Anda di halaman 1dari 9

Samsuridjal Djauzi dan Heru Sundaru. Imunisasi Dewasa. FKUI. Jakarta.

2003
Ranuh, Hariyn dan Seyitn, dkk. Buku Imunisasi Di Indonesia, edisi !ertama. Sat"as
Imunisasi Ikatan Dkter #nak Indnesia. Jakarta. 200$
C. PATOFISIOLOGIS
Transmisi terjadi melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi urin/feses dari penderita
tifus akut dan para pembawa kuman/karier.
Empat F (Finger, Files, Fomites dan fluids) dapat menyebarkan kuman ke makanan, susu, buah
dan sayuran yang sering dimakan tanpa dicuci/dimasak sehingga dapat terjadi penularan
penyakit terutama terdapat dinegaranegara yang sedang berkembang dengan kesulitan
pengadaan pembuangan kotoran (sanitasi) yang andal. (!amsuridjal " dan heru !, #$$%)
&asa inkubasi demam tifoid berlangsung selama '() hari (ber*ariasi antara %+$ hari)
bergantung jumlah dan strain kuman yang tertelan. !elama masa inkubasi penderita tetap dalam
keadaan asimtomatis. (!oegeng soegijanto, #$$#)
A. DEFENISI
Demam tifoid (enteric fever) adalah penyakit infeksi akut yang iasanya
mengenai saluran pencernaan dengan ge!ala demam yang leih dari satu minggu"
gangguan pada pencernaan" dan gangguan kesadaran (Nursalam dkk."#$$%" hal &%#).
Demam tifoid merupakan penyakti infeksi akut pada usus halus dengan ge!ala
demam satu minggu atau leih desertai gangguan pada saluran pencernaan dengan
atau tanpa gangguan kesadaran. ('ampengan" #$$()
,gastiyah (#$$-. #%+) menyebutkan bahwa tifus abdominalis ialah penyakit infeksi akut yang
biasanya mengenai saluran pencernaan dengan gejala demam lebih dari satu minggu, gangguan pada
pencernaan dan gangguan kesadaran. /0i0 /limul (#$$+. (#+) Tifus /bdominalis merupakan
penyakit infeksi yang terjadi pada usus halus yang disebabkan oleh salmonella typii.
A. PENGERTIAN
"emam tifoid adalah penyakit menular yang bersifat akut, yang ditandai dengan bakterimia,
perubahan pada sistem retikuloendotelial yang bersifat difus, pembentukan mikroabses dan
ulserasi ,odus peyer di distal ileum. (!oegeng !oegijanto, #$$#)
Tifus abdominalis adalah suatu infeksi sistem yang ditandai demam, sakit kepala,
kelesuan, anoreksia, bradikardi relatif, kadangkadang pembesaran dari limpa/hati/keduaduanya.
(!amsuridjal " dan heru !, #$$%)
LAPORAN PENDAHULUAN DEMAM THYPOID (DT)
LAPORAN PENDAHULUAN
DEMAM THYPOID
A. Konsep Dasar Medis
&. Definisi
)yphoid adalah penyakit infeksi sistemik akut yang diseakan
infeksi Salmonella Thypi. *rganisme ini masuk melalui makanan dan minuman yang
sudah terkontaminasi oleh faeses dan urine dari orang yang terinfeksi
kuman Salmonella ( Brunner and Sudart, 1994 ).
Typhus abdominalis atau demam typhoid adalah penyakit infeksi akut yang
iasanya mengenai saluran pencernaan dengan ge!ala demam leih dari ( hari"
gangguan pada saluran cerna" gangguan kesadaran" dan leih anyak menyerang
pada anak usia &# + &, tahun ( ($- . /$- )" pada usia ,$ . 0$ tahun ( &$-.#$- ) dan
diatas usia pada anak &#.&, tahun seanyak (%-.&$-). (Mansjoer, Arif. 1999).
