Anda di halaman 1dari 19

WHOLEMOUNT

Oleh :
Nama : Siti Novianti Eka Putri
NIM : B1J001!"
#om$on%an : III
&elom'ok : (
)*i*ten : )n+rian Putra Bahari
L)PO#)N P#)&TI&UM ST#U&TU# ,)N PE#&EMB)N-)N HEW)N II
&EMENTE#I)N PEN,I,I&)N N)SION)L
UNI.E#SIT)S JEN,E#)L SOE,I#M)N
/)&ULT)S BIOLO-I
PU#WO&E#TO
0010
I1 PEN,)HULU)N

)1 Latar Belakan%
Ayam merupakan salah satu hewan yang termasuk dalam kelas aves.
Perkembangbiakannya melalui bertelur. Perkembangan embrional dimulai setelah terjadi
fertilisasi sampai saat penetasan atau kelahiran. Membran fetal merupakan organ embrionik
yang ada pada kelas aves. Ayam mengalami pembuahan internal, tetapi perkembangan
embrionya tidak berlangsung di uterus atau di dalam induk betina. Embrio ayam hidup dalam
telur dilengkapi dengan yolk yang banyak, sebagai cadangan makanan sehingga mampu
mencukupi perkembangannya di luar tubuh induk. Oleh karena itu, tipe telur ayam sering
disebut telolechital berat atau megalechital. edangkan tipe pembelahannya termasuk
meroblastik diskoidal, karena bagian yang membelah itu membentuk diskus atau cawan.
!agian yang aktif pada pembelahan sel telur ayam adalah keping lembaganya
"blastodiscnya#. Pembelahan sudah dimulai sewaktu telur melalui oviduct, di sini telur
mendapat albumen atau selaput$selaput lainnya. %ahapan perkembangan dimulai dari
morulla, blastula dan gastrula. &apisan lembaga primer yang merupakan jaringan dasar
penyusun organ tubuh dihasilkan pada tahap gastrula.
!ungkus telur tersier ada tiga macam, yaitu albumen yang dibentuk oleh oviductus,
membran testae atau selaput cangkang yang dibentuk oleh uterus, dan cangkang dari 'a yang
dibentuk oleh uterus. (ebutuhan nutrisi embrio tertentu pada ikan, misalnya mineral, air dan
mungkin beberapa nutrisi lain, dapat diserap dari medium air sekitarnya. el telur pada ayam
adalah kuning telur beserta bioplasma dan inti yang dibungkus membran vitelin.
B1 Tu2uan
Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui cara pembuatan sediaan embrio ayam
"sediaan wholemount# dan mengamati tahapan awal perkembangan embrio ayam.
II1 TINJ)U)N PUST)&)
)holemount merupakan metode untuk melihat struktur$struktur yang berhubungan
dengan organembrio seluruhnya, tingkat kesukaran dalam metode ini yaitu menentukan
lokasi pemotongan yang tepat. *al yang harus diperhatikan adalah dalam skema umum organ
yang tampak dalam whoulmount. Ayam sering digunakan dalam mempelajari embriologi di
laboratorium karena, proses diferensiasi awal dari sistem organ dan proses dasar
pembentukan tubuh mudah dimengerti. %elur ayam mewakili karakteristik pembelahan telur
dengan yolk banyak. Prosesnya merupakan bentuk intermediet antara pisces dan amphibia
"Patten, +,-.#.
Pembelahan atau cleavage terjadi setelah pembuahan, /igot membelah berulang kali
sampai terdiri dari berpuluh sel kecil yang disebut blastomere. %ipe pembelahan pada telur
ayam merupakan tipe meroblastik yang pembelahan pertamanya melewati bidang meridian.
%erjadi ketika telur mencapai bagian distal tuba - jam setelah pembuahan. Pembelahan kedua
melewati bidang meridian, tegak lurus pada bidang pembelahan pertama. Pembelahan ketiga
lewat bidang$bidang vertikal, melintang bidang merindian pembelahan pertama. pembelahan
keempat melewati bidang$bidang vertikal, melintang bidang pembelahan meridian kedua.
