertulang, tiang pancang atau
pemboran dan baja untuk tiang pancang.

Gambar IV.10 Subs struktur. (a) Fondasi memanjang (b) Fondasi telapak (c)
Fondasi rakit (d) Fondasi sumuran (e) Fondasi Tiang
(Sumber :Teknik Pondasi 1 edisi Ke 2)

(c) Super Struktur
Dasar pertimbangan pemilihan super struktur adalah :
1. Sesuai dengan bentuk bangunan yang diinginkan
2. Perawatan dan pekerjaan mudah dilaksanakan
3. Ekonomis
4. Pertimbangan perletakkan peralatan mekanikal
5. Ketahanan terhadap beban dalam bangun
Terdapat beberapa jenis sistem super struktur, yaitu terdiri dari:




ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
70

1. Dinding penduduk sejajar (Gbr a) (parallel bearing walls)
Sistem ini terdiri dari unsur-unsur bidang vertikal yang dipraktekkan oleh bidang
sendiri, sehingga menyerap gaya aksi lateral secara efisien. Sistem dinding sejajar
ini terutama digunakan untuk bangunan apartemen yang tidak memerlukan ruang
bebas yang luas dan sistem-sistem mekanisnya tidak memerlukan struktur inti.
2. Inti dan pendukung fasade (Gbr b) (Core and Fasade bearing walls)
Unsur bidang vertikal membentuk ruang luar yang mengelilingi sebuah struktur
inti. Hal ini memungkinkan ruang interior yang terbuka. Yang bergantung pada
kemampuan bentangan dari struktur lantai. Inti ini memuat sistem-sistem
transportasi mekanis vertikal serta menambah kekakuan bangunan.
3. Boks berdiri sendiri (Gbr c) (Self supporting boxes)
Boks merupakan unit tiga dimensi prefabrikasi yang menyerupai bangunan
dinding pendukung pada G 3.1.a apabila diletakkan di suatu tempat dan digabung
dengan unit lainnya. Dalam contoh tersebut boks-boks ini ditumpukkan seperti
bata dengan pola English Bond sehingga terjadi susunan balok dinding berselang-
seling.
4. Plat terkantilever (Gbr d) (Cantilevered slab)
Pemikulan sistem lantai dari sebuah inti pusat akan memungkinkan sebuag ruang
bebas kolom yang batas kekuatan platnya adalah batas besar ukuran bangunan.
Besi akan banyak diperlukan, terutama pabila proyeksi plat adalah besar.
kekakuan pelat dapat ditingkatkan dengan menggunakan teknik-teknik
praktekkan.


ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
71


Gambar IV.11 Super struktur. 1. Dinding penduduk sejajar, 2. Inti dan dinding
pendukung, 3. Boks berdiri sendiri, 4. Plat Kantilever.
(Sumber :Bahan mata kuliah SKB III)

5. Plat rata (Gbr 3. e) (Flat Slab)
Sistem bidang horizontal pada umumnya terdiri plat lantai beton tebal rata yang
ditumpu pada kolom. Apabila tidak terdapat penebalan plat dan atau kepala pada
bagian atas kolom, maka sistem ini dikatakan sebagai sistem plat rata. Pada sistem
ini tidak terdapat balok yang dalam (deep beam) sehingga tinggi lantai bisa
minimum.
6. Interspasial (Gbr 3. f) (interspasial)
Struktur rangka tinggi selantai yang terkantilever diadakan pada setiap lantai
antara untuk memungkinkan ruang fleksibel di dalam dan di atas rangka. Ruangan
yang berada di dalam lantai rangka di atasnya dapat digunakan untuk kegiatan
lainnya.
7. Gantung (Gbr g ) (Suspension)
Sistem ini memungkinkan penggunaan bahan secara efisien dengan menggunakan
penggantung sebagai pengganti kolom untuk memikul beban lantai.
Kekuatan unsur tekan harus dikurangi karena adanya bahaya bahu teku, berbeda
dengan unsur tarik, yang dapat mendayagunakan kemampuannya secara
maksimal. Kabel-kabel ini meneruskan beban gravitasi ke rangka dibagian atas
yang terkantilever dari inti pusat.
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
72


Gambar IV.12 Super struktur. 5. Plat rata, 6. Interspasial, 7. Gantung.
(Sumber :Bahan mata kuliah SKB III)

8. Rangka Selang-seling (Gbr h) ( staggered truss)
Rangka tinggi selantai disusun sedemikian rupa sehingga setiap lantai bangunan
melimpahkan dibagian atas di suatu rangka dan dibawah rangka di atasnya. Selain
memikul beban vertikal, susunan rangka angka mengurangi tuntutan kebutuhan
ikatan dengan cara mengarahkan beban angin ke dasar bangunan melalui balok-
balok dan plat lantai.
9. Rangka kaku (Gbr i) (rigid frame)
Sambungan kaku digunakan antar susunan unsur linear untuk membentuk bidang
vertikal dan horizontal. Bidang vertikal terdiri dari balok dan kolom, biasanya
pada grid persegi. Organisasi grid serupa juga digunakan untuk bidang horizontal
yang terdiri dari balok dan gelagar. Dengan keterpaduan rangka spasial yang
bergantung pada kekuatan kolom dan balok, maka tinggi lantai ke lantai dan jarak
antara kolom menjadi penentu pertimbangan rancangan.

10. Rangka kaku dan inti (Gbr j) (rigid frame and core)
Rangka kaku bereaksi terhadap beban lateral. Terutama memlalui lentur balok dan
kolom. Perilaku demikian berakibat ayunan (Drift) lateral yang besar pada
bangunan dengan ketinggian tertentu. Akan tetapi, apabila dilengkapi dengan
struktur inti, ketahanan lateral bangunan akan sangat meningkat karena interaksi
inti dan rangka. Sistem inti memuat sistem-sistem mekanis dan transportasi
vertikal.
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
73

11. Rangka trussed (Gbr k) (trussed frame)
Gabungan rangka kaku (atau bersendi) dengan rangka geser vertikal akan
memberikan peningkatan kekuatan dan kekakuan struktur. Rancangan struktur
dapat berdasarkan penggunaan rangka untuk menahan beban gravitasi dan rangka
vertikal untuk beban angin yang serupa dengan rangka kaku dan inti.

Gambar IV.13 Super struktur. 8. Staggered truss, 9. Rangka Kaku, 10. Inti dan
Rangka kaku, 11. Rangka trussed (Trussed frame)
(Sumber :Bahan mata kuliah SKB III)

12. Rangka Belt-trussed dan inti (Gbr l) (belt trussed frame and core)
Belt-trussed mengikat kolom fasade ke inti sehingga meniadakan aksi terpisah
rangka dan inti. Pengakuan ini dinamai cup trussing apabila berada pada bagian
atas bangunan, belt trussing apabila berada di bagian bawahnya.
13. Tabung dalam tabung (Gbr m) (tube in tube)
Kolom dan balok eksterior ditempatkan sedemikian rapat sehingga fasade
menyerupai dinding yang diberi pelubangan untuk jendela. Seluruh bangunan
berlaku sebagai tabung yang terkantilever dari tanah. Inti interior (tabung).
Meningkatkan kekakuan bangunan dengan ikut memikul beban bersama kolom-
kolom fasade.
14. Kumpulan tabung (Gbr n) (bunled tub)
Sistem kumpulan tabung dapat digambarkan sebagai suatu himpunan tabung-
tabung terpisah yang membentuk tabung multise. Pada sistem ini kekakuan
bertambah. Sistem ini memungkinkan bangunan mencapai bentuk yang paling
tinggi.
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
74


Gambar IV.14 Super struktur. 12. Rangka belt trussed, 13. Tabung dalam tabung,
14. Tabung majemuk
(Sumber :Bahan mata kuliah SKB III)

d) Upper Struktur
Dasar pertimbangan upper struktur, yakni:
1. Faktor iklim dan cuaca
2. Beban vertikal termasuk beban angin dan gempa
3. Beban horizontal termasuk beban angin dan gempa
4. Pertimbangan ekonomis, mudah dalam pelaksanaan dan perawatan
5. Bentuk bangunan
Terdapat beberapa jenis upper struktur yang dapat digunakan dalam menentukan
konstruksi upper struktur yang sesuai dengan bentuk, bahan, dan konsep
perancangan.
1. Struktur Plat Lipat (Folded Plate Structure)
Struktur plat lipat sebagai salah satu alternatif struktur permukaan yang
merupakan pengembangan dari bentuk plat datar, dimana efisiensi struktur dari
bentuk plat datar dapat lebih dioptimalkan dengan membentuk rusuk-rusuk pada
plat tersebut dengan jalan memberi tekukan-tekukan dalam bentuk lipatan yang
teratur pada daerah-daerah tertentu dipermukaan plat.



ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
75

Bentuk Dasar Plat Lipat
1) Plat lipat rangka



Gambar IV.15 Plat Lipat Rangka
(Sumber :Bahan Mata Kuliah SKB III)
2) Plat lipat bidang




Gambar IV.16 Plat Lipat Bidang Membentuk Bidang
(Sumber :Bahan Mata Kuliah SKB III)

Adapun plat lipat tersebut dapat dibentuk dari beberapa jenis material, seperti :
a) Dari bahan logam (seng, aluminium, baja dan lainnya),
b) Dari bahan sintesis (plastik, fiber glass, acrylic, dan lain-lain),
c) Dari bentuk beton (beton bertulang, ferro cement) dan lain-lain.

2. Struktur Kabel dan Jaring
Setelah ditemukan kabel baja tegangan tinggi sebagai gantungan pada konstruksi
jembatan yaitu struktur kabel dua dimensi (letak kabel pada bidang datar).,
selanjutnya berkembang menjadi struktur atap gantung ruang. penutuonya adalah
membran (bahan ringan, kuat, dan tahan cuaca diantaranya fiber glass, acrylic,
dan sebagainya yang dipasang diantara jala-jala (jaring) dari kabel mutu tinggi.

ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
76

Analogi dari struktur kabel dan jaring adalah jaring laba-laba sebagai contoh
biomorfik yang merupakan permukaan bidang (dua dimensi) serta mempunyai
perubahan bentuk (deformasi) yang elastis.









Gambar IV.17 Beberapa Konfigurasi Struktur Kabel dan Tiang
(Sumber :Bahan Mata Kuliah SKB III)

3. Struktur Pnuematis
Sepanjang sejarah gravitasi merupakan dasar stabilitas untuk struktur-struktur
buatan manusia. Karena berat tetap merupakan faktor penentu yang menjamin
stabilitas struktural. Hanya pada struktur membran dan struktur balon (air-
inflanted structure) masalah perilaku struktur menjadi terbalik. Berat mati
membran yang amat tipis relatif tidak berarti dan tidak tergantung pada material
kaku.
Standar struktural yang biasanya menunjukkan ruang arsitektural dengan berat
kolom, kekuatan balok, busur atau rangka batang, bidang dinding, lantai dan
langit-langit yang erat berhubungan dengan sistem struktural bukanlah merupakan
bagian struktur membran.
Struktur balon melengkung sekeliling isinya tidak seperti material-material kaku
melengkung untuk melawan gaya gravitasi, sedang membran tarik terbentang
dalam lengkungan yang berlawanan (kebawah).

Struktur membran juga digolongkan sebagai struktur tarik. Kecendrungan alamiah
udara adalah mendorong ke luar ke semua arah secara merata. Dengan meniupkan
udara pada balon anak-anak adalah contoh umum untuk mengilustrasi apakah
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
77

struktur pneumatik itu dan bagaimana perilakunya. Struktur udara dan angin
adalah bentuk-bentuk yang distabilkan dengan tekanan dari dalam ruang apabila
membran mempunyai volume yang tertutup.
Ada dua kelompok utama dari struktur pneumatis yaitu,
a) Struktur yang ditumpu udara (air-supported structure)
b) Struktur yang digelembungkan udara (air inflated structure)





Gambar IV.18 (air supported structure) dan (air-inflated structure)
(Sumber :Bahan Mata Kuliah SKB III)
4. Struktur Rangka Ruang (Space Frame)
Struktur rangka ruang adalah struktur rangka dari hasil pengembangan bentuk
struktur rangka batang. Prinsip utama yang mendasari penggunaan batang
pemikul beban ialah penyusunan elemen menjadi himpunan segitiga-segitiga
membentuk sebuah komposisi lengkap yang stabil. Dengan demikian efisiensi dan
efektifitas struktur rangka batang tersebut dapat diperbesar dengan jalan membuat
struktur rangka tersebut bekerja secara tiga dimensi atau bekerja secara meruang.
Rangka batang dan ruang adalah rakitan batang-batang lurus yang disusun dalam
loop-loop struktural segitiga (triangulasi). Batang struktur didesain untuk
menahan gaya-gaya tarik dan tekan dengan tanpa melentur, dimana batang-batang
tarik adalah lebih efisien daripada tekan karena bahaya tegangan tekuk (buckling).