Demam typhoid atau Typhus abdominalis adalah suatu penyakit infeksi akut
yang iasanya mengenai saluran pencernaan dengan ge!ala demam yang leih dari
satu minggu" gangguan pada pencernaan dan gangguan kesadaran (Price A. Sylia !
"orraine M. #ilson, 199$).
#. Etiologi
1enurut (%ahmad &u'ono, 199() 2
a. Salmonella thyposa" asil gram negative yang ergerak dengan ulu getar" tidak
ersepora mempunyai sekurang.kurangnya tiga macam antigen yaitu2
&) antigen * (somatic" terdiri dari3at komplekliopolisakarida)
#) antigen 4(flagella)
,) antigen 5& dan protein memrane hialin
. Salmonella parathypi A
c. Salmonella parathypi B
d. Salmonella parathypi )
e. Faces dan 6rin dari penderita thypus
,. 7atofisiologi
1enurut *Suriadi, +,,1- 2
a. 8uman masuk melalui mulut" seagian kuman akan dimusnahkan dalam lamung dan
seagian lagi masuk ke usus halus (terutama di ileum agian distal)" ke !aringan limfoid
dan erkemang iak menyerang vili usus halus kemudian kuman masuk ke peredaran
darah (akterimia primer)" dan mencapai sel.sel retikula endotelial" hati" limpa dan
organ.organ lainnnya.
. 7roses ini ter!adi dalam masa tunas dan akan erakhir saat sel.sel retikula endotelial
melepaskan kuman ke dalam peredaran darah dan menimulkan akterimia untuk
kedua kalinya. Selan!utnya kuman masuk ke eerapa !aringan organ tuuh" terutama
limpa" usus dan kandung empedu.
c. 7ada minggu pertama sakit" ter!adi hyperplasia plaks player. Ini ter!adi pada kelen!ar
limfoid usus halus. 1inggu kedua ter!adi nekrosis dan pada minggu ketiga ter!adi
ulserasi plaks peyer. 7ada minggu keempat ter!adi penyemuhan ulkus yang dapat
menimulkan sikatrik. 6lkus dapat menyeakan perdarahan" ahkan sampai perforasi
usus. Selain itu hepar" kelen!ar.kelen!ar mesentrial dan limpa memesar.
d. 9e!ala demam diseakan oleh endotoksin sedangkan ge!ala pada saluran pencernaan
diseakan oleh kelainan pada usus halus.
0. 9e!ala 8linis
1asa tunas (.&0 (rata.rata , + ,$) hari" selama inkuasi ditemukan ge!ala
prodromal (ge!ala a:al tumuhnya penyakit;ge!ala yang tidak khas) (Mansjoer,
Arif, 1999)2
a. 7erasaan tidak enak adan
. <esu
c. Nyeri kepala
d. 7using
e. Diare
f. Anoreksia
g. =atuk
h. Nyeri otot
1enyusul ge!ala klinis yang lain demam yang erlangsung , minggu *%ahmad &u'ono,
199(- 2
a. Demam
&) 1inggu I 2 Demam remiten" iasanya menurun pada pagi hari dan meningkat pada sore
dan malam hari
#) 1inggu II2 Demam terus
,) 1inggu III 2 Demam mulai turun secara erangsur . angsur.
. 9angguan pada saluran pencernaan
&) <idah kotor yaitu ditutupi selaput kecoklatan kotor" u!ung dan tepi kemerahan" !arang
disertai tremor
#) 4ati dan limpa memesar yang nyeri pada peraaan
,) )erdapat konstipasi" diare
c. 9angguan kesadaran
&) 8esadaran yaitu apatis+somnolen
#) 9e!ala lain >'oseola? (intik.intik kemerahan karena emoli hasil dalam kapiler kulit )
%. 7emeriksaan <aoratorium
7emeriksaan laoratorium (%ahmad &u'ono, 199() 2
a) 7emeriksaan darah tepi 2 dapat ditemukan leukopenia"limfositosis relatif" aneosinofilia"
tromositopenia" anemia.