%erbentuklah tumpukan sel di daerah yang terdiri dari sekitar . sel di tengah dan +0 sel
dipinggir. el$sel tengah masihberhubungan dengan yolk di bawah, sedang sel$sel pinggir
sebagian besar sudah terlepas dari yolk kecuali daerah tepi sekali. Pada saat ini telur
mencapai uterus dan sudah dilapisi oleh albumen dan shell "1atim, +,.0#.
Proses perkembangan embrio ayam dimulai setelah terjadi fertilisasi yang membentuk
/igot. Perkembangan awal adalah terjadinya pembelahan segmentasi "cleavage#, kemudian
morulasi, blastulasi, gastrulasi, neurulasi, dan organogenesis. Pada fase gastrula terbentuk
tiga lapisan dasar embrio yang menentukan perkembangan embrio selanjutnya, yaitu
endoderm, mesoderm dan ektoderma "*uettner, +,2+#.
3aktor$faktor yang mempengaruhi perkembangan embrio ayam adalah suhu,
keberhasilan gastrulasi dan kondisi lungkungan. emakin tinggi suhu maka semakin cepat
proses perkembangan embrio ayam berlangsung. 4amun, perkembangan emrio ayam juga
memiliki suhu optimal inkubasi. Apabila suhu terlalu tinggi maka akan merusak embrio
tersebut. (eberhasilan pada gastrulasi menentukan keberhasilan perkembangan embrio
selanjutnya karena gastrulasi merupakan proses yang paling menentukan dalam
perkembangan embrio. (ondisi lingkungan yang buruk mengganggu perkembangan embrio
ayam "Patten, +,-.#.
III1 M)TE#I ,)N METO,E
)1 Materi
Alat yang digunakan dalam praktikum perkembangan embrio ayam adalah alat
peneropong, mangkuk, scalpel, gunting, pipet tetes, gelas arloji, kertas saring, gelas objek,
kompor listrik, gelas beker dan pensil.
!ahan yang digunakan pada praktikum ini adalah %elur ayam fertile yang sudah
diinkubasi selama 05, 5., 26 dan 76 jam, larutan fisiologis, dan alkohol 768.
B1 Meto+e
+. iapkan telur ayam kampong "telor bebek# fertile 05, 5., 26 dan 76 jam.
0. &arutan garam fisiologis hangat disediakan dalam mangkuk secukupnya sehingga
apabila telur dimasukkan ke dalamnya dan ditenggelamkan, seluruh permukaannya
dapat berada di bawah permukaan larutan tersebut.
9. !agian telur yang berada di permukaan larutan fisiologis ditandai dengan pensil.
5. 'angkang bagian tumpul ditusuk dengan jarum preparat sehingga tembus dan
mengeluarkan gelembung udara.
-. !agian telur yang diberi tanda digunting kemudian dibuka cangkangnya.
2. !lastodiskus dipotong kemudian dipindahkan ke gelas arloji dan yolk yang terbawa
pada potongan blastodiskus dibersihkan dengan larutan fisiologis menggunakan pipet
tetes.
7. (ertas saring dilipat menjadi dua, kemudian dilipat lagi menjadi dua tegak lurus
lipatan pertama. (emudian dilipat dengan arah diagonal lalu ujung lancip dipotong
secukupnya.
.. (ertas saring ditempelkan pada embrio sehingga embrio terletak di tengah lubang
kertas saring.
,. Embrio yang telah melekat dengan kertas saring dimasukkan ke dalam larutan fiksatif
selama 0 : 05 jam.
+6. 3iksatif dibersihkan dengan larutan alkohol 768 dan ammonia.
++. Embrio diletakkan pada gelas objek kemudian diamati.