Gambar IV.19 Rangka Ruang (Space Frame)
(Sumber :Bahan Mata Kuliah SKB III)

Pada konstruksi rangka ruang terdapat beberapa sistem sambungan yang biasa
diaplikasikan dengan pertimbangan bentuk yang diinginkan serta material bahan
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
78

yang digunakan. Berikut beberapa sistem sambungan pada struktur rangka ruang
(space frame), yaitu:
a. Sistem Mannesman
Menggunakan pipa-pipa bulat yang sama besar dan panjangnya. Sistem hubungan
menggunakan plat pembalut pipa yang diperkuat dengan baut jepit untuk
memungkinkan penyetelan arah batang yang diinginkan. Kekurangan sistem ini
antara lain terbatasnya daya dukung dari sambungan pipa-pipa, selain itu terjadi
momen tambahan pada sambungan, karena titik hubungannya tidak sentris
(eksentris). Karena itu untuk waktu lama, sistem ini kurang tepat digunakan, maka
lebih cocok untuk bangunan sementara atau scaffolding

b. Sistem Mero
Panjang batangnya dapat bervariasi dan mempunyai ulir diujungnya, dihubungkan
pada konektor berbentuk bola yang berlubang sebagai simpul sambungan. Sistem
konektor bola ini menjamin kemudahan dalam pelaksanaan-pelaksanaan
dilapangan. Pada setiap simpul memungkinkan untuk 18 buah batang yang saling
menumpu tegak lurus, sedang struktur yang terjadi berbentuk geometris yang
teratur.
c. Sistem Unistrup
Sistem ini dipakai untuk bangunan tetap, terdiri dari batang berbentuk profil U
sebagai gelagar yang batang-batangnya mengarah kebanyak jurusan dan tinggi
konstruksi satu meter. Simpul dibuat dari komponen plat yang dibentuk menurut
arah batang yang diskrupkan padanya dan batang yang dibaut padanya.

d. Sistem Takenaka
Panjang sistem ini dengan baja plat berpenampang bujur sangkar dan persegi
panjang dihubungkan dengan baut-baut bermutu tinggi. Batang-batang pada
bidang datar menerima gaya tekan, diagonal-diagonal memikul tekan dan batang-
batang pada bidang bawah menerima gaya tarik.



ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
79









Gambar IV.20 Sistem Sambungan Rangka Ruang (Space Frame)
(Sumber :Bahan Mata Kuliah SKB III)

5. Struktur Shell Tipis
Struktur shell tipis merupakan suatu pengembangan idea yang diilhami oleh
prinsip-prinsip bentuk dan kekuatan organisme (sifat-sifat alam). Bentuk ruang
shell kaku (Rigid Shell) yang analogi dengan bentuk organisme adalah shell dari
telur, kura-kura, keong, kulit labu, tempurung kelapa dan sebagainya.
Struktur ini bisa berupa permukaan yang melengkung, berbidang banyak, atau
berlipat-lipat sedemikian rupa hingga geometri menjadikan gaya aksial sebagai
system pemikul utama. Terdapat berbagai macam bentuk shell misalnya dome,
lengkung silinder, kubah pelana, hyperboloid-parabolik, konoid dan sebagainya.






Gambar IV.21 Shell Dengan Analogi Bentuk-Bentuk Alam
(Sumber :Bahan Mata Kuliah SKB III)



ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
80






Gambar IV.22 Shell Dengan Bentuk Kubah (Dome)
(Sumber :Bahan Mata Kuliah SKB III)


7. Pendekatan Sistem Pengkondisian Ruang
a. Sistem pencahayaan
Didasari atas pertimbangan :
1) Adanya tuntutan pengkondisian cahaya dari kemungkinan pelaksanaan
kegiatan pada malam hari dan pada waktu mendung,
2) Kebutuhan pencahayaan untuk tipe ruang sesuai dengan fungsinya,
3) Pencahayaan alami pada siang hari oleh sinar matahari dengan mengkontrol
itensitas cahaya yang masuk
Penerangan dalam bangunan dapat berasal dari :
a) Pencahayaan alami
Prinsip-prinsip dasar kualitas ruang terhadap pengaruh sinar matahari, yaitu :
(1) Didasari pada pancaran sinar matahari,
(2) Untuk cahaya langsung sebaiknya Cuma pada jam 06.30-08.00 pagi dan
sore setelah jam 17.00
(3) Orientasi ideal pada masa bangunan
(4) Menghindari cahaya langsung dari sudut 45
0
pada matahari.
b) Pencahayaan buatan
Kebutuhan akan pencahayaan buatan diprioritaskan untuk kondisi site atau
bangunan pada malam hari dengan kapasitas cahaya yang disesuaikan dan
dimaksimalkan untuk itu perlu diperhatikan :
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
81

(1) Perletakkan titik lampu agar tidak silau, distribusi cahaya yang merata di
dalam ruangan.
(2) Titik lampu disesuaikan agar dapat menyorot bidang atau ruang
(3) Penggunaan daya listrik sehemat mungkin dengan cara pemakaian listrik
pada saat benar-benar dibutuhkan.

b. Sistem Penghawaan
1) Penghawaan alamiah
Prinsip kualitas penghawaan :
a) Sirkulasi udara yang berkelanjutan
b) Suhu udara yang relatif sejuk
c) Kelembaban cukup
d) Efek suasana ruang yang rekreatif
Sistem ini digunakan pada ruang-ruang service yang tidak memungkinkan untuk
penghawaaan alami. Penggunaan lorong angin dan void bangunan dapat
diaplikasikan untuk memasukkan udara secara alami kedalam bangunan.
2) Penghawaan buatan
Sistem ini dimaksudkan untuk memberikan kenyamanan kepada pemakai
bangunan, sehingga kenyamanan penggunaan dapat dipertahankan.
c. Sistem Tata Suara (Akustik)
Tata suara dalam kawasan pusat kuliner disesuaikan dengan beberapa fungsi
kegiatan didalamnya. Oleh karena itu dari sistem tata suara dalam kawasan harus
dipertimbangkan antara lain:
1) Kebisingan dari luar dan dalam tapak
2) Efek suara bagi pelaku kegiatan
3) Peredam bunyi yang sesuai
4) Pengaturan beberapa fungsi kegiatan.
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
82

8. Pendekatan Sistem Utilitas dan Perlengkapan Bangunan
a. Instalasi Listrik
Kebutuhan listrik yang dibutuhkan sebagai sumber tenaga untuk pencahayaan
buatan dan peralatan elektronik lainnya. Untuk itu perlu dipertimbangkan, antara
lain:
1) Keteraturan jaringan listrik yang masuk kedalam tapak
2) Daya listrik yang dibutuhkan sesuai dengan peralatan yang digunakan
3) Sumber-sumber yang akan digunakan, baik sumber listrik dari PLN ataupun
genset.
b. Pengadaan Air Bersih
Didekati berdasarkan kebutuhan penggunaannya dengan dasar pertimbangan
dalam perencanaan sistem penyediaan air bersih, yaitu:
1) Berkelanjutan setiap hari untuk persediaan setiap unit bangunan/fasilitas
lainnya.
2) Tingkat kebutuhan konsumen yang dilayani dengan proyeksi
pengembangannya.
3) Pendistribusian yang merata kepada seluruh unit bangunan berdasarkan
pada tingkat kebutuhan .
4) Pemanfaatan air bersih untuk penanggulangan bahaya kebakaran.
Berdasarkan dasar pertimbangan pendekatan pengadaan air bersih adalah :
a) Penggunaan jaringan air bersih perkotaan yang bersumber dari PDAM
b) Penggunaan sumur artesis berupa pencairan air tanah dalam site
c) Untuk mendistribusikan air bersih diperlukan tower air untuk mengalirkan
air secara gravitasi.
c. Sistem Pembuangan Air Kotor
Didasari atas pertimbangan :
1) Air kotor dan hasil pemakaian pada kamar mandi
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
83

2) Air cucian dapur
3) Air hujan
4) Air kotor berupa disposal padat
Pendekatan terhadap pembuangan air kotor :
a) Pembuangan air kotor pada kamar mandi dan dapur ditampung dalam suatu
septic tank atau sewage treatment plant (STP) lalu dialirkan ke roil kota.
b) Pembuangan air hujan langsung ke roil kota.
c) Air kotor berupa disposal padat dibuang melalui septic tank dan
peresapannya.
d. Sistem Pembuangan Sampah
Sistem pembuangan sampah bertujuan untuk menjaga kebersihan ruang dalam dan
lingkungan kawasan sehingga dapat membuat para pelaku kegiatan didalamnya
menjadi nyaman, juga sebagai kepeduliaan terhadap lingkungan karena efek
pemanasan global.Hal ini perlu diperhatikan untuk perencanaan sistem
pembuangan sampah pada perancangan kawasan yang mengutamakan fungsi
wisata kuliner juga terdapat ruang terbuka hijau yang menjadi point interest.
Adapun dasar pertimbangan sistem pembuangan sampah pada bangunan, adalah :
1) Kemudahan pengontrolan
2) Tidak mengganggu pemandangan
3) Kemudahan pengangkutan
4) Tidak menyebabkan polusi udara
Sistem pembuangan sampah ini ada 3 macam, yaitu:
a) Dikumpulkan secara horisontal, kemudian secara vertikal dikumpulkan
melalui lift barang untuk kemudian dibuang ke luar bangunan.
b) Disposal langsung dihancurkan kemudian diangkut dengan aliran tertentu.
Dari beberapa saluran yang akan terkumpul dan dibuang keluar bangunan.
Sistem ini disebut pulping system.
c) Disposal dikumpulkan kemudian dihancurkan dengan proses proses kimia
(Chemical Process).
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
84

e. Sistem Telekomunikasi
Dalam penerangan sistem telekomunikasi harus emnggunakan sistem hubungan
seperti saluran untuk daya pembangkit komputer, yaitu aliran di dalam lantai
(floor duet) selain itu diperlukan sistem panel-panel atau terminal telepon. Yang
dapat langsung berhubungan dengan luar. Melalui penggunaan sistem terminal
utama menuju titik-titik yang diperlukan.
Agar sistem telekomunikasi dapat berfungsi, maka harus dipersiapkan:
1) Panel distribusi saluran telekomunikasi.
2) Unit PABX (Pranate Automatic Branch Exchange) sesuai dengan jumlah
sambungan.
3) Handset telepon sama dengan jumlah kebutuhan.
4) Kabel telepon dalam bangunan.
5) Kanektor kabel bangunan.

Gambar IV.23 PABX System
(Sumber: www.panasonic.com)

f. Sistem Penanggulangan Bahaya Kebakaran
Bahaya kebakaran adalah bahaya yang ditimbulkan oleh adanya nyala api yang
tidak terkendali, sehingga dapat mengancam keselamatan jiwa manusia maupun
harta benda.

ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
85

1) Pencegahan kebakaran di luar bangunan
Pencegahan bahaya kebakaran yang terjadi di luar bangunan menggunakan Pilar
Hydrant yang diletakkan pada halaman, dengan jarak antara hydrant 90 m-150
m.
2) Pencegahan kebakaran di dalam bangunan
Dalam sistem penanggulangan bahaya kebakaran pada kebakaran pada bangunan
berlantai banyak biasanya menggunakan sprinkler dan detector system, yang
dihubungkan dengan alarm sehingga jika terjadi kebakaran secara otomatis dapat
menyemburkan air, demikian juga detector bekerja secara otomatis
menyembunyikan alarm di seluruh ruangan.
Keuntungan dari cara ini adalah :
a) Karena bekerja secara otomatis, maka tidak perlu lagi diragukan
kemacetannya.
b) Dengan memberitahukan adanya kebakaran maka dengan cepat dapat
mengatasinya.
c) Tidak menimbulkan kelekoran pada ruangan.

Sistem ini sering dikenal dengan nama fire protection. Selain fire protector
dikenal pula alat deteksi asap atau smoke detector yang mempunyai kepekaan
yang tinggi dan akan memberikan alarm bila terjadi asap diruang tempat alat itu di
pasang. Sistem kerja alat ini adalah apabila detector mendapat asap yang melebihi
kapasitas yang ditentukan maka panel control akan langsung menggerakan alat
pemberi tahu. Selain smoke detector, head detector atau alat pendeteksi panas
juga berperan dalam hal penanggulangan bahaya kebakaran. Alat ini dapat
membedakan adanya kebakaran dengan cara membedakan kenaikan temperatur
yang terjadi diruangan. Panel control merupakan unit pengontrol yang
mengadakan pengolahan yang mengadakan pengolahan seleksi dan evaluasi data.
Bila pada lokasi kebakaran sudah dilengkapi dengan pemadaman api otomatis,
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
86

maka sinyal dari input unit control akan bekerja secara langsung mengaktifkan
peralatan tersebut misalnya splinker otomatis. Sistem ini antara lain :
(1) Alarm system
Biasanya dipasang dekat jalan keluar, terdiri dari beberapa jenis ruangannya.



Gambar V.24 Flame detector and Alarm Devices
(Sumber: www.esser-systems.com)


(2) Radar type system
Sebuah generator segera mengirim signal kepesawat penerimaan yang segera
berbunyi jika sesuatu benda atau manusia memasuki area tersebut.
(3) Photoelectric
Prinsip kerja dari alat ini adalah menggunakan sinar infra merah dan receveir
(penerima sinar). Jika sinar terhalang oleh suatu benda ke pesawat, maka alarm
tanda bahaya akan segera bunyi.
(4) Alat deteksi asap (smoke detector)
Mempunyai kepekaan yang tinggi dan akan memberikan alarm bila terjadi asap
diruang tempat alat itu terpasang.
Sistem kerja alat deteksi asap :
Apabila detector asap mendapat asap yang melebihi kapasitas yang telah
ditetapkan, maka panel kontrol langsung bekerja untuk dapat menggerakkan alat
pemberi tahu.

ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
87

(5) Closed sirkuit television
Menpunyai kepekaan yang tinggi dan akan memberikan alarm bila terjadi asap
diruang tempat alai itu dipasang.
(6) Contact equipment
Menggunakan perangkat berupa lapisan-lapisan logam yang dapat menerima
signal manakala tersentuh oleh sesuatu.
(7) Proximity Alarm
Jarak deteksi alat ini terlalu pendek, hanya beberapa inchi saja. Biasanya
digunakan untuk melindungi dokumen yang penting.
(8) Alat deteksi panas (head detector)
Dapat membedakan adanya bahaya kebakaran dengan cara membedakan kenaikan
temperatur (panas) yang terjadi dalam ruangan.
Bila pada lokasi kebakaran sudah dilengkapi dengan pemadam api otomatis, maka
sinyal dari input unit kontrol dapat segera langsung mengaktifkan peralatan
tersebut (misalnya springkler otomatis).
Springkler adalah suatu alat semacam nozzle (penyemprot) yang dapat
memancarkan air secara pengabutan (fog) dan bekerja otomatis. Bahan
pemadamnya adalah air.
Selain springkler, biasanya sering dipakai hidran kebakaran untuk memadamkan
kebakaran yang sudah terjadi dengan menggunakan alat dengan bahan baku air.
Hidran terbagi dua:
(1) Hidran kebakaran dalam gedung
(2) Hidran kebakaran di halaman


ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
88

g. Sistem Penangkal Petir
Instalasi penangkal petir ialah instalasi suatu sistem dengan komponen-komponen
peralatan yang secara keseluruhan berfungsi untuk menangkal petir dan
menyalurkan ketanah, sehingga semua bagian dari bangunan beserta isinya atau
benda-benda yang dilindungi terhindar dari bahaya sambaran petir.
Terdiri atas bagian-bagian berikut :
1) Penangkal diatas tanah, ialah pengantar yang dipasang diatas atap sebagai
penangkal petir, berupa ektroda logam yang dipasang tegak dan dipasang
mendatar.
2) Pengantar pada dinding atau di dalam bangunan, sebagai penyalur arus petir
ke dalam tanah yang terbuat dari tembaga, baja galvanish dan alluminium.
Terdapat pembagian instalasi penangkal petir, antara lain :
1) Sistem penangkal sangkar Tongkat farraday
2) Sistem radioaktif/sistem tomas
3) Sistem konvensional/franklin

h. Sistem Transportasi
Suatu bangunan yang besar atau tinggi memerlukan suatu alat transportasi untuk
memberikan suatu kenyamanan berlalu lalang. Dibangunan tersebut mempunyai
sifat sebagai alat angkut dalam bentuk :
1) Horizontal, berupa konveyor
2) Vertikal, berupa elevator
3) Miring, berupa eskalator
Untuk menentukan kriteria perancangan lift penumpang, perlu diperhatikan tipe
dan fungsi bangunan, banyaknya lantai, luas tiap-tiap lantai, dan intervalnya.

ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
89

Transportasi Horizontal
Transportasi horisontal merupakan sistem transportasi yang menghubungkan
ruangan secara horizontal. Secara umum dasar pertimbangan untuk menentukan
jenis transportasi adalah :
a) fungsi
b) Estetika
c) Ekonomi
d) Pelaksanaan
2) Transportasi vertikal
Tangga adalah penghubung antar lantai secara horizontal dengan menggunakan
undakan-undakan atau pijakan.
Material tangga dapat dibuat dari bahan:
a) Kayu
b) Pasangan batu
c) Beton
d) Besi
Dalam garis besar tangga dibagi menjadi beberapa jenis pokok, yaitu:
a) Tangga lurus
b) Tangga bordes
c) Tangga miring
d) Tangga berporos (putar)

Gambar IV. 25 Tangga Putar
(Sumber : Data Arsitek 01)
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
90

i. Sistem keamanan
Perencanaan terhadap pengamanan pencurian antara lain:
1) Meletakkan lubang ventilasi yang sukar dijangkau
2) Penempatan kamera CCTV (Closed Circuit Television) di sudut-sudut
ruangan. Peralatan yang diperlukan adalah:
a) Kamera
b) Monitor televisi
c) Kabel koaksial
d) Timelaps video recordes
e) Ruangan security


Gambar IV.26 CCTV
(Sumber: CCTV Code Of Practice Revised Edition, 2008)

9. Pendekatan Konsep Tata Ruang Luar
Menurut Ashihara, yoshinobu (1981), ruang luar arsitektur disebut juga arsitektur
tanpa atap karena ruang luar hanya dibatasi oleh dua bidang, yaitu bidang lantai
dan dinding. Jadi ruang luar mempunyai batas imajiner yaitu langit.
Ruang luar memiliki fungsi sebagai ruang kegiatan sosial dan sebagai elemen
ekologis. Fungsi sosial ruang luar secara umum, antara lain:
1) Tempat bermain, berolahraga
2) Tempat bersantai
3) Tempat komunikasi sosial
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
91

4) Tempat peralihan, tempat menunggu
5) Sebagai sarana penghubung antara satu tempat dengan tempat lainnya.
6) Sebagai pembatas/jarak antara massa bangunan
Sedangkan berdasarkan ekologisnya ruang luar memiliki fungsi sebagai berikut:
1) Penyegaran udara
2) Pengendalian kebisingan
3) Penyerap air hujan
4) Pengendalian banjir
5) Pelembut arsitektur bangunan
Tata ruang luar merupakan sebuah penataan ruang terbuka yang diaplikasikan
pada penataan lanskape ruang luar. Dalam hal ini berhubungan dengan penataan
ruang publik sebagai salah satu fungsi kawasan.
Pada perancangan kawasan Pusat Kuliner Sebagai Ruang Publik di Kota Kendari
ruang luar dapat dibagi menjadi tiga jenis ruang pokok, yaitu keperluan untuk
pejalan kaki, untuk kendaraan, dan ruang publik. Untuk keperluan para pejalan
kaki, difokuskan pada perancangan pedestrian, tanaman pengarah, tanaman
peneduh, dan estetika design untuk mendukung keindahan secara visual. Untuk
kendaraan dibutuhkan jalur lalu lintas yang cukup luas dan terarah sehingga
memudahkan para pelaku kegiatan yang berada dalam kawasan pusat kuliner
dapat memarkir kendaraan dengan nyaman dan teratur. Fasilitas ruang publik
dalam penataannya harus dapat mewadahi kegiatan bermain, aktivitas interaksi
sosial, dan lain sebagainya. Selain itu juga penghawaan pada area ruang publik
perlu diperhatikan untuk mendukung kenyamanan para pelaku kegiatan di
dalamnya.

Gambar IV.27 Tanaman dapat mengurangi hembusan angin 40 %-50%
(Sumber : Komponen Perancangan Arsitektur Landscape Edisi ke 2, 2011)
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
92

1. Ruang Terbuka Hijau
Ruang terbuka hijau adalah area atau ruang kota yang tidak dibangun dan
permukaannya dipenuhi oleh tanaman yang berfungsi melindungi habitat, sarana
lingkungan, pengamanan, jaringan prasarana, sumber pertanian, kualitas atmosfer
dan menunjangi kelestarian air dan tanah. Ruang terbuka hijau (green open space)
di tengah-tengah ekosistem kota juga berfungsi untuk meningkatkan kualitas
lansekap kota untuk keindahan dan kenyaman, meningkatkan kualitas lingkungan
dan pelestarian alam yang terdiri dari ruang linear atau koridor, ruang pulau atau
oasis sebagai tempat pemberhentian (Spreiregen, 1965).
2. Tata Hijau
Dalam menentukan tata ruang luar perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut :
a) Penyesuaian perencanaan ruang luar disesuaikan dengan lingkungan dan
elemen yang ada.
b) Perencanaan ruang luar tidak menimbulkan kesan monoton dengan
memberikan kesan yang dapat memberi kesenangan bagi pengunjung.
c) Penyesuaian skala ruang luar dengan luas, tinggi, lebar, dan jarak terhadap
bangunan lainnya.
d) Perletakkan pohon-pohon dan tanaman penunjang lainnya dimaksudkan
agar dapat menyaring debu dan sekaligus sebagai pelindung dari terik
matahari.
e) Pengolahan tanaman dan elemen ruang luar lainnya harus dapat memberi
arah, orientasi kesehatan bangunan tanpa menghalangi pandangan kesehatan
bangunan.
Penataan ruang luar/eksterior yang dapat menunjang dan berpengaruh terhadap
bangunan tersebut. Adapun penataan ruang luar berfungsi sebagai berikut:




ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
93

1) Sebagai pelindung (tempat berteduh)

Gambar IV.28 Jenis Pohon Pelindung (Kiri) keben, dan (Kanan) trembesi
(Sumber : Dokumentasi pribadi, 2013)
2) Sebagai pengarah bagi sirkulasi kendaraan di dalam tapak

3) Sebagai barrier (penghalang)
Penghalang terhadap :
a) Panas sinar matahari yang masuk kedalam ruangan
b) Debu dan asap yang diakibatkan oleh polusi kendaraan
c) Kebisingan suara-suara gaduh seperti suara kendaraan
d) Hembusan angin yang terlalu kuat
4) Sebagai pemisah/pembatas ruang misalnya pada tempat parkir

Gambar IV.29 Bunga melati Jenis Teh-tehan
(Sumber : Dokumtasi pribadi, 2013)

5) Sebagai elemen penting yang mendukung penampilan fisik bangunan
dengan penataan yang indah dan asri.
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
94


Gambar IV.30 Tanaman hias
(Sumber : Dokumtasi pribadi, 2013)

Adapun elemen-elemen ruang luar yang digunakan :
a. Soft elemen
Jenis pohon yang digunakan :
1) Pohon palem yang berfungsi sebagai tanaman hias ditempatkan langsung di
taman dan dihadapan kompleks.

Gambar IV.31 PalemRaja (Oreodoxa regia)
(Sumber : Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 05/Prt/M/2012 Tentang
Pedoman Penanaman Pohon Pada Sistem Jaringan Jalan)

2) Pohon cemara yang berfungsi tanaman hias sekaligus sebagai pembatas
serta akustik yang ditempatkan di pinggir jalan kompleks.
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
95


Gambar IV.32 Cemara lilin
(Sumber : Hermin Werdiningsih, 2007)

3) Pohon kiara payung sebagai pohon pelindung pada tempat parkir.

Gambar IV.33 Pohon Kiara Payung
(Sumber : Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 05/Prt/M/2012 Tentang
Pedoman Penanaman Pohon Pada Sistem Jaringan Jalan)


Gambar IV.34 Ukuran Pohon
(Sumber : Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 05/Prt/M/2012 Tentang
Pedoman Penanaman Pohon Pada Sistem Jaringan Jalan)

ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
96

b. Hard elemen
1) Paving blok digunakan pada pedestrian.

Gambar IV.35 Paving blok
(Sumber : H. Russ Thomass, 2002)

2) Rencana jalan dan parkir dalam lingkungan kompleks digunakan aspal.
3) Lampu ditempatkan di daerah parkir, sirkulasi dan pedestrian.





Gambar IV.36 Lampu pedestrian
(Sumber : Dokumentasi pribadi, 2013)

2) Fasilitas parkir
Hubungan pencapaian antara tempat parkir dengan bangunan atau tempat kegiatan
diusahakan tidak terlalu jauh. Bila jarak antara tempat parkir dengan pusat
kegiatan cukup jauh, maka diperlukan sirkulasi yang jelas dan terarah menuju area
parkir. Ditinjau dari penggunaannya, tempat parkir terbagi atas :
(1) Parkir kendaraan lebih dari empat tempat misalnya, bus dan truk
(2) Parkir kendaraan berada empat tempat misalnya sedan dan mini bus
(3) Parkir kendaraan berada tiga tempat misalnya bemo dan motor sispan
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
97

(4) Parkir kendaraan berada dua, misalnya sepeda dan sepeda motor.
Bentuk tempat parkir kendaraan mempunyai beberapa jenis, yaitu:
(1) Parkir tegak lurus
(2) Parkir sudut
(3) Parkir parallel
(4) Parkir khusus bagi penderita cacat

Gambar IV.37 Parkir khusus penderita cacat
(Sumber : Hakim rustam, 2011)










ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
98

BAB V
ACUAN PERANCANGAN
A. Titik Tolak Acuan Perancangan
Gagasan awal dari suatu perancangan merupakan sebuah konsep yang menjadi
titik tolak acuan perancangan yang akan digunakan untuk perancangan Kawasan
Pusat Kuliner Sebagai Ruang Publik di Kota Kendari. Adapun pendekatan
perancangan dilakukan dengan dua cara, yaitu berupa acuan perancangan secara
makro dan acuan perancangan secara mikro.
Acuan secara makro merupakan suatu langkah untuk menentukan kesesuaian
bangunan yang direncanakan terhadap wilayah dimana bangunan tersebut akan
didirikan. Berkaitan dengan hal itu, dalam pemilihan lokasi perancangan Kawasan
pusat kuliner harus mempertimbangkan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota
Kendari yang dikeluarkan oleh pemerintah kota Kendari dalam hal ini pihak Dinas
Tata Kota kota Kendari. Dengan melihat fungsinya sebagai tempat untuk
berwisata kuliner dan perdagangan maka Kawasan Pusat Kuliner harus
direncanakan pada lokasi yang mempunyai peruntukkan sebagai Kawasan
perdagangan dan jasa atau Kawasan wisata.
Acuan perancangan secara mikro merupakan langkah-langkah untuk
menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang lebih spesifik pada bangunan
Kawasan Pusat Kuliner Sebagai Ruang Publik menyangkut kenyamanan,
keamanan, kebutuhan ruang, penataan ruang, bentuk dan penampilan bangunan,
system perlengkapan bangunan, system sirkulasi, penghawaan, pencahayaan, dan
lain sebagainya.
Dengan analisis acuan perancangan secara makro maupun secara mikro maka
dapat dibuat model desain yang juga mempertimbangkan setiap aspek yang dapat
mendukung terciptanya sebuah desain dari Kawasan Pusat Kuliner Sebagai Ruang
Publik.

ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
99

B. Acuan Tata Ruang Makro
1. Penentuan lokasi
Pemilihan lokasi yang tepat untuk Kawasan Pusat Kuliner di Kota Kendari, harus
mempertimbangkan kriteria-kriteria sebagai berikut:
a. Sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Kendari, dengan fungsi
utamanya sebagai kawasan perdagangan dan jasa atau kawasan wisata.
b. Lokasi Pusat Kuliner juga berdekatan dengan permukiman dan pusat
kegiatan masyarakat.
c. Segi pencapaian, untuk memudahkan para pengunjung dan para pelanggan
dalam mencapai lokasi.
d. Dengan konsep perencanaan kawasan ruang publik maka, luasan site dan
lingkungan menjadi pertimbangan dalam memilih lokasi.
e. Tersedia jaringan utilitas bangunan menjadi pertimbangan dalam
menentukan lokasi yg sesuai.
f. Memiliki potensi wisata yang menjadi daya tarik kawasan.
Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Kendari terdapat beberapa zona
kawasan yang diperuntukkan sebagai kawasan perdagangan dan jasa salah satunya
pada Kecamatan Kadia, dan Kecamatan Kendari Barat. Pemilihan kedua alternatif
lokasi tersebut berdasarkan beberapa kriteria yang sudah diuraikan di atas.


ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
100


Gambar V.1 Peta Administrasi Kota Kendari dan Alternatif Lokasi
1) Alternatif 1, Kecamatan Poasia
Kecamatan Poasia, terdiri dari 4 Kelurahan yaitu : Anduonohu, Rahandouna,
Anggoeya dan Matabubu. Luas wilayah Kecamatan Poasia adalah 37,74 Km
2


Gambar V.2 Peta Kecamatan Poasia Kota Kendari
Wilayah Kecamatan Poasia terdiri dari beberapa fungsi kawasan yaitu
a) Fungsi perdagangan dan jasa
ALT 02
Kec Kendari
Barat
ALT 01
Kec. Poasia
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
101

b) Fungsi perumahan kepadatan tinggi
c) Fungsi pariwisata
d) Fungsi perumahan kepadatan sedang
e) Kawasan resapan air
2) Alternatif 2, Kecamatan Kendari Barat
Kecamatan Kendari Barat, terdiri dari 9 Kelurahan yaitu : Kemaraya, Watu-watu,
Tipulu, Punggaloba, Benu-benua, Sodohua, Sanua, Dapu-Dapura, Lahundape.
Luas wilayah Kecamatan kendari barat adalah 19.11 Km
2
.

Gambar V.3 Peta Kecamatan Kendari Barat Kota Kendari
Wilayah Kecamatan Kendari Barat terdiri dari beberapa fungsi kawasan yaitu
a) Fungsi perdagangan dan jasa
b) Fungsi perumahan kepadatan tinggi
c) Fungsi perumahan kepadatan sedang
d) Kawasan hutan lindung
e) Kawasan pelabuhan
f) Kawasan pariwisata
Tabel V.1. Analisa Pembobotan Alternatif Lokasi
No Kriteria
Alternatif 01 Alternatif 02
Nilai Bobot Nilai+bobot Nilai Bobot Nilai+bobot
1
Sesuai dengan rencana
tata ruang wilayah kota
kendari, dengan fungsi
utamanya sebagai
kawasan perdagangan
dan jasa.



30 8 38 30 8 38
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
102

2
Lokasi pusat kuliner juga
berdekatan dengan
permukiman dan pusat
kegiatan masyarakat.
20 8 28 20 8 28
3
Segi pencapaian, untuk
memudahkan para
pengunjung dan para
pelanggan dalam
mencapai lokasi.
10 6 16 10 6 16
4
Dengan konsep
perencanaan kawasan
ruang publik maka,
luasan site dan
lingkungan menjadi
pertimbangan dalam
memilih lokasi.
20 8 28 20 4 24
5
Tersedia jaringan utilitas
bangunan menjadi
pertimbangan dalam
menentukan lokasi yg
sesuai.
10 6 16 10 6 16
6
Memiliki potensi wisata
yang menjadi daya tarik
kawasan.
10 8 18 10 8 18
Total 100 44 144 100 40 140

Keterangan Nilai
8 : Sangat baik
6 : Baik
4 : Kurang baik

Berdasarkan nilai pembobotan dari dasar pertimbangan dan peruntukan maka
lokasi yang terpilih adalah Kecamatan Poasia dengan point sebesar 144.

2. Penentuan Site
Sesuai dengan karakteristik sifat dan kegiatannya, maka penentuan site/tapak
untuk kawasan Pusat Kuliner dipergunakan pendekatan yang diarahkan untuk
mencapai suatu area.

a Dasar pertimbangan
1) Luas lahan
2) Rencana Tata Ruang Kota Kendari
3) Letak site yang strategis
4) Fasilitas dan jaringan utilitas kota
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
103

b. Kriteria-kriteria penentu
Adapun kriteria pertimbangan penentuan site untuk Kawasan Pusat Kuliner
sebagai Ruang Publik di Kota Kendari adalah :
1) Luas tapak yang sesuai dengan kebutuhan ruang dan menampung segala
aktifitas.
2) Letak lokasi berdekatan dengan permukiman dan pusat kegiatan
masyarakat.
3) Fasilitas penunjang meliputi jaringan utilitas dan fasilitas penunjang
lainnya.
4) Memiliki view yang menarik.
5) Pencapaian mudah dan tidak menggangu kelancaran lalu lintas

c. Alternatif lokasi
Berdasarkan pertimbangan diatas, maka lokasi yang dipilih untuk perancangan
Kawasan Pusat Kuliner sebagai Ruang Publik di Kota Kendari adalah pada daerah
Kecamatan Kendari Poasia dengan potensi tapak :
1) Tapak berada pada kawasan perdagangan dan jasa atau kawasan pariwisata.
2) Tapak berdekatan dengan lokasi kawasan permukiman.
3) Lahan yang cukup luas untuk pembangunan kawasan Pusat Kuliner yang
mengintegrasikan fungsi ruang publik kedalamnya.
4) Kemudahan pencapaian.
5) Telah dilengkapi oleh sarana dan prasarana penunjang. Seperti jaringan air
bersih dan jaringan listrik.
6) Memiliki view yang menarik








ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
104



Gambar V.4 Alternatif Tapak Kecamatan Poasia Kota Kendari

Beberapa alternatif lokasi tapak pada kawasan Kecamatan Poasia yaitu alternatif
pertama yang berada di Kelurahan Anduonohu dan alternatif kedua Kelurahan
Anggoeya.

Gambar V.5 Lokasi site pada peta satelit
(Sumber : https://www.google.com/maps)

1) Alternatif 01 Kelurahan Anduonohu
Lokasi site ini berada pada kawasan perdagangan dan jasa yang dapat diakses
dari empat jalur kendaraan. Pada lokasi ini terdapat ruko sebelah utara, pertamina
sebelah barat, ruko sebelah timur, dan rumah makan di sebalah selatan. Lokasi ini
berada pada Jalan Bunggasi dan Jalan Buburanda.



ALT 02
Kel Anggoeya
ALT 01
Kel
Anduonohu
ALT 01
ALT 02
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
105



Gambar V.6 Lokasi Site Alternatif 01 Kelurahan Anduonohu
(Sumber : http://www.acme.com/planimeter/)

2) Alternaif 02 Kelurahan Anggoeya
Lokasi ini berada pada kawasan pariwisata yang dapat diakses dengan satu jalur
kendaraan. Pada lokasi ini terdapat teluk kendari di sebelah utara, kawasan
permukiman padat disebelah selatan, rawa di sebelah barat dan timur dari tapak.
Lokasi ini berada pada Jalan Buburanda.



Gambar V.7 Lokasi Site Alternatif 02 Kelurahan Anggoeya
(Sumber : http://www.acme.com/planimeter/)






ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
106


Tabel V.2. Analisa Pembobotan Alternatif Site
No Kriteria
Alternatif 01 Alternatif 02
Nilai Bobot Nilai+bobot Nilai Bobot Nilai+bobot
1
Tapak berada pada
kawasan perdagangan
dan jasa atau kawasan
pariwisata
30 8 38 30 8 38
2
Tapak berdekatan
kawasan permukiman
10 6 16 10 4 14
3
Lahan yang cukup
luas untuk
pembangunan pusat
kuliner yang
mengintegrasikan
fungsi ruang publik
kedalamnya
20 4 24 20 8 28
4
kemudahan
pencapaian
10 6 16 10 4 14
5
Telah dilengkapi oleh
sarana dan prasarana
penunjang. Seperti
jaringan air bersih dan
jaringan listrik.
20 8 28 20 6 26
6
Memiliki view yang
menarik
10 4 14 10 8 16
Total 100 36 136 100 38 138

Keterangan Nilai
8 : Sangat baik
6 : Baik
4 : Kurang baik

Berdasarkan nilai pembobotan dari dasar pertimbangan dan peruntukan maka
lokasi site yang terpilih adalah Alternatif 02 yaitu Kelurahan Anggoeya. Lokasi
ini sangat potensial karena terletak pada kawasan pariwisata, berdekatan dengan
permukiman dan pusat kegiatan masyarakat. Juga memiliki daya tarik wisata
karena berada dipesisir teluk kendari.

3. Data Existing Tapak dan Potensi Tapak
a) Data Existing Tapak


ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
107






Gambar V.8 Peta Satelit Tapak/Site
(Sumber : Dokumentasi pribadi, 2013)

Tapak berada pada jalan Kelurahan Anggoeya Kecamatan Poasia yang merupakan
fungsi kawasan pariwisata.
b) Batasan Tapak
1) Sebelah selatan berbatasan dengan Lahan kosong dan permukiman.
2) Sebelah barat berbatasan dengan lahan basah.
3) Sebelah utara berbatasan dengan Teluk Kendari..
4) Sebelah timur berbatasan dengan pemukiman kepadatan sedang dan rawa.

Gambar V.9 Batasan Tapak/Site
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
108

c) Sirkulasi dan Pencapaian ke Tapak
Pencapaian ke arah tapak dapat melalui yang merupakan jalan yang lalu lintasnya
cukup lancar. Dapat di lewati oleh kendaraan dan pengguna jalan. Pencapaian
menuju tapak dipertimbangkan terhadap:
1) Jalur dua arah untuk rencana keluar masuk kendaraan,
2) Lokasi yang menunjang kegiatan
3) Lokasi menunjang konsep desain
4) Sesuai dengan peruntukan
5) Kemudahan pencapaian bagi para pejalan kaki dan pengguna kendaraan
6) Main entrance dan Entrance tapak harus jelas
Pertimbangan penempatan entrance pada tapak :

Gambar V.10 Kanan (A) : Main Entrance dan Kiri (B) : Side Entrance
(a) Main entrance
Main entrance merupakan jalan masuk utama bagi pengunjung, pedagang, dan
pengelola baik yang menggunakan kendaraan maupun para pejalan kaki menuju
ke dalam tapak yang dipusatkan pada jalur yang mudah dijangkau, sedangkan
untuk jalan keluar di tempatkan pada jalur jalan searah. Penggunaan main
entrance untuk memudahkan pengaturan sirkulasi kendaraan. Perletakan main
entrance dipertimbangan agar :
(1) Entrance utama mudah dilihat dengan cara membuat ruang penerima
sebagai tanda jalur masuk.
(2) Entrance utama dekat dengan arah datangnya pengunjung
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
109

(3) Entrance utama tidak menggangu kelancaran lalu lintas

Gambar V.11 Ruang Penerima Sebagai Tanda Jalur Masuk
(Sumber : http://sketchup.google.com/3dwarehouse/)
(b) Side entrance
Side entrance merupakan jalan alternatif untuk keluar bagi pengunjung yang
berjalan kaki. Side entrance ditempatkan pada jalan yang aksesnya sedang.