) =iakan empedu 2 asil salmonella typhii ditemukan dalam darah penderita iasanya
dalam minggu pertama sakit.
c) 7emeriksaan @IDA< . =ila ter!adi aglutinasi
&;#$$. Diperlukan titer anti odi terhadap antigeno yang ernilai 0 kali antara masa
akut dan konvalesene mengarahatau peningkatan kepada demam typhoid.
A. 8omplikasi
8omplikasi dapat diagi dalam *Patriani Sarasan, +,,.- 2
a. 8omplikasi intestinal
&) 7erdarahan usus
#) 7erforasi usus
,) Ileus paralitik
. 8omplikasi ekstra intestinal
&) 8ardiovaskuler 2 kegagalan sirkulasi perifer (ren!atan sepsis) miokarditis" tromosis"
dan tromboflebitie.
#) Darah 2 anemia hemolitik" tromboritopenia" sindrom uremia hemolitik
,) 7aru 2 pneumonia" empiema" pleuritis.
0) 4epar dan kandung empedu 2 hipertitis dan /olesistitis.
%) 9in!al 2 0lomerulonefritis" pielonefritis" dan perinefritis.
A) )ulang 2 oeteomielitis" periostitis" epondilitis" dan arthritis.
() Neuropsikiatrik 2 delirium" menin0iemus" menin0itie" polineuritie" perifer"
sindrom 1uillan.Barre" psikosis dan sindrom /atatonia.
7ada anak.anak dengan demam paratifoid" komplikasi leih !arang ter!adi. 8omplikasi
sering ter!adi pada keadaan to/remia erat dan kelemahan umum" terutama ila
pera:atan pasien kurang sempurna.
(. 7enatalaksanaan 1edik
Adapun penatalaksanaan adalah *Pa/dhe, +,,9- 2
a. *at
Sampai saat ini masih menganut )rilogi penatalaksanaan demam thypoid" yaitu2
&) 8loramphenikol 2 dosis hari pertama 0 B #%$ mg" hari kedua 0 B %$$ mg" dierikan
selama demam erkan!ut sampai # hari eas demam" kemudian dosis diturunkan
men!adi 0 B #%$ mg selama % hari kemudian.
#) 7enelitian terakhir (Nel:an" dkk. di 'S67 7ersahaatan)" penggunaan kloramphenikol
masih memperlihatkan hasil penurunan suhu 0 hari" sama seperti oat+ oat teraru
dari !enis kuinolon.
,) Ampisilin;Amoksisilin 2 dosis %$ + &%. mg;8g;==;hari" dierikan selama # minggu.
0) 8otrimoksasol 2 # B # talet (& talet mengandung 0$$ mg sulfametosa3ol./$ mg
trimetropim)" dierikan selama dua minggu.
. Diet
&) Cukup kalori dan tinggi protein
#) 7ada keadaan akut klien dierikan uur saring" setelah eas panas dapat dierikan
uur kasar" dan akhirnya dierikan nasi sesuai tingkat kesemuhan. Namun eerapa
penelitian menun!ukkan ah:a pemerian makanan padat dini" yaitu nasi dengan lauk
pauk rendah selulosa (pantang sayuran dengan serat kasar) dapat dierikan secara
aman.
,) 7ada kasus perforasi intestinal dan ren!atan septik diperlukan pera:atan intensif
dengan nutrisi parenteral total.
c. Istirahat
=ertu!uan mencegah komplikasi dan mempercepat penyemuhan. 8lien harus tirah
aring asolut sampai minimal ( hari eas demam atau kurang leih selama &0 hari.