I.1 H)SIL ,)N PEMB)H)S)N
)1 Ha*il
-am$ar em$rio a3am umur 0( 2am 3an% *u+ah +i$uka 4an%kan%n3a
-am$ar em$rio a3am 3an% +iletakkan +i %ela* arlo2i
-am$ar em$rio a3am +i kerta* *arin%
11 -am$ar Mikro*ko'i*
-am$ar 11a em$rio a3am umur 0( 2am
-am$ar 11$ em$rio a3am umur (5 2am
-am$ar 114 em$rio a3am umur !0 2am
01 -am$ar Skemati*
-am$ar 01a em$rio a3am umur 0( 2am
-am$ar 01$ em$rio a3am umur (5 2am
-am$ar 014 em$rio a3am umur !0 2am
B1 Pem$aha*an
%ipe telur Aves adalah telolecithal berat atau sering disebut dengan megalecithal. ;ni
disebabkan oleh volume yolk hampir mengisi seluruh bagian ovum. %ipe pembelahan pada
Aves merupakan pembelahan meroblastik. Pembelahan pada Aves juga disebut dengan
meroblastik diskoidal karena bagian yang membelah berberntuk seperti cawan atau diskus
atau perisai "oeminto,0666#.
%anda khas gastrula ayam adalah pembentukan stria primitive yang jelas terlihat pada
masa inkubasi ke$+2 jam dan dapat dikatakan sebagai stria primitive paling panjang. tria
primitive janin ayam jantan adalah suatu daerah pembelahan sel yang sangat aktif. <i anterior
stria primitiva, terdapat suatu sentrum dari masa mesodermal yang aktif berpolimerasi
sehingga daerah ini meninggi, disebut nodus *ensen. !adan ini hanya terdapat semantara dan
kepentingannya belum diketahui. etelah terbentuk stria primitiva, blastoderm bertambah
panjang dan daerah ini adalah daerah ekstra embrional yang akan membentuk alat$alat dan
struktur$struktur janin sementara yang pada waktu menetas sebagian besar akan hilang
"=ugh,+,20#.
truktur embrio ayam pada akhir gastrula adalah sebagai berikut "dari anterior ke
posterior#. <i permukaan meliputi head fold "lipatan kepala#, head process "penebalan
kepala#, lamina neuralis, nodus *ensen, primitive pit "fovea primitive# dan stria primitive.
edangkan di sebelah dalam meliputi lamina prechordalis, chordadorsalis, massa mesoderm
nodus *ensen, mesoderm somit, mesodermal lateral, entoderm dan gastrocoel "*uettner,
+,2+#.
Permulaan pembentukan daerah embrio yaitu dengan terbentuknya keping neural.
<ari keping ini terjadi lipatan neural. Pada janin yang umurnya > 05 jam pengeraman,
khorda timbul di bawah lipatan neural pada sumbu tengah embrio. (horda ini timbul dari sel$
sel yang tidak mengalami diferensiasi diantara kedua lapisan mesoderm. Mesodem tumbuh
ke samping, ke belakang dari stria primitive dan juga tumbuh ke muka kiri kanan notochord.
Pada saat bersamaan mesoderm melebar ke daerah ekstra embrional ke semua jurusan,
sehingga pada tingkat$tingkat pengeraman 5. jam ke atas, kedua lapisan mesoderm lateral itu
akan bertemu di bagian anterior daerah kepala kemudian bersatu "<juhanda, +,.+#.
?antung terjadi dari penebalan$penebalan mesoderm splankhnis. ?antung mula$mula
berubah menjadi suatu bumbung yang letaknya di bawah rhombensephalon. !agian anterior
bercabang, nantinya menjadi akar$akar aorta ventral. !agian posterior berhubungan dengan
vena omphalomesentrikus yang datang dari yolk karena di muka dan di belakang
berhubungan dengan pembuluh$pembuluh darah tersebut, jantung menjadi seolah$olah diikat
letaknya, maka ketika memanjang jantung tidak lagi memanjang bebas tetapi akan
membengkok ke kanan. inus venosus dan atrium akan dibentuk pada daerah dimana kedua
omphalomesenterikus bersaru. 3leksura jantung yang menonjol ke kanan akan menjadi
ventrikel. @jung anterior dimana kedua akar aorta ventral meninggalkan jantung, dibentuk
bulbus anteriosus di belakang truncus arteriosus "Patten, +,7+#.