Gambar V.12 Side Entrance
(Sumber : http://sketchup.google.com/3dwarehouse/)
7) View
View merupakan arah pandang yang baik dari dan ke luar tapak. Untuk
mendapatkan view yang baik perlu memperhatikan sebagai berikut :
a) Pemandangan (view) dari dalam tapak ke luar, meliputi :
(1) Posisi tapak dimana pemandangan tidak terhalangi
(2) Bentuk pemandangan, pemandangan positif atau negatif
(3) Sudut dalam tapak yang paling baik dan dimana pemandangan tersebut
dapat terhalang
b) Pemandangan (view) dari luar ke dalam tapak meliputi:
(1) Sudut dimana tapak akan terlihat untuk pertama kali
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
110

(2) Pemandangan pada tapak yang baik dari lahan
(3) Pemandangan terbaik dari tapak dan daerah-daerah yang dapat dilihat.





Gambar V. 13 View Dari Dalam Dan Luar Tapak
8) Klimatologi
Faktor klimatologi merupakan salah satu faktor utama dalam perancangan, karena
hal ini berkaitan langsung dengan bagaimana posisi dan orientasi bangunan yang
tepat sehingga dapat memaksimalkan potensi matahari dan angin dalam upaya
penciptaan sistem pencahayaan dan penghawaan alami.
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
111


Gambar V.14 Orientasi Tapak
a) Orientasi matahari
Penyinaran langsung mengakibatkan radiasi, sengat dan silau yang masuk melalui
bukaan. Hal ini mengurangi kenyamanan dan pemborosan energi listrik (radiasi
panas mengharuskan penggunaan AC (air conditioning)). Orientasi bangunan
terhadap matahari dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar V.15 Arah Matahari
9) Kebisingan
Kebisingan di sekitar tapak disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kebisingan
akibat kendaraan bermotor dan kebisingan akibat aktivitas di sekitar tapak.

Bangunan
Sumber kebisingan
Bangunan
Bangunan
Teluk Kendari
Matahari
Terbit
Matahari
Terbenam
Penggunaan sun shading dan
vegetasi pada bangunan dapat
mengatasi suhu dalam tapak dan
silau yang dihasilkan matahari
JL. Buburanda
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
112


Gambar V.16 Kebisingan Dari Luar Tapak

Gambar V.17 Penggunaan barrier (penghalang) berupa pagar dan pohon
Kebisingan diatasi dengan mempertimbangkan beberapa hal, yaitu:
a) Arah datangnya kebisingan
b) Tinggi rendahnya tingkat kebisingan
c) Jenis kegiatan yang membutuhkan tingkat kebisingan tertentu dipisahkan
menurut tingkat kebisingan polusi dan kegiatan
d) Memasang bahan yang dapat menyerap bunyi pada ruang-ruang yang
membutuhkan ketenangan
e) Penggunaan barrier (penghalang) berupa pagar dan pohon yang tidak
menghalangi view ke dalam dan ke luar kawasan.
Sumber kebisingan utama, tingkat kebisingannya tinggi karena jalur tersebut
dilalui oleh kendaraan pribadi, dan kendaraan umum.
Pada dasarnya untuk mengendalikan kebisingan dari luar tapak agar tidak
menggangu aktivitas dalam tapak diperlukan cara-cara sebagai berikut :
Bangunan
Pohon sebagai
penghalang bunyi
Sumber Kebisingan
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
113

(1) Penggunaan barrier (penghalang) berupa pagar dan pohon yang tidak
menghalangi view ke dalam dan ke luar bangunan.
(2) Peninggian letak bangunan, agar tidak terkena dampak kebisingan dari arah
jalan secara langsung.
(3) Menempatkan massa bangunan cukup jauh dari jalan raya yang merupakan
sumber kebisingan

10) Penzoningan tapak
(1) Tapak secara horizontal dibagi dalam tiga zone, yaitu:
b. Zone publik
Zone ini berada diposisi agak terdepan di dalam area site, termasuk dalam area ini
adalah area parkir dan entance.

c. Zone semi publik
Zone itu berada pada posisi tengah site, termasuk dalam area ini adalah bangunan
Kawasan Pusat Kuliner sebagai Ruang Publik itu sendiri.

d. Zone privat
Zone ini berada pada posisi belakang dari site termasuk dalam zone ini adalah
area servis dan area pengelolaan.

(2) Penzoningan tapak dilihat dari jenis kuliner dibagi 4 block, yaitu:
a. Block A
b. Block B
c. Block C
d. Block D
4. Analisis Tata Ruang Luar
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
114

Penataan lansekap dimaksudkan sebagai penataan ruang luar/ eksterior yang dapat
menunjang dan berpengaruh terhadap bangunan serta dapat mewadahi aktivitas
outdoor para pelaku kegiatan di dalamnya. Selain itu untuk menunjang fungsi
ruang publik maka dapat diaplikasikan tipe atau karakter ruang publik ke dalam
Pusat Kuliner.
Ruang luar dapat dibagi menjadi tiga jenis ruang pokok, yaitu keperluan untuk
pelaku kegiatan , untuk kendaraan, dan ruang publik
a. Keperluan para pengunjung dan pelaku kegiatan lainnya
1) Taman kecil (Mini Park)
Penempatan taman pada tapak sangat diperlukan untuk menambah nilai tambah
dan keindahan secara visual. Taman ini dapat diletakkan pada area tengah tapak
atau berdekatan dengan area pedestrian di depan lapak jualan. Taman ini
menggunakan hard material dan soft material yaitu seperti tanaman dan
perlengkapan lainnya. Taman ini juga harus menggunakan banyak tanaman
peneduh sebagai penghawaan dalam tapak.

Gambar V.18 Mini park
2) Tempat bermain (Playground)
Area taman bermain dilengkapi dengan soft material berupa pohon peneduh, teh-
tehan, dan kacang-kacangan, beberapa jenis alat permainan anak yaitu seperti
ayunan, papan luncur, Palang bertangga, papan jungkat jungkit, bangku ayun,
kotak pasir dan papan seluncur dan rumah tangga.

ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
115





Gambar V.19 Alat permainan anak
(Sumber: Data Arsitektur Edisi ke-33 Jilid 1, 1996)
b. Keperluan pengguna kendaraan
Jalan
Jalan merupakan sebuah jalur yang dilewati oleh kendaraan. Untuk memasuki
area site/tapak maka jalur ini harus dibuat dengan mengikuti standar ruang-ruang
jalan.
Sebagai elemen ruang luar, tanaman peneduh dan pengarah sangat berguna bila
diaplikasikan berdekatan dengan jalur jalan menuju area parkir sehingga dapat
mengarahkan para pengguna kendaraan melewati jalur jalan dengan benar dan
teratur.
c. Keperluan ruang publik
1) Ruang terbuka hijau
Ruang terbuka hijau merupakan ruang yang mengaplikasikan banyak tanaman
didalamnya seperti pohon peneduh dan lain sebagainya. Ruang ini juga berfungsi
sebagai paru-paru kota dalam mensuplai oksigen dan menurunkan karbon yang
dihasilkan oleh kendaraan.
2) Ruang informasi outdoor
Ruang ini bertujuan untuk dapat memudahkan para pengunjung untuk mengetahui
arah jalan dan letak lapak jualan dengan jenis kuliner tertentu.


ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
116

5. Sistem sirkulasi dalam tapak
Sirkulasi dalam tapak terdiri dari sirkulasi kendaraan dan sirkulasi manusia.
Kedua sirkulasi ini harus dipisahkan dengan tujuan menciptakan kelancaran arus
sirkulasi dalam tapak.
a. Sirkulasi kendaraan
Sirkulasi kendaraan didasarkan atas pertimbangan:
1) Pencapaian dari dan ke tempat parkir mudah dan lancar
2) Menghindari persilangan antara persilangan antara sirkulasi kendaraan dan
manusia
3) Luasan sirkulasi kendaraan yang memenuhi standar agar mendukung
kelancaran pergerakan kendaraan
b. Sirkulasi Manusia
Sirkulasi manusia didasarkan atas pertimbangan:
1) Sirkulasi yang memberikan rasa aman dan mempunyai arah yang tegas ke
setiap area dalam tapak,
2) Mempunyai luasan yang cukup dan pembagian sirkulasi yang merata,
3) Tidak terjadi persilangan dengan kelompok sirkulasi yang lain.
Selain kedua jenis sirkulasi di atas, juga terdapat sirkulasi barang dan servis.
Sirkulasi barang dan servis merupakan sirkulasi kendaraan dan orang-orang yang
melakukan aktivitas servis, seperti pengangkutan barang-barang dan peralatan ke
dalam bangunan.
Bagi penyandang cacat, untuk mengatasi perbedaaan jalan digunakan ramp dan
jalur pemandu.



ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
117

C. Acuan Perancangan Mikro
1. Kebutuhan Ruang
Tabel V.3. Analisis Kebutuhan Ruang
No Pelaku Aktivitas Jenis Ruang Kebutuhan Ruang
1 Pengunjung Berjalan kaki Jalur Pedestrian Jalur Pedestrian
Memarkir kendaraan Ruang Parkir Ruang Parkir

Mencari informasi
jenis kuliner Ruang informasi Ruang informasi
Duduk Ruang duduk Ruang duduk pengunjung

Memesan makanan
dan menikmati
makanan Ruang makan Ruang makan
Mencuci tangan Tempat cuci tangan Tempat cuci tangan
membuang sampah Tempat sampah Tempat sampah
Buang air Lavatory Lavatory Tipe 01
Bersantai
Ruang duduk/Ruang
terbuka hijau Lavatory Tipe 02

Bermain
Taman bermain Lavatory Tipe 03
2 Pedagang Memarkir kendaraan Parkiran Taman bermain
Berjalan kaki Jalur Pedestrian Lapak jualan

Membuka lapak
jualan Lapak jualan Dapur
Memasak Dapur Gudang alat kebersihan
Buang air Lavatory Ruang pegawai lapak jualan
Membuang sampah Tempat sampah Kasir

Membersihkan
lapak Gudang alat kebersihan Ruang penerimaan alat dan bahan
Menerima pesanan Ruang pegawai Minimarket

Melayani
pembayaran Kasir Ruang pegawai kebersihan

Beribadah Musholah Musholah

Menerima kiriman
barang dan bahan
Ruang penerimaan alat dan
bahan Kantor



Berbelanja peralatan
masak dan bahan
sembako Minimarket Ruang duduk pengelola
3 Pengelola Memarkir kendaraan Parkiran Pos Jaga
Menjaga kebersihan Ruang pegawai kebersihan Ruang terbuka hijau

Menyediakan
informasi Ruang informasi
Buang air Lavatory

Mengurusi
administrasi
penyewa lapak Kantor
Duduk Ruang duduk
Mengawasi Ruang duduk
Menjaga keamanan Pos jaga

ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
118

Berdasarkan tabel di atas maka kebutuhan ruang Kawasan Pusat Kuliner sebagai
Pusat Kuliner adalah sebagai berikut:
1. Jalur pedestrian
2. Ruang parkir
3. Ruang informasi
4. Ruang duduk pengunjung
5. Ruang makan
6. Tempat cuci tangan
7. Tempat sampah
8. Lavatory Tipe 01
9. Lavatory Tipe 02
10. Lavatory Tipe 03
11. Taman bermain
12. Lapak jualan
13. Dapur
14. Gudang alat kebersihan
15. Ruang pegawai lapak jualan
16. Kasir
17. Ruang penerimaan alat dan bahan
18. Minimarket
19. Ruang pegawai kebersihan
20. Kantor
21. Ruang duduk pengelola
22. Pos jaga
23. Musolah
24. Ruang terbuka hijau

2. Penzoningan terhadap aktivitas
Penzoningan terhadap aktivitas yang ada pada Kawasan Pusat Kuliner ini meliputi
area publik, area semi publik, dan area servis, adapun masing-masing pembagian
penzoningan terhadap aktivitas yaitu :
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
119

a. Area publik meliputi :
1) Jalur Pedestrian
2) Parkiran
3) Ruang informasi
4) Tempat sampah
5) Minimarket
6) Taman bermain
7) Lapak jualan
8) Ruang terbuka hijau

b. Area semi publik
1) Ruang duduk pengunjung
2) Ruang makan
3) Tempat cuci tangan
4) Gudang alat dan bahan
5) Dapur
6) Ruang pegawai lapak jualan
7) Kasir
8) Ruang penerimaan alat dan bahan
9) Ruang pegawai kebersihan
10) Kantor
11) Ruang duduk pengelola
12) Pos jaga

c. Area servis
1) Lavatory Tipe 01
2) Lavatory Tipe 02
3) Lavatory Tipe 03
4) Gudang alat dan kebersihan
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
120

