Anda di halaman 1dari 20

L/O/G/O

BIOFARMASETIKA
SEDIAAN ORAL
Created By Kelompok 4 .com
www.themegallery.com
Bentuk sediaan oral dan absorbsinya
Mekanisme Absorpsi dari Sediaan Oral
Proses Absorbsi Sediaan Oral Padat
Pengaruh Eksipien Terhadap Sediaan Oral
D
A
B
C
POKOK BAHASAN
www.themegallery.com
A. Bentuk sediaan oral dan absorbsinya
1. Larutan
Larutan adalah sediaan cair yang mengandung 1 jenis obat
atau lebih dalam pelarut air suling kecuali dinyatakan lain,
dimaksudkan untuk digunakan sebagai obat dalam, obat luar
atau di masukkan kedalam rongga tubuh. Berikut adalah
bentuk sediaan larutan sebagai penggunaan oral:
a. Suspensi
Suspensi adalah dispersi kasar dimana partikel padat yang
tak terlarut terdispersi dalam medium cair. Partikelnya
mempunyai diameter yang sebagian besarlebih dari 0,1 mikron.
Beberapa partikel terlihat dibawah mikroskop menunjukan
gerakan Brown bila dispersinya mempunyai viskositas rendah.


www.themegallery.com
Ukuran partikel

Factor-faktor yang
mempengaruhi
stabilnya suspensi
adalah

Sedikit banyaknya
bergerak partikel atau
viskositas


Tolak menolak antara
partikel, karena
adanya muatan listrik


Kadar partikel tersuspensi


www.themegallery.com
b. Emulsi
Emulsi adalah suatu sediaan yang mengandung
dua zat cair yang tidak mau campur, biasanya air
dan minyak dimana cairan satu terdispersi menjadi
butir-butir kecil dalam cairan yang lain.
Penggunaan emulsi dibagi menjadi dua yaitu emulsi
untuk pemakian dalam dan emulsi untuk pemakaian luar.
Emulsi untuk pemakaian dalam meliputi peroral atau pada
injeksi intravena. Emulsi untuk penggunaan oral biasanya
mempunyai tipe M/A.

www.themegallery.com
2. Tablet
Tablet adalah sediaan padat, dibuat secara
kempa cetak berbentuk rata atau cembung rangkap,
umumnya bulat, mengandung 1 jenis obat atau lebih
dengan atau tanpa zat tambahan. Zat tambahan
yang digunakan dapat berfungsi sebagai zat pengisi,
zat pengembang, zat pembasah.

www.themegallery.com
3. Kapsul
Kapsul adalah bentuk sediaan obat terbungkus
cangkang kapsul keras atau lunak. Cangkang kapsul
dibuat dari gelatin dengan atau tanpa zat tambahan
lain. Cangkang dapat pula dibuat dari metilselulosa
atau bahan lain yang cocok.

www.themegallery.com
B. Mekanisme Absorpsi dari Sediaan Oral

Osmosis
Diagram mekanisme transpor absorpsi
Difusi pasif
Difusi Aktif
Difusi
Terfasilitasi
Pinositosis dan
Fagositosis
www.themegallery.com
Difusi pasif
Difusi pasif adalah pergerakkan obat dari
konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Bersifat
spontan, non selektif, bergantung pada konsentarasi,
proses ini akan berhenti pada saat konsentrasi yang
dicapai telah sama.

www.themegallery.com
Difusi aktif
Difusi aktif adalah pergerakkan zat yang
melawan gradien konsentrasi sehingga perlu energi.
Karena adanya energi, maka pergerakkan obat dapat
bergerak dari keadaan konsentrasinya rendah ke
konsentrasinya tinggi. Pergerakkan ini akan berhenti
jika energi telah habis.
www.themegallery.com
Difusi terfasilitasi
Pada proses ini terdapat carrier yang
memfasilitasi proses transpor. Bersifat spesifik,
karena hanya zat yang cocok dengan carrier sajalah
yang dapat terbawa. Proses ini tidak tergantung dari
konsentrasi dan berhenti ketika carrier tidak ada lagi.