Embrio ayam pada umur 6 hari inkubasi berada dalam stadium gastrula yang diawali
dalam pembentukan keping germa dua lapis, kemudian dilanjutkan dengan organogenesis
yang merupakan fase kritis embriogenesis. Parameter perkembangan awal sistem
kardiovaskular embrio ayam yang merupakan turunan dari mesoderm adalah proses
pembentukan organ dan jaringan darah yang diawali dengan terbentuknya pembuluh
AprimitifB embrio yuang disebut pulau$pulau darah. elanjutnya secara bertahap dibentuk
organ dan jaringan lain seperti jantung, pembuluh darah dan jaringan darah "=adiopoetro.
+,,+#.
elama inkubasi selama 05 jam, dapat dibedakan antara daerah intra embrional
dengan daerah ekstra embrional. <aerah ekstra embrional terdiri dari area pelusida dan area
opaka. planchnic mesoderm di daerah A;P mengalami penebalan yang nantinya akan
berkembang menjadi buluh jantung, sedangkan di daerah opaka mesoderm berkelompok
disebut Cblood islandD dan area opaka dinamakan Carea vasculosaD "1atim, +,.5#.
-am$ar Em$rio )3am Umur 0( Jam
Organ$organ yang terbentuk pada umur 5. jam yaitu otak dan sumsum tulang
belakang. elanjutnya ketiga bagian otak mengalami deferensiasi , prosensefalon menjadi
telensefalon dan diensefalon. Eesikula optik menyempit dan memanjang kemudian terbentuk
tangkai optik yang tumbuh ke arah lateral menuju ke ekloderma luar dan menginduksi
primordial lensa pada ectoderm yang merupakan suatu penebalan ekstra "<juanda, +,.+#.
-am$ar em$rio a3am umur (5 2am
Pada janin 5. jam, bumbung neural telah terbentuk dan adanya dapat dibedakan
bagian anterior yang agak lebar, bagian tengah, serta posterior yang menyerupai bumbung.
Persatuan lipatan neural yang paling akhir terjadi di muka somit terakhir, lipatan neural
mengembang dan menghilang di dalam ektoderm "<juhanda, +,.+#.
-am$ar em$rio a3am umur "0 2am
Organ$organ yang terbentuk pada umur 26 jam yaitu otak dan sumsum tulang
belakang. elanjutnya ketiga bagian otak mengalami deferensiasi , prosensefalon menjadi
telensefalon dan diensefalon. Eesikula optik menyempit dan memanjang kemudian terbentuk
tangkai optik yang tumbuh ke arah lateral menuju ke ekloderma luar dan menginduksi
primordial lensa pada ectoderm yang merupakan suatu penebalan ekstra. elain itu juga
terjadi perkembangan saluran pencernaan, perkembangan jantung dan pembuluh darah,
deferensiasi mesoderm dan coelom. Pada akhir perkembangan embrio 26 jam inkubasi
terbentuk dua membran ektra embrional yaitu amnion, membran berbentuk kantong berisi
cairan yang berlangsung membungkus badan embrio, yang kedua ialah korion, membran
yang membungkus embrio dan semua struktur ektra embrional "<juanda, +,.+#.
!erdasarkan hasil percobaan diketahui bahwa embrio ayam yang telah diinkubasi
selama 5. jam memiliki > 07 pasang somit. Pada stadium ini kepala embrio mengalami
pelekukan sehingga mesencephalon tampak di sebelah dorsal, sedangkan prosencephalon dan
rhombenchepalon tampak sejajar. !adan embrio memutar sepanjang sumbu sehingga bagian
kiri menjadi di atas kunir sedangkan pandangan dari dorsal tampak kepala bagian kananF
badan bagian posterior masih menunjukkan bagian dorsal. !agian badan sebelah tengah telah
menunjukkan adanya lipatan lateral, sedangkan di daerah ekor telah telah terjadi tail fold.