5) Musholah
Keterangan :
A : Unit Bangunan Blok A
B : Unit Bangunan Blok B
C : Unit Bangunan Blok C
D : Unit Bangunan Blok D
E : Taman bermain
F : Musolah
G : Parkiran
H :Entrance
I&O : Ruang servisdan keamanan
J : Mini marker
K : Ruang pengelola
L :Ruang utilitas
M : Taman Kawasan
N : Exit
Gambar V.20 Penzoningan berdasarkan Jenis aktivitas
3. Besaran Ruang
Kapasitas pengunjung berdasarkan Data Arsitek 02, yaitu warung makan 55-60
orang/hari, rumah makan 150 orang/ hari, dan restoran 500 orang/hari.
Tabel V.4. Luasan berdasarkan standar/orang (m
2
)
No Unit
Bangunan
Jenis Ruang Standar/Orang(M2
)
Kapasitas
(Org)
Luas M2
(C X D)
Jumlah
Luas
M2
Sumber
A B C D E F G
1 Unit
Bangunan
Kategori
Warung
Makan
Ruang Makan


0.72 60
43.35

64.02
DA 01
Dan DA
02
Dapur 8 % Dari
Luas Ruang
Makan

3.47
Lavatory Tipe 01


1.80 2
3.60
Kasir


1.12 4
4.48
Ruang Pegawai




1.52 6
9.12
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
121

2 Unit
Bangunan
Kategori
Rumah
Makan

Ruang Makan 0.72 150
108.38

157.80
DA 01
Dan DA
02
Dapur 0.13 150
19.50
Lavatory Tipe 02 1.80 4
7.20
Kasir

1.12 4
4.48
Ruang Pegawai

1.52 12
18.24
3 Unit
Bangunan
Kategori
Restoran
Ruang Makan 0.72 500
361.25

456.09
DA 01
Dan DA
02
Dapur 0.07 500
35.00
Lavatory Tipe 03 1.80 8
14.40
Kasir 1.12 8
8.96
Ruang Pegawai 1.52 24
36.48
4 Unit
Bangunan
Pengelola
R. Pimpinan 2.10 2
4.20

31.80
DA 01
R. Informasi 1.36 6
8.16
R. Staff/R.Duduk
Pengelola
0.75 12
9.00
R. Rapat/Pertemuan 0.87 12
10.44
5 R. Utilitas R.Mekanikal/Elektrikal 1.52 2
3.04

12.16
DA 01
R. Genset 1.52 4
6.08
R.Pompa 1.52 2
3.04
6 Minimarke
t




R. Alat Dan Bahan 1.52 20
30.40

43.68
DA 01
Gudang Penyimpanan 1.52 4
6.08
Lavatory Tipe 02


1.80 4
7.20
7 Musolah Tempat Beribadat 1.13 20
22.60

29.80
DA 01
Lavatory Tipe 02 1.80 4
7.20
8 Taman
Kawasan
R.Duduk 1.8 100 180 189.12 DA 01
Taman Bunga 1.52 6
9.12
9 Taman
Bermain
R. Duduk 1.8 100 180
681.04
DA 01
Tempat Bermain 1.36 355
482.80
Ruang Terbuka Hijau 1.52 12
18.24
10 Unit
Service
Gudang Alat
Kebersihan
1.52 2
3.04

12.40
A
Pos Jaga 1.52 3
4.56
Tempat Sampah


0.16 30
4.80
11

Parkiran Parkiran Pengelola 1.44 266
383.04

728.64
DA 01
Parkiran Pengunjung 1.44 240
345.60
Total

2406.54
m
2


Keterangan
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
122

DA 01 : Data Arsitek 01
DA 02 : Data Arsitek 02
A : Asumsi

Berdasarkan tabel di atas total luasan berdasarkan standar/orang (m
2
) adalah
2406,54 m
2
.

Tabel V.5. Luasan berdasarkan standar/perabot (m
2
)
No Unit
Bangunan
Jenis Ruang Jenis Perabot Standar
Perabot
Jumlah
Perabot
Luas
M2 02
Jumlah
Luas
M2 02
Besaran
Perabot/
Unit
Sumber
a b c d e f g h i
1 Unit
Bangunan
Kategori
Warung
Makan
Ruang Makan Kursi 0.2 60 12 26.4 40.12 DA 01
& DA
02
Meja Makan 0.96 15 14.4
Dapur




Pantry 2.4 1 2.4 6.8
Rak Piring 1.2 1 1.2
Lemari Bumbu 1.2 1 1.2
Lemari Alat
Dan Bahan
2 1 2
Lavatory Tipe 01

Toilet 0.26 2 0.52 1.36
Wastafel 0.42 2 0.84
Kasir





Kursi 0.2 2 0.4 2.8
Meja Kasir 1.2 1 1.2
Lemari Uang 1.2 1 1.2
Ruang Pegawai





Kursi 0.2 3 0.6 2.76
Meja 2.16 1 2.16
2 Unit
Bangunan
Kategori
Rumah
Makan
Ruang Makan




Kursi 0.2 150 30 66 87.64 DA 01
& DA
02
Meja Makan 0.96 37.5 36
Dapur





Pantry

2.4 2 4.8 13.6
Rak Piring 1.2 2 2.4
Lemari Bumbu

1.2 2 2.4
Lemari Alat
Dan Bahan

2 2 4
Lavatory Tipe 02


Toilet 0.26 4 1.04 1.88
Wastafel 0.42 2 0.84
Kasir






Kursi

0.2 2 0.4 2.8
Meja Kasir

1.2 1 1.2
Lemari Uang

1.2 1 1.2
Ruang Pegawai




Kursi

0.2 6 1.2 3.36
Meja

2.16 1 2.16
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
123

3 Unit
Bangunan
Kategori
Restoran
Ruang Makan Kursi

0.2 500 100 220 248.76 DA 01
& DA
02 Meja Makan

0.96 125 120
Dapur Pantry

2.4 2 4.8 13.6
Rak Piring


1.2 2 2.4
Lemari Bumbu

1.2 2 2.4
Lemari Alat
Dan Bahan

2 2 4
Lavatory Tipe 03






Toilet

0.26 6 1.56 3.24
Wastafel


0.42 4 1.68
Kasir













Kursi




0.2 2 0.4 5.2
Meja Kasir




1.2 2 2.4
Lemari Uang

1.2 2 2.4
Ruang Pegawai





Kursi

0.2 12 2.4 6.72
Meja


2.16 2 4.32
4 Unit
Bangunan
Pengelola
R. Pimpinan Kursi 0.2 1 0.2 7.96 59.49 DA 01
& DA
02
Meja 0.96 1 0.96
Lemari Buku 0.8 1 0.8
Sofa 1.2 1 1.2
Km/Wc 4 1 4
Meja Kopi 0.8 1 0.8
R. Informasi Papan Reklame 0.06 4 0.24 2.24
Kursi
Pengunjung
0.2 6 1.2
Kursi Pegawai 0.2 4 0.8
R. Staff/R.Duduk
Pengelola
Kursi


0.2 12 2.4 40.8
Meja


0.8 2 1.6
Km/Wc

4 2 8
Lemari 2.4 12 28.8
R. Rapat/Pertemuan






Meja 6 1 6 8.49
Kursi 0.2 12 2.4
LCD 0.09 1 0.09
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
124

5 Ruang
Utilitas
R.Mekanikal/Elektrikal



Panel Listrik 0.16 4 0.64 0.64 6.76 UT
R. Genset


Genset 1.44 3 4.32 4.32
R.Pompa


Pompa 0.36 5 1.8 1.8
6 Minimarket R. Alat Dan Bahan Sembako 1 20 20 27.2 30.88 DA 01
& DA
02
Peralatan
Masak
0.36 20 7.2
Gudang Penyimpanan


Bahan
Makanan Basah
0.09 20 1.8 1.8
Lavatory Tipe 02


Toilet 0.26 4 1.04 1.88
Wastafel 0.42 2 0.84
7 Musolah Tempat Beribadat Sejadah 1.1 20 22 27.12 29 DA 02
Mimbar 0.8 1 0.8
Speaker 0.16 2 0.32
Lemari Mukena 1 2 2
Lemari Sendal 1 2 2
Lavatory Tipe 02




Toilet 0.26 4 1.04 1.88
Wastafel 0.42 2 0.84
8 Taman
Kawasan
R.Duduk



Meja

0.96 30 28.8 31.8 37.48 A
Kursi 0.2 15 3
Taman Bunga





Bunga 0.25 20 5 5.68
Sprinkler 0.04 5 0.2
Hydrant 0.04 2 0.08
Pohon 0.04 10 0.4
9 Taman
Bermain
R. Duduk Meja

0.96 10 9.6 13.6 292.7 A
Kursi

0.2 20 4
Tempat Bermain Ayunan

1.6 6 9.6 69.2
Seluncuran

0.9 4 3.6
Kursi Ayunan 1.6 5 8
Gua Mini 4 4 16
Kolam Bola 16 2 32
Ruang Terbuka Hijau Pohon 4 50 200 209.9
Hydrant

0.04 4 0.16
Sprinkler

0.04 6 0.24
Kursi

0.2 10 2
Bunga

0.25 30 7.5
10 Unit
Service
Gudang Alat
Kebersihan



Lemari Alat


1.25 1 1.25 3.97 3.97 DA 01
& DA
02
Pos Jaga Kursi 0.2 4 0.8
Meja 0.96 2 1.92
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
125

11 Parkiran Parkiran Pengelola Mobil 12.5 40 500 3905.6 3905.6 DA 02
& KL
Motor 1.8 133 239.4
Sepeda 0.675 53 35.78
Truk 32 40 1280
Parkiran Pengunjung Mobil 12.5 36 450
Motor 1.8 120 216
Sepeda 0.675 48 32.4
Truk 32 36 1152
Total 4742.375
m
2


Keterangan
DA 01 : Data Arsitek 01
DA 02 : Data Arsitek 02
A : Asumsi
UT : Utilitas bangunan
KL : Komponen Perancangan Arsitektur Lansekap
Berdasarkan tabel di atas total luasan standar/perabot (m
2
) adalah 4.742 m
2
.


Rekapitulasi
Tabel V.6. Rekapitulasi Besaran Ruang (m
2
)
No Unit
Bangunan
Jumlah
unit
perhitungan luasan/unit Besaran
ruang
(m2)/unit
sirkulasi
30%
Besaran
Ruang
+ 30 %
Total
luasan berds.
Standar/orang
(m2)
luasan
berds.
Standar/
perabot
(m2)
1 Unit
warung
makan

82 64.02 40.12 104.14 31.242 135.4 11101.324
2 Unit
Rumah
makan
40 157.8 87.64 245.44 73.632 319.1 12762.88
3 Unit
Restoran
17 456.09 248.76 704.85 211.455 916.3 15577.185
4 Unit
pengelola
1 31.8 59.49 91.29 27.387 118.7 118.677
5 R.Utilitas 1 12.16 6.76 18.92 5.676 24.6 24.596
6 Minimarket 1 43.68 30.88 74.56 22.368 96.9 96.928
7 Musolah 1 29.8 29 58.8 17.64 76.4 76.44
8 Taman
kawasan
1 189.12 37.48 226.6 67.98 294.6 294.58
9 Taman
bermain
1 681.04 292.7 973.74 292.122 1265.9 1265.862
10 R. servis 2 12.4 3.97 16.37 4.911 21.3 42.562
11 parkiran 1 728.64 3905.6 4634.2 1390.3 6024.5 6024.5
Total
47386

ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
126

Berdasarkan tabel rekapitulasi di atas maka, total luasan kebutuhan ruang untuk
perancangan Pusat Kuliner sebagai Ruang Publik di Kota Kendari adalah 47.386
m
2
(Luasan secara keseluruhan).
Kelompok unit ruang terbangun dan tidak terbangun
1) Unit ruang terbangun
Tabel V.7. Perhitungan Total Luasan Dasar Bangunan Ruang Terbangun
No Unit Bangunan
Luasan Dasar
Bangunan m
2
Jumlah Luasan Dasar Bangunan X Jumlah
1
Unit Warung
Makan 68 82 5576
2 Unit Rumah Makan 106 40 4240
3 Unit Restoran 305 17 5185
4 Unit Pengelola 59 1 59
5 R.Utilitas 12 1 12
6 Minimarket 48 1 48
7 Musolah 76 1 76
8 R. Service 21 2 43
Total 695 145 15239


2) Unit ruang tidak terbangun
Tabel V.8. Perhitungan Total Luasan Dasar Bangunan Ruang Tidak Terbangun
No Unit bangunan
Luasan dasar
bangunan
Jumlah Luasan dasar bangunan x jumlah
1 Taman bermain 974 1 974
2 Taman kawasan 295 1 295
3 Parkiran 3012 1 3012
Total 4281 3 4281

Luasan dasar bangunan ruang terbangun pada perencanaan Kawasan Pusat
Kuliner sebagai Ruang Publik adalah 15.239 m
2
. Sedangkan luasan ruang tidak
terbangun adalah 4.281 m
2
.
4. Analisa Luasan Lahan/Kawasan
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
127

Berdasarkan luas kavling lokasi terpilih yaitu 25.980 m
2
dengan rasio BCR 40%
lahan terbangun : 60 % lahan tidak terbangun, maka luasan lahan yang terbangun
hanya sebesar 15.588 m
2
dan lahan yang tidak terbangun sebesar 10.392 m
2
.