1oilisasi dilakukan ertahap" sesuai dengan pulihnya kekuatan kondisi. 8lien dengan
kondisi kesadaran menurun perlu diuah posisinya setiap # !am untuk mencegah
dekuitus dan pneumonia hipostatik. Defekasi dan uang air kecil perlu perhatian
karena kadang + kadang ter!adi ostipasi dan retensi urine.
d. 7era:atan sehari + hari
Dalam pera:atan selalu di!aga personal hygiene" keersihan tempat tidur" pakaian" dan
peralatan yang digunakan oleh klien.
/. 7encegahan
Cara pencegahan yang dilakukan pada demam typhoid adalah cuci tangan
setelah dari toilet dan khususnya seelum makan atau mempersiapkan makanan"
hindari minum susu mentah (yang elum dipsteurisasi)" hindari minum air mentah"
reus air sampai mendidih dan hindari makanan pedas (Abdi, +,,.-.
B. Konsep Keperawatan
&. 7engka!ian
a. Faktor 7resipitasi dan 7redisposisi
Faktor presipitasi dari demam typhoid adalah diseakan oleh makanan yang
tercemar oleh salmonella typhoid dan salmonella paratyphoid A" = dan C yang
ditularkan melalui makanan" !ari tangan" lalat dan feses" serta muntah dipererat ila
klien makan tidak teratur. Faktor predisposisinya adalah minum air mentah" makan
makanan yang tidak ersih dan pedas" tidak mencuci tangan seelum dan sesudah
makan" dari :c dan menyiapkan makanan (Abdi, +,,.-.
#. Diagnosa kepera:atan *2oen0es, +,,+-2
a. 7eningkatan suhu tuuh erhuungan dengan infeksi Salmonella Typhii
. 9angguan pemenuhan keutuhan nutrisi kurang dari keutuhan erhuungan dengan
anoreksia.
c. Intoleransi aktivitas erhuungan dengan kelemahan;edrest.
d. 9angguan keseimangan cairan (kurang dari keutuhan) erhuungan dengan
pengeluaran cairan yang erleihan (diare;muntah).
,. Intervensi dan Implementasi *2oen0es, +,,+-2
a. 7eningkatan suhu tuuh erhuungan dengan infeksi Salmonella typhi
)u!uan 2
Suhu tuuh normal;terkontrol.
8riteria hasil 2
&) 7asien melaporkan peningkatan suhu tuuh.
#) 1encari pertolongan untuk pencegahan peningkatan suhu tuuh.
,) )urgor kulit memaik.
Intervensi 2
&) =erikan pen!elasan kepada klien dan keluarga tentang peningkatan suhu tuuh.
'asional 2
Agar klien dan keluarga mengetahui sea dari peningkatan suhu dan memantu
mengurangi kecemasan yang timul.
#) An!urkan klien menggunakan pakaian tipis dan menyerap keringat
'asional 2
6ntuk men!aga agar klien merasa nyaman" pakaian tipis akan memantu mengurangi
penguapan tuuh.
,) =atasi pengun!ung
'asional 2
Agar klien merasa tenang dan udara di dalam ruangan tidak terasa panas.
0) *servasi ))5 tiap 0 !am sekali
'asional 2
)anda.tanda vital merupakan acuan untuk mengetahui keadaan umum pasien#"% liter ;
#0 !am
%) An!urkan pasien untuk anyak minum
'asional 2
7eningkatan suhu tuuh mengakiatkan penguapan tuuh meningkat sehingga perlu
diimangi dengan asupan cairan yang anyak
A) 1emerikan kompres hangat
'asional 2
6ntuk memantu menurunkan suhu tuuh
() 8olaorasi dengan dokter dalam pemerian antiiotik dan antipiretik.
'asional 2
Antiiotik untuk mengurangi infeksi dan antipiretik untuk mengurangi panas.
. 9angguan pemenuhan keutuhan nutrisi kurang dari keutuhan erhuungan dengan
anoreksia.
)u!uan 2 7asien mampu mempertahankan keutuhan nutrisi adekuat.