www.themegallery.com
Osmosis
termasuk difusi pasif (difusi pelarut).
Pinositosis dan Fagositosis
jarang terjadi pada obat, umumnya terjadi pada
sistem imun.



www.themegallery.com
c. Proses Absorbsi Sediaan Oral Padat

1. Tablet
Tablet merupakan bahan obat dalam bentuk sediaan padat yang biasanya
dibuat dengan penambahan bahan tambahan farmasetika yang sesuai. Obat
tablet akan mengalami 3 proses yaitu :

Disintegrasi yaitu proses pemecahan
tablet atau pil menjadi partikel- partikel
yang lebih kecil.
Disolusi yaitu proses melarutnya
partikel- partikel kecil dalam cairan
gastrointestinal untuk di absorpsi.

Absorbsi adalah pegerakan partikel-
partikel obat dari saluran gastro
intestinal ke dalam cairan tubuh.

1
2
3
www.themegallery.com
2. Kapsul cangkang keras
Kapsul keras merupakan kapsul yang cangkangnya
terbuat dari gelatin berkekuatan gel relatif tinggi.
Pembebasan obat dan karenanya, penyerapan juga dapat
menyebar keluar ketika obat disajikan dalam bentuk
menyerpihkan terdiri dari pelet dilapisi dengan licin film
ketebalan bergradasi. Prinsipnya, untuk kapsul juga dapat
diterapkan untuk tablet.

www.themegallery.com
3. Tablet salut enterik
Dalam kasus tablet salut, Ketebalan lapisan
dapat dirancang sedemikian rupa sehingga rilis dan
penyerapan obat terjadi baik di proksimal atau distal
usus. Jadi, dengan pencocokan waktu pembubaran
waktu transit usus kecil, pelepasan obat dapat diatur
untuk terjadi di usus besar.


www.themegallery.com
D. Pengaruh Eksipien Terhadap Sediaan Oral
Zat pengisi
Adalah zat
yang
ditambahkan
ke dalam
massa tablet
untuk
mencapai bo
bot tablet
yang
diinginkan.
bahan pengisi
(filler/diluents),
dengan fungsi
menambah massa
dan volume tablet
sehingga dapat
dikempa dengan
ukuran punch dan
die yang sudah
ditentukan, contoh:
lactose.
1. Pengisi

Zat pengisi
biasanya
diperlukan
bila dosis
obat tidak
cukup untuk
membuat
bulk.
www.themegallery.com








Sifat Umum :
Pada umumnya adalah zat inert
dan dapat mempengaruhi sifat
biofarmasi, kimia, disolusi zat
aktif. Misalnya ; garam Ca dalam
Tetrasiklin mempengaruhi
absorpsinya, karena terjadi
kompleks, Laktosa bila
dicampurkan dengan basa amin
garamnya maka lama-kelamaan
tablet menjadi hitam.

Description of
the products
www.themegallery.com
Pemilihan eksipien
1
2
3
4
Air yang diserap zat aktif
dan eksipien tidak selalu
dapat dilepas kembali.

zat aktif yang peka
terhadap lembab
hendaknya tidak
dikombinasikan dengan
eksipien yang higroskopis.


Kandungan lembab dalam
granul mempengaruhi
sifat-sifat fisik dan kimia
zat aktif.

Pengemas harus dipilih
yang cocok terhadap zat
aktif yang higroskopis.

Add Title
Data higroskopis dapat
membantu dalam mendesain
tablet.

5
www.themegallery.com
2. Pelincir

2013
Lubrikan larut air hanya digunakan
pada saat akan membuat tablet yang
larut air dengan sempurna sebelum
diminum, contohnya tablet effervescent.
Lubrikan adalah bahan yang
mengurangi gesekan antara
granul dengan dindng di selama
proses pengempaan dan
pengeluaran.
Lubrikan yang sering digunakan
adalah yang tidak larut air, hal ini
karena lubrikan ini efektif pada
konsentrasi yang rendah.
2013
2013
L/O/G/O
Created By
Kelompok 4.com
Thank You!