5. Analisa Organisasi dan Pola Hubungan Ruang
1) Hubungan Unit Bangunan Warung makan
Ruang Makan
Dapur
Lavatory tipe 01
Kasir
Ruang Pegawai

Keterangan :
= Erat
= Sedikit Erat
= Kurang Erat


Ruang Makan
Dapur
Lavatory tipe 01
Kasir
Ruang Pegawai


Pola Hubungan Ruang


2) Hubungan Unit Bangunan Rumah makan
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
128

Ruang Makan
Dapur
Lavatory tipe 02
Kasir
Ruang Pegawai

Keterangan :
= Erat
= Sedikit Erat
= Kurang Erat

Ruang Makan
Dapur
Lavatory tipe 02
Kasir
Ruang Pegawai

Pola Hubungan Ruang

3) Hubungan Unit Bangunan Restoran
Ruang Makan
Dapur
Lavatory tipe 03
Kasir
Ruang Pegawai

Keterangan :
= Erat
= Sedikit Erat
= Kurang Erat

ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
129

Ruang Makan
Dapur
Lavatory tipe 03
Kasir
Ruang Pegawai


Pola Hubungan Ruang

4) Hubungan Unit Bangunan Pengelola
Ruang Pimpinan
Ruang Informasi
R. Staff
R. Rapat

Keterangan :
= Erat
= Sedikit Erat
= Kurang Erat

Ruang Informasi
R. Staff
Ruang Pimpinan
R. Rapat

Pola Hubungan Ruang
5) Hubungan Unit Ruang Utilitas
R. Mekanikal/Elektrikal
Ruang Genset
R. Pompa

Keterangan :
= Erat
= Sedikit Erat
= Kurang Erat

ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
130

R. Mekanikal/Elektrikal
Ruang Genset
R. Pompa

Pola Hubungan Ruang
6) Hubungan Unit Minimarket
R. Alat dan Bahan
Gudang penyimpanan
Lavatory tipe 02

Keterangan :
= Erat
= Sedikit Erat
= Kurang Erat

Gudang penyimpanan
Lavatory tipe 02
R. Alat dan Bahan

Pola Hubungan Ruang

7) Hubungan R. Musolah
Tempat Beribadah
Lavatory tipe 02

Keterangan :
= Erat
= Sedikit Erat
= Kurang Erat
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
131

Tempat Beribadah
Lavatory tipe 02

Pola Hubungan Ruang



8) Hubungan Ruang Taman Kawasan
R. Duduk
Taman Bunga

Keterangan :
= Erat
= Sedikit Erat
= Kurang Erat

R. Duduk
Taman Bunga



Pola Hubungan Ruang

9) Hubungan R. Taman Bermain
R. duduk
Tempat bermain
Ruang terbuka hijau

Keterangan :
= Erat
= Sedikit Erat
= Kurang Erat

ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
132

R. duduk
Tempat bermain
Ruang terbuka hijau

Pola Hubungan Ruang

10) Hubungan R. Service
Gudang alat kebersihan
Pos Jaga

Keterangan :
= Erat
= Sedikit Erat
= Kurang Erat
Gudang alat kebersihan
Pos Jaga

Pola Hubungan Ruang

D. Perancangan Fisik dan Perlengkapan Bangunan
1. Bentuk dan penampilan bangunan
a. Bentuk dasar kawasan
Penentuan bentuk dasar kawasan berdasarkan pertimbangan terhadap ciri khas
kedaerahan seperti bagian dari adat, simbol, alat tradisional, pakaian adat dan lain
sebagainya. Dari beberapa pertimbangan tersebut terpilih satu konsep
perancangan site dengan mengikuti pola sarung adat tolaki, dimana suku tolaki
merupakan salah satu suku yang berada di Kota Kendari. Pola sarung adat tolaki
dapat menjadi suatu ciri khas kawasan Pusat Kuliner selain menawarkan varian
kuliner yang beragam juga memperkenalkan pola sarung adat tolaki sebagai alat
untuk menarik para wisatawan lokal maupun manca negara.
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
133


Keterangan :
A : Unit Bangunan Blok A
B : Unit Bangunan Blok B
C : Unit Bangunan Blok C
D : Unit Bangunan Blok D
E : Taman bermain
F : Musolah
G : Parkiran
H :Entrance
I&O : Ruang servisdan keamanan
J : Mini marker
K : Ruang pengelola
L :Ruang utilitas
M : Taman Kawasan
N : Exit
Gambar V.21 Aplikasi Pola Sarung Adat Tolaki Ke Dalam Desain Kawasan

b. Penampilan bangunan
Penampilan bangunan pada Kawasan pusat kuliner harus menunjukkan sifat
keterbukaan dengan mengaplikasikan bentuk-bentuk dan material bangunan yang
sesuai. Penggunaan area hijau pada bangunan merupakan sebuah konsep yang
dapat membuat penampilan bangunan lebih segar dan sejuk sehingga membuat
para pengunjung tertarik untuk bersantai ataupun berlama-lama pada kawasan ini.
Bentuk-bentuk atraktif juga perlu diaplikasikan agar memperlihatkan ciri sebuah
bangunan pusat kuliner.
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
134


Gambar V.22 Sketsa bentuk dan penampilan bangunan kawasan pusat kuliner

2. Gubahan Eksterior dan Gubahan Interior
a. Gubahan Eksterior
Gubahan eksterior merupakan desain yang digunakan untuk perancangan ruang
luar pada kawasan Pusat Kuliner Sebagai Ruang Publik, untuk menanggapi dan
memberi kesan ruang publik, maka di buat rancangan eksterior sebagai berikut:
1) Penataan Lansekap pada taman kawasan dan taman bermain diorientasikan
kearah teluk kendari dan area yang berdekatan dengan jalur lalu lintas
sehingga dapat menyaring polusi dan debu untuk masuk kearea tapak.
2) Penambahan area duduk pada area pinggiran teluk kendari.
3) Material yang digunakan seperti bebatuan, vegetasi (mangrove dan pohon
kelapa), dan beberapa material yang bertemakan laut.
b. Gubahan Interior
Gubahan interior merupakan desain yang digunakan untuk perancangan ruang
dalam pada bangunan di Kawasan Pusat Kuliner sebagai Ruang Publik. Sebagai
sebuah bangunan pusat kuliner maka di buat rancangan interior sebagai berikut :

ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
135

1) Ruang dalam disesuaikan dengan tema tiap jenis kuliner.
2) Menggunakan material yang mudah dibersihkan agar para pengunjung tidak
terganggu dengan ruang makan yang kotor dan berantakan.
3) penempatan perabot dalam ruang dalam, terutama fasilitas umum yang
digunakan harus ditempatkan pada bagian yang mudah dicapai bagi para
pengunjung.
4) Sirkulasi ruang dalam yang cukup sesuai dengan standar perabot dan
sirkulasi.
5) Orientasi bukaan ditempatkan pada area dengan view terbaik yaitu
mengarah ke teluk kendari.
3. Sistem Struktur
a) Modul struktur yang digunakan adalah 360 cm

b) Sistem subs struktur disesuaikan dengan bentuk bangunan, tetapi karena
lokasi kawasan yang berada pada daerah timbunan lumpur yang merupakan
jenis tanah lembek maka sistem struktur yang digunakan adalah pondasi
tapak, tiang pancang dan rakit.
c) Sistem super struktur menggunakan sistem plat rata dan sistem kabel dan
jaring.

Gambar V.23 Bentuk-Bentuk Sistem Kabel Dan Jaring
(Sumber: Data Arsitektur Edisi ke-33 Jilid ,1996)

d) Sistem upper struktur menggunakan rangka ruang, dan kabel dan jaring.
4. Sistem pengkondisian ruang
a. Sistem pencahayaan
1) Pencahayaan alami
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
136

Pencahayaan alami digunakan pada semua ruang pada siang hari. Pencahayaan
dimanfaatkan semaksimal mungkin ke dalam ruangan melalui bukaan ruangan.
2) Pencahayaan buatan
Pencahayaan buatan yang direncanakan terdiri atas :
a) Pencahayaan menyeluruh (general lighting)
Pencahayaan menyeluruh digunakan untuk semua ruang luar sebagai sumber
penerangan pada malam hari.

b) Pencahayaan khusus (special lighting)
Berupa pencahayaan yang memiliki tujuan khusus, misalnya menyinari atau
menyorot fasad, pohon, dan lain sebagainya.
b. Sistem penghawaan
1) Penghawaan alami
Yang perlu diperhatikan dalam pemanfaatan penghawaan alami, yaitu:
a) Aliran dan pengendapan udara
Diusahakan untuk selalu terjadi cross ventilation sehingga udara dalam ruang
terus mengalir dan tetap sehat.
b) Polusi bau dan debu
Pertimbangan terhadap kondisi lingkungan akan menunjang kenyamanan
pengunjung yang akan terganggu oleh bau dari makanan dan minuman yang
diperjual belikan di dalam Kawasan Pusat Kuliner. Dengan menggunakan blowler
pada ruang memasak/ dapur dengan sistem kerja yang berfungsi untuk
mengeluarkan bau makanan. Untuk mengatasi debu dan pasir yang berada di
sekitar tapak maka dapat menggunakan vegetasi dan perkerasan pada pedestrian.

ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
137

2) Penghawaan buatan
Sistem penghawaan buatan diperlukan pada ruang yang cukup tertutup dengan
tujuan untuk menjaga kenyamanan thermal pengguna ruang. Terdapat beberapa
sistem penghawaan buatan yang dapat diaplikasikan ke dalam bangunan, yaitu:
a) Air conditioning (AC) dengan sistem setempat, seperti window unit (split
unit), cabinet unit dan through the wall yang ditempatkan pada ruangan
yang membutuhkan.
b) Air conditioning (AC) dengan sistem central, dimana penempatannya
terpisah dari ruangan yang akan didinginkan. Penyaluran udara dingin
dialirkan melalui Ducting air return.
c) Exhaust fan, digunakan untuk ruang servis.
c. Tata Suara/Akustik
Untuk mengurangi atau menghindari kemungkinan gangguan kebisingan, maka
langkah-langkah yang dapat diambil antara lain:
1) Menata lansekap sedemikian rupa agar bangunan ataupun area yang
membutuhkan ketenangan tidak berdekatan dengan lokasi kebisingan seperti
jalan raya, daerah-daerah servis dan lainnya.
2) Pemasangan dinding ganda yang tidak saling melekat kemudian diberi
lapisan tambahan dari bahan akustik.
3) Pengaturan/pemisahan ruang yang menimbulkan kebisingan (misalnya
peralatan/mesin sumber tenaga) terhadap ruang yang membutuhkan
ketenangan.
Sistem akustik digunakan pada ruang-ruang yang memerlukan ketenangan atau
bebas dari kebisingan, misalnya bangunan pengelola dengan merencanakan sistem
akustik seperti:
1) Dinding, dilapisi bahan-bahan yang memiliki daya serap bunyi yang tinggi
namun tetap memberi nuansa alam pada bangunan.
2) Lantai, menggunakan bahan untuk lantai dengan sifat yang cukup menyerap
bunyi, seperti karpet.
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
138

d. Sistem Utilitas dan Kelengkapan Bangunan
1) Instalasi listrik
Syarat-syarat perancangan jaringan instalasi listrik yang ekonomis adalah :
a) Fleksibilitas
Jaringan harus memberi kemungkinan untuk penambahan beban, tetapi harus
dalam batas ekonomi, cadangan tambahan beban yang berlebihan (over design)
adalah tidak ekonomis dan merupakan pemborosan.
b) Kepercayaan
Jaringan instalasi harus dapat diandalkan dan dapat dipercaya, sebab pembebanan
oleh peralatan listrik sering tidak dapat dikontrol. Hal yang perlu diperhatikan
adalah kualitas bahan-bahan instalasi. Kegagalan-kegagalan peralatan harus dapat
diketahui secara dini agar tidka terjadi kecelakaan.
c) Keamanan
Jaringan instalasi harus dirancang sesuai Peraturan Nasional yang berlaku
(Peraturan Umum Instalasi Listrik) Tabung-tabung Instalasi harus mudah dicapai
dan bebas hambatan/halangan fisik.
Untuk merancang jaringan instalasi listrik suatu gedung terdapat kelompok
pembebanan listrik dalam bangunan adalah sebagai berikut:
(1) Pencahayaan listrik
(2) Stop kontak untuk peralatan rumah tangga.
(3) Ventilasi gedung
(4) Plumbing/sanitair (pompa air dan lain-lain)
(5) Transportasi vertical
(6) Peralatan dapur
(7) Peralatan khusus.
Instalasi dalam gedung dibagi dalam dua bagian yaitu:
(1) Instalasi untuk penerangan
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
139

(2) Instalasi untuk power (Lift, AC, Pompa dan lain-lain)
Dalam situasi serba kekurangan tenaga listrik PLN, perlu disiapkan instalasi
tenaga listrik siaga/ standby generator.
Jumlah watt per m
2
untuk gedung toko dan kantor adalah 20-40 watt/ m
2
. Jumlah
tersebut diaplikasikan untuk unit bangunan warung makan, rumah makan dan
restoran yaitu dengan mengkalikan total luasan per unit dengan standar jumlah
watt, sehingga dapat diketahui jumlah watt yang digunakan untuk 3 jenis unit
bangunan tersebut ditambah dengan unit bangunan pengelola.
2) Air Bersih
Sumber air bersih untuk kebutuhan utama pada bangunan memanfaatkan fasilitas
kota melalui jasa PDAM dan sebagai cadangan mempergunakan sumur dalam
(deep well), dengan mempertimbangkan kebersihan serta kebutuhan yang besar
akan air bersih tersebut. Air bersih dari sumber air tersebut dihisap dengan pompa
dan ditampung pada bak penampung, selanjutnya dipompakan ke atas reservoir
atas) kemudian didistribusikan ke unit-unit bangunan kawasan dengan
mempertimbangkan sifat mekanisme air.
3) Pembuangan air kotor
Pembuangan air kotor yang berasal dari disposal padat ke salurkan ke septic tank
dan diteruskan ke bak peresapan, sedang hasil buangan disposal cair diteruskan ke
bak kontrol dan diteruskan ke got besar yang selanjutnya diteruskan ke riol kota.
Pembuangan air hujan dialirkan ke got besar dan kemudian diteruskan ke saluran
pembuangan kota.
4) Pembuangan Sampah
Sampah-sampah yang berupa sisa-sisa bahan padat dikumpulkan secara
horizontal pada tiap bangunan, kemudian dikumpulkan ke tempat penampungan
(bak sampah) di area depan kawasan.

ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
140

Sampah yang dikumpulkan pada bak sampah dan ditempatkan pada titik tertentu
diangkat oleh cleaning servis ke bak penampung sementara yang selanjutnya akan
diangkut/diambil oleh mobil sampah keluar kawasan.
5) Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran
a) Pencegahan Pasif
(1) Penerangan darurat
Pemasangan lampu diletakkan pada pintu keluar darurat, jalan penghubung atau
jalan yang dipergunakan oleh manusia pada saat kebakaran.
(2) Sumber daya listrik darurat
Sumber listrik ini dipergunakan untuk mengaktifkan semua peralatan bantu
evakuasi.
b) Pencegahan Aktif
1) Pencegahan kebakaran di luar bangunan
Pencegahan bahaya kebakaran yang terjadi di luar bangunan menggunakan Pilar
Hydrant yang diletakkan pada halaman, dengan jarak antara hydrant 90 m-150
m.
2) Pencegahan kebakaran di dalam bangunan
(a) Fire alarm system
Penggunaan alat ini untuk memberitahukan apabila terjadi kebakaran.
(b) Fire hydrant system
Yaitu sebuah kotak yang berisi selang dengan jarak maksimal 30 m, yang dapat
melayani area seluas 800 m
2
.
(c) Thermo detector
Yaitu alat untuk mendeteksi panas yang ditimbulakan oleh api, dimana bekerja
secara otomatis. Alat ini terdiri dari 2 jenis yaitu:
(1) Rate of rise temperature detector
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
141

Alat ini akan bekerja apabila ada kenaikan suhu dengan cepat, walau belum
mencapai suhu 70
0
C.
(2) Smoke detector
Alat ini mendeteksi asap yang ditimbulkan oleh kebakaran, dimana akan bekerja
secara otomatis apabila ada asap yang terdeteksi dengan toleransi tertentu.
(d) Alat pemadam kebakaran ringan
Alat ini berupa tabung-tabung gas zat arang atau serbuk anti api dan dilengkapi
dengan alat penyemprot. Untuk setiap area seluas 100 m
2
disediakan satu alat
tersebut.
6) Sistem Komunikasi
Sistem Komunikasi yang digunakan adalah sistem PABX (Private Automatic
Branch eXchange) yang digunakan untuk telepon ke dalam dan keluar bangunan.
7) Sistem Keamanan
Sistem keamanan dalam bangunan ini dilakukan dengan menyediakan fasilitas
pengamatan dan pencegahan, antara lain:
a) Sistem CCTV (Central Circuit Television), untuk memonitor segala
penjuru bangunan yang diperkirakan dapat menjadi tempat terjadinya kriminalitas,
seperti pencurian dan sebagainya.
b) Sistem alarm, yang diaktifkan pada waktu-waktu tertentu untuk
melindungi barang dan dokumen berharga yang mungkin di simpan dan di
pamerkan dalam gedung.
c) Satuan pengamanan (Satpam) yang bertugas 24 jam
8) Sistem Parkir
Sistem parkir yang digunakan pada perencanaan kawasan Pusat Kuliner sebagai
Ruang Publik di Kota Kendari adalah :
a. Sistem parkir 60
0

ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
142

Sistem parkir 60
0
digunakan pada parkir kendaraan roda empat dan kendaraan
khusus (truk/bus) yang berada diparkiran luar bangunan.

Gambar V.24 Sistem parkir 60
0

b. Sistem parkir 90
0

Sistem parkir 90
0
digunakan pada parkir kendaraan roda dua di luar bangunan.

Gambar V.25 Sistem parkir 90
0

c. Sistem parkir 45
0

Sistem parkir 45
0
digunakan pada parkir kendaraan roda dua di dalam bangunan.

Gambar V.26 Sistem parkir 45
0


ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
143

BAB VI
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Bagaimana menentukan lokasi pusat kuliner sebagai ruang publik yang
dapat mewadahi aktivitas wisata kuliner bagi masyarakat Kota Kendari?
Kawasan Pusat Kuliner sebagai Ruang Publik merupakan sebuah tempat wisata
kuliner yang dapat digunakan oleh masyarakat sebagai tempat strategis untuk
mengembangkan usaha dalam bisnis kuliner juga sebagai tempat masyarakat
berbelanja berbagai jenis varian makanan dan minuman, dan juga terdapat fasilitas
ruang publik di dalamnya. Oleh karena itu penentuan lokasi Pusat Kuliner sebagai
Ruang Publik memiliki beberapa kriteria-kriteria, yaitu :
g. Sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Kendari, dengan fungsi
utamanya sebagai kawasan perdagangan dan jasa.
h. Lokasi Pusat Kuliner juga berdekatan dengan permukiman dan pusat
kegiatan masyarakat.
i. Segi pencapaian, untuk memudahkan para pengunjung dan para pelanggan
dalam mencapai lokasi.
j. Dengan konsep perencanaan kawasan ruang publik maka, luasan site dan
lingkungan menjadi pertimbangan dalam memilih lokasi.
k. Tersedia jaringan utilitas bangunan menjadi pertimbangan dalam
menentukan lokasi yg sesuai.
l. Memiliki potensi wisata yang menjadi daya tarik kawasan.
Perhitungan pembobotan nilai berdasarkan kriteria-kriteria yang telah diuraikan di
atas, maka penentuan lokasi terpilih pada Kecamatan Poasia dengan jumlah point
sebesar 144.
Wilayah Kecamatan Poasia terdiri dari beberapa fungsi kawasan yaitu
f) Fungsi perdagangan dan jasa
g) Fungsi perumahan kepadatan tinggi
h) Fungsi pariwisata
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
144

i) Fungsi perumahan kepadatan sedang
j) Kawasan resapan air
Maka penentuan site/tapak untuk kawasan Pusat Kuliner dipergunakan
pendekatan yang diarahkan untuk mencapai suatu area.

Dasar pertimbangan
5) Luas lahan
6) Rencana Tata Ruang Kota Kendari
7) Letak site yang strategis
8) Fasilitas dan jaringan utilitas kota

Kriteria-kriteria penentu
Adapun kriteria pertimbangan penentuan site untuk Kawasan Pusat Kuliner
sebagai Ruang Publik di Kota Kendari adalah :
6) Luas tapak yang sesuai dengan kebutuhan ruang dan menampung segala
aktifitas.
7) Letak lokasi berdekatan dengan permukiman dan pusat kegiatan
masyarakat.
8) Fasilitas penunjang meliputi jaringan utilitas dan fasilitas penunjang
lainnya.
9) Memiliki view yang menarik.
10) Pencapaian mudah dan tidak menggangu kelancaran lalu lintas

Alternatif lokasi
Berdasarkan pertimbangan diatas, maka lokasi yang dipilih untuk perancangan
Kawasan Pusat Kuliner sebagai Ruang Publik di Kota Kendari adalah pada daerah
Kecamatan Kendari Poasia dengan potensi tapak :
7) Tapak berada pada kawasan perdagangan dan jasa atau kawasan pariwisata.
8) Tapak berdekatan dengan lokasi kawasan permukiman.
9) Lahan yang cukup luas untuk pembangunan kawasan Pusat Kuliner yang
mengintegrasikan fungsi ruang publik kedalamnya.
10) Kemudahan pencapaian.
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
145

11) Telah dilengkapi oleh sarana dan prasarana penunjang. Seperti jaringan air
bersih dan jaringan listrik.
12) Memiliki view yang menarik

Perhitungan pembobotan nilai berdasarkan kriteria-kriteria yang telah diuraikan di
atas, maka penentuan site terpilih Kelurahan Anggoeya berada pada jalan
madusila dengan jumlah point sebesar 138.

2. Bagaimana mengintegrasikan jenis aktivitas Ruang Publik ke dalam Pusat
Kuliner ?
Menurut Stephen carr (1992), tipologi ruang publik dibagi menjadi beberapa tipe
dan karakter sebagai berikut:
a. Taman umum (Public Park)
b. Taman Lingkungan (Neighborhood Park)
c. Taman Kecil (Mini Park)
d. Lapangan dan Plaza
e. Peringatan (Memorial)
f. Pasar (Markets)
g. Jalan (Streets)
h. Tempat bermain (Playgrounds)
i. Ruang Komunitas (Community open space)
j. Jalan Hijau dan Jalan Taman (Greenways &Parkways)
k. Atrium/ Pasar Didalam Ruang (Atrium/Indoor Market Place)
l. Ruang Dilingkungan Rumah (Found/Neighborhood Spaces)
m. Waterfront
Berdasarkan tipe dan karakter Ruang publik diatas dan kesesuaian dengan fungsi
Pusat Kuliner, maka tipe yang diaplikasikan pada perancangan kawasan Pusat
Kuliner sebagai Ruang Publik adalah Taman kecil (mini park), Tempat bermain
(Playgrounds), Ruang Komunitas (Community open space), Jalan Hijau dan Jalan
Taman (Greenways &Parkways).

ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
146



3. Bagaimana mendesain fasilitas-fasilitas di dalam Pusat Kuliner sebagai
Ruang Publik ?
Jenis aktivitas dan jenis kuliner merupakan sebuah dasar pertimbangan penentuan
fasilitas untuk kawasan Pusat Kuliner.
Berdasarkan jenis aktivitas perencanaan Pusat Kuliner dibagi menjadi beberapa
kelompok kegiatan yaitu kelompok kegiatan utama yang dilakukan oleh para
pengunjung dan penyewa lapak jualan, kelompok dengan kategori kegiatan
pelengkap seperti kegiatan bermain, ngobrol, bersantai, berkumpulnya suatu
komunitas, kelompok kegiatan penunjang seperti kegiatan pembayaran dengan
sistem manajemen kasir terpusat, kelompok kegiatan publik/umum seperti
kebiasaan mencuci tangan sebelum menyantap hidangan, kelompok kegiatan
servis seperti kegiatan perawatan bangunan, mengawasi dan mengontrol sistem,
menjaga keamanan dan kenyamanan.
Pembagian kelompok kegiatan memudahkan perancangan fasilitas di dalam
Kawasan Pusat Kuliner. Selain itu terdapat berbagai macam jenis kuliner di Kota
Kendari, berdasarkan Laporan Penetapan SKPD/SKRD Dinas Pendapatan dan
Pengelolaan Asset Daerah Kota Kendari terdapat 12 jenis kuliner yang
dikelompokkan di dalam kategori warung makan, rumah makan, dan restoran.
Maka dapat diketahui jumlah lapak jualan berdasarkan kategori dan
pengelompokkan jenis kuliner yang dibutuhkan untuk perencanaan dan
perancangan Kawasan Pusat Kuliner sebagai Ruang Publik di Kota Kendari.

B. Saran
Pembahasan mengenai Kawasan Pusat Kuliner sebagai Ruang Publik tidak lepas
dari tujuan untuk membuat atau merencanakan fasilitas dan desain yang sesuai
bagi pengunjung dan pengguna lapak jualan. Oleh karena itu terdapat beberapa
kepentingan yang harus dipenuhi dan merupakan bagian penting dari sebuah
perencanaan Kawasan Pusat Kuliner yaitu:
ACUAN PERANCANGAN
PUSAT KULI NER SEBAGAI RUANG PUBLI K DI KOTA KENDARI
By : ANNISA FITRI PRATIWI
147

1) Mengetahui pelaku kegiatan secara mendalam dengan melakukan
observasi langsung di lapangan untuk dapat secara nyata mengaplikasikan desain
yang sesuai bagi para pengguna.

2) Data yang lengkap dari Pemerintah Kota Kendari dapat diolah kembali
sehingga pada penulisan tidak terdapat kebingungan bagi para pembaca.

3) Pada perencanaan Kawasan Pusat Kuliner sebagai Ruang Publik, tata letak
bangunan, penzoningan, luasan, dan fasilitas pendukung lainnya harus dapat
mendukung aktivitas di dalam kawasan, tidak hanya bertujuan menyediakan
fasilitas yang nyaman tetapi juga lengkap dan teratur dari segi pencapaian.