8riteria hasil 2
&) Nafsu makan meningkat
#) 7asien mampu menghaiskan makanan sesuai dengan porsi yang dierikan.
Intervensi 2
&) Delaskan pada klien dan keluarga tentang manfaat makanan;nutrisi.
'asional 2
6ntuk meningkatkan pengetahuan klien tentang nutrisi sehingga motivasi untuk makan
meningkat.
#) )imang erat adan klien setiap # hari.
'asional 2
6ntuk mengetahui peningkatan dan penurunan erat adan.
,) =eri nutrisi dengan diet lemek" tidak mengandung anyak serat" tidak merangsang"
maupun menimulkan anyak gas dan dihidangkan saat masih hangat.
'asional 2
6ntuk meningkatkan asupan makanan karena mudah ditelan.
0) =eri makanan dalam porsi kecil dan frekuensi sering.
'asional 2
6ntuk menghindari mual dan muntah.
%) 8olaorasi dengan dokter untuk pemerian antasida dan nutrisi parenteral.
'asional 2
Antasida mengurangi rasa mual dan muntah.
Nutrisi parenteral diutuhkan terutama !ika keutuhan nutrisi per oral sangatkurang.
c. Intoleransi aktivitas erhuungan dengan kelemahan;ed rest.
)u!uan 2 pasien isa melakukan aktivitas kehidupan sehari.hari (A8S) optimal.
8riteria hasil 2
&) 8eutuhanpersonalterpenuhi
#) Dapat melakukan gerakkan yang ermanfaat agi tuuh memenuhi A8S dengan teknik
penghematan energi.
Intervensi 2
&) =eri motivasi pada pasien dan kelurga untuk melakukan moilisasi seatas
kemampuan (misalnya 2 1iring kanan" miring kiri).
'asional 2
Agar pasien dan keluarga mengetahui pentingnya moilisasi agi pasien yang edrest.
#) 8a!i kemampuan pasien dalam eraktivitas (makan" minum).
'asional 2
6ntuk mengetahui se!auh mana kelemahan yang ter!adi.
,) Dekatkan keperluan pasien dalam !angkauannya.
'asional 2
6ntuk mempermudah pasien dalam melakukan aktivitas.
0) =erikan latihan moilisasi secara ertahap sesudah demam hilang.
'asional E
6ntuk menghindari kekakuan sendi dan mencegah adanya dekuitus.
d. 9angguan keseimangan cairan (kurang dari keutuhan) erhuungan dengan cairan
yang erleihan (diare;muntah).
)u!uan 2 tidak ter!adi gangguan keseimangan cairan
8riteria hasil 2
&) )urgor kulit meningkat.
#) @a!ah tidak nampak pucat.
Intervensi 2
&) =erikan pen!elasan tentang pentingnya keutuhan cairan pada pasien dan keluarga.
'asional 2
6ntuk mempermudah pemerian cairan (minum) pada pasien.
#) *servasi pemasukan dan pengeluaran cairan.
'asional 2
6ntuk mengetahui keseimangan cairan #"% liter ; #0 !am.
,) An!urkan pasien untuk anyak minum.
'asional 2
6ntuk pemenuhan keutuhan cairan.
0) *servasi kelancaran tetesan infuse.
'asional 2
6ntuk pemenuhan keutuhan cairan dan mencegah adanya odem.
%) 8olaorasi dengan dokter untuk terapi cairan (oral ; parenteral).
'asional 2
6ntuk pemenuhan keutuhan cairan yang tidak terpenuhi (secara parenteral).
0. Evaluasi *2oen0es, +,,+-2
Dari hasil intervensi diatas" evaluasi yang diharapkan 2
a. Suhu tuuh normal (,A
$
C) atau terkontrol.
. 7asien mampu mempertahankan keutuhan nutrisi adekuat.
c. 7asien isa melakukan aktivitas kehidupan sehari.hari optimal.
d. 8eutuhan cairan terpenuhi