&ama$kelamaan seluruh badan embrio berada dalam selubung amnion, setelah semua lipatan$
lipatan bertemu "yahrum et al, +,,5#.
-am$ar em$rio a3am umur !0 2am
Perlakuan pada praktikum meliputi pencarian letak embrio pada telur ayam
menggunakan larutan fisiologis. Menggunakan larutan fisiologis untuk mencari letak embrio
ayam, karena pada saat telur di letakan pda larutan fisiologis embrio ayam terletak di bagian
atas. etelah itu di tandai menggunakan pensil, kemudian dilubangi cangkap yang telah di
tandai menggunakan pensil. &angkah selanjutny diambil embrio ayam menggunakan pipet
kemudian di bersihkan menggunakan larutan fisiologis. Menggunakan kertas saring dilipat
menjadi dua, kemudian dilipat lagi menjadi dua tegak lurus lipatan pertama. (emudian
dilipat dengan arah diagonal lalu ujung lancip dipotong secukupnya. (ertas saring
ditempelkan pada embrio sehingga embrio terletak di tengah lubang kertas saring. Embrio
yang telah melekat dengan kertas saring dimasukkan ke dalam larutan fiksatif selama 0 : 05
jam.
Mengamati perkembanagan ayam dengan menggunakan metode wholemount
"perkembangan embrio ayam dalam hybridasi#. %elur yang diperoleh dari induk diambil pada
hari kelima sampai kedelapan. %elur$telut tersebut diinkubasi kemudian dilakukan
pengecetan tulang embrio dengan metode cont "(aryadi, 0666#.
.1 &ESIMPUL)N ,)N S)#)N
)1 &e*im'ulan
!erdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwaG
+. )holemount merupakan sediaan mikroteknik keseluruhan dari suatu objek.
)holemount yang diamati yaitu embrio ayam umur 05, 5., 26 dan 76 jam.
0. ;nkubasi telur dengan jangka waktu yang berbeda akan menghasilkan bentuk embrio
yang berbeda pula. %ahapan perkembangan awal embrio ayam adalah terjadinya
pembelahan segmentasi "cleavage#, kemudian morulasi, blastulasi, gastrulasi,
neurulasi, dan organogenesis.
B1 Saran
(esulitan pada praktikum ini adalah menemukan telur yang cukup masa ;nkubasinya
dan mengetahui umur telur , sehingga blastodiskus kurang terlihat dengan jelas.
,)/T)# #E/E#ENSI
<juanda, %atang, +,.+. Embriologi Perbandingan. '.E. Armico, !andung.
3ukumota, %akahiro, &evin M. 066-. Asymmetric e:pression of yndecan$0 in early chick
embryogenesis, -G -0-$-0.. httpGHHwww.elsevier.com. <iakses pada tanggal 6-
4ovember 06+6.
*uettner, A.3. +,2+. 3undamentals of 'omparative Embryology of %he Eertebrates. %he Mc
Millan 'ompany, 4ew 1ork.
(aryadi, et al. 0669.Pemberian =asio (alsium dan 3ospor %erhadap Osifikasi %ulang Embrio
Puyuh. ?urnal penelitian @4;!, Eol ;I, 4o 0, *al 72$.6.
Patten, !.M. +,-.. 3oundations of Embyology. Mc Jraw *ill$!ook 'o.&td, 4ew 1ork.
=adiopoetro. +,,+. Koologi. Erlangga, ?akarta.
=ugh, =. +,20. E:perimental Embryology. !urgess Publishing 'ompany, Minnesota.
yahrum, M. *, et al. +,,5. =eproduksi dan EmbriologiG <ari atu el Menjadi Organisme.
3akultas (edokteran @;, ?akarta.
oeminto, 0666. Embriologi Eertebrata. 3akultas !iologi @4OE<, Purwokerto.
1atim, ). +,.5. !iologi =eproduksi @ntuk Mahasiswa (edokteran dan !iologi. %arsito,
!andung